Khotbah Minggu Sore September - Oktober 2002 ~ Pdt JE AwondatuGereja Pentakosta di Indonesia - CianjurJl. K.H. Hasyim Asyari no. 75 Cianjur 43214 - Indonesia. Telp. (62-263) 261161 |
Minggu sore, 01 September 2002
'MURTAD'
Selamat sore, selamat berbakti bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Sore hari ini saya ingin bicara mengenai murtad. Apa yang disebut murtad, siapa saja yang bisa dikategorikan murtad, seperti apakah murtad itu? Kita mau lihat dari Alkitab karena kalau nanti saya yang ngomong bisa salah. Pak Awondatu bilang begini, ya. Jadi kita mau lihat dari Alkitab, apa yang disebut murtad, siapa yang disebut murtad.
Mula-mula kita buka I Timotius 4, kita membaca ayatnya yang ke 1 sampai ayatnya yang ke 10.
4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
4:3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,
4:5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.
4:6. Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
4:8 Latihan badani - senam, olahraga - terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini
- yang sekarang - maupun untuk hhidup yang akan datang.
4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
Saya mau berusaha untuk menerangkan kepada saudara, pelan-pelan supaya saudara mengerti apa artinya murtad. Murtad itu dengan gambaran yang agak mudah adalah kebalikan dari bertobat. Kalau bertobat itu begini saudara. Asalnya kita punya jalan berdosa, kita punya pemikiran salah, kita punya tujuan yang keliru, kita punya arah salah berubah, berubah, kita meninggalkan yang salah, yang keliru, yang gelap, yang jahat, yang berdosa itu, lalu kita menuju kepada jalan yang benar, pemikiran yang benar, jalan yang terang, dan sebagainya.
Murtad kebalikannya. Setelah kita sudah tahu yang benar, sudah jalan ditempat yang benar, sudah terima baptisan, kita kenal Kristus Yesus, sudah beribadah kepada Tuhan, balik lagi, balik lagi meninggalkan Terang itu, lalu masuk kembali kepada hidupnya yang lama, hidup yang keliru, hidup yang jahat, hidup yang lama.
Nah, seorang murtid Yesus bernama Petrus, menggambarkan jijiknya keadaan orang yang murtad itu, digambarkan dengan dua gambar yang menjijikkan. Petrus menulis karena dia mengalami sendiri.
II Petrus 2:21-22.
2:21 Karena itu bagi mereka - yang murtad - adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."
Dua gambaran yang menjijikkan orang yang murtad, yaitu anjing yang muntah, setelah dia muntah dia makan lagi muntahnya. Saudara bilang jijik, itulah orang murtad. Babi baru ditarik dari lumpur, dicuci disikat bersih-bersih, eh, dia balik lagi ke lumpur, yang barusan dia tinggalkan. Dua gambaran yang menjijikkan dipakai oleh Petrus menggambarkan orang yang murtad. Jadi dengan sederhana saya katakan orang murtad adalah kebalikan dari pertobatan. Karena orang yang bertobat itu dari jahat sadar menjadi baik, orang yang murtad dari baik kembali kepada jalan yang lama.
Datang pertanyaan yang kedua : Apa sebabnya sih orang kristen ada yang murtad? Saya kasih contoh. Pak Awondatu, bapak ini dulunya eks suhu, sekarang ikut Yesus. Senang hati saya. Puji Tuhan. Selamat datang dalam kerajaan surga. Dia dulu pak, eks penjahat, seperti rasul Paulus. Puji Tuhan. Selamat datang. Dulu jahat sekarang didalam kerajaan Yesus. Dulu pak, dia ini penipu. Puji Tuhan. Seperti Zakheus, sekarang bertobat. Terima Tuhan Yesus. Dulu dia ini eks ini .. eks itu yang jahat-jahat. Puji Tuhan. Jangan bilang begini : Pak, dia itu eks pendeta. Dia itu eks orang kristen. Dulu dia kristen sekarang jadi tukang sulap. Uang orang dibawa kabur, hilang sekarang dia. Karena begitu kan tidak baik. Jadi kembali lagi kepada Firman Tuhan. Murtad adalah kebalikan dari bertobat, bertobat dari yang jahat kepada yang benar, murtad kebalikannya dari yang benar, balik lagi yang jahat.
Datang pertanyaan tadi : Kenapa sih orang bisa murtad? Tidak usah dibuka alkitab tapi kita daftarkan saja beberapa.
Satu : Ditinggal mati oleh keluarga bisa bikin orang murtad. Ditinggal anak mati, orang bisa murtad. Tadi saya kebaktian di Jakarta, pemimpin puji-pujian, eks Cianjur memang, suaminya main piano, itu baru 3 hari kehilangan anak, baru 3 hari kubur anak. Anaknya saya sudah kasih nama Michael, tapi dari umur 1 sampai 27 hari di inkubator. Dia bersaksi itu ibu tadi. Hanya ada satu lagu yang menghibur saya Kasih Yesus indah dalam hidupku. Itu yang memberi saya kekuatan. Meninggal. Dia pimpin pujian tadi. Saya senang karena dia ada didalam iman, tetap. Tetapi istri Ayub? Pada waktu Ayub dan istri punya anak 10. Sepuluh-sepuluhnya mati dalam satu hari. Aduh, satu kepedihan yang berat, satu kesusahaan, satu susah - kita nggak bisa mengerti. Saudara jangan takut karena Tuhan cuma bikin satu Ayub. Istrinya sudah nggak tahan, dia bilang sama Ayub : Apa kamu mau terus terus percaya sama Tuhan begini? Lekas kutuk Tuhan - bukan puji Tuhan - dan kamu mati. Saya tidak usah teruskan.
Orang didalam kesedihan bisa murtad. Kenapa saya sudah ikut Tuhan sudah ke gereja, kok keluarga saya masih mati, anak saya sudah didoakan kok masih meninggal, suami saya kok meninggal, istri saya kok meninggal? Kok saya sudah setia, saya sudah bawa perpuluhan, saya sudah kebaktian, saya sudah ikut bedstone, saya sudah ikut doa malam, kok kenapa saya masih dapat musibah? Ditinggalkan anak meninggal, orang bisa murtad. Saya pun sudah mau tinggalkan pekerjaan Tuhan waktu anak pertama. Ah, pikir-pikir .. Walaupun tidak bisa dibenarkan kita bisa mengerti 10 anak kok mati dalam satu hari. Saya aja dalam 3 bulan tiap hari kita ke kuburan waktu anak saya pertama meninggal Tiap hari ke kuburan, dulu naik Vespa, jalan-jalan ini air mata dulu nggak pake helm, air mata terus sabari naek motor, saya nggak pake kaca mata dulu.
Yang kedua : kesulitan ekonomi bisa bikin orang murtad. Lihat Ayub. Dia kaya raya. Dikatakan dalam Ayub 1 : Tidak ada orang yang kaya seperti Ayub didaerah itu. Tiba-tiba sekarang menjadi hancur, menjadi miskin. Sekali lagi saudara-saudara dengar baik-baik. Ayub nggak ada dosa, Ayub tidak ada salah, Ayub tidak berbuat jahat, Ayub tidak berdosa, Ayub tidak berjinah, Ayub tidak selingkuh, kok kenapa dia mengalami ekonominya sampai broke demikian, sampai-sampai dia tidak tahan.
Wah, orang sekarang jahat-jahat saudara. Dengan segala macam cara, melalui sms : anda mendapatkan hadiah sebuah mobil tapi sebelum mendapatkan bayarlah pajaknya dulu 6 juta kepada rekening ini. Wah, bohong, hati-hati saudara. Lain kali kalau saudara dapat yang begitu, saya mau lihat mobilnya dulu baru saya bayar pajaknya. Gitu. Jangan kita bayar pajaknya dulu mobilnya nggak kelihatan, tahu-tahu kabur lari. Jangan percaya ada PT QSAR : ayo kita berbagi keuntungan, tanam 10 juta dalam 3 bulan bapak bisa punya uang jadi 12 juta. Mikir. Sekarang dari 500 milyar kekayaan PT QSAR, tinggal 10 juta. Nah, yang 499 milyar itu kemana duitnya? Kita tanya kepada rumput yang bergoyang, rumput juga udah pada gundul, dicabutin semua wortel itu di Sukabumi itu. Herannya itu saudara, kalau pakai yang bener untuk Tuhan mani harerese, ari ditipu ku batur mani gampang. Orang bisa murtad.
Apa engkau mau terus begini? Sudahlah, mati saja. Kesulitan ekonomi, orang bisa murtad. Mau pakai cara yang lain semedi, bahasa Ibraninya nyegik, nyembah oray, nyembah yang bohong, nyi roro kidul, nyi roro kaler, nyi roro kulon, tungtungna teler, tungtungna gelo. Hmm. Kenapa? Orang dalam kesulitan ekonomi bisa murtad.
Yang ketiga : orang sakit bisa murtad. Apalagi suami sendiri asalnya yang cakep .. cakep .. cakep, yang seger .. seger .. seger, yang ganteng .. ganteng .. ganteng, kok sekarang gundul, bisul dari batok kepala sampai telapak kaki. Dulu mah Ayub si boss, sekarang mah Ayub si bisul. Gagaro teh sudah tidak pakai lagi kuku saudara, pakai tembikar, pecahan-pecahan genteng. Garuk sampai sudah berdarah-darah. Bisul. Bau. Dulu saya pernah bisul waktu disekolah Alkitab. Sekali bisul 7. Saya bilang sama Tuhan : Tuhan, 7 adalah angka sempurna, sudah jangan lagi ada bisul. Karena saya belajar naik kuda, tidak pakai pelana. Keringat kuda itu ternyata saudaraku saya alergi bisul, bayangin 7, yang ke 7 itu didekat dubur, saudara. Tiga hari saya tidak bisa pakai celana panjang disekolah Alkitab. Jongko salah, berdiri salah. Nyanyi salah nggak nyanyi salah. Tidur salah bergerak aduh untung 7. Dan sampai sekarang tidak lagi ada bisul. Bisul asmara pun sudah tidak ada. Sekarang saudara-saudaraku puji Tuhan.
Tetapi Ayub dari batok kepala saudara bisa bayangkan sampai di telapak kaki, istri lihat kasihan : Apa kamu mau terus percaya haleluyah haleluyah terus percaya sama Tuhan ka gereja terus? Naha maneh teh geus ka gereja haleluyah kieu geuning bisul teu cageur-cageur? Ceunah Yesus kuasa, haleluyah haleluyah, nggeus we paeh. Orang kalau sudah sakit bisa murtad.
Sekarang saya balik. Orang kalau kaya juga bisa murtad. Saya tidak ada waktu untuk baca tapi dalam perjanjian lama Ulangan 8,9,10 : jangan sampai waktu kamu diberkati, kata Tuhan, dan kamu akan berkata, ini kekayaan adalah aku yang membuatnya. Ini kekayaan karena aku yang punya bisnis, aku yang pintar dagang, aku yang banting tulang. Jangan. Orang kalau diberkati, kalau kaya juga bisa berubah. Aduh, saudara-saudara kalau kita nggak eling nggak sadar, orang kalau kaya diberkati .. diberkati, dia nggak mau kebaktian. Udah nggak mau ke gereja. Kenapa nggak ke gereja? Aduh, barang datang. Disuruh kebaktian bible study mani harerese, ai ka Pera-Pera mah ...
Saya baru datang dari Blitar. Di Blitar sudah banyak yang dikerjain. Hati-hati, saudara, hamba Tuhan sudah ngomong. Nggak mungkinlah didalam jaman kiwari jual barang murah, segala penyakit sembuh, aduh. Orang bisa murtad, saudara-saudara. Jadi hiburan saya kalau saudara malam hari ini masih bisa duduk di gereja, dan mendengarkan Firman Tuhan, itu anugerah Tuhan.
Yang berikutnya : bobogohan, bisa membuat orang murtad. Karena sekarang laki-laki .. jaman dulu jaman Arjuna saudaraku, dia datang kepada dewi Subadra, dengan sekuntum bunga melati : wahai adinda Subadra, inilah bunga yang aku petik dari taman Candradimuka, untuk adinda. Aduh, terima kasih kepadamu. Wanita sekarang mah sudah tidak mau dengan bunga seperti itu, yang dia mau adalah bunga deposito. Dan bunga deposito saudara-saudaraku yang kekayaan ini berpacaran haleluyah puji Tuhan urang teh umur teh geus .. kunaon ieu bemo teh can lewat-lewat keneh, aduh. Makanya jangan suka berdiri didepan pintu, ngadaweung luak-lieuk, ningali beca anu ngaliwat - sok aya jurig tumpak kuda : suit .. suit ... , tah. He-euh kitu mimiti na mah. Lila-lila, saha eta teh nya? Ehm, jaman kiwari saudara-saudara, banyak angin surga. Aduh, gadis-gadis pantekosta, anak Tuhan, orang kristen pantekosta, ditipu meuleuk-meuleuk, padahal dia itu cantik, padahal dia itu bisa menikah baik-baik, punya jodoh dari Tuhan. Bisa. Lah, kunaon jadi jeung tukang kangkung? Oleh karena apa? Angin surga. Saya suka sedih. Jatuhnya anak muda dari ikut Yesus karena perkawinan. Kalau betul-betul kamu cinta sama aku, tinggalkan gereja. Bisa kawin di gereja? Bisa. Tapi habis kawin di gereja, orang dilarang ke gerejapun bisa. Sekarang sudah bukan jaman lagi suami melarang istri ke gereja, sekarang istri melarang suami ke gereja. Tibalik ayeuna mah. Padahal suaminya ingin ke gereja, istrinya bilang suami saya teh nggak mau ke gereja, padahal dia yang nggak mau, suaminya mah mau.
Saya ngeri saudara lihat perkawinan-perkawinan sekarang. Gampang pisan di gereja teh kawin. Di Ujung Pandang ada satu gadis. Kalau bedstone, ha .. le .. lu .. yah .. , orang mah sudah amin, emang betul sungguh-sungguh dia, rohani, bukan bikin-bikin. Umpamanya jam 5 kita bedstone sampai jam 6, dia mah setengah tujuh baru amin. Bener. Ini kejadian bener. Rohani. Datang konglomerat, sebab dia cakep cantik : nih, sekilo nih emas, udah nggak usah ke gereja-gereja pantekosta, cape-cape, ikut saja sama saya, udah 1 kilo. Ye .. sus .. Ye .. sus ..., gubrak 2 kilo. Yesus .. Engkau segalanya. 3 kilo .. 5 kilo, sus, 5 kg. Dia mikir, 5 kali 70 juta, sapego tiauw. Yesus ... . Kalah konglomerat oleh karena dia banyak berdoa, saudara-saudara. Tapi lewat satu mah 70 kg mas Bambang. Mas Bambang teh 70 kg saudara-saudara, kumis panjang sebelah, kapan lagi saya ya punya ... jeung kasep lagi, aduh. Kalau dia melirik, lirikan matamu menarik hati, lagu dangdut. Lalu dia merayu kita : aku cemburu kepada nyamuk yang nempel di pipimu. Aduh, urang teh pipi ge hebat mani cemburu ka nyamuk oge. Sudah. Pujilah Tuhanku, diganti : pujilah tuanku, udah lain sekarang. Udah lain. Dari perkawinan orang bisa murtad. Berapa banyak, oom Yoyo, oom Yoyo .. oh, di Jakarta mah, oom Yoyo baik? Mana .. kebaktian nggak? Nggak mau suami saya, nggak mau. Oom Yoyo baik, oom Yoyo baik, ini anak saya. Kebaktian nggak. Kalau tadi ada adiknya Yong Yong, anaknya Pak Budiarto, yang perempuan : oom Yoyo, bawa anaknya. Da di gereja panggil saya teh oom Yoyo, bari jeung di gereja, oh puji Tuhan haleluyah. Oom Yoyo, di gereja. Oom Yoyo baik, di tukang candil, di tukang cendol. Mana ..? Suami saya mah nggak mau ke gereja. Yang kawin bisa meninggalkan Tuhan. Pertanyaan datang sekarang : apa bisa orang yang kena penyakit murtad ini 'diperbaiki'?, apa bisa orang yang kena penyakit murtad ini 'disembuhkan'? Kalau sayang ngomong bisa, nanti salah, kalau saya ngomong tidak bisa nanti salah. Biar Firman Tuhan yang menjawab.
Yeremia 3. Judulnya apa, saudara? Umat yang akan
datang di Sion. Jadi untuk akhir jaman ini. Ini dari Tuhan.
3:14 Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.
- Sion itu adalah gereja jaman sekaraang.
3:15 Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian.
3:16 Apabila pada masa itu kamu bertambah banyak dan beranak cucu di negeri ini, demikianlah firman TUHAN, maka orang tidak lagi akan berbicara tentang tabut perjanjian TUHAN. Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak lagi akan diingat orang; orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali.
3:17 Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta TUHAN, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama TUHAN ke Yerusalem, dan mereka tidak lagi akan bertingkah langkah menurut kedegilan hatinya yang jahat.
3:18 Pada masa itu kaum Yehuda akan pergi kepada kaum Israel, dan mereka akan datang bersama-sama dari negeri utara ke negeri yang telah Kubagikan kepada nenek moyangmu menjadi milik pusaka.
3:19 Tadinya pikir-Ku: "Sungguh Aku mau menempatkan engkau di tengah-tengah anak-anak-Ku dan memberikan kepadamu negeri yang indah, milik pusaka yang paling permai dari bangsa-bangsa. Pikir-Ku, engkau akan memanggil Aku: Bapaku, dan tidak akan berbalik dari mengikuti Aku.
3:20. Tetapi sesungguhnya, seperti seorang isteri tidak setia terhadap temannya
- maksudnya suami -, demikianlah kamu tidak setia terhadap Aku, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN.
3:21 Dengar! Di atas bukit-bukit gundul kedengaran tangis memohon-mohon dari anak-anak Israel, sebab mereka telah memilih jalan yang sesat, dan telah melupakan TUHAN, Allah mereka.
- Dengar baik-baik ayat 22.
3:22 Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari
murtadmu.
Ada haleluyah saudara-saudara? Berarti murtad bisa diperbaiki, bisa disembuhkan. Itu Tuhan ngomong sampai situ. Sekarang Israel menjawab. Berikutnya Israel yang menjawab :
"Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami.
3:23 Sesungguhnya, bukit-bukit pengorbanan adalah tipu daya, yakni keramaian di atas bukit-bukit itu! Sesungguhnya, hanya pada TUHAN, Allah kita, ada keselamatan Israel!
- Bahasa Inggris ada damai Israel. Cuuma sama Tuhan ada damai, saudara-saudara.
3:24 Tetapi berhala yang memalukan itu menelan segala hasil jerih lelah nenek moyang kita dari masa muda kita; kambing domba mereka dan lembu-lembu mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka.
3:25 Maka biarlah kita berbaring dengan perasaan malu, dan biarlah noda kita menyelimuti kita, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN, Allah kita, yakni kita dan nenek moyang kita dari masa muda kita sampai hari ini; dan kita tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kita."
Sadar Israel, dia sudah salah, nggak dengar-dengaran sama Tuhan. Eh, Tuhan jawab lagi pasal 4, manis sekali Tuhan jawab.
4:1. "Jika engkau mau kembali, hai Israel, demikianlah firman TUHAN, kembalilah engkau kepada-Ku; dan jika engkau mau menjauhkan dewa-dewamu yang
menjijikkan - Tadi anjing menjilat muntahnya, babi kembali kepada kubangannya
-, tidak usahlah engkau melarikan diri ddari hadapan-Ku!
4:2 Dan jika engkau bersumpah dalam kesetiaan, dalam keadilan dan dalam kebenaran: Demi TUHAN yang hidup!, maka bangsa-bangsa akan saling memberkati di dalam Dia dan akan bermegah di dalam Dia."
4:3. Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: "Bukalah bagimu tanah
baru.
Saya mau berhenti disini. Jangan ditutup Alkitab.
Bukalah bagimu tanah baru. Jangan ingat lagi Ambon, jangan ingat lagi Poso.
Jangan ingat lagi kegagalan, jangan ingat lagi kesalahan yang sudah lewat. Buka
tanah yang baru. Buka usaha yang baru. Nggak ada yang haleluyah juga nggak
peduli saya mah. Buka toko yang baru. Buka dagangan yang baru, buka pekerjaan
yang baru. Allah kita sanggup memberkati saudara. Buka tanah yang baru. Jangan
menabur ditempat duri tumbuh. Saudara mau kembali ke Ambon untuk bisnis disana
banyak duri. Mau kembali ke Poso banyak duri. Kembali ke Palangkaraya banyak
duri. Jangan. Jangan tabur disana. Tuhan bilang: buka yang baru. Bikin bisnis
yang baru. Saudara yang sampai saat ini belum dibuka sama Tuhan dengar, buka yang
baru. Tuhan akan memberkati saudara dengan bisnis yang baru, dengan tanah yang
baru, dengan visi yang baru. Kegagalan kita jangan diingat-ingat lagi. Kesalahan
kita sudah jangan diingat-ingat lagi. Ingat istri Lut, jangan nengok ke
belakang. Sudah. Masa Tuhan nggak bisa berkati saudara dengan sesuatu yang baru, toko
yang baru, bisnis yang baru, dengan cara yang baru, Tuhan membuat jalan yang
baru, langganan yang baru, teman-teman yang baru, pergaulan yang baru. Haleluyah
puji Tuhan. Sesuatu yang baru, yang dari Tuhan saudara-saudara, bukan yang
dari dunia ini, bukan yang dari duri-duri yang menyakitkan hati saudara, yang menyakitkan pikiran saudara, yang bikin saudara
tidak bisa tidur. Tuhan bilang : buka tanah yang baru. Begitu baik Tuhan kepada
kita. Buka .. buka tanah yang baru. Dikatakan
4:4 Sunatlah dirimu bagi TUHAN, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu, hai orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, supaya jangan murka-Ku mengamuk seperti api, dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkan, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!"
Kalau Tuhan sudah membuka tangan untuk memulai yang baru, bodohlah kita kalau
kita tidak mau masuk kepada hal yang baru. Alkitab kita terdiri dari dua
buku : perjanjian lama -pemberontakan-pemberontakan Israel dan perjanjian baru -
berkat-berkat berkelimpahan dari Tuhan. Tuhan mau memberi yang baru kepada
saudara. Yang lama sudah lewat. Ayat yang terakhir.
II Korintus 5:17
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Bukan hanya hidup baru yang Tuhan beri, tapi bisnis yang baru, usaha yang baru, semua yang baru Tuhan bisa beri, semua yang baru. Kiranya Tuhan memberkati saudara. Kita berdiri bersama-sama.
Minggu sore, 23 September 2002
'Lembut Hati'
Selamat sore, selamat berbakti bertemu dalam nama Tuhan
Yesus Kristus. Mari kita buka alkitab kita saudara-saudara, didalam Filipi 4:5-7.
4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Ada orang yang suka menonjolkan kekayaannya supaya orang tahu dia punya pabrik berapa, dia punya rumah berapa, dia punya ini berapa, dan sebagainya, dan sebagainya. Ada orang yang suka membanggakan kecantikannya supaya orang lain tahu dia cantik atau pakaiannya, dan sebagainya. Tapi satupun tidak ada yang Tuhan suruh kita membanggakan tetapi Tuhan menyuruh supaya kebaikan hati kita diketahui orang.
Kata 'kebaikan hati'mu, bahasa Yunaninya dipakai kata epieikes. Epieikes ini tidak ada satu kata Inggris atau Indonesia yang bisa menyalin kata epieikes ini karena sangat sulit, tidak ada kata yang pas untuk menyalin kata ini. Bahasa Indonesia lama memakai kata 'lembut hatimu'. Betul. Epieikes ada arti lembut hati. Disini dipakai kata kebaikan hati. Betul, karena epieikes mengandung arti kebaikan. Tetapi epieikes juga berarti tenang, berarti teduh, berarti tidak cepat terpengaruh, tidak ikut arus, tidak ikut guyub. Epieikes juga berarti mengalah. Jadi susah memang, tidak ada kata yang pas untuk epieikes ini. Tetapi Tuhan berkata, hendaklah lembut hatimu, kebaikan hatimu itu dikenal, diketahui oleh semua orang. Bukan hanya tergantung diantara orang kristen sendiri tetapi sampai kepada orang-orang non kristen, sampai kepada orang-orang yang memusuhi kita, sampai orang-orang yang berbeda prinsip. Biarlah orang-orang itu mengenal kita bukan sebagai orang yang tidak suka bayar hutang, bukan sebagai orang yang suka pinjam uang lalu kabur, bukan sebagai orang yang suka mengata-ngatai orang tetapi biarlah orang mengenal kita sebagai orang yang lembut hati. Amin? Karena Tuhan sudah dekat.
Nah, kata Tuhan sudah dekat juga agak kurang tepat dia punya salinan; seharusnya Tuhan ada dekat. Bahasa Yunaninya paraousia. Memang sebagai orang kristen kita didekati Tuhan terus. Namanya saja Immanuel, Tuhan bersama kita. Banyak kali orang kristen apalagi penganten-penganten yang mau kawin atau lagi penganten yang sudah kawin baru kawin, itu agak grogi apa kira-kira ini pestanya gimana ya, agak takut bagaimana kita masuk kedalam pesta, ngeri ini. Tetapi sebetulnya orang kristen itu Tuhan itu memang dekat. Dia Tuhan beserta kita, Dia Immanuel, ada haleluyah saudara?
Tapi arti disini dipakai kata paraousia. Paraousia itu kedatangan Tuhan yang kedua kali, kedatangan Tuhan yang kedua kali itu sudah dekat, katanya. Jadi modal kita untuk menghadapi kedatangan Tuhan itu harus lembut hati, harus baik hati, harus tenang, harus mau mengalah, harus mudah diatur. Lembut hati.
Hendaklah lembut hatimu dikenal, diketahui oleh semua
orang. Saya mau baca dulu satu ayat yang membuat orang yang lembut hati ini
beruntung. Matius 5:5. berbunyi demikian :
5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Ada haleluyah? Ini bukan saya yang ngomong; ini Raja segala raja yang ngomong, Yesus yang ngomong. Tadi kita dengar kesakisan raja Endao bertobat, ini Raja segala raja, Rajanya raja didunia, ini Rajanya ya, Raja segala raja. Sekarang kita mau baca apa yang dituliskan oleh raja Daud.
Mazmur 37. Disana ada satu ayat juga yang disitir oleh Yesus ini, datang dari ayatnya yang ke 11 : Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah. Bahasa Indonesia pakai rendah hati. Tetapi bahasa Inggris sama dengan Matius 5:5 - lembut hati.
Ternyata orang yang lembut hati, saudaraku, akan mewarisi bumi. Jadi dia tidak usah takut kekurangan secara materi. Tidak usah dia main kayu untuk mendapatkan keuntungan - tidak usah. Tidak usah dia gunting dalam lipatan - nggak usah. Kalau kita lembut hati, Tuhan wariskan bumi ini. Rejeki kita ada, tidak akan hilang, kalau kita saudaraku lembut hati. Ada haleluyah, saudara?
Nah, kita kembali kepada Filipi 4 sekarang. Lebih jauh disana, rasul Paulus katakan ayatnya yang ke 5 tadi : Hendaklah kebaikan hatimu - epieikes, haleluyah - diketahui semua orang. Walaupun kita berbeda prinsip, ya, tapi Tuhan sudah dekat. Saya sudah saksikan hari Rabu tapi tidak apa saya saksikan lagi. Saya di Belanda dan Jerman saudara-saudaraku, ini orang-orang Indonesia yang kesana sudah terbawa-bawa dengan gaya Eropa. Ada satu anak rohani yang menikah dengan orang Belanda. Sebelas tahun saya kesana anak mereka masih dua tahun ... karena suaminya ini Indo Ambon, bapak Ambon tapi ibunya Belanda. Kulit ikut bapak tapi muka ikut mama. Jadi ganteng. Saya ditampung dirumah mereka. Tapi 3 tahun yang lalu ada kasus. Saya harap ini tidak untuk ditiru tapi untuk diketahui dan dibagikan.
Ini suami yang baik yang ganteng, digoda sama istri jemaat yang lain. Tergoda. Ini istri yang dirugikan inilah yang saya bilang anak rohani saya. Suami yang ditinggalkan dikecewakan oleh istri yang pindah kesini, tergoda dengan teman istrinya. Saya bilang sama anak rohani saya : Sudah sabar nanti juga Tuhan kerja, dia mau kembali. Sabar dia, tiga tahun sampai bulan Mei, dia tunggu tidak mau kembali, bikinlah perceraian. Tapi waktu saya kesana tentu saja sang suami kagok karena dekat sama saya, datang di KKR. 12 gereja kumpul dalam KKR. Belum pernah ada KKR sebesar itu, kata satu pendeta. 12 gereja kumpul. Habis KKR, biasa pendeta-pendeta kumpul disatu ruangan dan berbincang-bincang. Suami datang. Ada istri dan anaknya disitu : sini kamu, duduk sini. Dia duduk. Saya tanya blak-blakan : Mau kembali lagi nggak? Sudah cerai. Suami itu kelihatan tua padahal baru 43. Saya kelihatan jauh lebih muda dari dia. Setelah dia dengar Firman Allah, dia telepon istrinya ini, anak rohani saya ini : kamu dengar itu pendeta Awondatu khotbah? Saya tertempelak kena, saya mau kembali sama kamu. Saya tanya anaknya yang sudah 13 tahun sekarang, bisa bahasa Perancis, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, yang belum bahasa Roh : apa kamu mau papi mami kumpul kembali? Dia pakai bahasa Inggris ya, saya mau, senang. Jadi udah 2/3 menang perang. Saya ngomong sama si perempuan itu : Puji Tuhan, doamu didengar, suami mau kembali, anak juga senang kamu mau kembali. Sudah, kembalilah kembali ke pengadilan dan kembalilah sebagai suami istri.
Saya kaget, kenapa? Karena suami mau kembali, anak senang mereka kembali, ini bilang nggak mau. Saya kecewa sekali saudara. Saya mau nangis salah tapi kecewa. Saya mesti ngomong apa ini, saya tamu disitu. Mereka sudah tahu Firman Allah. Yang keras hati ini kok bisa lembut : saya salah, saya mau kembali, minta maaf. Yang lembut hati ini kok, bisa keras. Saya tidak bisa begitu aja kembali pak Awondatu. Lho? Ya, memang nggak bisa begitu aja tetapi kan bisa kembali kan. Ya, tapi nggak bisa, saya sudah tunggu sampai bulan Mei, 3 tahun saya menderita. Memang dia menderita, saya juga nggak bisa nyalahkan. Dan saya sekarang ini pak Awondatu sedang ada yang naksir ... Ooohhh, b e g i t u. Yang naksir saya ini perjaka, beda 7 tahun lebih muda tapi sungguh-sungguh. Ehhmm. Nggak apa-apa kan pak Awondatu, kan nggak-apa-apa kan, ya. Iya kan? Saya mau dipancing; kalau saya bilang iya, kejeblos. Sabelanda nanti bilang pak Awondatu mentolerir mereka menikah. Saya bilang no comment. Dan dia sudah mengerti kalau saya bilang no comment itu artinya saya sudah tidak mau bicara lagi, sudah marah. Tapi dengan senyum. Jadi saya sedang ceritakan lembut hati tadi. Salah kamu tapi saya ngomongnya dengan lemah lembut. Bagaimanapun juga pak saya ini disini sudah di Eropa. Tiga tahun saya tahan dan saya tidak berdosa. Selama 3 tahun saya tidak nyeleweng, saya pertahankan ini. Dan sekarang saya mau kawin baik-baik. Iya kan .. iya kan .. iya kan? No comment!
Jadi nanti kalau ada jemaat nanya sama saya : Ko Yoyo bagaimana? Kalau saya bilang : No comment, itu artinya saya ngambek. Wah, begitu saya bilang saya sudah minta ampun sama Tuhan : aduh Tuhan, saya sudah gagal menggembala .. saya sudah bilang hari Rabu. Saya jadi gembala sidang saya gagal karena jemaat pada kena Pera Pera itu. Bagaimana nanti kalau antikris bawa berlian, bawa bubuk emas, bawa macam-macam. Ini dikasih ember plastik aja sudah rebutan. Baru ember plastik belum gigi emas, belum berlian mutiara. Waduh, bagaimana Tuhan. Eh, saya dengar ibu-ibu ngomong : Ya betul ko Yoyo saya salah. Ko Yoyo khotbah sekali saja sudah, saya mah nggak lagi-lagi. Nggak, cadu, moal balik deui we, moal. Aduh, hati saya teh suka cita. Oh, kalau begitu teh nih anak-anak Tuhan teh lembut hatinya. Tapi ada juga yang ngomong : memangna ngarugikeun? Memang tidak ngarugikeun; terserah .. terserah, tetapi saya ingin katakan kepada saudara, yang rugi bukan saya, yang rugi saudara. Saya sedang bicara lembut bukan saya bicara Pera Pera. Jemaat yang lembut hati mah dibejaan nana teh gampang. Ih, gampang; karak dileketek ge .. ih iko Yoy mah .. geus ngarti oeh juga. Sudah ngarti. Gitu yang lembut hati.
Dan dari yang lembut hati ini saudara-saudaraku, ya, kita semua pernah salah. Bukan cuman saudara, saya juga pernah salah. Tapi kalau dinasehati orang, dinasehati hamba Tuhan, kalau kita sudah salah, aduh terima kasih saya ada yang nasehati. Gitu.
Ayat berikutnya yang keenam. Janganlah hendaknya kamu kuatir. Kata kuatir disini datang dari dasar kata merimnao, tetapi saudaraku dipakai kata merimnata. Merimnata atau merimnate artinya memikirkan sesuatu yang seharusnya nggak usah dipikirkan. Contoh. Yesus bilang : jangan kamu kuatir dari hal esok hari. Cukuplah sehari urusan sehari, itu dipikirkan untuk urusan sehari. Kita sering memikirkan esok aduh kumaha isukan yeuh, aduh kumaha tahun 2003, kumaha tahun 2004. Megawati kapilih deui heunteu nya jadi presiden - itu bukan pikiran kita urusan kita bukan. Kita kuatir, sering memikirkan sesuatu yang bukan seharusnya kita pikirkan.
Nah, merimnao dasar katanya itu melihat kedua sisi dalam satu waktu. Dulu saya suka jalan-jalan sekarang sudah jarang, jalan-jalan pakai motor. Wah, kalau jalan kekiri kanan toko ini kan jemaat jalan kekanan dulu masih dua arah, jemaat juga. Aya nu nyeuleutuk : duh, ko Yoyo mah euy aksi; lamun keur naek motor teh teu daek ngalieuk. Padahal urang teh geus angkat tangan, teu ngalieuk. Ceuk saya teh kumaha atuh lamun saya naek motor teh aduh ngalieuk hai .. selamat pagi brur .. loba sado, loba beca .. hai .. hai .. nyungsep pan, nubruk keretek, kumaha tah. Ini merimnao saudaraku adalah seringkali kita juga menengok di dua arah : Tuhan - Dunia. Iman - Kuatir. Berani - Takut. Dua arah dalam sekaligus; sesuatu yang seharusnya nggak usah dipikirkan, kita pikirkan. Maka katanya jangan. Ingat 10 perintah Allah? Jangan kamu membunuh, jangan ini .. jangan ini .. 10 jangan. Dalam perjanjian baru ada juga jangan : jangan kuatir.
Memang kita masih manusia, memang kita kuatir. Ada peribahasa bilang begini : Kita tidak bisa melarang burung terbang diatas kepala kita. Nggak bisa, namanya saja burung. Tapi kita bisa larang kalau burung itu mau ngendog diatas kepala kita. Terus matokan mawaan jukut kaluhur hulu kita, edek ngendog. Wah, nggak bisa, nggak boleh ini. Mengerti maksud saya?
Kita nggak bisa melarang kalau ada pikiran-pikiran saudaraku yang lewat, pikiran tidak baik, pikiran takut, pikiran kuatir, dia lewat. Tapi jangan biarkan dia bersarang. Ada haleluyah? Jangan biarkan ia kita mikirkan kumaha ... Di Tiongkok katanya dulu kalau orang dihukum mati saudaraku, dikepalanya itu digundulin. Sudah kepalanya digundulin, dia disuruh duduk dibawah satu tong air. Tong air itu dikasih lubang kecil sampai netes air. Nah, netesnya air itu ditaruh pas jatuh diubun-ubunnya. Atuh, penjahat-penjahat pembunuh-pembunuh ini seuseurian aduh urang teh dihukum teh kieu dimandian. Da nggak sakit nggak apa atuh ditetesan air kena ubun-ubun. Betul ai samenit dua menit mah tiis. Tapi kalau sudah satu jam, menjerit-jeritlah. Sudah satu hari? Karena seperti dipukul oleh godam, dipukul oleh palu yang besi yang keras .. padahal setetes air.
Demikian juga kuatir, kuatir kecil-kecil itu kaya setetes air. Nanti kalau kita pikirin terus .. pikirin .. pikirin.. Mula-mula panadol - rieut euy, terus bintang toedjoe no 16, lila-lila mah aduh hayang didagorkeun, yeuh. Obat yang terakhir apa? Manggil Icis, urang mijit. Tapi kadang-kadang manggil Icis sekarang waduh, lagi di booking. Booking sana .. booking sana, tidak bisa sekarang panggil Icis. Hayang makan petis nu lada. Kenapa? Pikiran kecil-kecil netes. Terus aja dianteupkeun. Jangan kamu kuatir. Maka saya dapat lagu dari Tuhan Jangan kamu kuatir .. Burung di udara Dia p'lihara ... Jangan, jangan kuatir. Kenapa, dikatakan jangan kamu kuatir dari apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Doa disini dipakai kata proseukomai, memanggil seseorang untuk dekat, karena Dia terlalu tinggi kedudukannya, kita memohon kepada Dia. Bawalah itu sebagai petisi. Anggota DPR 68 orang menulis petisi kasih tanda tangan : mohon kepada Akbar Tanjung supaya turun sebagai ketua DPR karena sudah divonis salah, musti masuk tahanan 3 tahun dipenjara, kok masih jadi ketua DPR. Mundur. Kosgoro tadi malam juga mohon bapak Akbar Tanjung dengan legowo mundur. Petisi lagi. Golkar terbagi jadi tiga : Golkar Indonesia Timur minta supaya Akbar Tanjung mundur, mendidik orang yang lebih muda, supaya menghormat moralnya, gimana, mundur. Petisi itu. Tapi Akbar Tanjung sudah tebal .. tebal imannya, nggak mau mundur dia. Tebal hidungnya, tebal pipinya, semuanya serba tebal .. nggak mau mundur. Kita senang lagu itu GPdI Kita orang tak mau mundur .. Tidak mau .. Iya kalau lagi perang jangan mundur tapi kalau lagi salah mah musti berani mundur. Saya salah .. mundur. Ini mah masih nggak mau mundur. Tapi saya sedang bicara petisi. Tuhan itu kita mau petisi. Jadi doa disini bukan doa seorang diri - doa petisi. Suami berdoa, istri berdoa. Bareng - petisi. Yu, urang minta sembahyang sama Tuhan. Satu hal. Kita sama-sama doa, suami istri - itu jauh lebih siah, jauh lebih berkuasa, jauh lebih paten - kalau doa sendirian sama berdoa suami istri.
Ada yang mau kawin nih nggak tahu bulan depan nggak tahu bulan lusa. Ayo urang doa supaya pada waktu kita .. paten .. pada waktu kita kawin itu tidak hujan. Supaya pada waktu kita kawin itu pak Awondatu ada di Cianjur tidak sakit, supaya waktu kita menikah itu tidak ada macam-amacam. Bisa berdoa. Tapi kalau ada anak, bertiga, minta satu doa, wah, lebih paten lagi. Kalau ada opa, lebih paten lagi. Opa, oma .. lebih paten lagi. Aa .. teteh ikut - lebih paten lagi, saudara-saudara. Karrena asal lebih banyak orang berdoa untuk satu hal, Dia senang memberikan karena ini doa petisi; ini bukan doa sendiri - ini doa petisi.
Matius 18
18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Saudara mau belajar sepakat? Saudara mau belajar sehati dalam doa? Nah, sekarang begini. Contohnya doa malam, doa semalam suntuk. Saudara sebelum doa semalam suntuk, bisa ngobrol dulu. Aduh, saya teh ada beban nih, beban saya teh ini .. ini .. ini, ngomong sama teman. Ayo kita berdoa nanti saya doakan you, you doakan saya. Ngomong lagi sama yang ketiga, bersatu lagi. Kalau di Amerika suka ditengah-tengah kebaktian suka begini : saudara-saudara, coba ambil tiga atau empat orang berkumpul saudara dimana saudara berdiri coba berpegangan tangan dan berdoa untuk satu hal. Saya waktu itu dipegang oleh dua orang, saya sama oom Brodland sama satu orang. Apa yang kamu mau saya doakan? Saya bilang saya minta doa gereja saya dan jemaat saya di Indonesia tolong doakan. Oom Brodland bilang menantu saya tolong didoakan. Yang ini saya minta ini .. didoakan. Kita saling doakan. Bertiga minta satu petisi permohonan.
Kembali kepada Filipi 4. Tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Deesei - permohonan, yang sangat urgent, yang ssangat penting, yang sangat darurat. Aduh, .. kalau saudara-saudara biasa kerja dikantor, seringkali kepala kantor atau kepala bagian : tolong sampaikan surat ini kepada kepala sana. Ditulis URGENT, penting, pakai tanda seru tiga !!!. Penting. Ada pendeta kirim surat sama saya didepannya : SANGAT PENTING !!!, pakai dicetak tanda seru tiga. Apa ini sangat pentingnya, begitu dibuka, minta sumbangan saudara. Karena sangat penting dia punya sewa rumah sudah mau habis sudah kepepet minta bantuan sumbangan. Penting, memang betul penting.
Nah, kembali kita kepada Tuhan, permohonan deesei itu yang penting. Jadi kadang-kadang, Tuhan itu lihat kita ini sungguh-sungguh nggak ya. Kayanya kita itu minta apa-apa tuh .. kayaknya anak itu minta apa-apa kepadaKu ah nggak terlalu penting. Ya sudahlah. Biarkan aja, nantilah lain kali. Tapi kalau orang itu sungguh-sungguh ..
Di Tiongkok ada satu kelenteng. Saya bukan mau cerita tentang kelenteng. Kelenteng itu pintu depannya dari tembaga. Tutup. Hujan turun gede. Waktu hujan turun masih kecil, ada orang kehujanan. Dia ketuk pintu : Tolong, permisi .. ditunggu .. nggak ada yang bukain. Diketuk lagi .. tolong .. permisi .. nggak ada yang buka. Meureun kudu ku leungeun kenca, yeuh ... permisi .. nggak dibuka-buka. Akhirnya dua tangan .. permisi. Dia dengar orang batuk .. ehm .. ehm .. ehm .. Ada orang jalan .. pintu dibuka. Begitu dia lihat pintu dibuka, cuma empat meter dari pintu, itu bapak penjaga pintu lagi duduk. Aduh, masa nggak kedengaran, kenapa sih pak lama amat saya ketuk, baru dibuka? Oh, begini, suka ada anak nakal ketuk pintu. Saya buka nggak ada orang, sudah pada lari. Anak nakal. Jadi saya tes dulu kalau dia baru empat kali ketuk, itu pasti anak nakal, jadi karena ini sudah lewat sudah 4 kali ketuk-ketuk terus wah, ini pasti orang penting - jadi saya baru buka. Kadang-kadang Tuhan pun begitu. Kalau kita Tuhan tolong .. ah, itu mah shio monyet keun we anteupkeun. Tapi kalau kita Tuhan tolong aduh, Tuhan tolong .. keuyeung ya, permohonan yang sangat.
Nih, saya mau kasih ilustrasi. Saya sedih juga tapi sudahlah saya kuat. Waktu anak saya mau meninggal, itu saya rasa itu saya berdoa paling sungguh-sungguh dibawah kolong ranjang. Anak saya sudah ngap-ngapan mau meninggal. Saya janji sama Tuhan, saya nazar : Tuhan tolong anak saya si Melvin ini sembuhkan .. meninggal. Bahkan dia sudah dipeti mati, orang sudah tidur, saya masih sembahyang didepan peti mati : Tuhan bangkitkan anak saya. Kenapa dia yang mati Tuhan, kenapa bukan saya. Kalau kita melihat orang lain sakit, sembahyang kita cuma kasihan cuma dimulut : kasihan, Tuhan tolong. Tapi kalau itu anak kita, kalau itu cucu kita, kalau itu keluarga kita, wah, lain kita punya doa. Begitu. Jadi kita sembahyang sama Tuhan nggak bisa asal bunyi, asal doa, asal angkat tangan, asal ke gereja, asal kui, asal mangap - nggak, harus sungguh sungguh, supaya Tuhan dengar.
Lalu dikatakan lebih jauh saudara-saudaraku : Tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Saya kaget waktu saya lihat didalam bahasa aslinya, ucapan syukur ini dipakai kata ikaristias, lalu ada kurung (harus selalu ada). Jadi dalam doa harus selalu ada ucapan syukur. Saya suka perhatikan orang sembahyang. Baik jemaat, baik hamba Tuhan, 98 persen semua sembahyang ada isinya terima kasih dan ucapan syukur. Saya kirim sms. Masa dari 900 orang yang dikirimin sms, cuma 60 orang yang ngirim balik : terima kasih oom untuk sms nya, Tuhan memberkati. Eh, ada satu ibu di Jakarta kirim : terima kasih saya mah bukan sama pak Awondatu, langsung sama Tuhan. Eu, cek urang teh yeuh, hese yeuh lamun kieu mah. Kita mogok dijalan nih mobil. Datang tukang becak. Dorong. Udah satu kilometer dorong baru hidup. Mau bayar dikasih uang, jangan .. tong .. teu kudu. Atuh minimal we kita kan ngomong nuhun nya, terima kasih. Masa kita akan ngomong : Tuhan, terima kasih.
Kita minta bantuan sumbangan hamba Tuhan cari dana untuk pembangunan gereja. Ada yang nyumbang ... Tuhan terima kasih. Naha teu pararuguh. Tuh bapak Sambas dan ibu Sambas. Anak : tuh udah 40 tahun si mama si papa kawin, beri hadiah atuh. Tuh ka Cung Kuo. Itu teh rasa terima kasih sama papa mama. Coba kalau anak-anaknya ngomong : Pa, aduh, geus 40 tahun kawinnya. Ieuh, saya juga sudah berterima-kasih tuh ka Tuhan : Terima kasih Tuhan, papa mama saya sudah 40 tahun kawin. Meureun masih disini keneh, ibu Sambas juga nggak akan bersaksi.
Ada satu ibu di Jakarta, janda; ulang tahun saya, dia kasih buku gede. Ini alkitab buat pak Awondatu. Wih, alkitab. Saya bilang saya mah sudah banyak alkitab, dikasih alkitab lagi. Tapi aneh ini alkitab saudara, disini bahasa Indonesia, disini bahasa Inggris. Disini kan suka pakai dua alkitab disini Indonesia disini Inggris. Ada yang inget juga terima kasih buat penggembalaan pak Awondatu, kam siah.
Mari kita belajar selalu berterima kasih dalam doa. Saudara yang tiap pagi sembahyang, itu saudara tahu berterimakasih sama Tuhan. Saudara teh kam siah : Aduh Tuhan, saya teh bangun pagi teh aduh terima kasih saya masih bangun masih aduh walaupun nyareuri awak tapi masih, aduh haleluyah bangun, dari pada nggak nyareuri awak tapi teu hudang, teu nyeuri awak deui langsung we ka pasir hayam, keur naon? Meunding nyareuri awak saeutik tapi masih keneh hirup. Puji Tuhan, terima kasih Tuhan. Kam siah, terima kasih, haleluyah. Belajar berterima kasih. Sepuluh orang kusta sembuh semua, satu yang berterima kasih. Yesus teh bilang begini : Bukankah yang sembuh itu sepuluh orang, kenapa yang berterima kasih cuma satu? Tidak adakah yang sembilan itu yang datang untuk berterima kasih, kecuali orang Samaria ini? Kita kadang-kadang kurang berterima kasih, kurang mengucap syukur.
Nah, karena acara masih banyak saudara-saudara .. kalau kita tahu berterima kasih, baru ayat ke 7 kita alami : Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Bahasa Yunaninya airene. Bahasa Ibraninya shalom. Damai sejahtera Allah, yang melebihi segala akal. Saya kalau udah mikir satu soal ya .. nih kasih tip ya buat saudara. Mikir satu soal, waduh susah bener nih jalan keluarnya. Aduh, nggak bisa mikir. Tuhan, saya sudah tidak bisa mikir, otak saya yang buatan Tuhan sudah tidak mampu; saya mesti berbuat apa saya sudah tidak mampu. Saya nggak tahu lagi musti bagaimana Tuhan. Bahasa Ibraninya bo hwat, udah ngak tahu mesti bagaimana. Tuhan, saya nyerah, saya serahkan case ini, kasus ini kepada Tuhan. Nanti Tuhan ambil, tackle, kenapa? Karena damai sejahtera Allah melebihi akal kita. Kita, saya balik, belum bisa menyelami damai sejahtera Allah. Terlalu dalam. Namanya saja damai shalom itu. Tapi di Manado saya dengar ada pendeta yang berteriak sekeras-kerasnya S H A L O M ... , kaya mau perang. Padahal shalom teh artinya teh damai. Ya maksud saya nggak usah juga kita kaya banci shalom .. shalom ...
Tetapi maksud saya shalom itu berarti damai; shalom itu berarti ada nikmatnya Tuhan. Itu akan diberikan oleh Tuhan kepada kita, damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Maaf, hati dan pikiran bahasa Yunaninya sama, kardio. Apa yang dipikiran kan ada dihati; apa yang dihati ada dipikiran. Coba kalau saudara punya jantung hati, punya pacar, punya kekasih. Ada dihati kan tapi kan dipikir-pikir : dimana dia sekarang, ya .. dia lagi apa sekarang ya ...
Tuhan mau jaga pikiran dan hati. Hati sama pikiran Tuhan mau jaga. Disini perang, iblis mau hancurkan kita dipikiran dan di hati. Mula-mula pikiran kita dibikin bingung, dibikin susah dibikin kuatir, lalu dihancurkan hati kita : udah nggak usah percaya sama Tuhan lagi, bohong Yesus Yesus mah.
Mari saudara-saudara, kita datang kepada Tuhan karena damaiNya yang menjaga pikiran dan hati kita. Haleluyah saudara-saudara? Saudara mau lembut hati dihadapan Tuhan? Kalau kita lembut hati ada keuntungannya - mewarisi bumi. Kalau belum dapat, bawa kepada Tuhan dalam doa dan permohonan. Mari kita berdiri bersama-sama.
Minggu sore, 29 September 2002
GOD or GOLD
Seperti janji saya kepada saudara, sore ini saya ingin berbicara mengenai God or Gold; Allah atau emas; Tuhan atau emas? Beberapa tahun yang lalu, abad yang sudah lewat, dari Eropa bermigrasilah orang-orang dari Spanyol, dari Italia, dari Irlandia, dari Inggris ke benua Amerika. Ada yang mencari Tuhan - God, dan mereka pergi ke Amerika Utara. Ada yang mencari emas - gold. Ada yang ke Amerika Selatan, mereka cari gold, emas. Yang cari Tuhan itu ke Amerika Utara. Para hamba Tuhan, orang-orang kristen itu ke Amerika Utara. Yang cari emas itu ke selatan.
Sekarang saudara-saudara, saudara tahu negara paling kaya di dunia adalah negara Amerika Utara. Justru orang yang mencari Allah, mencari God, itu malah dikasih emas sama Tuhan. Sampai di dolar billnya, di uang dolarnya, ditulis In God We Trust, kami percaya kepada Allah, kepada Tuhan, bukan auloh ya, Allah, kepada Tuhan. Yang cari emas ke selatan, justru jadi negara-negara miskin, negara-negara yang banyak hutang. Brasilia, Chili, Argentina, Colombia, Mexico, itu justru negara-negara yang banyak hutang, Guatemala, yang tertinggal. Memang pembangunan ada tetapi ketinggalan. Memang juara sepak bola tapi utangnya tidak bisa dibayar.
Jadi Tuhan itu nampaknya nggak bisa dibohongi, saudara ya. Yang cari Tuhan, nggak minta emas, dapat emas. Yang cari emas nggak dapat emas, nggak dapat Tuhan. Nah, ini yang inginkan saya membawa Firman mengenai God or Gold? Saudara datang ke gereja untuk Tuhan atau untuk emas? Ada orang yang datang ke gereja cari Tuhan atau cari emas, harta benda, atau cari mas, m - a - s - jodoh? Nah, di dalam Matius pasalnya yang ke 6, nampaknya ayat ini terjadi di dalam kehidupan orang-orang jaman sekarang. Matius 6:31-34,
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu - Apa
yang kita
makan, kita minum, kita pakai - akan ditambahkan kepadamu.
6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Ayat 33, carilah dahulu Kerajaan Allah. Kita hilangkan Allahnya, tinggal kerajaan. Kalau ada kerajaan, ada rajanya. Siapa rajanya? Tuhan. Kita hilangkan kerajaannya, tinggal Allahnya, tinggal Tuhannya. Apakah kita cari kerajaan? Apakah kita cari Allah? Sama tinggal Tuhan, Kerajaan Allah. Cari dulu Dia, cari dulu God, cari dulu Tuhan. Jangan gold, jangan emas. Cari dulu Tuhan, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Di Cianjur mungkin ini cuman ada orang Sunda yang punya bahasa ini, dolog. Aduh, mani dolog pisan, wah ... kepada hal-hal jasmani dolog pisan. Apa katanya Firman? Bapamu tahu, kamu memerlukan semua itu.
Kemarin saya tidak bisa mengikuti penyerahan rumah baru dari satu keluarga. Tapi saya bangga di dalam hati saya, ternyata Tuhan tahu keperluan keluarga ini, sebuah rumah. Tuhan kasih. Lalu pagi .. siang, saya memberkati sepasang mempelai baru. Tuhan tahu kita perlu jodoh, dan seterusnya, dan seterusnya. Nanti saudara-saudara memerlukan apapun Tuhan tahu. Sebelum kita minta, Dia udah tahu duluan. Itu Tuhan kita. Maka saudara-saudara, kita mau tanya, apa mau cari God - mau cari Tuhan, atau mau cari gold?
Nah, di dalam Alkitab terlalu banyak contohnya orang datang kepada Tuhan itu untuk cari emas.
Yang pertama : Gehazi. Gehazi ini hambanya Elisa. Ada satu jenderal Naaman. Jenderal benua Syam; bintang berjejer, saudara-saudara. Kalau dia naik kuda, semua tentara hormat sama dia. Jenderal, panglima, bala tentara Syam. Luar biasa. Jadi kalau pakai pakaian yang komplit, waduh, dia jenderal luar biasa, ditakuti. Tetapi kalau dia lagi berkaca sendiri di kamar, dia tahu modalnya. Dia ini kusta. Telunjuk bisa buntung, hidung bisa copot, telinga bisa copot, oleh karena kusta. Tapi kalau lagi jadi jenderal, tertutup pakaian, dia gagah. Tahukah saudara bahwa Naaman itu contohnya kita? Kadang-kadang kita memakai pakaian kebesaran kita, pakaian kehebatan kita. Maaf, saya juga mau pakai, kita pakai juga pakaian kerohanian kita, supaya kita kelihatannya rohani. Kelihatannya kita ini waduh, rohaninya tinggi. Tetapi nanti kalau saudara bercermin kepada cermin, yaitu Firman Allah, baru tahu modal kita sampai dimana. Baru kita tahu sampai dimana kerohanian kita.
Saudara tahu, sekarang orang sedang ribut tentang bubuk emas. Kebaktian-kebaktian, katanya, Tuhan kasih mujijat, ada bubuk emas jatuh di bajunya jemaat, ada bubuk berlian. Nah, jadi orang ribut sekarang. Kalau kebaktian, doa, tunggu bubuk emas turun. Nah, ini kita menjadi bingung, itu bubuk emas apa ketombe? Kita juga belum tahu ini, saudara-saudaraku, karena adanya disini katanya, turunnya disini. Nah, saya pikir begini saudara, Tuhan kasih jeruk supaya kita makan isi jeruknya bukan kulitnya; Tuhan kasih duren supaya kita makan isinya, bukan kulit duren kita makan. Kalau Tuhan kasih emas sama kita, nanti, nanti, ada ayatnya. Tuhan kasih emas sama kita, bukan bubuknya. Kalau Tuhan kasih berlian, Tuhan kasih berlian bukan bubuk berlian. Karena kalau bubuk berlian cuman untuk ngegosok. God or Gold, Tuhan atau emas?
Datanglah Naaman ini, saudara-saudara, pendek cerita, kepada Elisa : saya ingin disembuhkan. Elisa nggak keluar dari kamarnya. Nah, kadang-kadang hamba Tuhan sering dianggap sombong kalau sama orang yang nggak ngerti. Sombong nya pendeta teh. Sombong yah hamba Tuhan teh. Sompret. Kok nggak mau keluar? Jadi dikira Naaman itu pendeta akan keluar dan terbungkuk-bungkuk : ya paduka mana, silahkan, aduh .. bagaimana .. bagaimana, silakan-silakan. Ternyata Elisa keluar kamar juga nggak. Ada apa? Gehazi bilang : itu di luar ada Jenderal Naaman, minta sembuh, dia kena penyakit kusta. Enak aja nih Elisa bilang : suruh celup di sungai Yordan tujuh kali, pasti sembuh. Tuan, disuruh celup di sungai Yordan tujuh kali, pasti sembuh. Maka dengan bahasa Yunani, saudaraku, dia marah : Cadu! Lalu dia pulang naik kuda. Marah, saudaraku. Sampai dirumah, marah-marah. Pembantunya ini yang suruh orang Israel, kenapa? Sudah belum ketemu? Saya sudah ketemu, tapi nabimu tuh sombong amat. Aku datang, dia keluarpun tidak. Lalu dia suruh apa? Dia suruh aku mandi tujuh kali di sungai Yordan. Kamu tahu sendiri sungai Yordan itu kecomberan. Apakah tidak ada Abana dan Parpar itu kolam renang yang ada di Syam? Apakah kurang hebat, kurang herang? Tuan, kata si pelayan ini, coba tuan nurut. Coba tuan nurut, pasti tuan sembuh.
Pendek cerita, balik lagi, nurut dia, masuk di sungai Yordan. Bayangin jenderal, saudara, mandi di sungai Yordan. Suruh ngaleuleup tujuh kali. Dalam hatinya pasti dia ngomong : awas, kalau tujuh kali gua ngaleuleup nggak sembuh, si Elisa gua leuleupin tujuh puluh kali disini. Lalau dia mulai leuleup, satu, mungkin ada anak kecil, biasa, anak kecil mah dimana-mana juga nakal : hore ... dia nggak tahu jenderal, leup, leup, lagi, hore ... tiga kali, empat kali, lima kali, enam kali, tujuh kali, kesel. Tapi begitu tujuh kali keluar, Alkitab katakan : kulitnya berubah seperti kulit bayi.
Saudara ini suatu pelajaran, orang yang didalam Yesus adalah satu kejadian yang baru, yang lama sudah lalu, yang baru seperti bayi sudah datang, ada haleluyah saudara? Petrus berkata : hendaklah engkau menginginkan Firman seperti bayi yang ingin air susu yang jati, air susu ibu. Dia .. wah senang sekali, lalu dia kirim barang saudara, dia kirim emas, dia kirim pakaian dia kirim wah semua dia kirim cuma ikat pinggang yang untuk 83 penyakit sih dia nggak punya .. semua dia bawa saudaraku. Nah ini, Elisa teh nggak dolog, ya, sama ember plastik sama apa dia nggak dolog saudara, sama Pera pera apalagi. Nggak doloh dia mah. Ampun ai ka gereja mah, kunaon teu ka gereja? Uhuk .. uhuk .. jantung. Ai ka Pera Pera mah sehari tiga kali ceunah euy. Aduh sehari tiga kali. Antri meunang ember na ge 12. Jantung juga dilupakan. Ini tuan, siapa ini? Gehazi tanya. Ini buat Elisa, ini dari jenderal Naaman. Waduh, pakaian teteron hujan gerimis teteron hujan geledeg kain wol emas perak cincin berlian langsung dikasih sama Elisa, eh Elisa mah saudara-saudara nggak dolog. Keluarin, nggak perlu. Dipikul lagi. Udah. Da nggak bisa marah jenderal habis Elisa yang sembuhkan, dia nggak boleh marah. Ya sudah, pulang.
Nah, ditengah jalan, ini Gehazi lari, kejar. Nggak seijin tuannya, lari. Pak, katanya oom Elisa, mau ceunah sekarang mah dia. Tadi mah dia belum lihat pakaiannya, tadi mah dia malu sekarang mah mau ceunah. Tolonglah bagikan emas apalagi baju. Oh iya, nggak apa-apa kalau begitu mah, atuh dari tadi aja nyusahin saya. Udah sampe dekat rumah pendeta, dibelokkin kerumah dia, da dolog tea. Elisa hamba Tuhan saudara, kadang-kadang hamba Tuhan teh jadi urusan karena kasihan istri saya ari saya khotbah teh ieu mah si Yang Yang nu ngadu ka ko Yoyo padahal istri saya mah ngak ngomong apa-apa, da saya mah khotbah khotbah saya da. Ieu mah saha deui yeuh nu ngadu pasti si Yang Yang ieu mah ka ko Yoyo. Ko Yoyo aya di Jakarta maeunya ujug-ujug nyaho. Itu juga yang saya anggap waktu saya dengar khotbah oom W.W. Patterson waktu saya bertobat di Bandung tahun 67 : ini kok pendetanya gurunya papa saya kok kaya ngomongin saya terus. Dia cerita kesalahan saya, dia cerita modal saya - padahal juga baru ketemu waktu itu. Saudara, Firman Allah mah tahu modal kita, amin saudara? Biar siapa yang khotbah juga aduh siapa .. sama.
Elisa bilang, Gehazi dari mana? Oh, lagi jalan sehat. Aku sudah tahu karena kamu gelojoh sama emas, karena kamu ingin kekayaannya sekarang sekalian juga kustanya Naaman juga pindah sama kamu. Ceritanya sampe disitu, kusta langsung ikut Gehazi langsung kusta. Bukan cari Tuhan, tapi cari emas, cari gold.
Berikutnya Demas. Rasul Paulus bilang : Demas sudah meninggalkan aku karena dia mencintai dunia ini. Aduh, saya teh bilang : Tuhan, bagaimana nanti kalau jaman antikris. Yang ditawarin kredit card, yang ditawarin makanan bebas, yang ditawari susu free, yang ditawari bensin sehari 10 liter bebas nggak usah bayar - asal kamu tinggalkan Yesus, asal kamu tinggalkan gereja, aku kasih pembagian minyak tanah sehari 10 liter, bensin 10 liter, minyak rambut satu gelas, olie semua dikasih, dijamin tiap hari, ikan asin, ya, lohan dibere, naon deui nu euweuh - semua dikasih oleh antikris asal kamu tinggalkan Yesus, tinggalkan gereja saja. Saya bilang : Tuhan, bagaimana atuh kalau sudah begitu nanti. Cari Tuhan apa cari emas. God or gold.
Matius 13:22
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Kekayaan bisa jadi berkat Tuhan, tetapi kekayaan bisa jadi alat penipuan setan, sampai saudara teh nggak ada waktu untuk Tuhan. Coba bayangkan seminggu dua jam nggak ada waktu untuk Tuhan, seminggu 4 jam nggak ada waktu untuk Tuhan, bedstone seminggu satu jam hari Sabtu nggak ada waktu. Bagaimana kalau kita minta berkat sama Tuhan, terus Tuhan jawab : nggak ada waktu .. cilaka kita. Tuhan, anak saya mau sekolah, berkati dia. Nggak ada waktu. Tuhan, saya mau kawin .. nggak ada waktu, Tuhan teh jawab gitu. Untung Tuhan mah nggak kaya begitu. Tapi pikir dong kita ini. Seringkali kita diberkati oleh Tuhan dengan materi, eh, materi itu jadi alasan untuk kita tidak kebaktian, nggak ada waktu. Repot.
Satu, apa? Kekuatiran. Yang kedua? Tipu daya kekayaan menghimpit. Bahasa Inggris pakai kata choke, mencekik. Jadi saudara-saudara, bukan hanya kemiskinan tetapi kadang-kadang kekayaan juga jadi musuh.
Lukas 12
12:13. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
Jadi hidup kita tidak ditentukan karena lebih kekayaan kita, karena uang kita banyak, karena uang kita lagi tiong lagi eng lagi ong, nggak. Tadi kita sudah dengar kesaksian bapa Erik, sudah mati. Tapi dia lihat istrinya lagi berdoa untuk badannya itu, dia seperti ada yang narik, jadi dia masuk lagi. Maka suami-suami, musti sayang sama istri karena doa istrilah saudara-saudarakum, yang bawa Erik kembali lagi. Coba kalau istrinya lagi masak waktu itu, Erik sedang ada di Taman Eden barangkali sekarang. Cari Tuhan apa cari emas. God or gold.
Ingat Yudas? Dari 12 murid Yesus, paling pintar itu
Yudas, saudara, karena Yudas ini lulusan fakultas ekonomi universitas Yerusalem. Yang lain itu
dari Galilea, tukang tangkap ikan. Kalau ngecrik tangkap ikan begadang sampai
subuh nangkap ikan, ah itu Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes jago tapi untuk pegang
uang tidak bisa. Yesus juga tahu; Dia pilih Yudas karena pintar. Namanya saja Yehuda Yudas itu
terpuji. Tetapi sayang dia tidak cari Tuhan, dia pegang bendahara dia tergoda
dengan yang dipercayakan sama dia. Dia bukan cari Tuhan tetapi cari emas. Cuma
30 keping perak, kalau uang kita 100 ribu, cepe ceng doang. Saudara-saudara
bilang : ih Yudas nya, maeunya duit cepe ceng Yesus dijual. Banyak kita saudara
lebih-lebih dari itu, lebih kurang dari itu menjual Yesus.
Masa gara-gara 30 keping perak Yesus yang penuh sayang, penuh cinta, penuh sabar,
penuh kasih, penuh bela, kasihnya itu tidak berkesudahan, sama Yudaspun Dia tetap
mencintai, tidak pernah berubah saudara-saudara, cintanya Yesus sama Yudas gara-gara
Yudas menjual Yesus terus Yesus jadi marah dendam .. nggak. Dia tetap sayang
sama Yudas tapi ini Yudas lebih sayang cien lebih sayang uang daripada Tuhan
Yesus.
Saya suka ingat itu nyanyian dari George .. : I'd rather have Jesus than silver or gold - aku lebih baik punya Yesus daripada perak dan emas .. I'd rather be His than the richest untold - aku lebih senang menjadi milik-Nya Dia daripada kekayaan yang tidak terhitung, I'd rather have Jesus than anything - aku lebih baik punya Yesus daripada segala sesuatu .. Daripada aku menyenangkan kesenangan dunia yang sebentar tetapi berdosa.
Mari kita lihat seorang yang memilih Tuhan
daripada emas. Ibrani 11:22,
11:23 Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.
11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
11:27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.
11:28 Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka.
11:29 Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga.
Musa mencintai Firman Allah mencintai Tuhan lebih dari emas. Dia itu calon bakal pengganti Firaun; daripada Ramses, saudara-saudaraku, dia lebih pandai, Musa ini lebih pintar, dan dia sudah disiapkan untuk menjadi pengganti dari Firaun. Tetapi apa yang terjadi? Dia tinggalkan Mesir, dia tinggalkan kemuliaannya, dia tinggalkan kekayaannya. Peradaban yang paling hebat didunia adalah peradaban Mesir. Kuburannya saja saudaraku, wah bermeter-meter kebawah, ya. Mayat tidak rusak 4.000 tahun. Ini baru ditemukan 4.000 tahun kuburan Firaun tidak rusak. Dimumi dibikin balsem. Nggak bau. Kita mah pan saudaraku telat mandi pan geus bau. Can paeh geus bau. Ini saudaraku orang Mesir ini sudah mati 4.000 tahun kok nggak bau. Dimumi. Hebat. Tapi ditinggalkan sama Musa. Dia lebih senang menderita bersama dengan anak-anak Tuhan, bersama dengan .. Allah atau emas.
Saya ingat satu pengusaha ingin ikut meninjau sekolah alkitab. Saya mau ikut saja sebagai peninjau. Oke, silahkan ikut. Peninjau. Dia ikut. Pertengahan angkatan mulai bulan ke empat dia ikut; bulan ke lima ..ke enam, ketujuh dia sudah mulai tertarik .. penuh Roh Kudus .. mulai bulan delapan. Mau masuk bulan ke sembilan dia minta ijin : saya mau sampai disini saja, oom. Oh, silahkan, karena dia hanya peninjau. Silahkan. Saya dengar memang dia mau bisnis diluar negeri, jadi dia berhenti di sekolah alkitab. Jadi daripada nganggur katanya dia sekolah alkitab saja dulu dengar Firman Tuhan. Udah ada lowongan baru dia ke dunia lagi. Ya, nggak apa-apa. Tuhan atau emas.
Sebagai ayat yang terakhir kita buka Mazmur 119. Saya ingin kita bersama-sama melihat satu ayat. Ayat ini saya harap bisa saudara pegang seumur hidup dan jangan saudara lupa, ayatnya yang ke 18 : Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban daripada Firman Tuhan. Lompat kepada ayat 72 : Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Saya berdoa kiranya Tuhan mau membuka mata rohani kita, supaya bisa melihat ajaib Firman-Nya Tuhan ini. Firman Tuhan ini ajaib tapi saya nggak bisa paksa saudara musti ngerti. Saudara musti disingkapkan mata. Nggak bisa paksa seorang untuk dibaptis, orang itu musti disingkapkan mata. Nggak bisa paksa saudara untuk bawa persepuluhan, orang itu musti disingkapkan mata. Nggak bisa paksa saudara untuk tidak kikir, orang itu musti disingkapkan mata. Tidak bisa paksa orang untuk hidup suci, orang itu musti disingkapkan matanya untuk melihat bahwa Firman Tuhan itu ajaib.
Tan Ceng Bok, buaya keroncongan, umur 70 tahun baru terima Yesus dibaptis di gereja pantekosta di Jakarta. Ditanya sama wartawan bagaimana item, mat item disebutnya, bapak Tan Ceng Bok, kesan-kesan saudara? Saya mah cuma nyesal satu hal, katanya. Apa itu? Kenapa saya tidak kenal Tuhan Yesus ketika saya umur 18 tahun. Dia ngomong sudah umur 70. Saya dapat suka cita yang luar biasa mata saya terbuka lebar sekarang, saya mendapat berkat yang luar biasa, saya tidak bisa ngomong seperti apa itu damai. Cuma saya nyesal satu hal, kenapa saya tidak kenal Yesus waktu saya masih umur 18 tahun. Saya bisa berbuat banyak untuk Tuhan. Kenapa sekarang sudah umur 70 tahun baru Tuhan buka mata saya.
Bagaimana orang bisa cinta Firman lebih dari ribuan keping emas kalau matanya belum dibuka? Orang kalau belum terbuka, dia kaya Yudas, dekat sama Yesus, tapi 30 keping perak kelihatannya hebat, Yesus disikut, Yesus dijual. Mendingan 30 keping perak daripada Yesus - karena mata nggak disingkapkan.
Nah, pada malam hari ini, saya akan buka satu
rahasia. Kalau begitu, emas yang sebetulnya ini apa? Kembali kita akan baca
sebelum Mazmur itu Ayub 22
22:22 Terimalah apa yang diajarkan mulut-Nya, dan taruhlah firman-Nya dalam hatimu.
22:23 Apabila engkau bertobat kepada Yang Mahakuasa, dan merendahkan diri; apabila engkau menjauhkan kecurangan dari dalam kemahmu,
22:24 membuang biji emas ke dalam debu, emas Ofir ke tengah batu-batu sungai,
22:25 dan apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu,
22:26 maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah kepada Allah.
22:27 Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu, dan engkau akan membayar nazarmu.
22:28 Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu.
22:29 Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!
22:30 Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu."
Saya ingin baca ayat bahasa Indonesia lama. Ayat 22 : Terimalah kiranya pengajaran
yang daripada lidah-Nya dan perhatikanlah segala Firman-Nya jikalau engkau
bertobat pada yang Mahakuasa, engkau akan dibangunkan pula kelak. Jauhkanlah
kiranya segala kejahatan daripada kemahmu. Buang segala batang emas kepada lebu
duri dan emas ofir ketengah kersik sungai maka yang Mahakuasa akan menjadi emasmu.
Ini yang lebih tepat, ya.
Yang maha kuasa akan menjadi emasmu dan jadi bagimu seperti perak bertimbun-timbun. Jadi kenapa orang Amerika ketemu emas, padahal mereka cari Tuhan; di Amerika Utara mereka cari Tuhan, God - mereka dapat emas. Keder saudara semua negara didunia keder. Rusia juga takut. Coba aja tuh yang orang Al Qaeda yang ditangkap. BAIS nggak tahu, ABRI nggak tahu, apalagi Akbar Tanjung nggak tahu. Tahu-tahu diumumkan aja : sudah kami tangkap di Indonesia ini Al Farouk, sudah kami ambil. Istrinyapun nggak tahu kapan diambilnya. Uangnya luar biasa. Amerika punya uang untuk mengirim hamba-hamba Tuhan, untuk nyumbang gereja-gereja didunia - itu dua kali lipat anggaran pertahanannya. Ini saudara musti tahu. Maka di dolarnya itu In God We Trust. Rupiah kita saya tidak pernah lihat alhamdulilah - nggak ada. Tetapi saudaraku, itu dolar Amerika In God we trust - kami percaya, kami bersandar kepada Tuhan.
Ayo mulai malam hari ini saudara, sandarlah kepada Tuhan. Cari Tuhan, jangan cari emas. Nanti ketika saudara dapat Tuhan, saudara ketemu emas. Dia emas yang sebenarnya. Dia .. dulu saya ingat zus Lidya, istrinya brur Rompas, almarhum, suka nyanyi Buang dunia ganti Yesus - Dunia dibuang, gantinya Yesus. Nyanyi walaupun lagu protestan tapi isinya dalam Salib didepan dunia dibelakang .. Salib didepan dunia dibelakang .. Salib didepan dunia dibelakang .. Selamanya selamanya .. Mengikut Yesus keputusanku .. Mengikut Yesus keputusanku .. Mengikut Yesus keputusanku .. Ku tak ingkar ku tak ingkar.
Istri Lut .. sudah ikut, nengok kebelakang - ingat emas perak dirumah yang sudah terbakar. Tuhan atau emas. Mari para pelayan perjamuan maju kedepan.
Minggu sore, 06 Oktober 2002
Ada haleluyah? Kita buka Alkitab kita dari Mazmur
103
103:2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
103:3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
Saya rasa semua kita tidak ada yang protes kalau saya bilang Tuhan itu baik. Amin? Tetapi persoalannya bukan dalam Tuhan yang baik, tetapi ada didalam diri kita karena kita suka melupakan kebaikan Tuhan. Kebaikan papa, kebaikan mama pun kita tidak boleh lupa, kebaikan orang tua kita. Apalagi dari orang Tionghoa sudah diajar turun-temurun mesti u hau, musti hormat sama orang tua, ya. Harus baik sama orang tua, tidak boleh lupa kebaikan-kebaikannya. Apalagi ini dikatakan : Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Nah, sore ini kita mau nanya, kebaikan Tuhan itu
apa. Yang pertama ayat ketiga : Dia yang mengampuni segala
kesalahanmu. Perhatikan disana kata mengampuni. Dalam bahasa Ibrani, kata
mengampuni disana, itu dipakai kata salach. Kalau bahasa Indonesia ada kata
salak, k nya itu diganti sama c ditambah h - salach, itu artinya
mengampuni. Dan kata salach ini tidak ada hubungannya manusia mengampuni manusia
: papa mengampuni salah anak, kakak mengampuni salah adik, istri mengampuni
salah suami - itu nggak ada hubungannya. Kata salach ini hanya dipakai, yaitu dari
Allah yang mengampuni manusia. Kita pegang dengan tali Alkitab Mazmur 103, kita
lihat dulu Lukas 5 dalam perjanjian baru, disana kita melihat satu pokok
pembicaraan.
5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."
5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
Jadi orang Farisi, dia tidak tahu bahwa Yesus itu adalah sang Immanuel, Allah beserta kita. Dia anggap Yesus itu hanya nabi biasa, hanya Utusan Allah biasa, manusia biasa. Jadi pada waktu Yesus bilang : saudaraku, dosamu sudah diampuni - marah orang Farisi ini, kenapa? Saya katakan tadi, kata salach hanya dihubungkan Allah mengampuni manusia, tidak bisa manusia mengampuni manusia. Itu sebabnya orang Farisi ini protes : kenapa Kamu manusia biasa kok berani-berani ngomong dosamu diampuni? Ya, saya sedang terangkan kata salach tadi. Dalam gambaran kedua kita tahu kenapa Yesus berani berkata : dosamu sudah diampuni - karena Dia sendiri adalah Allah, menurut Yohanes 1:1. Amin, saudara-saudara?
Kembali lagi kepada Mazmur 103, kita lihat disana : Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, ya. Tentu kesalahan adalah kesalahan. Nah, kita seringkali memilah-milah kekhilafan, apalagi kalau pejabat yang korupsi dianggap kekhilafan, kelupaan. Kalau rakyat kecil yang salah ya, baru nyopet sepeda, dibakar hidup-hidup. Rakyat kecil. Kalau ketua DPR sudah melek-melek divonis hukum 3 tahun penjara, nggak mau masuk. Itu hanya kekhilafan, saya mau tetap memegang sebagai ketua DPR. Inilah manusia sekarang saudara, nyolong sepeda dibakar, nyolong puluhan miliar duit rakyat tetap jadi anggota DPR. Tapi dihadapan Tuhan, kesalahan adalah kesalahan. Dia tidak punya orang yang difavoritkan; biar dia pendeta kalau salah tetap salah, biar dia majelis pusat kalau salah tetap salah, biar dia jemaat miskin kalau dia betul tetap betul. Itu Firman Allah!
Tetapi saudara, ayat ini berkata : yang mengampuni segala
kesalahanmu. Saya akan membawa saudara kepada dua ayat, bagaimana posisi Allah
kepada pengampunan ini, bagaimana jendelanya Tuhan terhadap pengampunan ini,
bagaimana penilaian Tuhan kalau kita sudah .. dia orang berdosa kita perlu
pengampunan, tapi kita mau lihat bagaimana Tuhan mengampuni ya, merindukan untuk
mengampuni, bagaimana Dia .. kita buka dulu Yesaya 55.
55:6. Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
Ada haleluyah, saudara-saudara? Disini kita belajar satu hal : Tuhan tidak bisa mengampuni kita kalau kita tidak kembali kepada Dia. Tuhan tidak bisa menolong kita kalau kita tetap meninggalkan Dia. Anak yang bungsu yang terhilang tidak akan dikasih baju baru, cincin baru, sepatu baru kalau dia tidak kembali kepada bapanya. Tetapi satu kali anak itu kembali, bapanya tidak akan ingat kesalahannya, dia mengampuni 100 persen. Kenapa langit seperti tembaga? Kenapa banyak orang kristen berdoa kepada Tuhan tapi Tuhan sepertinya menutup langit seperti tembaga. Itu ada ayatnya. Karena kita tidak mau meninggalkan kejahatan, kita tidak mau meninggalkan judi, kita tidak mau meninggalkan jinah - ini hanya contoh, kita tidak mau meninggalkan narkoba, kita tidak mau meninggalkan kemalasan, kita tidak mau meninggalkan kejahatan saja. Kita tidak usah terangkan satu persatu, pokoknya tidak mau meninggalkan dosa kesalahan. Tuhan, langit ge jadi tembaga karena langit itu-itu juga. Jadi bolanya bukan sama Tuhan, bola sama kita.
Nah, Tuhan sudah kasih jalan, ya. Cari Tuhan, selama Ia berkenan. Berseru kepada-Nya selama Ia dekat, baiklah orang fasik meninggalkan jalannya dan orang jahat meninggalkan rancangannya, baiklah ia kembali kepada Tuhan maka Dia akan mengasihaninya. Ini indah, lho. Saya tadi katakan : mari kita lihat pengampunan dari jendelanya Tuhan. Ternyata Tuhan itu ingin mengampuni, ternyata Tuhan itu ingin memberikan saudaraku pemulihan. Tapi Dia tunggu-tunggu, kok anak-Nya, kok umat-Nya ini tidak balik-balik. Maka jangan ngomel kalau ekonomi saudara seret, jangan ngomel kalau keuangan saudara seret. Karena Tuhan itu Tuhan yang limpah. Nggak pernah Dia tahan-tahan, Anak-Nya sendiri Dia kasih, masa sih cuma emas, perak, harta yang sementara didunia Dia nggak kasih, rumah nggak dikasih. Pasti dikasih, kok. Cuma kita musti berbalik kepada Dia.
Saya kirim sms terakhir : dalam setiap persoalan, jangan lari dari Tuhan tetapi larilah kepada Tuhan. Artinya jangan menjauhi Tuhan, lari dari Tuhan seperti Yunus. Tetapi larilah kepada Tuhan, seperti rasul Paulus. Aku mau berlari kepada Tuhan.
Dulu di Mojokerto ada satu hamba Tuhan orang Ambon bapa pendeta Tuanakota. Dia enam puluh lima tahun waktu itu suka main-main disekolah Alkitab Beiji waktu saya jadi pengerja jadi staff disana. Kami pasang beton, ya, tidak gendut begini, saya dulu kecil, pasang besi beton. Sore-sore oom Tuanakota dia jalan sembari tangannya dibelakang, sambil menyanyi : Kalau bebanmu terlalu berat .. Tak seorangpun mau tolong .. Larilah saja kepada Yesus .. Pasti kau ditolong. Memang dia pencipta lagu. Ini pengerja-pengerja, saudara Yeremi Selan yang di Kupang, di Baa Roti, saudara Tomas Dato yang sekarang jadi Majelis Pusat, itu sama-sama kita nyanyi, saudara Sukardi dan Suswito, sus Yuyun punya kakak punya family di Solo sekarang sudah meninggal, itu kami empat ini dengan almarhum pendeta Dicky Ringkong lima orang ini kita nyanyi sama-sama kalau pengerja Kalau bebanmu terlalu berat .. Tak seorangpun mau tolong .. Larilah saja kepada Yesus .. Pasti kau ditolong.
Pendek ini lagu Kalau bebanmu terlalu berat .. Tak seorangpun mau tolong .. Larilah saja kepada Yesus .. Kita berhenti pegangan tangan didekat beton-beton itu .. Pasti kau ditolong. Terus merebahkan diri karena sudah cape. Pendeta Tuanakota sudah meninggal tapi nyanyian ini masuk dihati saya. Kalau beban terlalu berat, ada orang bisa tolong tapi tidak ada seorangpun mau tolong, jangan lari dari Tuhan - larilah saja kepada Yesus. Saudara mau lari kepada Tuhan? Apa janjinya dari ayat ke 8 ini : baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan - salach - dengan limpahnya. Jadii Dia nggak seret, nggak sayang-sayang kalau ngampuni, ia ngampuni aduh hatinya itu someah, hatinya itu luas, suak mengampuni Dia senang mengampuni - ini Tuhan kita yang kita sembah.
Sekarang kita mau lihat apa yang nabi Yeremia bilang
tentang Tuhan ini. Yeremia 33. Saya yakin saudara bahwa Yeremia 33 ini ada
sebagian
kita akan mengalami dengan cepat, ada sebagian kita sedang mengalami, ada
sebagian kita baru mau mencoba masuk didaerah ini. Yeremia 33:6.
33:6 Sesungguhnya, Aku - Tuhan - akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah.
33:7 Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Israel dan akan membangun mereka seperti dahulu:
33:8 Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku.
33:9 Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku di depan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya; mereka akan terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang Kulakukan kepadanya.
Ini penilaian Yeremia. Saudara lihat tidak ada satu kata doa dari Yeremia atau
dari orang Israel, semuanya kata-kata datang dari Tuhan. Ternyata Tuhan menilai
pengampunan itu, Dia ini rindu mengampuni kita. Dia tahu modal kita, Dia tahu
kekuatan kita sampai dimana, Dia tahu siapa kita, Dia tahu karakter kita. Dia
tahu kalau kita kikir, Dia tahu kikir kita; kalau kita suka memberi, Dia
tahu kita suka memberi; kalau kita cemburuan, Dia tahu kita cemburuan; kalau
saudara orangnya sabar, Dia tahu kita sabar; saudara orangnya kurang sabar, Dia
tahu kita orang kurang sabar; saudara suka puasa, Dia tahu kita puasa; saudara
nggak ikut puasa, Dia tahu kita nggak suka ikut puasa; saudara suka berdoa, Dia tahu
kita berdoa - pokoknya Dia tahu aja.
Jadi Dia yang bersemangat ini, Tuhan yang bersemangat : Aku akan .. Aku akan .. Aku akan .. Saya mau baca ayat 8 saja : Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku.
Saudara perhatikan Israel belum minta ampun, tetapi Tuhan sudah mempersiapkan pengampunan : Aku akan memberi pengampunan. Saudara bangga punya Tuhan yang baik ini? Yang begitu besar kasih setianya luar biasa, Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku. Nah, sekarang saudara perhatikan ayat yang ke sembilan, karena dalam ayat ke 9 saudara akan melihat satu hal yang tidak masuk akal tetapi ini akan terjadi : Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan - sumber atau pohon kegirangan - : ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku di depan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya; - tahan nafas - mereka akann terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang Kulakukan kepadanya.
Saya mau tanya saudara : siapa tokoh alkitab yang
pernah terkejut ketika Tuhan memberi berkat? Seperti yang dikatakan disini : engkau akan terkejut dan gemetar karena
segala kebajikan dan segala
kesejahteraan yang kulakukan kepadamu. Ada yang tahu? Inilah Firman Tuhan luar
biasa. Saya baru dapat ayat ini tadi pagi. Saya berdoa. Dapat ayat ini. Orang
yang terkejut dan gemetar mendapat berkat Tuhan itu Petrus. Didalam Lukas pasal
5 kembali kita membaca.
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub - atau kaget
juga terkejut - oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
Danaunya sama, danau Genesaret, danau kegagalan - sama. Itu danau saudara boleh ganti dengan bisnis. Bisnisnya sama, dagangnya itu-itu juga, tapi kenapa tadi malam dagangannya kosong, hampa, tidak ada hasil, boro-boro pulang modal, rugi, hanya untungnya cape. Tetapi kenapa ketika ada Yesus kok tiba-tiba dua perahu hampir tenggelam karena penuh dengan berkat. Ini janji Tuhan dalam Yeremia tadi : Aku akan memberi berkat yang bikin engkau terkejut dan gemetar. Ada haleluyah saudara? Kalau saudara dapat berkat bisnis karena kenal polisi, kenal jenderal, kenal hakim, kenal orang, kenal beking - nggak aneh buat saya. Itu tidak akan terkejut. Kalau ada orang kaya karena dia jual narkoba, itu nggak aneh; karena dia buka tempat perjudian, nggak aneh; karena dia buka kasino, nggak aneh; orang yang masuk kasino tidak pernah jadi kaya. Akan semuanya kalah, nggak pernah menang dah yang masuk kasino, bohong kalau ada yang menang. Yang punya kasino itu yang menang.
Kalau saudara bisnis tergantung market tergantung pasar saudara dapat untung - biasa, nggak aneh. Yang Tuhan janji, yang saudara nggak pernah pikir. Saya bernubuat di Jakarta bahwa saudara akan berbisnis bukan hanya di Jakarta tapi bisnis saudara sampai diluar negeri. Padahal itu kebaktian pertama pelajaran alkitab. Tidak terlalu banyak yang datang. Tapi ada satu wanita, langsung dia kirim sms : bantu doa oom, karena besok saya akan negosiasi, ada undangan dari Afrika Barat meminta supaya ada pameran bisnis pameran bahan-bahan pakaian di Afrika Barat. Ya saudara, dia bingung, sampai temannya dia : kok pak Awondatu tahu kamu mau ke Afrika Barat? Padahal saya tidak tahu apa-apa. Saudara-saudara, kita punya Tuhan bukan Tuhan yang kecil. Tuhan kita Tuhan luar biasa. Tuhan kita Tuhan yang besar. Haleluyah.
Saya punya murid-murid sekolah, saya didik disekolah alkitab; visi saya mereka tidak jadi hamba Tuhan kecil. Visi saya mereka berhasil. Tetap kecil mereka tidak apa-apa tapi Tuhan mereka besar, Tuhan bisa bikin mereka jadi segala macam. Salah satu eks Cianjur sekarang ada di Jepang. Masuk keluar RRC menginjil, belum menikah dia. Saya ketemu di Manado. Satu eks Cianjur sudah gembala sidang di Amerika sekarang, baru kelas I, gembala sidang di Amerika. Ada lagi eks Cianjur sudah ke Surga. Sudah meninggal dia; dia udah gembala sidang, lagi khotbah dia jatuh, meninggal, langsung ke Surga. Kalau saudara-saudara tiap hari saudara jalan biasa : ah Tuhan sih kira-kiranya yah kita mah cukup makan cukup pakai saja lah sudah ban-ban kamsiah terima-kasih. Memang baik itu doa, tidak serakah. Tapi saudara musti bersiap ingat pelajaran nabi Nuh. Nabi Nuh disuruh bikin bahtera waktu dia umur 600 tahun. Mungkin nabi Nuh udah 600 tahun kerjanya itu cuma dipijit aja : Sem, Ham, Yafet .. pijit. Ya, pah. 600 tahun saudara. Pijit teh .. dorokdok .. dorokdok. Kita aja umur 54 tahun mau berlutut bedstone sudah haleluyah .. kerekek, uh ampun. 54 tahun saudara, apalagi nabi Nuh 600 tahun. Tapi kaget tiba-tiba Tuhan bilang : hai Nuh, bikin bahtera diatas gunung. Kejutan. Tapi itu kejutan yang besar. Saudara-saudara, jangan menutupi Tuhan memberkati saudara. Haleluyah.
Saya nggak mau antri-antri di Pusaka (tempat dimana Pera Pera diadakan - peny.) - nggak mau saya. Tuhan, saya ingin Tuhan dapat berikan kepada saya kejutan yang besar berkat Tuhan haleluyah. Saya ingin seperti Abraham, itu raja Sodom dilepaskan sama Abraham. Raja Sodom teh bilang begini sama Abraham : bapa Abraham, terima kasih saya sudah ditolong, dilepaskan. Ini barang-barang semua kekayaan ini peti semua emas, perak, dan berlian semuanya buat pak Abraham saja. Saya ini senang sama Abraham. Abraham bilang : nggak mau, nanti dikira lagi raja Sodom yang membuat Abraham kaya. Tidak mau. Kasih saja anak buahku Eskol dan Mamre itu kasih. Dia cape berperang kasih saja dia sedikit-sedikit. Saya, tali sepatu andapun saya tidak mau dikasih. Padahal dia juru selamat. Dia, Abraham yang menang melawan raja Kederlaomer; raja Sodom itu ban-ban kamsiah aduh terima kasih semua harta saya tidak ada yang hilang. Tapi ini saya rela lho ini semua emas, perak, semua dakocan ini semua untuk Abraham. Abraham bilang : nggak mau.
Saudara, kita nggak usah ikut dunia untuk jadi kaya. Tuhan punya kekayaan sendiri. Begitu dia tolak berkat dari Sodom, apa yang terjadi? Melkisedek ketemu dengan Abraham. Disebutkan Allah Taaala. Dan Melkisedek memberkati Abraham. Diberkatilah Abraham oleh El Elion yang mempunyai langit dan bumi. Sodom cuma punya satu Sodom, Tuhan punya sadunia, meuning mana? Itu sebabnya saudaraku jangan kecilkan Tuhan. Saya mah wah udah kalau ikut-ikut Tuhan mah udah. Luar biasa. Itu sebabnya percaya kepada Tuhan. Percaya kepada Tuhan dengan luar biasa, dan saudara-saudara akan lihat terkejut gemetar, bukan takut - kok bisa begini ya Tuhan berkati saya .. kok bisa begini ya Tuhan berkati saya. Nampaknya saudara belum percaya, tapi nanti dalam hari-hari yang akan datang, saya doa kiranya saudara bisa percaya.
Mari kita kembali kepada Mazmur 103. Kita melihat kata yang kedua, yaitu yang menyembuhkan segala penyakitmu. Kata menyembuhkan disana, dipakai kata rapha. Kalau saudara mau tahu sebetulnya Refi anak saya ini nama alkitabnya Yohanes Raphael. Johny Rep. Rep itu diambil dari raphael itu. Raphael, sama dengan anaknya pak Arlens Kauntu, Raphael. Raphael, Tuhan menyembuhkan. Anak saya yang pertama meninggal karena ususnya itu turun dan usus masuk pada usus. Udah saya ngak mau ngomong, suka sedih. Sudah meninggal dia. Tapi ketika saya dapat ganti dari Tuhan, Refi, dia punya penyakit sama. Tapi saya tutup dengan selimut dan saya bilang : Tuhan, saya tidak akan lagi ke dokter saya serahkan kepada Engkau. Dan sampai sekarang tidak pernah dia turun bero, tidak pernah; sampai sekarang dia sehat.
Allah yang kita sembah adalah Allah bukan hanya mengampuni dosa tetapi Dia menyembuhkan sakit penyakit. Tetapi saudara perhatikan kata rapha disana rapha, itu bukan hanya berarti menyembuhkan tetapi berarti juga menyambung. Siapa yang tali batinnya putus Tuhan bisa sambung lagi.
Mungkin saudara ada yang belum dengar tapi saya selalu ingin kasih tahu sekali lagi. Waktu saya masih kecil seumur cucu saya sekarang, mama saya ini suka tidur-tiduran di tempat tidur dan saya umur satu tahun lebih itu ditaruh dipangkuannya. Mama saya punya hobi kilik-kilik hidung pake jepitan. Sesekali dia kilik-kilik hidung. Nah, saya lagi kecil merayap menurut mama saya dipukullah tangan mama saya, ini jepitan masuk dihidung ibu saya. Dicari-cari ngggak ada, dibawah nggak ada. Dia acak-acak nggak ada. Disini ada saudara Anton; nah papanya saudara Anton itu kita tetangga. Dia datang saudara Anton itu .. pak Siom Koh. Saya pake jepitan ini masuk dihidung. Ah, an ngong, masa ada jepitan masuk dihidung. Mungkin jatuh. Saya sudah cari nggak ada. Mungkin keselip. Nggak ada. Datang ke dokter Sumedi, disorot pake baterai, nggak ada, mungkin ibu jatuh coba periksa ibu. Tapi ibu saya tahu ada disini. Hanya dia berdoa : Tuhan .. tolong Tuhan, lindungi saya jangan sampai infeksi kepala saya. Operasi bagaimana, dokter saja nggak percaya. Tuhan itu maha baik. 40 hari kemudian sementara dia di wc, di lak-lakan kok ada apa ini? Dia pegang, dia sudah lupa itu jepitan tapi dia pegang .. keras, dia cabut pelan-pelan - ternyata itu jepitan saudara. Bayangkan saudara, dia kilik-kilik hidung dengan bagian yang tajam tapi waktu turun, yang bundarnya yang turun. Itu bagaimana Tuhan bisa putar jepitan didalam rongga hidung ibu Dia putar begitu sampai yang keluar itu sudah tertutup dengan darah.
Dengan air mata berlinang-linang dia bawa ini jepitan sama tetangga pak Siom Koh, dia bilang : Inilah an ngong, ini jepitan ini yang masuk ini. Dia datang dia bersaksi dimana-mana. Saudara-saudara, jangan tidak percaya kepada Tuhan. Tuhan adalah Tabib diatas segala tabib. Ketika dokter berkata tidak bisa, tidak bisa sembuh lagi, Tuhan Yesus bisa. Dia menyembuhkan bukan hanya sakit penyakit seperti itu, bukan hanya sakit penyakit seperti yang saya baru cerita tadi. Tapi mungkin ada yang luka batin, ada yang kecewa, ada yang gagal didalam kehidupannya.
Saudara luka batin, saudara merasa tidak terlalu baik, saudara merasa kurang representatif dihadapan Tuhan. Pada malam hari ini Tuhan mau memulihkan saudara, Tuhan mau mengembalikan saudara, Tuhan mau mengangkat saudara, Tuhan mau mengampuni saudara. Belum minta ampun saja Tuhan sudah siap kok, Dia mau mengampuni kita. Apakah kita pernah salah didalam pembicaraan, didalam angan-angan hati, dalam pikiran, dalam perkataan, dalam perencanaan. Kita mungkin berdosa, kita mencurigai orang, kita marah sama orang ya dan sebagainya dan sebagainya. Tapi malam hari ini Tuhan mau mengampuni kita, Tuhan mau membebat luka hati kita. Dia mau memberikan kepada kita obat yang mujarab; Dia akan memberi kepada kita obat ini asal kita mau datang kepada Dia.
Kita lihat ayat terakhir dari Yokobus
5
5:13 Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!
5:14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.
5:15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.
5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
5:17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
5:18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.
Saya selalu ingat cerita saya kepada saudara ya. Ibu Un di Jakarta, saya harus panggil tante Un atau ibu Un, saya nggak pernah panggil Bu Un, tapi saya panggil ibu Un atau tante Un. Dia tukang lotek, jualan lotek. Satu kali uang habis modal habis, dia jalan di jembatan penyeberangan di Tomang. Dia jalan : Duh Tuhan, modal saya habis Tuhan, dia ngomong sendiri sama Tuhan. Saya nggak punya modal, Tuhan. Lagi dia jalan begini, dia lihat dibawah ada gulungan uang. Langsung saja dia injak. Sudah dia injak, dia lihat tunggu 5 menit nggak ada orang yang cari-cari uang kehilangan, jadi dia pura-pura jongkok, dia ambil itu uang. Bayangkan saudara, 15 tahun yang lalu 25 ribu rupiah. Dia tunggu barangkali ada yang kehilangan uang. Nggak ada. Sudah. Dia beli bahan-bahan untuk modal, dia teruskan jual gado-gado jual lotek di warungnya ini. Akhirnya dia bisa kirim anaknya ke Amerika. Dan saya ketemu dia di Amerika. Sementara saya khotbah : pak Awondatu, masih ingat sama saya? Ya, saya ingat, ibu Un, ya, puji Tuhan. Sedikit berkat untuk pak Awondatu, ya. Saya buka 100 dolar. Dia nemunya 25 ribu, tapi kasih sama hamba Tuhan di Amerika 100 dolar. Dari 25 ribu perak yang boleh nginjak, sampai ke Amerika lalu .. di Amerika dia nggak jualan gado-gado lagi, dia ikut anak. Anaknya sudah berhasil sampai dia bisa kasih hamba Tuhan, saya, 100 dolar. Itu lewat berapa tahap pengalaman, berapa hari berapa bulan berapa tahun pengalaman.
Jangan tidak percaya Tuhan bisa berkati saudara. Jangan tidak percaya. Tuhan bisa angkat saudara dari lumpur, angkat ke tempat yang tinggi. Saudara harus punya iman yang besar. Mari kita berdiri bersama-sama.
Minggu sore, 13 Oktober 2002
Mazmur
109:26 Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu,
109:27 supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya TUHAN, yang telah melakukannya.
109:28 Biar mereka mengutuk, Engkau akan memberkati; biarlah lawan-lawanku mendapat malu, tetapi hamba-Mu ini kiranya bersukacita.
109:29 Biarlah orang-orang yang mendakwa aku berpakaikan noda, dan berselimutkan malunya sebagai jubah.
109:30 Aku hendak bersyukur sangat kepada TUHAN dengan mulutku, dan aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak.
109:31 Sebab Ia berdiri di sebelah kanan orang miskin untuk menyelamatkannya dari orang-orang yang menghukumnya.
Haleluyah. Doa ini adalah doa seorang yang kena fitnah. Tidak henti-hentinya orang kristen di Indonesia ini difitnah. Termasuk bapak pendeta Damanik yang di Palu, dia adalah pendeta yang berkumpul bersama dengan saudara-saudara dari muslim, mengadakan perdamaian supaya di Palu di Poso tidak ada lagi keributan. Tetapi dia difitnah, dia naik mobil, didalam mobilnya ada bom. Padahal dia sendiri aduh .. bagaimana orang mau damai kok bawa-bawa bom, kan tidak mungkin. Tapi inilah fitnah.
Nah saudara-saudaraku, tadi malam di Bali ada ledakan bom yang sangat besar, yang belum pernah terjadi di Indonesia sehingga tadi yang terakhir yang meninggal ada 150 yang meninggal, 200 yang luka-luka berat. Yang anehnya ini adalah ada hubungan dengan September 11. 911, September tanggal 11. Kalau dijumlahkan angkanya 9+1+1 itu 11. Dua bangunan yang tinggi, yang dihantam itu punya tingkat 110 tingkat, jadi ada angka 11 nya. Pesawat yang menabrak satu tahun yang lalu, itu penumpangnya ada 92 orang, 9+2, 11; sedangkan pesawat yang satu lagi menghantam penumpangnya ada 65 orang, 6+5, 11. Dari 11 September sampai tanggal 31 Desember, itu jumlahnya persis 111 hari. Nah, tadi malam punya bom saudara-saudaraku, itu persis 1 tahun 1 bulan dan 1 hari. Kita ketemu lagi angka sebelas sebelas. Kalau kita ambil runut waktunya, ini adalah fitnah yang luar biasa - orang-orang yang tidak bersalah mati, Bali yang terkenal dengan aman sekarang jadi tidak aman lagi.
Nah, sekarang mari kita lihat doa Daud ini kepada Tuhan : Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu. Saudara mau minta tolong kemana kalau lagi begini. Mau minta tolong sama jenderal? jenderal saja bingung kecolongan; mau minta tolong sama orang pandai? orang pandai saja bingung mau pindah keluar negeri. Mau minta tolong sama siapa? Ini yang ngomong ini raja. Raja berkata : Tolonglah aku ya Tuhan.
Jadi pesan saya saudaraku, dalam segala macam keadaan, mintalah tolong dari Tuhan. Tolonglah aku ya Tuhan. Dikatakan : ya Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setiamu. Nah, saya ingin membongkar - bukan membongkar -, menerangkan hal inni. Selamatkanlah aku karena kasih setiamu. Jadi Tuhan menyelamatkan umat-Nya bukan karena umat-Nya saja yang minta tolong - bukan, tapi karena ada perjanjian. Ada perjanjian kasih setia, ada perjanjian bahwa Tuhan itu akan menolong umat-Nya, bahwa Tuhan itu akan mengampuni dosa kita, bahwa Tuhan itu akan menjaga keselamatan kita, bahwa Tuhan itu akan memberikan berkat kepada kita. Semua janji itu Dia pakai .. pakai sumpah dan itu disebut kasih setia.
Jadi kalau Tuhan yang janji .. sekarang orang kalau janji, ya, biar pakai hitam atas putih, pakai segel 6.000 tanda tangan didepan notaris, bisa nego saudara, sekarang, ya. Saya tahu ini di Cianjur ini, ada orang hutang sama dia, dia tagih, yang berhutang bisa jadi bener yang nagih hutang bisa jadi salah. Karena apa? Minta tolong dari manusia. Tetapi lihat Daud : tolonglah aku ya Tuhan Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setiaMu.
Saudara, kita punya modal : kasih setia Tuhan. Pan saudara suka nyanyi : kasih setiamu Tuhan .. tak lekang oleh panas .. tak lapuk oleh hujan. Renungkan itu. Saudara lagi tidur coba siapa yang jaga, nyamuk saja nempel kita tidak tahu. Kalau ada orang mau berbuat jahat kita tidak tahu, siapa yang jaga kita kalau bukan kasih setianya Tuhan. Anak-anak kita ada diluar kota diluar negeri belajar, jauh dari pandangan kita, dengan siapa mereka bergaul, apa yang mereka kerjakan, apa yang mereka lakukan? Kalau bukan kasih setia Tuhan yang memelihara! Berikut. Supaya mereka tahu bahwa tangan Mulah ini bahwa Engkaulah ya Tuhan yang telah melakukannya.
Saudara bisa dapat pertolongan orang lain, orang bisa tolong. Tapi suka ada pamrihnya. Pengacara membela mati-matian maju tak gentar .. membela yang bayar. Walaupun kasus kita tidak betul tapi saudara-saudaraku karena kita bisa bayar, yang salah bisa jadi betul - ini sekarang hukum di halai balaikan ini, menurut Firman Allah. Tapi kalau tangan Tuhan yang menolong, lambat tetapi pasti; kalau tangan Tuhan yang menolong, sepertinya Ia tidak bekerja tapi orang akan tahu, oh ini tangan Tuhan ini .. ini tangan Tuhan. Nggak mungkinlah ia begitu tak bisa dia - ini pasti tangan Tuhan. Orang akan tahu ini tangan Tuhan. Nggak mungkin sekolahnya saja sampai SMA nggak mungkin Tuhan berkati begini kalau bukan tangan Tuhan. Banyak orang sarjana hukum, sarjana ekonomi nganggur tapi dia SD saja SMP tapi bisa bangun 3 gereja, wah, ini tangan Tuhan. Tangan Tuhan.
Berikut. Biarlah lawan-lawanku mendapat malu, tetapi hamba-Mu ini kiranya
bersuka-cita. Saya minta saudara
perhatikan kata 'biar'. Biarkan. Ada yang menjelek-jelekkan saudara, udahlah
saudara, biarkan aja; ngomongin saudara, jangan dilayani ka bau bau sungut.
Biar. Saya mau tanya dulu, saudara berani nggak membiarkan, bisa nggak
membiarkan? Kangeunahan teuing kok Yoyo ngomongkeun saya terus-terusan
diomongkeun saya teh. Biar. Apa Tuhan tidak dengar? Tuhan dengar. Tapi dari
pihak kita supaya jangan sakit, biarin aja dia mau ngomong apa ngomong apa
tentang kita sampai ke monyong-monyong dia, anteupkeun saja. Biar. Coba lihat
ayat 27 : Biar mereka mengutuk, Engkau akan memberkati; biarlah lawan-lawanku mendapat malu, tetapi hamba-Mu ini kiranya bersukacita.
Saya tadi katakan kita dibawah kasih karunia. Saudara teh umat yang diberkati Tuhan. Bener. Saudara mah nggak sadar jalan kepasar belanja sebetulnya diatas saudara ini, dalam bahasa Sunda, saudara itu ditangtayungan; saudaraku disertai oleh berkat Tuhan. Orang lain mengutuk saudara, eh Tuhan mah memberkati saudara. Saudara dijelekin, eh Tuhan mah memberkati aja saudara. Aduh, bersyukurlah kepada Tuhan .. bahwa Dia baik .. bahwasanya tuk selamanya .. bukan cuma seminggu dua minggu bukan cuma setahun dua tahun .. bahwasanya tuk selamanya. Maksud saya apa tuh berbisik kesana kamari? Supaya eling kita teh. Kita teh kadang-kadang nyanyi semangat tapi yang kita nyanyikan kita nggak ngerti. Bersyukurlah kepada Tuhan .. Nyanyi naon tadi teh? Teuing. Mari kita mengingatkan bahwa kalau kita bersyukur kepada Tuhan apa saja orang mengutuk kita, Tuhan memberkati kita.
Saya berkali-kali sudah makan saudara-saudaraku di Jakarta ditoko makanan satu toko kemarin kebetulan hari sabtu ya di toko makanan. Dia bilang : ko Yoyo ingat nggak dulu saya punya toko ini dua - makanan dan video. Saya lupa. Kita nggak lupa suami istri. Ko Yoyo bilang begini : Yang akan Tuhan berkati ini toko makanannya, toko videonya ini nggak akan diberkati Tuhan karena film-film film sadis, film menumpahkan darah ya, film-film perkosaan, film-film pembunuhan. Kalau saya doakan toko ini, Tuhan nggak dengar. Katanya saya ngomong begitu, saya sih lupa. Jadi saya pikir-pikir betul juga. Setelah satu bulan toko kaset itu toko video vcd itu nggak laku-laku. Daripada rugi saya tutup saja, nah ini toko makanan ini malah jadi berkembang menjadi dua.
Saudara-saudara, jual makanan diberkati Tuhan sampai luar biasa. Orang itu kaya semut makan disitu. Dia jual apa? Nasi uduk, nasi begana. Warungnya kecil. Orang duduk saja. Bacang, keroket, kopi, itu aja. Tapi itu orang-orang makan saya bingung .. darimana ini orang makan - itu kalau tangan Tuhan. Saudara nggak usah cari langganan, langganan yang cari saudara. Tuhan yang gerakkan : hei come on, belanja disini. Saudara bingung lihatnya. Saya aja bingung aduh kenapa, kenapa ini orang. Didepan dia orang Cianjur buka warung buka toko jualan sepi benar karena belum didalam Tuhan. Ko Yoyo kadieu atuh sing sering kadieu. Iya tapi sepi nggak ada orang belanja. Tapi ini cuma beda dua meter jalan orang itu nggak ada habis-habisnya. Orang mengutuk tapi Tuhan memberkati. Mau apa kalau Tuhan mau memberkati saudara biar kita cuma dagangnya sederhana kalau Tuhan memberkati. Haleluyah. Kalau Tuhan memberkati ada perbedaan. Biar mereka mengutuk Engkau akan memberkati.
Nah, kata kutuk dan berkat ini dua kata yang sangat
berlawanan. Dua kata yang sangat berlawanan. Mari kita buka dulu Lukas
6
6:27. "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
6:29 Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
6:30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
Saya ingin saudara melihat ayat 28 : Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu. Ini mungkin saudara belum pernah lakukan. Saudara sudah tahu orang itu mengutuk saudara, sekarang saudara berlutut berdoa, udah tahu ini orang ini mengutuk saudara. Saudara sembahyang : Tuhan berkatilah orang yang mengutuk saya ini. Aduh berat, itu berat. Coba saudara baru dijeubean; kemarin saudara dijeubean .. ngomongnya ngaco segala dimarah-marahin .. malamnya saudara sembahyang : Tuhan .. - mungkin saudara sembahyang begini : yang ngajeubean Tuhan, biarlah dia jeuding selama-lamanya. Jangan - .. Tuhan, berkatilah dia supaya dia diberkati. Ini berat. Tapi saya sudah lewat ini. Kalau saudara memberkati dia, Tuhan berkati dia, dia bikin susah sama saya tapi berkati dia. Nanti berkat Tuhan rejeki Tuhan buat dia, dipindahkan untuk saudara. Itu ada ayatnya didalam Amsal.
Bekat dan kutuk itu dua hal yang berbeda. Orang lain
mengutuk, Tuhan memberkati. Ternyata kitapun harus memberkati. Roma 12
12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Ini anak-anaknya Bapa, anak-anak-Nya Yesus. Kita orang kristen musti jadi seperti Bapa kita. Jangan balas kejahatan dengan kejahatan. Begitu dengar : aduh si manehna teh kecelakaan. Oh, celaka. Dalam hati teh : syukur siah. Bongan maneh teh ka urang nganyeunyeuri hate, ayeuna teh cilaka. Tapi dimulut kita : kasihan ya, duh celaka yeuh, aduh gimana saya doakan ya. Tapi dihati kita : syukur. Jangan, karena Tuhan bisa lihat hati. Berlutut, aduh Tuhan, tolonglah dia dalam kecelakaan supaya Tuhan memberi kesembuhan. Seterumu lapar kasih makan. Seteru,dia haus kasih minum. Kalau kita berbuat begitu, sama seperti kita taruh bara api arang yang panas, ditaruh diatas kepala dia. Coba aja saudara lihat kalau orang yang lagi duduk ditaruh arang yang panas diatas kepalanya. Serba salah dia. Duduk salah, aduh panas. . serba salah. Coba orang yang jahat sama saudara, orang yang makan uang saudara tapi saudara balasnya dengan kebaikan. Orang yang fitnah saudara, saudara terus berbuat baik saja sama dia, dia serba salah.
Di Jakarta ada satu ibu datang sama pendetanya GKI. Dia panggil pendetanya boksu. Boksu, tolong dong doakan saya punya suami, aduh pagi-pagi sarapannya suka nempeleng saya. Dia kalau kalah judi nempeleng saya. Ini si pendeta ngomong pakai bahasa ini : sudahkah ibu menaruh bara api diatas kepala suamimu? Maksudnya balas kebaikan. Kalau bara api belum, kalau air kopi sering saya siramin.
Saudara-saudara, maukah kita jadi seperti Tuhan Yesus? Memang tidak bisa sempurna sekaligus tapi belajarlah belajar. Aduh Tuhan, saya ingin jadi seperti Engkau. Ini hidup cuma sekali saudara, nggak dua kali. Saya ingin saya punya hidup yang sekali ini, saya punya prestasi itu baik, prestasinya menyenangkan hati Tuhan, prestasinya menolong orang lain.
Kita kembali kepada Mazmur. Kita baca
109:28 Biar mereka mengutuk, Engkau akan memberkati; biarlah lawan-lawanku mendapat malu, tetapi hamba-Mu ini kiranya bersukacita.
109:29 Biarlah orang-orang yang mendakwa aku berpakaikan noda, dan berselimutkan malunya sebagai jubah.
109:30 Aku hendak bersyukur sangat kepada TUHAN dengan mulutku, dan aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak.
Ayat 29 ketemu lagi kata 'biar'. Biarlah orang yang mendakwa aku berpakaikan noda, dan berselimutkan malunya sebagai jubah. Saudara, ini terjadi saya dengar dari orang yang datang dari sana. Ada gempa bumi di Poso. Mungkin 7 desa gempa. Dan yang rusak rumah-rumah, itu rumah-rumah mereka yang membantai orang kristen. Ayo aja Hamzah Haz bilang : di Indonesia mah nggak ada teroris. Tah Hamzah Haz teh. Makanya kalau punya anak jangan dikasih nama Hamzah. Nggak ada, nggak ada teroris Indonesia mah. Itu mah aduh rekayasa Amerika, nggak ada teroris mah. Kalau sekarang geus beuleudug? Cicing. Udah ada yang mati 150 orang. Orang Indonesia yang mati cuma 7, yang lainnya itu orang luar negeri semua : orang Jepang, orang Australi, orang Amerika, orang Inggris, orang Jerman, orang Perancis. Bayangin lobangnya saja saudara kebawah 2 meter, kesampingnya 5 meter, itu lubang bekas bom. Tanah aja sampai begitu apalagi kulit manusia. Biarlah nanti mereka dapat noda. Dikasih jubah sama Tuhan jubah yang noda. Malu, sekarang seluruh dunia nunjuk : katanya nggak ada teroris geuningan ngabeuleudug. Ehm, mau ngomong apa sekarang? Presiden kesana Megawati udah nggak tahu mau ngomong apalagi. Nggak ada .. nggak ada teroris. Ai nggak ada teroris, naha beuleudug atuh.
Sekarang sudah berpakaian jubah dari malunya sendiri. Dia makan makanannya sendiri, dia makan omongannya sendiri. Tapi kalau kita bagaimana. Ayat 30 : Aku hendak bersyukur sangat kepada TUHAN dengan mulutku, dan aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak.
Saudara, ada orang bersyukur dengan uang. Oom, ini gaji pertama saya bekerja. Ini gaji pertama saya, kerja diterima di bank ini, saya punya buah sulung. Ini memuji Tuhan menghormat Tuhan. Amsal 3:9-10 Hormatilah Tuhan dengan pemberianmu. Ada. Tetapi yang paling baik kalau kita juga datang berterima kasih kepada Tuhan dengan buah-buah mulut kita. Coba bayangkan kita sudah ada digereja, dikasih waktu 45 menit untuk menyanyi, pakai kesempatan ini untuk menyanyi untuk mengekspresikan kita ini cinta kepada Tuhan. Dikatakan disana : dengan mulutku, dan aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak. Ini kan kebaktian. Coba kita lihat Mazmur 100.
100:1. Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
100:3 Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
100:5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Itu yang kita nyanyikan tadi itu Mazmur 100 bersyukurlah kepada Tuhan .. kita bisa nyanyi saudara sampai keluar airmata. Bukan sedih tapi kita ingat aduh cinta Tuhan begitu baik, cinta Tuhan begitu kekal begitu manis kepada kita. Kita datang dengan suka cita, kita datang dengan sorak sorai. Kalau yang nggak ada perasaan dia ngomong haleluyah .. nggak berasa. Tapi kalau dia datang dari hati dia bilang haleluyah, bisa keluar airmata. Bukan nangis sedih, bukan nangis karena punya hutang, bukan nangis karena kejepit pintu bukan tetapi nangis karena mengingat kasih Tuhan.
Aduh, kalau bukan Tuhan ya pak ya, saya nggak tahu ada dimana. Kalau bukan Tuhan, saya ini bagaimana pak. Kalau bukan Tuhan, saudara nggak ada disini. Ada dimana saudara? Maka datanglah kepada Tuhan dengan ucapan syukur. Kembali kepada Mazmur 109 tadi kita baca ayatnya yang terakhir : Sebab Ia berdiri di sebelah kanan orang miskin untuk menyelamatkannya dari orang-orang yang menghukumnya.
Jaman dulu orang miskin nggak ada pembelanya saudara karena orang itu cuma lihat duit. Kalau orang ini ada duit baru dia dibela. Orang miskin mah nggak ada yang mau bela. Ingat Bartomeus saudara datang pada Yesus : ya Yesus anak Daud, kasihinilah aku orang buta. Ya Tuhan Yesus anak Daud. Siapa yang larang sama Bartomeus? Murid Yesus. Sssstt .. kenapa? Dia miskin dia buta.
Ditempat kami kebaktian di Jakarta ada satu penyanyi. Dulunya dia islam cacat saudara kakinya, jadi dia datang dengan tongkat. Dia bekas pengamen di bus. Dia bersaksi begini dikebaktian kami. Dulu saya minder sekali datang dikebaktian pak Awondatu tetapi pak Awondatu terus suruh saya datang, terus suruh saya nyanyi. Sekarang saya tidak minder lagi karena saya merasa diterima.
Saudara, kadang-kadang orang miskin itu punya pemikiran : ah, urang mah moal didenge atuh, urang amah orang miskin urang mah moal didenge, urang mah edek ngomong naon ge moal didenge. Tuhan denger saudara. Dikatakan : sebab Ia berdiri di sebelah kanan orang miskin untuk menyelamatkannya dari orang-orang yang menghukumnya.
Siapa orang miskin pertama yang dihukum oleh orang-orang? Itu Yesus. Yesus itu
kan berkata : Burung di udara ada sarangnya, srigala ada lubangnya, Anak
Manusia, Aku, nggak ada tempat untuk meletakkan kepala. Miskin kan. Tapi lihat
Tuhan bela sama Dia : Berbahagialah .. Coba kita buka Matius 5
5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Kenapa? Karena Tuhan mau memberikan kekayaan rohani, Tuhan mau memberikan jaminan kekayaan rohani. Waktu saya ke Amerika sama oom Brodland, kami berjalan melihat satu musium rumah orang kaya tahun 50-an. Dari pinggir jalan kerumahnya dia, keistananya dia itu, harus naik bis 3 kilometer. Sepanjang naik bis dikiri kanan dikasih lihat bekas-bekas kerangkeng beruang, kerangkeng singa, kerangkeng harimau karena orang kaya ini dulu adalah pemilik koran di Amerika, terkenal sekali. Kami antri melihat rumahnya sampai lihat kamar tidurnya. Ada ruang tamunya ruang tempat dia duduk, lebih gede dari gereja ini. Lukisan yang mahal-mahal tergantung disana. Lalu ada bioskop pribadi. Ini tahun 50 saudara, bioskop pribadi. Kita duduk dikasih lihat film bagaimana binatang jaman dulu. Lalu kita lihat kolam renang dilapisi emas. Setiap mosaik itu emas. Bukan emas bohong, emas betul emas. Sampai saya nyesel kalau saya tahu itu emas sepatu saya saya kasih power glue supaya kalau saya injak dia nempel itu emas disepatu saya .. ambilin satu-satu.
Tapi oom Brodland bilang begini : Yoyo, papa saya petani kacang tapi dia lebih kaya dari orang ini. Amin saudara-saudara? Kalau kita punya Yesus, kita lebih kaya; kalau kita punya Tuhan, kita lebih kaya. Orang itu saudara-saudaraku mati begitu saja, mati meninggalkan hanya disebut saja dia pernah jadi orang paling kaya tapi hidupnya dansa dansi, hidupnya ganti-ganti perempuan, ganti-ganti istri. Dia matinya tidak bahagia, hanya menjadi peninggalan saja gitu. Saya ingat selalu oom Brodland bilang : papa saya petani kacang Yo tapi papa saya lebih kaya dari orang ini.
Saudara-saudara, didalam Kristus Yesus kita dikayakan dengan kekayaan luar biasa.
Sebagai ayat yang terakhir. Saya ingin membuka satu rahasia dan saya harap saudara jangan lupa seumur hidup ayat ini .. jangan lupa seumur hidup. Yakobus 2
2:1. Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.
2:2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk,
2:3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!",
2:4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?
2:5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?
Ada haleluyah saudara? Jadi kita tidak boleh minder kalau kita secara materi ada kekurangan. Hei, Tuhan kita duduk atau berdiri disebelah tangan kanan kita untuk membela kita. Mari kita berdiri bersama-sama. Haleluyah.
Minggu sore, 20 Oktober 2002
Selamat sore, selamat berbakti bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. 1 Petrus pasal yang ke 3, kita akan membaca ayat 15. 1 Petrus
3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.
Saya ingin bacakan dalam salinan bahasa Inggris .. : Tetapi kuduskanlah Tuhan Allah di dalam hatimu dan selalu siap untuk memberi jawaban kepada setiap orang yang menanyakan kepadamu apa sebab dari pengharapan yang ada di dalam hatimu dengan lemah lembut dan takut. Bukan hormat tetapi takut. Ayat ini saya comot dari perikop 'Menderita Dengan Sabar'.
Orang kristen yang matang, orang kristen yang dewasa, itu dia harus keluar dari dapur api percobaan. Kalau orang kristen maunya taman bunga terus, maunya yang senang terus, lihat kebunku penuh dengan bunga, ada yang putih dan ada yang merah, setiap hari kusiram semua, mawar melati semuanya indah. Kalau itu jalan saudara, maka saudara adalah orang kristen taman kanak-kanak. Tapi orang kristen yang dewasa, orang kristen yang matang, orang kristen yang kuat adalah mereka yang sudah lewat dapur percobaan.
3:13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?
3:14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.
Jangan takut apa yang orang lain takutkan. Jangan gentar apa yang orang lain gentar. Jangan tuturuti munding. Jangan ikut-ikutan. Jangan sami mawon sego rawon. Orang kristen sama orang dunia sama-sama antri. Orang pantekosta sama antri sama orang yang tidak punya Yesus. Maka itu, Firman Allah malam hari ini, kuduskanlah Kristus itu sebagai Tuhan didalam hati, karena banyak orang kristen tidak membuat Yesus sebagai Tuhan tetapi sebagai tuan. Tuan yang akan memberikan uang. Tuan yang akan memberi kesembuhan. Tuan yang akan memberikan berkat. Tuan yang akan jadi sinterklas hari natal. Tuan yang akan memberikan sulap. Tuan yang akan memberikan kebahagiaan yang semu. Itu yang diharapkan banyak orang kristen yang masih taman kanak-kanak. Lihat kebunku, penuh dengan bunga.
Tapi kalau saudara mau dewasa didalam Tuhan - kuduskanlah, bahasa Yunaninya : hagiaso, pisahkanlah Kristus itu di dalam hati sebagai Tuhan. Jadi Dia bukan mainan. Dia Tuhan. Dia bukannya semau-mau kita boleh pake. Maaf saya pakai istilah ini. Banyak orang pacaran sama Tuhan tapi tidak pernah kawin. Kalau tangan, hallo....apa kabar Yesus? Aduh .. saya perlu uang jajan. Kalau kangen, halo sayag Yesus tersayang, apa kabar? Kalau ada butuhnya, cari pacar. Tapi orang yang menikah itu : saya berjanji .. akan setia .. dalam susah dan senang. Itu yang kawin. Berkekurangan atau berkelimpahan, waktu sakit atau sehat. Itu orang menikah. Dia musti terima karena sudah menikah, sudah bersama-sama. Kalau kita 'menikah' dengan Kristus, belum pernikahan yang nanti tapi istilah saya, kalau kita sudah bersatu dengan Kristus, kalau Kristus jalan di Getsemani, kita ikut. Amin? Kalau Dia jalan melewati Sungai Yordan, kematian, kita ikut. Karena kita sudah menikah. Karena kita sudah bersama dengan Dia dalam baptisan air.
Kita beda sama orang dunia. Kalau kita masih antri sama-sama orang dunia, oren-orenan, hayo, nonton tukang obat, yang jual obat, nonton, sama-sama orang dunia, sami mawon sego rawon. Saudara tidak ada Kristus dalam hati. Nggak ada. Tidak ada, saudara. Karena nggak mungkin Kristus dalam hati akan membawa saudara kompromi dengan dunia. Itu tidak mungkin. Ibrani 11. Di dalam Ibrani pasalnya yang ke 11, saudara-saudara, disana kita lihat seorang nabi yang dahulunya putra mahkota dari Mesir, namanya Musa. Tapi kita baca Ibrani 11 mulai ayat 24.
11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, -
Menolak. Embung disebut anak raja, anak raja Mesir, Raja Firaun, paling kaya di
dunia itu Firaun. Nggak mau. Kenapa nggak mau ini? Pasti ada apa-apanya. Ayat 25
- &nbbsp;
11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus - Lho, kan Yesus belum ada jaman
Musa? Tapi penghinaannya, yang seperti jaman Kristus, sudah ada pada jaman Musa.
Sama seperti sekarang, Yesusnya kan sudah 2000 tahun yang lalu, tapi penghinaan
model Kristus kan ada sampai sekarang. Waktu itu Yesus belum ada tapi penghinaan
model Kristus sudah dialami oleh Musa. - sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
Ada haleluyah, saudara? Sekarang kita baru tahu kenapa dia nggak mau, embung, disebut anak putri Firaun. Kemaren ada yang telephone sama saya, anak rohani, sudah saya yang baptis dia. Pak Awondatu, saya tak akan lupa pak Awondatu .. bapak yang baptis saya. Saya sekarang lagi deket dengan Megawati, dengan istana, dengan RI 1 ini, pak. Bapak kalau ada perlu apa-apa, saya bisa. Saya bilang, saya udah nggak ada keperluan lagi, saya udah punya Yesus. Saya bawa saxophone itu tadi mau nyanyi. Cuman nafasnya pendek, geus kolot, 54 tahun sih. Jadi waktu ditiup, wah nggak kuat ini, nanti keburu engap. Yang saya mau nyanyikan lagu : I'd rather have Jesus than silver or gold .. Aku lebih baik punya Yesus daripada perak atau emas, I'd rather be His than the riches untold .. Aku lebih baik menjadi milikNya daripada kekayaan yang tidak terhitung, I'd rather have Jesus than houses or land .. Aku lebih baik punya Yesus daripada rumah-rumah atau tanah-tanah yang berlimpah-limpah, I'd rather be led but His love in hand .. Aku lebih senang dipimpin oleh tangan yang penuh kasih, than to be a king of .. daripada jadi raja dari kerajaan yang terbaik di dunia tetapi terikat oleh dosa.
Lalu ayat berikutnya nyanyian itu berkata : Dia lebih cantik dari bunga lili, bunga bakung, lebih manis dari madu di gunung - Yesus. Kuduskanlah, hagiaso, kuduskan, pisahkan diri, dalam hati saudara, sebagai Tuhan. Kuduskan, pisahkan, sebagai Tuhan. Dulu hati kita menjadi tempat aku yang jadi raja, tapi biar sekarang kita jadikan Yesus jadi raja di dalam hati kita. Segala sesuatu kita nanya dong : ya Tuhan Yesus, hidup saya ini kan Engkau punya, saya mau begini, boleh apa tidak, saya mau begini, boleh apa tidak, saya mau ini begini, boleh apa? Tanya dong, kan ada Kristus di hati. Kembali kepada Petrus, saudara-saudara, yang tadi.
1 Petrus 3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! - Bahasa Inggris sebagai Allah, sebaagai Tuhan Allah. Haleluyah. - Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab. Ini agak kurang tepat. Bahasa Inggris memakai answer, jawaban, memberi jawab. Renungkan kata-kata ini, saudara. Setiap waktu, siap sedia memberi jawab dalam defense. Kalau ditanya bisa jawab. Bahasa Yunaninya apologia. Apologia itu menjawab dalam bertahan. Kalau di pengadilan dituduh oleh jaksa, ada pembela. Pembela menjawab dalam membela. Itu maksudnya defense. Bertahan dari orang dunia kalau nanya : apa sih yang nyebabkan kamu ke gereja? Apa sih kamu tuh tiap minggu sore rajin, minggu pagi kebaktian nyanyi, nangis-nangis, sembahyang, bawa buku, apa sih? Kalau nggak ada Kristus, saudara nggak bisa jawab. Ada apa? You ke gereja tuh ada apa? Kok you tuh keliatan rajin, ada apa ini?
Nah, saya bukan artikan saudara yang nggak bisa jawab itu masuk neraka, tidak. Saudara masuk surga. Tapi saudara nggak bisa jawab kalau Kristus tidak dijadikan Tuhan, hanya dijadikan pacar. Saya bangga denger saudara Iyong menyanyi. Nyanyian itu nyanyian paling indah yang pernah saya denger Ya Tuhan Kupercaya. Kita sering nyanyi, tapi baru kali ini saya denger paling enak karena dinyanyikan dengan hati yang orang yang mengalami. Sedang ditekan dalam percobaan, dalam problem tapi toh dia menyanyinya kepada Tuhan aku percaya. Itu ada Kristus dalam hatinya. Kalau nggak ada Kristus dalam hatinya, hatinya tuh ngomel, marah seperti istri Ayub, kutuklah Tuhan lalu mati. Tapi saya yakin, saudara-saudara semua akan bersehati dengan saya, malam ini kita mau jadikan Kristus itu Tuhan dalam hati kita. Dia jadi pemerintah dalam hati kita. Kita nggak mau lagi pake Dia, tapi biar Dia yang memakai kita. Kita tidak mau take advantage, orang Inggris bilang, mengambil keuntungan dari Dia, tapi biar Dia yang ambil keuntungan dari kita. Jangan kita ngatur-ngatur Dia, biar Dia yang ngatur kita.
Berat, saudara. Tapi ini kuduskanlah, supaya kalau ada orang nanya, eh kamu tuh ke Waru Jajar, kebaktian, ke gereja, nanaonan? Ada apa kamu, jauh-jauh dari Cipanas, jauh-jauh dari Sukabumi, jauh-jauh dari Jakarta, jauh-jauh dari Bandung, jauh-jauh dari Ciranjang, dari Cibeber, jauh-jauh kamu, ngapain kamu? Belajar apa? Ada apa? Apa untungnya? Mana lebih rame sama Pera Pera? Apa coba untungnya? Coba mana? Saya dikirimin sms dari kedutaan besar Australi, saudara. Kedutaan besar Australi kirim sms kepada orang-orang, penduduk Australi, saya dapat forwardingnya, supaya orang Australi dalam beberapa minggu ini tidak ada di mal-mal atau tidak ada di tempat-tempat banyak orang bergerombol, yang rame-rame. Karena orang kalau sudah rame, lupa. Sampai pengerja saya itu terlalu waspada, ada satu bapak masuk kebaktian bawa bungkusan : pak, ini bungkusan apa, pak? Waktu dibuka, alkitab. Memang alkitab kalau meledak, luar biasa, saudara. Bisa satu bangsa, bukannya mati, tapi bertobat. Ada haleluyah, saudara-saudara? Puji Tuhan.
Jadi memang kita ini, apalagi di bawah ini anak-anak kita semua yang lagi main-main itu. Tapi ingatlah kalau kita punya Kristus sebagai Tuhan. Nah, Indonesia ini sedang ... , jadi kalau telur diujung tanduk, dia jatohnya tuh bisa jatoh lebih baik atau jatohnya lebih jelek. Itu Indonesia sekarang. Tapi kalau kita kaya Musa, Kristus jadi Tuhan, dikasih, ditawarin, ditolak. Bukan ditawarin baskom, saudara. Ditawarin kedudukan, jadi putra raja. Bukan dikasih iket pinggang untuk 83 penyakit, bukan. Ini dikasih, mau emas apapun, saudara, bukan mas Bambang, ini emas bener-bener dikasih, kamu pemilik ini Mesir. Nggak mau! Tuh da ari yang punya Kristus mah gitu. Nggak mau. Sayang, kamu Moses, kamu tuh anak mami, katanya Tante Firaun. Nggak mau. Aku kabur, 40 tahun bersama orang Israel, asruk-asrukan, pake sendal yang nggak ganti-ganti, 40 tahun. Kulit mina gajah, kata Firman Allah. Asruk-asrukan ditempat panas. Tapi dia bilang, lebih kaya dari pada kekayaan Mesir. Kenapa? Karena itu, dia bilang sengsaranya Kristus aja lebih kaya, apalagi kekayaanNya. Aduh, saya ngomong tuh musti gimana, ya? Susah. Susah kalau belum lihat sih ya.
Jadi memang adat masih orang kristen seperti orang kristen burung nuri ini masih banyak, saudara, di pantekosta juga masih banyak. Ada orang buta minta-minta itu di Jakarta, dituntun. Pas di jalan Kendal ada orang lagi makan sop kaki kambing. Orang buta minta-minta pake kas sabun yang dilobangin ditengahnya, pake karet itu karet kolor tea, dua .. seperti gitar bas, ceritanya teh. Dung, dem, dung, dem, nyanyi dia. Burung nuri, katanya .. terbang tinggi, katanya .. balik turun, katanya .. diatas dahan, katanya .. mari-mari, katanya .. kasih hati, katanya .. aku rindu, katanya .. kepada tuan. Ada si engko lagi makan, dia jadi berenti makannya, dia berenti, belon pernah dia denger lagu burung nuri kaya begitu. Wajahmu elok, katanya .. tak bandingan, katanya .. suaramu nyaring, katanya .. lagu merdu, katanya .. la...la...la...la...la, katanya .. la...la...la...la, katanya .. la...la...la...la, katanya. Si engko tuh yang lagi makan, berenti. Eh bang, saya juga tahu lagu burung nuri itu, suka dinyanyikan sama Bing Selamet dulu, sama Titik Puspa, kok lagunya abang pake katanya-katanya? Itu lagi aslinya nggak pake-pake katanya? Minta maaf aja, tuan, kan saya orang buta. Belon pernah lihat burung nuri. Burung nuri juga kata orang, kata radio tuan. Terbang tinggi juga kata tetangga.
Banyak orang kristen begitu. Waduh....Yesus tuh heran, ajaib, ceuk pendeta. Yesus itu ajaib, luar biasa, kata majalah rohani. Yesus itu aduh ... amit-amit jabang bocah, manis, lebih manis dari dunia ini, tapi tetep weh antri. Oh, haleluyah, Puji Tuhan, Yesus mah, ya itu belum lihat, belum lihat Yesus.
Na memang na ngarugikeun? Saya mah nggak ngarugikeun. Nggak ada yang dirugikeun. Saudara mau antri, terserah. Nggak ada yang dirugikeun. Tapi saudara nggak punya Kristus didalam hati. Begitu pemancar dari surga dilihat kepada anak Tuhan yang sesungguhnya di dalam kesulitan, didalam kesukaran, dia ikut Tuhan dengan setia, di senter dari surga, dilihat. Duilah, Kristus di dalam hatinya seperti harta yang luar biasa. Ketika yang lain disenter oleh malaikat, senter dalam hatinya, baskom, kobokan dengan ember plastik, saudara-saudara. Kenapa ini sampai begini, malaikat? Gerejanya sama, pendeta sama, kenapa hatinya isinya lain? Ya itulah, kata malaikat, yang satu mah burung nuri terbang tinggi, belon pernah lihat Yesus, belon lihat. Damai juga kan kata orang lain.
Nah jadi saudara-saudara, saya ingin saudara-saudara kenal Yesus secara pribadi. Da nggak bisa diajarin. Nggak bisa diajarin Yesus teh, nggak bisa diajarin. Da orang kalau sudah kena Yesus mah da moal mangkir aja, moal mangkir aja. Mau nggak ke gereja satu minggu aja, takutnya luar biasa. Bukan takut sama pendeta, takut sama Tuhan. Aduh .. Tuhan. Karena dia sudah 'menikah'. Begitu orang tanya, ada apa kamu meninggalkan Mesir? Ada apa kamu? Datang-datang terus di Waru Jajar, ada apa kamu? Bedstone-bedstone, nonggeng-nonggeng satu jam, minta apa, kok kamu nangis-nangis ke gereja, ada apa disana? Saudara bisa jawab, apologia, defense. Saudara bisa mempertahankan. Karena apa? Saudara ada Kristus. Kan Yesus udah bilang : kalau kamu dibawa kemana-mana, biar ditanya di pengadilan, mau ditanya, jangan pikir mau jawab apa, jangan. Nanti Roh Kudus kasih tahu kamu mau ngomong apa.
Kalau Roh Kudus ada di hati kita, kalau Kristus jadi Tuhan didalam hati kita. Kita nih jadi corong, Dia yang ngomong. Dia yang ngomong. Di Surabaya ada seorang doktor teologi, orang Batak. Doktor Teologi, berarti dia ngajar alkitab, saudara-saudara. Sakit keras di rumah sakit. Akhirnya waktu sakit keras, sembuh, sudah sembuh. Karena dari rumah sakit tidak jauh ke rumahnya, dia naik beca. Waktu dia naik beca, tukang beca nanya : Bapak? Iya. Bapak udah kenal Yesus belum? Doktor teologi atuh saban poe ngajar alkitab, ditanya udah kenal Yesus belum? Jadi si orang ini teh pengen tahu, emangnya kenapa, bang? Ih, Tuhan Yesus mah luar biasa, pak. Dia itu Anak Allah yang hidup, Dia yang menebus dosa saya dan dosa bapak. Kalau bapak percaya kepada Dia tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Lima menit ngomong, saudara, ini doktor teologi nangis, nangis, baru dia rasa, dia belum pernah punya Yesus. Ngajar tiap hari alkitab di sekolah alkitab tapi belum punya Yesus. Ini tukang beca mah ngayuh, hah, heh, hoh, tapi punya Yesus. Ayo dia bilang turun bang, turun, saya berenti, peluk-peluk, ayo kita berdoa sama-sama, saya mau terima Yesus. Coba, tukang beca bawa doktor teologi.
Kalau saya saksikan ini, orang nggak percaya. Tapi orangnya ada di Surabaya. Dia lahir baru, ini yang lebih tepat. Dia ngajar alkitab, tapi dia belum ketemu Yesusnya. Ngajar aja di sekolah alkitab dia. Doktor teologi. Tapi dia nggak kenal Yesus. Tukang beca kenal. Dia Yesus.
Contoh kedua. Dalam perpisahan sekolah alkitab, mahasiswa-mahasiswa sudah pake toga dan gelar-gelar. Lalu dipilihlah mahasiswa yang paling pandai dengan satu orang senior dari jemaat, yang menjadi penyumbang dari sekolah alkitab itu untuk membecakan Mazmur 23. Pertama dikasih dulu sama yang muda. Yang muda. Mazmur 23. Bahwa Tuhan itu gembalaku, Tiada aku kekurangan ... Orang tepuk tangan. Habis kebaktian semua selesai, yang tua sekarang diijinkan. Bapak ini dengan hormat maju keatas, baca lagi Mazmur 23. Dengan terbata-bata, Mazmur 23 Bahwa Tuhan itu gembalaku. Nangis dia. Aku tidak akan kekurangan.
Saya mau tanya sama saudara, kalau orang tidak kekurangan, apa dia antri? Tuhan adalah gembalaku, aku tidak akan kekurangan. Dia nangis. Gemetar dia. Tidak bisa habis Mazmur 23 dipayang turun. Orang nggak ada yang tepuk tangan, tapi nangis semua. Lalu ada satu murid tanya sama satu guru : kenapa dua orang itu membaca Mazmur yang sama, tapi kok akibatnya beda di jemaat? Guru alkitab ini bilang begini : Yang pertama dia baca Mazmur 23 tentang gembala yang baik. Yang kedua, dia kenal yang diceritakan dalam Mazmur 23, dia kenal, dia kenal Orangnya. Saudara, dengan nyanyi Tuhanlah gembalaku dan saudaraku kenal Dia gembala, itu dua hal yang lain. Saudara menyanyi Yesus Tuhan dan saudara sendiri yang mengenal Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan, itu perkara lain.
Saya kasih ilustrasi lagi. Saudara naik di sepeda motor sport, sepeda motor balap. Bukan berarti saudara bisa balap motor, belum. Dengan saudara memegang raket Rudi Hartono dan berfoto bersama dengan dia, bukan berarti saudara bisa main badminton. Dengan saudara ke gereja, bukan berarti saudara kenal Yesus. No. Hal yang lain. Saya balik sekarang ceritanya. Orang yang kenal Yesus pasti ada di gereja tapi orang yang ke gereja belum tentu kenal Yesus semua. Tapi orang yang kenal Yesus, dia pasti ada di kebaktian. Mengenal Mazmur 23 dengan mengenal Gembalanya dua hal yang berbeda. Maka kata Petrus, kuduskanlah dalam hatimu, Kristus itu Tuhan. Kenapa, saudara, dia ngomong ini? Karena dia ngalami sendiri. Selama tiga setengah tahun dia jadi murid Tuhan Yesus, dia jalan diatas air, dia udah ngomong Engkaulah Kristus, ya. Kalau saya baca nanti dalam Matius 16, saudara akan baca, siapa Aku ini, kata Yesus. Petrus bilang, Engkaulah, Kristus Tuhan yang hidup, Anak Allah yang hidup. Tapi kenapa menyerahkan Yesus? Kenapa dia menghianati Yesus? Karena tidak ditaruh di hati, Kristus itu cuma di bibir mulut.
Tadi pagi di Australia siaran langsung, diadakan upacara. Diwawancara bisnisman Bali, orang Bali, bagaimana reaksi anda? Kami rugi. Dengan adanya kejadian ini, Bali rugi besar. Bisnis tidak bisa jalan, toko semua tutup. Orang pada takut. Tapi apa Petrus bilang? Jangan takut apa yang orang lain takutkan kalau kita punya Kristus dalam hati. Orang lain takut bisnis turun. Kita? Jangan takut apa yang orang lain takutkan. Jangan gentar apa yang orang lain gentar. Itu Petrus sendiri. Karena apa? Dia pernah takut. Anak kecil bilang, eh Petrus kamu yang nyerahkan Yesus, ini murid Yesus. Tidak, tidak, saya tidak kenal. Dia sendiri takut. Ayo kembali 1 Petrus 3:15,
3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.
Kemarin saya meresmikan rumah sakit kristen. Pemiliknya dari Bank Modern yang saya baptis lima belas tahun yang lalu, suami istri. Dia bersaksi setelah saya khotbah, setelah saya doakan penggunaan rumah sakit diet centernya, restaurant, di Bumi Serpong Damai, Tangerang. Dia bersaksi, ini pendeta ini, pendeta Awondatu, bapa rohani saya. Lima belas tahun yang lalu, tahun 87, kami pergi ke Israel. Waktu itu saya masih nyembah patung. Saya kaget, karena dia begitu lancar, sudah seperti pendeta. Dia bersaksi sekarang kemana-mana. Saya tidak bisa terima, belum bisa terima, saya baru ingat-ingat lagi, saya ditanya, di satu hotel saya diajak naik diruang atas, ada tiga orang tunjuk saya. Apa alasannya Yesus satu-satunya jalan untuk keselamatan? Apa agama lain tidak selamat? Saya terangkan pelan-pelan, begini, begini, begini. Akhirnya mereka bisa terima. Kalau bapak bilang begitu, saya bisa terima. Karena bagaimana engkong saya di Tiongkok, dia tidak kenal Yesus, bagaimana meninggalnya? Apa dia selamat apa nggak?
Saya bilang, ada Roma pasal 2, ini, ini, ini. Tapi orang yang sudah jaman Yesus, yang mendengar Yesus, dia harus ada respon. Nah, orang-orang yang nunjuk-nunjuk saya semua itu dibaptis. Salah satunya ini. Tetapi dia bilang, dia punya anak salah satu korban, naik pesawat nabrak di New York itu. Satu anak korban. Jadi, memang saya lihat, saudara Iyong punya problem berat. Betul berat. Tapi saya lihat, ini bapak punya percobaan juga lebih berat lagi. Dia pernah dipenjara. Anaknya tidak tahu mayat dimana. Nabrak dua menara itu. Tapi dia bersaksi : ternyata Tuhan ijinkan juga saya harus lewat banyak problem, percobaan. Nah sekarang saya mengerti, lima belas tahun yan lalu dia tidak begini. Sekarang lima belas tahun kemudian, saya sudah lihat, dia punya Kristus di dalam hati. Sekarang Kristus itu jadi Tuhan dan sebagai Juru Selamat pribadi. Dia tidak takut lagi sekarang. Suami istri berdoa, berbahasa roh. Dua-dua. Waktu saya baptis masih cung-cung-cep, ngacung-ngacung-tancep, saudara. Masih nyembah hio.
Sekarang, lima belas tahun kemudian, suami istri sudah bahasa roh, doa. Tuhan buka jalan. Punya percobaan dia lebih berat lagi. Saya pikir, aduh, Tuhan. Tapi itulah saya katakan, kalau kita punya Kristus, saudara, orang lain bilang, berat lho percobaanmu. Tapi kenapa kita bilang enteng? Karena ada Kristus. Ibrani 10. Ini gampang-gampang saja, saudara mengingatnya. Ibrani 10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Jadi Yesus sendiri menguduskan saudara. Mari kita juga memisahkan menurut kata hagiaso ini, Kristus itu di dalam hati. Maksudnya apa? Dia pisahkan saudara. Memang kita hidup di dunia, tetapi kita dipisahkan dari orang dunia. Ini saudara, umpamanya ini ya, ini daerah ini, mimbar ini adalah Mesir waktu jaman Yusuf. Si Firaun bilang : Yusuf, kamu mau minta daerah mana? Aduh saya mau minta papa saya, saudara-saudara saya datang. Oke, saya kasih daerah Goshen. Kecil. Dikasih Goshen di Mesir. Ini Mesir, besar. Dia dikasih Goshen. Waktu Firaun meninggal, datang Firaun yang berikutnya, jaman Musa, yang tidak suka kepada orang Israel. Dijajah Israel. Lalu jaman Musa bikin keluaran, Kitab Keluaran ada 10 bala. Salah satu balanya, seluruh Mesir gelap. Bayangin saudara, seluruh Mesir gelap, Tuhan bikin gelap. Di Goshen, nggak. Ini saya ingin saudara ngerti.
Perhatikan. Ini terakhir sebelum kita doa. Seluruh Mesir gelap. Pan Goshen teh Mesir, tapi Yusuf sudah dipisahkan sama Tuhan, Israel ini. Seluruh Mesir gelap, Goshen terang. Seluruh air di Mesir jadi darah, di Goshen tidak. Ada lalat dan tabuhan, di sini tidak. Banyak katak di kamar-kamar, di kamar makan, di semua banyak katak, disini tidak. Apa yang terjadi di Mesir, mereka tidak alami. Anak sulung mati, disini selamat. Karena ada darah anak domba.
Jadi kita ini di dunia. Tapi apa yang terjadi di dunia, disaster, keributan apapun di dunia, saudara tidak akan kena, karena saudara disini. Artinya Goshen itu terpelihara, terjaga. Itu dipisahkan tadi. Kuduskanlah. Andapun sudah dikuduskan, sudah dipisahkan. Yohanes 17:17, masih dalam arti kudus. Gampang, tadi Ibrani 10:10
Yohanes 17:17 : Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Ini doa Yesus kepada Bapa. Ya Bapa, kuduskanlah ini anak-anakKu yang di dunia ini dengan kebenaran. FirmanMu kebenaran. Nah, sekarang kita minggu kita denger Firman, minggu kita baca Firman, kita dikuduskan. Besok saudara pagi-pagi sebelum ke pasar, sehabis bangun pagi saudara sembahyang, buka Firman, Firman menguduskan saudara, saudara kerja di kantor, saudara kemanapun dijaga oleh Firman ini. Godaan datang untuk nyeleweng, tapi karena baru baca Firman, dijaga. Ada cewe lewat, dijaga. Kok nggak ada haleluyah? Resep da nya? Ada godaan ini, aduh uang kantor ini, tapi aduh rasanya teh saya mau pake dulu nih uang kantor teh mumpung euweuh nu nyaho. Dijaga oleh Firman. Mau korupsi, dijaga. Mau selingkuh, dijaga oleh Firman. Digoda oleh iblis di dunia, tapi dijaga karena kita kaum Goshen. Ada di dunia, tapi kita bukan orang dunia. Kita kaya ikan dilaut, lautnya asin tapi ikannya kan nggak. Kita kaya terate di tengah-tengah lumpur. Lumpurnya kotor, teratenya putih bersih.
Kita ini domba bukan babi. Kalau babi kena lumpur, resep, waduh ... gugulitikan, geus kana lumpur teh, nyanyi lagu F4, da resep. Tapi heran kalau domba kena lumpur sedikit, embeee ... dia cari air, dicuci. Dia nggak suka lumpur. Domba tuh maunya yang bersih. Anak Tuhan kalau ada Firman, dia udah tahu, duh ini nggak bener nih, kotor. Tapi kalau nggak ada Firman, nggak ada rem, nggak ada yang jaga, saudara-saudara, wah... Biar pendeta, biar Simson, nggak ada Firman, nggak dijaga. Nggak ada yang jaga. Makanya kita harus pake Firman. Jangan sok jago. Saya umpamanya pendeta, Ko Yoyo, Pak Awondatu, hebat. Tidak baca Firman, tidak belajar, tidak doa, tinggal tunggu aja waktunya.
Mari kita kembali kepada ayat yang tadi, kuduskanlah Kristus dalam hatimu, menjadi Tuhan dan Juru Selamat. Tidur nggak usah takut. Besok mau bagaimana tuh rencana, kan Tuhan yang punya hari depan. Dia punya hari depan, Dia pegang hari depan saudara di tanganNya. Jadi tenang. Pemain musik.
Minggu sore, 27 Oktober 2002
.....
Mazmur 91:14
91:14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
91:15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."
Wah, ada kerusuhan dimana-mana, kita perlu keamanan. Telepon lagi pacar kita : hallo Yesus sayang, tolonglah kirimkan satpam diatas segala satpam untuk menolong kepada kami, jaga supaya aman, ya. Lagi sakit : aduh sayang, bawa obat dong kesini, gua lagi sakit nih, tolong dong. Nggak ada jemputan, hujan : hallo sayang, kirim mobil dong, jemput saya. Itu lagi pacaran. Kalau sudah suami istri, apa masih begitu? Didalam rumah, telepon sama suami didalam rumah? Hallo sayang, gua perlu uang belanja. Dia bilang : gila lu. Gua ada didepan lu, masa lu telpon sama gue, umpamanya. Karena sudah menikah.
Banyak anak Tuhan masih pacaran sama Tuhan. Sedikit-sedikit .. memang lidah tidak bertulang, kata Bob Tutupoli. Tetapi apa kata Firman Allah. Tuhan mengakui : memang ini anak Tuhan ini, umat ini .. hatinya melekat kepadaKu sungguh sungguh. Ada 7 berkat kalau hati kita melekat kepada Tuhan, dengan sungguh.
Yang pertama. Ayat ke 14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya.
Apa artinya luput? Hampir kena tapi tidak kena. Pernah saya diajak makan di restoran di Singapur, makan bubur ayam. Gembalanya sekarang sudah di Kanada. Ditingkat ke dua satu restaurant, persis di huk, persis saya duduk .. ini restoran, ini huk. Jadi duduk saya di sudut. Bisa lihat jalan. Terdengarlah tembakan pistol .. thak. Beletek .. dibelakang saya. Waktu saya lihat, dekat tembok dari kaca itu bolong, saudara. Peluru. Ditemukan oleh satpam di tempat lain, ditemukan itu peluru; memang tembakan. Waktu saya duduk, saya pikir, kok kesini ya, itu yang nembak siapa? Di Singapur, saudara. Itu kalau nembaknya gini aja sedikit, kena wo te pantat. Tapi luput. Ada haleluyah, saudara-saudara? Orang lain .. tapi luput. Ada jemaat kami ada di Bali, waktu bom meledak. Kalau bom itu meledak di sini, itu Lok Thian kacanya pecah. Coba betapa dahsyatnya kekuatan. Dia tuh mau kesitu, mau ke jalan Legian itu, sudah sama pacarnya, sudah mau kesitu. Tapi seperti ada yang menghalangi. Aku akan meluputkan. Ada haleluyah, saudara? Orang lain celaka, saudara tidak. Ingat itu ayat. Seribu akan roboh di sebelah kananmu, sepuluh ribu akan disebelah lagi. Kepada kamu tidak kena - itu Mazmur 91.
Ayat 7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Itu artinya luput. Amin, saudara-saudara? Sebelas ribu orang kena, saudara cuma sendirian, nggak kena. Lebih dari delapan ratus orang dikurung disatu bioskop disatu teater di Rusia. Lima puluh orang, saudaraku, gerilyawan, itu teroris termasuk perempuan, enam belas perempuan taruh bom di badannya. Minta supaya tentara Rusia keluar. Satu hari, dua hari, hari ke tiga mulai ditembak, dua orang ditembak. Tentara Rusia masuk, semua teroris mati. Tapi 90 sandera juga ketembak. 700 orang hidup, tapi 90 orang juga ikut mati. Bayangkan sebelas ribu saudara, saudara satu. Sebelas ribu mati semua, saudara nggak. Itu artinya luput. Menurut ekonomi, Indonesia ini geus digawir, ceuk Sundana, sudah digawir. Eh .. ayun-ayunan, tinggal ancur, tinggal berantakan, bisa ribut. Tapi kalau saudara melekat sama Tuhan, luput. Apapun kesulitan kita, apapun kesulitan dunia, kalau kita melekat sama Tuhan, luput.
Berkat kedua. Aku akan membentenginya. Kalau saudara lihat dari luar, gereja kita cukup tinggi. Lima tingkat. Tapi saya pernah kerumah satu orang di jalan Jambu di Jakarta. Kasih lihat .. dia baru beli ikan koi bagus-bagus. Begitu masuk kebelakang, saya lihat itu tembok benteng wuih .. tinggi bener diloteng. Orang bisa masuk sih, katanya, kalau nggak gini. Iblis datang sama Tuhan. Dia bilang jalan-jalan. Tuhan bilang : apa kamu tidak lihat Ayub? Ayub itu begini .. takut akan Tuhan, saleh orangnya. Lha kata iblis, dia diberkati sih sama Engkau. Engkau mengelilingi dia, Engkau memagari dia. Baru dipagarin aja udah diberkati Ayub kaya begitu, apalagi kalau dibenteng. Baru dipagari saja sama Tuhan, berkat Ayub sudah luar biasa, apalagi janji disini dibenteng. Aku akan membentengi. Saudara girang dibentengi oleh Tuhan?
Yang ketiga. Bila dia berseru kepadaKu, Aku akan menjawab. Sembahyang apapun dijawab sama Tuhan. Banyak orang bersembahyang nggak dijawab-jawab.
Yang keempat saudara-saudaraku. Aku akan menyertai dia didalam kesesakan. Tuhan tidak bilang saudara bebas dari kesesakan. Tidak. Saudara akan lewat kesesakan tetapi ditemani sama Tuhan, ya. Murid-murid Yesus naik perahu kena gelombang tapi Yesus ada diperahu yang sama. Mungkin rumah tangga saudara mungkin usaha saudara sedang goyang tapi saudara-saudara saya mau kasih tahu Yesus ada disana bersama dengan saudara. Dia mau menemani asal hati kita melekat sama Tuhan.
Berikutnya. Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Siapa yang sudah baca saya punya artikel di Suara Pembaruan? Suara Pembaruan menghubungi saya, tolong bikin naskah. Darimana dia tahu saya suka nulis naskah. Sekarang dia tulis surat lagi melalui sms : tolong kirimkan foto, supaya naskah berikutnya bapak punya foto akan ada. Tolong kirimkan ukuran postcard. Hitam putih. Saya pikir saya mau kirim foto saya umur 17 tahun. Dimuliakan sama Tuhan. Doa untuk anak-anak ini jangan main-main saudara. Nanti saudara akan lihat mereka jadi apa, ya. Tidak main-main kita berdoa untuk anak-anak. Supaya mereka sukses supaya mereka berhasil supaya tidak kena narkoba. Mereka jadi baik, mereka jadi aktif, mereka jadi aktifis didalam gereja.
Berikut. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia. Saya katakan tadi Musa sudah bilang antara 70-80 tahun. Tetapi dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia. Jangan ada disini orang tua yang ngomong begini : urang mah geus kolot, moal bisa dipake deui ku Tuhan. Siapa bilang. Hudson Taylor masih khotbah yang luar biasa pada usia 89 tahun. Nabi Musa dipanggil oleh Tuhan jadi nabi pada umur 80 tahun. Nabi Nuh disuruh bikin bahtera pada waktu dia berusia 600 tahun. Jadi disini bapak-bapak, ibu-ibu yang tua jangan bilang : ah, ieu mah jeung barudak ngora we. Tidak. Kaleb dia berkata : dulu usiaku 40 tahun sekarang 85 tahun tapi kekuatanku sama untuk naik turun ke gunung itu sama, katanya. Ini luar biasa pemeliharaan Tuhan bagi Kaleb. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia.
Saya ingat tadi malam saja. Bapak ini kita nyanyi : panjang umurnya .. panjang umurnya. Yang disebelah, kita nggak ngomong, nggak keluar .. berhenti umurnya .. berhenti umurnya, nengok. Dalam satu keluarga, dari keluarga yang sama, satu ulang tahun bertambah umur, satu berhenti umur meninggal. Tapi mari kita perhatikan itu kata : dengan panjang umur akan Kukenyangkan dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan daripadaku. Pernah saudara sembahyang untuk anak-anak saudara supaya nggak kena narkoba? Habis pulang sekolah mereka punya teman-teman itu siapa. Kita kan nggak tahu. Apa yang mereka isep kita nggak tahu. Tapi kalau saudara melekat kepada Tuhan, Tuhan punya jaminan kepada saudara : Aku akan memperlihatkan keselamatan. Anak kita diselamatkan, menantu kita diselamatkan, keluarga kita diselamatkan, suami kita diselamatkan, istri kita diselamatkan, anak-anak kita diselamatkan, ci hu kita diselamatkan, mei hu kita diselamatkan, engkong kita diselamatkan, opa oma kita semua diselamatkan, keluarga diselamatkan. Tuhan akan memperlihatkan, Tuhan akan menyatakan ini.
Masuklah kita kepada bagian yang ketiga. Mazmur 92.
Kita membaca ayat berikutnya.
92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
92:14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
92:15 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
92:16 untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.
Seorang hamba Tuhan terkenal Spurgeon, dia pada usia yang lanjut 60an tahun, dia sudah ngomong dimana-mana : ya, usia saya sudah tidak lama lagi. Saya akan pulang, dan sebagainya. Lalu dia ketemu dengan satu pendeta yang umurnya sudah 70. Dia bilang sama pendeta itu : coba rem sedikit kegiatan karena bapak sudah umur 70 tahun. Sudah akan meninggal .. hati-hati. Ini pendeta yang 70 tahun bilang : saya tidak pikir kapan saya mau mati. Yang saya pikir saya mau kerja terus. Saya kerja terus sebisa saya sampai Tuhan, Boss saya bilang sudah selesai pekerjaanmu dan kamu pulang. Sebelum perintah itu datang, selama saya masih hidup, selama hamba masih bernafas, aku masih mau tetap kerja, aku masih mau bekerja. Saya tidak pernah pikir umur saya sudah 70, saya masih tetap mau kerja .. saya masih tetap mau kerja. Spurgeon anggap ini adalah teguran Tuhan bagi dia maka sejak itu Spurgeon tidak pernah lagi pikir-pikir umurnya sudah berapa. Dia tidak pernah lagi ingin dibikinkan ulang tahun keberapa, dia hanya kerja buat Tuhan sampai Tuhan panggil dia.
Saudara-saudara, ayat 13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon. Saudara belum tahu bahwa pohon korma mempunyai 12 keistimewaan. Tapi saya tidak akan bicara 12 keistimewaan. Saya hanya bicara satu saja. Pohon korma kalau ditebang, ditebas saja habis hanya tinggal tunggulnya batang, tunggu saja. Seminggu dua minggu. Dari tunggul yang ditebas itu keluar lagi daun, keluar lagi buah, keluar lagi bunga - itu korma.
Berkali-kali orang kristen ditebas. Gereja .. 750 gereja saIndonesia dibakar. Ditebas. Kita nggak pernah balas ini. Kita nggak pernah bakar mesjid. Nggak pernah. Kita diam. Kita nggak pernah bikin Front Pembela Kristen. Kalau kita agama kristen tidak perlu bela-bela. Justru terbalik. Yang bela agama kristen adalah Tuhan Yesus sendiri. Tuhan sendiri. Kita dibela Dia. Kita nggak perlu bela Tuhan. Nggak perlu bela agama kristen. Nggak perlu. Kita ditebas, darahnya orang kristen itu halal. Ditebas. Tapi ingat janji Tuhan. Luput.
Cianjur sekarang ini jadi terkenal diseantero dunia. CNN, BBC semua kasih reportase bahwa di Cianjur ada seorang namanya Hambali, tangan kanannya Osama bin Laden. Tinggal di Karangtengah. Sampai peta dunia dikasih lihat Cianjur dimana. Ditulis somewhere disitu tuh .. kira-kira disitu .. pakai tanda panah. Somewhere disana. Karena Cianjur tidak pernah ada dipeta. Ternyata Cianjur bukan hanya mengekspor tauco, beras dan kacang, asinan, Pera Pera .. eh Pera Pera, kacang asin, ternyata ada juga Hambali. Kita hanya berdoa saja. Kita tidak boleh benci, tidak boleh dendam. Berdoa saja. Ditebas .. jadi lagi.
Sebaliknya, saya mau bicara lebih khusus. Mungkin usaha saudara, uang saudara, pekerjaan saudara ditebas orang. Uang saudara di cia, dibawa kabur uang saudara. Mau ngomong ka ko Yoyo era. Mau lapor sama saya malu. Ya saya bilang juga jangan lapor. Kasasaha ge tong lapor da keur mere pinjeum na ge teu lapor. Ditebas. Saya mau kasih tahu. Berapa kalipun saudara ditebas, janji Tuhan engkau akan tetap diberkati. Uang saudara di cia ku batur, heg cia sampe ka cialat. Heg. Rejeki kita tidak akan bisa dirampas. Ditebas jadi lagi .. ditebas jadi lagi. Itu pohon korma. Haleluyah. Jangan pohon korma teh asal bulan puasa saja. Aduh makan korma ngeunah nya .. ieu teh korma mana, korma Saudi Arabia, Kuwait atau korma mana. Geus puguh korma meunang menta eta mah. Korma mana ieu teh? Korma Kuwait. Memang korma yang paling enak adalah korma gratis, saudara-saudara. Tapi saudara harus belajar pohon korma adalah bayangan orang kristen ditebas ngelehan jadi deui diberkati Tuhan. Ditebas .. jadi deui, ditebas .. jadi deui, difitnah .. - saudara tahu fitnah bahasa Sunda nya dipitenah - .. jadi deui. Haleluyah. Puji Tuhan. Itu baru pohon korma, saudara.
Ayat 14 Mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
Ini tadi anak-anak kita. Ditanam di Bait Tuhan. Suruh sekolah minggu dari kecil. Tanam di Bait Tuhan jangan kemana-mana. Hari kamis suruh mereka kaum muda. Hari minggu ayo sekolah minggu tanam. Mereka akan bertunas. Bertunas itu tumbuhan yang baru mereka bertunas, haleluyah, dipelataran Allah kita.
Ayat 15 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.
Dengar ini ilustrasi. Ada suami istri sudah tua tapi masih hidup satu dengan yang lain. Satu umur 75 suami, istrinya umur 72. Mereka lagi duduk-duduk, saudara-saudara, ditempat yang dingin berdua, ngobrol-ngobrol. Celetuk teh si ibu yang umur 72 teh ngomong sama si suami teh : sayang, ... Nggak mau kalah sama anak muda. Sayang, ingat nggak waktu kita pacaran dulu. Kamu duduk itu nggak jauh begini, lho. Suka dekat duduk sama aku. Berdiri si bapa teh : ya, soal begitu mah atuh nggak usah dipikirin. Dia langsung duduk disampingnya ini ibu. Senang hati ibu. Sayang, .. Ngomong lagi. Ingat nggak dulu kalau kita duduk bersama begini engkau suka memegang tanganku dan meremas-remas jariku. Ehm, cek si bapa teh, itu mah urusan ringan. Dipegang tangannya dikeukeupeul .. dikeukeuweuk. Aduh, tambah berbunga sampai meureum segala si ema teh umur 72. Sayang, .. Ketiga kali. Ingat nggak waktu dulu kita pacaran, kamu suka berbisik ditelingaku dan suka jail suka gigit-gigit telingaku. Begitu sampai disitu, si suami langsung berdiri, lari kedalam rumah. Kaget si ibu. Mau kemana kamu? Aku mau ambil dulu gigi palsu. Karena kalau menggigit tanpa gigi palsu .. getek.
Ayat ke 15. Pada masa tua pun mereka masih
berbuah. Ada haleluyah, saudara-saudara? .. menjadi gemuk dan segar, Untuk
apa berbuah? Ayat terakhir.
92:16 untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar ... Nah, disini kita yang
belum belajar. Kita cuma nyanyi Oh Tuhan, Engkau baik buat saya .. Oh Tuhan,
Engkau baik buat saya .. Oh Tuhan, Engkau baik buat saya .. Engkau s'lamatkan
dan sembuhkan saya. Sampai situ. Tuhan, Engkau baik buat saya.
Menyelamatkan dan menyembuhkan saya. Kita belum belajar Tuhan itu beuneur ..
leumpeung. Nggak begini jalannya. Tuhan kita kudus, Tuhan itu benar. Maka kita
umatNya juga musti benar. Janji musti benar, ya.
... bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya. Saya ingin ceritakan mengenai kecurangan saudara. Banyak suami menekan sama istri supaya istri berbuat ini .. berbuat ini, sampai si istri stress. Sebaliknya juga, banyak istri menekan suami supaya suami begini .. begini akhirnya jadi stress. Tapi dengar ini cerita. Saya cerita dua cerita kejadian betul. Dua-duanya menimpa teman saya.
Saya punya teman di Jakarta. Anak pantekosta. Ganteng. Mukanya kaya Marlon Brando, saudara. Walaupun dia lebih pendek dari saya tapi anaknya ganteng dan kaya. Dia punya istri kaya bintang film sinetron. Geulis pisan. Cakepnya luar biasa. Dikaruniai anak sampai tiga. Saking sayang nya dia sama istri, beli rumah atas nama istri, beli restoran atas nama istri, beli berlian beli arloji atas nama istri. Beli tanah atas nama istri, beli ruko atas nama istri. Ke Singapura jalan-jalan aduh ada hotel murah nih bukan hotel mewah, bintang tiga, tapi mau dijual - dia beli atas nama istri. Ke Hongkong ada restoran mau dijual, dia beli atas nama istri. Semuanya atas nama istri.
Ketika mereka pada puncak-puncaknya anak sudah SMP, istri membelot lari dengan pria lain pacarnya waktu di SMA. Teman saya ini sudah sewa pembunuh bayaran. 50 juta, suruh bunuh itu laki-laki. Tapi besok mau dikerjain malam ini dia buka alkitab dengan air mata berlinang-linang. Pas dia buka, Matius 7:1 Jangan kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi. Dia nangis. Kalau begitu Tuhan, biar saya hancur saya tidak akan menghakimi. Dia kasih ganti rugi 5 juta tapi pembunuh bayaran tidak jadi disuruh. Istri membelot begitu, tanah dia punya, rumah dia punya, hotel dia punya, restoran dia punya, semua barang-barang dia punya. Dibawa habis.
Dengar baik-baik. Tuhan kita Yesus, nggak akan kaya begitu sama kita. Tuhan Yesus tidak akan meninggalkan saudara ditengah jalan. Dia tidak akan curang kepada kita, saudara. Dia tidak akan membiarkan. Kalau Dia mengampuni kita, Dia tidak akan korek-korek, Dia tidak akan membangkit-bangkit, tidak. Kalau Dia ampuni, Dia ampuni betul. Dia tidak akan meninggalkan kita, Dia tidak akan curang.
Yang kedua. Teman saya juga, baru ketemu lagi. Sudah dikursi roda. Masih muda. Pada umur 26-27 tahun, saudaraku, dia sudah punya pabrik keramik. Tabrakan mobil, kecelakaan, lumpuh dari pinggang kebawah. Pinggang keatas berfungsi, pinggang kebawah tidak berfungsi. Satu tahun dia lumpuh. Tiba-tiba satu pagi istrinya datang dengan menangis : koko, saya cinta koko, saya sayang sama koko, saya cinta, tapi saya tidak bisa hidup begini sama koko. Karena dia malu punya suami begitu. Si suami tahu diri. Boleh. Dia tulis cek, dia bikin surat perjanjian, rumah dikasih untuk dia, dikasih berapa ratus juta untuk dia. Silahkan kamu tinggalkan aku. Bikin surat perceraian. Dia menikah lagi dengan lelaki lain. Si suami mengerti. Dia rela ditinggalkan.
Saya kembali minta saudara dengar baik-baik. Yesus kita itu, nggak akan kaya begitu. Waktu kita nggak mampu, waktu kita nggak bisa apa-apa, waktu kita di kursi roda, Yesus tinggalin kita - nggak. Yesus mah nggak. Dia nggak pernah curang. Nah, ini yang saya perkenalkan malam hari ini kepada saudara. Yesus saya yang tidak pernah curang. Yesus yang tidak pernah mengecewakan. Yesus yang tidak pernah, maaf saya pakai istilah ini, Yesus tidak pernah menghina saya. Dia juga tidak akan pernah menghina saudara. Dia tidak akan merendahkan saudara. Nggak. Dia akan mengangkat saudara. Ini Yesus saya.
Nah pada malam hari ini, didepan kita ada roti dan anggur. Ini salah satu cara Yesus mengangkat kita. Dia tidak akan pernah curang. Nah kenapa Daud berkata : Dia gunung batuku - ayat terakhir tadi. Karena di Israel tidak ada hutan, saudara. Padang gurun, batu-batu, gunung, itu aja. Nggak ada hutan. Seperti hutan kaya kita itu lebat, nggak ada. Gurun pasir aja, warnanya coklat saja dimana-mana. Bukit ada 4.312 bukit. Disanalah suka ada domba. Disanalah ada binatang buas, di gurun-gurun itu. Nah, waktu Daud dikejar sama Saul, dia bersembunyi disitu, digunung batu. Hari ini dia bersembunyi di gunung batu itu. Saul cari. Begitu sudah ketemu ini, dikejar, dia lari ke gunung batu yang lain. Jadi dia bilang : Tuhan, Engkaulah gunung batuku. Dan Engkau tidak pernah curang, tidak pernah meninggalkan Aku.
Saudara punya teman curang? Biarkan. Tuhan kan lihat. Tuhan yang nggak pernah curang, Dia lihat. Cara kerja saudara yang baik, Dia nilai. Hati saudara yang murni, Dia nilai. Kemampuan saudara yang terbatas, Dia nilai. Apapun juga yang saudara perlu, Dia tahu.
Besok aku tidak pikir dulu. Sekarang dulu aku hidup benar sampai nanti jan 12 malam, aku hidup benar. Masuk setengah satu pagi, aku mau hidup benar di hari yang baru. Malam hari ini, saya ingin tekankan satu hal. Yesus mengasihi saudara. Mari kita tundukkan kepala, kita akan menyanyi satu nyanyian.
--<><--
______________________________________________________________________
Situs ini bersifat informasi umum, khususnya bagi saudara-saudara seiman,
berisi tentang sejarah singkat Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur,
Yayasan Kabar Baik, Sekolah Umum, Jadwal Ibadah serta Berita Aktual.
Perubahan terakhir situs ini tanggal : 30 Oktober 2002