Khotbah-khotbah Family Camp V 2002Tema : Permata keluargaCipanas, Hotel Delamar Palasari Indah, 16-18 Agustus 2002 |
Jl. K.H. Hasyim Asyari no. 75 Cianjur 43214 - Indonesia. Telp. (62-263) 261161
Jumat, 16 Agustus 2002.
Selamat sore saudara-saudara, selamat bertemu dalam kemah keluarga yang ke lima. Sebetulnya seharusnya tadi lagu pertama itu adalah lagu tema kita. Cuma sayang yang pemimpin pujian dan singer dari Cianjur gugup lihat saudara, maka lupa itu lagu tema. Sebetulnya saya ingin nyanyi dulu lagu tema tetapi nanti setelah Firman.
Pada tahun ini kita mendapat berkat yang besar dengan hadirnya, bisa datangnya dua hamba Tuhan, tamu dari jauh. Yang pertama bapak pendeta Arlens Kauntu dari GEMIM, Manado. Yang kedua bapak pendeta Tommy Manaroinsong dari jebolan SAC dan sekarang sudah jadi gembala sidang di GBI Sorong. Mari kita sambut mereka, saya undang maju kedepan, beri tepuk tangan yang meriah, saudara-saudara.
Bapak Arlens Kauntu adalah berkat, khususnya bagi kaum pria, suami-suami dan calon-calon suami karena dia akan memberikan pelajaran khusus dengan judul kesucian pribadi dalam masa-masa kesukaran. Itu dikhususkan untuk kaum pria. Bapak Tommy nanti akan bicara, berkatnya untuk anak-anak muda karena dia jiwanya jiwa muda. Nah, saudara-saudara, kaum wanita juga tidak ketinggalan juga dapat berkat cuma pendetanya lelaki, yaitu saya sendiri. Nanti saya akan bicara dikaum wanita. Jadi saya harap saya tidak usah pakai rok untuk berbicara di kaum wanita. Tetapi pada sore hari ini, saya senang bersama-sama dengan saudara, ada yang dari Cirebon, ada yang dari jauh dari Manado, dari Sorong, ya. Puji Tuhan. Luar biasa Tuhan kita ini.
Nah, sesuai dengan tema pada kemah keluarga tahun ini adalah Permata Keluarga. Apa yang disebut permata, kenapa disebut permata, apa saja yang disebut permata - itu tentu semua akan kita temukan dalam Firman Tuhan yang akan kita selidiki mulai sebentar.
Mari saudaraku, sebagai renungan pertama saja pada
sore hari ini, kita bisa sama-sama buka dalam kitab Maleakhi 3. Jangan takut, saya
tidak akan khotbah tentang perpuluhan walaupun saya ambil dalam Maleakhi 3.
Memang Maleakhi 3 ini paling tidak disukai oleh jemaat tetapi paling disenangi
oleh gembala-gembala sidang. Ayat 13-17. Puji Tuhan.
3:13. Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?"
3:14 Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
3:15 Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga."
3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya." -
Ayat 17 adalah renungan kita malam ini -
3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.
Mari perhatikan bagian pertama dari ayat 17 : Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri. Dalam salinan bahasa Indonesia lama, sama dengan amplified new testament, perjanjian baru yang diperjelas, ayat ini berbunyi : Mereka akan menjadi harta, intan permata bagi-Ku. Saya tidak ada waktu cerita dari seluruh kitab Maleakhi tapi kitab Maleakhi itu Tuhan menegur keras umat Israel yang ibadahnya kepada Tuhan itu jorok, tidak sungguh, tidak betul, tidak bersih, asal saja. Asal datang beribadah, nyanyi asal nyanyi, berdoa asal berdoa, bawa domba asal bawa domba. Tidak diperiksa yang pincang, yang picak - pokoknya bawa asal saja. Sampai Tuhan itu marah. Dari Israel yang begini 'jorok' dan tidak menyenangkan kepada Tuhan, sampai Tuhan tegur soal perkawinan mereka. Didalam Maleakhi 2, banyak suami-suami dari orang Israel meninggalkan istri masa muda mereka. Kenapa disebut istri masa muda, karena sekarang istri itu sudah menjadi tua. Dan suami-suami itu mencari yang muda. Heran ya saudara-saudara, kalau duren cari yang tua, kalau rambutan cari yang tua, buah-buah cari yang tua yang matang, tapi orang Israel cari istri yang muda sebagai gantinya. Nah, Tuhan marah sehingga datanglah ayat yang terkenal : Aku benci perceraian!
Dari bangsa Israel yang seperti ini, saudaraku, tiba-tiba didalam pasal 3 dia berkata : Orang yang takut akan Tuhan akan dipelihara oleh Tuhan. Ayat 18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
Tetapi dia berkata : engkau akan menjadi milik kesayangan-Ku intan permata. Saudara ingat lagu itu Dari dalam lumpur ku diangkatnya .. dari dosa ku ditebusnya .. menjadi intan permata bagi Tuhan, itu saya ambil dari ayat ini, dari bahasa Indonesia lama, intan permata.
Sebelum saya lebih jauh bicara, mumpung masih segar ingatan saudara ini, saya mau kasih satu ilustrasi. Seorang profesor saudaraku, sedang menerangkan satu cerita kepada mahasiswa mahasiswi. Dia mengambil sebuah ember yang cukup besar ember plastik yang besar lalu dia ambil batu-batu besar dan dia memasukkan batu besar itu kedalam ember itu. Setelah penuh dia tanya sama mahasiswanya, apakah ember ini sudah penuh? Mahasiswa mahasiswi berkata : Sudah prof., sudah penuh. Profesor itu mundur kebelakang, dia buka plastik yang lain, ambil batu-batu kecil, dimasukkan disela-sela batu-batu besar, masuk kedalam ember itu - jadi bisa masuk beberapa batu kecil. Apakah ember ini sudah penuh? Mahasiswa mulai terbuka : Belum, mungkin belum prof. Betul. Lalu profesor mengambil plastik yang lain, ambil kerikil-kerikil yang kecil. Kerikil itu dimasukkan dicelah-celah batu besar dan batu kecil, dimasukkan digoyang-goyang. Masuk itu kerikil-kerikil. Ditanya lagi, apa ini ember sudah penuh? Mungkin belum prof. Betul, kata profesor. Dibuka plastik yang lain, diambillah pasir. Pasir yang kecil itu diuar-uarkan diatas batu yang kecil. Masuk itu pasir. Masih ada celah-celahnya. Setelah itu profesor tanya, apa kira-kira sudah penuh? Mahasiswa bilang : Mungkin belum prof. Memang belum. Diambillah air. Air beberapa botol aqua dimasukkan diatas ember itu dan masih masuk 2-3 botol besar air masuk sampai penuh.
Pelajaran apa yang kita ambil dari pelajaran tadi? Saudara-saudara, masukkanlah dulu perkara-perkara yang besar didalam ember hati kita. Baru bisa kita masukkan hal-hal yang lebih kecil .. yang lebih kecil .. yang lebih kecil .. yang sekunder .. yang tertier, terus sampai yang kwarto mungkin yang terakhir masih bisa masuk. Kalau profesor ini isi sebaliknya, dia isi air dulu .. kemudian pasir .. kemudian kerikil, batu besar tidak bisa masuk. Nah, ini kesalahan kita, kesalahan kita didalam hidup rumah tangga kita taruh yang kecil-kecil tetek bengek urusan-urusan perkara-perkara yang tidak berguna itu mengisi ruangan ember hati dan pikiran kita sehingga kita tidak ada perhatian untuk perkara-perkara yang besar. Kita tidak ada kecintaan kepada Firman Allah. Saudara kan cinta, saudara pada ikut. Tetapi saya sedang bicara kenapa orang saudara-saudaraku tidak bisa memasukkan Firman Allah? Karena ditaruh dibelakang. Dia isi dulu ke perkara-perkara yang kecil. Apa kata Yesus kepada Marta? Marta .. Marta kamu kuatir dari hal banyak dan menyusahkan diri. Itu bukan kehendak Tuhan kita menyusahkan diri. Karena kita memikirkan yang kecil-kecil, yang rumit rumit, perkara-perkara tetek bengek semua aduh, kita isi didalam hati kita sehingga yang besar, batu batu besar, yang berharga - tidak ada tempat lagi.
Sepanjang 3 hari 2 malam ini, semoga saudara sanggup menaruh batu-batu besar, perkara-perkara yang penting didalam hati saudara. Jangan takut. Cari dulu kerajaan surga - batu-batu besar, maka segalanya itu batu-batu kecil, kerikil, pasir, air akan ditambahkan kepadamu. Ada haleluyah? Belajar saudara-saudaraku, utamakan dan isilah hati saudara dengan perkara-perkara yang besar.
Mari, kita kembali kepada Firman. Ayat 17 berkata : Mereka akan menjadi
intan permata atau harta kesayangan-Ku sendiri. Saudara tahu permata? Permata
itu tidak dipungut saudara. Permata itu kalau saudara di toko, itu harus dibeli. Tapi
tahukah saudara permata itu sampai di toko, sampai dijari saudara, itu lewat
banyak proses. Dan proses inilah yang kita seringkali tidak tahan. Kita mau
dijadikan permata. Lebih keras permata itu mengalami prosesnya, dia paling
mahal. Berlian itu 10 kekerasannya, dia paling tinggi. Blue saffire itu 9. Cat
Eye itu 8.5. Tape, saya nggak tahu tape berapa itu karena lembek sekali
saudaraku. Tapi
yang keras ini yang akan jadi permata. Yang keras yang mahal yang bening ini -
itu lewat proses. Mari saya berhenti dulu disini kita lihat I Korintus 3, rasul
Paulus membedakan antara kondisi permata dengan kondisi non permata. Saudara-saudara
baca mulai ayat 10.
3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
3:11. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
3:12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas - satu - ,
perak - dua -, - tiga - batu permata. Keempat, kelima, keenam
ini kurang baik, kayu, rumput kering atau jerami,
3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
3:14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
3:15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
Ternyata bahan bangunan terbagi dua : emas, perak, batu permata. Kayu, rumput kering, dan jerami. Mari kita secara sepintas lalu saja. Kayu, rumput kering dan jerami itu kelihatan mata karena dia ada diatas permukaan tanah. Emas, perak, dan batu permata tidak kelihatan mata karena dia ada puluhan meter dibawah tanah. Harus memakai dinamit menghancurkan dulu untuk cari berlian batu permata itu. Yang diatas yang kelihatan mata .. boleh pelan-pelan ya saya bicara, itu adalah hal-hal yang luar, hal hal yang nampak. Seperti sekarang saya sedang berkhotbah, itu hal-hal luar, hal-hal yang nampak. Tapi ada hal yang dalam hidup saya, yang saudara tidak nampak, yaitu hidup doa saya, saudara tidak tahu, hidup bagaimana saya baca Firman, saya belajar Firman Allah, saudara kan tidak tahu, tidak nampak. Yang nampak bagi saudara saya senang main gitar, saya sedang berkhotbah. Tetapi manusia lebih senang kepada yang nampak daripada kepada yang tidak nampak, padahal yang tidak nampak ini kekal menurut II Korintus 4, yang nampak itu hanya sementara.
Didalam keluarga kita kadang-kadang laki-laki pemuda dengan wanita membangun dia mahligai keluarga dengan landasan kayu, rumput dan jerami sehingga ketika dia lewat api percobaan, api godaan, api gangguan - hangus dia. Maka banyak orang kristen yang setengah jalan. Ditengah jalan dia hangus, ditengah jalan dia jatuh, dia tidak terus karena dia bukan batu permata. Tapi batu permata tidak takut api; emas dan perak tidak takut api. Mas Bambang dia takut api tapi emas betulan dia tidak takut api, saudara-saudara. Ada amin? Emas itu dibakar dia malah senang, karena apa? Ketika emas dibakar dia lebih murni, perak dibakar dia lebih senang, kenapa? Karena waktu dia dibakar, dia lebih murni. Batu permata dibakar tidak takut dia, dia tidak takut - memang dia dari sana. Ditempat yang paling panas dibawah itu diambil, ya. Maka saudara-saudaraku, kita harus jadi permata keluarga supaya tidak gampang sedikit-sedikit ngomong cerai. Sedikit-sedikit ngomong : gua tinggalin lu. Disini nggak ada ya, tapi disana sini, ini seringkali saudara-saudara ya. Urusan sedikit udah mau marah, urusan sedikit mau pulang ke rumah. Jadi saya bingung.
Waktu saya KKR di Sorong : siapa yang ada keperluan maju kedepan. Maju kedepan. Gelap saudara di Sorong itu karena bikinnya dilapangan, lampunya tidak terlalu terang dan orangnya orang Irian, jadi saya cuma bisa lihat alkitab ya cuma lihat orang Irian hanya giginya saja dan mata. Maju kedepan. Kebanyakan ibu-ibu. Boleh saya tahu ada persoalan apa ibu? Nangis. Suami saya suka pukul saya. Suami saya suka pelihara cewe, suami saya selingkuh, suami saya lari sama bionic woman, suami saya begini .. Kenapa, darah darah kristen tapi perkawinannya rapuh - karena tidak batu permata. Sedikit-seedikit mau tempeleng istri. Sedikit-sedikit mau gampar. Maaf ya ini pakai istilah ggl, gua gampar lu. Sedikit-sedikit main gampar; istrinya nggak mau kalah gua cl lu, gua cakar lu. Tapi disini nggak ada ya, jangan marah. Ini kadang-kadang saja. Yang satu ggl yang satu gcl, kenapa? Karena mereka dari rumput kayu sehingga pernikahannya itu maaf ya saya terus terang: membosankan. Lihat istri kok membosankan, lihat suami kok nggak kaya dulu lagi. Dulu suami gatotkaca-ku, arjuna-ku; dulu waktu pacaran si suami si laki-laki masih baru pulang tenis : Jangan deket-dekat .. jangan deket-deket, gua bau keringat. Nggak .. nggak bau - waktu pacaran. Sekarang udah menikah udah anak tiga .. udah suami pakai semprotan kiri kanan, disini avon, disini awondatu. Udah pakai saudara-saudara tapi memang dari sononya sudah tidak menarik, bukan batu permata lagi : Bau amat sih lu .. bau anyir .. lu jadi genit begini lu .. lu dari mana wangi-wangi begini? Nggak dimana-mana, gua makan di rumah makan padang, itu sapu tangannya pakai minyak wangi, ini. Nggak, minyak wanginya bau minyak wangi cewe. Nah, inilah.
Ini hanya contoh soal yang biasa saya dengar begitu. Kenapa? Rumput, kayu dan jerami. Cepat terbakar. Ada desas desus, ini laki lu begini, cepat terbakar. Belum diperiksa. Saudara kita punya dua telinga, jadi kalau ada tuduhan kepada suami kita, dari si anu masuk sini, saudara jangan percaya dulu, ini dengar dulu ke suami, apa betul apa nggak. Imbang dua-duanya betul apa nggak. Tuhan kasih dua telinga. Makanya ada peribahasa penikahan yang bahagia adalah pernikahan antara istri yan buta dengan suami yang tuli. Karena suami tidak akan mendengar istrinya katanya cerewet, ngambek atau bagaimana, dan si istri tidak akan pengen belanja. Ini orang dunia yang ngomong.
Tapi kembali lagi kepada akar permasalahan; akar permasalahan adalah bahan, saudara dari apa dibikinnya. Nah, Maleakhi bilang : Aku akan jadikan kamu intan permata kesayangan-Ku. Masih secara umum kita akan lihat Amsal, besok secara khusus. Amsal 31:10. Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
Tidak ada satupun suami yang bilang amin. Berarti
mungkin istri mereka sudah luar biasa semuanya.
Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Dia lebih berharga dari pada permata.
Bahasa Inggris dari rubi, permata mirah. Satu wartawan dari Detroit namanya Bob
Greene dia bilang begini. Ternyata istri juga disebut permata, saudara. Dia
mengomentari satu studi dari seorang yang bernama Michael tentang harganya
seorang istri dalam bekerja. Pertama dia mendaftarkan bahwa seorang istri bisa
menjadi supir, bisa menjadi pengelola taman atau tanaman, bisa menjadi penasehat
keluarga, pemelihara pekerjaan dari rumah, seorang house-keeping, seorang
ahli masak, seorang book-keeper, seorang manajer dari pengeluaran dan pemasukan
- ini pekerjaan dari istri -, seorang aahli katering, ahli diet, seorang sekretaris,
seorang humas atau public relation - apalagi kalau tukang pajak yang datang, cepat
sekali dia bilang suami sedang keluar kota padahal masih tidur, dan dia juga
bisa mejadi seorang hostess. Maka Michael Minten berkata, harganya pekerjaan
seorang istri yang baik itu perminggu itu USD785.00. Setahun US$42.000
berharganya secara uang.
Tapi Salomo raja uang; dia tidak menghargai seorang istri, saudara-saudaraku dengan uang - dia menghargai dengan permata. Dan permata yang paling mahal saat itu adalah rubi. Dia berkata seorang istri yang cakap, yang baik, yang berbudi, itu jauh lebih berharga daripada batu permata. Kembali lagi kita ketemu permata. Kenapa? Istri yang seperti permata itu sudah lewat banyak proses. Nanti besok saya akan bicara mengenai ini. Tetapi saya sedang berbicara permata ini dalam pembicaraan pembukaan ini. Betapa kita bisa melihat Tuhan tidak sembarangan memelihara menjaga umat-Nya. Dia mau bikin kita jadi permata. Itu sebabnya kita lewat banyak ujian, banyak problem, aktif percobaan, banyak persoalan, dalam rumah tangga, dalam bisnis, dalam hidup sehari-hari, dengan sesama rekan bisa salah paham, salah mengerti - yang bahasa Yunaninya ciong dengan ini bisa, dengan itu bisa, ketemu sana wah ... Tapi kok kita bisa bertahan - itulah permata.
Masih didalam Amsal 4. Saya bingung memilih ayat karena begitu banyak ayat yang indah.
4:1. Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian,
4:2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku.
4:3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku,
4:4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.
4:5 Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.
4:6 Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.
4:7 Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian.
4:8 Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya.
4:9 Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu."
4:10 Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.
4:11 Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.
- kita lompat kepada ayatnya yang ke 200 -
4:20. Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;
4:21 janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
4:22 Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.
4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Berkali-kali dia berkata mengenai nasehat tentang hikmat, tentang segala sesuatu, tentang mahkota dan sebagainya ... dan saudara kita harus mengerti bahwa ini adalah permata-permata yang Tuhan sedang sediakan kepada kita sebagai gerejanya diakhir jaman. Puji Tuhan.
Seorang pendeta, Yusuf Taylor, dia berkata begini : Kalau engkau mau kesenangan, menikahlah; kalau engkau menghargai kesehatan, menikahlah. Seorang istri yang berbudi adalah pemberian terbaik terakhir dari surga kepada seorang laki-laki. Dia adalah malaikat kemurahan bagi laki-laki itu, dia pelayan yang setia, dia - sang istri - adalah permata-permata dari pelayanan sang suami. Sekarang saya bisa rasa kata-kata ini : suaranya adalah penghiburan suami, senyum sang istri menjadikan hari suami menjadi cerah, ciuman istri adalah penjaga yang sangat jujur, perhatian istri adalah keamanan suami, balsam dari kehidupan sang suami, pekerjaan sang istri dan ekonomi sang istri adalah urusan dari suami yang paling baik; bibir istri adalah nasehat yang terbaik dan setia untuk suami. Ini harga dari seorang istri yang jadi permata!
Saya tidak tahu saudara, apa saudara sudah pernah ketemu orang kalau sudah susah, kalau sudah kesel, kalau sudah stress terus nangis terus pukul-pukul dada, .. pernah lihat nggak? Paling sedikit saudara lihat kingkong, ya di animal planet. Jadi mungkin ini orang-orang yang sudah kesel udah dia pukul-pukul dada ini mungkin shio kingkong dia, dia suka pukul-pukul dada. Kebanyakan yang biasa pukul dada ini wanita. Tapi pernah saya lihat suami tidak pukul dada tetapi stressnya luar biasa aduh, mengenai istrinya aduh pak, dia udah mau nangis. Kalau suami udah mau nangis memang sungguh-sungguh saudara. Kalau wanita yang nangis memang senjatanya. Tapi kalau suami udah nangis memang udah sungguh-sungguh dah. Aduh pak, aduh. Kenapa? Nggak nyambung. Suami ngomong begini, dia ngomong disini; istri ngomong disini, suami disini. Nggak nyambung. Bahasa Ibraninya tulalit. Jadi saya harap setelah kebaktian malam hari ini, tidak ada yang tulalit lagi. Tetapi kita mau menjadi permata bagi Tuhan. Ini kan berbagai permata, kita belum cerita permata yang sungguh, tapi kita sedang bicara tentang permata.
Sebagai ayat yang terakhir renungan pada sore hari
ini, kita buka Matius 13
13:44. "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Didalam ayat ke 44 hal Kerajaan Sorga, disana
dikatakan, seumpama harta yang terpendam di ladang. Ladang itu bicara dari dunia
ini. Karena itu saudara dan saya sebagai jemaat, tetapi dipendamkan lagi lalu
pedagang ini oleh sukacitanya dia pergi menjual seluruh miliknya.
Pedagang ini adalah Yesus - meninggalkan semua milik-Nya di Surga, dan membeli
ladang itu, membeli isi dunia, dengan darah-Nya yang suci. Dia menebus isi dunia
ini - menebus saudara dan saya - supaya kita menjadi milik-Nya, supaya kita menjadi
permata. Didalam ayat ke 45
13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Saudara-saudara, disini ada seorang ahli batu, seorang tukang batu yang mengerti batu sudah pameran di luar negeri, sekarang ikut family camp. Tetapi kita sedang berbicara mengenai mutiara yang indah, yang sangat mahal harganya. Sangat sukacita dia kembali dia jual harta miliknya untuk membeli mutiara itu. Mutiara itu ada didalam laut. Mari saudara perhatikan terjadinya mutiara.
Umpamanya ini adalah lokan itu. Dia berenang bernafas. Dagingnya disini shellnya itu begini. Nah, kadang-kadang saudara ada ikan lewat, pasir yang tajam itu masuk disini. Dia kan tidak punya tangan tapi dia tutup. Itu pasir melukai daging dari shell ini lokan. Tetapi dia tidak bisa buka lagi, dia luka. Dia tidak bisa buka, dia tutup. Waktu dia tutup, rasa pedih rasa sakit itu dia tutup dengan lendir yang keluar dari badannya secara otomatis, melindungi dagingnya, lendir itu menutupi membungkus sang pasir itu - jadilah mutiara. Mutiara jadi oleh sesuatu yang menyakitkan lokan ini shell ini, dan dari yang menyakitkan itu, dengan proses masa yang sangat lama keluar lendir jadilah mutiara.
Saya tidak ada waktu tapi kalau saudara buka kitab Wahyu dibelakang, 12 gerbang mutiara, surga itu ada 12 gerbang dibikin dari satu mutiara. Jadi mutiara itu adalah akibat proses. Tadi saudara dengar panitia sudah minta maaf, saudara harus kasih maaf ya. Musuh saja kita harus ampuni apalagi panitia teman kita. Mereka nggak dibayar, mereka minta maaf, ya harus kita maafkan. Nah, saudara sedang hidup ini, ada kesulitan ada kasus yang bikin hati kita sakit, yang bikin hati kita sedih, saudara tahan, saudara sabar, saudara tidak berontak, saudara diam, sakit tapi saudara tidak berontak, dari hari ke hari saudara merasa sakit. Rasanya saudara tidak mau lihat hari esok karena perasaan hati saudara yang disakiti itu. Tahukah saudara bahwa itu salah satu proses dari Tuhan untuk membuat saudara menghasilkan mutiara. Lebih besar rasa sakit itu, lebih besar mutiara itu; lebih besar rasa kecewa itu yang Tuhan bisa obati saudara sabar, lebih besar mutiara permata itu saudara jadi.
Jadi jangan tolak rasa sakit, jangan tolak problem. Nyanyian berkata Marilah bergembira .. Dengan kuasanya .. Atasi s'gala percobaan .. Yang ada didunia. Kita seringkali berontak, kita tidak mau dengan ini problem, kita tidak mau dengan kasus ini, kita tidak mau dengan rasa sakit ini, kita mau berontak. Kita tidak akan jadi mutiara sabar rasa sakit itu, biar Roh Kudus nanti mengeluarkan lendir membungkus itu kasus. Sudah tiga kali aku minta kepada Tuhan, kata rasul Paulus, supaya dia mencabut duri ini dari dalam dagingku, tetapi Tuhan berkata : Tidak, anugerah-Ku cukup bagimu. Kenapa Tuhan tidak cabut duri itu, karena Tuhan tahu justru duri itu kalau dibiarkan terus akan menjadi mutiara; kalau duri itu dicabut tidak ada sesuatu yang menjadi bahan bakal, bahan mentah, raw material dari mutiara. Kalau kita mau menjadi permata, jangan dulu jadi permata Tuhan - permata keluarga.
Mulai sekarang minta maaflah kepada istri kita kalau kita menyakiti dia, kalau vocabulary kita ini terlalu sedikit, vocabulary kita cuma adanya di kebun binatang. Kepada istri kalau melayani para pelanggan, melayani pekerjaan, kurang melayani suami, minta maaflah. Kalau kita kurang ajar terhadap orang tua belum bisa menyenangkan hati papa mama. Ayah ibu saya sudah meninggal tapi yang menghibur saya, saya tidak bikin hati mereka susah, mereka meninggal dengan senang karena sudah melihat keinginan hati mereka, cita-cita mereka kejadian - mereka ingin lihat saya jadi hamba Tuhan. Saya sudah jadi hamba Tuhan. Untuk seorang tua saudara, tidak ingin dapat emas, perak dari anak-anaknya, tidak - kasih sayang dari anak-anaknya. Anak menjadi apa yang dia inginkan. Jangan terikat narkoba, jangan terikat problem, kasus pergaulan yang tidak baik, tapi mari kita jadi permatanya Tuhan.
Yesus mau mati disalib karena Dia ada lihat bahan
permata, bahan mutiara didalam diri kita masing-masing. Sekian renungan Firman
Allah. Mari kita berdiri bersama-sama.
Sabtu, 17 Agustus 2002.
Haleluyah. Selamat pagi, selamat bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Saya yakin saudara tidak mandi sebagian karena air tidak ada. Tapi mungkin air tidak ada disengaja oleh Tuhan mau lihat kita menggerutu apa tidak. Saya kasih tip, saudara kalau mandi jangan airnya itu ditaruh dibak sapenuh-penuhnya lalu saudara mandi, kasihan yang lain. Jadi mandilah dengan shower. Dan kalau bisa saudara mandi lebih pagi. Tadi saya mandi setengah jam masih keburu masih ada jadi jangan takut saya mandi saudara. Puji Tuhan. Dan saya memakai kaos yang masih ada atau tidak panitia. Dijual. Masih ada.
Sekarang kita akan melihat lagi permata, sesuai
dengan apa yang sudah ditentukan buat saya. Amsal 3:13-18
3:13. Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,
3:14 karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.
3:15 Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.
3:16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
3:17 Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.
3:18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.
Dari ayat 13 sampai ayat 18 ini saudara-saudara, kita akan melihat permata yang lain. Kalau kemarin kitalah adalah permata Tuhan, istri adalah permata Tuhan. Nanti pada sesi kedua khusus kita akan bicara tentang istri. Dan suami-suami nanti akan cerita mengenai seks disini dengan bapak Arlens. Nah, pada sesi yang pertama hari kedua ini, ada tiga kali kata berbahagia, yaitu dalam ayat ke 13, 17 dan 18. Tiga kali kata berbahagia. Tentu ada bahagia-bahagia yang lain dalam ayat-ayat yang lain tapi dalam perikop yang saya baca, ada tiga kali kata bahagia.
Nah, kebahagiaan ini saudara-saudara, dalam bahasa Ibrani dipakai kata ashre atau ashar. Nah, kebetulan gereja kita di Cianjur itu dijalan Hasyim Ashari, i nya diambil ashar, yaitu bahagia - to grow to be rich, bertumbuh menjadi kaya, tentu saja bukan hanya secara materi tetapi secara rohani. Karena adanya di Indonesia, jadi ashari. Tetapi aslinya dari kata ashar, yaitu berbahagia.
Nah, saudara-saudara, kebahagiaan ini sudah dicari oleh manusia dan berabad-abad orang mencari kebahagiaan. Nyanyian-nyanyian pop ya, apakah artinya kebahagiaan ini. Jadi kebahagiaan menjadi satu hal yang dicari-cari oleh orang-orang dan mereka mempunyai macam-macam tema tentang kebahagiaan.
Enam minggu sebelum Elvis Presley meninggal, enam minggu persis, wartawan-wartawan bertanya sama dia : Elvis kamu lagi muda meminta, bercita-cita ingin mempunyai ketenaran, ingin bermain musik, ingin menjadi kaya dan ingin berbahagia. Apakah anda sudah mendapatkan kebahagiaan itu? Saudara-saudara, kaget, Elvis menjawab hanya dengan empat kata : Aku kesepian seperti neraka! Jadi orang masih tanda tanya kebahagiaan itu apa, kalau seorang Elvis, raja rock and roll, bilang aku kesepian seperti neraka. Istri cantik, terkenal, pemain musik, dia itu penyanyi sangkur di gereja baptis dulu, ya. Terkenal, sampai sekarang cd nya masih laku, orangnya sudah mati. Istri cantik tapi meninggal overdosis, punya bodyguard, rumah mewah, mobil tinggal angkat telepon, dibikin model apa dia mau, bisa. Jadi tanda tanya apa arti kebahagiaan ini. Sedangkan alkitab sudah berkata berbagai-bagai saudara kata bahwa kebahagiaan itu saudara-saudara adalah seperti yang tertulis didalam alkitab tetapi seringkali kita ini mau lebih pintar dari alkitab. Kita meninggalkan alkitab, kita meninggalkan Firman Allah, kita menganggap bahwa kebahagiaan itu ada pada hal-hal yang lain, pada hal-hal yang hebat.
Ada pertanyaan, dimanakah kebahagiaan? Saya mau katakan bahwa kebahagiaan tidak bisa ditemukan pada kesenangan-kesenangan dunia! Ada seorang yang bernama Lord Byron. Dia mempunyai kehidupan yang senang luar biasa. Tapi dia menulis disatu buku : kehidupanku adalah seperti kanker dan aku penuh dengan kesukaran dan aku penuh dengan kesepian. Kebahagiaan tidak ditemukan didalam kekayaan. Rockefeller yang raja minyak Amerika multimilyuner mempunyai banyak uang, ketika dia sedang koma mau mati sakit, dia berkata : aku kira aku adalah orang yang paling celaka didalam dunia ini. Jadi kebahagiaan saudara-saudaraku, tidak bisa ditemukan didalam posisi dan ketenaran sekalipun.
Seorang yang tenar, Lord Beamont, berkata : Masa muda adalah kesalahan, kedewasaan adalah suatu perjuangan, dan masa tua adalah penyesalan. Dia tidak menulis satupun tentang kebahagiaan padahal uangmya luar biasa banyak. Jadi saudara-saudaraku, dikatakan usia tua aku sangat menyesal.
Tidak bisa ditemukan kebahagiaan ini didalam militer, kemuliaan militer, kemenangan. Iskandar Agung, Alexander the Great, dia setelah mengalahkan seluruh dunia, dia menangis. Ditanya sama bawahannya, kenapa anda menangis? Karena tidak ada lagi daerah yang aku harus taklukkan. Aku ingin menaklukan, aku ingin menaklukan, tapi tidak ada lagi.
Jadi saudara-saudara, kebahagiaan itu dimana?
Ada sepuluh tips, ini sebelum Kristus ya, ada 10 tips kita kalau mau bahagia. Kalau saudara mau tulis silahkan tidak menulis saudara boleh beli kasetnya kalau kasetnya nanti dibuat, ya.
Tip nomor satu kalau saudara mau bahagia : Berilah sesuatu tanpa ada maksud-maksud tertentu. Contoh : Jangan memberi supaya dipuji, jangan memberi supaya kita dapat perhatian, jangan memberi supaya orang itu nurut sama kita. Pokoknya jangan memberi dengan ada maksud-maksud batu dibalik udang. Kalau udang dibalik batu sudah banyak. Kalau batu dibalik udang ini yang agak jarang. Jadi jangan memberi dengan maksud-maksud tertentu - beri dengan ketulusan. Memberi. Ini baru tip yang pertama.
Tip yang kedua : Berbuatlah baik tetapi lupakanlah kebaikan perbuatan baik saudara itu.
Nah, yang ketiga mungkin ini ayah saya sendiri yang suka suruh : Coba pakai beberapa saat beberapa menit melihat orang-orang yang lanjut usia. Pengalaman mereka itu sangat berharga. Ayah saya bilang begini sama saya dulu : Jangan bergaul kamu sama pendeta-pendeta yang setara kamu, bergaullah dengan pendeta yang lebih tua dari kamu. Saya waktu itu 18-19 tahun. Maka saya bergaul dengan pendeta Mangunsong yang jauh lebih tua, dengan pendeta Pandeirot yang jauh lebih tua. Kita buka alkitab dari jam 8 malam sampai jam 4 subuh. Kita tanya jawab, orangnya lebih tua dari saya. Belajar.
Yang keempat : Coba perhatikan, katanya, wajah bayi, anak kecil dan terkagum-kagumlah kepada kebeningan matanya, kehalusan kulit bayi itu.
Yang kelima : Seringlah tertawa. Lihat saya kan tertawa. Saudara cemberut saya nggak peduli, saya tertawa. Seringlah tertawa karena itu adalah lubrikasi kehidupan. Mobil kan musti ada olinya baru dia bisa jalan. Kalau saudara kurang tertawa kurang senyum nggak bisa ada lubrikasi mesin hidup saudara Banyaklah tertawa asal jangan tertawa sendiri.
Yang keenam : Bersyukurlah. Mengucap syukur. Seribu kali ucapan syukur, ucapan terima kasih satu hari belum cukup. Saya kan pernah kirim sms, masa dari 900 orang yang saya kirim sms, cuma 11 orang yang bilang terima kasih sama saya. Saya tulis begitu, ada yang marah sama saya : Saya mengucapkan terima kasih tidak sama pak Awondatu, tapi langsung kepada Tuhan. Nah, bayangkan saudara, kalau saudara-saudara ditolong sama polisi saudara nggak bilang terima kasih, saudara diam aja; ayah ibu saudara membesarkan saudara dari kecil sampai besar sampai menikah, saudara nggak pernah ngomong terima kasih; saudara lulus dari sekolah sama guru saudara, saudara nggak ngomong terima kasih; saudara dilayani di restoran oleh pelayan, saudara pesan makanan, saudara nggak ngomong terima kasih. Lalu ketika mereka bilang umpamanya kenapa anda tidak terima kasih? Saya sudah terima kasih langsung sama Tuhan. Orang kan bisa ketawa saudara-saudara. Saudara-saudaraku, kita harus belajar tahu berterima kasih. Seribu kali ucapan syukur satu hari tidak cukup.
Yang ketujuh : Berdoalah supaya kita tidak kehilangan jalan, tidak tersesat. Hari kamis yang lalu saya baru khotbah di kaum muda saya dengan judul kenapa orang kristen paling susah disuruh berdoa? Paling susah. Nyumbang masih gampang, family camp masih bisa, kebaktian masih bisa, korban perasaan masih tahan, ngalami percobaan masih bisa - rawe rawe rantas, malang malang putung ... masih berani masih bisa. Tapi heran kalau sudah disuruh sembahyang susah bener. Seorang tokoh doa saudara-saudara, saya tidak sebut namanya, dia menulis : Kalau anda mau berdoa, begitu masuk didalam kamar dan menutup pintu, hal yang paling berat untuk anda kerjakan apa katanya, kita mau berdoa begitu kita masuk kamar, Yesus bilang tutuplah pintu. Kita sudah tutup pintu dan kita sudah siap mau berdoa, apa yang paling sukar kita lakukan? Yang saya kaget dia tulis : yang paling sukar berdoa. Justru sudah dikamar doa sudah tutup pintu, yang paling susah kita kerjakan adalah berdoa. Nah, Cho Yong Gee pernah ketemu, saudara-saudaraku, Billy Graham. Setengah guyon dia bilang : DR. Billy Graham, umpamanya besok anda mati, apa pesan anda untuk gereja-gereja diseluruh dunia? Cepat Billy Graham jawab : Tiga hal! Apa itu, Cho Yong Gee mau tahu, apa itu? Satu : Doa, katanya. Dua : Doa. Tiga : Doa. Betapa pentingnya berdoa. Berdoalah supaya saudara tidak kehilangan jalan. Ini adalah tip yang ketujuh untuk mendapat kebahagiaan.
Yang kedelapan : Bekerja, dengan sungguh-sungguh dan dengan giat. Bekerjalah sahabat .. Bekerjalah oh kawan .. - saya ciptakan lagu itu untuk murid sekolah alkitab - .. bekerjalah sahabat bersama .. Bekerja bagi Yesus .. Juru S'lamat dunia .. Bekerjalah sahabat bersama. The Beatles menyanyi eight days a week, 8 hari satu minggu. Tapi saya ingin kasih tahu kalau bisa saudara-saudara, bekerja serajin-rajinnya seolah-olah satu minggu itu ada delapan hari, bekerja dengan sungguh sungguh.
Yang kesembilan : Rencanakanlah segala sesuatu seperti saudara akan hidup selama-lamanya. Dan memang kita akan hidup selama-lamanya, entah di surga atau di neraka.
Yang kesepuluh : Hiduplah seolah-olah saudara akan mati besok. Kenapa? Karena salah satu dari besok - itu akan jadi hari kematian kita. Kan besok kita nggak tahu kita masih hidup apa tidak. Kalau besok kita masih hidup berarti besok itu belum waktunya kita mati. Tapi salah satu dari besok akan menjadi last one nya kita, game nya kita. Ada satu keluarga tidak jadi ikut family camp karena persis dia mau berangkat, ada satu hamba Tuhan, ibu Lidia Sugiarto meninggal. Meninggalnya enak; dia katanya punggungnya ini pengen dipijit sama anak perempuannya. Dipijit, eh berangkat.
Pendeta Sumlang dari Timor Kupang, aneh. Dia panggil pastur pendeta-pendeta - dia juga pendeta - satu kota Kupang. Dia ditempat tidur. Ada apa bapak pendeta? Ah, saya mau pulang ke surga ini, sebentar lagi saya mau pulang ke surga. Bingung ini pendeta-pendeta. Kok main-main ini pendeta. Padahal dia serius. Saya mau pulang ke surga, saya minta bapa pendeta dan pastur nyanyi satu lagu - lagu kesukaan dia. Saya tidak tahu lagu apa. Ini pendeta sama pastur bingung. Ini dia nyanyi salah, nggak nyanyi salah. Masa kita nyanyi; ini orang mau mati seperti dia sudah tahu mati. Nyanyi. Nyanyi pertama dia tersenyum, nyanyi kedua dia tutup mata, nyanyi ketiga sudah berangkat.
Pendeta Wong Miauw Hua saudaraku, yang saya katakan kalau khotbah itu pelo, karena dia orang totok asli menjadi pendeta. Dia habis makan pagi saudara, dia duduk dikursi goyang, habis makan pagi, duduk goyang-goyang, berhenti itu goyangnya. Pa .. Pa .. 84 tahun, sudah pulang. Kalau ibu saya meninggal 5 hari dijaga oleh adik saya di rumah sakit, tidak ada apa-apa, sehat semua. Begitu saya masuk, dia sedang tidak sadar, dia gelisah. Saya hitung saya masuk 7 menit gelisah. Saya bilang : Ma, ini saya ini Yoyo. Dia buka mata, dia tidak bisa bicara lagi. Dia menangis, keluar tetesan air mata. Dipangkuan saya dipelukan saya dia menghembuskan nafas. Anak saya menghembuskan nafas dipangkuan saya, ibu saya menghembuskan nafas dipangkuan saya. Salah satu besok akan jadi waktu kematian kita.
Dari sepuluh tip ini kira-kira akan membuat kita mengerti seperti apa itu bahagia. Tetapi dikatakan didalam ayat 13 berbahagialah .. diberkatilah .. ashar .. ashre, orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian karena keuntungannya melebihi keuntungan perak dan hasilnya melebihi emas. Ada peribahasa Arab bilang begini ... Orang Arab itu jangan saudara anggap bodoh-bodoh, ya. Orang Arab itu masih saudara misan orang Yahudi, jadi pandainya masih ada darah Abraham, masih ada dia saudara. Jangan saudara anggap bodoh orang Arab ini. Karena ada orang beli barang dari orang Arab, orang Arab bilang dijamin tidak luntur. Orang beli pakaian tapi seminggu luntur. Datang lagi kepada orang Arab, ternyata ini pakaian luntur. Orang Arab bilang kalau orang Arab tuan, saya tidak tipu tuan, orang Arab baca dari belakang kedepan : luntur tidak ditanggung. Jadi bapa baca dari depan : ditanggung tidak luntur. Jadi bapa saya tidak menipu bapa. Inilah Arab.
Nah, orang Arab punya peribahasa. Dengar baik-baik : Kalau ada orang yang tidak tahu dan orang yang tidak tahu ini tidak tahu bahwa dia itu tidak tahu - jauhilah dia, katanya, karena dia orang itu orang bodoh; kalau ada orang yang tidak tahu tapi dia tahu bahwa dia tidak tahu, itu orang-orang sederhana - ajarilah dia; sebaliknya, ada orang yang tahu tapi dia tidak tahu bahwa dia itu tahu, itu orang lagi tidur - bangunkanlah dia; kalau ada orang yang tahu dan dia itu tahu bahwa dia itu tahu, itu orang bijak - belajarlah dari dia.
Siapa yang kita tahu, dia tahu bahwa dia tahu - kalau bukan Tuhan. Dan kita mau belajar dari Dia. Salah satu gelar dari Tuhan
Yesus adalah hikmat Allah. Dan disini dikatakan berbahagialah orang yang mendapat hikmat,
berbahagialah orang yang mendapat Kristus Yesus. Sekarang saya ingin bicara
tentang satu pribadi, Kristus Yesus sebagai Hikmat-Nya Tuhan. Didalam Amsal 3:14
ini : karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.
Hikmat ini.
Jadi kalau saudara ditawarkan mau mana, emas, perak atau hikmat, pilih hikmat! Jangan pilih emas dan perak. Karena emas dan perak tidak bisa mendapatkan hikmat tetapi hikmat bisa mendapatkan emas dan perak. Ini keuntungannya, ya. Saudara orang Tionghoa ini kan memang pikirannya ini pikiran dagang, pikiran untung rugi. Makanya orang Tionghoa, jangan marah saudara, karena mama saya sendiri Tionghoa .. orang Tionghoa itu sipit-sipit matanya karena kurang tidur, terlalu banyak memikirkan bisnis dan menghitung uang. Itu karena cari uangnya terlalu rajin. Jadi sipit matanya. Cari keuntungan.
Nah saudaraku, kita harus tahu keuntungan mempunyai hikmat jauh lebih tinggi daripada emas dan perak. Ayat 15 Ia lebih berharga dari pada
permata. Ini sekarang saya memperkenalkan sesuatu yang lebih berharga dari
permata - Yesus lebih berharga, Hikmat itu lebih berharga daripada permata. Bisa
bilang amin? Lompat Amsal
8:10 Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan.
8:11 Karena hikmat lebih berharga dari pada permata
Bahasa Ibraninya lebih berharga 'tobah', seperti bola pingpong, ditaruh diair dia mumbul, dia lebih tinggi dari air, ditaruh dimana saja dia mumbul lebih tinggi, setingkat lebih tinggi, lebih berharga. Uang didunia yang paling banyak nol nya itu uang Turki saudara. Jadi kalau saudara minum kopi di Turki, itu bisa 250.000 duit Turki minum kopi, karena nol nya banyak. Nah, Indonesia sekarang sudah mau ikut-ikutan juga, pake nol terlalu banyak. Hobi pake nol terlalu banyak. Tapi kita tahu yang berharga yang mana. Makanya jangan sampe jadi mata ijo, kenapa? Uang yang warna hijau itu yang berharga, dolar. Da duit kita mah udah merah, udah biru, udah pake monyet yang lagi begini, udah yang pake pedang segala, kok kurang berharga. Jadi kita sekarang tahu yang berharga mana. Kristus dibandingkan dengan permata, dipake rubi juga, itu Dia seperti pingpong diair - mumbul; Dia lebih berharga.
Nah, sangat .. sangat .. sangat disayangkan kita ini berpotensi mencintai agama lebih daripada mencintai Tuhan; mencintai gereja lebih daripada mencintai Tuhan. Saudara ingat 10 orang kusta, sepuluh-sepuluhnya sembuh. Yang seorang berbalik pulang lari tersungkur di kaki Yesus, tersungkur, seperti tadi ibu Sambas kamsiah .. kamsiah, saya berterima kasih kepadaMu Tuhan. Eh, Yesus bilang apa? Bukankah 10 orang yang sudah mendapatkan kesembuhan, mana yang 9 orang itu, tidak adakah yang kembali lagi kesini untuk berterima kasih, hanya seorang Samaria ini - yang Dia tidak harapkan sebetulnya, kkok bisa berterima kasih. Yang 9 orang Yahudi itu yang harusnya berterima kasih, tidak berterima kasih. Karena untuk orang Samaria, pemberi kesembuhan jauh lebih berharga dari kesembuhannya sendiri. Buat yang sembilan, kesembuhan itu lebih berharga dari si Pemberi. Yesus mah dibelakang nggak apa-apa, pokoknya aku sudah sembuh, aku mau ketemu ini, aku mau ketemu itu.
Salomo berkata : Hikmat lebih berharga dari permata. Maka waktu ditanya sama Tuhan : Hai Salomo, kamu mau minta apa, Aku kasih? Kamu minta apa, malam ini Aku kasih. Pertanyaan Tuhan kepada Salomo sama dan sebangun dengan pertanyaan Yesus kepada Bartomeus : Apa yang engkau mau Aku perbuat bagimu? Ditawarkan sama. Jadi bagi raja yang paling kaya dan Bartomeus yang paling miskin, Tuhan mempunyai pertanyaan yang sama : apa yang engkau mau Aku perbuat bagimu? Dua-dua jawabannya pintar. Hikmat lebih berharga dari permata. Saya minta hikmat Tuhan, Salomo bilang. Kamu dapat hikmat, kata Tuhan, tapi walaupun kamu tidak minta kekayaan, Aku kasih kekayaan. Apa kamu minta Bartomeus? Aku ingin melihat. Begitu dia melihat, dia tidak pulang ke rumah, dia ikut Yesus karena dia tahu yang memberi dia bisa melihat itu jauh lebih berharga dari kehidupan.
Kita seringkali nyanyi KemurahanMu lebih dari hidup .. tetapi kita tidak ngerti, kemurahan Tuhan saja sudah lebih dari hidup apalagi Tuhan. Kemurahan dari Yesus saja sudah lebih berharga dari permata, apalagi Yesus. Nah, saya ingin tahu, saudara taruh prioritas untuk Yesus itu nomor berapa? Gitu saja. Nggak usah dijawab sama saya. Biasanya Yesus itu seperti ban serep, nanti kalau mobil kita bannya pecah, baru ban serep diturunkan. Kalau bannya tidak pecah .. still going strong .. jalan saja, ban serep tidak dilihat; nanti kalau ada yang bocor baru ban serep diperlukan. Nanti kalau kepepet, Yesus dicari; nanti kalau keserempet, Yesus dicari; nanti kalau ada problem didalam rumah tangga, Yesus jadi nomer satu. Berharga Dia. Ada yang dapat percobaan wah, cari pendeta, cari semua.
Maka dikalangan pendeta saya suka nanya : Kamu mau keadaan situasi ini aman Indonesia atau agak tidak aman? Ya, bagaimana ya pak Awondatu ya, kalau aman, jemaat saya malas ke gereja; kalau sedang ada kerusuhan tuh tahun 97 tahun 98 itu pak Awondatu, gereja kita penuh. Biasa hari minggu cuma sekali, minta 3 kali kebaktian penuh pak. Cari Tuhan karena lagi ada kerusuhan. Begitu sekarang sudah aman lagi, minta dikurangi lagi kebaktian; sudahlah kebaktian seminggu dua kali cukup. Kenapa, lagi apa? Jadi untuk kalangan pendeta-pendeta bukan saya loh ya, mereka lebih senang ada rusuh-rusuh sedikit, sebab katanya jemaat-jemaat jadi ingat sama Tuhan.
Nah saudaraku, kalau saudara punya kerohanian ingat sama Tuhan pada waktu saudara susah, saudara punya prioritas untuk Tuhan itu nomor 17 dong. Kita musti taruh Dia seperti permata. Kita taruh, disimpan, digosok, taruh; taruhnya di safety box, taruh di bank aman - karena permata. Nah, Yesus itu dimana saudara taruh? Saudara taruh diburitan seperti murid-murid Yesus? Yesus taruh dibelakang. Nanti udah kepepet .. Yesus .. Yesus, nggak peduli kita binasa? Yesus acuh beibeh saja pura-pura Dia bangun, ada apa sih .. ada apa? Ini gelombang. Tiang udah patah patah begini; tiang kesini, perahunya kesitu, jadi bagaimana nih? Yesus berdiri : Hei angin dan ombak, teduhlah engkau. Yesus nomor satu, angin dan ombak teduh. Yesus ditaruh diburitan, angin dan ombak gede. Gitu aja matematikanya.
Kenapa saudara suka banyak angin dan ombak? Habis Yesusnya ditaruh dibelakang terus. Lebih dari permata. Saya suka bilang sama jemaat saya di Cianjur : Coba saudara kalau kebaktian kalau sembahyang besdstone itu ketemu sama Tuhan. Ketemu dong sama Tuhan. Siapa yang khotbah, itu tidak jadi urusan. Tapi mungkin pada waktu dia khotbah itu, ada satu kalimat, ada satu kata, mungkin waktu kita menyanyi - ada nyanyian, ada satu kata yang tek .. Roh Kudus bicara sama kita, itu Dia sudah menemukan kita, kita sudah bisa bertemu dengan Dia, Dia nasehatin kita.
Apa kita taruh Tuhan pada tempat yang mahal? Memang
Yesus ini dianggap remeh. Lahir aja nggak ada losmen yang mau buka pintu, malah
tempat domba miskin palungan yang disediakan bagi Dia. Kita lihat Ayub 22,
hikmat
itu harus menjadi hal yang nomor satu.
22:21. Berlakulah ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram; dengan demikian engkau memperoleh
- Apa saudara? - keuntungan. - <Jadi jangan keuntungan dulu yang
dicari, Dia dulu; ramah dulu kepada Dia -.
22:22 Terimalah apa yang diajarkan mulut-Nya, dan taruhlah firman-Nya dalam hatimu.
22:23 Apabila engkau bertobat kepada Yang Mahakuasa, dan merendahkan diri; apabila engkau menjauhkan kecurangan dari dalam kemahmu,
22:24 membuang biji emas ke dalam debu, emas Ofir - ini emas yang the best -
ke tengah batu-batu sungai, - Lalu sebaliknya -
22:25 dan apabila Yang Mahakuasa - Tuhan - menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu,
22:26 maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah kepada Allah.
22:27 Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu, dan engkau akan membayar nazarmu.
22:28 Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu.
22:29 Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!
22:30 Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu."
Intinya, kalau saudara menjadikan Tuhan timbunan emas, Yang Mahakuasa menjadi timbunan kekayaan, harta permata yang mahal yang tinggi nilainya, lalu emas yang biasa-biasa saudara lempar disungai. Maksudnya lempar di sungai adalah jadi tidak terlalu diperhatikan. Tapi yang Mahakuasa .. seperti saudara ikut family camp ini, mungkin saudara diundang sama Megawati itu ke istana tapi saudara memilih family camp. Ada satu anak Tuhan di Surabaya umur 36 tahun, dia punya tanah 5 kali kelapa gading. Kaya. Dia mustinya mati karena jantungnya soak tapi Tuhan sembuhkan. Duduknya jantung umpamanya harus begini tapi dia punya begini, lain dari yang lain. Maka dia bilang saya punya jantung, jantung yang baru. Diundang pak Harto 17 Agustus. Kan orang mah diundang presiden ditunggu-tunggu itu undangan, aduh dia tulis surat dengan sopan : maaf bapak presiden, saya tidak bisa hadir karena saya harus menghadiri urusan Bapak saya yang disurga. Dia diundang untuk bersaksi di satu gereja kecil di kampung di desa di Jawa Timur. Dia tinggalkan undangan pak Harto, dia ikut undangan pak Yesus. Belum ada yang bilang haleluyah? Kalau kita mah pasti deh yang pak Harto diduluin, pasti deh Megawati dulu, kapan lagi kita nih diundang di istana, kebaktian mah gampang, family camp nanti tahun depan masih bisa, ini sekarang nih. Dia tidak. Maka saya tidak heran anak itu diberkati. Tanahnya lima kali kelapa gading, saya tidak heran.
Dan sayapun tidak heran kalau saudara diberkati hal yang sama kalau saudara membuat Tuhan Yesus jadi permata kita. Aduh, dipusti-pusti, .. Saya ada kawan di Semarang, Gunadi, saya suka panggil dia Gun. Pagi siang sore kalau saya makan disana selalu ditanya mau makan swike. Dia dulu menyembah berhala, patung kwan im dia beli, mahal-mahal puluhan juta .. 10-15 tahun lalu. Dari Hongkong dia lihat ada satu patung dewi kwan im besar, dia mau beli. Tidak dikasih sama yang punya. Akhirnya dia kumpul-kumpul uang. Akhirnya orang Hongkong itu kalah, dia punya tuhan dijual. Bukan 30 keping perak tapi ratusan juta rupiah. Boyong ke Semarang. Sudah. Akhirnya dia bertobat, dia terima Yesus. Sekarang diberkati Tuhan luar biasa. Dia ekspor udang dan sebagainya.
Saya tanya sama dia : Gun, apa sih bedanya dewamu dulu sama Yesus sekarang? Gini loh pak Awondatu, kalau dulu aku pergi Jakarta, dewaku tinggal di Semarang; aku pergi Singapura, patungku Semarang; aku pergi Jerman - karena dia lulusan Jerman - dia tetap di Semarang; aku ke Amerika, dia di Semarang. Kalau yang sekarang katanya, kemana aku pergi, Dia bersama-sama dengan aku. Ini herannya Yesus - Yesus menjadi permata. Sekarang ada apa-apa, dia tanya Yesus. Yesus dulu ... Yesus Yesus Yesus ... Yesus waktu pagi .. Yesus waktu siang .. Yesus dimalam hari. Anak kecil nyanyi Oh tadi pagi ku bangun .. Pikir Yesus .. Haleluyah .. Haleluyah .. Kalau kita kan kadang-kadang Oh tadi pagi ku bangun .. tidak mandi .. Oh tadi pagi ku bangun .. air habis.
Kalau saudara meninggikan Yesus, magnitnya Tuhan yang akan menarik langganan-langganan ke toko saudara; kalau saudara meninggikan Yesus, yang belum menikah angkat tangan coba ... yang nggak angkat tangan nanti nggak dapat jodoh. Kalau saudara meninggikan Yesus, itu tangan yang tadi sudah dicap di sana, di surga sudah di cap. Ini jodoh sana, Cianjur sini, Jakarta nih, yang belum menikah lihat nih sini mungkin masih ada satu hari. Kalau saudara mengutamakan Yesus, apalagi saudara mengutamakan kebenaran kesucian dan Firman Allah, nanti Dia yang ngatur. Eh, ada-ada saja saudara-saudara. Lagi antri makanlah kesenggol, nggak sengaja kesenggol, jatuh sendoknya, eh sendoknya diambil. Awas ya kalau habis khotbah saya ini banyak yang sendok jatuh. Puji Tuhan.
Mari kita akan lihat yang terakhir saudara. Kisah Rasul 17, disana kita akan mengakhiri lebih dulu sesi ini. Ayat 11. Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.
Ada hubungan antara kondisi hati orang Yahudi di Berea dengan penyelidikan kepada Firman. Ternyata orang Yahudi disana hatinya lebih baik karena Firman dianggap permata, dianggap harta yang mahal, harta yang indah. Tiap hari dia selidiki, bukan dikemocengin aja itu alkitab .. ditiupin. Sudah berdebu. Nanti dibukanya paskah sama natal atau tiap minggu dibawa ke gereja. Tetapi diselidiki, dilihat. Satu kali Spurgeon saudaraku, dia masuk di satu losmen. Ditiap losmen saudaraku di Inggris itu selalu ada alkitab. Dia lihat alkitab, dia angkat ini alkitab ke matahari, ini alkitab dimakan kutu, tembus dari depan tembus sampai di kulit belakang alkitab jadi ada lobang, jadi cahaya matahari itu tembus. Langsung dia berlutut : Ya Tuhan, jadikan saya seperti kutu ini yang bisa membaca alkitab dari Kejadian tembus sampai Wahyu. Menyelidiki Firman. Membaca Firman. Habis pak Awondatu, saya nggak ngerti. Kho Ping Hoo juga sebetulnya kita nggak ngerti ngomong dia apa saudara tapi karena kita memang hobi, ya kita baca sampe di wc wc. Udah jam 3 jam 4 masih baca kho ping hoo. Maka dia mengambil langkah seribu dengan mengentengkan gerakan tubuh dengan ginkang dan wekangnya semuanya memakai jalan belakang.
Kenapa kepada hal yang benar kita tidak tergila-gila. Mari kita jadi tergila-gila kepada Firman Allah. No bible no breakfast, jangan makan pagi sebelum baca alkitab. Habis tadi saya lupa oom. Makanya nggak ada air. Jadi saudara-saudara, mari kita baca alkitab karena alkitab memperbaiki hati. Alkitab itu memperbaiki hati. Saya baca alkitab bukan untuk khotbah, saya baca alkitab untuk diri saya Baca.. baca .. baca .. nanti Dia yang frame. Dengan kondisi hati itu ada hubungan.
Nah, sekarang kalau saudara bangun pagi, apa yang saudara cari coba? Koran Kompas, bon-bon, apa terus saudara ambil uang saudara yang dolar-dolar itu dari lemari besi. Saudara lihat-lihat. Ini pengakuan satu orang saudara sama saya. Aduh pak dulu saya tidur pak diatas emas, 200 kg emas itu dibawah tempat tidur saya pak. Karena dia penyelundup emas sebelum bertobat. Jadi tengah malam jam satu jam dua pak, saya nyalain lampu saya keluarin itu dari tempat tidur yang paling bawah dikeluarin saya pegang. 200 kg. Pagi-pagi itu pak dolar 10.000 an segepokan segepokan itu saya hitung padahal saya sudah tahu pak itu ceban .. saya ngitung lagi, untung dia nggak infeksi bibirnya.
Tuhan nomor berapa kita tidak tahu. Tapi mari kita utamakan Tuhan. Dan inilah maksudnya jadikan Dia permata. Jadi kalau praise and worship, banyak orang menyembah praise and worship. Ada orang nyembah nyanyian. Saya musti pakai lagu ini kalau menyembah, kalau bukan lagu ini ... saya nggak bisa. Nah, di Jakarta selalu pemimpin pujian berganti-ganti. Saya mulai jadi perhatikan memang saya yang main gitar terus. Ada pemimpin pujian saban dia dapat tugas .. lagunya itu lagi .. itu lagi. Sampe dia sudah mau kasih kertas, saya bilang nggak usah, saya sudah hafal. Pasti lagunya itu lagi .. itu lagi. Bahkan ada satu gereja saudaraku di Jakarta, di belakang orang pada betaruh 1000an, si bapak ini habis lagu ini dia pasti lagu ini. Jadi berdosa didalam gereja. Saya ingin beritahu kepada saudara, mari kita kembali kepada Firman, mari kita bikin Yesus nomor satu. Kalau praise and worship, praise and worship kepada Dia. Praise and worship tidak tergantung alat musik. Kalau tergantung alat musik kasihan orang Irian. Orang Irian mau bagaimana, nggak ada alat musik.
Aduh saudara, praise and worship yang benar itu kondisinya hati. Hati kita ini sayang Tuhan apa tidak, hati kita ini cinta kepada Dia apa tidak. Kalau kita cinta kepada Tuhan, kita nggak akan berdosa. Bukan karena kita takut dihukum, tidak - karena kita cinta kepada Tuhan. Aku ada sebagaimana aku ada karena Dia. Sekarang aku ingin menyenangkan hati Dia, aku hidup benar aku hidup kudus, aku hidup suci karena aku cinta kepada Dia. Aku menyembah ini bukan karena lagunya enak. Bukan. Karena aku memang mengasihi Dia, mengasihi Tuhan. Haleluyah.
Saya suka pakai ilustrasi itu. Kalau suami-suami bangun lalu istri-istri bangun pagi, dia bangunkan suaminya : Pa! Suaminya bilang : Iya, ada apa? Istri bilang : aku cinta padamu .. aku cinta padamu .. aku cinta padamu. Udah, gua masih mau tidur dah, udah gua tau dah lu cinta gua. Nanti dulu belum 1000 kali. Aku cinta padamu .. aku cinta padamu. Apa itu tandanya cinta? Dengar pah ya, gua pakai organ nih aku cinta padamu .. aku cinta padamu. Ma, aku masih mau tidur. Aku cinta padamu .. aku cinta padamu. Kalau dia cinta suaminya, dia mandiin anak-anak, dia sendiri mandi, jigongnya kan belum dicuci, dia sendiri mandi, dia masak air, dia dandan, dia sediakan makan pagi. Suaminya bangun, udah tahu suaminya, oh istri gua itu cinta sama gua - karena dia sudah mandi bukan nyanyi aku cinta padamu. Mengerti saudara.
Jadi hati ini bagaimana. Nanti ibu-ibu mah khusus. Sekian renungan Firman Allah. Mari kita berdiri bersama-sama.
Minggu, 18 Agustus 2002.
Di Amerika ada seorang hamba Tuhan, dia dikursi roda. Dia sangat dipakai Tuhan pada waktu dia membawa Firman Tuhan, urapan turun dan sebagainya. Lalu ditanyalah oleh satu wartawan majalah rohani, apa rahasia bapa sampai bapa dipakai Tuhan begitu rupa? Nah, pendeta yang dikursi roda ini, dia bilang begini : The most important thing is not the day before the war but the day after the war. Yang paling penting bukanlah satu hari belum perang tetapi satu hari sesudah perang.
Jadi saya mau pinjam kata-kata beliau : Hati -hati
setelah family camp ini jangan sampai saudara dimulai dengan roh lalu diakhiri
dengan daging; dimulai dengan menggebu-gebu dimulai dengan semangat tetapi
diakhiri dengan yang kurang baik. Dan untuk itu saya tidak akan khotbah panjang
hanya akan menekan beberapa poin, masih didalam batas keluarga. Injil Lukas
2:41-52.
2:41. Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
2:42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
2:43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
2:44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
2:45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
2:46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
2:47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
2:48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
2:49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
2:50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
2:52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.
Ayat 41 dimulai dengan kata tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ada satu kebiasaan yang baik dari orang tua ini, mengikuti ibadah dari Paskah setiap tahun. Dalam ayat 42 Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
Jadi ada dua hal yang lazim : lazim yang positif, lazim yang negatif. Lazim yang positif, biasakanlah keluarga saudara-saudara dengan acara-acara yang rohani. Perkenalkanlah Tuhan sedini mungkin. Seperti kita dengar kesaksian kemarin dari Pak Arlens bahwa anaknya Raphael sudah bisa menerima Yesus, anak saya juga Raphael umur 7 tahun sudah dipenuhkan Roh Kudus. Jadi saudara-saudara, mari sejak dini perkenalkan. Satu kali di Hasyim Ashari ada kebakaran besar jam 3 pagi kita bangun, anak sayapun ikut bangun. Waktu dia lihat api itu dia berbahasa Roh, Refi itu. Jadi saudara, sejak kecil orang katolik punya pameo : Beri kepada kami anak sampai umur 12 tahun, maka dia akan mati sebagai orang katolik. Dia bisa mengatasi anak-anak, bisa mempengaruhi sebagai katolik. Saya mau ambil yang positifnya. Coba sekarang bapa ibu seperti Yusuf Maria memakai kelaziman yang baik. Saudara boleh memakai kelaziman yang baik : ah, setiap tahun saya mau bawa anak-anak saya ke family camp, setiap tahun saya mau bawa anak-anak saya untuk hal-hal yang rohani. Setiap hari minggu saya mau bawa dia di kebaktian, setiap ada acara gereja saya ingin anak-anak saya mengenal Tuhan, dan sebagainya.
Lazim yang tidak baik adalah menjadi satu kebiasaan. Jadi kita sudah biasa kegereja, sudah lazim; sembahyang sudah lazim. Waktu saya mendoakan Lius Pongoh, dulu Lius Pongoh waktu keracunan, Tan Yoe Hok sama Retno Pustiah ajak saya tolong doakan Lius Pongoh. Lius Pongoh sudah minum baygon saudara-saudara. Untung baygon nya bukan di gelas diminum begini, tapi disemprot semprot .. telan .. semprot .. telan. Jadi tidak terlalu banyak. Dia tidur, jadi kita tumpang tangan Demi nama Yesus .. waktu dia bangun langsung dia berdoa Bapa Kami .... sudah jadi lazim, bukan lagi menurut kepentingan, sudah jadi lazim. Jadi minggu ke gereja udah lazim, nah ini lazim yang tidak baik.
Ayat 43 : Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Salinan yang tepat : ketinggalanlah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui oleh orang tuanya. Mari kita tanya Yusuf secara bayangan : Pak Yusuf, apa anda cinta Yesus? Saya cinta Yesus, saya mau dengar malaikat Gabriel datang sama saya, bilang Yesus akan dilahirkan melalui kandungan tunangan saya, saya cinta Yesus. Siapa anda, tanya-tanya begitu, saya cinta Yesus? Tapi buktinya Yesus ketinggalan dibelakang. Ibu Maria, apa ibu cinta sama Yesus? Puguh aja saya cinta. Dia darah daging saya, saya yang melahirkan dia, saya yang nyanyikan nina bobo sama dia, saya cinta Yesus. Kenapa bapa ngomong begitu sama saya? Buktinya Yesus ketinggalan dibelakang.
Kalau kita tanya orang kristen apa engkau cinta Yesus? Saya cinta Yesus pak, saya cinta Yesus. Tapi sering dalam hidup kita, Yesus ditaruh dibelakang ketinggalan dibelakang dan kita berjalan dengan rencana kita, kita berjalan dengan kesibukan kita, kita mau lekas pulang kita mau cepat pulang, mau cepat kembali karena 7 hari saudara itu paskah berjalan. Ah, saya mau cepat pulang, ketemu teman-teman ayo kita cepat pulang, kita kembali ke Nazaret, cepat pulang mungkin cucian sudah menumpuk, toko kayu di Nazaret sudah menunggu. Cepat pulang .. cepat pulang.
Tadi waktu bedstone pagi, saya umumkan bahwa kita minta bantu doa, satu orang diculik. Saya dapat sms subuh jam setengah lima, dari sdr Ester dari Jakarta. Dia bilang keponakan saya kemarin diculik. Nah, saya nggak tahu yang diculik ini nenek-nenek, kakek-kakek tapi kalau dia bilang keponakan berarti masih muda anak kecil apa remaja, saya tidak tahu, apa sebabnya diculik kita tidak tahu. Pokoknya dia hilang. Waktu saya cerita saja habis bedstone, nggak biasanya orang jabat tangan saya habis bedstone, tapi habis jabat tangan, siapa yang diculik? Memang ingin tahu siapa yang diculik ini, apa pak Awondatu ini benar atau bohong? Memang diculik, hilang. Apalagi anak sendiri hilang. Kalau saudara perhatikan ayat 44 : Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
Sudah jalan satu hari, baru tahu Yesus nggak ada? Ini orang tua macam apa? Sudah jalan satu hari, nggak tahu Yesus tidak ada. Jangan sampai saudara sibuk-sibuk, repot repot, kerja kerja sampai Yesus sudah tidak ada dihati kita. Baru nengok lihat, ih Yesus tidak ada. Tanyalah kepada kaum keluarga, tidak ada. Kalau Yesus dipersonifikasi damai, didalam kaum keluarga tidak ada damai, mau cari Yesus. Cari diantara kenalan mereka hopeng siang ho. Nih, kalau tanya harga berlian wo tahu, harga cuan se wo tahu tapi ni tanya Yesus nggak ada, tanya sama kenalan tidak ada, family tidak ada. Jadi ayat 45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah.
Tadi bapak Arifin Sihombing menyanyi nyanyian yang tepat. Saya nggak suruh dia nyanyi lagu ini loh. Saya tanya mau nyanyi nggak, ya. Pak Arifin Sihombing datang dari hidup yang banyak menderita tapi saya dengar kesaksiannya sekarang dia kerja di Suara Pembaruan apa di Sinar Harapan saya lupa lagi. Dia tinggal di republik Karawang. Saudara tahu republic Karawang itu dekat republic banana, ya. Saya senang dia ada ditengah-tengah kita. Dia nyanyi berkali-kali tadi Kembalilah pada Allah. Sudah ada yang pengen pulang tadi pagi .. ini dengar dulu ini khotbah, dengar dulu ini perjamuan kudus. Aduh, saya sudah mau pulang pak, takut macet. Kembalilah pada Allah. Apa katanya, saudara-saudara? Kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Saudara, kembali .. saya ingat didalam kitab Wahyu, Yohanes mendengar suara dari belakang dia. Maka terdengarlah suara dari belakangku, katanya. Jadi kalau dia berjalan terdengarlah suara dibelakangku berarti Yohanes berjalan terlalu cepat dari Yesus. Dia berbalik, dia nampak Yesus. Kadang-kadang Yesus ada didepan kita. Marilah datang kepadaKu, hai kamu yang bertanggungan berat, kita datang kepada Yesus, kita terlalu lambat jalan. Tapi kadang-kadang kita seperti Yusuf dan Maria, kita terlalu cepat mau-maunya semuanya serba instant : instant coffee, instant noodle. Sekarang sudah ada instant mati. Istrinya Paul McCartney itu saudaraku bukan mati normal, dia mati memang dia pilih mati diinjeksi dia mati karena kanker. Dia tidak mau rasa sakit ya mati. Sekarang maunya hurry .. hurry .. hurry .. cepat ..cepat .., worry .. worry .. worry .. khawatir .. khawatir, akhirnya bury .. bury .. bury .. dikubur. Jadi kalau orang banyak hurry banyak worry akhirnya dibury dikubur. Kembali. Kalau ilmu baris berbaris balik kanan grak. Kita di Cianjur itu banyak hansip hansip orang Sunda, saudara-saudara. Nggak bisa bilang kanan itu nggak bisa kanan grak. Ada satu tempat namanya Nagrak. Balik kanan grak, memang ada orang Nagrak dia balik ke Nagrak saudara. Tapi maksud saya ini balik kanan grak, berbalik sama Tuhan.
Dulu di Jakarta ada satu pemuda ikut di Tanah Abang. Waduh luar biasa dia bersaksi : my mother majelis, my father majelis, myself iblis. Dia bilang : saya ini bapak majelis, ibu majelis. Puji Tuhan setelah dengar khotbah pak Awondatu, Tuhan rubah saya saudara-saudara 360 derajat. Kelewatan, kebablasan. Akhirnya, asalnya dia didalam gelap dengar suara Yesus dia berubah 180 derajat mustinya. Tapi remnya blong tidak ada ABS jadi berputar lagi 360 derajat. Menurut alkitab II Petrus 2:22, dia lebih jahat dari mula-mulanya. Berbalik itu 180 derajat. Ada haleluyah saudara. Dari gelap kepada terang!
Bertobat artinya berbalik. Metanoia berbalik dari gelap kepada terang; dari jahat kepada yang baik; dari pemarah menjadi peramah; dari penjahat menjadi penjahit; berubah dari rohana menjadi rohani. Berubah berbalik. Ketika mereka berbalik terus mencari Dia, saudara bayangkan ayat 46 : 3 hari mereka mencari. Harga yang dibayar karena meninggalkan Yesus, itu lebih mahal dari harga perjalanan. Pikniknya satu hari, ninggalin Yesus, ternyata piknik minus Yesus itu berharga 3 hari pusing, 3 hari stress, tidak ada damai - karena bikin piknik, bikin acara minus Yesus. Apa yang terjadi? Mereka kembali. Ayat 46 tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah. Saya kurang setuju dengan menemukan tetapi sudahlah adanya di Alkitab menemukan Dia didalam Bait Allah. Saudara mau cari Yesus nggak jauh-jauh, Dia ada didalam rumah ibadah. Nggak ada yang bilang haleluyah? Dia ada di gereja, cari disana berbakti kembali kepada Tuhan. Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. 2:47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Saya tidak percaya ada anak ajaib selain dari Yesus. Dulu ada pengkhotbah umur 8 tahun katanya tapi kita lihat begitu anak itu mau khotbah, bapanya buka cincin suruh pake; anak itu pake cincin bapanya baru dia khotbah. Kok aneh. Anak ajaib adalah Yesus Kristus. 12 tahun sudah ngobrol dengan alim ulama. Bahkan berani mengajukan pertanyaan. Ini anak ditanya apa saja dia ada jawabannya. Sayang Ebiet G Ade, dia tanya kepada rumput yang bergoyang. Coba dia tanya sama Yesus pasti ada jawabnya. Ditanya apa saja jenggot panjang itu profesor doktor karburator kotor bocor yang bertanya sama mereka ini. STh sarjana tinggi hati, STh sarjana tanpa hasil, ini saudaraku bertanya kepada anak 12 tahun. Banyak sekarang pendeta-pendeta protestan meningalkan STh nya mau jadi seperti pendeta pantekosta tanpa gelar kok wah hebat dipake Tuhan. Eh, pendeta pantekosta cari-cari gelar sekarang. STh, es teler, stmj - susu telor madu jahe. Sekarang cari-cari gelar. Tapi tidak ada yang bisa melawan Yesus 12 tahun bisa jawab. Ditanya akar 9 berapa, Yesus jawab 3. Siapa nama gubernur DKI Jakarta yang istrinyapun mirip namanya? Suprapto dan Suprapti. Tahu dia. 5x5, 25 - dia tahu. Apa kesukaan ..?
Tadi malam suami istri ditanya suami tanggal berapa kawin tanggal 16 istri bisa tulis tanggal 23 saudara. Belum ditanya sama Yesus saudaraku. Ditanya sama pembawa acara suami tanggal berapa anda kawin? Tanggal 16; istri tanggal 23, udah bingung ini. Ada lagi istri ditanya, suami sarapan apa, tadi malam ini. Suami sarapan roti, kopi, susu. Ditanya suami, sarapan apa? Tidak pernah sarapan. Nah, bingung. Ini istri kasih sarapan untuk siapa, katanya. Wah, asyik tadi malam saudaraku itu tanya jawab, saya ikut juga sampai malam. Ada yang kawin saudaraku nanya sama istri saya, gua kawin kapan? Lho, dia yang kawin nanya sama istri saya. Wo tanggal berapa kawin? Aneh saudara. Jauh sama Yesus. Yesus ditanya apa saja Dia bisa jawab. Saya bingung saudara ada suami bisa tanggal 16 kawin, istri tanggal 23. Lalu suami bilang itu yang ke dua kali katanya. Haleluyah.
Saudara-saudara, tanyalah kepada Yesus pertanyaan apa saja, Dia punya jawabannya untuk anda. Dia punya jawaban untuk saudara dan saya. Tanya soal jasmani, rohani sampai soal akherat, ada jawaban pada Yesus. Berani bertanya supaya kita tidak sesat dijalan. Tanya kepada Yesus. Aku bertanya kepadaMu. Bukan untuk cari masalah, bukan. Tanya sesuatu, tanya sama Tuhan, Dia ada jawaban. Tanya sama Yesus. Berbalik saudaraku kesana. Dan nampak orang-orang cerdik cendikia alim ulama bertanya mereka bingung dengan kecerdasan jawaban dari Anak ini.
Dulu di Bali ada satu anak namanya Grace. Mungkin dilatih sama orang tuanya luar biasa. Pak Awondatu, coba lihat anak saya ini umur 4-5 tahun, belum sekolah kok. Grace, Mazmur 23. Bahwa Tuhan itulah gembalaku, tiada aku akan kekurangan ... Dibaringkannya aku ... sampai saya lihat di Alkitab tidak ada salah sedikitpun. Doa Bapa Kami. Bapa kami didalam Surga .. hafal. Mazmur ini .. dia hafal.
Kita ini sering saudaraku menghafal kesalahan orang, melupakan hutang. Kalau hutang kita lupa tapi kalau kesalahan orang kita tidak bisa lupa. Heran kalau Yesus, Dia melupakan kesalahan kita kalau Dia ampuni. Dia tidak bisa mengampuni dosa yang kita tidak akui. Tapi Dia tidak bisa mengingat dosa yang Dia sendiri sudah ampuni. Ini Tuhan kita Yesus dan Dia cerdas pada usia 12 tahun. Ayat 48 : Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
Memang kalau Yesus ditinggalkan, hanya cemas yang
kita akan hadapi. Cemas. Cemas itu sesuatu yang kita grogi, takut, kuatir.
Memang
kalau Yesus ditaruh dibelakang, grogi kita, takut, cemas. Nah, banyak kali dalam
keluarga, maaf saudara, suami mendahulukan istri itu baik tapi jangan
mendahulukan
istri lebih dari Tuhan. Jadi harus .. istri mencintai suami bagus, tapi jangan
mencintai suami lebih dari Yesus, lebih dari Tuhan. Dan ini cemas. Memang kalau
ninggalin Tuhan cemas. Dengan cemas mencari Engkau."
2:49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
Ini pelajaran bagi kita pagi hari ini. Aku harus ada didalam rumah Bapa-Ku. Dalam bahasa Inggris, dalam bisnis Bapa-Ku. Kalau Yesus Anak Allah sendiri bahkan Dia adalah Dia sendiri, sang Elohim itu, berkata Aku harus ada dalam rumah Bapa-Ku, tiga hari Dia tidak cemas Dia ada didalam rumah Bapa. Siapa kita kalau kita mau meninggalkan kebaktian? Kita seringkali taruh bisnis jauh lebih hebat dari gereja. Kalau bisa minggu itu jangan bisnis saudara. Minggu itu harinya Tuhan. Dominggos, harinya Tuhan. Karena Yesus bangkit pada hari minggu. Orang Yahudi menikahkan anak pada hari selasa karena ditulis dalam kitab Kejadian hari ketiga itu ada dua kali Firman Allah 'baiklah adanya'. Ibrani Ehad nain selos arba .. ahad senin selasa rabu .. Ehad, yang pertama, itu dominggos, harinya Tuhan, itu yang pertama ehad. Nomor satu harinya Tuhan. Sekarang hari minggu ini, harinya Tuhan. Kita berbakti dulu. Coba kalau tadi saudara langsung pulang, salah; dia sudah dibikin nomor satu setengah. Aku harus ada didalam rumah BapaKu. Kalau Yesus saja harus ada, siapa kita? Kita ada rekanan bisnis nih. Saya minggu musti kesana. Jangan. Satu pelari dari Inggris saya lupa namanya, diundang oleh Ratu Elisabet untuk berlari didepan Ratu, bertanding didepan Ratu. Dia balas suratnya : sorry, i am not running on sunday, aku tidak lari hari minggu, aku ke gereja.
Harus ada didalam rumah BapaKu. Kalau kita waduh disuruh lari hari minggu mungkin dari hari rabu kita sudah lari, Ratu yang ngundang. Tapi ini orang tidak. Aku tidak lari hari mingu. Hari minggu harinya Tuhan. Satu pendeta dari Kanada berkata : Jangan bikin trip pada hari minggu, katanya, kecuali kalau sudah kebaktian. Jangan trip, aduh jangan. Hari ini Aku harus ada didalam rumah BapaKu. Kenapa Kamu pergi? Aku harus ada didalam rumah Bapa, padahal ini saudaraku sudah lewat paskah, Aku harus ada dirumah Bapa.
2:50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
Saya tidak mengharapkan semua jemaat mengerti apa khotbah yang dipelajari selama family camp. Tapi terus terang saya dapat berkat di family camp ini. Dari dengar khotbah, dari mendengar pelajaran, dari lihat saudara makan saja saya sudah senang saudara. Saudara antri dengan tertib ya. Ada makanan yang tidak hilang selama tiga hari, apa coba? Kerupuk sama nasi. Ada terus kan. Jadi saudaraku, kita tidak lihat hal-hal yang lain. Tetapi saya tahu saudara ada yang tidak bisa terima, ada yang belum bisa terima, ada yang tidak mengerti. Sama.
Yusuf Maria belum bisa ngerti apa yang dibilang Yesus, Aku harus ada didalam rumah Bapa. Dia tidak mengerti. Tapi bagusnya ini Maria itu menyimpan didalam hati. Maria itu menyimpan yang dia belum bisa terima, yang dia belum mengerti itu, dia simpan didalam hatinya. Yang cinta Tuhan Yesus ... Simpan SabdaNya. Saya belum bisa terima, belum ngerti itu yang bapak khotbah. Simpan. Jangan dibuang. Simpan. Ingat rasul Paulus, 14 tahun menyimpan kesaksian. Dia udah lihat Surga, dia bisa cerita tapi dia simpan dulu. 14 tahun baru dia ngomong. Entah didalam tubuh entah diluar tubuh. Paulus apa aku bersaksi tentang Surga. Dia tidak bilang aku, matang betul dia. Simpan didalam hati.
Hati kita ini kaya bank. Masuk Firman, masuk Firman, baca Firman, masuk - nanti pada waktu kesukaran, saudaraku sudah dengar itu khotbah, kekudusan pada masa kesukaran, itu Firman hidup, Dia bangkit; itu firman hidup, dia bangkit, dia mulai keluar. Simpan segala sesuatu dalam hati. Simpan. Kalau orang jualan batu, jualan emas, jualan barang-barang kuno barangkali ... ini simpanan saya pak. Wah, kalau bukan bapa, ini saya nggak jual pak. Tapi karena bapak yang datang, kita jual pak, jual murah pak, diskon 65 persen - padahal dia sudah naikkin 200 persen. Diskon 65%, ini barang simpanan. Selalu dipakai itu kata simpanan. Hal semua yang disimpan itu baik kecuali istri muda, istri simpanan, sama saudaraku, yang tidak baik itu, menyimpan salah orang - itu tidak baik. Langit dan bumi akan lenyap tapi jengkelku tinggal tetap. Nah, itu menyimpan salah orang, tidak bisa mengampuni.
Nah, pada family camp ini, kita akan menghadapi permajuan kudus. Saudara mungkin sudah gondok. Tadi saya juga kehabisan air saudara. Begitu saya mau mandi, eh air habis. Tapi Roh Kudus kasih hikmat buka wastafel, brrr ada air. Sudah wastafel ditutup air itu. Pake gayung, kedinginan sampai aku merah jarinya kedinginan, ini kita pake akal. Saudara kalau air habis, wastafel kita buka, mandi dari situ pake gayung. Kalau nggak begitu ya sudah superman saja sudahh. Haleluyah. Tapi saya mandi loh saya mandi tadi. Puji Tuhan.
Pada pagi hari ini, kalau ada jarum yang patah jangan simpan didalam laci, buang aja tinggalin itu jarum; kalau ada perkara-perkara yang salah didalam family camp ini, jangan simpan didalam hati, angguran kita simpan Firman Allah. Amin saudara? Kalau ada sumur diladang, bolehlah beta menumpang mandi; kalau ada umur kita panjang, bisalah kita berjumla lagi. Apa disini apa ditempat lain. Ya kalau disini kasih diskon besar, disini lagi saudara. Tapi kita belum tahu. Puji Tuhan. Baru tahu pemilik ini orang Cibadak, sama mama saya orang Cibadak juga, siapa tahu antara orang Cibadak dengan orang Cibadak, ada badak yang kita bisa atur. Puji Tuhan. Kembali lagi saudaraku dari Sabang sampe Merauke, dari Sanger sampai di Talaud; Indonesia tanah airku, Family Camp favoritku.
Ada haleluyah saudara? Mari kita siapkan hati kita. Yesus makin bertambah besar, bertambah hikmat dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Saya yakin semua hamba Tuhan yang melayani saudara berharap kita menjadi lebih berkenan dihadapan Tuhan, lebih baik dihadapan Tuhan.
-- <>< --
______________________________________________________________________
Situs ini bersifat informasi umum, khususnya bagi saudara-saudara seiman,
berisi tentang sejarah singkat Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur,
Yayasan Kabar Baik, Sekolah Umum, Jadwal Ibadah serta Berita Aktual.
Perubahan terakhir situs ini tanggal : 18 September 2002