Khotbah Minggu Pagi September - Oktober 2002 ~ Pdt JE AwondatuGereja Pentakosta di Indonesia - CianjurJl. K.H. Hasyim Asyari no. 75 Cianjur 43214 - Indonesia. Telp. (62-263) 261161 |
Minggu Pagi, 29 September 2002
Kita akan buka Firman Tuhan pada pagi hari ini.
Filipi
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Ini adalah perikop yang terdalam dalam seluruh Alkitab; ini adalah perikop inti
dari isi Alkitab. Kalau ini perikop dibuang, Alkitab tidak ada artinya lagi,
karena perikop ini menggambarkan bagaimana Tuhan Yesus mati dikayu salib
meninggalkan kepada kita satu teladan, contoh yang harus kita ikuti.
Ayat ke 5 dimulai dengan kata : Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.
Ayat ini adalah ayat untuk hidup bersama, hidup bermasyarakat, bukan hidup soliter sendirian, bukan hidup dalam keluarga, tok keluarga sendiri tapi hidup bermasyarakat. Dua keluarga dua macam pikiran, lima keluarga sudah lima pikiran, 10 keluarga sudah 10 pikiran.
Nah, rasul Paulus katakan untuk hidup bersama, pakailah hanya satu pikiran, yaitu hendaklah kamu dalam hudupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Dalam I Korintus 10 orang Israel harus menjadi serupa dengan Musa. Nah, kitapun diarahkan ditujukan untuk menjadi serupa dengan Tuhan Yesus Kristus, karena Dia teladan kita. Dan sekarang kita harus memakai pikiran dan perasaan yang pertama ada didalam hatinya Yesus. Saya pikir-pikir saya renungkan kalau kita semua punya pikiran sama, kalau kita yang ada dalam ruangan ini punya perasaan yang sama, seperti pikiran dari Kristus, aduh, ada sangat .. sangat banyak perkara bisa kita kerjakan, banyak problem persoalan kita bisa atasi, banyak hal-hal tugas besar kita bisa selesaikan karena kita punya pikiran dan perasaan yang sama dengan Kristus.
Contoh. Benny Hinn ini hamba Tuhan yang luar biasa. Dipakai Tuhan diseluruh dunia. KKR besar-besaran; kalau dia ke Israel, dia bawa rombongan 30 bis, ya, 1200 orang. Dimana dia khotbah, ribuan orang datang. Orang sakit disembuhkan, yang lumpuh berjalan, yang buta melihat. Karena kalau yang buta berjalan di Indonesia juga banyak. Yang buta melihat, yang timpang berjalan. Tapi saya baru dengar kesaksiannya tadi bahwa dia kehilangan puterinya Jessica, nggak ada di gereja nggak ada dikebaktian. Jadi Benny Hinn cari ini, kemana nih anak saya, puteri yang masih remaja. Ditemukan disatu night club dengan musik brang .. breng .. brong. Dia cari anaknya, ada, disitu lagi nyanyi. Dengan baik-baik dia tanya : kamu ngapain disini? Dansa. Kenapa dansa, kan papamu ini pendeta? Habis saya nggak ngerti, papah ngomongnya surga terus, bapak nggak pernah ngomong basket ball kek, mengenai pakaian kek, mengenai sepatu kek, bapak ngomongnya Alkitab terus - nggak nyambung. Tapi tadi anaknya itu bersaksi, dia sudah terima Yesus, ya, dan dia sudah buka sekarang rumah pengasihan bagi anak-anak muda yang kena obat bius, bagi anak-anak muda yang tidak tahu berbuat apa, ya. Ternyata ayah dan anak pendeta besar ini punya pikiran dan perasaan yang berbeda.
Hati-hati saudara, kita bisa saja di gereja ada, kita bisa ada di kebaktian. Mungkin anak kita ini tidak sepikiran, tidak sependapat dengan kita, mungkin anak kita ini punya pendapat lain. Ini saya kasih ilustrasi betapa susahnya kita masuk dalam pikiran dan perasaan Kristus ini. Anak sama bapak saja pendeta besar sudah lain. Sampai dia musti didoakan : Tuhan tolong anak saya supaya dia mempunyai pikiran Kristus, mempunyai perasaan seperti Kristus. Baru sekarang dia mengerti kenapa papanya ngomong Alkitab terus. Sekarang dia baru mengerti kenapa papanya khotbah, sekarang dia baru mengerti kenapa ibunya bicara Firman Tuhan terus. Sekarang dia baru mengerti.
Salah satu murid saya di sekolah alkitab angkatan sekarang, itu bekas berandalan yang luar biasa. Kalau saudara lihat mukanya, saudara tidak akan anggap dia ini berandalan, saudara tidak akan anggap .. dia kemana-mana bawa pistol terus. Tato dibadannya. Bapaknya pendeta. Sampai dia dicari tentara, dicari polisi mau dibunuh, mau ditembak, ah, baru dia bertobat terima Yesus. Sekarang dia udah hampir jadi gembala sidang. Saya senang melihat dia karena dia berubah. Sekarang dia mengerti perasaan dan pikiran yang ada didalam Kristus.
Ini saya punya pengerja ada satu pengerja saya ini saudara ganteng, bageur. Disini ini .. digereja, praktek. Aduh, kita udah bilang ini ya, eh, awas pengerja oom Yoyo tidak boleh bikin malu oom Yoyo, tidak boleh pinjam uang sama jemaat, tidak boleh pacaran, nanti saya kawinkan saja langsung. Jangan pacaran lagi. Ya saudara yang ngelamar banyak sama dia itu karena orangnya teh imut-imut cakep manis kalem baik rapih lemah lembut tahan nafsu setiawan kebaikan; sudah 9 buah roh ada sama dia, saudaraku. Yang tidak ada buah duren sama dia. Sampai ada satu ibu : ko Yoyo, eta teh gimana kalau dijodohkan sama anak saya. Tuh, ai orang bageur mah, ya. Anak-anak muda remaja juga aduh sampe ka saudara-saudaraku kebaktian kaum muda jam enam setengah tujuh, jam lima sudah datang. Bukan untuk bedstone, saudara-saudaraku, tetapi duduk .. untuk nonton ini pengerja yang seperti Yusuf saudara-saudaraku di Mesir.
Tetapi ingat saya bilang, kamu harus pegang pikiran dan perasaan ini yang ada didalam Kristus; kamu pengerja saya, jangan bikin malu saya. Da kasep tea saudara. Nah, ini pikiran si ibu juga sampai begitu aduh gimana ya kalau saya punya menantu dia. Nah, sekarang saya terangkan ini bagaimana kalau kita punya pikiran dan perasaan yang ada didalam Kristus. Kristus itu ingin menyelamatkan orang selalu. Bagimana kita kalau kita punya hari ingin menyelamatkan orang - gereja kita cepat penuh. Sebab kita ingin membawa teman, ingin membawa orang lain datang di kebaktian. Tidak disuruh-suruh tetapi karena kita punya pikiran dan perasaan seperti Kristus - aduh, ingin sekali.
Rindu ke Bait Allah, karena apa? Karena Yesus di umur 12 tahun saja sudah, Aku wajib ada didalam rumah BapaKu. Nggak usah ditanya, kamana minggu kamari teh? Kemana minggu lalu nggak datang? Salesma, pilek. Kunaon? Ka Pera Pera, jadi masuk angin, batuk ieu teh. Nggak saudara-saudaraku. Tidak usah ditanya, kenapa? Karena dia rindu. Rindu apa? Rindu kepada Bait Allah, rindu kepada Bait Suci. Seperti raja Daud berkata : hatiku akan senang kalau melihat dan mendengar ada orang datang kepadaku dan berkata mari kita datang di Bait Allah. Dia rindu, kenapa? Ini hatinya Kristus itu dia selalu rindu ada di Bait Allah. Umur 8 hari sudah bawa di Bait Allah. Dua belas tahun Dia ada di Bait Allah. Umur 30 tahun mengajar di Bait Allah. Dia diserahkan juga dikhianati juga di Bait Allah. Saudara-saudaraku, bahkan Dia sekarang tinggal di Bait Allah bukan buatan tangan manusia tapi Dia tinggal di Bait Allah buatan Roh Kudus, yaitu hati kita. Ini adalah Kristus, hati dan perasaan Dia.
Jadi pertama dalam perikop ini, kita belajar satu
hal, yaitu penguasaan diri. Yang .. ayat 6.
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang
hamba.
Dia yang mengambil inisiatif. Dia teh Allah, setara dengan Allah, Yohanes 1:1,2,3 - Dia itulah juga Allah. Tapi Dia tidak anggap kesetaraanNya dengan Allah sebagai milik yang harus dikeukeuweuk, yang harus dipertahankan tetapi dia mengosongkan dirinya. Bahasa Yunaninya kenosis. Seperti oom Rompas ini, waktu dia pengerja di Cianjur, pagi-pagi itu dia makannya telur mentah. Telur mentah itu ditusuk oleh jarum, ujung sini dilubangin, ujung sini diisep sampai kosong. Saya masih kecil, masih kelas 4 SD waktu itu. Oom Rompas bilang : nih, kita taruh katanya ini kulit telur ini. Ditaruh dipinggir jalan. Lihat kita dari dalam. Orang teh lihat telur teh sudah lewat 3-4 langkah mundur lagi lihat itu telur mau diambil salah apa betul itu telur. Memang telur. Lalu dia ambil saudara. Waktu dia ambil wah kosong kan enteng, wah dia banting.
Yesus seperti itu, seperti telur yang sudah dikosongkan. Jadi ketika orang lihat Dia .. dibanting, dibanting di Salib. Tidak ada orang mau Dia, karena keIlahian, kehebatanNya, keAllahanNya sudah dikosongkan. Dia mengosongkan diriNya, kenosis.
Saudara, memang paling berat menguasai diri. Karena menguasai diri ini memerlukan pengosongan diri. Kalau kita ditegur orang itu biasanya tersinggung dulu. Karena kita belum kosong diri kita. Dinasehati orang tua saja ngambek, dinasehati papa mama saja kita marah. Mutung. Cucu saya aja, katanya, ini udah laporan cucu saya kalau dipegang hidungnya mau dikeluarin ingusnya itu, ngambek dia. Kalau ngambek dia lari ke ujung kamar, dia berdiri disitu. Umur 17 bulan sudah tahu unjuk rasa. Inilah manusia saudaraku, ya. Kita harus belajar mengosongkan diri. Memang dulu tahun 74 itu 75, kalau ada orang ngomongin saya, dibelakang-belakang apalagi didepan-depan, waduh, saudara-saudara, saya sembahyang saya puasa : Tuhan kenapa ini terjadi, kenapa saya diomongin, saya kan sudah kerja buat Tuhan, kenapa ... saya nangis dikaki Tuhan, berdoa semalam suntuk : oh Tuhan .. di gereja saya doa sendiri semalam suntuk, kenapa saya difitnah, kenapa? Ternyata saya pakai itu karena saya sayang diri, karena saya kasihan sama diri saya sampai saya ketemu ini kenosis, mengosongkan diri.
Coba aja kalau kita mati umpamanya sampai di surga ditanya sama malaikat di Surga : Namamu siapa? Nama saya profesor doktor karburator kotor bocor dllajr sdsb dll sdm yunior yr. Apa itu yr? yang rakus. Oh, iya. Begitu panjang ya kamu punya titel, sedangkan Yesus yang selamatkan kamu itu titelnya dibuang, dikosongkan, kenosis, kamu begitu panjang titel kamu. Malu kan kita. Nah, kita ini semua punya titel, titel dari kecil, yaitu keakuan. Waduh keakuan ada yang gede, keakuan ada yang kecil. Kalau kita lihat si saudara ini dipakai puji-pujian dipakai doa, dianya nggak, wah, keakuannya bisa tersinggung. Maka ada nyanyian dulu : Aku harus dipaku .. Aku harus dipaku. Bahkan ada satu pendeta dia bikin satu syair : aku yang kaku dan tidak laku ini harus dipaku.
Memang ini musuh saya ini aku, musuh saya ini Awondatu, ini musuh saya. Si aku ini. Maka pantas rasul Paulus berkata : hidupku bukannya aku lagi melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Amin saudara? Kristusnya Kristus yang mana? Kristus Filipi 2 yang mau menghampakan diri, mengosongkan diri. Da gampang atuh istri mengalah sama suami, suami mencintai istri, gampang kalau memakai ilmu kenosis ini, menghampakan diri, menganggap istri berharga, menganggap suami patut dihormati, menganggap anak patut disayangi, menganggap orang tua patut dijaga dan dihormati - gampang.
Maka tadi saya katakan kalau saja kita semua ini jemaat Tuhan punya pikiran dan perasaan Kristus, banyak hal kita bisa kerjakan, banyak problem kita bisa atasi, banyak mujijat bisa terjadi karena ini mujijat diatas segala mujijat adalah kenosis, mengosongkan diri. Kalau saya lihat saudaraku mundur kebelakang dan lihat didaftar sekolah alkitab, siapa-siapa yang sukses sekarang, siapa-siapa yang melanglang buana sekarang, ya, ini eks Cianjur ini saya bicara, yang ke Jepang, ke RRT masuk .. penginjil saudara-saudara belum menikah, lalu yang buka jemaat sampai wah banyak jemaat dia buka, ternyata mereka yang bisa mengosongkan dirinya waktu di sekolah alkitab, yang tidak banyak gaya tetapi ada isi, ya. Tidak ingin menarik perhatian orang tetapi justru menarik perhatian Tuhan. Kita kadang-kadang ingin menarik perhatian orang, Tuhan itu cuek sama kita. Tapi kita harus bekerja sedemikian rupa, kita nggak menarik perhatian orang tetapi Tuhan tertarik sama kita. Itu nampaknya yang terjadi dengan kenosis ini.
Seluruh dunia menolak Yesus, menyalibkan sama Dia, salibkan Dia, tetapi justru Allah Bapa berkata : Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNya Aku berkenan. Diberikan Nama diatas segala nama, nama yang didalamNya kita selamat. Ini yang pertama yang kita dapat dari perikop ini, yaitu penguasaan diri, pengosongan diri.
Yang kedua, saudara-saudara. Orang yang membaca ini mengerti ini, dia tidak akan jadi kikir. Coba ulangi. Itu Tuhan, keTuhanan Dia, Dia copot. Jadi Dia beri, serahkan. Janggut-Nyapun diserahkan kepada orang yang menarik Dia. Wajah-Nya dikasih pada orang yang nempeleng Dia. Mukanya dipukul. Mahkota duri dipasang .. dipress, masuk duri-durinya ke kepala. Karena begitulah Allah mengasihi isi dunia ini sehingga Dia mengirimkan .. memberi Anak-Nya yang tunggal. Dia memberi hidup kepada kita. Yohanes 1. Yesus ini memberi. Apalagi pemberian yang terbesar dari Surga kalau bukan Yesus. Karena didalam Yesus ada emas, didalam Yesus ada berlian, didalam Yesus ada segala macam. Maka aneh kalau kita sebagai orang kristen itu kikir; aneh kalau kita sebagai orang kristen itu itungan sama Tuhan : soal uang, soal waktu, soal tenaga. Aneh. Kalau kita punya Boss, Bapa kita, Junjungan kita nggak kikir kok, kok anak buahnya kikir.
Waktu saya di Belanda saudara, ada satu bapak minta bikin PA dirumahnya. Bikin PA dirumahnya jemaat datang. Saya pakai kemeja biasa saja : Brur nanti dingin sebentar. Nggak apa-apalah. Nggak bawa jaket? Nggak, saya bilang. Ini saya ada jas. Memang jasnya bagus. Dan ini brur, jas ini boleh dipakai sampe Indonesia. Maksudnya boleh dikasih langsung. Bapak pake saja langsung. Saya lihat dulu dong, bagus apa nggak. Bagus saudara tapi saya nggak bawa, dan sayapun nggak pake. Mungkin ini bapak gimana dia ingin memberi tapi lihat saya nggak pake itu jas, dia telepon saya : bapak punya sepatu nomor berapa? Saya bilang dengan iman, nomor 43. Nggak usah pas-pas dulu, bapak beli saja dengan iman, nomor 43. Waduh saudara, KKR terakhir di Den Haag, dia bawa itu sepatu. Bapak, pake ini sepatu bapak. Saya bilang : oke tapi ini mau kebaktian. Dengan iman saja pak. Oke. Kita pakai. Saya belum pake disini tapi disana sudah pake. Karena lucu modelnya, kaya martabak saudara-saudaraku. Tapi ya sudah dengan iman kita harus pake. Tapi saya mulai melihat : oh ini orang inginnya memberi, itu orang kristen itu begitu - inginnya memberi.
Ada satu ibu, menantunya pendeta : ah bapak Awondatu datang sini, kami bikin ini ... bapak datang kesini. Memang disana susah cari pembantu susah. Tapi biar saya yang cuci, nanti sebentar bapak mau tidur musti minum susu coklat dulu. Sudah mau pulang .. kita mau bikin nasi goreng. Bapak musti datang kesini. Bukan soal nasi gorengnya saudara, itu keinginan memberinya itu.
Saya pernah KKR, orang bawa bungkusan ini udah KKR : oom, ini persembahan. Berapa, saya bilang? Nggak tahu. Berapa dulu, saya bilang, persembahannya hitung. 1.245.950 rupiah. Nggak ada sennya? Jadi orang itu kalau memberi itu betul-betul .. kalau kita nggak. Umpamanya saudaraku, kolekte 400 ribu, saya kasih 500. Umpamanya kolekte 890 ribu, saya kasih 1 juta. Saya bulatkan saja. Ini mah nggak, 1.245.950 rupiah. Nggak ada sennya? Nggak ada. Itungan benar sama Tuhan. Aduh itungan, meureukeudeuweung, lebih-lebih dari orang Arab. Kalau kita dari anak-anak Tuhan : aduh saya bilang kita jangan itungan sama Tuhan karena Tuhan ahli berhitung. Heuh, saudara mau itungan sama ahli berhitung .. cilaka, Dia ini orang Yahudi saudara dulunya. Wah, saudara mau hitungan pake cipoa ikut Yesus ya ampun, Yahudi .. cilaka saudara.
Orang yang sudah ketemu Yesus, Dia pasti suka memberi. Bapa memberi Yesus kepada dunia, Yesus memberi Roh Kudus kepada gereja, Roh Kudus memberi 9 karunia roh kepada gereja, gereja harus memberi pelayanan kepada dunia. Ini adalah hukum daripada Alkitab memberi; Dia memberikan tubuh dan darahNya untuk menemani kita selama kita hidup didunia sebelum kita masuk kedalam kerajaan surga. Dia temani kita dengan tubuh dan darahNya, saudara-saudaraku : Inilah tubuhKu yang diserahkan ganti kamu, inilah darahKu yang dicurahkan ganti kamu, biar pintar kita pintarnya kita kaya apa, biar kita kaya kayanya kaya apa - kan kita akan mati. Apa ada orang kaya konglomerat Indonesia yang menyatakan saya tahu saya tidak akan mati. Nggak ada saudara-saudaraku. Biar dia konglomerat, hebatnya seperti apa - tetap aja dia akan mati.
Lim Sioe Liong kaya, tetap aja botak, kenapa dia botak? Karena dia tua. Kenapa dia tua? Karena memang manusia, satu kali akan mati. Nah, ini istilahnya setelah mati ini bagaimana? Ini pelajaran yang kedua dari perikop ini. Kita harus suka memberi. Dia turun kedalam dunia, Dia beri hidup-Nya, Dia mati disalib Dia beri hidup-Nya, nama-Nya yang hebat Dia kasih Dia biarkan. Akhirnya Tuhan kasih nama.
Dan yang ketiga saudara-saudaraku. Pelajaran ini yang paling berat adalah hidup dalam kekudusan.
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut.
Kita baca dulu satu ayat didalam Ibrani 4,
menggabungkan arti yang terakhir yang ketiga dari perikop tadi
4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita,
- Berarti Dia dibikin sama dengan mannusia - Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Inilah kehebatan Yesus; Dia dibikin sama dengan manusia yang berdosa tapi Dia tidak berdosa. II Korintus 5 katakan Dia dijadikan dosa ganti kita tapi Dia tidak berdosa. Itu yang saya sampai sekarang tidak ngerti dan mungkin belum bisa ngerti kita sampai surga nanti kalau kita belum tanya sama Tuhan : kenapa Yesus dijadikan dosa, Dia yang tidak berdosa dijadikan dosa supaya kita selamat.
II Korintus 5:21
5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.'
Saya ingin baca dalam salinan bahasa Indonesia lama. Alkitab ini saya pakai kata pada waktu saya masih baru kerja buat Tuhan tapi saya simpan disini masih ada : Maka Ia yang tiada mengenal dosa telah dijadikannya dosa ganti kita supaya kita ini akan menjadi kebenaran Allah didalam Dia. Ini salinan lebih tepat. Saudara, Yesus haus supaya kita minum air hidup; Dia lapar supaya kita mendapat roti hidup; Dia ditelanjangi supaya kita dikasih pakaian kebenaran; Dia ditinggalkan supaya kita diterima; Dia dimahkota duri supaya kita dapat mahkota kehidupan; Dia diludahi tapi supaya kita dihormati. Saudara-saudaraku, Dia disiksa dianiaya supaya kita diterima dalam Kerajaan Surga; Dia dijadikan dosa supaya kita dibenarkan oleh Tuhan.
Nah pada pagi hari ini, dihadapan kita ada perjamuan
kudus, biarlah kita menghadapinya dengan hati yang terbuka.
Minggu Pagi, 20 Oktober 2002
Selamat pagi, selamat berjumpa berbakti dalam nama Tuhan
Yesus Kristus. Pada pagi hari ini kita akan melihat beberapa ayat dari Sabda
Tuhan. Kita akan buka I Korintus 1:16
1:16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis.
Pernah saya berkata bahwa keluarga Stefanus ini keluarga yang besar karena mau
dibaptis oleh Paulus, seorang pembunuh dari Stefanus. Tetapi ketika saya lihat
dari salinan lama, ternyata ini bukan Stefanus. Saudara ganti didalam alkitab
saudara dengan ballpen saudara, namanya Stefanas. U nya saudara ganti dengan a -
Stefanas. Nah, nanti saya akan gabungkan dengan .. coba kita lihat satu lagi
ayat didalam 1 Korintus
16:15 Ada suatu permintaan lagi kepadamu, saudara-saudara. Kamu tahu, bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di
Akhaya. - Ini juga harus ditulis Stefanas; saudara ganti u nya dengan a -
16:16 Karena itu taatilah orang-orang yang demikian dan setiap orang yang turut bekerja dan berjerih payah.
- Ayat 17 perhatikan -
16:17 Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, ..Tentu
ini bukan Stefanus yang dirajam, dia sudah mati. Sekali lagi saudara rubah u
nya dengan a. Ini juga adalah Stefanas - Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang
padamu.
Saya tidak tahu kenapa Lembaga Alkitab Indonesia memakai kata Stefanus karena dalam Alkitab saya yang dulu Stefanas dan bahasa Inggrispun Stefanas.
Pagi hari ini kita akan lihat dari Stefanas ini.
Kembali kepada I Korintus 1:16
1:16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis.
Siapakah Stefanas ini? Arti namanya memang sama dengan Stefanus, artinya mahkota. Tapi orangnya lain. Dia Stefanas, saudara-saudaraku, banyak bergaul justru didalam pelayanan pertama rasul Paulus. Coba kita lihat ayat 11 : Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.
Menurut satu komentator alkitab, Bech .. komentator, kemungkinan besar Kloe ini adalah ibu dari Stefanas. Jadi Stefanas ini kurang lebih usianya masih muda ya didalam pelayanan rasul Paulus. Stefanas ini sekeluarga dibaptis oleh rasul Paulus ya. Sekali lagi saya katakan ini bukan Stefanus yang dirajam sampai mati ya karena ini alkitabnya ...
Saya sebetulnya sudah catat 15 tahun lalu, bikin
khotbah malahan tetapi ini baca salinan baru jadi kesalahan lagi ya. Jadi saya
sudah ralat ini. Nah, Stefanas ini kalau saudara melihat, dia adalah keluarga
pertama yang dibaptis dan mungkin hanya inilah yang dibaptis oleh rasul Paulus.
Nah, apa yang menyebabkan rasul Paulus mau membaptis hanya Stefanas, karena rasul Paulus
sendiri saudaraku tidak pernah membaptis.
1:14. Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus,
1:15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku.
1:16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis.
Jadi saudara lihat beban yang ada pada Kloe dan Stefanas, ibu dan anak, dengan
rasul Paulus, itu satu beban. Yang memberi laporan kepada Paulus bahwa ada
perselisihan itu isi keluarga Kloe, itu Stefanas ini, anak dari Kloe. Jadi
sedikit banyak keluarga ini ada beban, sama dengan gembalanya. Kemarin saya sedang
dirawat. Saya buka satu rumah sakit, tapi saya dirawat disana; saya meresmikan
satu rumah sakit ya di daerah Tangerang, Rumah Sakit Diet Centre, dengan Bapak
Samadikun Hartono dari Bank Modern, pemiliknya, itu saya yang baptis dia tahun
87, dia bersaksi, 15 tahun yang lalu. Nah, waktu dirawat itu saya terima sms dari
Cianjur dari Stephanus bahwa rumah toko dari saudara Iyong terbakar kebakaran. Saya bilang
Iyong yang mana, saya tanya. Stephanus
ini dia sms lagi, betul toko Glori. Sedikit banyak saudara Stephanus ini ada beban
untuk memberitahu
kami ada jemaat yang tokonya terbakar. Nanti kebaktian sore kita akan adakan
ekstra korban untuk membantu meringankan sedikit beban mereka. Saya juga akan
bantu dengan uang pribadi.
Sekarang saudara bisa mengerti posisi Stefanas. Nah,
orang-orang yang seperti begini ini susah didapat, ya. Tidak mau bercampur sebab
di Korintus ada perpecahan. Setiap jemaat yang ada perpecahan itu sombong
rohani. Karena yang satu bilang aku adalah .. baca ayat 10
1:10. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
1:11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.
1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.
Jadi ada perpecahan. Empat golongan. Nah, saya ingin bicara sedikit saja. Orang kalau sombong rohani itu termasuk dari keempat golongan ini. Yang pertama disebut aku golongan Paulus .. saya pro Paulus dong, Korintus ini yang bangunkan Paulus, saya nih anak rohaninya, ya; saya ini golongan Paulus. Yang lain .. saya golongan kefas, Petrus; yang lain .. saya golongan Apolos - karena Apolos orang pandai sarjana hukum; satu ini .. yang saya golongan Kristus.
Nah, terus terang dosa yang paling dibenci Tuhan adalah sombong rohani, merasa diri hebat, merasa diri sudah tahu. Ini yang saya takut terjadi kepada murid-murid yang masuk di SAC, khususnya murid kelas 2. Kalau mereka datang masuk disana dengan otak dengan prinsip dengan hati sudah tahu, sudah mengerti lalu mengajukan pertanyaan sama guru padahal dia sudah tahu jawabannya, ini tanda dari sombong rohani. Tidak lama akan jatuh.
Saya ingat satu staff kami. Kalau khotbah luar biasa, saudara. Diakui di kaum muda. Susunan khotbah baik sekali. Hanya tidak suka berdoa. Sampai saya marah didepan murid waktu itu : kok murid berdoa bedstone kamu tidur? Staff. Itu sombong rohani. Merasa diri nggak usah sembahyang. Jagoan. Jam 7 pagi baru bangun. Saya pergoki. Staff. Kamu ini bagaimana? Ya, oom .. saya tidak ulangi oom. Begitu lagi. Di Jakarta saya mendoakan satu jemaat punya rumah diserahkan rumah baru. Suami istri setia sama Tuhan sama mamanya selasa minggu datang. Oom, ini orang murid oom kenal, dia itu keluarga kami. Oh, dimana dia sekarang? Di Bandung. Tidak jadi hamba Tuhan. Khotbah dia jagoan, pengetahuan alkitab hebat, tapi tidak mau doa, tidak suka sembahyang. Ini sombong rohani. Saya kasih tahu.
Waktu saya belajar main golf sudah kira-kira 2 tahun golf, lalu jemaat saya bilang tuh itu ada pro orang Amerika golf, ayo belajar sama dia, saya bayarin. Belajar satu jam. Ngobrol dulu dia sama saya. Pakai bahasa Inggris Amerika sih. Kamu pendeta ya? Ya. Tentu pendeta lebih tahu. Kalau kamu mau belajar kamu jangan merasa kamu sudah tahu ini .. tahu ini. Lalu saya ngomong nanti begini, lalu hatimu hati kecilmu : ah, pelajaran ini aku sudah tahu. Jangan. Datanglah dengan hati seperti piring kosong yang belum pernah diisi, baru nanti kamu maju.
Satu jam saya di drill. Memang, apa yang dia ajarkan saya sudah pernah belajar. Sudah tahu. Tapi dia bilang : ikuti saja. Saudara tahu juara dunia golf? Tiger Wood. Dia main aja ya main aja nih belum main baru diundang datang saja sudah dibayar US$1 juta. Asal mau main saja. Tapi saudara tahu, setiap hari dia pukul bola 1000 bola. Tiap hari. Dan dia tunduk sama pelatihnya. Pelatihnya bilang : kakimu itu bengkok .. dia tunduk. Pukulanmu salah, dimarah-marah. Dia tunduk. Karena dia harus datang sebagai hati yang terbuka.
Nah, nampaknya didalam sidang jemaat Korintus ini, hanya keluarga Kloe ini dengan anaknya Stefanas ini, yang punya hati begitu. Yang sejiwa setujuan dengan rasul Paulus, datang dengan hati terbuka, datang dengan seperti piring yang kosong. Maka saya ini mau bikin buku nggak jadi-jadi, kenapa? Karena asal saya baca baru lagi asal saya baca baru lagi. Sudah disusun buku, baru lagi.
Ayat 13 : Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? - Baru terjadi ayat yang barusan kita baca : Aku mengucap syukur, ... dan seterusnya.
Ayat 17 : Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
Ini saya ingin tekankan. Paulus saja pintar tapi dia tidak mau pakai kepintarannya untuk memberitakan Injil. Aku tidak beritakan Injil dengan hikmat perkataan sehingga Salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
Stefanas seorang muda; dari ibu sampai keluarganya dekat dengan Paulus. Paulus nggak pernah baptis orang, katanya, tapi kok sekeluarga Stefanas dia baptis. Karena ada keistimewaanya. Sekarang kita lihat 1 Korintus 16:15 tadi. Kita akan lihat apa yang dilakukan oleh Stefanas ini : Ada suatu permintaan lagi kepadamu, saudara-saudara. Kamu tahu, bahwa Stefanas dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan bahwa mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus.
Ini buah pertama dari pelayanan Paulus di Akhaya, jemaat pertama yang dimenangkan di Akhaya. Ada satu ibu datang sama saya : saya mulai ikut-ikut kebaktian jaman oom Yan, jaman tante. Itu termasuk jemaat pertama di Cianjur kalau begitu. Saya bisa sebut ini jemaat-jemaat pertama dari ayah saya. Bisa sebut saya. Bruder Eng Hwat - emaknya Rita ini, Gow Guan Poh, Ibu Tan Yan Bun - yang menangis sama-sama berjuang sama-sama ayah saya, ini ibunya keluarga Onesimus Tirtabudi - ini orang-orang pertama. Gan Eng Tjai. Semua almarhum sekarang. Ho Pin Tjong sekeluarga. A Nyi Soh, A Nyuk Soh, toko gigi Kim San, bruder Ai Li, mungkin ada yang saya lupa saya sebut, tapi itu orang-orang pertama. Kalau saya sebut terus, saya bisa tidak tahan, saya bisa nangis.
Apa yang orang-orang pertama, buah sulung ini dalam jemaat kerjakan? Apa yang mereka sebagai jemaat pertama di Cianjur dengan cinta mula-mulanya itu kerjakan? Dan kebanyakan sekarang yang jadi jemaat di Cianjur adalah anak cucu menantu mereka. Ada yang sudah jadi buyut. Maka seperti saya kirim sms dalam satu ayat '1000 generasi Tuhan akan berkati'. Itu saya bilang ini luar biasa Tuhan. Tapi inilah jemaat mula-mula, jemaat yang dilahirkan, yang nangis sama-sama. Ibu Tan Yan Bun jalan les ke Jakarta sama pendeta Runkat disuruh papa saya, minta dana untuk pembangunan gereja di Cianjur dulu. Oom Runkat bilang : pulang, sembahyang. Aduh kecewa, nangis. Disuruh sembahyang. Sembahyang udah. Itulah yang pertama dulu.
Dulu kursi nggak begini, kursi dari rotan. Banyak kutu busuk sebab ada jemaat yang dari bioskop langsung ke gereja. Kenapa saya bisa tahu? Karena di kantong kolekte suka ada karcis bioskop Pusaka, kemasukin nggak sengaja di kantong kolekte. Nah, dari bioskop dia bawa kutu busuk, beranak-pinak jadi jemaat garuk-garuk. Ada satu ibu, ibunya Ong Tjuan Siu, nggak disuruh nggak diminta : brur Yan, boleh saya bersihkan .. itu banyak kutu busuk, boleh saya bersihkan kursi gereja? Oh, boleh. Ibu pakai kain. Rambut sudah putih, bawa endrin dari rumah campur air. Duduk di gereja sambil nyanyi saudara. Dia angkat rotan satu-satu sambil nyanyi. Kutu busuk keluar mati. Tuh jemaat mula-mula itu begitu. Maka pantes Paulus bilang ada satu pesan. Dia rasul besar tapi dia ingat Stefanas. Ada satu pesan, saudara-saudara. Kamu tahu bahwa Stefanas dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama bertobat di Akhaya dan bahwa mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus.
Kata mengabdikan didalam bahasa Inggris dipakai kata devoted - menyerahkan diri. Satu keluarga menyerahkan diri kepada pelayanan jemaat. Bukan pendeta, bukan rasul, bukan nabi, bukan murid tapi satu keluarga termasuk dari Kloe ibunya sampai anaknya Stefanas. Mengabdikan diri kepada pelayanan. Saudara yang bedstone sabtu itu mengabdikan diri kepada pelayanan karena saudara doakan jemaat. Saudara puasa, itu mengabdikan diri kepada pelayanan. Banyak hal lainnya. Lalu dikatakan 16:16 Karena itu taatilah orang-orang yang demikian dan setiap orang yang turut bekerja dan berjerih payah.
Taatilah orang yang bagaimana? Yang devoted, yang penuh penyerahan. Jemaat sederhana tetapi itu cintanya sama Tuhan luar biasa sebagai jemaat mula-mula. Taatilah, apa artinya? Sekarang Paulus sudah menunjuk Stefanas sebagai pimpinan. Jadi untuk jadi pemimpin harus melayani, devoted dulu, mengabdikan diri, penyerahan diri. Ini roh penyerahan ini yang saya belum lihat ada di hati murid-murid angkatan XV. Pinter ngomong, banyak. Jago ayat, banyak. Banyak gaya, oh jago, banyak. Tapi penyerahan kepada Tuhan, belum saya lihat.
Pada waktu engkau muda, Petrus, engkau akan mengikat pinggangmu, dan pergi kemana engkau mau. Udah dinasehati hamba Tuhan, udah jangan ke Pera Pera, masih pergi. Masih pergi. Saudara mau dengar nasehat siapa lagi? Bangga hanya bawa baskom, bawa ember plastik, bangga. Saya tidak bangga, saya nangis. Apa Tuhan tidak bisa kasih ember emas, baskom emas? Tuhan bisa kasih. Cuma sayang anda tidak ada penyerahan kepada Tuhan. Waktu kamu sudah tua, kamu akan ulurkan tanganmu dan orang lain akan tarik. Dan kata orang lain akan menarik, saya ingat selalu penolong yang lain, Roh Kudus. Orang yang lain, Penolong yang lain, orang lain, Roh Kudus akan membawa kita. Saya tidak yakin Roh Kudus akan membawa kita ke Pera Pera. Saya tidak yakin. Dia akan bawa saudara di kebaktian; Dia akan bawa saudara di kaki Tuhan; Dia akan bawa saudara untuk menyerah kepada Tuhan.
Kenapa kalau ada baptisan air saya suka menyanyi : Aku berserah .. Aku berserah .. Pada Yesus Juru S'lamat, aku berserah. Kenapa? Karena banyak yang dibaptis cuma badannya saja basah, hatinya nggak ada penyerahan. Maka keluar dari baptisan, adatnya tetap keras, tidak ada perubahan, tidak ada kemajuan, masih lawan orang tua, masih kasar sama istri, masih melawan sama suami, tidak ada perubahan, tidak ada penyerahan. Maka kata devoted ini luar biasa karena Stefanas ini devoted katanya kepada Tuhan dan pelayanan kepada jemaat. Sampai Paulus bilang aku pesan.
Nah, perkataan Paulus tentang Stefanas, saya ingat perkataan Yesus tentang Petrus : Aku sudah bangkit, beritahu kepada murid-murid dan Kefas pun. Ada kekhususan. Memang Petrus jatuh tapi ada sesuatu, ada modal, ada kapasitas yang Tuhan Yesus akan pakai. Itu sebabnya Dia bilang : Dan Kefas pun. Ingat kasih tahu, Aku sudah bangkit. Kenapa saya berlelah? Kenapa saya sampai sakit-sakit kesana kemari, kesana kemari? Sekarang 21 Desember saya harus ke Medan, sudah oke, sudah jalan, tapi ada hamba Tuhan suami istri dari Canada akan datang 21 Desember. Saya harus batalkan, saya musti dikutuk lagi. Pak Awondatu ini bagaimana sudah janji nanti dibatalin lagi. Karena ini pendeta datang 21, atau mungkin sampai disini 23, saya tidak tahu. Kenapa saya berlelah? Kadang-kadang saya cuma tidur 2 jam-3 jam, saya harus sudah dikelas dan menghadapi murid yang sudah tahu. Saya kan bisa rasa kalau ngajar. Murid yang terbuka, yang ingin diajar. Saya belum 5% yang saya ajar belum 5% .. saya tunggu dulu penyerahan. Lalu ayat ke 17 Aku bergembira atas kedatangan Stefanas, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu.
Coba, kalau saudara, Paulus tahu dia nggak akan bisa sempurna sendiri melayani Korintus. Nggak bisa. Ada pelayanannya Stefanas, ada pelayanan Fortunatus, ada pelayanan Akhaikus, untuk menggenapi. Jangkep, bikin lengkap. Mari saya kasih ilustrasi. Saudara lihat pesawat Boeing 747. Besar, paling sukses di dunia, paling aman, paling sukses. Itu Boeing 747; dia bisa bawa penumpang sampai 400 orang lebih.
Itu dikerjakan oleh 10 ribu orang dan 6 juta komponen. Enam juta komponen sampai dengan sekrup kecil itu 6 juta. Enam juta itu tidak bisa dibikin pesawat hanya oleh satu orang. Dan yang paling susah katanya untuk menggabungkan badan depan, kepala dengan body di tengah ini. Ini harus bukan hanya dengan komputer tapi ketepatan membantu orang-orangnya. Lalu yang masang baut tidak boleh terlalu kenceng, tidak boleh terlalu kendor. Itu yang mengerjakannya 10 ribu orang. Maksud saya 10 ribu orang dengan 10 ribu macam pekerjaan. Ada yang gambar, ada yang periksa, ada yang assembly, ada yang cek, ada yang tes.
Dulu pernah datang di gereja kita, pendeta Gordon Eder dari Selandia Baru. Dia bekas pilot .. dia bekas pilot yang tes pesawat. Dia bilang kalau tes pesawat itu pesawat 747 dia naikkan keatas tegak lurus .. terus. Dalam ketingkatan tertentu dia harus matikan mesin. Dan ini dia akan jatuh. Jatuh yang bagus itu harus begini .. baru dihidupkan lagi. Baru bisa dijual kepada konsumen.
Saudara, bikin satu pesawat tidak bisa satu orang. Sepuluh ribu orang dengan 6 juta komponen. Pekerjaan Tuhan memerlukan Stefanas-Stefanas yang saya rasa di jemaat ada, hanya belum muncul. Fortunatus-Fortunatus .. Akhaikus-Akhaikus yang mungkin cuman pasang baut tapi akan menyempurnakan pekerjaan dari seluruh pesawat ini. Yang mungkin hanya masang ..
Kepada sisiwa-siswi, terimalah nasehat saya pada pagi hari ini dengan hati yang terbuka. Saya tidak marah tapi saya ingin anda maju. Jalan untuk maju itu rendah hati. Kalau saudara datang di Sekolah Alkitab Cianjur dengan perasaan saya sudah tahu, apalagi ada istilah : wah, pelajaran di Cianjur nggak ada istimewanya, sama dengan sekolah alkitab lain, saudara harus bangun bikin sekolah alkitab, baru saudara bisa ngomong begitu.
Kami punya kelebihan itu pembentukan karakter. Ada murid yang kita harus tunggu saudara. Sekali lagi ini dia .. - anak pendeta ini - sekali lagi dia melanggar, keluar. Ngomong sekali lagi keluar. Ada yang begitu. Tapi ada yang musti kita sabar dulu dah satu .. dua kali. Aku gembira dengan kedatangan Fortunatus, aku gembira dengan kedatangan Stafanas.
Eh saudara, Paulus itu senang gembira ketemu Stefanas. Tidak tertulis : aduh, Paulus merasa susah dengan kedatangan Stefanas. Karena dia sudah tahu Stefanas kalau datang akan minta ini minta itu beban ini beban itu .. tidak. Dia senang dengan Stefanas karena dia tahu Stefanas dukung dia, Stefanas selalu menolong membantu, Stefanas selalu .. Puji Tuhan.
Saya masih mau terus tapi tentu saudara ingin pulang bukan? Saudara mau terus mau pulang? Terus pulang? Ini jam 7 kurang 10. Dalam bahasa Inggris I am glad about the coming of Stefanas, Fortunatus and Achaicus for what was lacking on your part they supply. Jadi apa yang kurang pada bagianmu .. your part. Ini saya senang dengan kata part, bagianmu. Spare part juga pakai kata part ini. Umpamanya ini pesawat Boeing ini sudah mau keluar .. eh, ada satu part satu skrup belum pasang .. nah, ini kedatangan Stefanas ini dia kasih lengkap. Sudah. Kemarin malam rumah sakit yang mau diresmikan masih ... Saya bilang kebaktiannya dimana? Disini. Kok ini belum selesai? Ini sedang diselesaikan pak. Wah, yang kerja sstt ... Eh, jadi juga jam setengah sepuluh sudah selesai.
Jadi saudara, jangan terlalu membungkamkan diri : ah, saya nggak bisa apa-apa. Jangan. Saudara bisa jadi Stefanas ya. Apa yang kurang they supply .. mereka mensupply. Aduh, ini saya lupa pasang skrup ini, umpamanya. Ah, sudahlah saya ini. Nah, Cianjur jemaat maju kalau begitu. Mari kita berdiri bersama-sama.
Minggu Pagi, 27 Oktober 2002
Kita akan membuka Alkitab kita dalam kitab Mazmur 63
63:1. Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda.
63-2 Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
63:3 Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.
63:4 Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.
63:5 Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
63:6 Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.
63:7 Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, --
63:8 sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
63:9 Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.
63:10 Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah.
63:11 Mereka akan diserahkan kepada kuasa pedang, mereka akan menjadi makanan anjing hutan.
63:12 Tetapi raja akan bersukacita di dalam Allah; setiap orang, yang bersumpah demi Dia, akan bermegah, karena mulut orang-orang yang mengatakan dusta akan disumbat.
Mazmur 63 ini terbagi dalam tiga bagian. Yang pertama adalah kerinduan pemazmur kepada Tuhan. Yang kedua pengalaman pemazmur dikenyangkan oleh Tuhan. Dan yang ketiga adalah tantangan yang dialami oleh pemazmur.
Yang pertama kita akan lihat bagian pertama, yaitu kerinduan pemazmur. Tidak mungkin kita dikenyangkan oleh Tuhan kalau kita tidak merindukan Dia. Dia itu mengikuti permainan kita. Kalau kita mau main merindukan Tuhan, Dia akan datang dengan memuaskan kita. Tetapi kalau kita bermain mencuekkan Tuhan, tidak pedulikan Dia, Diapun akan berbuat hal yang sama. Saudara meninggalkan Tuhan, Dia akan meninggalkan kita. Saudara menghampiri Allah - Yakobus 4:8, Dia akan menghampiri kita. Amsal 8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi Aku. Dia ikut permainan kita. Dan sekarang saudara ada didalam rumah Allah mencari Dia, saudara akan temukan Dia, karena Dia ikut permainan kita. Siapa mencari Aku, dia akan mendapat Aku. Amin saudara-saudara?
Pemazmur berkat : Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau. Ini raja yang ngomong, bukannya gembel, bukan orang yang lagi tidak punya uang, bukan orang yang lagi sakit yang cari Tuhan yang biasa kita dengar, orang yang tidak punya uang, orang yang sakit, orang yang ada hutang, orang yang ada problem .. dia baru datang cari Tuhan. Bukan. Ini raja. Raja yang cukup segala perkara. Dia tidak sakit, dia lagi sehat tetapi ada satu keperluan. Dia katakan : jiwaku mencari Engkau; aku mencari Engkau, jiwaku haus kepadaMu.
Didalam hati kita, kalau hati kita saya anggap satu ruangan, satu rumah .. nah, didalam hati kita ini ada satu ruangan yang tidak bisa dipuaskan oleh uang, tidak bisa dipuaskan oleh karena kita mendapatkan keuntungan materi, tidak bisa dipuaskan karena kita ini tenar, tidak bisa dipuaskankan karena kita ini mendapatkan sekali lagi keuntungan materi atau kedudukan yang tinggi. Tidak bisa dipuaskan. Nah, ruangan itu hanya bisa dipuaskan hanya bisa diisi oleh hadirat Tuhan. Dan itu Daud menyadari. Itu sebabnya dia berkata : Jiwaku haus kepadaMu. Bahkan lebih jauh .. nah, kita hanya sampai kepada jiwa. Daud tidak. Tubuhku, dia katakan .. tubuhku rindu kepadamu seperti tanah yang kering dan tandus tiada berair.
Hari-hari ini Indonesia sedang dilanda kekeringan. Kekeringan karena tiada hujan tanah-tanah ladang kering yang biasanya ada panen itu tanah sudah terbelah terawang yang biasanya sumber beras sudah terbelah tanahnya kekeringan. Petani tidak perlu pinjaman uang, petani tidak perlu apa-apa, yang dia perlukan hanya hujan. Tawarkanlah kepada petani itu : bapak, mau kredit mobil tanpa bunga? Dia tidak mau. Bapak mau kredit rumah murah? Tidak mau. Yang dia perlukan hanya hujan. Untuk tanah yang kering, tanah yang tandus, yang diperlukan hanya air. Untuk hati kita yang kering yang tandus, yang diperlukan hanya Firman Allah. Tidak ada alat yang lain yang bisa memuaskan kita yang bisa memuaskan hati kita .. bahkan dikatakan tubuhku rindu kepadamu.
Ada hubungan antara jiwa dengan tubuh. Kalau jiwa ingin ketemu Tuhan tubuh nya ada digereja. Kalau jiwa rindu kepada Tuhan, tubuhnya berlutut dan berdoa. Kalau jiwa haus kepada Tuhan, tangan membuka alkitab, mata membaca alkitab .. karena dia rindu kepada Tuhan. Dia rindu.
Yang kedua berikutnya.
63:5 Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
Kalau orang rindu kepada Tuhan baru dia bisa meraba melihat kekuatan Tuhan dan kemuliaan Tuhan. Dia melihat kemuliaan, kekuatan Tuhan. Disana melihat kasih sayangnya. Bahkan dikatakan dalam ayatnya ke empat : kasih setia Tuhan lebih baik daripada hidup. Bahasa Indonesia lama : kemurahan. Kasih setia lebih daripada hidup. Nah, kita ini banyak orang kristen masih memikirkan hidup lebih dari kasih setia Tuhan. Kita bisa tinggalkan kebaktian karena dagang, kita bisa nggak ke gereja karena sibuk, barang datang; kita bisa nggak kebaktian karena ada rekan bisnis dari luar kota datang. Kita mau mengadakan 'negosiasi'. Buat kita hidup lebih baik daripada kasih karunia. Oh, tidak untuk Daud. Untuk Daud, kasih karunia lebih dari hanya hidup. Dia bukan hidup untuk makan tetapi dia makan untuk hidup.
Dan menurut Firman Allah, orang kristen makan
dikenyangkan bukan hanya dari roti tetapi oleh setiap Firman yang keluar dari
mulut Allah. Ayat 5.
63:5 Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
Dari sana kita masuk kedalam bagian yang kedua.
Pemazmur tidak rindu lagi tetapi mulai dikenyangkan oleh Tuhan. Ayat 6 : Seperti
dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang
bersorak-sorai mulutku memuji-muji.
Tidak mungkin jiwa yang seperti tanah yang gersang bisa bersorak-sorak memuji-muji
Tuhan. Tidak mungkin. Saya memperhatikan jemaat kalau menyanyi. Saya
memperhatikan
siswa-siswi karena saya duduk diatas kebetulan. Memang ada yang datang dengan
beban, itu tidak bisa disangkal karena kelihatan dari cara anda menyanyi memuji
Tuhan. Badan ada tetapi pikiran tidak ada digereja. Badan sedang nyanyi tepuk
tangan tapi pikiran dia keluar dari gereja, dia ke toko pergi. Aduh ikan itu
dimeja belum ditutup bagaimana nanti kucing makan apa tidak. Saudaraku, badan di
gereja tetapi pikiran di luar. Apa Firman Allah bilang? Aku dikenyangkan .. seperti
dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang
bersorak-sorai mulutku memuji-muji. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat
tidurku.
Tadi saya melihat siaran tv dari Benny Hinn. Mendoakan anak muda umur 20 tahun tuli dari kecil. Tidak bisa dengar apa-apa. Anak-anak muda datang di kebaktian dengan pusar kelihatan, dengan pake kalung. Ini anak-anak muda gondrong-gondrong tapi ketika mereka lihat mujijat, anak umur 20 tahun bisa mendengar kembali .. dirubah didalam Roh Kudus. Itu anak-anak muda yang sama menangis tersedu-sedu. Ada yang ingin jadi hamba Tuhan, ada yang ingin meninggalkan semua narkoba langsung mau terima Yesus ingin jadi hamba Tuhan. Kenapa? Karena jiwanya dikenyangkan. Jiwanya menemukan Yesus, menemukan Tuhan. Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan
Ayat 7.
63:7 Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, --
63:8 sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
Siapa yang membaca artikel saya di Suara Pembaruan? Ada? Jemaat. Saya sudah kirim sms. Suara Pembaruan kemarin ada tulisan saya didalam Suara Pembaruan. Saya ditulisi surat oleh direktur Suara Pembaruan, minta menulis artikel. Dan ini artikel pertama. Dia minta saya terus tulis. Artikel-artikel yang saya dapat dari Tuhan, itu kebanyakan datang jam satu, jam dua malam. Lagu-lagu rohani, lagu-lagu nyanyian Tuhan Yesus Setia, Peganglah Tanganku Roh Kudus .. itu saya dapat jam 1, jam 2 pagi. Kawal malam. Pesan ini khusus saya pesankan untuk calon hamba-hamba Tuhan. Biasanya Tuhan bicara itu antara kawal malam, jam satu setengah dua, Dia bicara. Bapak Hendrik Mandagi almarhum dari Karawang, dia biasa mencari wajah Tuhan jam dua belas sampai jam satu. Dia tidak bedstone pagi tapi dia mencari jam dua belas, jam satu. Kawal malam. Oom Rompas dari Sukabumi masih di sekolah alkitab sering dua, tiga orang, hanya berdoa dengan tenang, dengan teduh, jam dua belas, jam satu, jam dua. Pada kawal malam.
Tempat tidur ternyata bukan hanya tempat untuk kita tidur. Tapi Firman Tuhan berkata, tempat tidur tempatnya Raja Daud memikirkan Tuhan. Tempat tidur tempat dimana kita merenung, membalance hidup kita dengan Tuhan, dengan FirmanNya. Apa tadi sepanjang hari aku hidup dengan benar? Memohon kepada Tuhan berikan kekuatan yang baru untuk hari yang baru. Apabila aku ingat kepadaMu ditempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam. Dia tidak melek sampai subuh, hanya kawal malam saja. Antara dua belas sampai jam tiga. Renung. Ini raja, bukan nggak bisa tidur karena problem pemerintahan. Tidak. Dia tidak tidur karena memikirkan, merenungkan Firman Tuhan. Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku. Kata 'telah', membuktikan Tuhan sudah menolong dia. Sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayapMu aku bersorak-sorai. Aku akan bersuka cita.
Sekarang dia tahu bahwa perlindungan di dalam Tuhan masih jauh lebih baik. Jiwaku melekat kepadaMu, tangan kananMu menopang aku. Ayat kedua, jiwaku haus kepadaMu. Ayat kedelapan, jiwaku melekat. Mula-mula haus kepada Tuhan akhirnya tidak mau terpisahkan lagi dari Tuhan. Mula-mula hanya ikut-ikutan dengar Firman Allah tapi akhirnya dia baca sendiri Sabda Tuhan, seperti jemaat Berea. Benar demikian adanya.
Mula-mula hanya haus kepada Tuhan, datang di sekolah alkitab Cianjur. Ini satu kesaksian yang sudah lewat. Hanya mau menjadi pendengar saja tapi sampai disini dibanting-banting oleh Roh Kudus, dia langsung ambil keputusan mau menjadi hamba Tuhan. Datang saudara-saudaraku kepada Tuhan mula-mula hanya haus biasa saja tapi apa kata Yesus kepada perempuan Samaria itu betul : kalau engkau minum air yang Aku berikan kepadamu, engkau tidak akan haus lagi. Kalau kita menemukan Yesus sebagai sumber air hidup, saudaraku, kita tidak akan haus lagi.
Haleluyah. Kita tidak perlu lagi, saudara-saudaraku, dunia. Kita tidak perlu lagi, ya, 'kesukaan', macam-macam tawaran dari dunia. Bahkan saudara-saudaraku, antikris punya tawaran kita tidak bisa lagi, saudara-saudaraku. Kita tidak akan ketemu antikris tapi tawarannya kita bisa ketemu setiap hari. Dia menawarkan sesuatu yang membawa saudara jauh dari Tuhan. Dia menawarkan sesuatu yang menggantikan jam doa. Dia menawarkan sesuatu yang menggantikan waktu-waktu kebaktian. Tetapi seorang yang sudah melekat kepada Tuhan. Coba kita lihat dulu Mazmur 91. Dalam Mazmur 91, kita lihat ayat 14. Baca bersama-sama.
91:14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
91:15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."
Saudara-saudara, sungguh hatinya melekat kepadaKu. Ini yang ngomong bukan pemazmur, yang bicara ini Tuhan. Tuhan tuh bicara, sungguh hatinya melekat kepadaKu. Kalau Tuhan yang bicara kan nggak mungkin basa basi, nggak mungkin bohong. Sungguh hatinya melekat kepadaku. Kata melekat, saudara, seperti saudara bikin surat, kirim surat, tempel perangko. Kalau saudara tempel perangko hanya dengan air ludah, bisa nempel. Tapi kena angin, dia kering bisa copot. Saudara harus tempel dengan lem sebaik-baiknya supaya dia tidak copot lagi. Ada orang kristen melekatnya kepada Tuhan itu hanya dengan air ludah, hanya sampai diujung lidah. Dia melekat kepada Tuhan itu seperti orang pacaran. Ditelephone kalau lagi butuh : halo sayang, aku butuh voucher nih, kirim dong voucher. Halo sayang, aku butuh jemputan, hujan nih. Ayo dong pake mobil jemput saya. Aduh sayang, aku sakit, tolong belilah obat. Itu pacaran. Kalau orang menikah, dia tidak telephone lagi karena sudah sama-sama satu rumah.
Banyak kali kita pacaran sama Tuhan. Kita ke gereja kalau lagi susah. Disini mah nggak ada, ini yang orang lain, ya. Kita ke gereja kalau lagi butuh. Kalau lagi sakit, ah ke gereja, ah. Kalau lagi stres, ah ke gereja. Nanti di gereja kita nyanyi Yesus aku cinta kepadaMu, hanya diujung lidah nempelnya. Bukan dari Firman Allah. Tapi lihat keuntungannya orang yang melekat betul. Kalau kita melekat betul, lihat keuntungannya. Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya. Bila ia berseru, Aku akan menjawab. Aku akan menyertai dia dalam kesesakan. Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari padaKu. Tujuh hal yang diberikan oleh Tuhan kepada orang yang hatinya melekat kepada Tuhan.
Nah, kembali lagi kepada Mazmur 63. Sedang melekat-melekatnya hati kita sama Tuhan, sedang asoi-asoi, enjoy kedeboi amboinya kita dengan Tuhan, sedang asik-asiknya hubungan jatuh cintanya kita kepada Tuhan. Eh....... datang bagian ketiga. Tantangan dan musuh-musuh dari pemazmur, ayat 10:
63:10 Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah.
63:11 Mereka akan diserahkan kepada kuasa pedang, mereka akan menjadi makanan anjing hutan.
63:12 Tetapi raja akan bersukacita di dalam Allah; setiap orang, yang bersumpah demi Dia, akan bermegah, karena mulut orang-orang yang mengatakan dusta akan disumbat.
Cianjur sekarang tiba-tiba terkenal ke seluruh dunia. Bangga saya ini Cianjur.
Cuman sayang terkenalnya, nggak ada dipeta, saudara. Di CNN dibilang Cianjur, di
BBC dibilang Cianjur. Tapi nggak ada dipeta. Dicari-cari somewhere, somewhere disitu. Kota Cianjur nggak ada di peta. Tapi terkenal
karena disinilah tempat lahirnya wakil ketua Jemaat Islamiyah yang membom
seluruh gereja-gereja, 24 Desember tahun 2000 di Indonesia. Namanya Hambali,
orang Karangtengah situ tuh, orang Cianjur. Baru umur 36 tahun sudah berewokan.
Dia dilatih, dididik di Afghanistan oleh Osama Bin Laden. Cianjur nih memang
luar biasa. Terkenal. Tetapi apa kata Firman Allah? Orang yang mengikhtiar
nyawaku akan hancur sendiri. Sekarang Indonesia disimpang jalan. Mereka bilang,
ini Amerika yang ngebom. Masa orang Amerika ngebom orangnya sendiri? Kelihatan
sudah sekarang. Ternyata di Filipina, Jemaat Islamiyah. Di Malaysia, Jemaat
Islamiyah, Malaysia sendiri. Singapura, Jemaat Islamiyah. Nah kalau di
Indonesia, Mujahidin Indonesia. Tapi tetep aja menyangkal.
Akan diserahkan kepada pedang. Itu yang menculik 700 orang di Rusia sudah mati semua, diserang. Di satu bioskop, saudaraku, 700 orang disandera sampai anak-anak kecil, oleh mereka juga. Golongan chechen yang pake bom, wanita-wanita ikut, iket badannya dengan bom. Tapi sebelum diledakkan mereka ketembak dulu. Ditembak pasukan elitenya Rusia. Mereka akan diserahkan kepada pedang. Mereka akan menjadi makanan anjing hutan. Kita hanya doa kan? Orang kristen mah dibakar gerejanya, 750 gereja, diem. Orang kristen mah diem. Sampai ada agama lain tanya, kenapa yah orang kristen diem melulu, ya? Kalau itu terjadi sama agama islam, waduh .. mereka akan marah luar biasa, satu mesjid aja dibakar, wah ribut mereka. Kenapa gereja orang kristen sampai 750, kok diem aja? Karena orang islam itu perlu membela Tuhan mereka. Kalau kita nggak perlu, Tuhan yang membela kita. Tebalik, saudara-saudara, tebalik.
Nah, saya bangga ditengah-tengah Mujahidin, ditengah-tengah, ini Cianjur nomor satu, kota pertama yang syariat islamnya dikerjakan. Tapi saya belum lihat. Copet masih ada. Karena kalau syariat islam dikerjakan sungguh-sungguh, itu pegawai pajak musti dibuntungin tangannya semua. Pajak 5 juta, dibilang geus tilu juta lah. Tilu juta weh, abus ka kantor sajuta, ka saya dua juta, eunggeuslah. Pajak 5 juta harusnya ke pemerintah, geus we tilu juta. Sudahlah, untung didinya 2 juta kan? Sok kadieu we tilu juta, ka pamarentah sajuta, dua juta keur saya, keur indung barudak. Dari pada antri indung barudak diditu tuh, Pera Pera, geus we lah ieu, tina ieu, sok. Pake syariat islam, dibuntungin, tangan dibuntungin. Hari Jumat siang setelah pengajian di mesjid besar, geus dibuntungin. Ada pelacuran harus dirajam sampai mati. Tapi belum, ya.
Karena mulut orang yang mengatakan dusta akan disumbat. Aduh, jemaat kita difitnah, saudara. Jemaat ini, bukan saya. Cerita ke pendeta-pendeta yang di gereja-gereja lain : jemaat pantekosta, jemaat GPdI itu rentenir. Padahal dia pinjam duit nggak bayar. Dusta dong. Disumbat sekarang sama Tuhan. Cicing. Nah, lain kali kalau ada soal pinjam meminjam uang, saya mah gambar itu aja ati itu dua - hati-hati. Eta teh duit teh kita meunang kerja; jangan sembaranganlah soal pinjam meminjam uang mah. Da eta da tara kongkorongok duit mah, cicing wae da. Saudara-saudara, kita mau adakan korban natal. Goban .. 75 ribu. Paling gede 100 ribu. Natal .. dompet natal sudah dibuka goban. Kalau ditipu orang cap tiauw. Nggak ada yang berani laporan sama saya. Sieun kanyahoan boga duit loba.
Saudara-saudara, saudara itu sedang difitnah, saudara dianggap rentenir padahal saudara mau berbuat baik meminjamkan uang pada orang yang perlu meminjam uang. Orang itu tidak bisa bayar muter dia .. jemaat GPdI itu rentenir. Saudara nggak usah balas, nggak usah .. Saya dikirimin surat : nih gembala kecil nih, istrinya gitu mulutnya tidak bertobat .. padahal mulut dia yang nggak bertobat. Da ku saya mah teu dilayanan, langsung we surat digini-gini .. buang di tempat sampah. Itu tempatnya yang tepat surat teh. Bukan surat kaleng, surat bener. Dia tulis surat.
Yang harus disimpan dihati apa? Firman Tuhan. Jangan dendam, dendam jangan taruh dihati. Firman Tuhan yang taruh dihati. Mulut orang yang mengatakan dusta akan disumbat. Yang saya bangga adalah panitia KKR di Surabaya ngundang saya. Ini baru lagi ada KKR di Tondano mengundang saya. Yang di Surabaya mengundang saudaraku yang 10 tahun lalu ... tentang saya. Saya nggak balas diam saja. Sa Indonesia percaya. Saya diam saja. busuk nama saya tahun 91. Sekarang 2000 sudah lewat 2001, dia yang bikin panitia KKR. Tuhan sumbat mulutnya. Sekarang dia kalau ketemu saya, saya turun dari pesawat dia lari-lari .. dicium saya. Brur Yoyo .. cium saya. Lalaki, tong sieun. Pamajikanana mah diditu we.
Waktu di Belanda ada pelayan orang Manado, belum menikah. Memang disana jemaat sama hamba Tuhan cium-ciuman pipi kanan .. pipi kiri .. pipi kanan lagi. Ada orang Manado sudah cium gembalanya cium istri gembalanya, cium istri saya. Dia lihat saya cemberut saja. Jadi dia minta ijin dulu : oom, bagaimana apa saya boleh sun sama oom? Saya bilang : tahun depan. Saudara-saudara, kita mau tutup dengan satu perkataan ini. Tuhan Yesus mengasihi saudara. Pagi hari ini dia menyediakan tubuh dan darahnya untuk saudara sekalian.
--<><--
________________________________________________________________________
Situs ini bersifat informasi umum, khususnya bagi saudara-saudara seiman,
berisi tentang sejarah singkat Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur,
Yayasan Kabar Baik, Sekolah Umum, Jadwal Ibadah serta Berita Aktual.
Perubahan terakhir situs ini tanggal : 29 Oktober 2002