KHOTBAH MINGGU PAGI MEI - JUNI 2002   

  ( oleh Pdt JE Awondatu )

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jl. K.H. Hasyim Asyari no. 75 Cianjur 43214 - Indonesia. Telp. (62-263) 261161

Minggu Pagi, 12 Mei 2002

Injil Yohanes 14. Kita akan melihat ayat 10-14.
14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 
14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 
14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; 
14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. 
14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." 

Seringkali kita luput memperhatikan berkat yang besar dalam ayat yang sederhana. Seringkali ayat yang sederhana kita lewat, kita tertarik terbius dengan ayat yang spektakuler, yang bunyinya luar biasa. Padahal ayat yang sederhana ini tidak menyederhanakan kuasa Tuhan. Saya baca khususnya pertama ayat ke 10 dimulai dengan kata : Tidak percayakah engkau, ...

Lho, kalau Tuhan Yesus sampai ngomong tidak percayakah engkau berarti Dia mendeteksi. Nah, begini saudara. Saya mengirim sms itu dengan komputer, dengan laptop saya. Sudah di set sama teman saya orang Singapur, supaya satu handphone ini yang berisi 300 lebih ... satu orang baru saya dengar, dia kirimkan lagi kepada  40 temannya. Baru satu orang. Di Cirebon kirimkan lagi kepada 20 orang temannya. Jadi saya perkirakan kalau saya kirim ini, sekitar 1.000 sampai 1.500 ini baca ini FA. Nah, saya kirim dengan komputer kalau saya sudah send ... pijit, saya tinggal. Kurang lebih itu 45 menit sampai 1 jam saya tinggal aja dia kirim. Tapi kadang-kadang macet ditengah jalan. Nah, pada waktu macet, itu komputer kasih tahu sama saya. Dia mendeteksi ada sesuatu yang salah. Dia mendeteksi ada hubungan yang terputus antara komputer dengan handphone. Jadi saya musti periksa, saya lihat lagi ... oh, betul ada halangan. Saya ulangi lagi, baru kirim lagi. 

Demikian juga dengan Tuhan. Kalau Tuhan Yesus sampai bilang : Tidak percayakah engkau? ... berarti Dia mendeteksi. Muridnya boleh manggut-manggut  ... iya, he-eh, ho-oh, haleluyah, puji Tuhan, betul ... betul, manggut ... tapi Tuhan mendeteksi, dihati kita ada tidak percaya. 

Kemarin saya besuk 2 orang sakit. Satu orang saudara Thio Cun Sia, sdri Angka, ada di Mitra Kemayoran dan saya disambut oleh juru rawat itu karena disitu juga Dr Tris Pohe praktek. Jadi saya kasih tahu ini jemaat saya. Jadi tolong didoakan. Karena tidak ada urusan kecantikan. Dr Tris Pohe untuk operasi  plastik jadi tolong didoakan ini jemaat saya di Cianjur. Baru suster bawa. Ini kita tes darah ya ibu ya tes gula darah didepan saya dites 160. Bagus. Karena kemarin gula darahnya sdri Angka 400. Saya belum pernah sampai 400. Jadi terlalu tinggi gula. Komplikasi kesana kemari, ya. Dideteksi oleh alat itu yang kecil. Dia bisa mendeteksi gula darah turun atau naik. 

Yang kedua ibu Ellen. Ibu Ellen ini tiap saya kebaktian dia bawa minuman untuk saya. Kadang-kadang juice tomat, kadang-kadang juice jeruk, kadang-kadang juice mangga, kadang-kadang juice apel. Selasa dia kasih, Rabu dia nengok orang sakit, habis nengok orang sakit dia pusing. Yang dia tengok orang sakit disini, sebelahnya langsung dia isi. Karena dokter mendeteksi ada pendarahan. Untung ketahuan. Istirahat. Jadi anaknya kirim sms : Mama ada di RS. Kebetulan saya di Jakarta ada pelayanan, 2 x kebaktian, malam dana. Saya besuk, tahu saya mau datang, ini ibu ditengah sakit karena seperti stroke, ngomongnya sedang kacau. Dia bilang aduh itu pak Awondatu mau datang kesini, tolong belikan babi cin. Tolong belikan ini, tolong belikan itu. Saya bilang jangan diikutin, karena dia saking senangnya tapi karena dokter itu mendeteksi ada pendarahan, ketolongan. Nah, dia suka mengkerut keningnya. Keningnya itu mengkerut aja begini. Saya bilang : Tante nggak boleh itu mengkerut-mengkerut begitu. Kalau mengkerut begitu nanti sembuhnya lama. Oh, betul kata dokter juga bilang begitu, nggak boleh. Dideteksi ada kelainan, dideteksi ada penyakit, dideteksi ada ini, dideteksi ada itu. 

Tuhan tidak jauh beda. Dia jalan sama murid. Saya ulangi. Murid bisa bilang he-eh, murid bisa bilang iya, murid bisa bilang haleluyah ... betul Tuhan, amin. Tapi Tuhan deteksi ada ketidak-percayaan didalam hati. Jadi Dia bilang begini : Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Jadi mereka itu masih pikir Bapa itu lebih tinggi dari Yesus. Tidak percayakah bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan sendiri ini bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, ... Jadi kalau Aku berkata, itu sebetulnya Bapa yang ada didalam Aku.  Percayalah kepadaKu bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku. Atau setidak-tidaknya percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 

Ini saya lagi nginjilan orang Budha. Dia sudah ikut kebaktian 3 kali. Dia nanya terus melalui sms. Nah, baru tadi pagi dia kirim sms subuh-subuh. Dia tulis : Bapa, apa artinya cerdik seperti ular dan jinak seperti merpati. Karena dia tidak tahu ayatnya. Jinak seperti merpati. Maksudnya tulus seperti merpati. Saya balas. Begitu saya baca itu, saya deteksi orang ini ingin mengetahui, ingin mengenal Tuhan lebih dekat.

Kenapa Roh harus disembah? Nah, dia ingin lebih tahu. Kenapa Tuhan harus dipuji? Saya kasih tahu. Jadi saudaraku, Tuhan juga mendeteksi ada hal yang tidak percaya didalam murid-muridnya. Jadi jangan sampai pagi hari ini saudara kebaktian tapi ada sedikit saja itu hal  tidak percaya. Tuhan bisa  tolong. Jangan sampai ada sedikit itu dideteksi sama Tuhan. Wah, ini anak ada tidak percaya kepadaKu. Karena 99,9% percaya yang 0,01% itu tidak percaya - Tuhan tidak bisa kerja. Dia cuma bisa kerja kalau kita percaya 100% baru Dia bisa bekerja. Itu sebabnya kita jangan sampai ada sedikitpun keraguan terhadap Tuhan dan terhadap pekerjaan Nya, terhadap pertolonganNya. 

Ayat 11.
14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 

Jadi Dia ajak : Percayalah, Dia tekankan. Percayalah kepadaKu - udah itu Dia jalannya. Sudah nggak bisa dirubah lagi. Percaya saja kepadaKu. Percaya. Only believe. Hanya percaya. Percaya saja kepadaKu. Itu saja yang Aku pesan kepadamu. Percaya saja kepadaKu. Habis problemnya gede. Percaya saja sama Tuhan. Habis penyakitnya berat. Percaya kepada Tuhan. Banyak orang kalau sudah dokter bilang kanker udah sepertinya itu vonis. Sudah nggak ada harapan. Jadi kalau saudara sudah terima vonis dokter begitu bilang kanker saudara percaya, wah, sudah nggak ada harapan, saudara tidak percaya sama Tuhan. Saudara tidak percaya sama Yesus. Vonis itu bukan dari dokter, vonis itu dari Tuhan. Kalau Tuhan bilang dia mau hidup, kalau Tuhan bilang engkau tidak akan mati, mau apa. Jadi saudara musti percaya kepada Hakim diatas segala hakim, Tuhan diatas sekalian tuhan, yaitu Yesus itu. Dia sayang kok sama kita. 

Nah, sekarang saya mau bicara agak lebih dalam lagi sedikit. Ayat berikutnya. Atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Jadi Dia bilang kalau kamu masih belum percaya kepadaKu, coba percaya kepada pekerjaan-pekerjaanKu sendiri. Nampaknya memang bukan hanya kita yang ragu sering, Yohanes Pembaptis pun bisa ragu. Padahal Yohanes Pembaptis yang membaptiskan Yesus. Tapi Dia pernah ragu. Dia kirim murid dari penjara. Jadi mungkin dia pikir begini : Kenapa ya aku membaptis Yesus, aku yang mendahului Yesus, kok aku dipenjara sekarang? Grogi. Dia kirim muridnya sama Yesus. Apa Engkau ini betul Mesias, atau aku masih harus tunggu orang lain lagi? 

Jadi kalau saudara pernah ragu, sayapun pernah ragu, Yohanes pembaptispun pernah ragu. Maka nya ada ayat begini : Percayalah kepadaKu, kata Yesus. Nah, begitu Yesus didatangi sama murid Yohanes Pembaptis: Rabi, saya diutus sama Yohanes Pembaptis, katanya begini : Apakah anda ini betul-betul Mesias, betul-betul Yesus atau kami masih harus tunggu orang lain lagi? Yesus bilang begini : Kasih tahu sama Yohanes Pembaptis, orang buta melihat, orang timpang berjalan, orang lumpuh berjalan, orang mati dibangkitkan, orang sakit disembuhkan - Dia bicara tentang pekerjaan-perkerjaan Tuhan. 

Mari kita membaca Kisah Rasul 10 : 34 
10:34. Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. 
10:35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. 
10:36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. 
10:37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, 
10:38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. 

Sampai disana. Yesus berkeliling berbuat baik. Ada amin? Kalau kamu belum bisa percaya kepadaKu, lihatlah pekerjaan-pekerjaanKu. Yesus berkeliling kesana berbuat baik. Saudara musti percaya Yesus itu mau berbuat baik sama saudara. Sama semua orang saja Dia berbuat baik, apalagi sama umatNya, apalagi sama saudara sendiri. Dia pasti berbuat baik. 

Nah, kita kembali kepada Yohanes 14 tadi untuk melihat ayat berikutnya.
14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya ... - Nah, sekarang yang percaya. Tadi yang tidak percaya, tapi ini berkat yang percaya -
kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa. 

Bisa percaya nggak, saudara bisa berbuat pekerjaan yang lebih besar, saudara bisa berbuat baik lebih dari Yesus? Saudara bisa mengerjakan lebih dari yang dikerjakan Yesus? Maka saya tidak heran salah satu murid saya mendoakan orang mati - hidup. Kemarin satu murid saya sms saya sampai panjang luar biasa. Dia difitnah habis-habisan dia difitnah. Saya tanya : Siapa yang fitnah? Ternyata yang fitnah dia, dia tidak masuk GPdI tapi gereja lain adalah ketua pengurus pusat nya dari gereja dia sendiri, sama salah satu direktur bank Mandiri, itu orang kristen juga, sama satu lagi sekretaris gereja. Dia difitnah. Dia difitnah suka minta duit, dia difitnah suka ini, dia difitnah suka itu. Dia bilang : Oom, apa saya kembalikan ini kependetaan saya? Saya kembalikan saja. Saya pakai ini. Berbuat baik. Yudas saja nyerahkan Yesus, Yesus  panggil sahabat. Jangan kamu marah, jangan kamu dendam. Berbuat baik saja. Wah, kalau oom sampai percaya ini fitnah, saya punya nama hilang dari hati oom. Kamu tidak akan pernah hilang dari hati saya. Brengsek atau baik kamu tetap murid saya. Sukses atau salah kamu tetap murid saya. Apapun yang terjadi kamu tetap murid saya. 

Saya nggak habis pikir kok yang fitnah saya bukan  orang dunia tapi atasan saya sendiri. Saya bilang siapa yang fitnah Yesus? Siapa yang fitnah saya, saya bilang? Apa saya sanggup? Kamu bisa sanggup lebih dari Yesus. Karena ayat ini berkata ... kamu bisa bekerja lebih dari Yesus. Saya deteksi. FA mendeteksi ada sesuatu yang salah. Sabda Tuhan mendeteksi ada sesuatu yang keliru, ada sesuatu yang kurang. Mobil sekarang saudara luar biasa. Salah satu yang sudah pakai adalah BMW. Kalau kita setir disatu tempat, kalau jalan disebelah itu macet, melalui komputer dikasih tahu itu macet. Tapi nggak bisa dipake di Jakarta karena di Jakarta semua macet. Jadi bisa lihat di komputer jalannya macet semua bisa bingung nanti. Bisa mendeteksi ada kemacetan, bisa mendeteksi ada penyakit, bisa mendeteksi ada kekeliruan, bisa mendeteksi ada kesalahan. 

Tadi saya bilang kalau saudara punya iman 99.9% dan ada 0.01% saudara ragu - Tuhan tidak bisa kerja. Dia ingin total. Jadi saya selalu lewat-lewat Jakarta itu lihat bangunan-bangunan tinggi. Saya senang lihat bangunan bikin hotel bikin bangunan tinggi bikin toko. Selalu yang bikin fondasi itu TOTAL PERSADA, nggak tahu siapa punya itu, tapi dia itu dipakai dimana-mana, karena mungkin kerjanya rapih. Puji Tuhan. 

Jadi kalau saya baca ayat 12 ini mungkin saudara kembali nggak percaya. Padahal Yesus yang ngomong : Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa. 

Mungkin saudara berkata tadi : Aduh Tuhan, tidak usahlah saya mah yang lebih besar daripada Tuhan ngak usah, sembuhkan saja istri saya. Tuhan dengar. Aduh Tuhan, saya mah nggak usahlah lebih besar dari Tuhan tapi atasilah saya punya masalah - Tuhan dengar. Sekolah Alkitab saudara ada satu staff kalau sembahyang selalu halelu ... yah dan dia bukan staff biasa, udah staff senior. Saya suka ngomong di sekolah, apa kita itu musti goyang supaya Tuhan dengar? Kalau saya di Manado ... saya nanti tgl 15 harus ke Manado lagi. Kalau di Manado pendeta halelu ... yah, mendoakan orang sakit halelu ...yah. Saya suka mikir kenapa musti goyang. Apa dengan goyang ini, nggak rusak jambul orang. Biar saudara goyang begini halelu ... yah, kalau nggak ada iman - percuma. 

Ada teman saya di Manado dia biasanya jemput saya di airport, nggak ada sekarang. Namanya siapa saya lupa lagi ... saudara Yakub. Mana saudara Yakub? Wuh .. sakit, buang-buang air dari malam. Kita besuk, kita lihat. Pendeta Majelis Daerah ikuti ada 8 pendeta besuk, karena dia ini salah satu jemaat yang setia. Lagi begini aduh ... Saya pakai Melayu Manado. Kenapa? Aduh brur, nggak ada kekuatan brur, aduh, sudah beberapa puluh kali kita kebelakang. Mari ... si pendeta yang di Manado bilang : Mari kita berdoa, nanti brur Awondatu berdoa. Saya nggak berdoa, saya membuka mata, wah, itu pendeta di Manado sudah halelu ... yah. Saya nonton, saya nggak sembahyang. Saya datangin ini brur, ini brur juga sudah sembahyang oh, halelu ... yah. Saya pukul perutnya Dalam nama Yesus sembuh. Itu pendeta pada buka mata. Saya teriak keras saja. Sudah berdoa? Sudah, sudah. Goyang-goyang begini aduh, buat apalah. Karena kaget dia tegak berdiri karena dipukul perutnya kaget. Sebentar sore kebaktian. Itu ketua majelis daerah bilang : Sudah ko Yoyo? Sudah. Sudah, yu kita keluar. Sorenya itu brur sudah kebaktian. Begitu brur pukul, katanya, terus stop. Nah, itu. Daripada halelu ... yah, tapi muncrut keneh. Jadi saya berkata yang penting itu bukan goyangnya tapi yang penting itu percayanya. 

Saya suka lihat ini orang yang nampi beras. Kalau kita dulu suka ke Ciraden dikampung-kampung ada ibu-ibu nampi beras ada yang aduhai nampi beras bari bujur-bujurna oyag. Bukan bujur yang goyang yang penting, itu nampinya beres heunteu? Eta nu penting mah. Lain bujur nu oyag-oyagan. Mengerti maksud saya saudara? Kamu akan kerja lebih besar. Tuh visi kita itu sampai disana. Jadi jangan kita lihat masalah terus. Oh, Tuhan kita lebih besar dari masalah. Kita lihat Tuhan dong yang lebih besar. 

Nah, ayat 13 dan apa juga - ini sudah bilang apa saja, bahasa Ibraninya itu naon wae - yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya,- ini Tuhan punya undangan-  supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. 

Tadi saya bilang saya lagi nginjilin satu orang yang aneh, orang Budha, anehnya luar biasa tapi dia ikut kebaktian saya 3 kali dia nanya melalui sms siapa Yesus ini, siapa Roh Kudus ini, kenapa Roh musti dipuji, kenapa kita musti nyanyi dan saya jawab semua dia bisa terima Tadi pagi dia bilang kenapa kita musti cerdik seperti ular dan jinak seperti merpati. Saya bilang bukan jinak pak, tapi tulus seperti merpati. Kenapa? Saya cerita. Akhirnya dia kasih 3 lukisan. Pak, tolong lelang ini lukisan di kebaktian bapak. Hasilnya 100% untuk rumah-rumah jompo. Bapak saja yang kasih. Saya nggak mau tahu berapa lakunya, kasih kemana jangan kasih tahu nama saya, saya tidak mau tahu kemana saja kasih - asal orang jompo. 

Tiba-tiba timbul perbuatan baik dari dirinya. Ketika dia belajar tentang Yesus sabatas-sabatas, sedikit-sedikit saja, kok, tiba-tiba dia mulai timbul itu keinginan berbuat baik. Inilah Yesus saudara? Belum dibaptis. Kalau ke gereja kebaktian saya ia tutup mata, duduk, tapi semua khotbah saya semua dia ingat. Wah, kalau saya dengar khotbah bapak itu selalu ada sesuatu yang dibaharui katanya, dalam dirinya. Tanpa sadar saya itu sudah melakukan apa yang disuruh sama Yesus. Cuma saya belum bisa terima Yesus itu Tuhan, itu saya belum terima. Saya tahu ada Tuhan tapi kok Yesus gitu? Belum-belum ... pelan-pelan. Tapi mulai ada kerinduan untuk berbuat baik. 

Nah, apa kata Tuhan? Apa saja yang kamu  minta. Saya mau bacakan dalam salinan Amplified yang diterjemahkan diperjelas itu bunyinya begini : Dan apa juga yang kamu minta dan percaya dalam namaKu - itu maksudnya. Jadi bukan minta asal minta tapi minta dan percaya. 

Yohanes 16. 
16:22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. 
16:23. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. - maaf - 
16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. 

Saya bilang mana mungkin Tuhan, jemaat saya tiap hari Minggu pasti minta. Kalau memberi mah mungkin nggak semua memberi, kalau minta mah semua pasti minta kalau hari Minggu, hari kebaktian - semua minta.  Minta tolong, minta berkat, minta damai, minta kuasa, minta kemenangan, minta kekuatan, minta kesembuhan - semua jemaat saya minta. Mana mungkin Tuhan bilang belum ada yang minta. Nah, ini saya ulangi lagi ini salinannya. Salinan dalam amplified itu begini. Ayat 24. 
16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dengan iman dalam nama-Ku. 

Itu amplified. Jadi minta tetapi dideteksi ada ragu. Minta tapi takut, minta tapi masih ada pertanyaaan : Apa iya, Tuhan bisa tolong?  

Anaknya sdr sus Angka waktu saya keluar dari besuk dia di RS, ngomong sama saya : Oom, bukan hanya si mama yang sakit, papa saya juga sakit. Saya bilang tidak ada yang mustahil sama Tuhan, asal kita datang sama Tuhan. Apa saja yang kamu minta, minta apa sok, sama Tuhan. Tapi mintanya musti ada iman. 

Yohanes 14 lagi. Ayat 14 yang terakhir.   
14:14 Jika kamu meminta - dengan iman maksudnya - sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." 

Jadi bukan kita. Aku. Kamu minta, Aku yang melakukan. Kalau kamu minta kesembuhan, Aku yang melakukan, kalau kamu minta berkat, Aku yang melakukan. Kalau kamu minta pertolongan, Aku yang akan melakukan. Coba begitu open Tuhan Yesus sama kita. Begitu baiknya. Kalau sampai kita belum bisa lihat ini kebaikan Yesus mah, ampun. Begitu sayangnya Dia sama kita, begitu penuh kasihnya Dia sama kita. Apa saja lagi. 

Yakobus 1, dan kita akhiri setelah Yakobus 1 ini. 
1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. 
1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 
1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 
1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. 

Lihat, Tuhan perlu iman. Tuhan perlu saudara minta dengan iman jangan bimbang sedikit juga, nggak boleh dideteksi itu ada ragu. Nggak boleh dan nggak bisa. Nah, pada pagi hari ini Tuhan memberikan ... sampai dalam injil Lukas 11, Dia akan memberikan Roh kudus. Masa, bapa mana yang anaknya minta roti dia kasih batu, yang anaknya minta telur dia kasih kalajengking, anaknya minta ikan dia kasih ular? 

Nah, kalau kita bisa memberi yang baik, sama anak kita, sama cucu kita beri yang baik, diperhatikan itu aduh, bagaimana anak kita ... ya aduh, bagaimana cucu kita ... ya aduh, apa nih. Kadang-kadang cucu masih kecil sudah dibeliin pakaian yang udah kegedean, yang anak masih 1 tahun udah dibeliin pakaian yang 5 tahun da saking resepnya ka pakain itu, bukan kepada anaknya. Pakaian itu alus pisan nya. Keur incu. Incu karak sataun keneh, nggeus dibeli pakaian yang untuk 5 tahun. Begitu sampai 5 tahun kemudian nggeus belel.

Jadi saudaraku, inilah kasih sayang ayah, kasih sayang ema engkong kepada anak atau cucu. Nggak beda, kira-kira begitu Tuhan sama saudara. Dia itu lihat sekarang aduh di Warung Jajar umat Ku ini siapa nih yang datang dengan terlambat, yang datang setengah terlambat, yang datang hampir terlambat, yang datang tidak terlambat. Aduh, kasihan ya, ada perlu apa dia coba kasih kasih apa yang dia minta. Saudara nggak minta, habis amin acuh beibeh, pergi keluar. Ah, urang nggeus ka gereja euy tapi teu  meunang pertolongan. Abis nggak minta? Minta. Dengan iman, dengan percaya. Jangan seperti ombak. Takut kian kemari. 

Di Cempaka Emas, ada satu jemaat : Oom, tolong doakan saya buka toko disana. Oh iya, saya datang. Baru duduk itu masih kosong-kosong. Baru enclo-enclo satu toko disini tutup-tutup masih belum bisa. Duduk disini. Baru duduk, sembahyang amin udah ditoel. Pak Awondatu kenal sama saya nggak? Saya dulu di El Shaddai. Oh iya, kenapa? Saya punya toko dong didoain juga. Iya, kita doaian padahal bukan jemaat kita. Amin. Ada yang noel lagi : Oom, saya punya toko disini disebelah. Sembahyang yang ketiga. Begitu sembahyang yang ketiga mata saya sudah ngintip, ada lagi nggak yang noel saya ini. Kalau sama saya berani noel, ayo doain, kenapa sama Tuhan kita nggak berani? Ke Tuhan dong, Dia pasti memberkati kita.

Nah, pada pagi hari ini, siapa ada keperluan, siapa ada permintaan, siapa ada permohonan - silahkan maju kedepan. Kita doa bersama-sama. Saya berdoa, saudara berdoa. Dua tiga orang berdoa didalam namaKu, kata Tuhan, Dia akan memberikan kepada kita. Mari kita berdiri bersama-sama.

 

Minggu Pagi, 26 Mei 2002

Kita buka Alkitab kita dari Mazmur 

147:1. Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu. 
147:2 TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai; 
147:3 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; 
147:4 Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. 
147:5 Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga. 
147:6 TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi. 

Bagian yang pertama ini adalah bagian mengenai bermazmur bagi Allah, ayat 1,  atau memuji kepada Tuhan. Salah dan kelirulah kita kalau kita anggap menyanyi, memuji, bermazmur kepada Tuhan itu adalah menunggu khotbah. Saya ulangi salah keliru kalau kita menyanyi, bermazmur asal bunyi, main musik asal main. Menunggu khotbah. Sebelum khotbah nyanyi 30 menit - 45 menit. Kalau itu kita punya anggapan menyanyi, kita sudah menjauhi hadiratNya Tuhan. Saya ulangi lagi ya. 

Bermazmur bagi Allah itu baik. Jadi nyanyi itu satu hal yang baik. Jadi bermazmur nyanyi bagi Tuhan itu baik, bukannya tidak baik. Jadi nyanyi harus baik. Pemimpin pujian kaya begitu, saya lebih baik pakai jemaat yang semangat memimpin pujian. Bermazmur itu baik, nyanyi itu baik. Main musik itu harus baik. Jangan asal main asal bunyi. Kita main bukan untuk kita, bukan untuk gereja, bukan untuk pak Awondatu - untuk Tuhan.

Ini yang pertama. Didalam ayat ke 7. 
147:7 Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi! 

Bernyanyi itu satu ungkapan ucapan syukur. Aduh, saya teh sampe lagi satu minggu nih. Satu minggu yang lalu saya masih di gereja, sekarang sampe lagi saya ke gereja. Aduh, terima kasih syukur, saya masih mampu ada di kebaktian. Senin yang lalu kalau bukan Tuhan saya sudah mati. Sabtu yang lalu, sebelum hari Pantekosta, saya merasa tercekik di hotel sendirian. Perut terasa tidak enak. Sampai hari Minggu saya khotbah Pantekosta di Jakarta, khotbah Pantekosta di Cianjur. Hari Jumat kemarin saya rasa seperti ada batu yang besar didada saya. Berputar semua. Jadi lebih berat dari yang pertama, berat. Apa ini sudah waktunya Tuhan. Maka saya duduk supaya saya tidak jatuh kalau berdiri. Bersyukur masih hidup, bersyukur masih bisa nafas, bersyukur masih bisa ketemu saudara, bersyukur masih bisa ketemu lihat matahari. Bersyukur. Itu diungkapkan didalam nyanyian syukur pujian kepada Tuhan. Dikatakan : Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi! 

Saudara tahu kecapi. Kecapi itu senarnya banyak. Harpa itu senarnya banyak, dari yang suara besar sampai suara kecil. Dari yang suara gede sampai suara kecil. Dari orang tua sampai anak kecil - kecapi itu mewakili semua golongan. Ada yang kecil, ada yang besar senarnya, ada suara kecil, nyaring - itu wanita, ada suara besar, tebal - itu pria. Itu dimainkan dalam satu kecapi. Baik suara saudara itu besar, atau suara saudara itu kecil, baik kita sudah tua maupun kita remaja masih muda - itu ada dalam satu nyanyian yang seperti kecapi. Nyanyikanlah  syukur. Kan kita dari Dia. Nanti akan kesana, akan ketemu Dia, kan kita nggak terus disini, kita nggak terus hidup didunia. Satu kali kita akan pulang kesana. Nah, mulai dari sekarang kita latihan. Latihan didalam Kerajaan Surga itu memuji Tuhan, mengucap syukur. Aduh, sudah ketemu lagi hari Minggu, aduh, sudah ketemu lagi hari kebaktian. Aduh, masih bisa dengar FT. Masih bisa. 

Di Ambon orang naik kapal aja ditembakin. Nggak ada salah nggak ada apa. Orang naik perahu nyeberang dari sini kesana ditembakin. Salah apa mereka?  Jadi orang itu kalau nembak manusia itu jadi senang sekarang. Kalau lihat orang celaka itu sekarang senang. Kalau lihat orang mati itu senang. Ketagihan. Orang mau nyeberang, mau belanja, mau lihat itu, kita nggak tahu. Dia yang naik perahu juga tidak berpikir akan ditembakin, nggak pernah berpikir. Tapi akhirnya mereka mati. Kita yang hidup patutlah bersyukur kepada Tuhan. Aduh Tuhan, saya masih ada nafas, aduh Tuhan, saya masih hidup, saya masih bisa menarik udara segar. Terima kasih kepada Tuhan. Ini nyanyian pertama dari Mazmur 147 ini. 

Yang ke dua saudara, ternyata Tuhan yang kita datangi tiap kebaktian itu adalah Tuhan yang menyembuhkan. Ayatnya yang ke 3 : Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka. 

Sakit apa yang paling hebat selain dari pada sakit hati. Luka apa yang paling parah selain luka hati, saudaraku, karena kalau luka di kulit, masih ada obatnya, masih bisa di bebat, diperban di RS. Tapi RS tidak bisa membebat luka hati, tidak bisa menyembuhkan patah hati. Salinan lain : Patah semangat, tidak memiliki semangat hidup. Saya baru melihat orang yang sudah tidak mempunyai semangat hidup. Mandipun dia tidak mau. Bukan tidak mau ... sudah tidak ... kerjapun sudah tidak ada semangat hidup. Dia sudah patah semangat. Maka pemazmur berkata : Kadang-kadang seperti pohon gandarusa ... 

Mungkin saudara belum pernah lihat pohon gandarusa, pohon gandarusa itu pohon yang daunnya itu nggak keatas, daunnya itu kebawah, ngarumpuyuk gitu. Lihat pohonnya juga nggak enak. Pohon tegak berdiri tapi daunnya itu ngarumpuyuk. Bukannya mekar begitu tapi ngarumpuyuk semua turun kebawah. Daud itu menuliskan seperti itu : Jiwaku kadang-kadang seperti pohon gandarusa. Nggak ada semangat hidup. Kalau orang nggak ada semangat hidup, jangan dia dibawa ke dokter psikiater, saudara. Nggak bisa ngobatin. Jangan dibawa ke dukun, jangan dibawa ke orang pandai - tidak ada manusia bisa sembuhkan orang patah hati, orang luka hati. Hanya Yesus yang bisa menyembuhkan. Itu sebabnya melalui perjamuan kudus sebentar kita terima. Berharaplah kepada Tuhan bahwa hati kita akan disembuhkan. Hati kita mungkin sedikit khawatir - Tuhan mau sembuhkan, ada yang sudah patah semangat patah hati, sudah tidak mau dagang lagi, tidak mau kerja lagi, sudah patah semangat - mari pada pagi hari ini kita memiliki Tuhan, Tabib diatas segala tabib, yang bukan hanya menyembuhkan sakit luar tetapi juga Dia menyembuhkan sakit batin, yaitu hati yang luka, hati yang patah. 

Orang kalau sakit batin saudara kadang-kadang nggak kelihatan dari luar. Waktu dia diluar itu kelihatannya sehat, dia ikut jalan pagi, dia olah raga pagi. Olah raga tidak memberi kesehatan kepada batin. Olah raga memberi kesehatan kepada tubuh. Olah raga memberi kekuatan kepada otot-otot. Tetapi kepada batin dia tidak memberi sesuatu apapun juga. Tidak memberi sesuatu apapun juga. Batin harus diobati dengan yang batin. Hal yang rohani harus diobati dengan obat rohani. Yang kelihatan oleh yang kelihatan. Yang tidak kelihatan oleh yang tidak kelihatan. Hanya sakit hati, sakit patah patah semangat dan apa semua - hanya bisa diobat oleh kuasa dari Tuhan saja, ya. Jadi ini saya gabung dengan ayat yang ke 5.   
147:5 Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga. 
147:6 TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi. 

Ayat 5 berkata : Besarlah Tuhan kita dan limpah kekuatan. Kata limpah disana berarti saudara mau pakai tiap hari 10.000 kalipun Tuhan nggak akan kekurangan kekuatan. Dia selalu penuh dengan kekuatan. Kapan saudara balik kepada Dia ... kalau kita punya air minum Aqua di rumah, ya, kita isi minum. Saudara lihat air itu menurun. Nanti kalau sudah habis, kita musti ganti Aqua dengan Aqua yang baru. Tuhan tidak. Berapa ribu kali saudara minum, kekuatan dari pada Tuhan - Dia tidak pernah turun. Dia tidak pernah saudaraku, powerNya itu turun karena dikonsumsi oleh kita. Nggak. 

Dikatakan : Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga. 

Jadi nggak mungkin saudara akan jadi bodoh. Tuhan punya kebijaksanaan. Semua yang ikut Tuhan nggak mungkin jadi bodoh. Ada satu ibu namanya Mak Kar Pada tahun 68 saya masuk di Beiji, saudaraku. Mak Kar ini  jadi tukang setrika dari keluarga Sumaryanto. Bapak Sumaryanto itu belum kerja buat Tuhan. Sekarang sudah jadi Majelis Pusat. Waktu itu saya masuk sekolah Alkitab, bapak Sumaryanto yang terima kita. Mak Kar ini buta huruf saudara, dia tidak bisa baca. Tapi heran ketika dia dari islam terima Yesus, waktu dia lihat Alkitab, dia bisa baca. Sayapun bingung bagaimana dia bisa baca. Dan dia bilang dia hanya bisa baca Alkitab. Kasih koran dia tidak bisa baca. Tapi Alkitab dia bisa baca. Ada keanehan. Ternyata Tuhan itu maha penuh dengan kebijaksanaan. Tidak ada yang ikut Tuhan jadi bodoh. Selalu dia bertambah pandai, bertambah pintar.

Satu lagi saudaraku. Brigadir Jendral, seorang Batak. Dia mengambil anak angkat dari Timor Timur, anak hitam kelam. Dia kasihan, dia angkat. Itu bawa ke Manado. Di Manado dibesarkan disatu keluarga, masuk pantekosta. Buta huruf tidak bisa baca. Dia datang sama pendetanya kebetulan pendeta teman saya Yopie Tipoalu. Pdt Yopie Tipoalu cerita sama saya : Ini anak ingin masuk sekolah Alkitab. Dia bilang nggak bisa masuk sekolah Alkitab harus bisa baca. Kamu latihan baca dulu supaya kamu bisa masuk sekolah Alkitab. Besoknya dia balik lagi sama pendetanya : Oom, saya sudah bisa baca. Betul? Betul. Kaget ini, kok, satu hari sudah bisa baca. Di meja makan ini. Tunjuk kalendar. Coba baca itu. Dia tegak. Pancasila. Satu : Ketuhanan yang maha esa. Dia bilang salah, itu kalendar. Ternyata dia ini tanya sama kaum muda : Itu artinya apa yang digantung? Oh, itu Pancasila. Dihafal sama dia. Jadi apa saja yang tergantung, dia anggap sama Pancasila. Padahal itu kalendar. Tidak bisa, kamu belum bisa. Jadi kalau saya ingin baca apa? Ini pendeta asal saja ngomong. Minta sama RK baca. Saudara puasa sampai RK ajar kamu baca jangan buka. 

Dia puasa satu hari, 2 hari,  3 hari. Sudah bisa baca? Belum. Puasa. 4 hari, 5 hari, 6 hari, 1 minggu dia puasa. Pas waktu buka itu, ditanya lagi sama sorenya : Sudah ketemu RK, sudah bisa baca? Belum. Masuk lagi kamar dia sembahyang nangis-nangis. Keluar dari kamar. Dia bilang : Oom ... - wajahnya bercahaya - saya sudah bisa baca. Pdt Yopie Tipoalu tidak akan lupa dia buka kitab Ester. Baca. Dia bilang : Ester pasal 1 ini ... ini terus dia baca. Kaget. Buka buku yang lain. Terus buka buku yang lain, terus dia baca. Kaget ini pendeta. Siapa yang ngajar kamu baca? Dia bilang : Saya tidak tahu. Orangnya berwajah putih bercahaya, dia jubah putih. Rambutnya ikal. Cakap sekali, orang Timor bilang, cakap ganteng. Siapa Dia itu oom, bercahaya datang di kamar saya? Kaget ini gembala. Itu Roh Kudus. Sekarang dia gembala di Timor Timur. Tidak ada pengerja yang kuat praktek sama dia, karena doa malam dari jam 10 sampai jam 1 - tiap hari. Tidur, bangun lagi jam 4, doa lagi sampai jam 7 pagi. Tiap hari tidak ada yang kuat. Saudara Tuhan maha bijaksana. Amin saudara? 

Coba pegang dulu Mazmur 147, ktia lihat Yakobus 1. Kita membaca ayat ke 5 : Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--, maka hal itu akan diberikan kepadanya. 

Semua orang. Jadi tidak ada yang terkecuali. Tidak ada yang bilang : Oh, itu mah untuk orang Yahudi, oh itu untuk orang Jakarta. Oh, itu untuk orang Manado, oh itu untuk orang Amerika. Tidak. Semua orang. Tuhan suka memberi hikmat. Jadi tidak bisa kita tinggal bodoh. Kalau kita kenal kepada Tuhan. Kalau kita datang kepada Tuhan, kita akan bertambah-tambah hikmatnya. Amin saudara?

Kembali kepada Mazmur 147. Kita akan melihat hal yang ketiga, yaitu Tuhan memberikan makanan. Ayat 9. 
147:9 Dia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil. 
147:10 Ia tidak suka kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki; 
147:11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. 
147:12. Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! 
147:13 Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu. 
147:14 Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. 

Dimulai dengan hewan dipelihara. Memberi makanan kepada hewan. Burung di udara. Saya suka nonton itu National Geography, Animal World, dunia binatang. Paling menarik. Badak minum air - maaf bicara saudara - kotoran badak itu ... kotoran itu siapa yang membersihkan di hutan? Dari kotoran itu jadi kering, tumbuhlah ulat besar-besar. Dari hutan datang ayam hutan cari ... patuk ulat itu. Ini ulat sembunyi ke bawah tapi ada semacam burung yang patuknya panjang begini dia sampai dapat dari bawah. Hebatnya Tuhan. Badak, maaf bicara, punya kotoran sudah kering jadi ulat itu mempersiapkan makanan untuk ayam hutan dan burung yang patuknya panjang.

Di Galapagos ada satu pulau, itu iguana semua. Iguana besar tapi ada elang yang suka makan iguana. Kalau kita lihat, idih ngeri sekali. Itu elang dia lompat-lompat, dia tidak takut iguana. Dia cari iguana yang kecil-kecil, dia makan. Siapa yang mengatur populasi binatang di dunia ini kalau bukan Tuhan? Luar biasa. Impala terus beranak-beranak-beranak, singa makan. Tuhan yang mengatur semua. Saya bisa cerita banyak tapi Tuhan memelihara. Kan ada ayat : Kamu lebih dari burung di udara. 

Saudara dan saya lebih berharga, lebih indah daripada burung di udara. Diwakili ayat 14 : Aku memberi kamu makan gandum yang terbaik, the finest of wheat. Dari gandum. Maaf, maaf, ini sedikit humor saja. Saya juga suka tapi kalau ini saya suka ketawa seperti Tuhan nyindir saya. Kita kalau makan roti nggak habis, kan kita simpan ya. Keur isukan. Iya kan? Can basi. Karak 2 poe, can bulukan, terus we. Nggeus bulukan ge, masih keneh bisa dihakan. Moal nyeuri beuteung. Ke geus nyeuri beuteung ge, masih keneh bisa diubaran. Padahal Tuhan memberi gandum yang terbaik. Orang Belanda tidak pernah makan roti yang kemarin. Roti yang sekarang nggak habis, dibungkus, kirim ke Afrika, kepada orang-orang yang kelaparan. Hari ini, roti hari ini, makan pagi, sehat, seger. Sore tidak habis, sudah, bungkus, besok rotinya baru lagi. 

Ingat manna? Orang Israel makan manna tiap hari baru. Simpan, busuk. Pokoknya kamu harus makan habis. Besok ada lagi rejeki. Apa ini Tuhan sedang mengajar kita? Saudara tahu nggak, hari ini ada rejeki buat saudara. Besok ada lagi rejekinya. Besok ada lagi rejekinya. Kita mikir kan, mau simpan ... mau apa? Ieu roti teh ngeunah keneh. Komo yang shionya, shio kopet mah. Ah, masih keneh bisa ieu. Can, can haseum-haseum teuing, masih keneh bisa lah. Coba kana ... eta mah kabeneuran we edek paeh hayamna. Bisa keneh. Hayo. Kita bisa makan roti yang sudah 2 hari. Kita sudah biasa. Saya juga suka gitu. Tapi kayanya Tuhan sindir : Aku kasih yang terbaik. Saudara mau makan roti yang basi, sebodo amat ya. Saya cuma memberitakan saja. Karena begini saudara. Kalau saudara percaya, ah da ko Yoyo, da saya mah ekonomi lemah. Saudara percaya ekonomi lemah? Begitu saja sudah, terus saja makan roti basi. Tapi kalau saudara percaya ayat ini - Dia memberi gandum yang terbaik. Besok ada rejekinya lagi, besok ada rejekinya lagi. Dengar baik-baik, tidak ada yang patut kita kuatirkan. Nggak ada. Tuhan memberi gandum yang terbaik, roti yang baru, manna yang baru, rejeki yang baru. Kita pegang lagi dan lihat Matius 6. Didalam Matius Tuhan Yesus berkata seperti ini. Ayatnya yang terakhir :     
6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Jangan kuatir hari besok. Maksudnya, persoalannya lain lagi. Kembali lagi saya ingatkan. Kalau saudara pesan makanan rantangan, dari satu keluarga saudara pesan makanan rantangan. Tiap hari sayur asem saja. Saudara berhenti nggak? Berhenti. Naha ieu teh saban poe sayur asem deui. Kacang jogo, tangkil jeung kacang panjang. Unggal poe. Satu bulan eta tah rantangan. Atau saudara coba makan hari ini sayur asem, besok lodeh, hari Rabu makannya lain lagi, gule. Besoknya Kamis makannya lain lagi. Kacang polong. Besoknya, lain lagi. Pak lay cah. Besoknya lain lagi. Saudara akan terus. Si aci eta mah pinter, jadi kita nggak bosen. Ada perkedel, nanti ada udang, nanti ada panggang hayam, nanti ada paha - jadi ngeulai sarangan - nanti ada ini. Karena menarik makanannya tiap hari. Coba kalau sayur asem tiap hari. Maka Tuhan bilang, jangan kuatir. Mari, besok baru selalu Tuhan kasih, ada sesuatu yang baru. Rejeki yang baru, kekuatan yang baru, kemenangan yang baru. 

Yang terakhir. Yang ke-empat, Dia bicara tentang kehidupan rohani, yaitu dia bicara tentang Firman. Ayat 18, 
147:18 Ia menyampaikan firman-Nya, lalu mencairkan semuanya, Ia meniupkan angin-Nya, maka air mengalir. 
147:19 Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. 
147:20 Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

Kalau saudara baca kata ayat 18 dan 19, Tuhan memakai Firman dengan cara yang berbeda. 

147:18 Ia menyampaikan firman-Nya, lalu mencairkan semuanya. - Maksudnya jaman musim dingin es jadi beku. Ayat sebelumnya ayat 16,
147:16 Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu. 
147:17 Ia melemparkan air batu seperti pecahan-pecahan. Siapakah yang tahan berdiri menghadapi dingin-Nya? - - Ia sedang bicara tentang es, tenttang salju. Tetapi ayat 18, Ia menyampaikan firman-Nya, lalu mencairkan semuanya. Pertama FT mengatasi alam. Yang ke-2. 

147:19 Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. - Saudara dan saya adalah Israel rohani.

147:20 Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, 

Ada orang tanya sama saya, apa bapak tidak kuatir tinggal di Indonesia? Saya bilang, kalau mau tinggal di Indonesia, kenapa pak? Kenapa nggak pindah ke Amerika? Saya jawab begini : Saya mau tanya : Yang diserang teroris itu Indonesia atau Amerika? Dia nggak jawab. Ketawa dia. Yang dihantam sama Osama bin Laden itu mana? Di Amerika. Jadi kalau mau bilang mau takut, dimana-mana ada. Sekarang ada pencarian besar-besaran kepada teroris. Menurut Australia, sekarang teroris memang bersembunyi di Indonesia karena aman. Pulaunya saja 33.000 pulau. Bayangkan, dia bisa lari dari satu pulau ke pulau yang lain, bisa sembunyi. Alhamdulilah nya sama. Bisa bersembunyi dengan kedok agama. Tapi dibantah. Justru saya bilang : Kalau saya disini, seperti Israel di Mesir. Waktu saya kirim, saudaraku, sms dari Manado, saya tulis Goshen, maksud saya itu Manado -  Goshen-nya Indonesia. Ada ibu yang kirim sms sama saya, mungkin bukan GPdI : Apa bapak di Israel? Dia nggak tahu. Goshen itu bukan di Israel, Goshen itu di Mesir. Cuma waktu Mesir gelap, Goshen itu terang - karena ada Tuhan. Waktu Mesir ada banyak katak - Goshen mah tidak. Waktu air jadi darah di Mesir - di Goshen mah tidak. Padahal masih diddalam Mesir. 

Umpamanya, ini kota Cianjur. Ada satu tempat di kabupaten Cianjur ini. Cianjur gelap ... itu tempat nggak. Nah, sekarang saya mau tanya, waktu pemadaman listrik di Cianjur, saudaraku, ada satu tempat yang tidak akan padam, dimana itu? Di PLN. PLN mah nggak akan gelap, saudaraku. Nggak akan, dia yang punya listrik. Atau di rumah Bupati. Nah, seperti itulah saudara Tuhan memelihara kita. Mungkin ada kesulitan, tetapi Tuhan pelihara lain. 

Dikatakan ayat 20 :  Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa

Nggak kepada semua orang Dia berbuat. Jadi saudaraku, pakai FA ini dan untuk 2 bagian. Satu untuk alam : Duh, Tuhan, sudah lama tidak hujan saya minta hujan. Bisa. Duh, Tuhan, hujan terlalu banyak, banjir, kurangi hujan. Bisa. Tuhan longsor, disana gempa bumi, ampuni, selamatkanlah bangsa ini. Bisa, saudara berdoa dengan FT. Tetapi yang ke-dua adalah FT berinteraksi, saudaraku, yaitu dengan ketetapan-ketetapan, dengan  undang-undang. Dan ini kenapa kita cape-cape tiap bulan, padahal Alkitab suruh tiap hari. Tapi kita tiap bulan saja Perjamuan Kudus. Karena ini ketetapan Tuhan yang tidak boleh dirubah. Harus ada satu waktu yang tertentu dimana kita berkumpul, memecahkan roti. Mungkin lain kali kalau saya tergerak, minggu keberapa saja, kebaktian kapan saja, mungkin Rabu, mungkin Kamis, kaum muda, saya bisa bikin perjamuan kudus. Mungkin lagi bedstone. Saya tiba-tiba tergerak, kita bisa adakan perjamuan kudus. 

Nah, pada pagi hari ini, ada 4 berkat. Pertama, kita memuji Tuhan - sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Ke-dua Dia adalah Tabib - menyembuhkan hati yang luka, patah hati, kesulitan-kesulitan, yang ada didalam - itu Tuhan bisa tolong, ya. Yang ke-tiga, Dia memberi jaminan gandum yang terbaik. Memberi jaminan makanan, ekonomi, hidup kita sehari-hari. Dan yang ke-empat, Dia memberikan juga jaminan pemeliharaan. Dengan FirmanNya, Dia mau menjaga, memelihara hati kita, hidup kita, sampai nanti mata kita tertutup, nafas kita berhenti. Kita ketemu dengan Tuhan, muka dengan muka. Satu kali kelak kita bersama-sama dengan Dia. Mari kita berdiri bersama-sama.

 

Minggu Pagi, 23 Juni 2002

Selamat pagi, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan membuka Alkitab kita didalam Mazmur 22:27 : Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya! 

Didalam salinan bahasa Inggris, ayat ini berbunyi : Orang yang rendah hati akan makan dan dipuaskan, mereka akan memuji Tuhan dan mencari Dia dan hatimu akan hidup untuk selamanya! 

Jadi ada sedikit perbedaan salinan tetapi tidak terlalu jauh. Orang yang rendah hati akan makan dan dikenyangkan atau dipuaskan, mengalami kepuasan. 

Nah, ini saudara kata kenyang atau kepuasan ini, ini satu hal yang 'orang mencari'. Ada orang yang bilang kalau saya punya rumah di satu tempat yang dingin bisa lihat gunung, bisa lihat lembah, piara ayam saja sedikit - itu saya rasa sudah puas. Tapi ada oraang yang tidak puas dengan itu, lalu dia bilang kalau saya punya mobil, kalau saya punya pabrik, kalau uang saya bermilyar-milyar ada di bank - saya akan merasa puas. Ada satu lagi bilang kalau istri saya cantik, kalau suami saya ganteng, dia setia sama saya - ah, itu saja saya sudah puas. Ada yang bilang saya tidak cari kekayaan, asal rumah tangga saya bahagia - itu saja sudah puas. Ada yang bilang lain lagi, kalau saya punya anak semua bisa sekolah tinggi dan bisa jadi dokter, insinyur, sarjana hukum, mereka jadi orang semua, itu saja saya sudah puas. Tetapi itu adalah kepuasan yang dinilai oleh kita, kepuasan yang dinilai oleh manusia. Kepuasan yang dinilai oleh diri kita sendiri. Dan ini sebabnya kalau saudara-saudara datang kepada Tuhan, kepuasan seperti apa yang saudara cari? Apa yang dimaksud oleh Firman Tuhan, orang itu akan makan kenyang dan dipuaskan? Artinya dia akan mengalami kepuasan. Orang yang rendah hati, dia akan makan dan kenyang dan puas.  

Tambah lagi makannya? Sudah. Itu artinya dia sudah puas. Ce pau le. Sudah. Cukup. Sudah. Penuh. Enough. Penuh. Cukup. Apalagi orang sudah berumur seperti saya, makan harus banyak dikurangi. Semua celana saya sudah kedodoran. Tapi itu baik bagi saya. Maksudnya kalau makan sedikit-sedikit, bukan tidak boleh, ya ice cream sedikit, apa sedikit,  semuanya serba sedikit. Terbatas. Ah, sudah puas. Kalau dulu masih muda kalau belum teurab, kita belum berhenti. Kalau makan belum eungap, belum ikat pinggang dibuka heula, itu kita belum puas. Tapi kita sekarang sudah makan sedikit, sudah puas. Jadi ternyata kepuasan itu infinitive, tidak ada batas yang bisa kita tentukan dimana itu kepuasan.

Ada orang yang tidak menikah dia cukup puas. Ada orang yang tidak menikah, dia tidak puas. Macam-macam. Tetapi kepuasan seperti apa yang sedang diceritakan oleh pemazmur ini? Kepuasan seperti apa ya, yang sedang dibicarakan? Tidak lain saudara, ini adalah kepuasan batiniah, kepuasan jiwa. 

Nah, banyak orang kristen keliru dia datang ke gereja, dia datang berbakti, saya terus terang ya, dia ingin diperhatikan. Padahal Tuhan pasti perhatikan kita. Dia ingin diperhatikan. Tuhan pasti perhatikan. Burung di udara Dia pelihara. Bunga dipadang Dia hiasi. Tuhan perhatikan kita. Tetapi kita luput memperhatikan Tuhan. Kita luput mencari Tuhan. Kita hanya ke gereja saja. Jadi kalau kita sudah ke gereja rasanya puas. Padahal bukan itu,  kita harus ketemu dengan Tuhan. 

Nah, itu sebabnya ayat berikutnya orang yang mencari Tuhan akan memuji-muiji Dia. Orang yang mencari Tuhan itulah yang akan dipuaskan. Orang yang mencari Tuhan itulah yang akan mengalami kenyang, puas, tidak lagi perlu dari dunia. Karena dia sudah kenyang, tidak perlu lagi pakai tambahan, pakai dunia. Dunia macam-macam padahal, saudaraku, kita harus tahu bahwa di dunia ini tidak ada yang baru menurut Firman Allah. Semuanya sudah pernah terjadi tetapi pakai pakaian yang baru, pakai ini, pakai ini, pakai itu, ditawarkan kepada kita untuk mengelabui kita bahwa kita ini masih haus, masih tidak bisa dipuaskan. 

Kita akan lihat beberapa contoh, beberapa orang yang tidak bisa dipuaskan. Yang pertama adalah Zakheus, kita buka dalam Lukas pasal 19. Kita melihat ayat 2 : Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 

Betapa saudaraku kalau kita bilang perlu apa lagi dia, dia sudah ditulis Lukas 19:2 seorang yang kaya. Kepala kantor pajak. Dan Yerikho itu adalah kalau sekarang di Jakarta. Kalau diluar negeri itu New York di Amerika. Di Singapura. Kota besar. Kepala pajak. Dan kepala pajak jaman dulu bukan hanya menarik pajak digaji oleh pemerintah tetapi juga bawahan-bawahannya yang ingin ditempatkan di tempat-tempat yang lain, itu memberi upeti, nggak usah diminta. Memberi upeti. Tolong saya tempatkan disana. Lebih besar upetinya, lebih gampang ditempatkan. Kepala kantor pajak. Uang sudah bukan persoalan. Dia sangat kaya. Tapi pertanyaannya, apa dia puas? Dia nggak puas. Jadi kalau saudara anggap, uang bisa membuat kita puas - salah. Karena uang tidak bisa memuaskan kita. Tapi memang uang perlu untuk hidup sehari-hari tapi tidak bisa memuaskan kita. Kita baca terus.  
19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 
19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 
19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." 
19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas - Jadi memang dia suka meras - daari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." 

Padahal Yesus nggak suruh. Yesus nggak ngomong : Pulangkeun tah duit. Nggak. Dia cuma makan. Tetapi dengan ketemu dengan Yesus, dia menikmati satu kepuasan yang lain, satu kepuasan yang belum pernah dia alami, satu kepuasan yang lebih tinggi dari waktu dia mengurus dinar-dinar, mengurus uang-uang emas. Sebelum tidur, mungkin dia buka petinya. Dia lihat itu uang emas, dia lihat kekayaannya. Tapi hampa, dia kosong. 

Di Tondano ada satu ibu, dia punya berlian satu kobokan, saudara. Dia bilang sama saya: Aduh, kok saya bosan. Dia pakai bahasa Manado. Saya bosan lihat ini berlian. Saya kira, bosan itu dia mau kasih saya. Kalau dia kasih saya, saya jual, bangun gereja waktu itu. Bosan. Ternyata berlian tidak bisa memuaskan. Hayo toko-toko pakaian sekarang, bertumbuh seperti jamur. Orang cuci mata, ateul hayang meuli. Tapi ada lagi model. Tangan panjang, kita beli tangan panjang. Lalu modelnya tangan pendek, kita beli tangan pendek. Lalu modelnya nggak ada tangan, kita beli yang nggak ada tangan. Nanti yang nggak ada badan, cuma tangan aja mungkin, saya nggak tahu. Tapi itulah manusia, cari kepuasan. Begitu kepuasan itu dia terima : Tuhan, ... - nggak disuruh loh - ...  setengah kekayaan saya, saya mau kasih kepada orang miskin. Ada sukacita memberi kepada orang miskin. Kalau saya ingat ada banyak yang saya peras, Tuhan. Yang saya peras uang mereka itu orang-orang kaya. Saya mau kembalikan 4 kali lipat. Kenapa dia nggak rasa rugi kehilangan duit? Nggak. Karena ada satu kepuasan, ada satu kekenyangan yang lain. Ini soal uang. Masih soal uang, tapi kita lihat Pengkhotbah. Dalam Pengkhotbah 5:9 : Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia. 

Lihat, ini FT dan kalau kita percaya sama Tuhan, harus aminkan ayat ini. Orang yang mencintai uang, tidak akan puas dengan uang. Orang yang mencintai kekayaan, tidak akan puas dengan penghasilannya. Jadi Mazmur 22, yang tadi kita baca, dia sedang bicara soal kepuasan yang lain - kepuasan batin. 

Yang kedua sekarang. Mengenai wanita. Yohanes 4. Dalam Yohanes 4:13-14. 
4:13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, 
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." 

Jadi pengen ini perempuan minum air itu, yang  bisa memuaskan. Dia nggak bisa lagi dia haus. 

4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." 
4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini." 
4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, 
4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." 

Ada 2 pemikiran, saudara. Jadi saya mohon, saudara sabar sebentar. Pemikiran yang pertama, saya ingat satu teman saya dari Canada. Dia perkirakan begini : Itu perempuan kawin dengan laki-laki pertama. Suaminya mati. Dengan yang kedua, suaminya mati. Dengan yang ketiga, suaminya mati lagi. Kawin lagi supaya puas, mati lagi. Kawin lagi yang kelima, mati lagi. Lalu sekarang yang keenam ini baru tunangan, Memang belum suamimu, baru bertunangan. Itu pemikiran yang pertama. 

Pemikiran yang ke dua adalah orang ini berganti-ganti suami. Tong Cai Bun Khe Lok. Sudah kawin sama si Tong, dia tinggalin. Kawin sama si Cai, dia tinggalin. Kawin sama si Bun, dia tinggalin. Kawin sama si Khe, dia tinggalin. Kawin sama si Lok - Tong Cai Bun Khe Lok. Nggak puas-puas. Inilah yang saya kasih nama bionic woman. Punya suami sampai lima. Berkali-kali kawin nggak puas. Saya tahu ada yang beberapa begini, nggak puas. Kawin cerai, kawin cerai. Seks. Ada yang lelaki nggak cukup satu istri. Kawin cerai, kawin cerai, sama. Saya katakan orang seperti ini, seperti dia minum air laut. Tambah dia minum, tambah dia haus. Orang kalau kehausan di laut, dia haus minum saja air laut, tambah haus karena asin. Jadi seks tidak akan memuaskan. Dengan uang kita bisa beli seks, tapi tidak bisa beli kasih sayang cinta yang sejati. Kesetiaan. 

Yang pertama, uang tidak bisa memuaskan. Yang kedua, seks tidak bisa memuaskan. Lihat Lady Di. Lady Di teh disebut, aduh putri Cinderela. Kawinnya saja jadi bahan omongan, tahun 81. Itu perkawinan sampai saya lihat di televisi, waduh itu seleyer panjangnya 2 km mungkin. Luar biasa. Musik jreng, pakaian hebat, punya suami Pangeran Charles. Ceuli gede pisan tah Pangeran Charles teh, kaya mangkok ... hoki loi, wah gede pisan. Nggeus eta mah Cinderela, nggeus ... naon deui? Nggeus beunghar. Itu blue safir yang besar dikasih sama Ratu Inggris taruh disini. Kamana-mana terbang first class. Semua wartawan foto. Perlu apa lagi? Nyeleweng dia. Emang yang pertama nyeleweng suaminya dulu. Dia juga nyeleweng. Matinya saja sampai begitu rupa. Seks tidak akan memuaskan. Lalu ketika perempuan ini kenal dengan Yesus, tiba-tiba ada satu kepuasan yang melebihi hal itu. Lalu saudara apa ... - kalau saudara membaca ayatnya yang  ke 28.    
4:28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: 
4:29 "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" 
4:30 Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. 

Kalau saudara baca terus, satu kota Sikhar percaya kepada Yesus gara-gara perempuan ini cerita. Saya sudah ketemu Yesus. Ada kepuasan yang lain. Dia tinggalin tempayannya, dia tinggalin buyungnya. Dia lari ke kota. Saya ketemu Yesus. Dia lupa minum, dia lupa timba air. Saya ketemu orang yang namanya Yesus. Bukankah ini Mesias? Bukankah ini Kristus? Masa saya katakan tadi, kalau saudara kebaktian, ketemu siapa? Mau diperhatikan atau mau memperhatikan? Puji Tuhan, perempuan ini dia memperhatikan kata-kata dari Yesus - Dia ketemu Tuhan. Saya yakin kalau saudara ketemu dengan Tuhan dalam setiap kebaktian, hidup kita nggak usah dinasehatin orang - hidup kita akan berubah. 

Zakheus tidak ada yang nasehatin, tiba-tiba dari kopet, medit, skaker ... jadi suka memberi. Ini perempuan nggak dinasehatin, tiba-tiba dia berubah. Asalnya dia suka dosa, suka hawa nafsu, tiba-tiba dia berubah menjadi orang yang mau hidup benar, mau menginjil, mau bersaksi. Lalu murid Yesus itu bawa makanan, nah suka bawa. Ayat ini, ayatnya yang ke 31. 
 
4:31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah." - Karena mereka baru beli makanan untuk makan siang ini. 
4:32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal." 
4:33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?" 
4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. 

Murid bawa makanan. Nasi bungkus beli, karena dia tahu Yesus belum makan. Makan dong. Heran, Yesus bilang : Padaku ada makanan yang kamu nggak kenal. Jadi kalau begitu, Mazmur 22 tentang kenyang tadi, itu kekenyangan yang juga kita tidak kenal. Disodorin makan, dia nggak mau makan. Saya sudah kenyang. Saya punya makanan yang kamu tidak kenal. Apa makanannya? Melakukan kehendak Bapa!

Saudara-saudara, kalau tiap hari kita mau sedikit-sedikit belajar melakukan kehendak Tuhan, melakukan kehendak Bapa, sedikit-sedikit. Istri belajar tunduk sama suami. Biasa melawan, biasa berontak, belajar melakukan kehendak Tuhan. Anak buah biasanya membantah kepada yang diatas, pemimpin komandannya, kepala regu, kepala pimpinan, kepala bagian, kepala gudang. Sekarang belajar taat, belajar nurut. 

Saya tidak ikut-ikut rotasi, siapa yang mimpin puji-pujian, saya tidak ikut-ikut. Saya tidak ikut-ikut ngatur siapa pengerja yang  bagiannya memimpin pujian - saya nggak ikut. Kadang-kadang dihati saya ada satu protes, kok dia lagi ini yang mimpin, kok dia lagi, si ini kok belum dikasih-kasih? Kok dia lagi? Dihati saya. Tapi saya belajar nggak bantah. Saya belajar, saya sudah percaya satu orang yang ngatur, sudah, saya nggak ikut-ikut. Saya mau belajar. Suami sedikit-sedikit belajar lebih mengasihi sama istri. 

Satu kali saya duduk dalam satu persekutuan doa. Disebelah satu ibu. Ibunya masih muda, 32 tahunan lah. Ketemu. Saya lihat mukanya, kaget saya. Biru-biru matanya. Kenapa, dipukul? Ah, pak Awondatu, bukan ... ini make up. Dia punya make up sangat tebel, sampai biru-biru matanya. Dan karena dia mukanya bengeup, jadi saya kira dia dipukulin. Tapi ada suami-suami yang masih hidup di jaman Tong San, Sam Kok. Suka pukul istri. Disini nggak ada, saya tahu. Tapi disana sini suka ada sekali-sekali, suka mukul sama istri.  Mungkin nggak mukul sama tangan tapi mukul sama omongan. Omongannya nyeuleukit, omongannya nyinggung, omongannya bikin sakit hati. Ah, mulai sekarang saya mau belajar, makan makanan yang orang lain tidak tahu. Apa itu?  Melakukan kehendak Bapa di Surga. 

Waktu saya jadi pengerja di Jawa Timur, saya nggak pernah sekalipun saya minta pulang. Mau minta pulang satu minggu, mau minta pulang tiga hari, mau minta pulang satu bulan - nggak pernah. Kecuali oom tante Brodland, dia tanya : Apa kamu mau pulang? Saya kasih waktu satu minggu. Da ditawarin, baru saya ambil. Tapi kalau nggak, saya nggak  minta pulang. Saya mau belajar setia, saya mau belajar taat. Tapi pengerja sekarang hebat, saudara. Baru praktek satu bulan, minta pulang tiga bulan. Praktek satu bulan lagi, mau minta pulang empat bulan. Balik lagi, praktek satu bulan, mau minta pulang untuk kawin. Hebat. Tapi di Cianjur nggak ada, disana sini suka ada sedikit-sedikit yang begitu, saudara-saudara. Praktek tapi sebentar-sebentar minta pulang. Mungkin lagu mereka yang paling mereka sayangi Pulange pulange Tuhan panggil mari pulange .... Mungkin nanti Tuhan bilang, udah kalau kamu suka pulang, Aku panggil pulang saja sekalian.   

Uang tidak memuaskan. Seks tidak memuaskan. Yang ketiga, kedudukan. Ini yang terakhir. Tidak memuaskan. Markus 

10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" 
10:36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" 
10:37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu." 
10:38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" 
10:39 Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. 
10:40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." 
10:41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. 
10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 
10:43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 
10:44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. 
10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." 

Ini Yohanes dan Yakobus, waktu mereka belum berubah, itu gila kedudukannya luar biasa - ingin duduk disebelah kiri, disebelah kanan Yesus. Dalam kemuliaan lagi, bukan dalam salib. Ternyata waktu Yesus disalib, nggak ada murid yang ada disebelah kanan, disebelah kiri Yesus. Nggak ada satu murid. Hanya Yohanes saja duduk dibawah, dia lihat sama Maria. Tapi di salib, disebelah kanan, disebelah kiri Yesus tidak ada. Jadi pengennya duduk dalam kemuliaan. 

Di satu tempat di Sumatera, ada satu jemaat yang saya sudah kunjungi 4-5 kali dan saya tahu, karena ada satu saudara disana, minta angkat saudara sama saya. Dia minta, dia pake nama Awondatu. Saya oke dah. Dia pake Awondatu. Jadi yang pake nama saya Awondatu itu .... Ada beberapa jemaat didalamnya yang suka kedudukan. Ingin dipilih, ingin disuruh doa. Kalau nggak disuruh doa, marah, pindah gereja. Jemaat yang seperti ini nggak bisa dipercaya. Nggak akan Tuhan percayakan yang lebih tinggi lagi. Nggak. 

Nah, ini yang angkat saudara sama saya, saudara, dia ini bangun gereja sendirian. Dia kerja di satu penggergajian kayu ke hutan-hutan. Asal dia dapat uang untung, dia simpan untuk bangun gereja. Jadi pendetanya bilang sama saya : Ini gereja dibangun cuma satu orang, sama dia. Masih muda. Waktu itu 22 tahun, masih muda. Sekarang anaknya saja sudah di perguruan tinggi di Jakarta. 18 tahun yang lalu saya kesana. Yang ingin kedudukan ketua pembangunan, ketua ini ... nggak dapat duit satupun. Tapi dia bukan ketua ini, bukan ketua ini, tapi dia bangun semua. Setelah selesai, dia diam saja dibelakang. Kalau pakai sepatu, dia nggak suka pake kaos kaki, itu tandanya dia. Sampai saya bilang, kamu pake kaos kakilah. Kalau kamu nanti ketemu pejabat-pejabat kan kamu nggak pake kaos kaki dianggapnya nggak hormat. Saya lihat kemarin oh, iya dia pake kaos kaki, kemarin. Biasa nggak pake kaos kaki. Orangnya sederhana saja. Setelah gereja mau dibangun, jemaat yang nggak ada kerjaan minta dipilih sebagai ketua pentahbisan gereja. Dia mah nggak, dia diam. Saya ingin disebelah kanan, disebelah kiri Yesus. Yesus bilang, kamu nggak tahu yang kamu ngomong itu apa. Aduh, kamu nggak tahu. Nih, saya kasih tahu cerita yah. Orang dunia memerintah dengan tangan besi. Orang mau naik ke atas, mau jadi pemerintah. Tapi orang besar itu dia mau jadi pelayan. Kalau kamu mau jadi besar, mau didepan ... kamu harus paling belakang. Kalau kamu mau maju kamu harus ada di belakang. Kalau kamu mau jadi pemimpin, kamu harus jadi pelayan. 

Saya ngomong sama murid-murid saya lima keharusan. Lima siap. Ini yang paling susah adalah yang ke 5. Siap untuk khotbah, siap untuk puji-pujian, siap untuk bersaksi, siap untuk kata-kata pembangunan, disuruh doa. Tapi yang ke 5 ini yang susah. Siap untuk tidak disuruh apa-apa. Ada yang stress kalau nggak disuruh doa. Musti dia disuruh doa, baru dia rasanya plong. Kalau nggak disuruh doa, dia stress berat. Nah, gini kan nggak normal. Ada anggota gereja lain suka kirim mata-mata. Pak Awondatu khotbah apa? Nanti sampaikan sama saya. Nyindir-nyindir saya apa nggak? Macam-macam, saudaraku, yang stress-stress ini. 

Tapi sekarang kita lihat. Tadi pagi saya kaget, Mahathir Mohamad, PM Malaysia, dengan menangis tersedu-sedu, dia turun dari PM. Wah, semua lompat, pemimpin-pemimpin. Jangan turun, pak. Tetap. Tapi dia bilang I have decided. Aku sudah ambil putusan. Saya mau turun. Itu orang besar. Saya mau turun. Kalau pak Harto kan ingin terus-terusan. Bahkan kalau meninggal, inginnya dikuburnya disebelah kuburan Yesus, katanya. Sebab kalau sudah mati, tiga hari kemudian bangkit lagi. Berarti mau terus. Sudah 32 tahun mau terus. Selama hayat dikandung badan terus maju tak gentar. Mahathir Muhamad dia turun, lagi hebat-hebatnya. Kecewa pemimpin Malaysia. Kalau bisa jangan turun dulu. Naik, naik. Dia turun. Lee Kuan Yew - dia turun. Dia yang minta turun. Lalu saya bilang sama istri saya tadi pagi. Ah, saya juga mau turun ah. Heg, heg, kata istri saya. Heg, mau bagaimana coba heg kalau kata Tuhan belum waktunya. Gimana, mau turun gimana? Mau kerjain apa coba turun? Da saya teh cape ya kalau duduk cape. Aduh cape kerja, aduh cape melayani, letih lesu, nggak dihargai, malah digeuleuneung deuih. Oleh orang-orang yang stress. Kata Yesus kepada mereka : Belajar ... kalau mau jadi besar, jadi kecil. Kalau mau jadi yang terkemuka, jadi yang terbelakang. Saya lupa itu nyanyian. Yesus pokok dan kita carangnya... Jadi kita musti nempel terus sama Tuhan Yesus. 

Nah, pada pagi hari ini, tiga hal yang tidak akan bisa memuaskan kita : Uang, seks, dan kedudukan, pangkat.  Kapan Naaman disembuhkan dari sakit kusta? Waktu dia turun ke sungai Yordan. Sembuh. 

Nah, nanti sore ada sungai Yordan, ada baptisan air. Siapa yang belum terima baptisan, mau dapat berkat dari Tuhan, mau dipilih Tuhan, mau disayang Tuhan, ayo ambil waktu, un cuan bo si pun - ada untung tidak ada rugi. Kalau saudara terima baptisan, sebentar setengah lima, setelah kebaktian akan ada baptisan air. Mari kita berdiri bersama-sama. 
  

     ---<><---

 ________________________________________________________________________

(kembali ke halaman utama)

Situs ini bersifat informasi umum, khususnya bagi saudara-saudara seiman,

berisi tentang sejarah singkat Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur,

Yayasan Kabar Baik, Sekolah Umum, Jadwal Ibadah serta Berita Aktual.

Perubahan terakhir situs ini tanggal : 24 Juni 2002

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1