URAIAN SINGKAT TENTANG MANHAJ HADDADIYAH
Oleh : Al 'Allamah Syaikh Rabi' Bin Hadi Al Madkhali

1. Mereka (Haddadiyah) membenci ulama'-ulama' masa ini, meremeh para ulama' dan menyatakan para ulama' itu sebagai orang-orang sesat, bodoh dan pembohong. Dan mereka pun juga melakukan hal tersebut pada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim dan Ibnu Abil 'Izz (pensyarh Aiqdah Thahawiyah).


2. Mereka mengatakan bahwa siapa saja yang terjatuh dalam bid'ah (walaupun karena ijtihad) maka dia adalah mubtadi'. Bahkan bagi mereka Ibnu Hajar lebih berbahaya daripada Sayyid Quthb.


3. Mereka melakukan tabdi' (pembid'ahan), menunjukkan rasa permusuhan dan memerangi siapa saja yang tidak menyatakan seseorang yang terjatuh dalam bid'ah sebagai mubtadi'.


4. Mereka menyatakan bahwa mengucapkan At Tarahum (doa semoga Allah merahmati) terhadap ahlul bid'ah adalah haram secara total. Dan bagi mereka tidak ada perbedaan antara ulama' dari Ahlus Sunnah yang terjatuh pada bid'ah dengan rafidhi', jahmi dan qadari.


5. Mereka menyatakan siapa saja yang bertarahum pada Abu Hanifah, Ibnul Jauzy, Asy Syaukani, Ibnu Hajar dan An Nawawi adalah sebagai mubtadi'.


6. Mereka sangat keterlaluan dalam membenci Salafiyyin, padahal Salafiyyin begitu kerasnya berusaha untuk mendakwahkan Salafiyyah dan membelanya serta begitu kerasnya dalam melawan Ahlul Bid'ah, Hibiyyah dan orang-orang sesat.


7. Mereka menyanjung Mahmud Al Haddad dan menyatakan bahwa dia telah mengungguli siapa saja (ulama') dengan ilmunya, hal ini dimaksudkan untuk menggeser posisi Kibarul Ulama' dan Manhaj Salaf. Dan dengan hal ini mereka bermaksud memberikan gelar imam pada Haddad.


8. Mereka keterlaluan dalam membenci Ulama'-Ulama' dari Madinah dan lainnya. Mereka menuduh para ulama' itu sebagai pendusta. Mereka berlagak seperti mencari al haq dan mencintainya, tapi ketika kedustaan-kedustaan Haddad itu tersingkap dengan jelas dengan bukti-bukti yang kuat. Maka Allah menyingkapkan bagaimana wajah mereka sebenarnya dan menyingkapkan kesesatan mereka yang selama ini tersembunyi.


9. Mereka dapat dibedakan dari sikap kasarnya, ideologi terorisnya dan tindakan-tindakannya yang mengutuk Salafiyyin yang disertai dengan ancaman-ancaman pemukulan pada Salafiyyin, bahkan sampai diantara mereka yang memukul Salafiyyin.


10. Mereka menyatakan kutukan Allah terhadap orang per orang secara khusus, mereka melakukan ini pada Abu Hanifah dan sebagaian dari mereka melakukan takfir (mengkafirkan) pada beliau. Dan Haddad datang (untuk mensikapi hal tersebut) dengan sikap plin-plan, mengatakan bahwa hal itu adalah haq dan hal itu adalah bathil, menyatakan bahwa hal ini adalah zandaqah. Dan dengan hal ini membuktikan bahwa Haddad mempunyai pemikiran takfiri yang terselubung.


11. Mereka ta'ashub pada kelompoknya dan keras kepala sehingga mereka menolak al haq, hal ini seperti sikap para ghulat dari ahlul bid'ah.


12. Mereka menyatakan berpegang pada (kebanyakan) Madzhab Imam Ahmad Bin Hanbal. Tapi ketika terjadi penyelisihan yang dilakukan oleh Haddad terhadap Imam Ahmad dalam hal menyikapi ahlul bid'ah. Mereka menolak pendapat Imam Ahmad tersebut dan mencela siapa saja yang menisbahkannya pada Imam Ahmad. Dan Haddad mengatakan bahwa jika hal ini benar dinyatakan oleh Imam Ahmad maka dia tidak bertaqlid pada Imam Ahmad. Mereka sebenarnya tidaklah mencari Al Haq dan mecintainya, tapi yang ada pada mereka adalah nafsu untuk membuat fitnah dan memecah belah di kalangan Salafiyyin.  

([email protected])

Hosted by www.Geocities.ws

1