| |
Internet Casinos Inc. (ICI), Judi Online kesatu di dunia, mulai beroperasi mulai 18 Agustus 1995, dengan 18 permainan berbeda. Sejak tersebut lebih dari 1.400 website web, mayoritas berdomisili di pulau-pulau kecil Karibia, telah menimbulkan industri yang meraup lebih dari $ 3 miliar setahun. Sebenarnya tidak terdapat bisnis di Internet yang menghasilkan lebih tidak sedikit pendapatan daripada perjudian online. Dari estimasi 14,5 juta penjudi online, nyaris 30 persen berasal dari Asia.
Taruhan dapat dilaksanakan dalam hitungan menit. Siapa juga yang mempunyai kartu kredit dapat menciptakan akun mata duit asing dengan website judi, membiarkannya bebas guna bertaruh pada acara olahraga laksana Wimbledon, kriket, pacu kuda, dan Formula Satu, atau bergabung dengan kasino virtual guna bermain mesin slot, roulette, blackjack , poker, dll. Perusahaan laksana Flutter dan Betmart menerima taruhan pada siapa saja dari siapa yang bakal memenangkan Hadiah Nobel, apakah Madonna bakal bercerai atau tidak. Taruhan bisa berkisar dari nikel sampai ribuan dolar dan cocok dengan apakah kita menang atau kalah jumlahnya secara otomatis dicocokkan dengan akun Anda. Saldo akhir lantas dapat diantarkan kepada kita atau ditinggalkan guna taruhan berikutnya.
Hukum yang sehubungan dengan perjudian online di India perlu dicerna dalam konteks sosial-budaya negara tersebut. Pada awalnya, perjudian, meskipun tidak sepenuhnya dilarang di India, tidak menerima desakan tegas dari pembuat kebijakan. Industri perjudian terorganisir India diduga bernilai selama US $ 8 miliar. Sementara hukum yang ketat telah mengecek proliferasi kasino dan pusat permainan jalanan laksana di tidak sedikit negara lain, kecuali di negara unsur Goa, bisnis lotre tetap menjadi format perjudian yang sangat populer.
Meskipun judi bukanlah ilegal, itu ialah kegiatan yang paling terkontrol dan diatur. India modern ialah demokrasi konstitusional semu-federal dan dominasi untuk menciptakan undang-undang didistribusikan di tingkat federal maupun negara bagian. Fitur perjudian dalam Kumpulan II Konstitusi India, ini menyiratkan bahwa pemerintah negara unsur mempunyai wewenang guna memberlakukan undang-undang untuk menata perjudian di setiap negara. Dengan demikian, tidak terdapat hukum tunggal yang menata perjudian di semua negara. Negara unsur yang bertolak belakang mempunyai undang-undang yang bertolak belakang yang menata perjudian di samping undang-undang yang memiliki software di semua negara. Sementara sejumlah negara unsur telah tidak mengizinkan lotere, negara unsur lain memperbolehkan lotere pemerintah negara bagian dijual dan didistribusikan dalam permainan lotere beda dan mempromosikan negara melewati entitas swasta.
Peraturan perjudian Pengadilan sudah mendefinisikan perjudian sebagai 'pembayaran harga untuk peluang memenangkan hadiah'. Unsur kemampuan atau kesempatan yang berpengaruh akan menilai sifat permainan. Sebuah game dapat dirasakan berjudi andai elemen kesempatan atau tuah mendominasi dalam menilai hasilnya. Akibatnya, pengadilan India mengaku bahwa bertaruh pada balapan kuda dan sejumlah permainan kartu tidak berjudi. Hak guna menjalankan bisnis perjudian dan lotere tidak dirasakan sebagai hak mendasar yang dibentengi oleh Konstitusi India. Namun demikian dapat diperlihatkan bahwa lotere yang dikelola pemerintah negara bagian menyerahkan kontribusi yang signifikan terhadap perbendaharaan negara dari sejumlah pemerintah negara unsur dan pemerintah Uni, dan karenanya terdapat perlawanan untuk menuntaskan larangan. Undang-undang sebagai berikut berkaitan dengan perjudian:
The Public Gaming Act, 1867 Undang-undang ini menyerahkan hukuman guna perjudian publik dan untuk mengawal 'rumah judi umum'. Undang-undang ini pun memberi wewenang untuk pemerintah negara bagian guna memberlakukan undang-undang untuk menata perjudian publik di yurisdiksi masing-masing. Legislasi pidana di setiap negara telah diolah sesuai dengan kepandaian mereka mengenai perjudian. Namun, undang-undang ini tidak memiliki akibat langsung pada perjudian online kecuali andai interpretasi luas diserahkan pada pengertian rumah permainan umum sehingga merangkum forum virtual juga.
The Indian Contract Act, 1872 (ICA) ICA ialah undang-undang payung terkodifikasi yang menata semua kontrak komersial di India. Di bawah ICA, kontrak taruhan ialah kontrak yang tidak bisa ditegakkan. Undang-undang menetapkan; 'Perjanjian dengan teknik taruhan tidak berlaku, dan tidak terdapat tuntutan yang akan dikemukakan untuk mencairkan apa juga yang diperkirakan dimenangkan pada taruhan apa juga atau diamanatkan kepada siapa pun guna mematuhi hasil dari permainan apa juga atau peristiwa tidak tentu lainnya di mana taruhan dilakukan'. Permainan judi, lotere, dan hadiah dirasakan sebagai kontrak taruhan dan dengan begitu batal dan tidak bisa diterapkan. Walaupun kontrak taruhan bukan ilegal, tetapi kontrak tersebut tidak bisa ditegakkan di pengadilan. Dengan demikian, pengadilan tidak bakal menerima penyebab perbuatan apa juga yang hadir dari kontrak taruhan.
Lotere (Peraturan) Act, 1998 Undang-undang ini meluangkan kerangka kerja untuk menata lotere di negara ini. Di bawah Undang-Undang ini, pemerintah negara bagian sudah diberi wewenang guna mempromosikan serta tidak mengizinkan lotere dalam distrik hukum mereka. Undang-undang ini pun mengatur teknik lotere dilakukan dan memutuskan hukuman andai terjadi pelanggaran ketentuannya. Lotre yang tidak diotorisasi oleh negara unsur telah dilaksanakan pelanggaran menurut KUHP India. Beberapa negara unsur yang tidak bermain lotere, laksana Gujarat dan Uttar Pradesh, telah tidak mengizinkan penjualan lotere negara-pemerintah lainnya menurut Undang-Undang ini.
KUHP India, 1860 Bagian 294A membicarakan tentang mengawal kantor lotere. Dikatakan bahwa siapa juga yang memegang kantor atau lokasi apa juga dengan destinasi menggambar lotere yang bukan lotere Negara atau lotre yang diabsahkan oleh Pemerintah Negara Bagian, bakal dihukum dengan hukuman penjara baik pemaparan untuk jangka masa-masa yang bisa diperpanjang sampai enam bulan, atau dengan baik, atau dengan keduanya.
Dan siapa juga yang mengeluarkan proposal apa juga untuk menunaikan jumlah apa pun, atau untuk mengantarkan barang apa pun, atau untuk mengerjakan atau menyangga diri mengerjakan apa juga demi kepentingan siapa pun, pada peristiwa atau kerabat kontinjensi apa juga atau berlaku guna menggambar tiket, lot, nomor atau angka dalam lotere semacam itu, bakal dihukum dengan denda yang dapat menjangkau seribu rupee.
Perjudian internet Hukum yang berhubungan dengan perjudian pun berlaku guna perjudian online. Semua kontrak perjudian dirasakan sebagai kontrak taruhan dan tidak barangkali untuk mendirikan kontrak itu di bawah ICA, dirinci di atas. Seperti yang diperlihatkan sebelumnya, lotere online ialah bentuk perjudian internet sangat populer di India. Sebagian besar perusahaan yang menjual dan menyalurkan atau mengerjakan lotere yang disponsori pemerintah negara bagian melewati internet tidak diperbolehkan untuk memasarkan layanan mereka di negara-negara yang tidak mengizinkan lotere. Dalam banyak sekali kasus, pemasar dan penyalur ini memberi batas layanan online mereka guna konsumen yang adalahpenduduk negara unsur di mana lotre diizinkan. Terlepas dari fakta bahwa tidak ada permasalahan pelanggaran yang diadukan oleh perusahaan mana juga yang mempromosikan lotere online, mayoritas dari perusahaan ini (sebagai perlindungan) menggali upaya dari konsumen mereka yang sehubungan dengan lokasi tinggal mereka.
Ada sejumlah contoh di mana satu negara telah tidak mengizinkan lotre negara unsur lain, tergolong lotere online. Dalam permasalahan baru-baru ini, Pengadilan Tinggi Karnatka menguatkan keputusan pemerintah Karnataka guna menjadikan dirinya 'zona bebas lotere' dengan menerapkan larangan lotere dari seluruh negara unsur lainnya, tergolong lotere online di bawah Lottery (Peraturan) Act 1998. Negara unsur Pemerintah, dalam urusan ini, menunjukkan penutupan terminal dan kios yang memasarkan lotere online.
Penegakan atas yurisdiksi asing Jika website web di-host dan dioperasikan dari luar India, barangkali sulit untuk otoritas India untuk menerbitkan arahan guna menutupnya atau tidak mengizinkan akses mereka tanpa memakai kekuatan pemblokirannya menurut ITA. Pihak berwenang tidak butuh khawatir, sebab undang-undang valuta asing India tidak memperbolehkan pengiriman duit ke luar India untuk pekerjaan bersangkutan perjudian, laksana pembelian tiket lotre, empang sepakbola, dan undian. Akibatnya, website web perjudian yang diadakan di luar India yang bertujuan menerima duit dari dalam India tidak bisa melakukannya melewati saluran hukum.
Kesimpulan Judi online tetap menjadi sektor yang paling teratur dengan cakrawala yang tampaknya terbatas guna tumbuh. Sementara kerangka kerja ketentuan saat ini mempersulit website perjudian lepas pantai guna menargetkan pelanggan di India, perusahaan yang berbasis di India melulu dapat menyalurkan dan menjual lotere pemerintah negara unsur secara online di distrik yang diizinkan. Wewenang luas dengan pemerintah untuk menutup situs-situs berhubungan perjudian dan ketidakmungkinan mendirikan kontrak berhubungan perjudian semakin menghambat prospek industri.
|
|