Yohannes <[email protected]> wrote:

On 16/09/2004 at 6:40 PM "Firmus Moa" wrote:

> Yohannes: [OLD]
> Wah, kalo gitu Allah engga adil dong.
>
> * Mazmur 145:9, "TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh
> rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya."
>
> * Matius
5:45, "Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak
> Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang
> jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang
> benar dan orang yang tidak benar."
> ----------
> You wrote:
> jadi anda ingin jadi orang jahat tapi mulia di mata Tuhan? anda
> ingin jadi anak terkutuk dan terusir tapi tetap mau mewarisi rumah
> bapak anda? apakah anda akan menyamakan pemberian kepada yang
> menang lomba dengan yang kalah lomba? untuk apa ada perlombaan
> kalau begitu? apakah anda memandang pembedaan pemberian sebagai
> ketidakadilan?

Yohannes:
He he he, Saudara melihat dari aspek manusia, sedangkan saya melihat
dari aspek lain.

firmus:  dari aspek lain yang tidak bisa dijelaskan? :)

> You wrote:
> apakah nanti Tuhan juga akan memasukkan orang jahat ke sorga
> bersama-sama dengan orang yang benar? untuk apa ada penghakiman di
> hari terakhir untuk membalas manusia menurut perbuatannya (mat 16:
> 27)?

Yohannes:
Ya, engga dong. Saat ini, seluruh manusia itu "sama" di hadapan
Tuhan.

firmus:  tetap tidak bisa disamakan. nggak sama orang yang akan dihukum dengan orang yang akan dimasukkan ke dalam sorga.

> You wrote:
> kalau yang ditunjukkan oleh keterangan yang anda kutip diatas
> adalah berbicara tentang kesabaran Tuhan membiarkan orang-orang
> jahat untuk sementara waktu hingga datangnya hari penghakiman itu.

Yohannes:
Betul sekali!

firmus:  itulah sebabnya saya katakan tidak sama diatas.

> Yohannes: [OLD]
> Sependapat, iman berada pada urutan pertama, dan bukan perbuatan.
> Perbuatan adalah bukti dari sikap.
> ----------
> You wrote:
> iman urutan pertama benar, tapi perbuatan adalah step terakhir
> untuk menginjak sorga. setelah step iman itu kita harus melangkah
> menuju step perbuatan, baru ketemu sorga (mat
16:27).

Yohannes:
Setuju!

firmus:  tapi anda tetap tidak setuju perbuatan menyelamatkan, kan? oh ya, in case anda tidak menyadarinya, perbuatan itu adalah melakukan hukum, seperti apa yang dimaksudkan oleh jesus ketika mengatakan: aku BUKAN mau meniadakan hukum, tapi menggenapinya (fulfill) >>> mat 5: 17. seperti juga ketika ia mengatakan bahwa ia akan menjadi hakim atas 12 suku israel (kalau kerajaan daud berhasil terbangun kembali - yaitu kalau israel tidak menolaknya - tapi ini tidak tercapai, karena nubuat terkutuknya israel harus digenapi karena ternyata mereka menolak yesus).

anda bisa baca Mat 5: 17s/d 47 untuk mengetahui bahwa Yesus datang untuk menegakkan hukum dalam kehidupan bangsa Israel. bahkan karena kebebalan mereka penerapan hukum taurat oleh jesus terkesan sangat berat. bacalah ayat itu, anda akan mengerti maksud saya.

HAKIM itu adalah penyelenggara HUKUM.  jesus datang untuk menjadi penyelenggara hukum. bukan untuk mati di kayu salib. dibawa ke kayu salib hanyalah sebuah resiko saja, karena ia memang berani mempertaruhkan nyawanya untuk membela tuhan membangun kembali sebuah kerajaan yang akan melestarikan hukum yang diberkati Tuhan bagi manusia untuk hidup benar di mata Tuhan.

sebelum yesus datang yahudi tidak benar-benar melakukan hukum taurat. hukum taurat itu bukan hanya 10 perintah. salah satu hal yang penting dalam taurat musa dan para nabi adalah jangan dipimpin oleh orang kafir, karena orang-orang kafir ini akan menggiring kepada tradisi-tradisi berhalais. dan itu terjadi terhadap orang2 yahudi. mereka dipimpin oleh romawi yang berhalais dan tidak mengenal Allah orang israel. karena itu mereka tidak mewarisi kerajaan dan buahnya.
-------------------------------------

> You wrote:
> tanpa perbuatan, iman anda percuma. namun tanpa menginjak step
> iman, perbuatan kita hanyalah kesalahkaprahan (perbuatan yang salah
> dasar). masuk sorga nggak bisa dengan perbuatan yang merupakan
> kesalahkaprahan, tapi harus dengan perbuatan yang benar (perbuatan
> dalam kerangka / mengacu kepada iman).

Yohannes:
Musti dilihat dulu, perbuatan duluan atau iman duluan karena bagi
orang kafir, perbuatan baik pun membawa keselamatan bagi mereka,
'nggak perlu iman. Bagi Paulus, amal Yahudi itu 'nggak ada gunanya
kalo 'nggak ada iman Kristen yang mendahului. Bagi Yakobus pula, iman
Yahudi itu 'nggak ada gunanya kalo 'nggak diikuti oleh amal Kristen.

firmus:  tanpaknya anda belum mengerti hubungan antara IMAN & PERBUATAN untuk memperoleh keselamatan di mata Tuhan. apa pula ini yang anda katakan dengan: 'amal yahudi dan iman kristen'? apakah hanya yahudi yang mengerti perbuatan baik dan hanya kristenkah yang mengenal iman sedangkan yahudi tidak? anda hanya tahu bahwa iman itu percaya kepada suatu kematian di kayu salib untuk menebus dosa. itu
kan iman menurut paulus. yesus tidak mengajar iman seperti itu.

yesus mengajarkan bahwa iman itu adalah percaya kepada kepada hukum allah (yang ketika itu berbentuk hukum musa dan para nabi) sebagai bentuk pengenalan yang hakiki kepada Tuhan, maka hukum harus digenapkan / direalisaikan pemberlakuannya, dalam suatu kerajaan yang harus dibangun oleh yesus bersama mereka yang percaya dengan hal itu (yang dikenal dengan istilah perombakan bait suci). karena kerajaan israel sudah lama runtuh, dan mereka telah di-stir oleh pikiran berhalais orang-orang romawi yang menguasai mereka, sehingga mereka tdk benar-benar bisa menyembah Tuhan dengan segenap hati mereka selama hidup mereka.

apabila kerajaan itu selesai dibangun, maka romawi akan dibinasakan berserta pendukung-pendukungnya (hari penghakiman), dan yesus menjadi raja dan hakim untuk memastikan hukum Tuhan berjalan dalam kehidupan 12 suku bangsa Israel. untuk itulah yesus datang, bukan untuk mati di kayu salib lalu bangkit seperti vampir dalam kehidupan yang lain. ingat, yesus datang sebagai anak daud, artinya penerus dan pembangkit kembali kerajaan Daud, kerajaan yang menerapkan taurat musa dan pengajaran para nabi.

itulah sebabnya penguasa romawi khawatir tentang berita kelahiran Yesus, mereka takut dihancurkan kekuasaan mereka.

Paulus, yang semula bernama SAULUS (nama seorang raja israel yang buruk di masa lampau - musuh raja daud), telah dipersiapkan oleh seorang pakar konspirasi romawi untuk menghadapi kedatangan yesus yang akan membangun kembali kerajaan daud. lihat saja nama saulus yang ia pakai. anda tidak akan pernah menemukan orang yahudi yang baik memberikan nama saulus kepada anak mereka. dengan pemberian nama itu, paulus tumbuh sebagai anak yang ambisius pada kekuasaan, tapi pintar agama di mulut.

Paulus sendiri menyadari bahwa keberadaan dirinya (sebagai anti kris yang sebenarnya) telah direncanakan sejak ia dalam perut ibunya, tapi ia menceritakan itu dengan memelintir omongan, untuk mengesankan dirinya sebagai pihak yang baik.

Paulus menipu anda dengan mengajarkan, kematian yesus di kayu salib adalah kematian hukum dan kematian kerajaan daud, tidak ada lagi keselamatan dari kerajaan yang menerapkan hukum!!, maka keselamatan pasca kematian yesus adalah keselamatan yang tidak berlandas pada hukum, dan iman itu adalah bukan lagi measuk dalam kerajaan yang menerapkan hukum para nabi, dengan demikian keselamatan itu bukan lagi pada perbuatan, akan tetapi semata-mata pada mempercayai kematian itu sendiri sebagai penyelamatan.

jadi ketika yesus nazareth mati, maka semua ttg yesus nazareth dan perihal kerajaan yang menerapkan hukum seperti kerajaan daud yang hendak digenapi oleh yesus sudah selesai. sekarang adalah waktunya untuk memperhitungkan apa yang dikatakan oleh paulus saja, karena sekarang dirinya adalah yesus yang telah bangkit dari kematian. badannya mungkin tampak paulus, tapi jiwanya adalah 'yesus dalam bentuk spirit'.

maka lahirlah ajaran yang serba roh melalui paulus ini. semuanya serba dalam pikiran saja (karena kenyataan tidak ada). maka lahirlah keselamatan pada iman saja. ditiadakanlah sunat, dihalalkanlah yang haram. semua yang berbau perbuatan menjadi demikian mudahnya sehingga upaya pengumpulan masa, melalui tipuan yang luar biasa, untuk membentuk kerajaan yang tidak menerapkan hukum para nabi dapat terealisasi. bahkan untuk menyaingi jemaat petrus (yang adalah jemaat yesus yang asli) yang sudah berjalan duluan.

-----------------------

> You wrote:
> Keselamatan versi Paulus adalah versi yang tidak dikenal dalam
> pengajaran Yesus. makanya terhadap orang Kristen Yesus di hari
> terakhir akan mengatakan: AKU TIDAK MENGENAL KALIAN!! (sekalipun
> kristen mengaku bekerja demi nama Yesus)

Yohannes:
Yesus Kristus "mengenal" domba-domba-Nya dan tidak semua orang
Kristen adalah domba Kristus.

firmus:  kok bisa begitu? walaupun anda bekerja demi nama yesus dan melakukan keajaiban-keajaiban demi namanya (seperti yang disinggung alkitab)? itu mengherankan. membingungkan, bukan? jadi percaya pada kematian yesus untuk menebus dosa tidak cukup dong kalau begitu? apakah ada dosa-dosa tertentu yang tidak termasuk dalam penebusan di tiang salib itu? kalau tidak cukup, dimanakah letak bedanya dengan yang lain? saya heran dengan cara berpikir anda.

7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

BERARTI: melakukan kehendak bapakku yang di sorga yang disebutkan oleh yesus itu bukan mempercayai suatu kematian di kayu salib untuk suatu penebusan dosa untuk kemudian mengajak orang lain juga untuk mempercayainya, melainkan sesuatu yang lain, yang tidak dikenal oleh mereka yang bekerja demi nama yesus tapi yesus sendiri tidak mengenal mereka. apakah saya berkata kosong dengan menjelaskan anda hal-hal diatas? Yesus sudah memperingati anda tentang paulus ini melalui ayat-ayat sebelumnya:

7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

paulus adalah domba yang terbukti sebagai serigala melalui ajaran palsunya yang tidak pernah diajarkan yesus. paulus inilah yang merupakan anti kris yang sesungguhnya dan dialah yang merupakan mulut dari ikan paus yang menelan dan mengubur yesus dan ajarannya selama '3 hari 3 malam' , dan orang-orang kristen yang mengikutinya adalah tubuh dari ikan paus itu. nubuat ini disampaikan oleh yesus sendiri ketika ia masih bekerja di tengah bangsa israel.

yang jelas, muslim tidak ada hubungannya dengan pernyataan yesus diatas, karena orang islam nggak ada yang mengusir setan demi nama yesus, melainkan demi nama muhammad (ajaran muhammad - syariat islam) yang merupakan fulfillment dari nama allah yang mulanya berbentuk firman.

sampai disini dulu sementara. saya sudah membuktikan dengan nyata kepalsuan dan keantikrisan paulus kepada anda. saya sudah menghantarkan anda kepada pengertian tentang nubuat yesus sendiri menyangkut keterkuburannya selama 3 hari 3 malam.

salam

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1