Cerita seks erotis
seru dan saru berisi koleksi cerita seks, kisah erotis, kencan, pengalaman
seks, keperawanan, keperjakaan, cerita anak smu, cerita saru, asmaragama,
kamasutra, tips seks, seni bercinta, kisah tante, tante girang, kisah
gigolo, telanjang, bugil, foto seksi, gadis, gadis seksi, cewek bugil,
artis bugil, abg telanjang, abg bispak, ciblek, anak smu, model foto,
artis erotis, wanita cantik, ayam kampus, wts, cewek panggilan, gigolo,
pesta seks, maniak seks, vcd bf, film biru, blue film, model telanjang,
playboy indonesia, brondong, cerita waria, senggama, 17 tahun, pembantu
genit seksi, perkosaan, perawan, virgin, toket, memek, paha, buah
dada, payudara, puting susu, cerita panas, blogkep, vagina, penis,
klitoris, bugil, ML, cantik, orgasme, kencan pertama, pembantu genit,
konsultasi seks, artikel seks, seksologi dll. Ini
Web Khusus Dewasa !!! alias 18 tahun keatas..!!. Jika anda belum 18 tahun
segera tinggalkan web ini Klik di
Sini!!
8 Alasan Tersering Orang Berselingkuh
Perselingkuhan adalah hubungan seksual di luar perkawinan. Dapat
terjadi singkat atau lama, dengan tingkat keterlibatan emosional
yang rendah atau tinggi.
Pada sebagian besar kasus, istri/suami pelaku tidak mengetahui
tentang perselingkuhan tersebut dan tidak memberikan persetujuan.
Berikut ini 8 alasan tersering orang berselingkuh
1. Pelarian emosional dari pasangannya.
2. Rasa ingin tahu tentang seperti apa sih seks dengan orang lain
yang bukan pasangannya.
3. Kemarahan atau permusuhan yang terpendam terhadap pasangannya.
4. Keinginan untuk melakukan lebih banyak hubungan seks - atau
melakukan jenis seks yang berbeda-- ketimbang yang didapat dari pasangannya.
5. Dorongan ego
6. Ketidakmampuan membentuk komitmen yang dalam.
7. Menghindar dari masalah perkawinan atau pribadi.
8. Untuk menghilangkan rasa sakit akibat kehilangan, sebagai
contohnya kematian orang yang dicintai atau anak yang pergi
sekolah di tempat lain.
Jenis Perselingkuhan
Berapa seringnya perselingkuhan? Survei di Amerika menemukan bahwa
sekitar 25 sampai 50 persen lebih dari semua pasangan yang menikah
memiliki hubungan gelap di luar pernikahan.
Perselingkuhan lebih sering terjadi di jaman sekarang dibandingkan
generasi masa lalu. Jelas, karena konsekuensi yang lebih kecil bagi
pelakunya. Ketidaksetiaan dalam perkawinan, terjadi mulai dari
"pertemuan satu malam" sampai percintaan seumur hidup.
Terdapat perbedaan besar antara kedua ekstrim tersebut, tetapi pada
umumnya perselingkuhan dapat dibagi menjadi dua kategori luas:
perselingkuhan dengan keterlibatan emosional rendah dan
perselingkuhan dengan keterlibatan emostonal tinggi.
Jenis perselingkuhan yang dipilih pria dan wanita berbeda dalam hal
implikasi dan konsekuensinya bagi orang tersebut dan bagi
perkawinan.
Perselingkuhan dengan Keterlibatan Emosional Rendah
Perselingkuhan dengan keterlibatan emosional rendah adalah bentuk
ketidaksetiaan yang paling sering. Pertemuan mungkin mengambil
bentuk la mattine, yaitu perselingkuhan di antara pria/wanita
bekerja yang menggunakan jam makan siang untuk berkencan. Tetapi
hubungan seperti itu tidak mendalam dan bermakna, entah berapa kali
pun mereka bertemu.
Pertukaran perasaan -bukan waktu yang dihabiskan bersama- menentukan
sifat sesungguhnya suatu perselingkuhan.
Pertemuan satu malam (one-night stand) adalah bentuk khusus
perselingkuhan dengan keterlibatan rendah. Salah seorang atau kedua
pelakunya menganggap seks sebagai permainan energetik. Mereka
mungkin sering melakukan one-night stand, dengan menggunakan
kesempatan, misalnya, dalam perjalanan bisnis. Atau mungkin menuruti
kata hatinya kadang-kadang saja, dengan menganggap seks di luar
pernikahan tidak memiliki perbedaan moral seperti minum anggur atau
makan terlalu banyak. One-night stand biasanya memiliki sedikit
pengaruh emosional, kecuali mungkin rasa bersalah.
Yang terjadi pada perselingkuhan dengan keterlibatan rendah adalah:
Tidak menjadi “serius.”
Risiko yang mungkin terjadi adalah: Tertangkap oleh pasangan
resminya, terlibat dengan seseorang yang ternyata terlalu obsesif,
dan menderita penyakit menular seksual —yang juga merupakan bahaya
dan perselingkuhan dengan keterlibatan yang tinggi.
Risiko lain adalah pelaku mungkin saling jatuh cinta dan ingin
meningkatkan hubungan mereka ke tingkat yang lebih serius, apalagi
jika pelaku memiliki perkawinan yang tidak bahagia dan mungkin
mencari jalan keluar dari perkawinannya.
Perselingkuhan dengan keterlibatan emosional tinggi
Kedua pelaku perselingkuhan cocok secara seksual, emosional, dan
intelektual. Mereka berada dalam perselingkuhan dengan keterlibatan
emosional tinggi.
Dugaan konvensional untuk perselingkuhan dengan keterlibatan
emosional tinggi adalah hubungan tersebut mengikuti siklus: sangat
tergila-gila kepada orang baru, penurunan nafsu yang relatif cepat,
kekecewaan, dan akhirnya bubar. Sebagian perselingkuhan cocok dengan
model tersebut, terutama karena beban emosional yang sangat besar
untuk menjalani dua kehidupan.
Mereka mungkin memulainya sebagai perselingkuhan dengan keterlibatan
kecil dan meningkat saat mengembangkan perasaan kuat satu sama lain.
Beberapa perselingkuhan terkadang bisa berjalan bersama perkawinan
yang baik. Mereka merasakan perlekatan erotik yang kuat dan
keakraban yang lebih menyenangkan dan lama.
Perselingkuhan dengan keterlibatan tinggi lebih jarang terjadi
dibandingkan perselingkuhan dengan keterlibatan rendah karena alasan
yang jelas, yakni: Sulit bagi sebagian besar orang yang telah
menikah untuk mencuri waktu lebih dari beberapa jam dalam seminggu.
Walaupun banyak orang mungkin memimpikan grand amour, mereka
terkadang tidak dapat menemukan waktu untuk melakukannya.
sumber : Kompas