info yang bermanfaat. saya akan ke sana. tapi
bagaimana dengan komentar anda sendiri?
saya melihat bahwa
'kematian-kebangkitan' hanyalah sebuah ide yang dipicu oleh keputusasaan
(paulus) dalam berharap kepada Allah melalui karunia hukum taurat. karena kekepalabatuan
israel, mereka sudah tidak bisa lagi diselamatkan dengan karunia hukum. dan
karena hanya melalui hukum & perbuatan lah manusia bisa diselamatkan (mat
16: 27), maka israel harus menunggu bangsa lain yang lebih rendah hati dlm
menerima hukum. sehingga israel bukan lagi pertama dalam keterpilihan. akan ada
lagi bangsa lain diatasnya. paulus memilih untuk menjadi pengacau
ketimbang dari menerima takdirnya.
dengan kesombongan
iblis, paulus ingin membuktikan bahwa Tuhan telah melakukan kesalahan meninggalkan
israel hanya karena soal hukum. dia akan membuktikan kepada tuhan bahwa
keselamatan tidak harus melalui perbuatan dan hukum. di sisi lain, dia melihat
pertumbuhan jemaat petrus yang konsisten dengan pengajaran para nabi merambat
seperti keong, sedangkan ia merasa dapat menciptakan pertumbuhan
yang jauh lebih baik dari itu, karena di yunani ada tanda-tanda bagus
tentang dukungan. apa lagi dalam beberapa hal terdapat kesamaan terminologi
antara keyakinan orang-orang yunani dengan keyakinan orang-orang israel,
misalnya 'tuhan bapak kirim tuhan anak'. maka lahirlah 'kematian-kebangkitan'
untuk:
1. memerdekakan diri
dari petrus
2. memulai jemaat baru.
3. menjadi rasul
4. sebagai perjanjian
yang lebih baru lagi (memisahkan diri dari keyakinan:
keselamatan
melalui perbuatan)
untuk menjaga
kelangsungan dari doktrin ini, paulus mengumumkan untuk jangan menjunjung
tinggi pengetahuan. bahwa di dalam dirinya ada kekuatan lain yang melawan hukum
akal budi (catatan: hukum akal budi di ajarkan oleh para nabi).
untuk mempercepat pertumbuhan jemaatnya, ia membatalkan aturan tentang makanan
yang diharamkan dan juga sunat. semuanya dibuatnya menjadi mudah-semudahnya.
padahal yesus mengatakan pintu menuju surga itu sulit dan sedikitlah
orang-orang yang menempuhnya.
misi sebenarnya dari
paulus semata-mata hanyalah mengumpulkan masa untuk kemudian
melakukan pembinasaan sana-sini. bahkan jemaat petrus termasuk juga dalam
ancaman paulus tentang hari penghakimannya waktu itu.
shalom