Here iam.. in another place .. "keepin touch okey"
Im 25 Years Old @ Now. Single, and Im a Girl Admirer :)
Apa itu gatal?
Aku sering ngrasa gatal, kita juga sering kan. tapi apa seh sebenarnya gatal itu? aku td sempet baca baca blognya para dokter, tp lum dapet jawaba nya yang buat aku puas (puas..!puas..! ucapin gy tukul :p).
Aku sempet juga baca di Kompas Cyber Media yang nerangin "Kenapa enak menggaruk yang gatal"
Menggaruk mungkin mengaktifkan sel syaraf yang merangsang bagian otak pengatur kesenangan sehingga orang menjadi nyaman karenanya.

di situw juga di jelasin kalo gatal itu :
Namun, gatal bisa terjadi karena dipicu banyak hal. Sentuhan tanaman, hewan, dan logam bisa memicu gatal yang sangat. Selain itu, faktor cuaca misalnya kelembaban udara, termasuk bakteri, kuman, dan parasit juga menjadi penyebabnya. Stress juga diduga dapat memicu gatal. Berdasarkan Asosiasi Kedokteran Amerika, sabun yang sering digunakan secara berlebihan juga bisa memicu gatal..

padahal kita kan juga rajin mandi yak. kadang pula kuping kita gatal, dan terasa enak kalo di korek, bisa bayangin gak kalo kuping kita gatal gak ada cottons buds? kaya dunia mo terbalik ajah hahahahha...
td sempet aku imel ke salah satu dokter nanyain apa itu gatal, pertanyaan aneh tapi mang sering kita alami tp aku gak tau artinya, hanya tau akibatnya hue hue :))
baru mlm ni kirim tuh imel jd lum sempet di baca ma si dokter..

tapi artikel dari kompas lumayan dah bisa ngobati penasarankuw..
artikel ini di ambil dari kompas "http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0609/25/161757.htm"

Saat terjadi reaksi alergi seperti ini, protein histamin dihasilkan. Protein tersebut akan memberikan perintah kepada beberapa serabut syarap gatal untuk mengirim informasi ke syaraf tulang belakang yang akan memproses dan membangkitkan otak.

Bagian otak yang aktif saat gatal diketahui berada di area yang sama saat tubuh mengalami kesakitan. Maka obat-obatan jenis antihistamin yang biasa digunakan untuk menekan rasa sakit juga dapat bekerja untuk mematikan sinyal protein ini.

Serabut syaraf yang sensitif terhadap gatal pertama kali ditemukan oleh Martin Schmetz, seorang pakar fisiologi otak dari Universitas Mannheim Jerman sekitar 10 tahun lalu. Tapi, baru-baru ini ia juga menemukan serabut-serabut baru yang sensitif terhadap gatal namun tidak berkaitan dengan histamin.

"Nyatanya terdapat bukti lebih dari satu tipe serabut syaraf yang terlibat dalam sensasi gatal," kata Schmetz. Informasi yang sedang diteliti lebih lanjut ini akan meningkatkan pemahaman para ilmuwan mengenai sensasi gatal.

Nyaman sesaat

Gejala gatal sebenarnya telah diteliti sejak lama. Definisi ilmiah untuk gatal diusulkan pertama kali oleh Samuel Hafenreffer pada 1660. Gatal didefinisikan sebagai sebuah keinginan tak enak untuk menggaruk.

"Pada beberapa kondisi kulit kronis seperti dermatitis atopik (eksim), pasien mungkin malah menggaruk saat tidur," kata pakar otak Earl Carstens dari Universitas California, Davis. Menurut Carsten, menggaruk mungkin mengaktifkan sel syaraf yang merangsang bagian otak pengatur kesenangan sehingga orang menjadi nyaman.

Pada dasarnya, menggaruk kulit hanyalah solusi singkat mengatasi gatal atau mengurangi gangguan saja. Tapi, jika berlebihan dan terlalu keras sebaliknya akan menyebabkan sakit pendarahan hingga infeksi.

"Derajat kehidupan kita menurun karena gatal seperti halnya karena sakit. Namun, penderita gatal belum mendapatkan empati yang cukup seperti penderita sakit lainnya," ujar Schmetz.

Bersama para pakar kulit lain dari seluruh dunia, Schmetz akan mempresentasikan temuannya pada Workshop Internasional Penelitian mengenai Gatal Ketiga di Jerman. Makalah yang disampaikan selama pertemuan ini akan dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology.

Hidup Gatal!! sana kembali ke habitat :-"
2007-02-03 17:57:37 GMT
Hosted by www.Geocities.ws

1