Khotbah Minggu Sore November - Desember 2002 ~ Pdt JE AwondatuGereja Pentakosta di Indonesia - CianjurJl. K.H. Hasyim Asyari no. 75 Cianjur 43214 - Indonesia. Telp. (62-263) 261161 |
Minggu sore, 03 November 2002
S A K S I, B E B A N & L O M B A
Ibrani 12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Dalam ayat 1 ini, kita akan belajar 3 hal. Yang pertama ditulis disana : karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita. Kata saksi disana mungkin bisa menyesatkan kita, kalau kita anggap saksi itu adalah martus atau orang yang bersaksi. Biar saya pakai salinan saya sendiri : karena kita mempunyai banyak penonton, bagaikan awan yang mengelilingi kita.
Saudara dan saya ini ditonton. Sadar atau tidak sadar, tahu atau tidak tahu, saudara ini ditonton oleh orang. Bagaimanakah cara saudara berjanji, apa janji saudara itu bisa ditepati sungguh atau tidak - sebagai orang kristen. Apa kita punya cari bisnis ini lurus, baik sebagai orang kristen. Orang nggak akan nilai kita punya hidup yang lama tapi hidup baru. Apa kata-kata kita bisa dipercaya. Maka maksud saya, saya itu .. bagaimana ya saya mau taruh .. bukan soal Pera Pera nya .. bukan, saudara. Tapi saudara itu ditonton orang. Saudara dilihat orang. Tidak ada bedanya orang kristen dengan orang non-kristen. Sami mawon sego rawon. Kita ini ditonton, dilihat oleh orang lain.
Anggap kita dalam pertandingan sepak bola. Ada dua macam penonton di stadion itu. Penonton yang pro sama saya, sama kita. Dan penonton yang anti kepada kita. Kalau kita sedang bawa bola, orang yang pro kepada kita : wah, bagus .. - tepuk tangan - .. bagus .. mendukung, mensupport kita. Tapi orang yang anti sama kita akan mencemoooh : wuuh .. wuuuh .. wuuuh. Kita ini ditonton. Banyak saksi seperti awan rupanya.
Bahkan awan itu ada dua macam : awan putih dan awan yang gelap. Kalau pelukis coba bikin gunung kasih awan yang putih, awan yang bagus. Kita ini ditonton. Kalau awan putih ini kata-katanya baik semua mendorong mensupport kita. Apa yang kita itukan disupport. Tapi kalau awannya gelap .. ditonton. Ada yang pro, ada yang tidak.
Biar saya kasih ilustrasi. Waktu cucu saya lahir, saya bikin nama buat dia. Nama yang saya siapkan adalah Reza. Dari Injil Lukas 3. Tapi baik Helga maupun menantu saya nggak mau pake nama itu. Nggak ah, pa. Sudah punya pilihan sendiri Yosia. Josiah bahasa Inggrisnya Yosia. Wah, dalam hati saya Yosia ya Yo lagi. Kenapa nggak dipakai Reza ini bagus. Menantu juga : daddy udahlah. Sudah. Sudah ada nama, kita sudah suami istri sebelum lahir sudah disiapkan nama.
Nah, tiba-tiba saya dapat sms dari Denpasar waktu saya KKR di Denpasar, ada satu eks Cianjur siswi sedang hamil. Oom, tolong ya bantu doa saya oom, supaya melahirkan semua beres ini. Katanya dokter saya diperkirakan kemungkinan bisa kembar. Saya bilang kembar tiga. Ah, ... oom. Saya dapat sms kembar tiga ini, dua perempuan satu laki-laki. Coba tolong oom kasih nama anak yang lelaki itu. Saya kirim nama Reza. Diterima saudara. Aduh, terima kasih oom, terima kasih.
Tuh, kalau nggak suka, biar menantu sendiri biar anak sendiri ya Reza .. rese nanti. Tetapi kalau saudaraku memang menyukai .. murid saya ini namanya Sri ya, eks angkatan VI, itu melahirkan anak tiga. Aduh, baru buka jemaat, jemaatnya masih kecil dikasih tiga. Haleluyah. Kalau dia tanya sama saya, saya akan kasih nama ABC, dari A itu apa, B itu apa, C itu apa. Tapi ya sudahlah diterima.
Jadi yang menonton itu ada yang pro sama kita, ada yang tidak sama kita. Bahaya sekali kalau kita sedang bertanding, mendengar kata-kata penonton. Satu pendeta dari Jember seorang Tionghoa pernah datang disini dan saya masih suka sepak bola. Dia ikut sepak bola di Maleber. Lalu dia cerita. Saya dulu pernah main di Persib bertanding di Bandung di Gasibu. Dia kanan luar memang dia jalan - maaf bicara, agak egang, ya. Tapi memang dia kanan luar. Waktu dia lagi main, katanya, ada penonton ngomong begini : ini kanan luarnya - maaf bicara, ini orang omongan - ini kanan luarnya suka main cabo, katanya. Saudaraku, ini orang kanan luar lagi main bagus-bagus terus jadi jelek. Karena itu penonton menjatuhkan dia.
Nah, ini yang saya maksud rasul Paulus berkata : kita ini dikelilingi oleh penonton seperti awan. Ada yang pro sama kita, ada yang anti sama kita. Ada yang senang saya main golf, ada yang nggak senang saya main golf. Ada yang senang saya dapat mobil baru, ada yang tidak senang. Itu saya harus sadar. Ada yang suka sama saya, ada yang tidak suka sama saya. Saya harus sadar. Tapi saudara juga harus sadar bahwa ada penonton ini, banyak yang menonton .. pro dan yang kontra.
Nah, kadang-kadang kita sering salah menilai dan salah dinilai tapi ini memang hak penonton. Penonton mau bilang bagaimana, saudara-saudaraku mau marah - namanya penonton. Kadang-kadang pemain dilempar batu, nggak salah nggak apa. Wasit kadang-kadang tidak salah dilempar batu. Nah, inilah penonton. Maksudnya saya sedang bicara penonton. Rasul Paulus berkata : karena kita mempunyai banyak saksi - penonton, bagaikan awan yang mengelilingi kita.
Di Amerika ada seorang pendeta naik bis. Kalau di Amerika naik bis, saudara begitu naik dia bayar dulu, kasih dulu uang. Bayar 50 cent atau 75 cent atau 20 cent atau 1 dolar. Dia bayar. Ini supir kembaliannya itu lebih. Begitu dia ambil, dia jalan. Sementara jalan ke bis, uangnya lebih. Lalu dia balik lagi sama supir : ini kembalian yang bapa kasih .. lebih. Supir jawab apa? Saya sengaja kok. Kenapa sengaja? Saya dengar bapa khotbah minggu lalu mengenai kejujuran. Jadi saya mau tahu apa bapa yang khotbah betul-betul jujur apa nggak. Jadi saya sengaja kasih uang lebih. Ini penonton, saudara-saudara, sedang memperhatikan saudara.
Karena kita mempunyai banyak saksi - Ini penonton, bagaikan awan yang mengelilingi kita. Di alkitab ada 12 macam awan. Saya tidak ada waktu untuk cerita, saudara-saudara. Dua saja awan : awan yang putih bersih yang menopang kita. Aduh, saya teh lagi ada percobaan. Penonton awan yang putih nih : ayo, kita bantu doa. Problem mah semua juga ada atuh ci, ko. Ayolah kita doa. Sabar, nanti juga Tuhan menolong. Tapi awan yang gelap. Aduh, saya teh lagi ada pusing, lagi ada problem. Ya, kabeh ge atuh jelema mah aya atuh problem mah lah. Didinya ge problem, urang ge didieu problem. Masing-masing we. Teu ngeunah ngadenge na oge, da awan gelap. Komo numake guludug mah, komo nu make halilintar mah. Nggak enak. Nah, ini saudara harus sadar, kata rasul Paulus, ada penonton yang pro sama kita, ada penonton yang anti sama kita - membawa kita kepada hal yang kedua.
Hal kedua dikatakan disana : marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita. Saya tidak mau bicara tentang dosa. Semua saudara sudah tahu. Main perempuan dosa, nipu uang orang lain dosa, minjam uang langsung kabur dosa, membunuh dosa, ngebohong dosa, selingkuh dosa, ya. Saudara sudah tahu itu dosa, semua sudah tahu dosa, ya. Tapi saya mau bicara tentang beban karena beban bukan dosa tapi beban sanggup menghalangi saudara dari kemajuan saudara. Dikatakan : begitu merintangi kita. Pegang Ibrani 12, kita buka dulu Galatia
6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
- Ini awan putih -
6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
Ayat 5.
6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. - Bebannya sendiri
-.
Ayat 2 : bertolong-tolonganlah memikul beban. Tapi ayat 5 : tiap orang akan memikul beban sendiri. Jadi kalau saya bicara beban, ada dua macam beban. Beban yang bisa dipikul bersama-sama. Contoh ini : saudara Iyong kemarin kebakaran rumahnya, tokonya sedikit. Mari kita kumpulkan, saudara, meringankan beban, kumpulkan kolekte. Saya lupa, saudara-saudara, umumkan seharusnya gembira (gembala kecil urusan ibadah raya - pen.) yang umumkan. Kolekte berhasil dikumpulkan 2,7 juta, saya genapkan tiga ratus tambah, jadi 3 juta. Saudara Iyong sudah mengucapkan terima kasih dan saya sampaikan pada saudara. Saudara memikul beban dia, masing-masing beban, memikul. Ayo. Ada yang kasih seratus ribu, ada yang lima puluh ribu, ada yang kasih sepuluh ribu, ada yang kasih lima ribu. Memikul beban, sama-sama memikul beban.
Tapi ada beban yang saudara Iyong sendiri yang harus pikul. Kita nggak bisa ikut memikul. Contoh. Karena kebakaran, saudara Iyong, umpama, dipanggil polisi. Minta keterangan. Dia yang harus bicara. Masa saudara Iyong akan berkata : tolonglah hubungi kepada gereja pantekosta, tanyalah setiap jemaat, kenapa toko saya terbakar. Nggak bisa dong! Kita mah teu nyaho kunaon kabakaran na, kahuruanna kumaha. Ada sesuatu yang dia sendiri harus pikul.
Nah, yang disebut oleh Ibrani itu bukan beban yang bisa dipikul bareng-bareng, tapi beban pribadi. Kembali lagi kepada Ibrani. Jadi sekarang saudara tahu, ada beban yang harus ditanggalkan karena begitu merintangi kita. Dikatakan semua beban. Saya ulangi supaya saudara tidak salah, ya. Beban bukan dosa, dosa lain. Kalau beban ini dosa sudah digabung dalam dosa. Tapi beban ini bukan dosa. Beban ini namanya saja beban. Maka saya umumkan sama jemaat kalau bisa jangan pinjam uang sama bank. Beban. Beban apanya? Bayarnya. Karena bank kalau lagi kasih pinjam uang, angin surga. Tapi begitu dia mau eksekusi, nggak ada belas kasihan. Karena bank ini memang begitu.
Dulu ada teman saya di Jakarta, mau pinjam uang di satu bank, depannya nama bank itu K, bank itu. Dia datang baik-baik, temennya anterin, ini katanya, bapak ini mau pinjam uang 5 M untuk modal. Seharusnya dia kasih dong. Kalau mau kasih ada jaminannya, empat sertifikat tanah, besar, harga lebih dari 10 M, jaminannya. Kasih dong. Ini nggak. Boleh, kami kasih 5 M. Tapi bapak musti kasih kepada saya 1 M. Jadi 4 M yang diterima, tanda tangan pinjaman 5 M. Satu milyar teh kecil? Besar! Kerja belum, dagang, usaha belum, sudah disunat satu milyar oleh orang bank sendiri.
Ini yang nganter, temennya yang nganter : saya kan udah ngenalin, pak, saya minta gope tiauw. Pinjem 5 M, tanda tangan pinjaman 5 M, yang dia terima 3,5 M. Jadi dia bilang : aduh ko Yoyo, saya nggak kuat. Saya mau pinjam sama si A ini, anak Tuhan, jemaat juga. Ini A, punya papa. Papanya bilang : tanya oom Yoyo, boleh kasih pinjem atau nggak. Tanya sama saya : bisa nggak saya kasih pinjem sama orang ini? Aduh, saya bilang, saya nggak berani menjamin tapi selama ini orang ini baik, tapi saya tidak bisa menjamin. Saya nggak mau nama saya dipakai jaminan. Tapi selama ini, orang ini baik. Kenapa? Saya nggak mau dapat beban. Ini contoh. Meminjamkan uang, yang pinjam uangnya tiba-tiba mati.
PT.QSAR. 500 milyar uang orang nggak tahu kemana aja. Jadi engkol nggak ada engkolnya, jadi kentang nggak ada kentangnya. Yang buka Hamzah Haz. Yang diundang .. ketua MPR itu siapa .. Amien Rais. Kalau mau kabur mah kabur. Nah, ini ada satu istri diem-diem, nggak ngomong sama suaminya, dia ikutan nope tiauw. Begitu hilang dia stress mau ketemu suaminya. Stress. Karena dia tahu itu bukan uang suaminya. Itu uang perusahaan. Ah, ini beban. Nah, tanggalkan yang begini-begini itu tanggalkan. Nggeus .. jangan cari beban. Sudah punya anak, sudah punya istri, anak ge nggeus parawan .. nggeus, tong ngaku keneh bujang. Jangan bikin beban.
Saya yakin Firman Allah tidak salah. Saya kasih ilustrasi. Kereta api Semarang - Kuwu. Sus .. sah .. sus .. sah .. Pas ini mama saya praktek di Kuwu dulu. Sus .. sah .. sus .. sah .. Mama saya tidak sekolah alkitab tapi praktek dimana-mana dibawah pendeta yang besar-besar. Susah apa mas? Tuiiit. Susah apa, mbok? Tuiiit. Ada mbok bakul jamu naik kereta api. Bakul jamunya dipikul saja. Naik kereta api. Datang kondektur periksa karcis. Mbok mau kemana? Kuwu, mas. Kuwu masih aduh masih jauh. Kenapa memangnya? Ya, duduk dong, gembolannya buka. Taruh. Oh, iya. Dibuka gembolan jamu, ditaruh, dia duduk di kereta api. He-euh ya. Sampai ketiduran belum sampe di Kuwu.
Anak Tuhan banyak yang begitu. Udah masuk di kereta api Yesus tapi itu beban persoalan sehari-hari masih digembol. Haleluyah .. haleluyah .. puji Tuhan .. Tiada nama seperti nama Yesus. Naha nya urang teh geur nyanyi Tiada nama eta teh bari geus pake kegerakan tidagor deuih hulu teh kana tihang. Tapi naha nya ieu teh masih beban. Habis itu beban tidak dilepas. Ingat ada beban bisa dipikul sama-sama, ada beban yang dipikul sendiri.
Anak saya sekolah saya bisa support tapi didepan Tuhan soal keselamatan Revi dan Helga sendiri-sendiri. Helga nggak bisa : papa saya pendeta, Yesus, papa saya pendeta Awondatu, direktur sekolah alkitab. Sendiri .. kamu bagaimana? Saudara nggak bisa : pendeta saya ko Yoyo, pak Awondatu. Masa Petrus nggak kenal pak Yoyo, Awondatu Warungjajar. Itu pendeta saya. Kalau sudah dipintu surga mah masing-masing sendiri-sendiri pikul beban. Istri sayapun sendiri. Saudara pun sendiri. Saya nggak bisa ngomong : itu tuh oom Yan tuh sama tante Tjoan, itu papa dan mama saya.
Saudara masuk surga bukannya borong duren. Duren kadieu ... satanggungan kabeh nu buruk, nu penjol, nu buleud, nu mehong, kabeh ieu sabaraha? Nggak bisa, kalau masuk surga nggak bisa borong duren. Masing-masing dibuka. Bagus .. masuk, busik .. keluar. Ada beban. Nah, ini beban tanggalkan.
Saya dulu pelari cepat. Lagi SMP saya juara ke satu lari 100 meter pada waktu 17 agustus karena mencuri start. Bukan mencuri tapi saya anggap itu kebijaksanaan, kepandaian. Karena dulu line itu dari tali dari tambang. Nggak ada pistol tapai cuma mulut saja aba-aba. Bersedia .. awas .. bendera begini. Yang ngitung dari sana. Ya .. begitu ya itu turun bendera. Jadi orang lain awas .. lihat kedepan, saya lihat bendera. Begitu bendera mau turun saya lompat. Jadi hanya sepersekian detik saya lebih dulu lari. Tidak mencuri. Pas tepat bendera turun, saya sudah lari. Menang. SMP 13.6 detik. Abis SMP. Sekarang pelatih saya suruh saya gendong. Jangan gendong, bawa saja beras 10 kg. Lari lagi. Nggak bisa lari lagi 13 detik. Bawa ransel diisi batu 20 kilo .. lari. Nggak bisa lari. Saudara suruh gendong istri saudara lari 13 detik. Nggak bisa .. mungkin 30 detik baru sampe.
Saudara-saudara, beban itu. Bagaimana saudara supaya bisa 13 detik lagi? Lepaskan beban, lari lagi. Saya mau tanya sama saudara, saudara mau lepaskan beban saudara? Maka ceng li Tuhan Yesus berkata dalam Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Come on, marilah kepada-Ku, Yesus bilang, Aku akan memberi sentosa kepadamu, Aku akan memberikan damai, Aku akan memberikan ketenangan, keteduhan, kesentosaan.
Jadi maksud saudara ke gereja teh apa? Datang kepada Yesus minta sentosa tapi beban saudara kasih sama Dia. Ini beban saya. Aduh, anak saya teh sakit sudah 2 bulan, kok nggak baik-baik - beban. Aduh, suami saya teh nggak mau kerja lagi. Males pisan .. gawena teh kumaha nya - beban. Dulu ada satu ibu datang sama saya : aduh bantu doa nih, suami saya nih nggak ada kerjaan. Kalau disuruh kerja teh nembalanna teh kieu : ah, kita mah harus dengan iman. Nanti pekerjaan mengikuti kita. Si engko atuh mun teu kaluar iraha atuh gawe. Ah, kumaha Tuhan we. Nggak mikirin itu istri anak makan apa, nggak mikirin itu. Nah, ini yang disebut ilmu kudu. Yang celaka yang kaya begini. Beban.
Wah, bulan puasa sudah dekat. Yang buka marema yeuh. Tapi inget, setelah bulan puasa, ada lebaran. Pembantu rumah tangga pada mudik. Beban. Kenapa? Nggak bisa ke gereja oom. Kenapa? Pembantu mudik. Tuh, menghalangi kemajuan kita. Nggak bisa bedstone, nggak bisa doa, nggak bisa puasa. Aduh, cape oom, beban. Nggak ada. Dari atas sampe bawah saya musti kerja. Pembantu pulang. Beban. Saya bisa ngomong satu-satu macam beban-beban dari rumah tangga, keluarga, toko, usaha, warung, semua beban. Saya bisa ngomong. Tapi yang dimaksud rasul Paulus : mari kita tanggalkan beban ini. Ada haleluyah, saudara?
Tapi seringkali saudara itu begini kalau datang sama Tuhan. Bawa beban dari rumah .. memimpin pujian dengan semangat .. singer luar biasa. Bebanku terlepas .. Bebanku terlepas .. Dibawah kaki Yesus .. Jiwaku disembuhkan .. Bebanku terlepas .. Kebetulan ada tamu hamba Tuhan : siapa yang ada beban persoalan keberatan percobaan maju kedepan. Serahkan sekarang, kata hamba Tuhan. Sudah didoain satu-satu, tumpang tangan. Nanti minggu hareup teh : ko Yoyo bantu doa nya. Aya beban. Beban naon? Nu kamari tea. Ya ampun. Itu beban taruh ditinggalkan dirumah Tuhan, biar Tuhan yang tackle. Ada haleluyah, saudara?
Aduh itu ustad Ba'asyir, begitu ditanya sama siapa .. ditanya sama siapa : tanya sama pengacara saya. Dia nggak mau jawab. Ditanya sama polisi : tanya sama pengacara saya. Karena dia sudah serahkan persoalannya kepada pengacara.
Kan Tuhan Yesus pengacara kita. Itu persoalan saudara beban saudara serahkan kepada pengacara saudara. Kepada Tuhan. Sudah tenang we nggeus, kumaha pengacara kita. Kalau pengacara didunia mah pan pengangguran banyak acara, kalau pengacara kita dari Kristus mah saudara-saudaraku luar biasa. Dia bukan pengangguran, Dia sanggup memberi berkat. Ini membawa kita kepada hal yang ketiga.
Dan hal yang ketiga kalau beban sudah dilepas disuruh lomba. Kalau tadi kaum ibu disuruh lomba masak, sekarang ini lomba lari. Ayat 12 tadi dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Bahasa Inggris : and let us run, marilah kita berlari .. with endurance, dengan daya tahan. The race that is set before us, satu perlombaan yang diset sama Tuhan.
Saudara tahu kalau saudara diset, saudara makan direstoran, mau makan apa menu nya? Saya nggak tahu pilih apa. Ya sudah. Saya set aja. Full set aja nomor satu. Nomor A. Nomor B. Sudah dari pertama sampai tusuk gigi sudah disiapkan. Saudara nggak boleh milih yang lain. Udah set itu saja. Keluar pertama sop, keluar kedua nasi sama .. terus keluar ketiga terakhir buah .. terus keluar minuman orange juice nya dikasih .. terus keluar terakhir tusuk gigi .. terakhir lagi bon. Udah nggak bisa tambah lagi. Itu namanya set.
Nah, perlombaan yang kalau sudah diset, nggak bisa saudara ngomong A .. ngomong B .. ngomong C .. usul .. nggak bisa. Ikut aja perlomban. Saya pun begitu. Nggak bisa saya milih. Apa yang saudara lomba, saya juga ikut. Ini kita berlomba. Tapi itu ada kata endurance, daya tahan. Jadi ini perlombaan bukan lari 100 meter tapi lari maraton. Saya pernah berlari dari Sukabumi ke Cianjur, 29 kilometer tidak rasa cape. Sambil ketawa-ketawa lari. Dari Sukabumi saudara. Nggak ada capenya. Kenapa? Karena saya berlari dalam mimpi. Saya sedang membaca ayat .. coba kita buka Yesaya 40. Lalu sampai ketiduran kebawa mimpi. Tapi saya rasa ini bukan kebawa mimpi, Tuhan sedang berbicara kepada saya bagaimana kalau kita berlari bersama dengan Tuhan, Tuhan memberi kekuatan yang luar biasa.
Yesaya
40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Dalam mimpi itu saya lari sampe di Gekbrong saudara.
Pas turun, wah saya bilang, saya sudah mendahului paling depan saya. Kok
nggak ada cape. Sampe saya terbangun. Dengar baik-baik, ini bagian yang
terpenting. Seperti itulah Tuhan mau memberi kekuatan kepada saudara. Berlari.
Filipi
3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Bukan hanya kita, Pauluspun berlari. Tapi dengar baik-baik : iblis tidak senang saudara maju, dan iblis tidak takut kepada jemaat yang cuman bisa ke gereja tok. Tapi kemajuannya ikut Tuhan itu larinya seperti six million dollar man. Yesus mah sudah di Cipanas, ka Pera Pera deui, ka Pera Pera deui. Aduh, dia tidak akan takut. Kenapa? Karena slow motion.
Wah, ini gembala jiwa yang hilang harus pikir nih, yang dari Sukabumi sudah satu bulan nggak ada, salah satu gembala ada di sana. Memang sekarang sudah pindah ke Jakarta, kebanyakan di Jakarta. Tapi saudara lari kemana ini? Mau lari cepet atau slow motion? Maka kalau saudara ikut Tuhan slow motion, apa saudara pernah baca ayat di Alkitab : maka berfirmanlah Yesus, ikutlah Aku dengan santai dan kalau ada waktu. Beribadahlah kepadaKu, tiga bulan sekali sudah cukup. Carilah Aku pada waktu kamu sakit, pada waktu kamu perlu Aku, pada waktu kamu butuh, cari Aku. Tapi pada waktu kamu senang, tidak usah kamu cari Aku, senang-senanglah. Nggak ada, saudara.
Bukan hanya waktu susah .. aku datang pada Yesus. Itu ciptaan saya. Bukan hanya waktu sakit .. aku datang pada Tuhan .. Tapi juga waktu senang .. aku datang kepadaNya .. Disegala waktu aku perlu Tuhan .. Glori, glori, haleluyah. Ngan eta na weh nu apal teh. Glori, glori, haleluyah .. Puji namaNya .. Glori, glori, haleluyah ..Puji namaNya. Itu nggak dipikir. Sebab apa? Kita nih kalau lagi susah, baru cari Tuhan. Kalau kita sakit, baru cari Tuhan. Kalau kita senang, boro-boro, lupa sama Tuhan. Mari kita lari. Berlari-lari, berlari-lari, kepada sasaran.
Kembali lagi kepada Ibrani pasal 12, saudaraku. Di sana kita akan lihat hal yang terakhir, dikatakan : Marilah kita berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan, yang sudah diset, didepan kita. Karena ini lomba lari, saya musti baca 1 Korintus 9, sebagai ayat terakhir. 1 Korintus 9:24-27,
9:24. Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat
hadiah - Piala. Juara I - Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Jadi biar pendeta juga harus ikut ini perlombaan. Supaya jangan dia ngajar orang, orang yang diajar masuk surga, dia sendiri masuk neraka. Saya tidak mau ada jemaat nanti dari surga teriak sama saya di neraka : ko Yoyo kunaon aya didinya, ko Yoyo aya di naraka. Aduh, eta ko Yoyo kunaon aya di naraka nya? Padahal manehna teh anu ngajar urang ti sakola minggu. Kenapa dia ada di neraka? Saya nggak mau begitu. Udah cape-cape sekolah alkitab, udah cape-cape puasa tiga hari tiga malam, sudah cape-cape cari jiwa, dicaci, dimaki .. masuk neraka. Saya mah nggak mau. Daek teu daek kudu sorga weh. Udah cape, harus bener-bener, harus hidup baik.
Sebagai pelari harus apa? Banyak tantangan gede. Nemo punya kakak, Pino Bahari itu juara tinju Asian Games, Asia. Tapi waktu saya denger latihannya, saya nggak aneh. Push up seribu kali satu hari, dihitung. Seribu kali. Saya sepuluh kali aja udah ngos-ngosan, dia seribu kali satu hari. Perutnya dipukul sama bapa mama nya. Mamanya, bapanya. Mamanya pukul pipinya, bapanya pukul perutnya. Bag, bug, bag, bug. Mamanya pukul pipinya. Jadi dia Pino Bahari. Kenapa? Dididik dengan keras, pantang, nggak boleh makan ini, nggak boleh makan ini. Jadi badannya itu singset, berat badannya tertentu. Wah, dipukulin dan sebagainya.
Kalau dia lagi tinju sebelum kejuaraan kalah, dimaki-maki sama mamanya. Bodo kamu kenapa kalah? Bukannya dihantem, dipukul. Jadi ini papa sama mama gila tinju. Hasilnya? Juara Asian Games. Dengan senyum, pegang piala, juara Asian Games. Kalau saudara bilang, ah urang mah embung, embung, nu kitu-kitu mah, naon sarebu kali sapoe push up. Nggak apa-apa, saudara jadi Pino .. kio, bukan Pino Bahari. Kalau saudara tidak mau dilatih.
Demikian juga dengan anak-anak Tuhan. Ada yang rajin, ada yang malas. Ada yang ikut puasa, ada yang tidak. Ada yang sembahyang, ada yang tidak. Ada yang bawa persepuluhan, ada yang tidak. Ada yang bawa persepuluhan nggak jujur, pokokna bulanan we lah, setor we dina amplop, anggap weh perpuluhan. Tuhan mah nggak bisa ditipu. Saudara, tadi satu ibu di Jakarta, kasih cek sama saya, sepuluh juta. Iya, ini ibu. Saya kaget, dia tidak pernah kasih begini, paling dua ratus ribu, seratus ribu, sekarang sepuluh juta. Berarti Tuhan berkati. Saudara-saudaraku ada yang bawa perpuluhan, ada yang tidak.
Ada yang suka memberi, ada yang medit skaker, pelit, kopet, lebih dari orang Yahudi. Kalau keluar kolekte, dompet yang seratus ribu kalau dikeluarin, nempel kana dompet, soek. Nu kaluar teh monyet deui, monyet deui, eta nu kieu teh tah anu gopean tea, eta deui, eta deui. Tukang parkir ge geus embung. Tapi aya we keneh di kolekte. Nggak bisa dipaksa. Tuhan mau ikut saudara. Saudara mau ikut bagaimana? Terserah. Saya mah disuruh menggembala. Saya mah, Tuhan menggembalakan. Ngajar udah, tinggal diturut apa nggak? Ngedoain udah, ya. Kenapa dia kabur? Saya nggak suruh dia kabur. Saya mengajarin jujur hidup. Kenapa atuh nginjemin duit nggak ngomong sama gembala? Coba mun ngomong sama gembala mah : ko Yoyo, manehna teh rek nginjeum duit ka saya, bere ulah? Coba ngomong gitu ka saya, pasti ku saya diomongkeun ulah. Ulah. Rek naon nginjeum mang puluh-puluh juta, kaditu kadieu, unggal pengkolan dipinjeuman. Aya pengkolan nginjeum duit, mengkol nginjeum duit. Toko itu, aduh ka urang, kabawa kabeh. Ayeuna leungit kamana. Ditanya kepada rumput yang bergoyang, rumput ge geus teu daek oyag ayeuna mah. Kamana? Teuing. Geus kitu ayeuna mah.
Ada yang baik, ada yang tidak. Ada yang salah, ada yang bener. Sudah. Ada yang rajin, ada yang malas. Di Manado, ini oleh-oleh dari Tondano. Ada guru sekolah minggu, ditanya sama murid. Muridnya teh anak laki-laki : oom, oom, .. kalau anak lelaki masuk surga nggak? Masuk, masuk. Murid perempuan : oom, kalau anak perempuan masuk surga nggak? Oh, masuk. Terus ada yang nyeletuk, kalau banci? Tuh guru ngomong, eh ada do e, banci juga masuk. Karena dia sendiri banci. Gurunya ada kebanci-bancian sedikit. Eh, .. aduh saya, masuk dong.
Saudara-saudara, terserah saudara mau mana? Mau ikut mana? Ayo, satu, kita ditantang. Dua, beban harus dilepas. Tiga, lari disatu pertandingan yang sudah di set menang oleh Tuhan, kamu juara. Inget, ini lari bukan lari cepat. Lari jarak jauh. Mungkin 42 km, ini istilah saja. Saudara baru lari 3 km, sudah cape, ada orang kasih air, terus pertandingan, ayo masih jauh. Kamsiah, ada orang kasih aqua, minum, lari lagi. Sudah mau finish 6 km, aduh kaki saudara sudah tidak kuat lagi. Tapi ada ambil air, siram, pake air es, 6 km lagi, jalan. Ini yang sedang saya pikirkan, saya punya garis finish udah dekat. Berapa tahun lagi saya ini? Saya nggak mau sudah garis finish, ini saya sampai, aduh nggak sampai, saya nggak mau. Sayang.
Nah, sekianlah renungan Firman Allah pada malam hari
ini. Lepaskan beban saudara, supaya saudara bisa lari mengikut kepada Yesus.
Kita berdiri bersama-sama.
Minggu sore, 10 November 2002
'BERKAT PERPULUHAN'
Kita buka alkitab kita dalam kitab Kejadian
8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."
Kejadian 8:22 ini saya harap saudara tidak lupa sepanjang umur hidup saudara. Kita bisa jadi kristen yang ngap-ngapan hidup. Masuk surga tapi hidupnya ngap-ngapan. Susah didalam soal ekonomi, dalam usaha nggak maju-maju. Bisa kita ini.
Orang Israel punya kehidupan itu terbagi tiga bagian : Mesir, padang belantara, tanah perjanjian. Waktu di Mesir hidup mereka tidak cukup; padang belantara mereka hidup cukup, amin?; tetapi ditanah perjanjian mereka hidup lebih dari cukup, ada haleluyah?
Nah, saudara tinggal milih saudara mau hidup dimana : mau hidup di tidak cukup di Mesir dijajah .. ditelanjangi .. harus kerja paksa rodi .. makan minum dibatasi .. menderita, atau hidup dipadang gurun dicukupkan oleh Tuhan tapi digurun pasir panas tiap hari panas susah sepatu saja 40 tahun baru beli lagi atau saudara hidup di tanah perjanjian yang lebih dari cukup.
Sekarang saudara tinggal pilih saja : mau hidup tidak cukup, mau hidup cukup atau mau hidup lebih dari cukup. Itu terserah saudara. Saya gembala saudara, saya mau hidup ditempat yang ketiga, hidup lebih dari cukup, hidup bekelimpahan. Hari jumat kemarin saya jam 5 sore ada di Krawang mendoakan satu anak rohani kami yang 13 tahun yang lalu saya mandi dirumahnya - maaf bicara - saya mandi, saya bilang : ini kamar mandi pintunya mana? Nggak ada pintu kamar mandi. Oom, kamar mandi nggak ada pintunya. Nanti dapurnya saya kunci saja. Oom Yoyo mandi saja disitu. Saya mandi disana. Lalu saya bilang sama istrinya, masih punya anak satu digendong : saya doa ya, supaya kamu punya rumah sendiri.
Lalu setelah itu hubungan kami akrab dan sekarang dia anggap saya bapa rohaninya. Setiap family camp dia datang dari Krawang. Dan saya ajarkan hukum tabur tuai sama dia. Saya ajarkan selama bumi masih ada tak akan berhenti musim menabur dan menuai. 13 tahun yang lalu kamar mandi tidak punya pintu. Hari Jumat yang lalu saya mandi dirumah baru yang besar digedung yang baru full keramik .. full AC kamar, kamar mandinya mewah. Ibunya datang. Kita berdoa sekeluarga. Anak sudah empat sekarang. Dia yang pegang bengkel seluruh .. di Krawang dia yang pegang bengkel mobil dari pemda dia. Dia disayang sama bupati. Mau diangkat jadi anggota DPR. Dia ketua Perseka, Persatuan sepakbola Krawang. Dia mengelola parkir seluruh Krawang 3 bulan lamanya dan dia kasih sama orang lain karena begitu limpah.
Sekarang adik-adiknya dia bimbing, dia memakai ilmu yang diberi oleh saya : tabur - tuai. Menabur menuai. Silahkan saudara mau hidup tidak cukup, mau hidup cukup, mau hidup lebih dari cukup. Saya sudah berulang-ulang berkhotbah mengenai perpuluhan. Saudara ada yang bawa perpuluhan dengan setia dan dengan benar dengan jujur. Tapi ada yang cuma ngabebenjokeun gembala ada. Saya tahu saya bisa merasa. Silahkan saudara mau hidup tidak cukup, mau hidup cukup, atau mau hidup lebih dari cukup.
Kejadian 8:22 ini adalah rahasia hidup lebih dari cukup. Selama dunia masih ada pake ilmu ini. Selama dunia masih berputar dimana saudara berada pakai ilmu ini; selama bumi masih ada tak akan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Saudara lihat kata menabur disebut lebih dulu. Saudara menabur benih tomat, saudara akan menuai tomat; menabur benih padi, saudara akan tuai padi; menabur kebaikan, saudara akan tabur kebaikan; menabur kejujuran, saudara akan menuai kejujuran; saudara menabur banyak, menuai banyak; saudara menabur sedikit, menuai sedikit; saudara memberi asal-asalan, saudara akan menuai asal-asalan; saudara menabur banyak, saudara akan menuai banyak.
Tadi malam kita meresmikan toko didepan .. saudara Onesimus. Bapak Onesimus mengembangkan usahanya didepan. Saya katakan dalam kebaktian itu saya bangga punya jemaat seperti bapak Onesimus. Anaknya empat, satu masih kecil .. tiga perempuan, sudah bawa perpuluhan 600 ribu kepada saya. Dengan senyum cium saya kasih ini perpuluhan .. dibuka 600 ribu. Nggak salah? Anak kecil belum kerja sudah dididik bawa persepuluhan. Jadi kalau dapat toko itu diberkati, saya tidak heran. Siapa menabur, dia akan menuai. Siapa berhitungan dengan Tuhan nanti Tuhan juga berhitungan dengan dia. Siapa menabur dia menuai.
Saya sudah bikin lagu Janganlah jemu berbuat baik .. Janganlah jemu berkarya baik .. Janganlah jemu berkata baik .. Kita akan menuai baik. Saya lihat pengerja-pengerja saya yang baik yang setia bekerjanya baik .. taburannya baik .. tuaiannya baik .. dapat jodoh yang baik .. dapat jemaat yang baik .. tidak sulit menikahnya gampang dan sebagainya dan sebagainya. Bagaimana taburan kita?
Kembali kita akan melihat didalam Maleakhi
3:7. Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Banyak orang hanya melihat ayat 10 saja tetapi lupa membaca ayat 9. Dalam ayat 9 dikatakan : Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! Bahasa Inggris bukan begitu bunyinya. Bahasa Inggris berkata : you are cursed with a curse for you have robbed me even this whole nation. Kamu dikutuk oleh sebuah kutukan karena engkau sudah merampok Aku bahkan seluruh bangsa Israel merampok Aku.
Baru ayat ke 10 : Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Satu pendeta didatangi sama jemaat, satu ibu .. jemaat : bapa pendeta, bisakah bapa pendeta mendoakan saya supaya saya membawa perpuluhan karena sampai sekaranag saya belum bisa bawa perpuluhan. Bisa berdoa nggak? Nggak, pendeta itu bilang, nggak .. nggak bisa. Ha, kenapa nggak bisa? Sebab Firman Tuhan bilang yang tidak bawa perpuluhan adalah pencuri. Dan saya tidak boleh menutup mata didepan pencuri. Karena kalau saya tutup mata didepan pencuri bisa ada yang hilang, katanya. Main-main ini pendeta. Tetapi itu sudah memukul hati dari ibu ini, sejak itu dia membawa persepuluhan.
Saudara-saudaraku, saya merasa aneh. Saudara katanya percaya kepada Tuhan, Allah kita Allah yang besar yang sanggup memberi kelimpahan. Betul. Tetapi saudara dicukupkannya dimana? Dikelas Mesir .. tidak cukup, atau dikelas padang belantara .. cukup, atau dikelas tanah perjanjian .. lebih dari cukup?
Dengar ya ini ada cerita. Ada 2 pengusaha terbang dengan pesawat kecil. Kecelakaan pesawat. Dia crash landing di satu pulau. Pilot mati. Radio semua mati. Yang satu orang ini dua-dua selamat tidak luka. Tapi dua penumpang ini yang satu dia keliling pulau jalan. Yang satu dia duduk saja di tempat duduk bekas pesawat, dia duduk saja santai. Siul-siul. Yang seorang kesal : kenapa kamu siul-siul? Kenapa memangnya? Kenapa kamu siul-siul? Oh, saya seorang bisnisman besar. Penghasilan saya 250 juta satu minggu. Makanya saya siul-siul saja. Kamu jangan siul-siul, ini pulau kosong. Nggak ada air, nggak ada penduduk, kamu siul-siul apa? Siul-siul aja. Saya pengusaha besar, penghasilan saya 250 juta satu minggu. Yang satu jalan lagi keliling pulau itu. Balik lagi. Itu orang yang satu lagi sandar aja. Kenapa kamu bersiul-siul terus? Kita ini mampus .. tahu nggak mampus, nggak ada orang disini pulau .. nggak ada. Pohon kelapapun nggak ada, air nggak ada, sumur nggak ada, sungai nggak ada, orangpun nggak ada, monyet nggak ada, binatang nggak ada. Kita mati. Kenapa kamu siul-siul terus? Saya tidak akan mati. Saya tidak susah. Kenapa? Saya punya penghasilan .. saya sudah bilang 250 juta seminggu. Dan saya bawa perpuluhan. Pasti kalau minggu ini saya nggak datang, pendeta saya cari saya. Karena sebelum saya berangkat, saya sudah minta doa dari dia. Pasti dicari. Ceritanya sampai disana.
Ada banyak keuntungan yang besar dari yang membawa perpuluhan. Bawalah persepuluhan saudara-saudara. Belum bisa, ya sudah. Tidak cukup, cukup, lebih dari cukup. Terserah saudara. Bola ditangan anda .. saya sudah beri tanda. Di Jakarta ada satu anak Tuhan. Dia punya a suk masuk islam. Bagian pemasukan-pengeluaran uang buku. Itu yang islam itu bilang : eh, kok pemasukan bulan ini kurang? Apa kamu sudah bawa perpuluhan apa belum? Ya itu bukan urusan a suk, itu urusan saya. Iya, tapi kamu bulan yang lalu tanggal sekian bawa perpuluhan tapi sekarang ini sudah lewat bulan, kamu belum bawa perpuluhan di pemasukannya kurang lho. Sampai ini jemaat cerita sama saya. A suk tuh orang islam oom, dia ngajarin saya bawa perpuluhan. Nah, saya bilang kalau orang islam saja bisa lihat bedanya pemasukan dan pengeluaran antara membawa dan tidak, you yang anak Tuhan musti malu, you musti bawa perpuluhanlah. Tuh disini ditulis 10 persen untuk gereja .. untuk perpuluhan pak Awondatu ditulis disini. Mau pemasukan baik mengalir banyak, bawa saudara.
Mobil saya Landcruiser saya jual 475, orang ngggak lihat mobilnya. Saya percaya oom, saya beli. 475. Orang lain mah lakunya cuma 380, 400 juta. Saya mah 475. Saudara-saudara, mari kita hidup berkelimpahan ditanah perjanjian. Jangan hidup di Mesir .. kurang, minta bantu doa .. kurang, ekonomi tidak lancar .. kurang. Bawa perpuluhan. Belajar tabur, belajar menuai. Apalagi saya lihat disini banyak anak muda yang sedang kerja .. bawa persepuluhan. Kalau saudara datang dari luar kota dan saudara kebaktian dikota Bandung atau di Jakarta saudara bawa perpuluhan digereja dimana saudara-saudara berbakti.
Ada orang katolik membawa perpuluhan sama saya. Saya bilang : bapa bawalah perpuluhan ke gereja bapak. Digereja kami tidak ada perpuluhan dan saya .. yang mengajar saya perpuluhan adalah pak Awondatu. Jadi saya sudah ceng linya saya bawa perpuluhan kepada bapak karena kami diberkati.
Ibu Mimi yang berkali-kali datang saudara kepada saya dalam kesulitan ekonomi di Tanah Abang susah dagang susah .. ini susah. Baru minggu lalu dia bawa cek 10 juta persepuluhan. Kenapa? Diberkati Tuhan. Saya terima lagi cek dari orang India baru kebaktian satu bulan 10 juta : oom, untuk perbaikan gereja di Jakarta. Tolong. Kenapa? Karena diberkati Tuhan. Mereka lihat mereka rasa bahwa kalau mereka menabur mereka menuai. Jadi jemaat Cianjur jangan sampai kalah. Jemaat Cianjur adalah jemaat sumber. Disini ada sekolah alkitab. Disini ada PA, disini ada kaum wanita, ya. Kalau buat di Jawa Barat belum ada yang bisa lawan gereja kita belum. Kebaktian hari rabu paling banyak kita. Coba cari digereja lain seluruh Jawa Barat kebaktian hari rabu berapa gelintir yang kebaktian. Di gereja kita dengan puasa 150 orang bisa datang.
Saudara-saudaraku, mari kita belajar memberi dan menuai .. memberi menabur dan menuai. Karena ini adalah hukum Allah. Selama dunia ini berputar selama masih ada berputar. Nah, satu pendeta bilang begini saudara : jikalau uang yang ada pada tangan kita tidak cukup untuk kita, itu bisa cukup untuk menjadi benih. Kalau uang ditangan kita tidak cukup untuk modal .. tidak cukup untuk pekerjaan kita, itu menjadi satu modal untuk bisa jadi benih.
Satu jemaat di Ketapang sekarang sudah punya hotel. Karena dia menikah saya yang berkati. Dia cerita sama saya. Dia datang di gereja Ketapang, uang ditempat dia hanya tinggal 6 juta, uang pribadi dia. Kebetulan gereja Ketapang sedang mau membangun gereja : siapa ada mau memberi, beri kepada kami. Bantulah kami. Jadi dia pikir 6 juta saya bikin modal nggak bisa. Tapi dia mulai pakai 6 juta itu dia kasih seluruhnya untuk pembangunan gereja. Pendeta tidak tahu bahwa uang dia cuma tinggal 6 juta. Apa terjadi? Pagi minggu dia beri 6 juta, minggu sore dia ditelepon satu pejabat : tolong kamu kelola 400 ribu pohon kopi di Sulawesi Tengah. Sekarang dia punya hotel di Cipanas. Namanya saja saya yang kasih nama. Itu hotel Yasmin; Yasmin itu kependekan Yayasan Ashar Amin. Ashar itu hidup berkelimpahan. Karena memberi. Bapa Rudy yang punya hotel. Tanya sama dia, betul apa tidak saya punya kesaksian. Bohong apa nggak saya bersaksi. Tanya sama dia. Sekarang bikin kebaktian disana. Cuma saya diundang-undang terus nggak bisa karena dia pagi jam 9 minggu pagi .. saya nggak bisa. Tapi dia anak rohani. Beri saudara. Beri.
Waktu saya diundang di Amerika. Gereja City Blessing mengundang saya 5 kota gabung. Vancouver Canada, Portland, LA dan 2 kota lagi kota pelajar lima gabung dipinggir pantai. Saya pembicara pertama. Diundang. Kalau diundang tentu saja saudara-saudara ongkos semua ditanggung sama panitia. Habis kebaktian dia kasih amplop. Terima kasih oom, kita diberkati Tuhan. Ini dari panitia. Dia panggil saya pastor. Kalau disana pastor bukan pastor artinya tapi pastor itu gembala. Begitu saya terima itu amplop, ada suara dihati saya : jangan terima, kembalikan. Dan saya sudah beberapa kali belajar itu adalah dari Roh Kudus, jadi saya kembalikan. Saya tidak terima. Kenapa? Saya terima tapi saya kembalikan. Katanya anda lagi mau bangun gereja saya kembalikan. Saya tidak tahu dikasih berapa tapi sudahlah.
Nah, dia ngomong sama gembalanya. Gembalanya ngomong : kenapa oom, kan oom kita undang. Itu biaya kan besar dari Indonesia. Iya saya terima, saya bilang tetapi sekarang saya kembalikan. Saya tidak terima. Hati saya daging ini sakit juga itu amplop ongkos saya lho dari Indonesia pulang pergi ke Amerika tapi Roh Kudus bilang jangan terima. Selama bumi berputar tidak akan berhenti musim menabur dan menuai. Malamnya besok saya diundang di Canada. Khotbah di Canada. Habis khotbah saya diminta diundang makan oleh satu banker dari Jakarta dulu sekarang pindah Canada. Waktu makan saya ketemu orang Jepang. Dia bilang saya pernah kerumah bapak Awondatu dulu, dan sebagainya. Istri saya ada kanker bisa tolong doa. Saya doa. Agamanya shinto saya doa. Habis doa saudara-saudara, ini keluarga bilang begini : saya sudah bilang sama pendeta gembala setempat, saya boleh memberi ini persembahan .. ini untuk bapak. Saya pegangnya aja pelan. Saya takut ada suara lagi : jangan terima. Gitu. Jadi saya sudah pegang pelan lama-lama ya udah nggak ada yang ngomong, saya masukkan.
Dari gereja setempat saya dikasih 500 dolar. Besoknya ada kaum wanita lagi saya dikasih 300 dolar. Kembali di Portland saya khotbah digereja di Portland. Habis khotbah jemaat Portland kecil mau kasih, datang lagi itu suara : jangan terima. Ya sudah. Jadi sampai saya pulang, tidak ada tambahan apa-apa. Begitu saya buka itu amplop 1000 dolar tambah 500 tambah 300, 1800 dolar.
Sampai Jakarta itu hari Selasa pagi. Jadi Selasa sorenya saya sudah kebaktian. Dikebaktian kedua, ada satu ibu muda dia bawa dia punya suami tua-tua sidang dari satu gereja. Dia bawa amplop : oom, ini ada sedikit berkat. Saya buka : 1.800 dolar. Sorenya pas sementara saya masih main gitar, satu bapa suami istri bawa bungkusan. Saya kira kue donat besar : oom, ini rumah saya baru jual 400 juta. Ini persepuluhannya. Jadi 40 juta. Jadi sekarang saya lihat apa yang ditabur di Amerika .. Tuhan bilang : apa yang ditabur, Tuhan sedang demonstrasi. Dia ijinkan saya menuai hanya dalam satu minggu saya dapat uang lebih dari 65 juta. Jangan main-main sama Tuhan. Tuhan kita adalah Tuhan yang limpah.
Tidak mengerti ko Yoyo belum mengerti bagaimana kita kasih perpuluhan terus kita diberkati, saya nggak mengerti. Oh, banyak saudara .. yang kita nggak mengerti banyak. Kenapa sapi yang hitam makan rumput yang hijau bisa menghasilkan susu yang putih dan kejunya kuning. Bagaimana masuk akal apa nggak? Nggak. Bingung. Atuh kalau kita mah mustinya teh sapi hitam teh makan atuh rumputnya rumput hitam atuh ya. Ini mah sapi hitam makan rumput hijau mengeluarkan susu putih kejunya kuning. Bagaimana? Kita nggak bisa mikir. Tapi itu terjadi. Kenapa pesawat terbang ribuan ton bisa terbang? Apa saudara begitu naik pesawat terbang nanya sama pilot : ini kenapa bisa terbang? Saya nggak masuk akal kenapa saya bisa terbang. Saya kalau dirumah naik pohon kelapa mau terbang malah jatuh kebawah. Kenapa ini bisa terbang? Kita nggak ngerti tapi kan terbang juga.
Demikian juga soal memberi, menabur dan menuai. Saudara tidak akan mengerti bagaimana Tuhan memberkati saudara tapi pasti diberkati. Saudara pasti diberkati. Cobalah akan Daku, katanya Tuhan. Coba. Maleakhi 3:10. Coba. Bawalah persepuluhan. Cobalah. Nanti Aku buka tingkap-tingkap langit. Kalau saya kerja bagaimana? Ah kerja, gaji satu bulan berapa? 500 ribu. 50 ribu bungkus diamplop, bawa sama Tuhan. Lebih baik 450 ribu plus Tuhan daripada 500 ribu satu bulan minus Tuhan. Nanti saudara akan lihat berkatnya seperti apa.
Jadi saya sudah punya contoh soal. Di Krawang ada saudara Aan. Diberkati Tuhan berlimpah-limpah sekarang. Luar biasa. Dia dapat tanah saudara yang ada pohon rambutan dan empangnya besar tiga. Bupati ngiri, bupati yang sebelumnya. Eh .. - bupatinya tentara - An, itu saya beli dah. Bupati. Pake harga murah. Dia sembahyang : Tuhan, ini jual apa jangan. Tuhan bilang : jual .. kasih. Dikasih sama bupati. Wah, bupati senang atuh empang tiga pohon rambutannya berapa ratus. Dibeli murah-murah. Saudara Aan tetap masih ada untung. Sekarang saudara, itu bupati lagi bingung karena tanah yang diberikan yang dia beli dari saudara Aan dan empang itu dipake oleh Kostrad untuk latihan perang-perangan. Jadi boro-boro rambutan bisa dipetik, katanya, asal sudah tentara sudah perang-perangan masuk hutan besoknya gundul semua itu rambutan. Jadi yang untung siapa? Aan lagi. Anak Tuhan.
Maka saudara kita mah jangan nggak percaya sama Tuhan. Tuhan mah aduh bisa membuat segala macam berkat bagi kita asal tahu membawa persepuluhan. Belajar. Bahkan saya lihat ada pengerja-pengerja saya kasih uang, saya nggak tahu apa dia kasih perpuluhan apa tidak. .. terus uangnya segitu aja yang dia kasih berarti saya tahu anda tidak bawa perpuluhan karena kalau anda bawa perpuluhan, Tuhan akan suruh sama saya kasih dong tambah sedikit dia karena dia sudah bawa perpuluhan. Dia akan gerakkan saya. Tapi saya tidak tergerak saya kasih saja terus asal segitu asal cukup. Masih dipadang belantara. Kalau nanti sudah dia bawa perpuluhan, nah nanti kasih lebih dari cukup, ya.
Hari ini kita kemarin ketambahanlah anggota disekolah alkitab karena saudari Sherly nyonya saudara Mianto itu, sudah mendapat seorang puteri. Ternyata Jawa juga bisa menggaet orang Manado, saudara-saudara. Dan dilahirkan dengan operasi caesar. Istri saya tanya : ko Yoyo mau tanggung mau pikul ongkosnya rumah sakit? Saya bilang : saya pikul. Kenapa saya tergerak pikul? 7 juta lebih. Karena ini suami istri dia memberi dirinya untuk pelayanan disekolah alkitab. Bangun pagi masak, ya. Sudah selayaknya dong kita memikul menanggung dia. Nah saudara, kita mau lihat bagaimana tabur tuai ini didalam injil Lukas 6. Ini mendahului studi kita. Apa saya masih sekolah masih pakai uang jajan dari papa mama, bawa perpuluhan? Bawa perpuluhan, nanti saudara lihat papa mama diberkati.
Lukas
6:38 Berilah dan kamu akan diberi : suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
Saudara-saudara, saya selalu ingat ini orang ngeliterin beras saja. Karena orang ngeliterin beras jaman dulu kita beli beras hanya 5 liter, sadeka itu 10 liter sudah hebat, ya. Orang itu punya seni ngeliterin beras. Ada orang bisa ngeliterin beras saudara-saudara, waktu kita beli beras dipasar saleter .. dua leter itu waktu kita pulang kita leterin beras lagi, mungkin hanya 9.5 karena lihainya dia .. ini literan beras tidak tegak tetapi dikasih miring .. taruh beras disipatnya kebawah, itu nggak akan satu liter. Itu lihai-lihainya tukang beras. Cepat. Satu .. dua. Begitu kita pulang kerumah kita ngeliterin beras cuma 9.5 liter. Kurang. Itu ukuran manusia.
Lihat ukuran Tuhan. Satu ukuran yang tepat. Dipadatkan. Dikatakan disana : diguncang .. shaken together, diguncang, digoyang supaya masuk kedalam itu beras-beras lalu tumpah keluar. Artinya dikasih lebih. Bukannya rata dengan satu liter itu bukan. Dikasih lebih sampai tumpah. Kenapa tumpah? Karena sudah tidak bisa cukup lagi ini ukuran satu liter untuk menampung yang Tuhan mau kasih. Ini sudah tidak cukup lagi .. akan ditaruh kepada haribaanmu.
Maka saudara harus punya satu sifat dengar-dengaran kepada gembala. Jangan dulu sama Tuhan, sama gembala sidang. Kalau gembala sidang bilang : stop ke Pera Pera, saudara menurut. Jangan bersaksi terus : keun lah, ko Yoyo mah eungke ge boseneun ngomong. Tunggu dulu kaligata baru berhenti. Kenapa? Itu bukan ukuran kita, itu bukan caranya anak Tuhan. Nggak dosa ke Pera Pera. Siapa bilang dosa. Nggak dosa nggak salah. Cuma saudara mau dimana hidup : tidak cukup, cukup atau lebih dari cukup? Saya mah mau disini. Yang lebih dari cukup. Dikasih pohon kita tidak tanam, dikasih rumah kita nggak bangun .. itu Ulangan 8 punya berkat. Bukan kita cari rejeki tapi rejeki cari kita, bukan kita cari pekerjaan .. pekerjaan cari kita, bukan kita cari kang taw .. kang taw cari kita. Kalau kita sudah hidup dalam berkelimpahan.
Dengar satu rahasia sekarang saudara. Dan saya harap saudara .. ini belum pernah saya khotbah. Di manapun saya belum pernah saya khotbah. Satu hari ini saya betul-betul pakai untuk istirahat, sakit kepala tadi malam bedstone itu aduh sudah tidak tahan saya pulang dan obatnya hanya satu saya musti tidur. Tidur terus, terus tidur baru hilang. Tapi ini jangan lupa waktu saya tidur inilah Tuhan kasih ini ayat. Tapi jangan saudara lupa seumur hidup.
Matius 13
13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
Kan kalau kita mah begini saudara. Menurut saya 100 kali lipat adalah 1000 x 100 jadi 100.000, itu kan berkat kita. 100 kali lipat. Ternyata salah hitungan saya ini. Bukan umpamanya uang saudara 1000 x 100 kali, tidak. Kita buang dulu 1000 ini, kita lihat ini 100 kali ganda adalah 100 x 100 .. jadi 10.000 baru kali 1.000.
100 kali ganda bukan 100 kali - 10.000 kali; 60 kali ganda bukan 60 kali tapi 60 x 60 kali; 30 kali ganda bukan 30 kali tapi 30 x 30 kali .. itu artinya. Lihat saudara punya hidup berkelimpahan. 30 saja : 30 x 30 sudah 900. Baru dikalikan berkat saudara; 60 kali 60 saja, 3600 .. baru kali berkat saudara. Apalagi yang 100 x 100.
Aduh, saya bilang terima kasih Tuhan. Ini haknya anak Tuhan umat Tuhan, iblis merampas. Kira 100 kali cuma 100 saja. Tidak. 100 kali 100. Dan kalau saya pikir-pikir betul juga. Nggak mungkin orang yang tabur saudaraku padi dapat 100 kali ganda. Nggak. Musti 100 kali 100 itu dapat berkatnya berkelimpahannya itu. Itu benih padi.
Jadi kemarin saya itu diem lagi makan di bedstone tokonya saudara Onesimus. Saya duduk-duduk itu saya mikir. Ih heran ya Tuhan teh. Ini keluarga Tan Yan Bun ini menghasilkan yang baiklah ada hasil Onesimus. Ini keluarga ibu Tan Kim San, toko gigi restu dulu, ibu Kim San, itu menghasilkan cucu, saudari Hudiyanti. Keluarga baik .. keluarga baik, dalam arti rohani. Ketemu .. diketemukan sama Tuhan. Sama kaya saya ternak perkutut. Perkutut juara kawinkan dengan betinanya anak juara ketemu, anak-anaknya aduh bagus-bagus saudara.
Maka itu mari kita lihat, ternyata dalam soal perjodohanpun Tuhan sudah siapkan yang terbaik. Kalau kita tahu berbuat baik, kalau kita tahu menabur yang baik, eh, bukan hanya kita saja, anak kita dapat yang baik, cucu kita dapat yang baik, semua dapat yang baik. Karena mulainya apa? Taburan kita baik.
Saudara, orang lain boleh kekurangan tapi kita yang
percaya kepada Tuhan, selama bumi masih berputar ingat ini hukum : aku mau banyak
menabur supaya aku banyak menuai. Ada haleluyah saudara-saudara? Kembali kepada
II Korintus 9
9:6. Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
9:9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya."
Saya sering katakan sama saudara kalau saudara kolekte 10 ribu nggak rela, jangan. Kalau saudara kasih mau kolekte 10 ribu, jangan kalau tidak rela .. nggak ikhlas mau kasih 10 ribu jangan, lebih baik saudara kasih 20 ribu tetapi saudara rela saudara ikhlas, lebih baik saudara memberi 100 ribu 50 ribu tetapi saudara rela ikhlas.
Waktu dulu saya masih kecil, dibelakang gereja ini ada kolam. Pake gedebog cau itu diambil ada benangnya. Pake remeh pake kaleng kecil kita ajak Paulus dapat beureunyit. Beureunyit itu makan remeh itu diangkat aja dia nggak bisa tarik. Remehnya lebih lengket. Satu remeh bisa dapat tiga empat beureunyit .. reuseup. Sudah dapat 20 .. 30 kamu dapat berapa? Lobaan urang. Lepas lagi. Sampe saya diajak memancing ikan di pulau Seribu : Yu pak Awondatu .. pertama kali setengah empat sudah dikapal. Ngapain disini? Kita musti beli dulu umpan. Kenapa umpan nggak bikin saja murah? Nggak, kita musti pakai umpan hidup. Waduh, saya baru tahu dilaut itu saudaraku ternyata goyang perahu itu. Kalau diam perahu goyang saja kena gelombang. Aduh, saya bilang : pak, saya ingin kebelakang .. sakit perut. Disitu saja. Aduh saudara, ditengah lautan. Untung poek keneh jadi malaikat teh nggak ngelihat saya. Goyang-goyang, edek cebok hese. Sudah saja pak disitu aja nggak akan ada ikan cucut. Setelah itu kita jalan mencari umpan dapat udang besar begini. Aduh, saya bilang bakar saja ini. Jangan, ini untuk umpan. Umpan apa? Nanti kita dapat ikan tongkol.
Ya ampun saudaraku, pakai umpan itu udang besar. Lepas, jalan kan perahu. Betul saja. Tak lama itu ikan besar panjang .. tongkol. Coba kalau saya makan itu udang satu yang gini kita makan .. bakar, kita nggak dapat ikan tongkol yang besar. Ini ikan tongkol satu perahu makan dibawa kerumah masih banyak sisanya. Dengar. Benih. Ada tiga hal yang kita bisa lakukan dengan benih : kita makan, kita buang, atau kita tanam. Kita makan dia habis, kita buang apalagi habis, kita tanam dia akan berbalik menjadi lebih banyak benih. Hidup kita didunia tidak lama tetapi Tuhan sedang mengajar kepada kita undang-undang kerajaan Surga hukum kerajaan surga : memberi, kamu akan diberi.
Mari dalam II Korintus 9 ini ada satu ayat yang saya
mohon saudara melihat dari ayat ini, yaitu ayat yang ke 8 :
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia .. And God is able to make
all grace abound toward you. Sayang saudaraku, dalam bahasa Inggris ini susah
memang disalin kedalam bahasa Indonesia. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia
kepada kamu. All grace abound toward you. Abound toward you itu kalau pesawat ..
ini pesawat tujuannya mana? Surabaya. Dia akan terbang ke Surabaya, tidak akan
ke Batam ya. Saudara-saudara bawa tiket ke Batam mau masuk pesawat Surabaya
nggak bisa. Musti ke Batam itu pasti ke Batam. Bapa punya tiket, tiketnya batam.
Kalau tiket Surabaya pesawatnya Surabaya. Itu abound. Menuju kesana.
Nah, disini dikatakan Allah sanggup mengerahkan berkat semua untuk menuju kepada saudara. Lihat Tuhan. Dia arahkan semua berkat, Dia arahkan langganan mau belanja Dia arahkan ke toko saudara. Orang yang mau bekerja sama Dia arahkan kepada saudara. Semua yang menguntungkan, Dia arahkan kepada saudara. Sehingga kita nggak usah nipu, nggak usah pake ilmu ngaco-ngaco .. nggak usah. Kita biasa saja dagang halal. Tuhan bisa berkati. Nggak usah ngecia uang orang, nggak usah. Nggak usah pinjam lalu kabur nggak usah. Kita bisa diberkati karena Tuhan mau mengumpulkan berkat lalu diarahkan kepada saudara.
Contoh bukti hanya satu diseluruh alkitab dan disitulah saya ingin akhiri, yaitu Mazmur
133:1. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Ada haleluyah, saudara-saudara? Malam hari ini kita ada digedung yang tertutup di gedung gereja tapi Tuhan sanggup mengarahkan semua berkat ditujukan kepada kita. Belajar memberi. Belajar membawa perpuluhan. Tuhan akan berkati saudara. Kita berdiri bersama.
Minggu sore, 17 November 2002
'... TAKLUKKANLAH ITU'
Kita buka kitab Kejadian
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Ini adalah Firman Allah yang pertama-tama, yang diberikan kepada Adam dan Hawa ketika Tuhan menciptakan mereka di Taman Eden. Nyata sekali Tuhan menciptakan dengan berpasang-pasangan ya, yaitu Adam dan Hawa.
Sebelum saya kesini saya sempat melihat televisi Australia, sedang berpawai sekarang di Sydney adalah lesbian-lesbian dan homoseks-homoseks. Ya, mereka berpawai dan disambut juga oleh penonton yang homoseks dan lesbian juga sama. Nampak sekali saudara-saudara, mereka tidak mengerti rencana Tuhan untuk mereka. Dikatakan didalam ayat itu ayatnya yang 28, Tuhan berfirman kepada pasangan ini. Dikatakan disana : Beranakcuculah. Bahasa Inggris : berbuah-buahlah dan bertambah banyaklah, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu ...
Bahasa Ibrani dari kata taklukkan adalah gabar. Taklukkan. Jadi pada waktu Tuhan menciptakan bumi, Dia cipta dulu bumi, baru yang terakhir dia ciptakan Adam dan Hawa. Lalu Tuhan bilang : beranak-cuculah, beranak-pinaklah, berbuahlah dan taklukan bumi. Bahasa Indonesia ini saya senang memakai kata taklukkan. Bahasa Ibrani memakai kata gabar, yang artinya kuasai bumi.
Dan arti dari kata gabar adalah pesan Tuhan bagi kita untuk menguasai bumi. Maka saudara mungkin bertanya, kenapa saya sebulan sekali mendoakan anak-anak dalam perjamuan kudus, mendoakan anak-anak. Dan saya doakan mereka supaya jadi jenderal, supaya jadi panglima, supaya jadi pemimpin, supaya jadi direktur, supaya jadi dokter-dokter, sarjana hukum, sarjana ekonomi, insinyur, pemimpin-pemimpin dunia, pemimpin politik ya, kenapa? Karena kalau anak-anak Tuhan menduduki posisi-posisi yang baik ditempat-tempat yang baik : dipolitik ada anak Tuhan yang takut akan Tuhan, di tentara ada jenderal .. saya ingat satu saudara Ong Tjuan Siu di Akabri sekarang, Yehu namanya dan ditentara ada yang takut akan Tuhan, di kejaksaan Agung ada anak-anak Tuhan yang takut akan Tuhan jaksanya tidak bisa disogok, ada Hakim Agung adalah anak Tuhan yang tidak bisa disogok.
Saudara-saudaraku, lalu sampai kepada pemimpin-pemimpin, insinyur, dokter yang tidak mau terima menggugurkan kandungan dan sebagainya saudaraku; sarjana hukum dan insinyur yang tidak mau membangun bangunan-bangunan yang dibikin untuk maksiat tetapi semua takut akan Tuhan. Ini yang diartikan oleh Tuhan kepada umatNya gabar : taklukkanlah bumi ini. Maksudnya taklukkan : isi, kuasai, adakanlah, masuk dalam posisi yang baik.
Salah satu pengawal presiden Soeharto dulu yang berdiri didepan pintu kamar pak Harto, selalu harus dekat sama dia adalah seorang anak Tuhan. Ada haleluyah, saudara-saudara? Nampaknya banyak pejabat-pejabat lebih percaya orang kristen. Gabar. Kuasai. Bukan dengan menekan, bukan dengan nyogok - kuasai dengan penuh kebaikan. Menguasaai dunia.
Nah, saya ingin saudara melihat satu hal didalam kitab nabi Yesaya, bagaimana Tuhan memberi contoh anak-anak Tuhan menguasai. Yesaya
35:1. Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga;
35:2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita.
Ayat ini sudah dinyanyikan nyanyian, dibuat nyanyian dan dinyanyikan di sekolah alkitab, angkatan ke berapa saya lupa. Tetapi ayat satu adalah padang gurun. Ayat dua mejadi taman bunga. Kenapa dari padang gurun ayat satu menjadi taman dua ayat ke dua. Karena adanya kata 'gabar'. Kalau saudara sedang mengalami padang gurun percobaan : dalam rumah tangga mengalami padang gurun percobaan, dalam usaha seret, saudara jangan susah jangan terus cari kambing hitam apalagi kambing congek, jangan, tetapi saudaraku gabar. Apa? Taklukkan. Atasi. Dikatakan disana : Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN.
Saya sudah beberapa kali ke Israel, lebih dari sepuluh kali. Yang menarik saya di Israel cuma satu : mereka tanam anggur diatas padang pasir. Bayangkan saudara, menanam anggur dipadang pasir. Kami dibawa kesana. Lihat ini kebun anggur kami. Hijau. Waktu dilihat dibawahnya, tidak ada tanah. Semua padang gurun .. padang pasir. Kok begini, akarnya menggantung. Lalu dijalankan selang pada akar-akar itu. Dengan komputer, disemprotlah akar itu dengan air. Dibasahi setiap ini sekali dibasahi. Air itu sudah mengandung apa yang diperlukan oleh pohon anggur. Pada waktu anggur ini berbuah, di Eropa sedang tidak panen. Jadi Israel punya anggur bisa diekspor ke Eropa pada waktu Eropa tidak ada anggur. Sampai Eropa bilang : bagaimana Israel bisa punya anggur? Padang gurun dijadikan taman, dijadikan kebun. Tidak ada tanah.
Mari kita bandingkan Indonesia. Hutan yang begitu baik, hutan yang begitu subur saudara-saudara, menjadi longsor. Orang tebang terus sampai sekarang. Sudah lebih dari 2-3 juta hektar ditebang oleh orang-orang yang ingin menjual. Tidak ada kesadaran. Tidak mau mengatasi, maunya menjual dengan keuntungannya. Nanti reaksi bagaimana jadi banjir atau gempa bumi, itu urusan nomor 17. Pokoknya keuntungan nomor dulu. Kita tidak boleh begitu. Kita musti kembali kepada Firman Allah. Taklukkanlah .. gabar.
Saya baru dari Tondano. Sejarahnya agak cukup panjang. Khotbah saya terakhir di Tondano adalah 10 tahun yang lalu. Di Tondano nya. Di Manado terus-terusan. Paling sering saya ke Tondano itu tahun 86, 6 kali KKR - berarti dua bulan sekali KKR Tondano. Memang sampai dilapangan sampai 10 ribu orang. Pindahlah gembala dari Tondano itu bapak Awuy ke Manado maka pecah jemaat. Jemaat ini pecah sampai jadi 8 kelompok. Saya itu sampai saya bilang : aduh, bagaimana ya kelompok 8 ini semua tidak mau pindah gereja tapi tetap GPdI tapi tidak mau sama-sama. Pendeta ini saya kenal, pendeta ini saya kenal .. semua saya kenal, semua teman baik saya. Tapi mereka 8 tidak bisa ketemu. Aneh ya.
Teringat saya kepada kata ini : gabar. Walaupun agak lambat sampai tahun 2002 waktu saya dapat undangan 3 hari .. salah satu pembicara : Wah, Tuhan, saya bilang, pakailah saya. Karena temanya itu : Hendaklah mereka menjadi satu! Wah, supaya da persatuan. Begitu saya sampai Sulawesi Utara, Tuhan ingatkan saya sama Arlens Kauntu, pembicara di Family Camp. Saya telepon dia : saya ada di Manado, ini bapa ada dimana? Saya ada di Tondano. Ada apa di Tondano? Saya ada KKR, you bisa datang nggak? Saya datang, pak. Dia itu GEMIM, saudara. Di Manado itu GEMIM sama Pantekosta nggak bisa ketemu. Disini KKR, dia sengaja bikin lagi disini KKR. Jadi nggak bisa ketemu nah GEMIM ini sama Pantekosta.
Nah, ini tokoh Arlens Kauntu itu pengurus pusatnya GEMIM bagian penginjilan. Datang saudara-saudara, duduk sebelah saya. Semua pendeta dipanggung itu bingung. Kok pak Awondatu bisa kenal ini? Padahal hati saya itu melihat ini masa. Hari pertama cuma sedikit. Tapi hari kedua, ketika mereka sudah tahu ada pendeta GEMIM datang, mereka datang. Arlens Kauntu bilang : besok saya bawa pendeta KGPM, Kerapatan Gereja Protestan Minahasa. Itu lebih ketat lagi. Datang pendetanya saudara. Ya semangat-semangat muda ini. Namanya Donald. Dan dia memberikan sambutan, dan sebagainya. Saya bilang, saya khotbah : Nah, kalau persatuan itu kaya ini. Ada pendeta GPdI diundang tidak datang tapi ini protestan satu gedung datang. Tepuk tangan jemaat saudara. Tepuk tangan itu satu lapangan. Nah, saya terharu.
Waktu disuruh maju kedepan, ratusan orang maju datang. Nangis kaya anak kecil. Karena belum pernah selama 10 tahun ini, delapan gereja ini ketemu. Saya musti ngobrol sampai jam 2 pagi .. ngobrol sama pendeta-pendeta. Mereka ngobrol ada yang dibelakang saya pijit-pijit saya. Bayangkan ngobrol dengan 20 pendeta saudara sampai jam 2. Hari kedua saudara, pdt Arlens Kauntu beda organisasi ngundang saya : pak, ke rumah pak, istri saya ngundang bapak makan. Istri saya mau masakkan coto Makasar. Saya mah nggak kekurangan teman saudara. Teman saya mah banyak. Begitu sampai makan, makan-makan, eh, istrinya lagi hamil lagi. Anak kedua. Aduh, saya bilang, hamil ya. Iya, kata dokter 14 Februari katanya akan lahir. Pak Arlens Kauntu bilang begini : coba pak Awondatu kasih nama dong buat anak saya. Coba saya bukan bapanya, saudaraku, disuruh, bukan pendetanya disuruh kasih nama. Itu berarti dia sudah sayang sama saya, sudah percaya sama saya .. sudah ada kesatuan. Saya bilang, kalau perempuan kasih nama Valentine, kalau lelaki kasih nama Valentino. Saya akan ingat.
Atasi perpecahan. Atasi percobaan. Marilah bergembira dengan kuasaNya .. itu lagu kuno tuh .. Atasi s'gala percobaan .. Yang ada didunia. Haleluyah saudara-saudara? Kita kalau sembahyang jangan berdoa : angkat percobaan Tuhan .. angkat percobaan, tidak. Atasi. Tuhan, beri kepada saya kekuatan untuk mengatasi percobaan, berikan kepada saya untuk menguasai. Karena Dia sudah memberikan wewenang, ya. Kejadian 1:28 taklukkan bumi ini, taklukkan semua. Maksudnya atasi, kuasai. Dapat tekanan di perusahaan atasi, ya. Saingan bisnis .. atasi dengan baik bukan dengan main kayu, ya. Ada kita mau di PHK, atasi; ada keributan sedikit dalam rumah tangga atasi. Jangan jual cerita rumah tangga kita sama tetangga, cerita kemana-mana .. jangan. Atasi. Karena Tuhan sudah suruh dan kalau Tuhan suruh Dia biasanya memback-up. Ada haleluyah, saudara-saudara? Kalau mercedes benz bikin mobil, dia sudah bikin spare partnya. Sekian tahun spare part ini ganti, mau beli spare part selalu ada.
Jadi kalau Tuhan saudara-saudaraku, Tuhan sudah bilang taklukkan .. kalau saudara sudah kekurangan kekuatan, Tuhan siap siaga sedia 24 jam memberikan kekuatan kepada kita. Taklukkan .. atasi.
Kita mau dengar kesaksian berikutnya dari Yesaya
35:3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah.
35:4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"
Saudara-saudara, ada dua pihak yang berlainan : satu yang lemah, satu yang mau
mengatasi. Jangan takut. Satu yang sedang lemah yang sedang tawar hati datang
yang seorang bilang : jangan takut. Ayat 5
35:5. Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.
35:6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang
belantara.
Ayat 5 dulu. Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan. Saya minta ko Kai Tong perhatikan karena saya sudah bilang sama ko Kai Tong, ada kejutan .. saya mau cerita. Karena ini ada hubungannya sama ko Kai Tong, bapak Husni Husada. Tidak pernah saya pikir terpikir disini. Hari Kamis malam setelah KKR hari kedua, ketua majelis daerah yang juga direktur Sekolah Alkitab Langoan bilang : bapak besok bisa bicara jam 7 pagi disekolah alkitab kelas gabungan? Masa saya bilang nggak bisa. Walaupun cape saya bilang bisa. Jadi jam 5 saya sudah mandi. Dan saudara bayangkan, jam 5 disana itu jam 4 disini. Jam 6 sudah dimobil berangkat dari Tondano ke Langoan. Sampai Langoan memang kita ada jalan yang rusak, kita pakai jalan yang lain. Jam 7 lebih 15, terlambat 15 menit. Jadi saya bilang saya mau langsung ke kelas saja. Turun dari mobil .. jalan sama panitia, ada yang lari-lari .. ini ada hubungannya dengan ko Kai Tong ini, bapak Husni Husada. Lari .. lari, orangnya hitam pendek tidak terlalu pendek tidak terlalu tinggi .. dia lari-lari mau ketemu saya. Saya bilang hati-hati jatuh, karena baru hujan sebelumnya.
Saya jabat tangan. Kang Yoyo .. kang Yoyo. Dia panggil kang Yoyo. Saha ieu teh? Pake bahasa Sunda, saha? Ieu teh adina Jajat Paramor. Saya teh adiknya Jajat Paramor, band di Bandung, Band Paramor. Nuju kang Yoyo di band di Bandung, saya pangbungsuna, adina Jajat pangbungsuna. Pan abdi teh iyeuh haji Zakaria teh ieu. Merinding saya. Kenapa ada disini? Pan abdi teh ngawulang di sekolah alkitab, pelajaran perbandingan antara agama islam dengan kristen. Naha kunaon kitu? Pan sudah terima Yesus. Lha, kumaha bisa tarima Yesus? Kapungkur teh eta maca eta salebaran .. kang Yoyo pan nu nulis teteh tentang Trinitas Tuhan.
Dimana teuing kumaha saya teh iraha nulis na teh .. asa can pernah nulis. Pokokna mah kitu caritana. Sekarang memakai nama Tumbelaka. Padahal begitu dia terima Yesus, istrinya minta cerai keluarganya usir dia. Saya tes apa dia betul-betul adiknya Jajat. Ari Jajat dimana? Pan tos maot. Sudah mati. Ari Aang, Taji Malela gang Bombay? Tos maot. Ari kang Ian? Itu teman saya, pernah dipotong badannya pakai pisau nggak mempan, ada ilmu Banten dulu. Kang Ian masih keneh di Bandung.
Harus ke Cianjur saya bilang. Musti ke sekolah alkitab Cianjur harus. Jadi saya sudah atur. Kemungkinan setelah tanggal 10 Desember dia akan kesini. Karena dia tidak ada penghasilan lain karena dia bukan gembala sidang. Dia hanya menginjil dia hanya mengajar. Dan saya merasa terbeban supaya ternyata saudara-saudaraku .. saya pikir tidak ada lagi orang yang mau percaya kepada Yesus. Ternyata Tuhan mencelikkan mata orang buta.
Saudaraku, dia sampai diusir dari keluarga, istri minta cerai. Dia dianggap menjadi murtad, dianggap menjadi kafir. Tapi dia bilang : saya sudah ketemu Tuhan Yesus. Jajat Paramor itu adalah band Paramor pada tahun 64-65 saya main band. Paramor belum ada, kami sudah main band dirumah mereka. Anak ini masih kecil. Dia bilang saya adik Jajat paling bungsu. Memang lihat mukanya mirip-mirip ibunya. Kok bisa dari Bandung ketemu saya di Langoan di sekolah alkitab dia jadi guru. Itu masuknya dari mana? Ternyata Tuhan memakai kata gabar. Taklukkanlah dengan kebaikan. Tolong diatur. Ada Afu yang antar saya ke airport. Saya bilang : Fu, tolong nanti disiapkan tolong diantar. Nanti ongkos mah tenang beres, tolong dia ke Cianjur supaya dia bersaksi disini natal sampai natal di Jakarta agak lamalah disini. Karena bisa bahasa Sunda. Pertama kali saya dipanggil kang Yoyo di Manado.
Tepuk tangan untuk Tuhan Yesus saudara. Oh Tuhan
begitu baik. Kalau ada diantara saudara punya keluarga papa mama siapapun dengar
kesaksian dari tadi Susan. Walaupun lambat, Tuhan tidak akan pernah terlambat.
Satu saat dia akan panggil mata yang buta akan dicelikkan, mata yang nggak kenal
Yesus akan dicelikkan. Haleluyah. Ayat 6.
35:6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;
35:7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.
35:8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.
Dari ayat 6 sampai 7 masih berjalan itu kata gabar, mengatasi. Semua yang kita tidak suka kita bisa atasi. Sebab mata air memancar dipadang gurun. Tidak ada ceritanya kok dipadang gurun ada mata air. Jarang, kecuali jadi waha kecuali jadi oase. Itulah janji Tuhan. Atasi. Gabar. Atasi.
Tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Bahasa Inggris akan tumbuh rumput dan bambu-bambu yang subur. Ditempat yang gersang. Ini Tuhan bicara mengenai bisnis, mengenai keluarga. Siapa yang disini bisnisnya gersang, cinta didalam keluarga, storgeo, antara cinta anak kepada ayah, ayah kepada anak, kakak kepada adik, adik kepada kakak .. itu sudah tawar. Atasi, gabar, dengan kuasa Tuhan. Srigala yang seram penuh dengan darah dirubah oleh Tuhan menjadi sesuatu yang berguna. Tebu dan pandan. Tebu manis, pandan itu wangi.
Maukah saudara-saudara, rumah tangga saudara dirubah sama
Tuhan menjadi manis dan wangi. Maukah usaha saudara diberkati Tuhan sehingga
berkat yang saudara-saudara dapat dari Tuhan itu manis dan wangi? Ada syaratnya, yaitu
ayatnya yang ke 8.
35:8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.
Bahasa Inggris yang disebut jalan raya yang kudus. Orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Saya mau perbaiki bunyi ayat ini karena ini bisa menyesatkan, khususnya bagian yang kedua : orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya - the unclean shall not pass over it. Tetapi ada selanjutnya : but it shall be for others, akan menjadi untuk orang lain. Nah, bagian akhir saudara lihat : dan orang-orang pandir, orang-orang bodoh, ditulis, tidak akan mengembara di atasnya. Nah, disinilah ada sedikit kekeliruan saya mau perbaiki. Whoever walks the road although a fool shall not go astray. Jadi seharusnya berbunyi : siapa yang mengembara diatas jalan ini walaupun dia bodoh dia tidak akan tersesat.
Nah, kalau kita sudah ada dijalan kesucian berarti
sudah lulus ujian. Bukan orang pandir tidak akan jalan diatasnya. Walaupun orang
bodoh, jalan diatasnya orang itu bodoh, tidak akan tersesat karena
jalannya itu nampak jelas. Ini menghibur kepada kita saudaraku. Kerajaan
Allah bisa untuk segala tingkatan hidup dan tingkatan sosial. Ada amin
saudara-saudara? Dia mau menjadi
jalan raya. Cuman syaratnya satu. Tahir. Nah, baptisan air adalah salah satu cara
untuk pentahiran. Baptisan air itu salah satu cara untuk pentahiran. Markus
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Ini pentahiran. Siapa yang tidak percaya tidak usah ditulis dan tidak dibaptis karena orang tidak percaya pasti tidak akan dibaptis. Kenapa orang itu mau dibaptis? Karena dia percaya. Saya selalu ingat satu kali saya KKR di Langoan saudara. Saya habis KKR tidak ikut campur. Habis KKR saya masuk kamar saja. Tapi pendeta setempat selalu bilang : seperti Firman Allah tadi katakan, siapa yang mau terima baptisan? Sudah baptisan sampai jam 11, jam 12, jam 1 malam. Ini saya belum pernah cerita tapi saya mau cerita. Saya takut saya disebut sombong, saya takut juga Tuhan lihat ada kesombongan dihati saya. Pendeta dari GEMIM bilang sama jemaatnya : semua kamu baptis. Mereka dibaptis semua. Jemaat GEMIM dibaptis selam semua. Lalu mereka bilang : kalau bapak pendeta? Kalau saya dibaptis nanti saya dipecat. Kalau dipecat saya kan susah nggak bisa makan, katanya. Kamu duluan ini betul .. ini betul .. baptis. Saya percaya tapi kamu tahu kalau atasan saya tahu saya GEMIM dibaptis selam, dipecat saya. Kalau dipecat kasihan keluarga. Tapi kamu jemaat baptis semua. Semua satu truk dibaptis, saudara. Dengan badan basah pakaian kuyup mereka pulang sampai merinding semua dari Langoan itu saudaraku badan dengan pakaian basah, kering dibadan. Karena percaya dan dibaptis.
Kenapa orang sampai begitu? Karena pentahiran. Nah, kata baptisan itu ada dua kata Yunaninya, yaitu baptizo dan baptisma. Banyak kali kita ngomong tentang baptizo, yaitu sesuatu yang diselamkan kedalam air - itu baptizo. Tapi Yesus menilai bukan baptizo nya -baptisma nya, ketika kita keluar dari dalam air. Baptizo adalah saudara-saudaraku operasional ketika saudara .. nanti saudara yang dibaptis akan oleh dua orang dipegang. Saudara akan pegang dada saudara seperti ini, nanti dua saudara akan jemaat kami .. gembala-gembala kecil akan pegang. Dan saudara akan melemaskan badan didalam nama Bapa Putera dan Roh Kudus saya yang doa saya yang tumpang tangan dari atas, yaitu dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Begitu saudara dibaptis tahan nafas lemaskan kaki, nanti saudara akan ditenggelamkan kedalam air tidak lama hanya 5 menit ... Tidak lama saudara. Begitu baptis saudara dibawah air, itu baptizo dibawah air, langsung keluar. Nah, waktu keluar itu istilah nya menjadi baptisma. Ini yang penting yang dilihat oleh Yesus. Bukan waktu saudara masuk baptisannya, baptizo nya. Tapi setelah dibaptis. Harus apa saya pak? Kejadian 1:28. Gabar. Taklukkan. Aduh, mau merokok ini, taklukkan. Demi nama Yesus. Haleluyah.
Dua bapak di Jakarta sudah tidak merokok lagi. Satu ibu di Jakarta 25 tahun merokok, sekarang tidak merokok lagi, cuman makan es bonbon aja. Kenapa? Dia berani menaklukkan. Suka main cewek, taklukkan .. sekarang tidak lagi. Haleluyah. Tupok, sudah tidak lagi. Taklukkan. Ada haleluyah, saudara? Saya nggak kuat, pak. Tuhan akan memback-up. Tuhan akan membacking. Jadi kalau kita lihat baptizo nya, tenggelam kedalam air, Tuhan lihat baptisma nya, ketika kita keluar dari air. Apa proses, apa yang kita kerjakan? Karena kalau kita sudah keluar dari air masih keneh seperti dulu sami mawon sego rawon, saudara tidak menaklukkan situasi disekitar kita. Taklukkan. Atasi. Gabar. Haleluyah.
Bulan sudah ditaklukkan oleh manusia. Sungai yang besar ditaklukkan jadi bendungan, bukannya jadi musibah tetapi jadi berkat : jadi listrik, jadi neon, jadi lampu, jadi aliran tenaga listrik. Atom yang kecil dijadikan ya sehingga operasi juga memakai tenaga atom. Laser juga ya kalau operasi sekarang saudara-saudaraku tidak lagi merobek perut itu dengan pisau tapi dengan sinar laser. Saya mendoakan dua rumah sakit, ya, semuanya dokternya ini dr Tris Pohe yang kebaktian kami sama-sama melayani, ya. Sekarang dia bilang bapa punya mata ini min plus kan, jauh dekat? Iya. Mau nggak dilaser karena ini adalah rumah sakit bagian laser. Nanti kalau dilaser, bapa nggak usah pake kacamata lagi. Sekarang saya tidak bisa baca nih harus pake kacamata. Tapi kalau sudah dilaser katanya .. heran laser. Atasi problem, ya. Puji Tuhan.
Saudara, apa persoalan kita? Dia ada dibelakang kita back up, backing. Sama seperti cucu kita, anak kita belajar jalan. Dia sangat pengen jalan, kita juga ingin lihat dia bisa jalan, betul? Tuhan juga lihat kita ingin berjalan setelah dibaptis saya ingin jalan seperti anak Tuhan mau belajar jalan, Tuhan juga ingin lihat kita bisa jalan.
Begitu juga dengan kita. Kalau kita mau belajar berjalan dalam perjalanan kita nih papa kita akan lihat : wah, ini jalan licin, kita siapkan sepatu. Tuhan akan back up. Bapa kita di Surgaback up. Tiap tahun akan lain sepatunya. Tiap tahun bajunya lain. Masa saudara sudah umur 18 tahun pake sepatu nomor satu terus. Bagaimana masuknya saudara kaos kaki saja sudah nomor 12, masa sepatu nomor satu. Itu mah waktu kita kecil. Tapi tiap tahun berubah karena ada pertumbuhan. Bukan baptiszo nya tapi baptisma nya yang dilihat. Saya sudah dibaptis 10 tahun yang lalu. Puji Tuhan. Baptizo. Tapi setelah baptisma, bagaimana, apa ada kemajuan? Apa bulak balik dekok siga lamit? Lamit pan kaditu kadieu we. Deukok-deukok keneh. Kaluhur kahandap, deukok keneh. Mari kita berubah. Taklukkan.
Sebagai ayat terakhir sebelum kita berdoa, kita mau
baca Amsal 16.
16:32. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya,
- Bahasa Inggris : and he who rules hhis spirit, dia yang memerintah, dia yang
menaklukkan rohnya - melebihi orang yang merebut kota.
Lihat ini gabar saudaraku. Siapa yang menguasai ..
siapa yang bisa menguasai diri, menaklukkan diri, dia lebih dari pahlawan, dia
lebih dari seorang yang bisa mengalahkan satu kota. Saya dengar dari orang-orang
tua jaman dulu jaman Jepang, orang Cianjur itu ngungsi ke gunung Mananggel.
Gunung Mananggel itu dari sekolah alkitab terus jalan kesono tuh gunung
Mananggel. Takut sama Jepang. Padahal yang datang Jepang ke Cianjur cuman satu
orang. Itu Jepang katanya, dari kaler ka kidul jalan aja sendiri, kadang-kadang
pake sepeda, sudah nggak ada penduduk di Cianjur. Hebat itu Jepang. Satu Jepang
seluruh kota Cianjur sekarang, tidak ada orang kabur. Sieun ku Jepang. Satu
Jepang mengusir semua RT, RW, rakyat semua kabur ke gunung Mananggel. Satu
Jepang. Begitu kemerdekaan selesai, semua penduduk Indonesia pake sandal Jepang.
Hebat ini Jepang. Televisi Jepang, motor Jepang.
Kalau saudara bisa mengatasi segala problema, atasi dengan kekuatan dari Tuhan
bukan dengan kekuatan kita tapi dengan kekuatan Tuhan. Atasi. Saya tutup dengan
satu kesaksian. Saudara tahu Corry Thenbum, itu evangelist penginjil Belanda
wanita, yang menyelundupkan 400 ribu alkitab ke Rusia. Kadang-kadang dia duduk
diatas alkitab di mobil, tentara Rusia sudah buka bagasi ya. Dia lihat perempuan
tua gembrot, jadi dia lewatkan. Padahal sudah dia gembrot itu karena sudah
dikelilingi alkitab semua yang dia duduki. Masuk Rusia. Satu kali dia diundang
oleh veteran tentara Jerman yang nggak bisa tidur waktu malam. Kadang-kadang
menjerit-jerit karena tentara Jerman mulai dihantui oleh perbuatan mereka pada
waktu yang lalu : mereka menyiksa orang, bunuh orang, menyayat-nyayat daging
manusia, menginjak menembak bayi, membelah bayi, dsb, pada waktu perang dunia.
Sekarang mereka dihantui pada waktu usia tua. Kadang-kadang tidur malam
menjerit-jerit, banyak yang setengah gila.
Dipanggillah ini penginjil Corry Thenbum dari Belanda. Khotbah dia. Ini veteran tidak ada yang tidak menangis. Semua nangis. Dia berkhotbah tentang pengampunan. Nangis semua. Walaupun dosamu kaya apa, katanya, Tuhan sanggup mengampuni. Oh, nangis semua. Habis kebaktian, ketua veteran bilang : hari ini kita seperti dikunjungi oleh Tuhan Yesus sendiri. Sekarang ibu Corry Thenbum berdiri dekat pintu, semua veteran-veteran akan kasih tangan. Semua nangis kasih tangan nangis : terima kasih, God bless you. Khotbahnya luar biasa, kami dapat berkat. Corry Thenbum senang.
Tetapi ditengah-tengah dia lagi tabe, ada orang tabe sama dia. Dia tidak bisa lupa seumur hidup karena orang ini ternyata tentara Jerman yang menelanjangi dia dan adik perempuannya, menyiksa menganiaya melecehkan dia di kamp konsentrasi dipengungsian. Waktu itu orang Belanda dikumpulkan, perempuan dibedakan, semua perempuan harus telanjang dan ini tentara Jerman ini melecehkan. Mentertawai. Dia tidak bisa lupa. Jadi ini Corry Thenbum bilang : Tuhan, saya tidak bisa ampuni orang ini. Lama orang itu kasih tangan. Corry Thenbum belum bisa kasih tangan. Tuhan, dia cepat bicara : saya tidak bisa ampuni orang ini. Tapi Tuhan bilang : kamu tidak bisa, tetapi Aku yang ada didalam kamu, bisa memampukan engkau. Menangis Corry Thenbum : terima kasih Tuhan. Dari benci berubah dia menjadi kasihan kepada orang ini. Dia jabat tangan. Tuhan memberkati anda. Ini orang nangis kaya anak kecil. Dia tidak tahu ini Corry Thenbum ini adalah wanita yang dia telanjangi dulu; dia tidak kenal. Tapi Corry Thenbum tidak bisa lupa ini orang.
Saudara, apa yang saudara tidak bisa lakukan? Melalui Yesus, saudara bisa lakukan. Apa yang saudara mungkin tidak mungkin bisa lakukan, melalui dengan Yesus saudara bisa lakukan. Mari kita berdiri bersama-sama.
Minggu sore, 09 Desember 2002
Mazmur 8, kita akan membaca ayat 1-4 :
8:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu : Gitit. Mazmur Daud.
8:2 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
8:3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
8:4 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang
Kautempatkan.
Kita membuka Kejadian
1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:14. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan
tahun-tahun.
Kembali kepada Mazmur 8. Raja Daud melalui biduannya lagu ciptaan dari seorang penyair, dia berkata begini dalam ayat ke 4 supaya kita bisa membayangkan. Kalau aku, katanya, melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan.
Kalau saudara membaca Kejadian 1 :1 tadi : Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Syemayim bahasa Ibraninya dan Erets. Bumi itu tempat kita hidup, tempat kita dilahirkan, tempat kita .. Sam Saimun menyanyi, tempat aku menutup mata. Tanah air Indonesia, di bumi - tempat kita dilahirkan, tempat kita hidup, tempat kita mati, tempat kita dikuburkan. Terbatas. Bisa dikunjungi dari ujung Kutub Utara sampai Kutub Selatan saudara bisa kunjungi. Tapi Syemayim langit ini, sampai sekarang saudara-saudaraku baru bulan yang bisa dikunjungi tapi belum ada KFC yang buka cabang di bulan. Hanya bisa didatangi dengan pakaian yang khusus, makanan yang khusus karena pakaian tidak boleh dibuka sama sekali.
Tetapi tahukah saudara bahwa langit adalah sesuatu yang tidak terukur. Orang Tiongkok suka pakai peribahasa diatas langit masih ada langit. Berarti dilangitlah saudara-saudara ada tanda tanya besar, dilangitlah kita bisa melihat cakrawala ciptaan Allah yang Mahabesar.
Didalam Kejadian 15, Tuhan datang kepada Abraham dan Dia bilang sama Abraham begini : hei Abraham, Aku akan menjadi perisaimu dan upahmu akan menjadi sangat besar. Tuhan ngomong kemana, Abraham jawab kemana : Ya Tuhan, apa yang Engkau akan beri kepadaku, katanya, aku ini sudah tua .. aku tidak punya anak, semua kekayaanku nanti yang mewariskan adalah bujangku namanya Eliezer. Jadi Tuhan ngomong kemana, yang jawab kemana. Padahal Tuhan baru ngomong : Aku mau jadi perisaimu, upahmu sangat besar. Lihat, Abraham bilang : apa yang Engkau beri kepadaku Tuhan? Barusan ayat 1 berkata : upahmu sangat besar. Dan Kejadian 15:2 bilang : apa yang Engkau beri kepadaku?
Dan kebanyakan orang kristen itu begitu, saudara. Firman Tuhan mah Firman Tuhan kemana saudaraku, tanggapannya mah tanggapan lain. Apa maksud saya? Berkatnya Tuhan sangat besar tapi nggak kelihatan. Apa yang Engkau buat kepadaku, apa yang Engkau beri kepadaku? Ternyata saudara mau ngatur Tuhan, saudara mau mengukur berkat itu dengan klasifikasi saudara. Tidak bisa. Kita nggak bisa ngatur Tuhan. Tuhan yang ngatur kita. Amin saudara-saudara?
Mari saya kasih pelan-pelan supaya kita terbuka kepada Firman Allah. Urusan yang sehari-hari yang dibumi ini sangat terbatas tapi yang diciptakan oleh Tuhan yang pertama justru yang tidak terbatas. Pada awal pertama Allah menciptakan langit - syemayim yang tidak terbatas yang tidak terjangkau oleh pikiran kita dan bumi yang terjangkau dimana kita bisa berjalan dimana kita bisa pergi.
Lalu Abraham bilang : aku punya anak tidak ada, nanti bujangku si Eliezer yang jadi ahli waris. Tuhan bilang : bukan, bukan Eliezer tetapi anakmu keturunanmu dari kandungan istrimu akan menjadi warismu. Bengong Abraham nggak bisa ngomong. Apa ayat berikutnya bilang? Maka Abraham diajak oleh Tuhan malam-malam keatas bukit. Disuruh lihat bintang dilangit. Coba Abraham diajar matematika dulu. Kalibajuku - Kali bagi jumlah kurang.
Maka saudaraku, dosa paling besar adalah dosa tidak berterima kasih. Seperti anjing menggigit tangan orang yang memberi makan. Tidak ada terima kasih, tidak ada syukur, tidak ada ingin balas budi ya beubeulieun hejo tihang. Abraham mulai menghitung .. ji .. wa .. lu .. pat .. ma .. neup .. juh .. pan .. lan .. luh .. nggak bisa kehitung. Salah lagi. Sudah dihitung jari sudah habis masih ada. Nggak kehitung. Dari ayat 5 sampai ayat 6 itu dari dia ngitung bintang sampai ayat ke 6, maka percayalah Abraham. Ternyata Tuhan membuat Abraham percaya itu memakai benda-benda langit.
Sampai kepada jaman Yakub dikejar-kejar sama Esau. Kecapaian dia tidur disatu tempat bantalnya batu. Mimpi dia ada tangga yang naik keatas dari bumi, eh malaikat turun naik dari langit ke bumi dari bumi kelangit. Tuhan memakai juga mimpi dengan cakrawala, yaitu malaikat turun naik dia terbang .. wih, ini tempat adalah tempat yang luar biasa. Dikasih nama itu tempat Bait El, rumah Elohim, rumah Tuhan. Diurapi batu itu karena dia mimpi lihat benda langit lihat malaikat makhluk-makhluk langit. Sampai kepada buyut daripada Abraham yang namanya Yusuf, mimpi lagi dia. Matahari, bulan dan 11 bintang nyembah sama dia. Dia cerita sama papanya. Papanya bilang : apakah ayah ibumu dan sebelas saudaramu akan menyembah kamu? Mimpi. Melalui benda-benda langit.
Dan orang Majus nanti pada hari natal saudaraku kita rayakan, dipimpin kepada Yesus oleh benda langit lagi. Orang Majus itu dia lihat bintang. Bagaimana dia bisa mengerti bintang itu adalah ada tanda ada orang Yahudi yang lahir, saya tidak tahu .. tidak diceritakan. Tetapi Tuhan memakai benda langit bintang untuk memimpin pada Majusi ketemu dengan Yesus.
Nah, sekarang dalam Mazmur 8 kita lihat ini Daud juga melihat benda langit. Dia lihat, katanya dalam ayat ke 4 : Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kau tempatkan.
Apa yang saudara harus perhatikan dalam ayat ini?
Saya mengajak saudara memperhatikan kata Kau tempatkan. Kita buka Mazmur 37
37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
Perhatikan itu kata menetapkan. Dalam bahasa asli, kata menetapkan ayat 23 dengan Mazmur 8:4 Kau tempatkan - itu sama. Bagaimana Tuhan menetapkan bintang dan benda-benda langit matahari dan bulan Kejadian 1:14, dengan kata langkah yang benar ditetapkan oleh Tuhan .. kata menetapkan itu bahasa aslinya sama. Mari renungkan kebenaran ini. Saya minta 10 menit saja perhatikan.
Menurut ilmu pengetahuan jarak matahari dengan bumi ini selalu sama. Berabad-abad .. berbulan-bulan .. bertahun tahun. Sayang ko Eng Sun sudah tidak bisa kesini lagi. Kita sukar berhubungan tapi kalau ko Eng Sun ada disini mungkin ada keluarganya yang bisa mengerti mesin. Mobil itu kenapa musti ada bengkel? Sebab seher yang mesin yang berjalan itu kecepatan 1000 .. 2000 .. 3000 .. 10000 round permenit, itu walaupun dikasih oli lama-lama ada gesekan, oli jadi kotor terbuang maka antara dinding mesin dengan seher itu mulai longgar. Maka itu adalah istilah oversize, sehernya diperbesar, masukkan lagi supaya pas lagi supaya tenaga mesin naik. Kenapa diperlonggar, kenapa harus diperbesar? Karena sudah longgar. Maka mesin kalau sudah longgar itunya tenaganya nggak kuat. Maka ada bengkel.
Nah, bayangkan, matahari dari bulan jaraknya tidak pernah lebih dekat satu centi, tidak pernah jauh satu centi - tidak pernah. Sebelum kita lahir tetap jaraknya sama. Pada jaman raja Daud tetap jaraknya sama. Pada jaman Abraham tetap jaraknya sama. Sebab menurut ilmu pengetahuan yang baru-baru ini, kalau matahari itu lebih dekat setengah centi, saudara, bayangkan, setengah senti, kalau dia lebih dekat setengah senti, ini bumi terbakar. Sebaliknya, kalau matahari itu sampai mundur saja sedikit, beda sedikit, setengah centi dari bumi, ini bumi menjadi beku.
Maka kita suka menyanyi Allah kuasa melakukan segala perkara .. Allahku Maha Kuasa .. Dia ciptakan seisi dunia .. Atur segala masa.... Itu matahari dari bumi nggak bisa lebih dekat, nggak bisa lebih jauh. Apa yang Dia bisa kerjakan dengan matahari dan bulan kepada bumi, Dia kerjakan sekarang kepada langkah-langkah hidup kita. Tuhan menetapkan .. , pas, persis, langkah-langkah orang. Nah, disini rahasianya, bagaimana supaya Tuhan menetapkan langkah-langkah kita? Yang hidupnya berkenan kepadaNya. Maka ukuran kita kalau ke gereja bukan mobil, bukan emas-emasan yang kita pakai, bukan pakaian yang bermerk, bukan minyak wangi yang bermerk, bukan dasi yang hebat, bukan gedung gerejanya, bukan karpet merah - kalau ada gereja pakai karpet merah yang menarik hati Tuhan. Bukan seragam paduan suara yang berwarna ungu dan berdasi, seragam, lalu mulai ambil suara, sol - mi - do, halelu .. haleluyah, haleluyah. Kalau dia nyanyi di yayasan, itu burung-burung merpati pada jatuh, ha .. le .. lu .. yah, karena tajam sekali suaranya. Tuhan tidak perduikan.
Tuhan tidak perdulikan saudara punya model rambut seperti apa. Apakah saudara seorang gunawan, gundul tapi menawan. Apakah saudara sugus, sudah gundul semua. Apakah saudara agus, agak gundul sedikit? Tuhan tidak ambil peduli. Apakah saudara punya rambut gondrong, memakai wig? Tidak peduli Tuhan. Yang Dia peduli itu hati.
Maka kita belajar apa adanya sama Tuhan karena
Tuhan nilai itu hati. Yang hidupnya berkenan kepadaNya.
Saya mungkin dinilai orang sukses, pendeta sukses, apa dinilai Tuhan saya sukses?
Saya seorang suami yang baik, apa dinilai Tuhan saya suami yang baik?
Saya seorang pedagang yang sukses, apa dinilai Tuhan saya pedagang yang sukses?
Saya seorang istri yang baik, apa dinilai Tuhan saya istri yang baik?
Saya dinilai sebagai anak yang u hau, apakah dinilai Tuhan kita anak yang u hau?
Semua penilaiaan yang sah itu datang dari Tuhan!
Maka langkah kita kalau masih ngaleor-ngaleor begini susah Tuhan menjamin langkah-langkahnya. Mari kita belajar melangkah. Saudara tahu cat walk? Kucing itu perhatikan kakinya saudara. Dia jalan itu ada garis. Jarang saudara lihat kucing itu jalan egang .. jarang saudara. Maka cat walk itu adalah istilah untuk peragawati yang memamerkan pakaiannya. Peragawati itu harus berjalan seperti kucing. Cat walk. Artinya telapak itu harus ada pada satu garis. Karena satu garis itu dia enjot-enjotan jalannya. Itu bukan dibikin-bikin. Memang karena satu garis, dia jalan akhirnya enjot-enjotan. Memang ada yang jalan suka dibikin-bikin digini-giniin sampe dia punya sanggul saudaraku, tambah longgar .. tambah turun .. akhirnya nyangsang.
Jadi kembali kepada Firman Tuhan. Yang dikatakan cat walk itu perjalanan yang harus berkenan kepada Tuhan, Tuhan jamin. Mari saudara. Kita ini manusia kan terbatas. Ada yang kita ingat, ada yang kita tidak ingat. Ini saya sedang bicara langkah. Ada yang kita sadar, ada yang kita tidak sadar. Walaupun saudara sedang tidak sadar, Tuhan sudah bisa memimpin langkah saudara asal berkenan sama Tuhan. Walau pun saudara sedang tidak sadar.
Nah, di Amerika saya dengar satu kesaksian yang membuat hati saya itu aduh, bersyukur sama Tuhan. Untung saya dengar ini kesaksian. Saya mau bawa sama jemaat. Ada satu jemaat anak Tuhan saudara. Tiap hari dia kaya mesin. Bangun jam 6, minum kopi jam 7, jalan ke stasion kereta 7.15, lalu 7.20 kereta api datang. Dia naik kereta api setengah jam kemudian sampai ditempat stasion berikutnya. Dia turun jam 8, jalan kaki lalu dia sampai ditempat pekerjaannya. Ketika dia ditempat pekerjaannnya saudara, ini seperti mesin dan dia sudah lakukan ini bertahun-tahun. Bayangkan saudara-saudara sudah bertahun-tahun sudah kaya mesin ya.
Satu kali kok dia bangun rada kesiangan sedikit. Jam 6 lebih sedikit. Dia cuci muka. Orang New York saudaraku jarang mandi memang dingin sekali. Cuci muka minum kopi sarapan lalu jalan ke stasion. Begitu dia sampe stasion kereta, kereta yang dia harus naiki itu baru saja berangkat. Tet .. tutup pintu. Maka dia harus naik kereta yang berikut. 10 menit kemudian kereta yang berikut datang. Tapi begitu sampe tidak bisa berangkat lagi. Diumumkan bahwa Twin Tower di New York dihantam sama pesawat dan roboh. Dia lihat di televisi. Dan dia lihat itu pesawat direkam ulang. Persis pesawat itu menghantam ditempat dia kerja. Menurut orang dunia saudara, itu kejadian yang mati 3.000 orang sudah mujijat. Kenapa? Sebab biasanya di dua gedung itu yang berkumpul belum kerja sekitar 55.000 orang dalam jam itu. Jadi memang ini teroris ini mau usahakan supaya mati sebanyak-banyaknya ini orang. Siapapun dia dia nggak peduli orang apa. Tapi heran yang mati cuma 3000. Itu menurut orang dunia sudah mujijat, apalagi menurut anak Tuhan ini. Dia yang sudah tahunan naik kereta api, makan pagi .. telat naik kereta api itu nggak pernah dan heran saudaraku dia tidak sadar, ini saya katakan. Tapi Tuhan menetapkan langkahnya sehingga dia luput dari kematian itu.
Jadi saudaraku, kalau saudara telat .. telat diberkati, telat karena naik kereta api, telat ini .. jangan saudara-saudara mulai marah-marah dulu. Siapa tahu ini adalah penetapan dari Tuhan. Tuhan menetapkan. Ditetapkan langkah .. kalau kita hidup berkenan kepadaNya.
Apabila ia jatuh. Nah, orang benar .. orang yang berkenan bisa saja jatuh. In Firman Allah. Bukan saya yang ngomong. Yang hidupnya berkenan kepadaNya .. Apabila ia jatuh. Bisa jatuh. Nah, 'jatuh' itu macam-macam. Bisa jatuh dalam dosa, bisa jatuh dalam ekonomi, bisa jatuh didalam semangat, bisa jatuh didalam cinta kasih sayang, kesetiaan bisa jatuh. Bermacam-macam. Apa kata Tuhan, FirmanNya? Tak akan tergeletak. Amin saudara-saudara? Sebab Tuhan menopang, apa saudara? Tangannya. Haleluyah.
Ini waktu tahun 98 kita nyanyi lagu ini lain lagi Sebab Tuhan menopang dagangnya. Wah, waktu itu saudara nyanyi semangat sekali. Dagangnya .. dagangnya. Seharusnya orang itu bersaksi saudara lebih dari 4 - 5 orang yang sudah mau jual rumah karena pinjam uang dari bank .. hutang menumpuk bunga berbunga. Memang bank itu saudaraku kalau menawarkan kredit itu angin surga tapi kalau sudah mulai mau eksekusi sudah tidak ada lagi angin surga, angin bohorok semuanya.
Tapi untung Tuhan menetapkan langkah orang yang hidupnya berkenan. Ayo puasa .. doa, ayo datang sama Tuhan. Sudah doa dibaptis, sudah dibaptis terima Tuhan haleluyah datang kebaktian ikut puasa ikut doa eh Tuhan berkati Tuhan tolong. Kalau Tuhan sudah menetapkan langkah kita, dagang apa aja sukses.
Beberapa minggu lalu sebelum saya pergi ke Amerika ada yang dibaptis kan. Ada satu keluarga suami istri baru saja masuk gereja kami. Itu suaminya itu gajinya satu bulan 35 juta. Jadi dia bawa perpuluhan suami istri disini orang Jakarta. Dia kasih perpuluhan sama saya 3.5 juta. Waktu saya masih di Amerika, istrinya sudah kirim sms : ada mujijat. Oom saya minta tolong oom pilihkan .. tolong ambil putusan. Ini ada perusahaan yang lain nawarkan gaji 50 juta, mobilnya Mercy. Sekarang mobil suami saya adalah Toyota Camry. Lihat Tuhan itu setia sama FirmanNya. Baru sekali bawa persepuluhan sudah ditawarin. Gaji 50 juta, mobil Mercy .. Baby Benz. Oom pilih mana? Lho kok saya yang disuruh milih. Pilih we sorangan.
Da Tuhan mah pintar berhitung, saudara. Dia mah tidak seperti saya lupa. Disuruh milih. Tadi dia sms : kenapa oom cepat-cepat pulang, saya mau kasih perpuluhan lagi. Sorry saya harus ke Jonggol .. selonong boy, karena disana sini macet. Sebetulnya saya harus pulang kemarin sore jam 12 pesawat tiba, jam 2 saya sudah di Ciawi. Tetapi jalan ke Sukabumi macet, ke puncak macet akhirnya saya kembali lagi saudaraku ke Jakarta. Harus begitu memang, kata Tuhan. Ditetapkan sama Tuhan. Sekarang ini saya lagi ngantuk sekali. Tapi Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidup berkenan kepadaNya.
Apabila ia jatuh .. Bisa jatuh. Jatuh patah semangat jatuh hayo ke gereja embung. Lewat gereja teu nanaon. Kalau sudah lagi jatuh saudara-saudaraku, ngalieuk ge embung. Sampe sakit leher 2 minggu saking ku nggak mau ngalieuk. Ini lagi jatuh semangat.
1 Samuel
2:1. Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
2:2 Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita.
2:3 Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.
2:4 Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan.
2:5 Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.
2:6 TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.
2:7 TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.
2:8 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.
2:9 Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa.
Oh, saya teh punya rumah teh karena saya pintar dagang. Jangan. Jangan begitu. Apalagi suka
ngomong begini : ini setelah anak saya yang ketiga lahir, aduh dagangan saya ini
semuanya laku. Bisnis lancar. Jadi ini anak yang ketiga ini disebut hoki. Kita bisa punya
rumah, punya tanah, punya kendaraan, punya pekerjaan 100% karena Tuhan. Lain ku karena
urang pinter jago kasep geulis pintar dengan waduh itu titel teh sampai
panjang. Tidak. Salomo saja sampai doanya begini : Tuhan, jangan kasih saya kaya
kalau dengan kekayaan ini saya nanti lupa sama Tuhan tapi jangan kasih saya
miskin sehingga dengan kemiskinan saya, saya mengutuki Tuhan. Tapi jadikanlah
saya puas dengan kecukupan dari Tuhan. Biar Tuhan yang netapkan berkat buat
saya.
Nah, kadang-kadang kekayaan bisa menjadi laknat bukan jadi berkat. Kapan kekayaan menjadi laknat? Ketika kekayaan itu kita pakai untuk nyeleweng. Bukan untuk memuliakan Tuhan. Uang yang kita miliki, kita pakai untuk nyeleweng. Saya tidak usah terangkan nyeleweng itu apa. Kekayaan menjadi laknat. Kapan kemiskinan menjadi laknat? Ketika karena kita miskin ini kita mencuri, kita korupsi, kita iri hati, kita marah sama orang lain. Itu kemiskinan menjadi laknat. Kapan kekayaan menjadi berkat? ketika kita sadar bahwa apa yang kita makan, apa kita miliki ini bukan karena kita, bukan milik kita, ini hanya pinjaman saja dari Tuhan, kepercayaan saja dari Tuhan. Ah ditetapkan umurmu segini, kekayaanmu segini, istrimu ini, suamimu ini, dan umurnyapun segini dan mobilmu ini - sudah ditetapkan sama Tuhan.
Lim Swie Liong memang kaya luar biasa, saudara, tetapi saya belum pernah baca, makan pagi Lim Swie Liong 100 butir telor rebus. Dulu saya kebaktian di Tanah Abang II yang punya orang Belanda rumah itu. Dia bilang : uang saya, pak pendeta, 70 milyar sekarang ini. Bayangkan, dulu 70 milyar tahun 86, tapi saya makan hanya biskuit asin sama air putih, karena saya nggak boleh makan ini, nggak boleh makan itu ... hanya biskuit asin sama air putih. Sudah ditetapkan begitu. Ada tukang beca, saudaraku, tidur jam 2, jam 3, di beca tidurnya ngelai.. aya laleur deui. Laleurna oge sakaluwarga datang menggembrong dirinya. Nyamuk, reungit, nggak ada sakit, heran .. udah ditetapkan sama Tuhan. Kalau saya ngaca : duh Tuhan, ... ini hidung .. sudah ditetapkan.
Tapi dalam ayat yang dibaca oleh saya dalam nyanyian tadi : langkah orang yang dikasihiNya. Waktu yang pertama berkenan kepadanya, kita sibuk wara wiri, jaga apa langkah saya berkenan, hidup benar kepada Tuhan. Tapi dalam lagu langkah orang yang dikasihi. Saudara, ada orang tidak berbuat dosa karena dia takut sama Tuhan. Ada yang tidak berbuat dosa karena dia mengasihi Tuhan. Ada yang menyanyi, kerja buat Tuhan karena dia mau membalas cinta Tuhan. Tapi ada yang menyanyi karena dia mencintai Tuhan, dia cinta sama Tuhan. Saudara, Tuhan tidak peduli praise and worship kita, bener! Yang Tuhan peduli, apakah kita ini merindukan Dia apa nggak? Kita ini haus kepada Dia apa nggak? Apa kita masuk di kebaktian itu dengan satu hati yang rindu? Aduh Tuhan, aku ingin ketemu dengan Engkau. Apakah kita datang di kebaktian cuma lihat jam terus? Lihat jam, udah jam berapa ini, aduh jam berapa? Apakah kita datang di kebaktian penuh dengan kasih kepada Tuhan? Aduh, aku mengasihi Engkau, Tuhan.
Ketika kita mengasihi Tuhan, peribahasa bilang, setiap sentuhan kasih membuat seseorang jadi pujangga. Ketika Salomo, saudara-saudaraku, dia jatuh cinta kepada Solamit, dia jadi pujangga tiba-tiba. Kekasihku, engkau bagaikan merpati, pipimu merah seperti delima merekah, bibirmu seperti delima merekah, rambutmu seperti rombongan domba, katanya, diatas bukit. Jadi orang bermadah, karena dia cinta. Pernahkah saudara mendengar ada orang pacaran di tengah lapangan sepak bola, jam dua belas siang, satu di gawang sini, satu di gawang sana? Memei .. Memei, aku cinta padamu. Kew-kew, Kew-kew, apakah itu betul? Memei, Memei..... Langsung wasit datang, dikartu merah .. keluar. Masuk rumah sakit jiwa. Masa pacaran ditengah-tengah lapangan sepak bola? Kalau orang pacaran karena cinta, dia duduk sama-sama. Aduh, mengasihi, mengasihi, ngomongnya juga yang manis-manis.
Begitu kalau kita jatuh cinta sama Tuhan. Aduh, ngomong pagi, siang, sore, Yesus aja. Ah, si aci eta mah ngomong teh ngan Yesus deui, Yesus deui. Carita kue lelemper kana Yesus, kumaha hubungan nana eta teh? Saya teh arek mesen lelemper ka manehna, na kunaon diakhiri dengan cerita Yesus? Orang jatuh cinta! Coba, satu ema, satu engkong, sayang sama cucunya. Carita kumaha oge, cucuku. Saudara-saudara, apa yang kita ... cucu saya, cucu saya, walaupun seperti cucurut .. cucu saya. Huh, .. cucuku, cucuku. Amin? Karena kita cinta.
Apa saudara pada hari ini cinta kepada Tuhan? Dia sudah memberi tubuh dan darahNya bagi kita. Waktu kita lemah, Dia kuatkan. Waktu kita sakit, Dia sembuhkan. Itu sudah cerita lama. Mari kita buka lembaran baru, kita ungkapkan kasih kita kepada Tuhan. Kita katakan : Tuhan, aku mengasihi Engkau. Tuhan, aku cinta, aku sayang, aku mau mengasihi Engkau. Sebagai ayat terakhir, kita buka Yohanes 21. Dalam Yohanes pasal 21 disana, saudara-saudara, kita lihat ungkapan, kata-kata, dari Tuhan Yesus terhadap Petrus. Haleluyah.
Yohanes 21:18, puji
Tuhan, dikatakan disana : Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
Waktu engkau muda, engkau akan mengikat pinggangmu sendiri dan berjalan kemana
yang engkau mau. Itu orang kristen yang masih muda. Ah, kumaha saya we. Kumaha
saya we. Aku adalah rajaku, hatiku adalah tempat aku bertahta. Aku. Aku. Aku
mau berjalan kemana aku mau. Saudara tentu masih ingat, saya sudah cerita
tentang kucing, bukan? Bagaimana kucing jantan kalau mau kawin sama kucing
betina, saya sudah puluhan kali cerita. Kucing betina dikejar sama kucing
jantan, dilamar sama kucing jantan. Mau nggak? Mau nggak? Kucing betina jawab :
nggak mauuuuuu. Tapi nggaknya pendek, maunya panjang. Mau nggak? Nggak mauuuuuu.
Dikejarlah kucing betina ini sama kucing jantan. Mau nggak, mau nggak, mau
nggak? Nggak mau, nggak mau, nggak mau. Ditangkep diujung tempat sampah.
Menjeritlah kucing betina : mau, mau, mau.
Nah, waktu saya KKR di Tondano, sebelum saya ke Amerika, saya ditidurkan di satu rumah baru, orang baru yang ada enam kamar kosong. Saya ditaro di kamar depan. Bayangkan, rumah baru, sendiri saya tidur. Jam dua pagi, disebelah jendela karena rumah disana bukan dari tembok, dari papan, kucing kawin. Lucu yang ini, saudara, yang jantan bilang : mau nggak? Eh betinanya bilang begini : malu. Ditanya sama kucing jantan, malu sama siapa? Awondatu. Luar biasa, saudara.
Ternyata kucing yang ini, saudara-saudaraku, tidak mau berjalan kemana dia mau, ya. Dikatakan disini, kalau engkau masih muda, engkau mau berjalan kemana engkau mau, kemana engkau mau pergi. Saya mau pergi kesini, maunya saya. Wah, .. pokona buta tulang, buta daging, eng, ing, englah, kadieu, haling. Anak terhilang bilang : pa, menta duit kadieu. Jalan, kumaha oweh weh. Ih, si bungsu kemana saja jalan. Sampai dia bangkrut, begitu dia bangkrut, baru dia sadar, bahwa langkahnya sudah salah. Maka langkahnya tuh harus berbalik 180 derajat untuk kembali sama bapa.
Nah di dalam ayat yang sama, dikatakan, kalau kamu sudah tua, Orang lain. Siapa ini Orang lain? Dalam Yohanes 14, Yohanes 15, Yohanes 16, Yesus berkata : Rohul Kudus itu Penolong yang lain. Badan teh nggak mau. Udah tahu bahwa gembala-gembala kecil ini sebagai gembala menjadi teladan bagi jemaat harus berdoa. Tidak doa malam, ya bedstone. Daging tidak mau. Puasa. Si aku yang kaku dan tidak laku ini harus dipaku. Saudara nggak bisa dah nggak bisa ngatasi problem dengan kekuatan kita. Nggak bisa! Kita harus belajar mengasihi Tuhan supaya langkah-langkah kita ditetapkan. Dan kalau saudara dapat langkah ditetapkan, saudara nggak takut anak-anak saudara, nggak takut keluarga, pokoknya ditetapkan. Kemana dia pergi, ditetapkan sama Tuhan. Jodohnya apa? Ditetapkan sama Tuhan, sudah nggak usah takut, nggak usah maksa, nggak usah patah hati, nggak usah. Tuhan yang menetapkan.
Pada sore hari ini, saya ingin saudara pulang bersama dengan "Orang lain" itu. Ah, mulai malam ini mah, saya tidak ingin berjalan dengan kemauan saya. Seperti orang Majus dipimpin oleh bintang, aku mau dipimpin oleh Rohul Kudus. Mari kita berdiri.
Minggu sore, 15 Desember 2002
TANGAN TUHAN
Selamat sore selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus
Kristus. Nah, karena ini dalam minggu natal maka kita mau renungkan .. Yesaya 49
49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.
Kembali kepada ayat 14, 3 ayat saja sore ini. Kalau saudara ketemu kata Sion dalam perjanjian lama, itu tidak beda dengan jemaat atau gereja dalam perjanjian baru. Jadi kalau kita hidup dalam perjanjian lama kita disebut Sion kalau kita orang Israel. Tapi karena kita hidup dalam perjanjian baru .. Israel rohani, kita disebut jemaat, kita disebut gereja.
Nah, disana dikatakan Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku." Ternyata umat Tuhan jaman dulu, dua kali berkata .. omong keluar .. bentes : "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku." Padahal diayat-ayat seterusnya kita baca bahwa tidak pernah dan tidak akan Tuhan melupakan kita. Tetapi saudaraku ada saja hal-hal yang bisa membuat kita menganggap Tuhan itu lupa sama kita. Bisa saja ada kejadian-kejadian yang menurut kita manusia yang banyak kelemahan terbatas pemikiran kita, Tuhan itu membiarkan kita .. Tuhan itu melupakan kita.
Kita buka Ibrani 13
13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Dengan jelas Firman Tuhan katakan : sekalipun .. sekali saja, Aku tidak akan membiarkan engkau. Satu kali saja dalam hidup kita yang pendek dibumi ini, Aku Tuhan tidak akan membiarkan engkau. Tetapi mari kita kembali kepada Yesaya 49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
Saya ulangi : ada banyak hal-hal yang terjadi yang bisa membuat kita menganggap Tuhan itu lupa sama kita. Contoh : istri Ayub. Kan mereka tidak tahu Tuhan itu berbicara sama setan. Setan bilang : kalau Ayub dikasih miskin pasti tinggalkan Tuhan. Tuhan bilang : tidak akan! Coba saya coba, katanya setan. Silahkan .. tapi jangan dipegang badannya. Dikasih miskin satu hari saudara. Semua empat perusahaan besarnya dari Ayub amblas. Tapi Ayub tidak berubah. Tetap cinta Tuhan. Setan bilang : coba kalau saya bunuh anaknya. Tuhan bilang : silahkan. Ambil 10 anak, Ayub tidak berubah. Coba, kata setan, kalau saya kasih sakit penyakitnya. Jadi ingat saudara, penyakit itu bukan dari Tuhan. Nggak mungkin saya melayani Firman Tuhan begini, terus Tuhan kasih sakit supaya saya nggak khotbah. Nggak mungkin. Iblis kasih penyakit supaya saya tidak khotbah. Dibikin bisul dari batok kepala sampai telapak kaki. Tidak berubah; Ayub tetap cinta Tuhan. Nah, istrinya grogi. Istrinya bilang : wah, Tuhan lupa ini. Maka dia berkata kalimat yang terkenal : berapa lama lagi Ayub kamu itu mau taat sama Tuhan? Kutuk Tuhan, lalu kamu mati .. kutuk sekarang Tuhan, lalu kamu mati.
Saya tidak bisa benarkan kata-kata istri Ayub. Tidak bisa, itu berdosa. Tapi saya bisa mengerti. Empat perusahaan amblas, 10 anak mati, suami yang ganteng jadi bisulan .. tidur di abu garuk-garuk pakai tembikar disini.
Nah, istri Ayub menganggap Tuhan lupa .. Tuhan membiarkan. Mereka kan tidak tahu iblis sama Tuhan sedang berbicara. Ada urusan apa, mereka kan tidak tahu. Tapi Ayub pernah bilang begini : walaupun Tuhan itu membantai aku. Though he slays me .. walaupun Ia membantai aku, aku akan tetap percaya kepada Tuhan. Tetapi istri Ayub ini tidak taat. Nah, istri Ayub ini gambaran dari Sion, saudara-saudara, yang sering menganggap Tuhan itu lupa.
Saya kasih contoh lagi. Di Ujung Pandang di Makasar ada satu bankir kristen. Anak Tuhan. Saking terkenalnya dia, itu pesawat Garuda kalau dia belum datang, dia musti pergi dia belum datang .. bisa lambat setengah jam berangkat. Karena kalau dia datang, dia kasih uang sama pilot .. sering kasih uang. Jadi kalau dia telepon : tolong Garuda jangan dulu berangkat ke Jakarta saya lagi perlu tunggu saya .. tunggu. Kalau si pilot mau tunggu setengah jam, dikasih uang. 500 ribu 500 ribu pramugari dikasih uang. Orang kaya .. bankir. Satu kali ini Garuda mau ke Ambon. Dia dari Makasar mau ke Ambon. Satu jam penerbangan. F28. Dia terlambat datang. Begitu sampai di airport, pesawat sudah berangkat. Marah dia. Kenapa saya tidak ditunggu? Kenapa saya ditinggal begini saja. Marah dia. Maaf pak, bapa terlalu lama 45 menit. Penumpang lain sudah marah-marah. Jadi berangkat sudah.
Wah, marah-marah. Dia pulang. Begitu pulang sampai di rumah warta berita di televisi berkata : itu pesawat Garuda jatuh di Ambon. Wah, ini bapa bilang : Terima kasih sama Tuhan, puji Tuhan, untung saya nggak naik itu pesawat. Terima kasih. Untung nggak naik. Istrinya apalagi, lompat-lompat, aduh coba si papa naik tadi, keburu kamu tuh almarhum sekarang. Senang, dia ngomong ke tetangga, itu pesawat yang celaka itu suami saya mau naik, tetapi untung dia nggak naik. Ngobrol sambil makan malam jam 8, jam 10 tidur, suaminya mati. Mendadak, sakit jantung. Begitu suaminya mati, istrinya marah. Dia menyalahkan Tuhan. Dia marah sama Tuhan. Dia tidak mau ke gereja lagi, sampai sekarang. Dianggap Tuhan itu lupa. Padahal, memang umur suaminya sudah sampai disitu. Saking sayangnya Tuhan, daripada mati jatuh di pesawat mending mati di kasur. Mending mati di ranjang. Tapi nggak bisa terima ini istrinya. Tidak mau kebaktian lagi sampai sekarang.
Saudara-saudara, betapa gampangnya kita pahit sama Tuhan. Betapa gampangnya. Ada orang yang pacaran, layeut. Makanya saya lihat kaum muda, ya. Masih sekolah udah duduk sama-sama, kesana kemari. Aduh jangan terlalu manis, saudara, giung-giung teuing engke tikusruk, euh... Hati-hati. Waduh ini, saudara-saudara, maaf, minum kelapa, satu kelapa dua sedotan, kesana-kemari. Batal nggak jadi menikah, nggak mau kebaktian lagi. Nggak mau kawin. Patah hati. Lagunya tiap hari Betapa malang nasibku karena ditinggal .. Pahit kepada Tuhan. Ada yang tokonya nggak maju, marah sama Tuhan. Saya sudah bawa perpuluhan, saya sudah korban sama Tuhan, saya sudah memberi sama Tuhan, kok nggak maju usaha saya? Banyak alasan, saudara. Ada yang sakit, didoakan nggak sembuh-sembuh, ngambek sama Tuhan. Pundung kepada Tuhan. Banyak macem, banyak sebab. Lalu Tuhan jawab.
Ini jawaban Tuhan, ayat 15. 49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
Pertanyaannya, dapatkah seorang ibu melupakan anaknya? Jawabannya : Dapat! Seorang wanita muda berpacaran dengan orang salewat di Jakarta. Dia kerja sebagai pembantu rumah tangga. Dia hamil. Begitu tahu hamil pacarnya hilang. Biasa habis manis sepah dibuang. Tinggal pembantu rumah tangga ini hamil. Kerja dia bisa simpan begitu rupa nggak kelihatan. Sampai dia melahirkan sendiri di WC. Dia jongkok dan dia lahirkan sendiri bayinya dan dia bunuh bayinya dengan pisau. Dengan keadaan lemah dia bawa bayi yang sudah mati itu dia buang. Tapi akhirnya ketahuan. Bisa satu wanita satu ibu melupakan bayinya. Menurut Ratapan, ada karena kelaparan seorang ibu merebus anaknya sendiri. Ada. Dalam Alkitab ada. Karena kelaparan, banyak dia tidak tahan dia rebus anaknya sendiri. Ada orang tua orang Cianjur pindah ke Jakarta anak gadis dua. Dijual anak gadisnya dijadikan wanita panggilan. Dia terima bayaran bapanya. Ada.
Bisakah satu ibu melupakan anaknya? Bisa. Tetapi kata Tuhan : Sekalipun dia, ibu, melupakannya, Aku Tuhan tidak akan melupakan kamu. Sama seperti kesaksian tadi yang pertama. Kenapa Tuhan, kenapa? Saya katakan itu pertanyaan saya juga, kenapa anak saya diambil Tuhan, kenapa Tuhan? Kenapa Tuhan musti ambil. Nah, kalau kita mau bilang kenapa kenapa .. nanti kita jadi bingung sendiri. Tapi mari kita pegang Firman Allah. Sekalipun wanita melupakan anaknya, Aku tidak akan melupakan engkau.
Nah, ayat 16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku.
Saya rasa kita semua tiap hari lihat telapak tangan kita. Minimal kita cuci tangan kita lihat telapak tangan kita. Habis makan kita lihat, mau makan kita lihat. Mau kemana-mana kita lihat telapak tangan kita. Saudara tahu orang melihat ini .. rajah tangan, itu membaca nasib dari telapak tangan - itu dia tiru dari Alkitab. Ini Firman bukan main-main, Dia lukis .. menggambar saudara dan saya. Dia lukis di telapak tanganNya. Bukan di tato. Tapi Tuhan melukis saudara dan saya ditelapak tangan. Dia tahu kita sakit, Dia tahu kita lagi susah, Dia tahu semua. Saya kirim sms judulnya 'Anda dilukis pada satu kanvas yang paling mahal didunia dan akherat'. Kanvasnya tangan Tuhan, telapak tangan Tuhan.
Saudara tanya : masa sih saya itu digambar ditelapak
tangan Tuhan. Segede apa sih tangan Tuhan itu. Nanti dulu. Saudara tanya segede apa
telapak tangan Tuhan, kita buka .. biar Alkitab yang jawab. Keluaran 33
33:18 Tetapi jawabnya: "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku."
33:19 Tetapi firman-Nya: "Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani."
33:20 Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."
33:21 Berfirmanlah TUHAN: "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu;
33:22 apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat.
33:23 Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan."
Musa saja tidak boleh lihat wajah Tuhan. Berdiri kamu diatas bukit gunung, Aku masukkan kamu dilekukan gunung di gua .. masukkan, Aku akan tutup kamu dengan tanganKu. Segede apa tangan Tuhan.
Saya mau tanya : saudara percaya saudara dan saya dilukis pada tangan Tuhan? Tempat kanvas yang termahal di dunia dan akherat. Maka merayakan natal harus penuh dengan ucapan syukur, harus penuh dengan ucapan terima kasih. Kalau sampai .. saya harap tidak dan tidak akan mungkin, kalau sampai saudara kehabisan kue, apa saudara marah? Urang teh geus nyumbang 250.000 nyaho teu, maeunya palebah bagian urang beak kue. Nyeuri hate urang teh. Saudara nggak rela ikhlas nggak rido. Biar kehabisan kue umpamanya, saudara kan tetap bersyukur saudara dilukis ditangannya Tuhan. Awas sudah amin lho.
Jangan ada seorangpun diantara kita yang nganggap : Aduh, Tuhan teh lupa sama saya euy. Duh Tuhan itu lupa sama saya. Saya sudah sembahyang nonggeng-nonggeng kayanya Tuhan nggak dengar saya. Saya sudah doa saya sudah puasa saya sudah doa semalam suntuk saya sudah ikut ini tapi kayanya Tuhan belum dengar-dengar. Wah, Tuhan nggak dengar saya. Tuhan nggak pernah lupa saudara, Dia lihat di telapak tangan saudara.
Wahyu 1
1:20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat
- atau gembala ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."
Jadi gembala sidang, hamba-hamba Tuhan - ada
ditangannya Tuhan, ada di telapak tangannya Tuhan. Maka jangan ganggu, jangan
mengusik hamba-hamba Tuhan. Dalam Yohanes 10, disana kita lihat Yesus sendiri
berkata seperti apa tentang domba-domba.
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. -
Bisa bilang amin?
10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
10:30 Aku dan Bapa adalah satu."
Saudara dan saya ada pada tangan Tuhan. Saudara ada pada tempat yang aman.
Saudara ada pada tempat yang baik. Dimana lagi tempat yang lebih aman dari
tangan Tuhan saudara?
Memang kalau sembahyang kita disebut di kaki Tuhan ku mati dan hidup bagiMu Tuhanku. Memang kalau lagi berdoa kita ada di kaki Tuhan tapi dalam hidup keselamatan kita ada didalam tangan Tuhan. Kita dilukis, kita diberikan saudarakujaminan. Ada jaminan pembelaan daripada Tuhan. Berapa besar tangan Tuhan? Saudara pikir saja Musa disuruh masuk di gua, ditutup sama tangan Tuhan. Segede apa itu? Nanti kalau Aku sudah lewat, kataNya, kamu bisa lihat belakangKu, muka Ku kamu tidak bisa lihat. Sebesar apa Tuhan? Kuasanya seperti apa?
Almarhum bapak Titus Yuwono, Yu Cin Guan, ayah angkat saya di Temanggung, pernah dicegat sama garong. Garong itu bawa golok. Dia bilang : aku minta duit. Pdt Titus Yuwono bilang : saya tidak punya duit. Maksa. Saya minta duit. Garong itu goloknya taruh di perut : minta duit. Tapi Titus Yuwono bilang : saya tidak punya duit dan kalaupun kamu tidak punya duit minta duit tapi kamu cara begini kamu itu orang berdosa. Salah kamu. Tinggalkan saja sama Titus Yuwono. Dia tinggalkan. Dia ngeri dibacok dari belakang. Tapi sudah 2,3,4 .. 10 langkah nggak ada suara, nggak ada bunyi .. maka dia nengok ke belakang. Waktu dia nengol ke belakang, itu garong lagi begini saudara, ini golok kebawah .. dia lagi begini .. muka garong itu lihat ke atas kebawah .. keatas kebawah. Balik lagi Titus Yuwono : kenapa nih pak? Uh, dia seperti sadar. Minta ampun bapak. Apa yang kamu lihat? Saya lihat orang tinggi putih tinggi besar, memegang pedang bernyala-nyala bercahaya. Waduh, besar sekali. Malaikat Tuhan. Tuhan segede apa?
Percobaan saudara, saudara anggap besar - kecil dihadapan Tuhan. Penyakit saudara, saudara anggap tidak ada obatnya - kecil dihadapan Tuhan. Apapun yang saudara anggap berat dihadapan Tuhan, kecil karena Allah kita Allah yang besar, saudara-saudaraku. Aku tidak akan melupakan engkau, namamu Aku sudah melukis pada telapak tanganKu.
Lalu kembali kepda Yesaya. Ada bagian kedua disana dikatakan ayatnya yang ke 16 : tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku. Tembok apakah ini? Saudara-saudara, bagi Israel yang terpenting adalah tembok Yerusalem. Dinding Yerusalem. Sekarang dari Bait Allah yang besar itu tinggal sepotong saja saudaraku. Mungkin dari pengkolan situ sampai Solokpandan saja itu bangunannya batunya yang ketinggalan satu tembok. Mereka berdoa disitu sebagai tempat yang suci sekarang. Tapi saya yakin ini Tuhan sedang bicara hal yang rohani.
Tembok-tembokmu ada didepan mataMu. Mari saudara pernah menyanyi Kukalahkan musuh dan melompat tembok .. Haleluyah haleluyah. Tembok ini adalah tembok pertama adalah tembok percobaan. Dimana saudara melihat kesekeliling kita ada tembok ada percobaan. Seperti rasul Paulus dan Silas di penjara. Keliling dia hanya tembok .. keliling dia hanya tembok. Mereka merasa tersendiri? Tidak. Mereka tahu Tuhan juga melihat tembok-tembok mereka. Ada haleluyah, saudara-saudara?
Kalau saudara sedang dalam percobaan, dalam problem sakit penyakit, ingat tembok anda persoalan anda ada dimata Tuhan. Tuhanpun lihat kesulitan-kesulitan. Ini tembok juga bicara dari tembok Yerikho, problem yang sangat berat, yang sukar diatasi yang kita harus sabar. Hanya dikelilingi dengan nyanyian pujian saudaraku sampai tembok ini roboh. Tembok itu juga ada dimata Tuhan. Urusan kecil sampai urusan besar Tuhan memperhatikan.
Ada satu tembok yang dihancurkan oleh Tuhan Yesus.
Kita lihat Efesus
2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",
2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Dulu kita bermusuhan dengan Allah, dulu kita dipisahkan oleh satu tembok permusuhan. Maka tadi kita sudah nyanyi Dia lahir untuk kami .. Dia mati untuk kami .. Dia bangkit untuk kita semua. Waktu Dia lahir saudaraku, Dia mau mempunyai rencana untuk merobohkan tembok pemisah yang memisahkan selama ini antara kita dengan Tuhan. Tembok itu tembok perseteruan, tembok karena dosa. Tuhan hancurkan sehingga kita berdamai dengan Kristus lalu setelah kita kenal kepada Tuhan, Dia bikin tembok yang baru yaitu bangunan yang baru disusun dengan yang baru. Saudara-saudara, ingat gereja ini dulu nggak begini modelnya. Dirobohkan dulu gereja yang lama .. tembok yang lama dari batako yang gampang rempak, dirobohkan. Asbes dirobohkan semua dibikin rata. Untuk apa? Dibangun yang baru. Kalau saya tanya saudara : mau kembali ke gereja yang lama nggak? Nggak ada yang mau. Mau nggak ini gereja dirobohkan lagi, kita bangun lagi yang lama modelnya semua model dari bahan yang sama. Nggak mau pengen yang baru. Demikian juga Tuhan. Tembok yang lama sudah dihancurkan. Dia membangun yang baru, yaitu tubuh Kristus -saudara dan saya. Lihat, Aku melukis kamu pada telapak tanganKu.
Saudara, tiap hari Dia lihat saudara. Dia lihat
saya. Saudara berharga dimata Tuhan. Jangan remehkan penghargaan dari Tuhan.
Keadaan saya agak lemah. Saya sampaikan sampaikan disini. Berbahagialah orang yang
mendengar Sabda Tuhan serta melakukannya. Puji Tuhan. Kita berdiri bersama-sama.
Minggu sore KKR Natal, 22 Desember 2002 Seri 1 / 5
Lihat bintang itu ~ Jangan putus harapan!
Mulai hari ini kita akan mendengar satu seri khotbah mengenai arti natal. Dan akan diakhiri dalam KKR pada tanggal 1 Januari. Saya ulangi ya. Mulai hari ini seri pertama, 25 Desember seri kedua, 29 Desember seri ketiga, 31 Desember seri ke empat, 1 Januari seri ke lima. Kita mau mempelajari seperti apa dan bagaimana Yesus didalam arti natal itu.
Satu bahaya .. saya baru pulang dari Medan. Tadi malam di Medan, jam 9 masih diatas Laut Jawa dan setengah sebelas saya sudah khotbah di Jakarta tadi. Satu bahaya yaitu kita merayakan natal tanpa Kristus, tanpa mengerti. Sebetulnya saya tidak setuju dengan hiasan ini tapi ya sudahlah. Kalau mau dihias nanti yang tanggal 25. Jadi jangan sampai kita punya hiasan, punya nyanyian natal, lagu natal, latihan siang malam tapi kita miss Yesus nya sampai kita merayakan natal tanpa Yesus. Kita lupa sembahyang, kita tidak lagi berdoa, kita tidak lagi baca Firman Allah .. kita sibuk dengan acara natal sampai kita kehilangan yang kita rayakan itu sendiri, yaitu Yesus.
Nah, mulai malam hari ini kita mau introspeksi lihat kedalam. Kalau keluar sudah ya. Di Bangkok, natal dirayakan besar-besaran padahal negara Budha. Dibikin satu nyanyian sangkur tentang natal yang besar-besaran, dipimpin oleh satu dirijen dari Tiongkok satu perempuan, seorang doktor musik dari Tiongkok. Negara komunis memimpin nyanyian dari negara Budhist .. menyanyikan lagu kristen. Luar biasa. Tapi apa mereka punya Kristus, itu ceritanya lain.
Nah, mari kita mulai dari Matius
2:1-3
2:1. Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
Ini berita natal pertama. Ini cerita natal .. renungan natal pertama. Orang Majus dari Timur datang mencari Yesus. Saya mau tanya saudara. Orang Majus ini datang ke Yerusalem bertanya : dimanakah Raja orang Yahudi yang baru lahir itu karena kami telah melihat bintangnya di Timur? Kenapa bertanya?
Justru pertanyaan inilah awal Tuhan membuka satu rahasia yang besar. Kenapa orang Majus itu bertanya : dimanakah Raja orang Yahudi yang baru lahir itu karena kami sudah melihat bintangnya di Timur. Artinya saudara-saudara, dari Timur itu orang Majus datang ke Yerusalem karena dibimbing oleh apa saudara? Bintang! Nampaknya ketika sampai di Yerusalem, bintang ini hilang. Bintang ini tidak kelihatan lagi. Dan itu sebabnya karena bintang ini tidak kelihatan lagi, bertanyalah mereka : dimanakah .. (bukan dimanakah bintang karena tidak akan orang mengerti ribuan bintang) dimanakah raja orang Yahudi yang baru lahir itu karena kami telah melihat bintangnya? Mungkin terkejut saudaraku Herodes itu dan saudaraku semua seluruh Yerusalem terkejut dimana Raja ini.
Kamu bisa tahu Raja itu lahir dari apa?
Kami sudah melihat bintang, kami ini ahli-ahli bintang. Nah, sekarang dimana
bintangnya? Justru itu sekarang kami tidak lihat. Jadi sekarang kami mau tahu
dimana Raja orang Yahudi yang baru lahir itu. Karena ini disebut Raja Yahudi,
dan ini pemerintah-pemerintah Roma, dipanggillah ahli-ahli kitab Taurat,
saudara. Ayat
berikutnya.
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
2:9. Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
Mari renungkan petang hari ini sore hari ini saudara-saudara. Bintang itu yang membawa Majusi ini datang menemui Kristus. Ditengah jalan bintang itu hilang. Kalau umpamanya ini orang Majus begitu lihat bintangnya sudah tidak kelihatan lagi lalu putus asa : yu ah, kita pulang. Bintang sudah tidak nampak. Memang dia Raja, tapi nggak kelihatan lagi ini bintangnya .. mari kita pulang.
Renungan natal pada malam hari ini : jangan putus harapan! Bintang itu adalah bimbingan dari Tuhan. Kita bisa anggap pimpinan Tuhan, kita bisa anggap berkat dari Tuhan .. bimbingan Tuhan kepada kita .. pertolongan Tuhan .. ada pimpinannya Tuhan. Mungkin dalam hidup kita selama beberapa tahun, mungkin bintang itu tidak kelihatan lagi : kok, saya ini rasanya hidup kok nggak ada yang bimbing ya, kok rasanya saya hidup nggak ada pegangan.
Tapi inilah hebatnya .. mereka bertanya : dimanakah Raja yang baru lahir? Walau bintang tidak kelihatan mereka tahu Raja itu sudah lahir. Ada haleluyah? Walaupun bimbingan rasanya kita tidak lihat itu pertolongan dari Tuhan tapi saudara-saudara harus punya iman, Raja itu sudah lahir. Rasa atau tidak, Dia ada didalam hati kita.
Baik saudara, saya ambil garis tengah. Sepanjang 5 hari KKR ini ya kita akan anggap ini menjadi garis tengah. Saudara lihat garis ini. Disebelah ini saya mau gambarkan saya sebagai orang rohani atau rohani saya. Disebelah sini adalah saya secara jasmani tubuh jasmani. Kita kasih makan tubuh jasmani sehari tiga kali. Saya mau tanya : tubuh rohani dikasih makan sehari berapa kali? Saya ke gereja seminggu sekali. Oke, 2 jam. Berarti dikasih makannya sekali seminggu. Badan jasmani makan sehari 3 kali, seminggu 21 kali, belum jajan belum ngasaan anu mitoha belum ngasaan anu minantu belum aya nu ngirim, belum manggih mangga nu murag di tangkal .. makan semua.
Badan kita yang
rohani seminggu sekali. Saudara, maukah saudara dengan isi hati saya? Saya ini
ada gap sama saudara. Saya susah untuk memberikan pengertian tentang hal yang
rohani. Saya lebih gampang sama siswa-siswi karena siswa-siswi dapat makan
rohani satu hari 3 sampai 4 bahkan lima kali. Gampang saya masuk. Memang
makan sehari 3 kali sehari. Bahkan kadang-kadang puasa, badannya yang disini
mereka tidak kasih makan. Yang disini mereka makan terus selama 9 bulan. Saya
lebih muda tapi kepada jemaat ada gap.
Saya bilang : Tuhan kenapa mereka tidak ngerti, Tuhan kenapa mereka nggak bisa
.. jadi maksud saya itu kok nggak kelihatan sama mereka. Mereka kok nggak bisa.
Lihat, bintang tidak kelihatan. Tapi walaupun bintang tidak kelihatan, orang
Majus ini nanya dimana Raja yang baru lahir itu. Ada kerinduan, tidak mau putus
asa, tidak mau berhenti, tidak hilang pengharapan, dia mau maju terus. Dimana?
Sampai ayat 9 berkata begitu mereka keluar dari Herodes : hei lihat, .. bintang yang mereka lihat di Timur
nampak lagi.
Bolehkah saya katakan bintang itu adalah bimbingan Tuhan melalui Firman Allah. Mereka itu membawa mas, kemenyan dan mur untuk Raja yang baru lahir .. untuk Yesus. Mereka ingin memberikan tubuh, jiwa dan roh mereka yang terbaik. Penyembahan mereka, kasih mereka, sayang mereka, doa mereka, cinta mereka, nyanyi mereka. Ketahuilah, saudara mungkin tidak tahu. Saudara menyanyi tadi Raja segala raja, itu hatiNya disenangkan. Saudara mungkin tidak rasa, saudara hanya nyanyi saja. Tapi sebetulnya kalau saudara mengerti, hati Raja kita .. Yesus itu, disenangkan oleh saudara punya nyanyian.
Tapi tidak ketemu, bimbingannya tidak ada .. bintangnya hilang. Ini yang bagus dari orang Majus : dia tidak putus asa. Sekarang datanglah Firman Tuhan, makanan rohani kepada kita di gereja. Saudara, kalau saudara percaya didalam Kristus, yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Tuhan. Ini manusia rohani bisa terima, ini manusia jasmani tidak bisa terima karena makanannya kuat .. masa iya .. mana mungkin. Yang mustahil bagi manusia tidak mustahil kepada Tuhan. Mana mungkin, kalau belum ada bukti gua nggak mau percaya. Dan saya tidak bisa salahkan orang yang seperti itu, kenapa? Karena sehari tiga kali mereka cuma makan makanan cap cai, pu yung hai, gado-gado, kelewek, sedangkan yang disini yang rohani ini dia minta Firman Allah saudara nggak kasih Firman Allah. Saudara malas kebaktian dia menjerit dihati saudara. Ketahui saudara, dihati kita ada satu ruangan yang tidak bisa diisi oleh lain perkara kecuali oleh Tuhan. Dan itu tidak bisa dipuaskan oleh hal-hal yang lain kecuali oleh Tuhan.
Dan tadi malam saya KKR di Medan ada satu kesaksian yang sangat menggetarkan hati saya, yaitu dari bapak Joni Pardede. Joni Pardede ini yang saudara tahu kesebelasan Pardedetex dulu dari Medan ini dia anaknya yang memiliki itu. Dia bersaksi bahwa Tuhan merubah dia. Dia sungguh-sungguh bertobat. Dia punya night club dia tutup. Dia mengaku dia berjinah, dia mengaku dia bersalah, dia mengaku dia bohongin istrinya, dia mengaku sama istrinya. Ketika istrinya tahu dia bohong mengaku istrinya tidak mau bicara sama dia satu bulan. Tetapi akhirnya saudaraku dipulihkan sama Tuhan keluarganya. Dia sudah minta sms karena dia tinggal di Perth, tiap bulan dia ke Medan urus perusahaan. Jadi dua-dua handphonenya dia minta. Kalau kapan-kapan dia ingin datang disini. Ingin bersaksi. Orangnya saudara-saudaraku kasar, keras tetapi Tuhan rubah. Dia sekarang tahu untuk mendapat kekuatan itu. Dia ingin lepas dari dosa, dia ingin lepas dari kebiasaan tidak baik tapi dia tidak kuat. Kenapa? Karena disini terus .. ketemu teman di night club, ketemu orang disini. Tapi yang rohani nggak ada. Nanti dia natal ke gereja, nanti dia paskah ke gereja, nanti kalau lihat anaknya dibaptis dia ke gereja. Setelah itu dia cuman ya ngantuk-ngantuk aja, nyumbang-nyumbang aja.
Cogba renungkan bagi hidup kita bagaimana saudaraku orang Majus ini tidak putus asa. Jadi saudara dan saya diajar oleh Firman Allah. Saya katakan saudara dan saya. Kita. Bukan saya ngajarin sudara, Firman Allah mengajar saudara dan saya harus belajar jangan putus harap. Aduh, anak saya belum mau belum berubah - jangan putus harap. Aduh, istri saya belum mau ke gereja - jangan putus harap. Aduh, suami saya belum kebaktian, papa saya mama saya ya. Tadi malam ada satu gadis : pak pendeta, tolong doakan mama saya ini. Mama saya ini masih Budha supaya Tuhan bukakan hatinya, supaya dia bisa percaya sama Tuhan Yesus. Enci mau didoakan? Mau didoakan .. tumpang tangan diatas kepala mau. Tapi belum bisa terima Yesus. Saya bilang sama anaknya : jangan putus asa. Kan saya baru memberi tahu. Jangan lupa Firman Allah. Jangan putus asa.
Nah, kita mau lhat Rasul Paulus. Roma
5
5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Lihat rasul Paulus. Dia tidak putus asa. Siapa sih rasul Paulus? Apa dia orang baik? Sebelumnya dia pembunuh orang kristen, dia yang bunuh Stefanus; dengan darah dingin dia nonton Stefanus dilempari batu sampai mati. Dia nggak berkedip matanya biar berdarah-darah itu Stefanus dia jagain orang-orang punya pakaian. Coba .. bunuh saja dia. Dia minta surat kuasa dari Mahkamah Agama untuk kejar orang-orang kristen. Tidak ada belas kasihan sama sekali. Lalu kenapa dia bisa jadi rasul, apa dia nyogok sama Tuhan? Apa dia berbuat baik? Tidak. Ini yang disebut kasih karunia. Ini yang disebut anugerah.
Pelajaran kedua. Jangan menekan diri kita terlalu berat. Semua kita punya sisi gelap. Semua kita ada sisi gelap, sisi yang tidak baik. Tapi saya mau kasih tahu sama saudara satu rahasia. Seorang pelukis dia disuruh menilai 40 macam lukisan, yang mana juara satu. Setelah dilihat ini buat saya bagus, ini juara satu. Lalu yang punya lukisan yang tidak juara, dia melukis bunga begitu cerah .. bunganya bagus warna warni. Tapi nggak dapat apa-apa. Orang lain puji mau beli tapi dia nggak juara. Lalu dia bawa sama ahli lukis ini : bapak guru, tolong dikritik saya punya lukisan ini, kenapa sih sampai tidak dapat juara ke 7 kek, ke 6 kek .. kok, nggak dapat? Dia bilang : lukisanmu itu tidak seimbang. Terlalu terang. Boleh saya perbaiki? Saya cuma perlu warna hitam. Dia ambil kuas dia ambil cat hitam lalu dibelakang bunga itu dia kasih warna gelap. Diantara bunga dengan bunga dia kasih warna gelap. Maka hiduplah bunga itu.
Saudara-saudara, didalam sisi kita ada warna gelap. Ada sisi gelap dalam hidup kita. Jangan dihapus-hapus biar aja, nanti Sang Pelukis Besar, Yesus, melukis hidup yang baru; diatas sisi gelap kita justru hidup yang baru itu lebih menonjol. Dulu aku buta serta aku tersesat .. sekarang aku melihat. Amin saudara? Dulu aku pembunuh orang kristen seperti Paulus, dulu aku bejat seperti Joni Pardede, tetapi sekarang aku sudah hidup yang baru didalam Kristus.
Itu sebabnya antara bintang satu dengan bintang yang kedua yang dilihat oleh orang Majus ada Herodes. Tidak disuruh dia kenapa bertanya sama Herodes. Tidak. Mereka bertanya kemana-mana : dimana Raja yang baru lahir itu. Tapi harus melewati Herodes. Nah, siapa Herodes ini? Banyak yang bilang itu iblis - bukan. Herodes ini daging kita. Ini daging kita yang mau menjauhkan kita dari ketemu Yesus. Ini daging nggak mau menyembah. Saya lihat saja siswa-siswi kalau lagi belajar. Mungkin karena cape lelah .. mari kita menyembah Tuhan. Berat. Paling berat kita adalah menyembah Tuhan padahal di Surga tidak ada khotbah, di Surga tidak ada pemimpin puji-pujian, tidak ada begini-begini .. tidak ada. Kerjaan kita di Surga cuma nyembah. Tapi kita berat menyembah.
Setelah dia lewat Herodes ini orang Majus ketemu lagi bintang, apa yang dia bikin ketemu Yesus? Menyembah. Bawa emas, kemenyan, dan mur. Mereka menyembah Raja itu. Kalau saudara sudah bisa lewati Herodes ini, ini yang mau dipuji, yang tidak mau cape, yang tidak mau puasa, yang tidak mau doa, yang tidak mau tersinggung gengsinya tinggi .. ini si aku ini. Dinasehati malah ngambek .. dinasehati malah marah. Ini daging. Saudara musti lewati Herodes. Dia tahu tentang Mesias; dia kasih tahu .. lahirnya di Bethlehem. Tapi bukan untuk menyembah, dia mau bunuh itu Yesus. Daging ini selalu mau membunuh Yesus.
Siapa kalau kita lagi sembahyang siapa yang suruh-suruh amin .. geura amin .. geura main? Daging kan. Cararangkeul .. da ari lalajo TV mah teu batuk teu naon heran. Lalajo si Jojon teu batuk. Naha begitu kita dengar Firman Allah, hayang ngadehem wae .. ateul .. tuh kenapa? Saya teh bukan melarang saudara jangan batuk .. bukan .. saya mah lihat lebih jauh. Ini ada si ini nih. Maka kalau saya lagi baca Firman Allah, ada yang ehem memang lagi gatel, saya bilang saya ulangi. Saya tidak mau Firman Allah itu keganggu.
Jadi kembali lagi kepada Firman Allah, dimana posisi kita? Jangan putus harap. Pengharapan tidak akan mengecewakan. Satu kali Napoleon Bonaparte mau bunuh diri. Kenapa dia mau bunuh diri? Orang-orang yang mau bunuh diri boleh belajar dari Napoleon. Dia mau bunuh diri karena keakuannya ini tersinggung. Dia terkurung disatu gua .. terkurung oleh tentara-tentara Inggris dengan bersama tentara Perancis. Hari pertama dia dobrak itu blokade tentara Inggris gagal. Banyak tentara Perancis mati. Hari berikutnya dia dobrak lagi ditempat yang sama. Gagal. Banyak lagi anak buahnya mati. Jadi dia mau bunuh diri. Itu rencana dia. Dia tidak bilang sama anak buahnya. Sementara dia memikir pagi-pagi bangun, sarapan aja belum, dia duduk. Matahari pagi masuk di gua. Dia lihat ada laba-laba membuat sarang. Ini laba-laba dari sini mau lompat di batu ini. Dia mau bikin sarang. Dia ayun-ayun talinya panjang lompat hampir sampai tapi tidak sampai. Gagal. Dia naik. Napoleon lihat. Kedua kali dia ayunkan lagi dia ayunkan badannya lompat lebih jauh lagi. Hampir sampai tapi tidak sampai. Dia naik lagi. Dua kali gagal. Akhirnya dia .. Napoleon lihat lagi itu laba-laba dia ayun lagi ketiga kali. Dia lompat lagi .. sampai. Dia dapat satu ilham. Dia bangunkan tentaranya : ayo, kita serang lagi tentara Inggris. Mereka pasti tidak akan menganggap kita akan menyerang lagi ketiga kali. Mereka anggap kita bodoh. Betul saja. Tentara Inggris berjaga ditempat lain. Ditempat yang sama dia masuk lagi ke tiga kali .. berhasil dia dobrak itu blokade Inggris.
Saudara-saudara, daripada memikir bunuh diri kenapa kita tidak memikirkan bagaimana caranya kita hidup? Jangan putus asa. Kok dagang saya ya kesini gagal kesitu mentok, usaha ini salah, begini salah. Saya cuma bisa ngomong : jangan putus asa! Raja sudah lahir. Bintang boleh nggak kelihatan .. jangan putus asa. Apapun yang terjadi, jangan sekali-kali saudara putus harap. Orang Israel hidup paling menderita adalah pada jaman kitab nabi Yeremia. Tetapi pada satu kali Tuhan memberi satu ayat yang luar biasa didalam Yeremia 29 yang terkenal itu. Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Dalam salinan bahasa Inggris bunyinya tidak begitu. Saya mau baca dalam salinan bahasa Inggris. Perhatikan alkitab saudara. Saya akan baca dalam salinan bahasa Inggris bagian yang terakhir : untuk memberikan kepadamu sebuah hari depan dan sebuah pengharapan. Lain saudara. Dia tidak berkata hari depan yang penuh pengharapan. Tidak. Tuhan berkata : Aku akan memberikan sebuah hari depan dan bersamaan dengan itu sebuah harapan. Saudara tahu tidak bahwa harapan itu selalu adanya dihari depan. Maka visi saudara ke 2003 itu musti visinya visi Tuhan, tidak boleh visi gagal, tidak boleh visi yang menurun, tidak boleh visi takut, tidak boleh visi gagal. Saudara harus punya visi sukses. Jangan ngomong gagal, jangan ngomong nggak bisa, jangan ngomong aduh, saya bagaimana ya - jangan.
Kenapa orang kristen merayakan natal dengan pohon cemara? Dulu di Pasirnangka jaman papa saya karena susah pohon cemara mahal, mereka bikin natal saudaraku dengan pohon pisang. Lilinnya lilin betul .. ditempel diatas pohon. Waktu dinyalakan satu-satu saudara, ada satu lilin jatuh hampir kebakaran. Pohon pisang udah kebakaran. Tapi memang saudara pemadam kebakaran dari Pasirnangka memang hebat .. pakai karung saja main pukul nggak peduli lagi apa. Padam. Oke. Tapi tahukah saudara bahwa pohon cemara ini adalah evergreen tree, yaitu pohon yang selalu hijau. Musim panas dia hijau, musim hujan dia hijau, musim dingin musim salju dia hijau, musim rontok pohon lain rontok daunnya dia tidak .. dia hijau.
Maka ini dipakai untuk melambangkan orang kristen harus selalu hijau. Mungkin saudara mengalami 4 musim atau saudara mengalami 2 musim : ada musim kemarau ada musim hujan. Atau saudara mengalami 4 musim : kadang-kadang saudara kemarau, kadang-kadang hujan, kadang-kadang rontok, kadang-kadang musim dingin - saudara harus tetap hijau seperti pohon cemara. Ada haleluyah?
Apa artinya hijau. Green is the colour of hope. Hijau adalah warna pengharapan. Saudara mungkin tidak lihat bahwa lantai yang saudara injak itu warnanya hijau. Itu visi yang Tuhan kasih didalam pikiran saya. Gedung ini saudaraku ada hijau warnanya tosca .. bahwa kita ini punya Allah yang penuh, yang memberikan sebuah hari depan dan sebuah pengharapan. Ada haleluyah saudara-saudara? Itu sebabnya saudara bisa gagal sudah yang lewat sudah jangan nengok kebelakang lagi - kita lihat ke depan. Saudara bisa salah pada hari yang sudah lewat jangan menengok kebelakang lagi - kita lihat hari depan.
Ini baru pembukaan ya karena serinya lima. Jadi nanti kita akan pelan-pelan bicara sampai kita mendapatkan gambaran keseluruhannya.
Mazmur 27
27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Dua kali disebut nantikanlah Tuhan yang pertama, nantikanlah Tuhan yang terakhir. Tapi ditengah-tengahnya ada bahasa 'kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu'. Apa artinya? Saat itu mungkin sedang grogi, hati bimbang, hati tidak teguh lagi .. apa betul Tuhan ada, apa betul Tuhan bakal menolong, apa betul Tuhan itu setia, apa betul Tuhan itu Raja Damai, apa betul keluarga saya bisa diselamatkan, apa betul usaha saya bisa diberkati, apa betul saya bisa naik lagi, apa betul saya bisa ada diatas, apa betul saya bisa bersaksi, apa betul saya bisa berhasil, apa betul .. apa betul .. apa betul - semua kecurigaan-kecurigaan itu, saudaraku ditutup dari atas dari bawah dengan kata : nantikanlah akan Tuhan. Artinya berharaplah kepada Tuhan. Ada haleluyah, saudara?
Waktu saat itu : aduh sudah tidak kuat sudah tidak tahan. Saya dapat gambaran begini saudara. Pernah orang Israel berdosa sama Tuhan. Karena berdosa, Tuhan marah .. Tuhan kasih kirim ular tedung. Saya tidak tahu seperti apa itu ular tedung apa itu cobra ya. Ular tedung itu mungkin ular cobra. Jadi dipatuk semua nggak tahu darimana datangnya itu dipadang pasir keluar ular tedung. Orang Israel itu dipatuk oleh ular tedung dan banyak yang mati. Setengah hari sakit. Seperempat hari sakit. Mati. Racun datang mati. Lalu mereka minta ampun sama Musa : Musa, minta ampun sama Tuhan. Lalu kata Tuhan : kamu bikin ular dari tembaga. Taruh disatu kayu angkat keatas. Semua yang sudah sekarat biarpun udah mau mati asal dia lihat itu, itu ular tembaga .. dia sembuh.
Jadi saudara bayangkan saudara punya anak. Kita sekarang bayangkan anak kita. Dia dipatuk ular tedung. Sudah biru semua .. lidah sudah menjulur : wah, Tuhan bagaimana ini. Lalu Musa bilang : lekas bawa di ular tembaga itu. Suruh lihat bawa. Sudah tegang semua, mata sudah melotot. Ditengah-tengah tersengal-sengal nafasnya, kita ngomong sama dia : kuatkan hatimu ya .. teguhkan hatimu ya .. kuatkan hatimu ya. Ular tembaga sudah ada. Buka mata. Lihat. Dia sudah tidak ada kekuatan anak kita ini. Kita bela. Buka matamu. Lihat. Begitu matanya lihat .. sehat. Itu yang dimaksud kuatkan dan teguhkan hatimu.
Waktu problem rasanya berat. Waktu percobaan rasanya kita tidak bisa tahan lagi. Waktu kita hanya bisa berkeluh-kesah. Waktu engkau berdoa tidak bisa ngomong apa-apa, hanya menangis dikaki Tuhan. Saudara punya hidup rasanya gelap semua. Rasanya kita menunggu itu sehari demi sehari hanya kita tinggal tunggu mati. Langit seperti tembaga. Teman-teman kok berbalik : aduh, bagaimana ini?
Saudara-saudara, Tuhan Yesus setia. Nantikanlah akan Tuhan. Walaupun tidak ada bintang, orang Majus tidak berhenti. Dia bertanya : dimanakah Raja yang baru lahir, dimanakah Raja yang baru lahir? Sampai dia musti ketemu Herodes dulu. Tapi akhirnya ayat 9, dia ketemu bintang itu. Dan bintang itu yang membawa mereka kepada Yesus.
Saudara, biarlah mulai hari ini .. tahun-tahun berikutnya, jangan ada yang menghalangi kita dari Yesus. Jangan ada yang menghalangi kita dari Firman Tuhan. Biar saudara punya pekerjaan super penting tapi tidak ada yang lebih penting selain dari Firman Allah. Oh, cari Tuhan saudara seperti orang Majus dari Timur. Dia mencari itu Yesus yang baru dilahirkan. Saudara tahu darimana Timur itu .. Iran daerah Persia disana. Dan dulu tidak ada mobil, mereka hanya naik unta. Berbulan-bulan mungkin berhari-hari mereka mencari saudaraku, itu Raja yang baru lahir - hanya mau menyembah.
Itu sebabnya pada malam hari ini, natal bukanlah natal kalau engkau merayakan natal tanpa Kristus. Tapi natal adalah natal walaupun kita sesederhana apapun tapi ketika kita mengingat natal, kita ketemu Yesus.
Malam hari ini saya ingin semua kita bertemu dengan Yesus didalam doa, dalam puja-puji sembah kita, kita mau datang kepada Tuhan. Haleluyah. Dialah tempat kita mengadu, Dia Yesus yang besar yang tidak pernah meninggalkan saudara. Dia Tuhan dan Juru selamat kita. Mari kita berdiri bersama-sama.
Rabu sore KKR Natal, 25 Desember 2002 Seri 2 / 5
Matius
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
2:9. Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
Hari ini seluruh dunia merayakan natal kelahiran dari Yesus Kristus. Tanggal yang kita pakai gunakan kalendar adalah kalendar 1900 sekian .. 2000 sekian - itu dihitung dari kelahiran Yesus. Beberapa hari lagi kita akan masuk kepada tahun 2003, dihitung dari kelahiran Yesus. Jadi seluruh dunia memakai kalendar dari kelahiran Yesus. Amin, saudara-saudara?
Nah, kembali kepada renungan Firman Allah. Hari minggu saya katakan bahwa bintang yang dilihat oleh orang Majus ini pernah hilang. Itu sebabnya mereka bertanya : dimanakah Raja yang baru lahir karena kami melihat bintangnya di Timur. Saya katakan hari minggu jangan cepat putus asa, jangan cepat mundur, jangan cepat grogi. Tetapi teruslah maju.
Hari ini saya menerima sms ratusan sms .. selamat hari natal dari semua anak-anak rohani dari Amerika, dari Belanda, dari Austaralia sms masuk. Tetapi yang menarik hati saya adalah sms dari satu bapak, dia tulis begini : selamat hari natal tahun 1903. Mungkin dia lagi bingung saudara. Jadi saya bilang apa nggak salah. Aduh, maaf pak, katanya, saya lagi bingung. Saya memang kurang bisa sms. Tetapi sampai mundur 100 tahun 1903, maksudnya 2003 .. kok bisa mundur jauh amat. Nampaknya saudaraku, banyak yang lagi stress sekarang, tidak tahu bahwa ini sudah tahun 2003.
Nah, kita akan dengar dari Firman Allah. Ketika kehilangan bintang, orang Majus bertanya dimanakah Raja yang baru lahir itu karena kami sudah lihat bintangnya di Timur .. datang untuk menyembah Dia. Dan ketika mereka berjalan keluar dari istana Herodes, Herodes sudah tahu Dia di Bethlehem, maka dia keluar, nampaklah bintang itu yang dia lihat di Timur kelihatan lagi. Dan mulai dia mengikuti bintang itu. Mari renungkan satu hal saudara.
Orang Majus itu lihat bintang, dia tidak tertarik kepada bintangnya tetapi dia tertarik kepada arti yang ada dibalik bintang itu, yaitu adanya seorang Raja baru yang baru lahir. Nah, banyak orang kristen keliru dia ikut bintang terus, dia senang dengan bintang tapi tidak ketemu-ketemu dengan arti dari bintang itu, yaitu Yesus. Berbahaya sekali kalau kita jadi kristen cuma kristen kulit.
Satu hamba Tuhan dia bikin kebaktian kebangunan rohani dan dia katakan pada natal ini kita semua adalah prajurit-prajurit untuk Kristus. Wah, banyak orang senang dengar khotbah dia dan kasih tangan sama dia. Wah, pak pendeta puji Tuhan pak. Saya senang dengar khotbah bapak. Ada dua jemaat dia juga bilang : waduh pak, saya senang dengar khotbah bapak. Luar biasa. Kita memang prajurit Kristus. Tapi ini pendeta bilang : tapi seingat saya bapak cuma kelihatan di dua kebaktian - kebaktian natal dan kebaktian tahun baru. Bapak prajurit mana ini? Dengan sindir gitu. Dengan malu-malu mereka berkata mungkin kami bagian intel pak, katanya, jadi kelihatannya cuma 2 kali dalam satu tahun.
Nah, saudara-saudara, kembali kepada
renungan Firman Allah, orang Majus ini dia tahu bahwa arti dibalik bintang ini
itu ada Yesus. Didalam ayat berikutnya ayat 10
2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
- Bukan karena bintang tapi karena alamat
yang ditunjuk oleh bintang itu.
2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Ketika mereka sudah dibawa sampai di Bethlehem mereka tidak perhatikan bintang lagi. Mereka masuk dirumah. Nah, saudara harus tahu bahwa ini saat Maria dan Yusuf sudah menikah. Yesus saat ini sudah berusia kurang lebih 2 tahun. Jadi saudara, bisa jalan-jalan ini anak. Sudah bisa lari-lari. Jadi tinggal disatu rumah bukan dikandang domba lagi. Kalau saudara baca dengan jelas, ayat 11 ini mereka masuk kedalam rumah tidak lagi ke kandang binatang tetapi kedalam rumah. Berarti Yusuf dan Maria sudah menikah setelah Yesus lahir. Tidak ditulis lagi bintang tidak lagi memimpin orang Majus tetapi yang menarik adalah Yesus.
Saudara-saudara, perhatikan, ketika orang Majus ini lihat Yesus, dia tidak cerita kesusahannya naik unta ratusan kilometer, dia tidak cerita dia mau ditipu sama Herodes, dia tidak cerita dia ketemu raja, dia tidak cerita perjalanannya, dia tidak cerita kesulitan-kesulitannya. Yang dia perlu hanya Yesus. Jadi mereka berlutut dan saudaraku mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Orang kristen kalau sudah ketemu Yesus, dia nggak akan cerita problemnya. Ada haleluyah, saudara? Dia tidak akan cerita kesulitannya. Itu tidak mengganggu dia lagi. Persoalan apapun tidak mengganggu dia lagi. Karena dia sudah ketemu Yesus. Orang yang masih terganggu kalau orang fitnah, masih terganggu kalau orang ngomongin dia - itu orang belum ketemu Yesus. Kalau orang sudah ketemu Yesus, dia tidak takut lagi orang usil ngomongin dia; dia tidak perduli lagi orang mau ngerasanin dia, dia nggak peduli lagi orang mau ngomong ngotorin nama dia. Dia tidak peduli lagi. Karena dia sudah ketemu Yesus. Ada haleluyah, saudara?
Sayang kita ini masih taman kanak-kanak rohani. Baru saja ada orang sedikit ngomongin, merah muka kita, marahlah kita. Lalu kita ngamuk-ngamuk, mencak-mencak. Terus terang saya katakan saudara belum ketemu Yesus, saudara baru beragama kristen baru ber KTP kristen .. belum punya Kristus di hati. Orang yang ketemu Yesus, dia tidak peduli orang mau puji dia, orang mau ngomongin dia, orang mau fitnah dia, namanya diputar balik - dia tidak peduli.
Saudara ingat Yusuf? Kakak-kakaknya masukkin kedalam sumur, difitnah sama istri Potifar, dijual jadi budak - dia nggak peduli. Akhirnya dia jadi perdana menteri. Tidak ada kebencian. Kakak-kakaknya datang mau beli gandum, dia tidak marah .. dia tidak balas dendam. Dia kasih gandum itu sampai kakak-kakaknya dikasih tanah di Goshen. Tidak ada marah. Kenapa? Ini orang yang punya Tuhan. Orang yang punya Tuhan nggak akan senang mencelakai orang. Orang yang mengaku punya Tuhan itu tidak senang mencelakai orang. Dia senang menyelamatkan orang.
Saudaraku, itu sebabnya saudara jangan takut dengan problem, jangan takut dengan permasalahan. Kalau saudara sudah ketemu dengan Tuhan Yesus, saya suka katakan kepada saudara .. itu polisi di daerah Bogor itu ada Brigade K9. Itu anjingnya herder gagah sekali. Kalau dia bilang sit, itu anjing duduk .. biar orang jalan-jalan dia duduk. Acuh beibeh dia diem. Kalau itu pelatih bilang lari .. lari, kalau dia bilang kejar .. kejar. Tapi kalau bilang duduk .. duduk. Satu kali di Bogor ini pelatihnya bawa anjing herder lewat satu gang penuh anjing kampung 4-5 ekor. Anjing kampung ini gonggong .. tapi ekornya ada di kedua kakinya. Takut. Herder ini nengok. Pelatihnya bilang suit .. jalan lagi. Ini anjing kampung gonggong lagi. Herder nengok lagi. Suit .. dia tidak pedulikan. Menurut ahli anjing ini, itu anjing kampung 4-5 ekor mati saudara sama herder yang terlatih itu mati kalau berkelahi. Tapi dia nggak layani, dia layani tuannya, dia takut sama tuannya.
Nah, komandan ini Yesus. Herder itu kita. Maaf. Sekarang kita lagi ikut Yesus. Ada yang ngomongin kita .. jangan dipedulikan, itu anjing kampung. Ada haleluyah, saudara? Kita herder, pelatih kita Yesus. Ada amin saudara? Coba saya ingin saudara berkata sama saya : nggak masalah! Walaupun orang banyak fitnah kita, apapun menjelek-jelekkan kita, tapi kita bisa berkata : nggak masalah! Orang mengata-ngatai kita, orang memfitnah kita putar-balik cerita, kita bisa berkata dengan penuh kemenangan : nggak masalah! Kue dibagikan sebentar sore lalu kita kehabisan kue, kita tidak boleh marah, kita hanya boleh berkata : nggak masalah! Tapi pak pendeta, jangan habis dong kuenya .. saya kan nyumbangnya gede.
Apapun yang terjadi kalau kita sudah punya Yesus, saudara-saudaraku, dengan tenang dengan tenteram kita akan berkata : Nggak masalah! Kalau saudara masih mempermasalahkan orang bikin sulit sama kita, orang fitnah kita, orang ngenye kita berarti saudara belum seperti orang Majus karena orang Majus begitu ketemu Yesus dia tidak pedulikan bintang, dia tidak pedulikan Herodes, dia tidak pedulikan Yusuf dan Maria, dia hanya lihat Yesus dan mereka menyembah kepada Yesus. Berapa jauh .. ratusan .. ribuan kilometer mereka jalan naik unta dan ketemu Yesus mereka nggak cerita : aduh, saya ini cape ini perjalanan .. tapi saudaraku, mereka bercerita tentang emas, kemenyan dan mur. Ada persembahan. Emas membayangkan orang kaya, kemenyan membayangkan orang yang menengah, mur membayangkan orang yang miskin.
Saya baru baca tadi sebelum kebaktian. Ternyata orang Majus ini 3 orang tapi ada yang bilang 3 orang ini bukan dari daerah yang sama. Ada dari daerah yang satu yang jauh, ada dari daerah yang lain, itu sebabnya mereka bawa bermacam macam. Yang Majus yang pertama membawa emas .. karena daerahnya penuh dengan emas, penuh dengan kekayaan. Yang Majus ke dua membawa kemenyan karena daerahnya menghasilkan kemenyan. Orang Majus ketiga membawa mur karena daerahnya menghasilkan mur.
Satu kali saudaraku diadakanlah pertandingan pameran bunga. Negara-negara didunia diminta membawa bunga untuk dipamerkan. Hasil karya. Dipanggillah utusan dari Belanda. Nona dari Belanda datang membawa bunga tulip. Lucu seperti terompet kecil warna warni. Orang tepuk tangan .. pajang didepan. Lalu dipanggil dari negara Thailand .. anggrek yang terkenal. Lalu dipanggil utusan dari Indonesia .. dibawa bunga melati putih-putih si melati. Lalu dipanggil utusan dari Jepang .. membawa bunga sakura. Lalu dipanggil dari Saudi Arabia. Saudi Arabia bingung nggak keluar-keluar. Karena disana tidak ada bunga. Akhirnya keluar juga. Yang dibawa adalah kaktus yang ada banyak durinya .. cuma itu hasil karyanya.
Saudara tertawa tapi saya mau tanya : pada hari natal ini, apa yang saudara mau bawa untuk Yesus? Dihati saudara apa yang saudara mau persembahkan kepada Tuhan. Apa hasil karya saudara, apa sudah dihasilkan oleh saudara selama satu tahun ini yang saudara bisa persembahakan untuk Yesus mu? Apa pekerjaan yang saudara sudah lakukan untuk diberikan kepada Yesus?
Coba selama satu tahun ini apa yang saudara mau beri kepada Tuhan. Apa yang saudara mau persembahkan. Kalau hati saudara berbunga-bunga penuh dengan kebahagiaan penuh dengan rasa syukur terima kasih memberi kepada Tuhan .. bagus. Saudara memberikan penyerahanmu kepada Tuhan .. bagus. Saudara memberi talentamu. Main musik bukan hanya pada acara khusus tapi setiap hari minggu di gereja saudara setia berbakti bermain musik, itu saudara mempersembahkan talenta yang Tuhan berikan kepada saudara, kepada Yesus. Yang punya kekuatan silahkan pakai kekuatan saudara untuk Tuhan. Punya suara untuk menyanyi .. silahkan. Saudara punya deklamasi seperti tadi ibu Sarah ya .. pakai untuk Tuhan.
Apa yang kita bisa pakai kita bisa buat beri kepada Tuhan saudara. Datang apa adanya, datang seperti apa adanya saudara datang karena modal kita Dia tahu. Mari saya akan kasih ilustrasi. Orang Majus ini sudah lewat gunung, lewat lembah, lewat sungai, lewat becek, lewat semua .. lewat sakit, lewat angin, lewat badai, lewat hujan untuk ketemu Yesus. Tidak ada yang bisa menghentikan mereka; mereka jalan terus sampai mereka ketemu Yesus saudara.
Siapakah Paulus? Paulus bekas pembunuh orang kristen. Asal ada orang kristen dibunuh .. asal ada orang kristen ditangkap masuk penjara. Tapi apa kata Paulus? Oleh anugerahNya, Tuhan memanggil aku dan sekarang aku maju terus. Aku melupakan yang dibelakang, aku maju untuk melihat .. untuk mendapatkan panggilan yang diatas, aku melupakan yang dibelakang. Dosa-dosaku, kesalahan-kesalahanku, kegagalan-kegagalanku tinggalkan dibelakang .. aku maju kedepan.
Inilah pesan natal sore ini. Belajar melupakan yang dibelakang. Aduh, pak pendeta, saya gagal .. saya banyak salah sama Tuhan .. saya banyak keliru. Bangun lagi .. bangun lagi. Jangan kita berhenti masih terus kita dalam perjalanan kita .. bangun lagi.
Orang yang tidak pernah jatuh adalah orang besar. Orang yang pernah jatuh dan menyadari kejatuhannya, dia orang lebih besar. Tapi orang yang pernah jatuh .. dia sadar akan kejatuhannya lalu bangkit lagi dan kemudian dia berjalan, itu orang paling besar. Ada haleluyah saudara-saudara.
Jangan saudaraku ingat yang dibelakang keberhasilan kegagalan jangan diingat-ingat lagi. Terus maju kedepan sampai saudara ketemu dengan Yesusmu dan Yesusku. Dan kalau saudara ketemu Dia, haleluyah. Hari minggu saya sudah katakan berapa persen yang saudara dengar dari Firman Allah sangat-sangat sedikit. Badan kita ini makan 3 kali satu hari, 21 kali satu minggu. Rohani kita makan seminggu sekali. Jasmani kita .. panca indra kita dengar televisi, informasi dari radio, baca koran .. informasi terus hampir tiap hari. Dengar dari tetangga dari teman semua macam-macam informasi input masuk dihati pikiran kita tiap hari. Sedangkan input rohani dari Sabda Tuhan, hampir-hampir tidak ada.
Maka itu banyak orang kristen lemah sekali rohaninya. Karena tidak ada input dari Firman, tidak ada input dari Sabda Tuhan. Terlalu sibuk dengan perkara-perkara dunia, dengan perkara-perkara lain. Coba saudara tambah sedikit ditahun 2003 tambah ini untuk hal-hal yang rohani. Maka nanti saudara lihat perkara perkara jasmani akan jadi lebih enteng, akan jadi lebih ringan karena Yesus berperang ganti kita. Dia yang berjalan ganti kita. Disini Marta kerja .. kerja .. untuk Tuhan. Disini Maria dia duduk minta feeding dari Yesus. Ketika meledak Marta marah, Yesus bilang apa : Marta, kamu kuatir dari banyak hal. Kenapa banyak orang kristen kuatir? Karena feeding nya terlalu banyak dari dunia. Pera Pera terus sampai ka batuk pilek .. terus. Demi ember plastik .. terus. Tapi kalau hal rohani suruh bedstone suruh sembahyang suruh baca Firman Tuhan suruh puasa .. susah.
Pada malam natal ini, Tuhan nggak minta lho. Tapi Majusi itu datang membawa mas, membawa kemenyan, membawa mur. Mereka bawa itu bukan untuk Yusuf Maria lho saudara. Mereka bawa itu untuk Yesus. Walaupun baru dua tahun tapi mereka tahu siapa Ini.
Coba bayangkan sama saudara ini Alkitab sampai sekarang tetap best seller di dunia. Dari tiap 3 orang, 2 orang kristen diseluruh dunia. Gereja dibakar, alkitab dibakar tapi tetap maju. Yesus difitnah, diputar balik tapi tetap maju. Raja-raja, kaisar-kaisar silih berganti, Yesus mah tetap aja disebut-sebut. Saya itu kagum sama Yesus. Air laut bergelora Dia jalan diatas air. 5 roti dan 2 ikan bikin kenyang 5.000 orang. Orang buta Dia pegang matanya celik. Orang mati dibangkitkan.
Saudara, saya baru pulang dari Amerika. Saya ketemu dengan satu hamba Tuhan yang bersaksi di gereja dia, doa itu 24 jam satu hari, 7 hari satu minggu, 31 hari satu bulan, 365 hari satu tahun. Orang masuk keluar gereja jadi buka terus. Orang mau doa ada amin pulang, ada doa lagi. Satu kali kebaktian hari minggu waktu mereka menyembah kepada Tuhan, jemaat dengar ada orang main biola. Sampai pendetanya bilang : siapa ini main biola? Karena alat musik tidak ada yang punya biola. Begitu dia buka mata dia kaget karena didepan dialtar itu ada satu wanita dengan jubah panjang tidur main biola. Suaranya luar biasa itu biola. Sampai mereka tidak bisa bicara. Mereka semua berhenti mendengarkan orang ini main biola. Akhirnya dia berhenti lalu angkat biolanya dan jalan keluar. Pendeta baru kaget .. ngeuh : suruh main lagi, suruh main lagi. Kita belum kenal siapa dia. Orang keluar, sudah hilang. Malaikat datang. Dia baptis orang dihotel, dianya ada .. tangannya lagi gini .. airnya lagi gini, orangnya nggak ada. Malaikat.
Saudara, Yesus ini luar biasa. Saudara jangan hanya beragama kristen .. aduh, jangan. Mari kita memiliki Kristus dalam hati kita. Mari kita ketemu Kristus, saudara-saudaraku. Walaupun dia masih kecil, 2 tahun, orang Majus tahu siapa Ini. Apalagi sekarang. Dia adalah Raja yang akan datang. Dia akan datang sebagai Raja segala raja.
Saya tidak panjangkan Firman Allah tapi
mari kita mau memberi yang terbaik untuk Tuhan. Kita mau menyembah Dia. Kita
berdiri bersama-sama.
Minggu sore KKR Natal, 29 Desember 2002 Seri 3 / 5
Kitab Bilangan
24:17 Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.
Ini adalah nubuatan, saudara. Visi dari Bileam ini bukan mimpi ya saudara. Jangan saudara mimpi disamakan dengan visi. Mimpi ada artinya tapi visi itu pasti terjadi. Nah, dia berbicara bukan lagi tidur tapi dia berbicara waktu sadar. Dia berkata : aku melihat dia, tapi bukan sekarang. Ini visi saudara. Bileam tahu pasti dia akan ketemu itu bintang, dia akan ketemu dengan yang dimaksud oleh visi itu bintang itu siapa .. dia akan ketemu .. tapi belum sekarang. Karena dari jaman Bileam kepada jaman Yesus itu terpaut ribuan tahun.
Aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat. Nah, bedanya Bileam sama kita apa? Kalau microphone ini Yesus, Bileam itu dari sini : aku akan melihat Dia tapi bukan sekarang. Kalau kita disini, kita sudah dua ribu tahun setelah Yesus. Kita lihat kebelakang lihat kepada sejarah, Bileam melihat apa yang akan dilakukan oleh bintang itu walaupun waktu itu dia belum akan melihat tapi dia sudah lihat, belum akan ketemu dia sudah lihat.
Kita sekarang disini. Kita sudah ketemu kita pasti sudah melihat apa yang sudah dilakukan. Jadi Bileam melihat apa yang akan dilakukan, kita melihat apa yang sudah dilakukan oleh Yesus sang Bintang itu. Dia disebut Bintang Fajar yang gilang gemilang dan sebagainya. Tetapi ada satu kata yang menonjol dalam ayat ini yang hanya terdiri dari 4 huruf, yaitu Moab. Perhatikanlah saudara kata Moab. Didalam perjanjian lama ditulis sampai 152 kali kata Moab ini. Dan ternyata Moab ini berhubungan dengan bintang ini. Dikatakan disana : akan menghancurkan pelipis-pelipis Moab. Siapa Moab ini? Kita lebih dahulu baca Bilangan 22:10 Dan berkatalah Bileam kepada Allah: "Balak bin Zipor, raja Moab, mengutus orang kepadaku dengan pesan .. dan seterusnya .. dan seterusnya.
Raja Balak ini ternyata dari Moab menyuruh Bileam mengutuk orang Israel. Jadi Moab disini membayangkan satu musuh, Moab disini membayangkan satu kutukan yang mau diarahkan kepada umat Tuhan, yaitu saudara dan saya, itu dilambangkan oleh Moab. Tetapi kita akan lihat dulu apa yang dimaksud dengan Moab ini didalam kitab Kejadian. Karena alkitab ini jujur dia menceritakan sejujurnya apa yang terjadi.
Kejadian
19:30. Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua
anaknya - Kedua anak ini perempuan. Istri Lot sudah jadi tiang garam -.
19:31 Kata kakaknya kepada adiknya: "Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
19:32 Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."
19:33 Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
19:34 Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: "Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."
19:35 Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
19:36 Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
19:37 Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.
19:38 Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.
Ternyata Moab ini adalah hasil dari incest, ayah dengan anak. Lot dibikin mabuk, tidak sadar. Dia kawin dengan anak sendiri sampai keluarlah anak namanya Moab. Moab dan Amon ini tinggal sekarang didaerah Yordania. Yordania itu ibukotanya Amman, ini namanya Amon. Jadi memang mereka keturunan dari Lot ini. Moab, kita tidak enak sekali mendengarnya. Disini kita anggap Moab adalah satu kejatuhan didalam dosa. Yang pertama Moab tadi adalah Balak raja Moab menyuruh Bileam mengutuk Israel. Maka Moab itu menjadi gambaran dari kutukan, dari lawan musuh-musuh orang Israel yang ingin menghancurkan Israel menghancurkan saudara dengan saya sebagai Israel rohani. Jadi Moab yang pertama lambang apa? Kutukan!
Moab yang kedua ini asalnya ini artinya
kejatuhan didalam dosa yang paling menjijikkan - anak dengan orang tua. Sama
dengan dosa orang Korintus rasul Paulus menghadapi satu anak berjinah dengan
ibunya. Kalau ini bapa dengan anaknya. Di Korintus ibu angkat dengan anaknya.
Dosa yang sangat menajiskan. Kita mau lihat lebih dahulu lagi tentang Moab ini
didalam saudaraku nabi kitab Mikha, sebelum saya rangkaikan ini menjadi satu cerita
bagi kita sekalian. Mikha
5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.
5:2 Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.
Sekarang buka satu pasal. Pasal
6:3 "Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku!
6:4 Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu.
6:5 Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan oleh Balak, raja Moab, dan apa yang dijawab kepadanya oleh Bileam bin Beor dan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal, supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari TUHAN."
Sekali lagi, didalam cerita natal ada Moab, didalam cerita Bethlehem ada Moab. Moab ini apa? Mau bikin sulit umat Tuhan. Apa yang ingin saya saudara tahu? Supaya saudara itu mengerti bahwa kehidupan orang kristen ini berjalan disisinya kiri, disisi kanannya itu ada Moab. Kalau saudara lihat ini Bethlehem, disebelah sini ini udah Moab. Saudara yang pernah ke Israel lihat aja sungai Yordan, seberangnya itu sudah Moab. Pegunungan itu Moab. Saudara akan bingung sekarang kalau kita melihat apa yang dikatakan didalam Kitab Rut
1:1. Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
1:2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.
1:3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
1:4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
1:5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
1:6. Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.
Disini kita melihat satu cerita yang sangat indah, menggetarkan hati saya. Suami istri keluarga di Bethlehem Efrata. Arti dari Bethlehem adalah rumah roti. Yesus lahir dimana saudara? Bethlehem. Nah, bukan kota Bethlehemnya itu yang penting, tapi artinya. Bethlehem artinya rumah roti. Rumah dimana ada roti dipersiapkan, rumah dimana Roti Hidup sang Kristus itu turun dari Surga menjadi daging dan menjelma menjadi manusia. Dialah Roti Hidup itu.
Dan saudara-saudaraku, di Bethlehemlah keluarga ini sebetulnya dapat jaminan; di Bethlehemlah mereka dapat jaminan. Ayat 1. Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
Perhatikan saudara, tidak dikatakan di Bethlehem itu kelaparan. Disebut di tanah Israel. Bethlehem itu rumah roti. Tetapi banyak orang-orang Israel termasuk keluarga ini Elimelek dan istrinya, itu ngungsi pindah kekota yang lebih besar sayangnya ini kota, kota yang terkutuk, yaitu kota Moab, kota incest, kota papa kawin sama anak, kota yang dulunya mengutuk Israel. Eh, sekarang bisa gabung sama-sama. Sepuluh tahun Elimelek dan Naomi ini tinggal dapat menantu orang Moab. Sepuluh tahun.
Dengar perhatikan baik-baik saudara. Banyak orang kristen badan di gereja pantekosta, tapi pikirannya di Moab. Sulit sedikit, susah sedikit, ngungsi 'ke Moab'. Ada persoalan sedikit ada kesusahan sedikit mengungsi. Satu tahun aman-aman saja, nggak ada apa-apa. Dua tahun nggak apa-apa. Saudara pernah lihat yang suka pijat refleksi. Itu tangannya itu saudara, sampai ngeubageul, jari-jarinya sampai kaya begini keras, nggak sakit lagi. Mula-mulanya kapan? Saya pernah coba pakai jari saya. Saya refleksi .. luka langsung lecet karena masih peka. Banyak orang kristen sekarang sudah ngabageul. Dia nggak sadar bahwa dia sudah di Moab. Badan sih GPdI, badan sih duduk di gereja. Maaf, tapi hati di Moab. Saudaraku, kenapa orang ini ngungsi? Karena ada kelaparan.
Saudara-saudara, dimana hukum dihalai
.. coba kita buka dari Rut ini, naik satu ayat saja sebelum Rut 1, ada Hakim-hakim pasal
terakhir ayat 25.
21:25 Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
There is no law. Tidak ada raja. Tidak ada ketua. Tidak ada pemimpin. Tidak ada seseorang yang harus ditaati. Semua orang Israel mengerjakan apa yang dia anggap baik, apa yang dia anggap benar. Persis satu ayat setelahnya .. kelaparan di Bethlehem. Dimana ada keinginan diri sendiri, dimana ada keakuan, dimana ada kemauan kita, roh nggak mau diatur. Bukan hanya anak nggak mau diatur sama papa mama tapi nggak mau diatur sama orang tua rohani, nggak mau diatur oleh Firman Allah, nggak mau puas lagi dengan rumah roti dimana Firman diberitakan dimana Firman dipecahkan. Mereka tidak mau lagi tinggal disana - mereka ke Moab. Dimana ada Bethlehem disitu ada Moab. Dimana ada Bileam disitu ada raja Balak, Moab. Yang terkutuk.
Nah, ini saya ingin kasih tahu supaya saudara
jangan tergoda. Tapi mari kita lihat kasih sayang Tuhan kepada umatNya. Tiga
tahun 4, 5, 6 ,7 tahun tidak ada apa-apa. Begitu 10 tahun, 2 anaknya meninggal
sehingga jadilah mereka trio janda. Di televisi ada trio kwek kwek, ada trio
Sadrakh, Mesakh, Abednego, ada
trio orang Majus dari Timur, ada trio Yohanes, Yakobus dan Andreas. Ini ada trio
janda. Ayat 6 berkata : Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.
Sehebat-hebatnya Moab, sekaya-kayanya Moab, Tuhan tidak mau berurusan dengan
Moab. Tuhan tidak akan masuk ke Moab. Moab boleh masuk kepada Tuhan, tapi Tuhan
tidak akan masuk ke Moab. Kalau Tuhan masuk ke Moab dan mengijinkan memberkati
Moab, Dia artinya mengijinkan incest, papa sama anak kawin. Tuhan tidak akan
memberkati Moab.
Sehebat-hebatnya Moab. Saudara sekarang mungkin sedang ada didalam dosa. Umpama ini ya. Saudara sedang hidup didalam dosa dan merasa aman disitu. Tidak dihukum Tuhan kok saya. Saya hidup masih nyeleweng tapi tidak apa-apa kok. Haleluyah. Tuh orang hidup suci kok dia sakit. Tuh orang hidup benar dia setia sama istri kenapa dia sakit. Saya nyeleweng saya punya pacar gelap tapi kok saya sehat. Nggak apa-apa kok. Setahun .. dua tahun .. tiga tahun .. empat tahun .. lima tahun, Moab nggak apa-apa. Saudara, di Moab tidak ada kebaktian, tidak ada synagogue, tidak ada .. does said the Lord, tidak ada Tuhan saya mau datang kepadaMu, tidak ada Sabat.
Jadi selama 10 tahun kali 52, 520 kali sabat, mereka tidak pernah kebaktian sama Tuhan. Mereka tidak pernah berseru nama Tuhan. Mereka menjadi orang kafir .. mereka membelakangi Tuhan. Mereka membelakangi rumah roti. Dan apa akhirnya? Justru karena mereka membelakangi rumah roti, mereka tidak dapat roti di Moab, mereka kelaparan. Mereka datang saudaraku dengan mungkin gagah perkasa tapi sekarang mereka berkemas pulang tiga orang dengan semua nol kosong belakang Moab. Kalau mereka senang di Moab, mereka tidak akan pulang ke Bethlehem.
Tapi saya senang saudara, Tuhan itu datang memberkati Bethlehem. Amin saudara? Mengasihi. Roti yang dipecahkan. Hanya mereka yang setia. Saya perhatikan anak Tuhan. Saya perhatikan jemaat. Mereka yang ngeureuyeuh setia iring Tuhan, banyak kekurangan tapi tetap setia iring Tuhan. Dan memang kalau dengar Firman Allah itu musti disimpan. Apa khotbah saya 25 Desember? Nggak masalah. Kalau ada orang fitnah kita, nggak masalah.
Saya tidak mau kita jemaat masuk tahun 2003 masih pakai otak Moab, kita musti pakai otak Bethlehem. Dimana rumah roti atau Firman diberitakan. Senang lihat orang lain diberkati. Senang lihat orang lain dapat berkat. Senang lihat orang lain didoakan walaupun beda agama apa salahnya kita mendoakan orang lain. Makanya saudara kita musti berdoa untuk siapa saja. Kalau saudara belajar mendoakan orang, nanti saudara akan ada berkat yang luar biasa. Kita anak-anak Bethlehem, bukan anak-anak Moab.
Kembali lagi. Nama dua menantu ini satu Rut satu Naomi. Naomi didepan, Rut dan Orpa dibelakang, itu jalan bertiga. Naomi bilang : sudah, aku tidak akan punya anak lagi, kamu pulang aja ke rumah Moab lagi. Kamu kawinlah supaya kamu punya anak. Kamu kawinlah. Dua-duanya : nggak mami, kita ikut sama mami. I will follow you ..
Aduh, saudara sekarang di Jakarta ada pendeta, istrinya meninggal 40 hari kemudian sudah kawin lagi. Hebat itu suaminya. Sehidup tidak semati. Dia yang mati gua tetap hidup. Nah, ini saudaraku .. ini terjadi di Tanjung Priok, oom Bolang almarhum, bapanya pendeta Maxi Bolang : aduh, ada satu empe meninggal. Jemaat. Dia panggil itu jemaat empe, dia panggil istrinya itu encim 65, 60 tahun. 65 tahun meninggal. Waktu dikubur, hampir itu encim udah berkain dia ingin mati sama empe, dia masuk kuburan : empe, pu yau ni kai wo, empe ... ditarik. Sampai oom Bolang bilang : saya terharu ko Yoyo. Seminggu kemudian setelah penguburan, dia datang lagi ke rumahnya encim itu untuk dapat penghiburan, untuk dihiburkan. Dia ketok pintu : Assalammualaikum. Nggak ada yang jawab dari rumahnya si encim ini. Assalammualaikum. Yang jawab lelaki : Malaikumsalam. Kaget oom Bolang. Begitu keluar si encimnya : eh, oom Bolang .. selamat pagi, ya. Silahkan duduk .. silahkan duduk. Eh cim, itu tadi lelaki siapa? Yang bilang malaikumsalam, siapa? He .. he oom, itu gantinya empe. Tadi seminggu yang lalu ingin mati bersama dengan empe, ingin masuk tikusruk ka kuburan, dibedol sama empat orang naik. Betul. Seminggu kemudian sudah ada gantinya empe.
Tapi lain ini Naomi. Dia bilang sama Ruth sama Orpa : pulang, pulang sana! Akhirnya saudara, kalau saudara baca, Orpa itu berbalik. Kalo kita baca didalam ayat berikutnya ini Orpa berbalik. Ayat ke-10 berkata kepadanya : Tidak kami ikut dengan engkau pulang pada bangsamu, tapi Naomi berkata : pulanglah anakku, mengapa kamu turut dengan aku? bukankah tidak akan ada lagi anak-anak, pulanglah anakku, masakan engkau menanti. Ayat 13 sampai anakku dewasa. Ayat 14 menangis pulalah mereka dengan suara keras lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tapi Rut tetap berpaut kepadanya. Akhirnya Orpa mencium Naomi minta diri dan kembali ke Moab.
Jadi kalau ini ke Betlehem saudara-saudara, Orpa mencium Naomi, lalu berbalik. Arti dari Orpa : leher. Banyak orang Kristen seperti istri Lot, lehernya ini kendor, musti dikasih sekrup sedikit. Mula-mula jalan udah benar ke Betlehem, tapi akhirnya dia berbalik kembali ke Moab. Tapi Rut artinya persahabatan; Rut artinya persahabatan dia mau tetap, dia mau ikut dengan Naomi terus : biar mama, saya nggak kawin lagi juga nggak apa-apa. Biar saya disebutkeun janda bengsrat ge teu nanaon, biar saya mau tetap ikut sampe Betlehem, saya mau ikut terus. Tuhanmu adalah Tuhanku. Kemaren ada satu wanita tuh yang jadi Rut, Tuhanmu adalah Tuhanku, Allahmu adalah Allahku ya. Ayatnya yang ke-16 itu dimana engkau pergi aku akan kesana, dimana engkau bermalam, disitu juga aku bermalam, bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku. Dimana engkau mati, akupun mati disana, disanalah aku dikuburkan, beginilah kiranya Tuhan menghukum aku.
Dia orang Moab, mau ke Betlehem. Tadi saya katakan Tuhan nggak mungkin ke Moab, tapi orang Moab mau masuk ke Tuhan, Tuhan terima.
Maka saya bilang tadi, ini cerita sangat mengharukan saudara. Orang Israel yang mustinya jadi contoh malah ke Moab, tapi orang Moab yang harusnya terbuang malah ke Betlehem. Di Depok saya kemaren KKR, saya bilang ada disini satu haji yang saya kenal, karena haji ini haji Malik, dia sudah terima Yesus. Saya diminta datang dirumahnya. Dia terima Yesus, dia menangis. Dia bilang : saya sudah dengar khotbah pak Awondatu punya khotbah 50 kaset. Terharu saya. Kemana-mana saya pergi saya ceritakan. Puji Tuhan di Depok ada satu haji. Naik hajinya aja 2 kali sama pak Harto, dia pengawal Bung Karno, Haji Malik, sekarang sudah terima Yesus. Bangga saya!
Begitu di Irian saya dengar, pendeta masuk Islam jadi haji. Dikasih uang 60 juta ditambah istri 3. Jadi haji. Jadi disatu pihak haji terima Yesus, dilain pihak pendeta jadi haji. Ini saudaraku, orang Israel ke Moab, orang Moab ke Israel ke Betlehem. Dia orang Moab, tapi mau bangsamu menjadi bangsaku. Haleluyah!
Saya selalu ingat orang India mau masuk warga negara Indonesia. Semua surat-surat sudah beres, dia nggak takut jaksa, jaksa peke kumis baplang, India juga baplang. Surat-surat pak! Tinggal satu, bapa belum bisa, kita mau test. Apa pak? Coba nyanyi Indonesia Raya! Saya bisa pak! Indonesia tanah airmu .. tanah tumpah darahmu. Kenapa begitu nyanyinya pak? Kan belum ditanda-tangani pak ini surat, kalau sudah ditanda tangani, baru tanah airku! Itungan. Akhirnya ditanda tangani. Udah jadi! Terima kasih pak! Nyanyi sekarang! Nah, bener dia nyanyi : Indonesia tanah airku .. dengan bersikap sempurna, Tanah tumpah darahku .. Disanalah aku berdiri .. Jadi pandu ibuku. Udah bagus dia. Begitu sampe reff nya, Indonesia Raya, dia lupa .. dia inget lagu India, Indonesia Raya merdeka merdeka .. terus jadi lagu nagin. Jadi terbalik saudara-saudara.
Kembali lagi kepada Firman Allah. Susah bener kita masuk kepada satu warga negara, susah betul kita masuk ke satu negara dan menjadi bangsanya untuk kebiasaan-kebiasaannya. Haleluyah! Apa bedanya orang Tionghoa, orang Tiongkok dan orang Jepang? Orang Tionghoa saudara, kalo Tiongkok, kalo cuci muka dia ambil air .. gini cuci mukanya. Kalau orang Jepang sipitnya sama, tapi kalo cuci muka lain. Dia ambil air .. itu orang Jepang. Jadi saudara-saudara, liat anak saudara. Kalo cuci mukanya begitu mungkin dia darah Jepang saudara-saudara. Karena susah sekali untuk menjadi suku bangsa dari satu bangsa menurut kebiasaan adat istiadatnya saudara. Kita makan kalau kaya gaya orang Tionghoa, nggak biasa saudara, bisa kebesekan. Makan mie saudara-saudara, seperti diminum. Ribut!
Saya pernah masuk direstoran Jakarta, saya keluar lagi .. ribuuut! Duh itu mah belum makan juga udah kenyang. Saudara-saudaraku, ribut, tapi itulah kebiasaan mereka. Sekarang orang Amerika, makan daging, pindah kekanan, 36 kali, yes, no! Egh, urang mah teu bisa kitu teh! Urang Sunda kan lain saudaraku. Aduh, nasi dikeupeul-keupeul, aduh haneut-haneut, isiin pete, kana sambel tarasi, lung kaluhur, am! Orang Sunda kan lain lagi saudara-saudara.
Saudara bisa bayangkan sekarang, orang nggak pernah kegereja, nggak pernah nyebut Yahweh, nggak pernah nyebut Tuhan, sekarang ke Betlehem mau ikut nyebut nama Tuhan. Apa Moab disini? Artinya, .. saudara jangan kaget, .. pertama Moab adalah pengkhianatan kepada rumah roti, ditinggalkan Moab pergi. Tapi sekarang Moab artinya adalah penerimaan. Apa artinya Moab sebelum Betlehem? Kegagalan, rumah tangga gagal, usaha gagal, mata pencaharian gagal, semuanya mentok, serba mentok, itu Moab. Apa harus tinggal di Moab? Jangan! Balik ke Betlehem. Disana ada rumah roti, disana akan ada kelimpahan. Haleluyah, Puji Tuhan! Sekarang saudara, saya ajak melihat silsilah Yesus Kristus dalam Matius 1. Silsilah Yesus Kristus dalam Matius
1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
1:4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut.
Ada haleluyah, saudara-saudara? Rut ini orang Moab. Sekarang Moab diterima. Moab yang incest, Moab yang najis, Moab yang kotor, Moab yang melawan, Moab yang mengutuk, sekarang diterima didalam satu nama yaitu Yesus Kristus. Apa yang saya sedang mau pesankan kepada saudara pada KKR ini? Kalau toh, si A, si B ada salah, si C, si D ada salah, ada kekeliruan, mari kita belajar dari cerita Moab ini. Kalau dia sudah didalam Yesus, sudah, satu kejadian yang baru. Yang lama sudah lewat, yang baru sudah terbit. Ada haleluyah? Kalau ada yang jatuh, panggil lagi; kalo ada yang gagal di Moab, sampe ada yang meninggal, sampe Tuhan mungkin cemeti saudara agak keras, sampai ada kematian, ayo kembali lagi ke Betlehem, kembali ke rumah roti.
Dan silsilah Yesus ini penuh kemurahan. Disana ada Rahab perempuan sundal, diterima; disana ada Tamar, tidak baik, diterima; disana saudaraku, ada istri Daud saudaraku, ya ada Salomo, itu ada istri Daud perempuan, Batsyeba, istri orang diambil sama Daud, tapi Tuhan ampuni, akhirnya turun .. turun ..turun - menurunkan Yesus.
Jadi apa itu Kristen? Kristen itu orang berdosa, yang tidak ada harapan, diterima oleh Allah melalui satu nama Yesus Kristus. Ada haleluyah? Jadi kita nanti punya tenggang rasa : oh, saya banyak salah, saya banyak dosa, saya banyak kekurangan, tapi oleh karena anugerah Tuhan saya diselamatkan. Kalau begitu, saya juga mau tenggang rasa. Jangan menilai orang lain lagi : si A begini, si itu begitu. Ini belum selesai ini khotbah saudara, belum, belum selesai.
Kita buka kitab Amos
2:1. Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur,
2:2 Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi;
2:3 Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia," firman TUHAN.
Nanti dirumah, kalau saudara mau baca lebih kenyang lagi tentang Moab, baca Yeremia 48 seluruh pasal, itu kebencian Tuhan, marahnya Tuhan pada Moab. Tetapi dalam Matius 1:1, saudara lihat hati Tuhan berubah, penuh dengan kasih sayang, penuh dengan tangan yang terbuka. Apapun kesalahan Moab, sudah diterima. Pada waktu Rut kembali ke Betlehem, bangsamu menjadi bangsaku, Allahmu menjadi Allahku. Rut seorang perempuan Moab, tidak pernah saudara-saudaraku merendah, sekarang dia, dengan pakaian sederhana, janda, dia pungut itu gandum dan jelai tiap hari. Tanpa memandang anak-anak muda orang-orang muda dia memungut jelai sampai Boas jatuh cinta kepada dia.
Saudara-saudara, kita semua orang Moab diluar Kristus, tapi sudah diterima oleh Kristus. Mari kita jadi seperti Rut, memungut Firman Allah, memungut gandum-gandum. Jadilah rendah hati. Tambah diberkati Tuhan, tambah rendah hati; tambah saudara ditolong Tuhan, tambah rendah hati; tambah saudara dipakai Tuhan, tambah rendah hati. Karena kita tanpa Kristus hanya Moab-Moab yang terkutuk; kita tanpa Kristus hanya orang-orang yang terbuang; kita tanpa Kristus hanya orang-orang yang kebencian Tuhan. Tetapi bersyukur oleh karena Kristus, saudara dan saya diterima.
Tahu nggak saudara, dosa saudara sudah tidak diperhitungkan lagi. Nanti sebentar ada baptisan air. Ada jemaat yang dari dulu sampe sekarang belum dibaptis-baptis. Saya juga heran, nungguin apa? Mau tunggu apa? Saya takut terlambat saudara. Terima baptisan. Sudah lebih 15 tahun, lebih 15 tahun di gereja Pantekosta, rajin kebaktian, tapi belum mau dibaptis. Saya pikir lagi nunggu apa? Ini orang Jakarta mau dibaptis, 2 orang, dari Jakarta, jauh-jauh, lewat Jonggol lagi, mau dibaptis. Cape ya om ya, lewat Jonggol! Eh, baru rasa. Pak Awondatu tuh bolak balik terus, kaya apa.
Setelah dibaptis saudara, kita menjadi keluarga Allah,
dimana kita bukan lagi orang yang ditolak - kita keluarga Allah. Hanya satu nama
yang mempersatukan. Kita berdiri bersama-sama.
Selasa sore KKR Natal, 31 Desember 2002 Seri 4 / 5
Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Hari ini kita sampai kepada hari yang terakhir dari tahun 2002. Ada yang sudah tidak bersama-sama kita lagi karena meninggal, dipanggil Tuhan. Ada yang mendapat keluarga baru, karena mendapat bayi. Ada yang menangis, ada yang bersuka, ada yang masih berharap dan ada yang masih bimbang, bingung, yang kesemuanya itu adalah lumrah karena kita masih manusia.
Dalam
KKR yang ke-4 ini, janji saya adalah tidak akan lewat dari cerita Natal. Saya
ingin bercerita dari Yusuf. Mari kita buka injil Matius
1:18. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Matius
2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
2:13. Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."
2:19. Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya:
2:20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati."
Empat kali kita sedang membaca, sudah membaca cerita, 3 kali Yusuf bermimpi, 1 kali orang Majus yang bermimpi. Cerita natal diberikan kepada orang Majus, dikasih tahu bintang. Kepada Maria, Gabriel datang langsung. Kepada gembala di padang, Malaikat turun nyanyi. Tetapi kepada Yusuf, Tuhan bicara melalui mimpi. Mari saudara lihat ke depan. Baik bintang, baik Gabriel, maupun malaikat, maupun mimpi, itu semua menunjuk kepada satu pribadi tentang Yesus. Amin, saudara-saudara?
Ada diantara kita yang dipimpin bintang, ada diantara kita yang dipimpin nyanyian rohani, ada diantara kita yang mungkin saking memerlukan mujijat Dia didatangi langsung oleh Malaikat, bisa saja! Tetapi saya ingin bicara ini untuk tahun 2003 ini mengenai mimpi. Saya yakin Tuhan memakai mimpi juga untuk menyampaikan rencanaNya dan maksudNya didalam Firman Allah.
Dalam hidup saudara, Firman Allah adalah pegangan kita. Sabda Tuhan adalah kompas hidup kita. Semua cerita yang tidak sesuai dengan alkitab, kita boleh tolak dengan berani. Itu sebabnya Firman Tuhan Alkitab adalah kompas, Alkitab adalah ukuran kita, timbangan kita. Tetapi itu bukan berarti Tuhan tidak berbicara melalui mimpi, karena mimpi barusan kita baca, Yusuf saja 3 kali mimpi hanya untuk mengurus pribadi Yesus ini.
Nah, mimpi saudara-saudara yang saya cerita ini, bukan mimpi karena kekenyangan makan. Kalau bicara makanan, saya mau mengucapkan terima kasih, karena saudara-saudara mengingat saya dan keluarga dirumah dengan makanan-makanan yang saudara kirim. Dari kue-kue yang saudara buat, dari ayam ya! Ada ayam yang lembek, yang lembut, yang belum digigit ge udah masuk sendiri, terima kasih. Ada ayam yang umurnya lebih tua dari saya, saya sudah gigit 30, 40 kali, ya, begitu liat ya, memang ini ayam mungkin peliharaan Simson dulunya.
Tetapi saudara-saudaraku, semuanya saya ucapkan terima kasih. Ada yang kirim, parcel dan sebagainya; didalamnya macam-macam, ada rinso, ada susu tepung dan sebagainya ya - mengajarkan saya untuk ingat mencuci pakaian dan sebagainya. Semuanya terima kasih. Itu ingatan saudara, saudara yang mengirimkan kartu natal, sms-sms rohani, semuanya saya terima dengan hati bersyukur kepada Tuhan. Juga akhir tahun selalu saya paling senang kebaktian karena orang Cianjur yang ngumbara-ngumbara saudara-saudaraku, itu biasanya balik saudara-saudara ke Cianjur, untuk bermalam tahun baru dikota tauco ini. Ya saya masih melihat wajah-wajah tauco, eh wajah tauco ... wajah-wajah dari orang-orang Cianjur, dan ini saya merasa senang sekali .. saudara tidak lupa kepada gereja saudara. Puji Tuhan!
Nah, kembali kepada mimpi, Tuhan akan berbicara melalui mimpi, Tuhan akan bersabda melalui mimpi. Apa artinya mimpi didalam Firman Allah. Didalam Kisah Para Rasul 2 saudara-saudara, kita lihat janjiNya Tuhan di Perjanjian Baru. Kisah para Rasul
2:14. Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
2:15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
2:16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel:
2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
Perhatikan saudara! Disini bukan orang tua atau orang yang usianya sudah tua yang akan mimpi. Tapi maksud Firman Allah adalah orang yang rohaninya dewasa, orang yang rohaninya tua.
Perhatikan. Orang Majus tidak dikasih mimpi dulu. Dia dikasih bintang dulu, sampai ketemu Yesus, matang ketemu Yesus sudah, mempersembahkan ketemu Yesus, baru dia dikasih mimpi. Hanya orang dewasa. Saudara tahu bahwa Yusuf akan menceraikan Maria, karena dia sayang kepada Maria, tapi dia juga tidak bisa terima kenapa Maria hamil. Dia tidak tahu bahwa Maria hamil oleh Roh Kudus. Matang betul saudara-saudaraku; dia mau menceraikan Maria dengan diam-diam, Tuhan datang melalui mimpi.
Orang dewasa. Maksudnya orang tua disini bukan orang tua, dalam usia yang rambut putih, mau lihat mimpi-mimpi, tidak! Tapi orang yang tua rohaninya. Orang yang matang didalam Tuhan, orang yang rindu kepada sabda Tuhan, itu Tuhan akan beri kesempatan, memberikan mimpi kepada mereka.
Dengar saya punya ilustrasi! Umpama usia kita nih 30 tahun. 1 hari kita ini hidup 24 jam. Dari 24 jam ini, tidur .. kita tidur saudara-saudara, tidur itu yang normal, kita pakai yang normal saja, ada yang lebih ada yang kurang .. itu 8 jam, itu pas 8 jam. Kalau mau pakai tidur siang, tidur siang 2 jam, tidur malam 6 jam, pas! Memang ada orang yang doyan tidur, shio nya shio Ci Pat Kai, dia senang tidur. Dia tidak cukup 8 jam, dia masih ada 10 jam, 11 jam. Dan ada yang senang melotot, dia tidak suka tidur, ada! Tapi kita pakai saja 8 jam kita tidur. Jadi dalam 1 hari, 1/3 dari hidup kita satu hari, dipakai untuk tidur. Kalau umur kita 30 tahun, 10 tahun itu, kita pakai tidur. Kalau umur kita 60 tahun, tidurnya kita tuh 20 tahun. Masa dalam tidur 20 tahun itu, Tuhan nggak pakai waktu tidur kita 20 tahun itu, Tuhan nggak pakai, Dia kasih mimpi, untuk memberi petunjuk kepada kita!
Ingat bahwa Dia beri ini hanya kepada orang yang dewasa rohaninya, orang yang matang, orang yang cinta Firman Allah, orang yang gandrung sama doa, orang yang tergila-gila kepada Yesus, orang yang rindu kepada doa, orang yang senang kepada penyembahan, orang yang ingin senatiasa dekat dengan Juru Selamat nya, orang yang selalu berbicara tentang Yesus, orang selalu tergetar dengan Yesus, orang yang tidak puas dengan perkara-perkara yang jasmani, semuanya, orang-orang ini, adalah orang-orang yang senang dengan hal-hal yang rohani. Inilah yang dikatakan oleh Firman Allah .. mereka akan melihat berbagai mimpi.
Satu kali ada satu orang namanya Yakub. Arti nama Yakub itu penipu, pendaya, pendusta. Tapi ada ayat yang bilang, “Aku ini Allah Abraham, Allah Ishak dan Allahnya Yakub”. Yakub ini arti namanya saja penipu, pendusta, pendesak. Dia bohongin papanya, dia kelecein kakaknya, sampai dia dapat hak kesulungan. Orang yang bersalah nggak usah dikejar, dia akan lari. Salah satu pengebom di Bali, dia nggak ikut ngebom, tapi dia tahu ceritanya, dia tahu siapa orangnya, dia rasa salah, kalau dia nggak lapor. Dia lapor. Kenapa pencuri datang waktu malam? Karena dia takut ketahuan orang!
Maka garong yang datang dirumahnya bapak Lukas Kurniawan yang kemarin bersaksi istrinya, itu garong bodoh. Dia racunin itu anjing, padahal dia tahu siswa-siswi itu suka betul sama erwe. Dia racunin anjing, saudaraku. Dan saya senang itu ibu berkata, ada anjing yang ketiga, minta tolong, “Tuhan, anjing ini jangan mati!”. Kalau Tuhan memperdulikan satu nyawa anjing, yang di Surga nggak ada, masa Tuhan nggak pedulikan kita, yang bakalan ke Surga. Jadi saudara-saudara musti tahu, Tuhan itu pasti dengar kita.
Nah, kembali kepada si Yakub ini, dia lari. Lari dari papanya, lari dari ibunya, lari dari kakaknya. Dan dia dikejar-kejar memang sama kakaknya mau dibunuh. Tapi ketika dia sembunyi disatu tempat, dia tidur diatas satu batu. Bletak aja tidur, saking capek saudara. Bantalnya batu, tidur aja ngorok, saking capeknya.
Banyak orang Kristen, tempat tidurnya mentul-mentul, ada merknya juga, pakai tempat tidur air, jadi kalau banjir nggak usah takut, langsung ikut jalan. Kasurnya air, bantalnya mentul-mentul, aduh, pakai lampu bisa redup .. nggak bisa tidur. Tapi Yakub heran, bisa tidur saudara. Nah, waktu dia tidur, dia mimpi. Saya ajak saudara melihat mimpinya Yakub dalam Kejadian 28, karena menarik sekali cerita ini, ada hubungan dengan apa yang akan kita dengar. Kejadian
28:10. Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
28:11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
28:12 Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
28:13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
28:14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
28:16. Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
28:17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
28:18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
28:19 Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.
28:20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
28:21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."
Yakub ini penipu, pendesak, pendaya. Bapaknya sendiri ditipu, kakaknya sendiri dikelecein. Tapi saudara lihat sekarang kemurahan Tuhan. Tuhan kasih mimpi sama Yakub. Dia dalam kondisi dikejar-kejar, dia dalam kondisi tidak punya apa-apa, dia cuma punya hak kesulungan dalam catatan sipil saja. Dia tidak punya apa-apa, dia cuma bawa diri, lari kesana, lari kemari. Tapi saudara lihat, Tuhan kasih mimpi!
Ada ayat yang berbunyi, “Aku mengasihi Yakub dan membenci Esau”, Tuhan bilang. Saya juga nggak tahu kenapa. Saya sudah bilang, Yakub ini penipu, Yakub pendesak, bapaknya ditipu, kakaknya dikelecein sampai ketipu. Jual hak kesulungan dengan sayur kacang merah. Tapi kenapa ada ayat, “Aku mengasihi Yakub dan membenci Esau”.
Mari saya ingin .. , saya minta Tuhan membukakan pikiran saudara, supaya saudara bisa mengikuti apa yang Tuhan taruh dihati saya. Pada waktu dia mimpi, dia bukan mimpi berhadapan dengan raja, dia bukan mimpi berhadapan dengan kakaknya, tapi dia berhadapan langsung dengan Tuhan. “Aku Allah kakekmu, Aku Allah bapakmu, Aku akan memberkati engkau”.
Dalam ruangan ini, semua kita menjadi Yakub. Tahun 2002 kita banyak berbohong, banyak janji sama Tuhan tapi bohong. Ah, tahun 2002, siapa tahu saya dibaptis .. bohong. Ah, tahun 2002, saya mau lebih maju kepada Tuhan .. bohong. Ah, tahun 2002, saya akan lebih mengasihi istri saya .. bohong. Tahun 2002, saya mau belajar membawa persepuluhan .. bohong. Heran kalau saya bilang persepuluhan aja, banyak yang batuk. Aneh tapi nyata. Maksud saya bohong ini, bukan bohong apa. Kita tidak menepati janji kita sama Tuhan! Ah, tahun 2002, saya mau rajin bedstone .. bohong.
Kalau kita mau jujur dan melihat diri kita sendiri, keberadaan hati kita, betapa munafiknya kita, sama seperti Yakub. Kita berhiaskan topeng keagamaan, berhiaskan topeng GPdI, tetapi kita dihadapan Tuhan hanya seorang Yakub yang tidak berdaya, melarikan diri dari situasi. Pintar cari kambing hitam, hanya kita marah-marah kesana, marah-marah kesini, menyalahkan orang yang tidak salah. Urusan kecil jadi besar, urusan tetek bengek jadi besar. Ternyata didalam diri Yakub, kita lihat diri kita sendiri. Saya lihat dalam diri Yakub, saya lihat eh, .. si Yoyo juga ada disitu. Disini kita mau belajar kemurahan Tuhan. Dia kasih mimpi, ada haleluyah saudara-saudara?
Kalau Yakub tidak dikasih mimpi, saya tidak tahu kemana dia hidup. Tapi Tuhan kasih mimpi. Kamu harus balik, kamu harus mudik, kamu bukan lari, jangan melarikan diri, kamu harus balik, kamu harus kembali. Saudara-saudara, kalau saudara ada dalam persoalan, jangan lari dari persoalan, kembali hadapi persoalan itu, minta kekuatan kepada Tuhan untuk kita mengatasi persoalan itu, ada amin?
Dan akhirnya, Yakub kembali! Tapi sekarang saya mau kasih tahu, Tuhan kasih mimpi dulu. Kita tinggalkan cerita Yakub, nanti akan saya rangkum, saya gabung dalam cerita yang lain. Mazmur 126. Saya katakan tadi, bahwa salah satunya cara Tuhan berbicara adalah melalui mimpi. Mazmur
126:1. Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
126:2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
126:3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
126:4. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Dimana mereka itu bermimpi? Di penjajahan, di pembuangan! Dimana Yakub bermimpi? Waktu dia lari, waktu ada problem, Tuhan kasih mimpi. Yusuf yang di Kejadian, dikasih mimpi, mengalami problem. Tapi dengan mimpinya, dia atasi semua. Apakah mereka sudah dilepaskan dari penjajahan? Belum .. ! Tetapi mereka bilang : kami sedang bermimpi.
Biasa siswa-siswi Sekolah Alkitab, sebelum mereka lepas dari pendidikan, itu mereka diharuskan puasa wajib 3 hari 3 malam. Banyak diantara mereka yang puasa 3 hari 3 malam, sebelum puasa wajib, sendirian mereka puasa 3 hari 3 malam, ada yang sendirian 2 hari 2 malam. Ada dulu ex Cianjur angkatan ke-5, ada yang puasa 1 minggu, ada yang puasa 5 hari, kuat mereka! Saya belum pernah 1 minggu, 5 hari, saya belum pernah! Saya Cuma bisa 3 hari 3 malam.
Tetapi pernah pada waktu biasa kalau puasa hari pertama, 1 hari, masih kuat! Diasrama masih nyanyi-nyanyi, o .. teriak-teriak. Tapi pada hari kedua itu iblis datang, mulai tulang-tulang pada sakit. Nah, mau masuk hari ketiga, waktu saya dulu puasa di Sekolah Alkitab, sering ada yang jahil, digantungin pisang diasrama. Bayangin pisang ambon saudara, pada waktu kita tidur, sampai mimpi-mimpi itu pisang meleleh. Saya selalu ingat ada orang yang mau buka puasa. Buka puasa itu jam 6 sore, jam 7 pagi hari ketiga, tukang tape di Beiji sudah distop-stopin, semua distop, semua .. bikin alpukat, bikin sirsak, pepaya, susu, sudah disiapkan pagi-pagi, bukanya jam 6 sore. Saya termasuk anak miskin. Papa cuma kirim uang 300 rupiah, tidak bisa sanggup beli kue pun tidak bisa, hanya untuk sabun, odol dan sikat gigi.
Saudara tahu papa saya kan, masih ada darah Yahudi! Jadi saya sendirian punya adat .. , saya nggak punya apa-apa untuk beli, nggak punya duit untuk apa-apa, nggak bisa! Diatas siswa pletak-pletok pletak-pletok, kocok-kocok-kocok bikin susu, aduh baunya kopi. Aduh Tuhan .. , saya sembahyang, aduh Tuhan saya juga pengen seperti mereka, tapi saya nggak punya duit. Tuhan ingatkan saya, Maleakhi 3:10, persepuluhan.
Saya bawa mug itu, saya angkat, “Bawalah persepuluhan, bawalah persepuluhan”, saya jalan saja di keliling asrama. Oh mereka terpukul, karena waktu puasa, tidak boleh saudara-saudaraku medit! Kalau medit batal puasanya. Jadi pada waktu kami lewat “Bawalah persepuluhan”, oke .. oke .. oke, kesini pak Awondatu! Yoyo, Yoyo kesini! “Bawalah persepuluhan”. Jadi saudara, saya punya mug, ada pepaya, ada ini, ada itu. Bisa juga sampai waktu kita makan “eugh …!”, bisa teurab juga saudara!
Tapi saya sedang cerita, orang mimpi. Pendeta Ko Rombot itu satu tempat tidur sama saya, mereka mau potong erwe. “Yo, mau ikut potong?” … nggak ah! “Mau makan?” …Oke. "Nanti kita bangunkan ya!” Jangan kamu ribut ya!! nanti saya bangunkan malam-malam, kita makan erwe. Ya. Pada waktu itu saya mimpi, saya mimpi dikejar-kejar setan saudara! Mimpi dikejar setan, saya lari, keliling asrama. Dalam mimpi itu saya dikejar. Saya itu kaya monyet, berbulu. Wah …, saya keliling dalam asrama itu. Teman-teman saya lagi tidur semua dalam mimpi itu. Saya keliling ... Pas bapak Ko Rombot itu, diam-diam bangunkan saya, dia punya rambut itu masih begini saudara-saudara .. berdiri-berdiri ke atas .., saya lagi tidur ditempat tidur atas.
“Yo, Yo, Yo…” Bayangkan saudara, saya lagi mimpi setan, saya buka mata, dia punya muka .. memberi tanda, maksudnya, makan erwe .., saya kira ini setan mau makan saya. Saya pukul, “Demi nama Yesus”. Jatuh saudara-saudara. Seasrama bangun, kasih nyala. Jadi erwe nya dimakan sama-sama semua. Jadi kita nggak bisa makan banyak, hanya sedikit saja. Ini bicara dari mimpi. Tapi yang saya katakan mimpi didalam Firman Allah ini tadi adalah bukannya mimpi apa-apa, tetapi pengharapan ditengah-tengah penderitaan.
Tuhan memberi harapan. 2003 tidak akan lebih baik dari 2002. Siapa pada tanggal 31 Desember 2001 berpikir akan ada bom di Bali 2002? Tidak ada! Siapa pada tahun 2000 berpikir, bahwa 2001 akan ada September 11 di Amerika, ada Osama Bin Laden? Tidak ada yang pernah pikir. Jadi manusia tambah hari tambah canggih dan tambah jahat. Sekarang saudara tahu, sudah di cloning manusia. Baru lahir, bayi cloning perempuan pertama di dunia. Sudah lahir! Usia mungkin 10 atau 14 hari. Dan 2000 yang lain sedang antri mau dilahirkan.
Betapa dekatnya kita dengan kedatangan Yesus. Jadi kalau di cloning saudara, itu bayi umpamanya saya punya zat itu ada klon, itu bayi akan lahir mirip sama saya, mirip semua. Apa ada roh apa nggak, itu saya nggak tahu. Apa dia pintar, apa dia bego, itu saya nggak tahu. Pokoknya mirip sama saya. Ini sudah dekat sekali dengan kedatangan Yesus.
Apa yang saya cerita tentang mimpi ini. Orang Majus dikasih mimpi mengatasi Herodes. Sudah aman disana, dikasih mimpi lagi, kembali semua, sudah beres semua. Jadi Tuhan bicara melalui mimpi. Dan saya ingin bicara pada malam hari ini, persis pada malam tahun baru. Coba mulai hari ini, sebelum saudara tidur, berdoa : “Tuhan, kalau Tuhan mau bicara melalui mimpi, silahkan. Beri kepada saya mimpi, yang Engkau mau bicara kepada saya!!”
Tuhan bicara kepada saya melalui mimpi. Saya kasih kesaksian. Pendeta Awuy di Manado. Pendeta Awuy cerita, bersaksi sama saya. Dia didesak oleh Majelis Pusat untuk pindah di Magelang. Dan ada satu pendeta dorong dia. “Brur, terima saja. Brur, terima saja, masuk Magelang, brur! Terima saja. Tinggalkan Manado, brur masuk Magelang, terima saja” Dia berdoa malamnya, “Tuhan beri petunjuk kepada saya!”
Malamnya dia mimpi, dia mimpi dia jalan di satu jembatan, buntu. Dia lihat ke bawah itu jurang, jurang dalam. Dari belakang ada yang ngomong, “Maju saja terus, maju saja terus, maju saja terus!”. Waktu dia lihat ke belakang, itu orang yang ngomong, “Maju saja terus” adalah pendeta yang suruh dia pindah ke Magelang. Tuhan sudah kasih jawaban. Artinya, dorongan itu salah, tidak diterima. Jadi dia tidak terima. Nah, sekarang pendeta di Magelang, pendeta Victor Malino, kehendak Tuhan lain. Jadi dia tetap di Manado.
Tuhan menyelamatkan saya juga, 1 bulan sebelumnya Tuhan kasih mimpi. Wah, lebih dari 40 kali saya mimpi, sebelum kejadian waktunya Tuhan kasih mimpi. Tahun 1967, tanggal 13 November, saya tidak akan bisa lupa seumur hidup. Satu bulan sebelumnya saya mimpi. Saya mimpi saya dicari orang, puluhan orang cari saya. Tapi ada satu gadis kecil melalui jendela .. dulu dibelakang pastori kita ada jendela kecil, dibelakang. “Kak Yohanes, kak Yohanes, ada yang cari kak Yohanes. Lari kesini saja lewat”. 13 November saudara-saudara, saya ada di asrama polisi bagian belakang sedang main catur. Disini ada 70 orang cari saya, mau dipukul, mau keroyok. Papa saya sampai lompat keluar, cari saya dimana. Semua cari saya. Saya lagi main catur disana. Aden Ling, itu ketua RT, dia lompat, ketemu saya : “Wah, jangan pulang, dicari, jangan pulang!” Ada gadis kecil, “Kak Yohanes…kak Yohanes, kesini saja jalannya”.. maksudnya ke bawah. Sampai sekarang saya nggak tahu siapa tuh orang. Jalan ini aman, keluar dari bawah. Nggak tahunya orang salah paham. Nama sama, orang beda. Tapi Tuhan selamatkan. Sejak itu saya langsung masuk Sekolah Alkitab.
Pernah saya mimpi. Saya makan. Didepan saya orang bule makan, disebelah kiri saya orang Tiong Hoa kecil pendek, pakai celana pendek sipit, disebelah kanan saya banyak babi. Kok mimpinya begitu? Satu bulan kemudian, saya dengan pendeta Kruk Seng ke Sumatera Selatan, ke Lampung. Diterima di satu rumah orang Tionghoa. Rumahnya itu butut, jelek, lantainya aja tanah. Ya, kita sepanjang malam tidur pakai kipas, keringetan, buka baju, keringetan! Waktu saya makan pertama, saya makan Kruk Seng didepan, ini engko di sebelah kiri, waktu lihat sebelah kanan babi melulu, ngak-ngok ngak-ngok. Sudah lihat dalam mimpi!
Bapak Tan Kay Boen meninggal. Saya berdiri, dalam mimpi pertama saya berdiri, saya pakai dasi kuning, disebelah saya Bapak Matius Oey, sebelah kiri saya Bapak Pdt. Rompas. Kenapa didepan saya ada peti mati? Waktu Bapak Tan Kay Boen meninggal, saya tutup peti mati. Saya kaget, saya pakai dasi kuning, disebelah kanan saya Matius Oey, disebelah kiri saya oom Rompas. Banyak Tuhan kasih tahu melalui mimpi.
Saya pernah mimpi pendeta Mandey, perjamuan kudus, dia kasih saya roti. Layani pendeta-pendeta, kasih makan hamba-hamba Tuhan, musti lewat jembatan. Kasih makan, kasih makan perjamuan, saya bawa. Hilang…! Itu tahun ’73. Nggak lama saya ngajar di Sekolah Alkitab.
Saya mimpi lagi, ketemu oom Mandey lagi. Duduk di kursi, berdua kita : “Kamu layani itu pendeta-pendeta”. Nggak lama saya buka Sekolah Alkitab. Tuhan kasih mimpi seperti itu, hal-hal yang rohani. Tuhan akan berikan kepada saudara. Maka ada orang mengkhianati saya, orang nusuk saya dari belakang, Tuhan jauh-jauh hari sudah kasih tahu. Cuma saya jaga saja, cuma lihat buktinya, apa iya, apa nggak! Orang yang memfitnah saya, Tuhan kasih lihat mulutnya, model mulutnya Tuhan kasih lihat. Orang yang cerita putar balik, Tuhan sudah kasih tahu. Orang yang mundur maju, orang yang kesana kemari kakinya, Tuhan sudah kasih tahu. Makanya jangan sampai orang suka bilang, “Uh, itu dukun!” .. bukan, saya bukan dukun!!! Tuhan kasih tahu.
Pernah ada orang datang, pagi-pagi jam 7. “Selamat pagi Pa!!” Saya ngomong, “Selamat pagi. Kapan keluar dari penjara?” Kaget saya, koq saya ngomong begitu! Saya lebih kaget lagi, dia jawab, “Kemarin”. Tuhan sudah kasih tahu, jauh-jauh hari. Saya sudah ketemu Ali Sadikin, saya ketemu pak Harto, saya ketemu ibu Tien Soeharto, saya sudah ketemu presiden Ronald Reagan, saya ketemu itu menteri Caspar Weinberger, semua saudara, apa Try Sutrisno, saya sudah ketemu .. walaupun dalam mimpi.
Mazmur
127:1-. Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah
payah - sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
Apa
maksud Tuhan memberi berkat pada waktu tidur?
“Adam, aku beri kepadamu seluruh taman Eden. Kamu diberi hak otoritas, kasih nama semua binatang. Datang badan gede, hidung panjang .. gajah! Datang saudaraku, hidung kecil, leher panjang .. jerapah! Ada yang mulut panjang, leher panjang, badan pendek, kaki pendek .. angsa! Monyet! Dikasih nama semua. Sampai ikan-ikan dikasih nama, bintang-bintang semua dikasih nama”. Tapi Tuhan lihat, kenapa si Adam nih, ngelamun aja! Padahal disebelah kiri ini monyet, disebelah kanan gorilla, kenapa dia ngelamun aja? Oh, ini nggak sejodoh nih!! Nggak sejodoh!! Aku mau kasih jodohnya. Jodohnya ada didalam, dirusuknya.
Tuhan bikin apa? Tuhan bikin apa? Tidur! Makanya, orang yang cari jodoh jangan pasang iklan di Kompas. “Seorang gadis Kristen Pantekosta, umur 38 tahun. Mencari suami yang kebapakan, minimal umur 70 tahun.” Saudara-saudara, santai di dalam Tuhan. Tidur! Tenang! Nanti Tuhan kasih lihat. Saudara yang usahanya belum kelihatan mau kemana, yang usahanya mandeg, sepertinya saudara bingung, kesana bingung. Tenang! Nanti Tuhan akan kasih mimpi, Tuhan akan kasih petunjuk, bahwa saudara harus begini, saudara harus begini. Dan pada waktu Tuhan kasih petunjuk, nurut sama petunjuk itu!!!
Begini saudara. Saya ingin saudara perhatikan kata-kata saya ini! Kita bisa menjadi apa saja, tapi kita nggak bisa jadi semuanya dalam satu waktu, nggak bisa! Maka saudara yang dapat keahlian apa, kerjakan itu dalam keahlian saudara. Kalau saudara ahlinya memang umpamanya jual beli mobil, ya disitu saja sudah, perdalam ilmu disitu. Jangan saudara buka penggergajian kayu! Saudara yang ahli dalam beras, ya, jitai, santay, sampai ka antay, terserah! Disitu saudara perdalam! Saudara yang biasa dalam peternakan ayam, petelur, pedaging, disitu perdalam! Karena ilmunya disitu. Minta Tuhan berkati disitu!
Jangan serakah! Udah punya bengkel mobil, pengen punya bengkel kapal laut. Sudah punya bengkel kapal laut, pengen punya bengkel pesawat terbang. Tinggal di Lembur Tengah. Nggak bisa saudara-saudara. Coba yang saudara biasa itu apa? Yang Tuhan kasih apa kepandaian, itu perdalam! Saudara biasa bikin bakmi ..
Nah, waktu saya ke Medan, saya senang bakmi Medan tuh disitu saja! Nggak mau yang lain, si bapak ini. Dia buka jam 9 malam sampai jam 6 pagi, lakunya luar biasa. Nggak bisa orang lain yang masak, musti si engko itu aja. Enak! Udah 20 tahun yang lalu saya ke sana. Tahun 82 saya ke sana, tahun 92 saya kesana, sampai tahun 2002, tetap dia yang bikin. Warungnya tetap aja begitu. Memang udah punya gedong, punya mobil, punya ini, tapi tetap aja dia bikin bakmi. Dia buka cabang di Jakarta, tapi yang di Medan dia nggak tinggalin.
Maka Tuhan suruh saya di Cianjur, di Cianjur saya. Banyak tawaran ke Jakarta, ke mana, Surabaya, pindah, nggak!! Cianjur aja.
Walaupun jemaat di Cianjur itu .. bageur-bageur! Ya, saya tetap di Cianjur, karena Tuhan mau majukan saya disini saja. Waktu saya disuruh ke Jakarta : Tuhan kasih tanda, saya di Cianjur apa diluar kota? Tuhan suruh buka Sekolah Alkitab. Jadi. Orang Jakarta sangka Sekolah Alkitab Cianjur itu satu gedung pertemuan aja gitu! Terus emper-empernya, disini asrama siswi, disini asrama siswa. Begitu lihat kemarin, “Wuahh pak, besar amat”. Baru tahu ya Tuhan kita itu besar!! Semuanya dari mana? Dalam mimpi.
Ini bikin gereja ini saudara, Tuhan sudah kasih tahu. Tuhan saya bilang, “Tuh, saya mau yang diseberang”. Nggak, yang disini! Tuhan kasih lihat, bongkar sebelah situ, “Ah, Tuhan pendek itu mah, tiang ini sudah, tiang ini sudah, bikin jalan”. Tuhan kasih lihat, Tuhan buka, mimbarnya balikin. Menurut ahli tukang gambar, yang gambarnya ini, ini tangga masuk tuh 2 saudara, dari sini satu, dari sana satu. Saya bilang, ”Tuhan kalo pakai tangga masuk 2, duh kecil amat”. Tuhan bilang jangan pakai, buang yang satu, mundurin ke belakang, tangganya dibelakang. Itu Tuhan yang kasih. Ini balkon cuma dari kiri ke kanan. “Ya Tuhan, kalau cuma dari kiri ke kanan kurang dong nanti kalau penuh”. Tambah kiri kanan, ditambah lagi. Semuanya dari mimpi. Awas, kalau saudara mimpi ketemu Lady Di, itu bukan!! Ya, itu bukan dari Tuhan!
Kembali lagi kepada Firman Allah. Tuhan memberi berkat kepada orang yang dikasihiNya pada waktu tidur. Nah, apa maksud Firman Allah ini? “Yang dikasihiNya”. Kalau saudara datang ke gereja, jangan seperti umat kepada Tuhan. Memang bagus kita datang seperti umat kepada Tuhan. Kalau orang di Bangkok. “Sawadhika, sawadhika” kalau kita kasih tips sedikit, “Sawadhika”, nggak diterima dulu, “Sawadhika”. Kalau yang di Cianjur, yang di Jawa, duit dulu, baru terima kasih. Dia mah Sawadhika dulu. O, saudaraku, lain! Tapi datanglah ke gereja, seperti kekasih kepada calon suami. Seperti saudara mau ketemu calon suami. ”Yang dikasihiNya”.
Aku nyanyi bukan karena senang lagunya, aku nyanyi bukan karena aku pengen nyanyi, tapi aku nyanyi, karena aku mengasihi Tuhan. Aku kolekte bukan karena kelebihan duit, aku kolekte bukan karena aku terpaksa, aku berikan persembahan karena aku mengasihi Tuhan. Saya mengangkat tangan bukan karena disuruh sama pendeta, “Angkat tangan”. Tapi saya mengangkat tangan untuk memuji kekasih saya, untuk membesarkan Tuhan saya, dan kalau saudara mulai belajar kalau datang kegereja itu, saudara ketemu dengan seseorang yang saudara kasihi.
Saya perhatikan istri saya. Hampir tiap hari, tapi nggak tiap hari, tapi hampir tiap hari telepon ke Amerika, hanya untuk cari ngomong, cari suara cucu. Cuma itu si cucu, cuma pintar ngambil hatinya, Hallo .. “hallo”, sudah bisa ngomong “allow”, hanya untuk mendengar “hallo”. Itu istri saya tiap hari telepon ke Amerika, hanya untuk mendengar cucu berkata “hallo”. Apatah lebih lagi kita datang kepada Tuhan yang mau memberikan Firman. Mari kita datang setiap hari kepada Dia. Datanglah, kebaitNya dengan hati yang bersyukur ... Jadi kalau kebaktian itu saudara harus someah. Saudara-saudara, kalau kita someah, ketawa, Tuhan juga senang!
Haleluya, Puji Tuhan!! Yang dikasihiNya. Makanya saudara belajar, jangan terlambat datang digereja. Jangan, ah karak nyanyi keneh! Itu lagi nyanyi tuh, lagi ngareuah-reuah pacar kita! Aduh hebat euy .. kasep .. kasep .. ganteng. Lagi begitu kita tuh, aduh kamu teh ganteng, kasep! Biar kita lelaki, tapi tetap aja kita dianggap perempuan, karena jemaat, gereja. Yesus kan laki. O, ganteng, kasep Yesus, Engkau baik luar biasa, tepuk tangan untuk Yesus, haleluya! Puji Tuhan!
Masa sih, saudara lupa itu ayat. “Aku duduk diatas puji-pujian”. Amin, saudara-saudara? Mimpi adalah juga berarti cita-cita, berarti visi.
Tahun 2003 itu kaya bahan masakan. Tepungnya sudah ada, gula sudah ada, telur sudah ada. Tuhan sudah siapkan. Tinggal saudara mau bikin apa? Gula sudah ada, tepung sudah ada, telur sudah ada, saudara mau bikin apa? Terserah. Mau bikin kue pancong, bisa. Martabak, bisa. Mau bikin kue apa saja kan saudara pintar, bisa! Tuhan memberi kepada saudara visi. Mau bikin apa? 2003 saudara mau hidup senang, mau hidup bahagia, bisa. Siapa bilang nggak bisa? Tahun itu hanya mengikuti kita. Tahun baru itu kaya kertas putih. Saudara mau gambar apa? Pensilnya dikasih. Saudara mau gambar apa? Imajinasi saudara, dengan gambar saudara, dengan visi saudara, dengan mimpi saudara, saudara sudah dikasih sama Tuhan. Saudara mau gambar sukses, keberhasilan, jadi. Saudara mau gambar tahun 2003, selamat bahagia, semua selamat, sehat walafiat, tidak kurang satu apa, semua dagangan jalan, semua anak sukses berhasil, bisa.
Tapi kalau saudara negatif. Dikasih pensil, saudara menggambar pohon kelapa, daunnya aja kebawah, itu pohon kelapa seperti belum mandi, buahnya nggak digambar, ada dibawah semua pada rontok, bisa. Terserah saudara. Maka pada malam tahun baru ini, saudara dibagikan ayat Firman Allah. Untuk membantu saudara, menambah visi saudara. Ada ayat Firman Allah bulanan, ada ayat Firman Allah mingguan, ada ayat Firman Allah harian. Renungan harian saudara baca tiap hari, mingguan saudara dikebaktian, tapi ada tahunan. Ini akhir tahun ini, untuk tahun depan. Nanti saudara dibagikan ayat-ayat Firman Allah, ini bukan seperti ciam sih, bukan. Ini adalah membantu saudara, menggambarkan hari depan saudara, supaya saudara mempunyai hak, gambaran yang positif.
Saya kasih contoh. Ada 2 orang yang minum coca-cola, dua-duanya udah tinggal setengah gelas. Yang seorang teh, yang negative, ngomong gini : “aduh euy, setengah gelas keneh euy!”. Yang positif : “ha ha ha .. tinggal setengah gelas”. Jumlahnya sama, Coca Colanya sama setengah gelas, tapi yang negatif mah mani ka sedih ngomongnya juga, “aduh euy, satengah gelas keneh, loba keneh”. Tapi yang positif mah,”huhuy .. tinggal setengah gelas”. Yang mana saudara? Kalau saya suka lihat forecast. Ramalan cuaca di Amerika. 20% mendung, 30% mendung. Kenapa nggak ngomong, 70% cerah!
Mimpi saudara ini! Maka saudara, kalau saudara banyak didalam Firman Allah, nanti visi saudara, mimpi saudara, jaringan itu, kontak saudara itu, hal yang positif. Saya mau tutup dengan satu kesaksian dari Korea. Di Korea tuh ada suami istri, satu jemaat, kurang baik ini suami istri. Istrinya bocor .. sampai dapat gelar transistor berjalan. Warta berita di Seoul belum ada, di televisi, dia sudah kasih sama tetangga-tetangga. Suaminya juga begitu, sampai dipanggil sama pendetanya, “Begini brur dan sus, ini kita dapat banyak komplain dari banyak jemaat. Brur dan sus ini terlalu .. , mulutnya ini tolonglah dirubah sedikit. Saya kasih nasehat, brur pindah ke satu tempat dan rubahlah cara hidupmu”. Ini jemaat bukan jemaat yang cepat tersinggung, tapi jemaat yang menerima nasehat. ‘Baiklah oom, saya pindah”. Dia pindah ke satu daerah, masih di Seoul, masih dikota itu.
Nah disana dia hidup disatu rumah. Duh, kata bapak pendeta, katanya, kita musti berubah cara hidupnya, ngomong musti berubah. Jadi kita ngomong gimana? Gua musti panggil kamu apa? Begini aja kata si suami : aku panggil kamu, ibu kepala daerah; kamu panggil saya, bapak kepala daerah. Memang ada satu istilah di Korea artinya itu bapak kepala daerah .. artinya ibu kepala daerah. Jadi kalau si istri mau ke pasar didepan suaminya, “Bapak kepala daerah, saya mau pergi ke pasar dulu”. Oke, ibu kepala daerah, selamat jalan, tolong jangan lupa beli ini .. ini .. ini”. “Ya, bapak kepala daerah”.
Tetangga-tetangga kan pada denger. Seminggu, dua minggu, tiga minggu, udah banyak kenalan. Selalu ngomong begitu. “Suaminu ada dirumah?”. “O, bapak kepala daerah? Ada!”. “Istrimu ada dirumah?”. “O, ibu kepala daerah? Ada!”. Enam bulan kemudian didaerah situ diadakanlah pemilihan lurah. Panitia dikumpulkan untuk memilih kepala daerah disitu. Ini tetangga bilang, buat apa kita kumpul duit susah-susah, mau pilih kepala daerah. Ini orang suami istri, sudah 6 bulan yang lalu ngomong, bapak kepala daerah, ibu kepala daerah, pilih aja itu dia! Coba kita tanya! Dipanggil.
“Bapak mau nggak jadi kepala daerah kita, supaya cocok dengan sebutan bapak?” “ Ho-oh ho-oh”. Jadi saudara-saudara. Sampai sekarang dia betul-betul kepala daerah.
Bukan maksud saya, mulai hari ini, saudara panggil suami saudara, “Hai, kepala tukang pajak!”. Tapi berikanlah nama yang positif. Sebutlah suamimu sebagai, “Si berhasil”. “Bapak sukses”. Jangan bilang, “Ini bapaknya anak-anak”. “Ini si nenek-nenek”. Jangan! Tetapi mulai katakan, kata-kata yang positif saudara!
Jangan ngomel tentang apa yang kita tidak punya, tapi mari bersyukurlah kepada Tuhan dengan apa yang kita punya. Jangan marah-marah dengan apa yang kita tidak punya, tapi marilah kita berterima kasihlah kepada Tuhan dengan apa yang kita punya. Kalau Tuhan dengar kita ngomong positif terus, nanti Tuhan berkati apa yang kita belum punya, Dia akan cukupkan.
Akhir cerita Yakub, dirubah namanya menjadi Israel, Putera Raja. Oleh karena mimpi dirubah dan dia berhasil. Asalnya penipu, tapi dia berhasil. Asalnya pendusta, tapi dia berhasil. Diirubah sama Tuhan.
Siapa Petrus? Pemarah. Dirubah sama Tuhan. Siapa Saulus? Pembunuh. Dirubah sama Tuhan jadi Rasul. Orang yang tidak betul, dirubah sama Tuhan jadi betul. Kitapun sama, kita orang tidak betul, tapi kalau kita kenal Yesus, Tuhan bisa rubah kita menjadi orang yang baik. Mari kita berdiri bersama-sama.
--<><--
______________________________________________________________________
Situs ini bersifat informasi umum, khususnya bagi saudara-saudara seiman,
berisi tentang sejarah singkat Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur,
Yayasan Kabar Baik, Sekolah Umum, Jadwal Ibadah serta Berita Aktual.
Perubahan terakhir situs ini tanggal : 10 Januari 2003