| Pengantar Redaksi | ||||||
| Suatu kali dalam salah satu karyanya, Eugene Ionesco (1909-1994) menulis: �Ideologi memisahkan kita. Mimpi dan kesedihan yang dalam menyatukan kita�.� Kiranya tepat kata-kata yang ditulis dramawan Prancis kelahiran Rumania tersebut, bahwa ideologi telah memisahkan manusia satu dengan yang lain. Ideologi pada tingkat tertentu betapapun tetap dirasa tak terelakan kita menganutnya, selalu menyeru untuk mengekslusi mereka yang bukan sepaham. Cara kerja ideologi memang demikian: menunjuk yang menurutnya benar dan serentak mengolok-olok yang menurutnya salah! Dari sikap inilah dimulai politik klasifikasi, yaitu pembagian kami dan mereka berikut setumpuk klaim-klaim kebenaran. Tetapi betulkan mimpi dan kesedihan yang dalam yang akan menyatukan kita? Lagu Imagine karya John Lenon setidaknya dapat menjawab pertanyaan di atas. Dengarkanlah sebait liriknya: �Imagine all the people. Living life in peace...� Kita tentu bersedih dengan fenomena kekerasan yang didorong oleh klaim-klaim kebenaran suatu agama. Karenanya jurnal ini lahir dengan secercah harapan: membangun hidup bersama yang lebih baik. Jurnal Pemikiran Islam IIIT Indonesia bertolak dari mimpi, bahwa kita seharusnya hidup damai, tanpa kekerasan dan penindasan. Jurnal ini hadir di hadapan pembaca budiman dalam rangka menyatukan kita semua. Melalui jurnal ini, eksplorasi diskursus pemikiran Islam yang segar�yang menyeru pada humanisme�diharapkan terwadahi. Dengan jurnal ini pun diharapkan terciptanya budaya berpikir sehat, kritis dan, sekali lagi, dalam rangka membangun hidup bersama yang lebih baik. Akhirnya, kami mengharap kontribusi para pembaca budiman: kritik, saran, usul, pemikiran... Tanpa dukungan Anda sekalian, upaya yang tengah kami bangun akan tak berarti. Selamat Membaca! |
||||||
| DAFTAR ISI | ||||||