> Yohannes: [OLD]
> Pengen tanya, bolehkah Allah berubah sikap terhadap bangsa yang
> tidak tunduk kepada perintah-Nya?
>
> You wrote:
> janji Allah bukan untuk orang-orang zalim.
Yohannes:
Wah, kalo gitu Allah engga adil dong.
* Mazmur 145:9, "TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat
terhadap segala yang dijadikan-Nya."
* Matius 5:45, "Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak
Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat
dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan
orang yang tidak benar."
jadi anda ingin jadi orang jahat tapi mulia di mata Tuhan? anda
ingin jadi anak terkutuk dan terusir tapi tetap mau mewarisi rumah
bapak anda? apakah anda akan menyamakan pemberian kepada yang menang lomba
dengan yang kalah lomba? untuk apa ada perlombaan kalau begitu? apakah anda
memandang pembedaan pemberian sebagai ketidakadilan?
apakah nanti Tuhan juga akan memasukkan orang jahat ke sorga
bersama-sama dengan orang yang benar? untuk apa ada penghakiman di hari
terakhir untuk membalas manusia menurut perbuatannya (mat 16: 27)?
kalau yang ditunjukkan oleh keterangan yang anda kutip diatas
adalah berbicara tentang kesabaran Tuhan membiarkan orang-orang jahat untuk
sementara waktu hingga datangnya hari penghakiman itu.
> Yohannes: [OLD]
> Keselamatan ini hanya dapat diperoleh dengan "iman" bukan dengan
> perbuatan atau menaati hukum Taurat. Setelah memiliki iman, maka
> perbuatan baik dan ketaatan akan hukum akan timbul dengan
> sendirinya.
>
> You wrote:
> iman itu untuk membimbing orang masuk lingkaran. setelah di dalam
> lingkaran, iman akan membimbing kepada perbuatan, dan perbuatan
> adalah anak tangga terakhir untuk menginjak surga. (MAT 16: 27)
Yohannes:
Sependapat, iman berada pada urutan pertama, dan bukan perbuatan.
Perbuatan adalah bukti dari sikap.
iman urutan pertama benar, tapi perbuatan adalah step
terakhir untuk menginjak sorga. setelah step iman itu kita harus melangkah
menuju step perbuatan, baru ketemu sorga (mat 16:27).
tanpa perbuatan, iman anda percuma. namun tanpa menginjak step
iman, perbuatan kita hanyalah kesalahkaprahan (perbuatan yang salah dasar).
masuk sorga nggak bisa dengan perbuatan yang merupakan kesalahkaprahan, tapi
harus dengan perbuatan yang benar (perbuatan dalam kerangka / mengacu kepada
iman).
iman itu seperti mengambil resep untuk membuat sesuatu. anda tidak
bisa membuat donat dengan menggunakan resep untuk membuat nasi goreng.
perbuatan membuat donat dengan resep nasi goreng adalah perbuatan yang
salahkaprah. tidak akan membuahkan donat. begitulah hubungan antara
IMAN, PERBUATAN dan KESELAMATAN (sorga) seperti yang diajarkan oleh
nabi-nabi dan Yesus.
Keselamatan versi Paulus adalah versi yang tidak dikenal dalam
pengajaran Yesus. makanya terhadap orang Kristen Yesus di hari terakhir akan
mengatakan: AKU TIDAK MENGENAL KALIAN!! (sekalipun kristen mengaku bekerja demi
nama Yesus)
* Matius 7:21, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang
melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga."
maksudnya, bukan yang kenal nama saja, tapi yang tahu keinginannya
dan ajarannya dan melakukan ajaran itu. justeru disinilah letak kesalahan
doktrin kristen: yang penting kenal nama, ucapan bibir, iman saja, dan
semacamnya.
ajaran Yesus itu bukan soal mengumpulkan jemaat lalu melakukan
pembinasaan terhadap yang bukan jemaat, tapi lebih merupakan membangun
kehidupan yang damai sejahtera di bumi seperti damai dan sejahtera di sorga.
itulah Yerusalem itu. anda tahu Yesus datang sebagai raja dan hakim sekaligus,
untuk menerapkan hukum, untuk menciptakan kehidupan damai sejahtera itu tadi.
bukan isapan jempol tentang roh-roh tertentu.
> Yohannes: [OLD]
> Contoh: Abraham. Paulus menulis dengan jelas tentang Abraham yang
> dibenarkan karena "iman" dan bukan karena "perbuatan",
dan
> penjelasan Paulus ini bukanlah pendapat pribadinya melainkan
> merujuk kepada Perjanjian Lama.
>
> * Roma 4:1-3, "Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa
> leluhur jasmani kita? Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena
> perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di
> hadapan Allah. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? 'Lalu
> percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu
> kepadanya sebagai kebenaran.;"
>
> * Kejadian 15:6, "Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN
> memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
> -----------------------
> You wrote:
> tapi itu dibantah oleh murid2 melalui tulisan yakobus yang
> mengatakan .... (yakobus 2)
>
> 2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa
> iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
> 2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena
> perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya,
> di atas mezbah?
> 2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan
> dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
> 2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu
> percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu
> kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut:
"Sahabat
> Allah."
> 2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena
> perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.
Yohannes:
Yakobus tidak membantah Paulus. Paulus mengajarkan iman Kristen dan
amal Yahudi sedangkan Yakobus mengajarkan iman Yahudi dan amal
Kristen. Tahukah Anda apa maksudnya?
hahaha. apa tu maksudnya? itu jelas-jelas bantahan. bukankah
paulus membuat pernyataan tertentu tetang Kefas Cs? dan bukankah dari situ juga
kita tahu bahwa Kefas cs dan paulus cs berbeda dalam keyakinan?
Paulus dan Yakobus mengemukakan "dasar" atau alat pembenaran yang
berbeda -- bukan bertentangan -- tetapi sama. Iman mendahului
perbuatan, bukan sebaliknya.
sebaiknya anda baca lagi. itu karena anda masih belum bisa
mempercayai apa yang telah terjadi antara paulus dan kefas. tentang
hubungan antara iman, perbuatan dan keselamatan, sudah saya
jelaskan diatas.
Paulus berpendirian bahwa yang membenarkan adalah iman Kristen, bukan
amal Yahudi dengan melakukan hukum Taurat.
tapi bukankah yesus sendiri mau menggenapi hukum taurat. apakah
yesus melakukan suatu kebodohan dengan berusaha menggenap hukum taurat? saya
tahu, anda menganggap bahwa menggenapi hukum taurat itu yesus harus mati di
kayu salib. apakah mati di kayu salib itu hukum taurat?
Yakobus tidak puas dengan iman Yahudi dan menuntut amal Kristen
selaku bukti bahwa orang itu dibenarkan.
> Yohannes: [OLD]
> * Yeremia 9:23-24, "Beginilah firman TUHAN: 'Janganlah orang
> bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat
> bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena
> kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah
> karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa
> Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran
> di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
> -------------------------
> You wrote:
> kita melakukan perbuatan bukan untuk bermegah tapi karena kita
> respek kepada Allah mencintainya dengan segenap akal budi, dan
> karena respek kita melakukan perintahnya. bukan untuk bermegah.
> lagi pula kemampuan untuk melakukan perbuatan juga adalah karunia,
> kekuatan dari Tuhan sendiri, bagaimana kita mau bermegah???
Yohannes:
He he he, lihatlah kenyataan yang ada. Sebagian manusia justru
bermegah, membanggakan diri mereka karena telah berbuat sesuatu untuk
agama...
ngapain kita ngomongin orang-orang yang bermegah?
> Yohannes: [OLD]
> Tanya lagi, apakah orang kafir yang berbuat baik itu selamat
> menurut ajaran Islam?
> ----------------------------
> You wrote:
> kalau kamu bekerja di perusahaan sana kamu nggak bisa minta gaji
> dari perusahaan ini. kalau kamu bagian dari kegelapan, kamu nggak
> bisa minta upah dari dunia terang, bagaimanapun kamu capeknya
> bekerja di sana :))
Yohannes:
Bukankah Anda membantah Paulus yang menulis bahwa keselamatan tidak
harus melalui perbuatan? Bagaimana jika seseorang berbuat baik
meskipun ia orang kafir?
Pilih saja:
[1] Keselamatan diperoleh melalui perbuatan; dan
[2] Keselamatan diperoleh melalui iman
apakah dulu abraham pergi mengumpulkan orang-orang yang berbuat
baik yang tidak bersunat untuk ia sebut anggota keluarganya dan termasuk dalam
rumahnya? jadi anda lihat, disini tidak berbicara semua perbuatan baik. kita
tidak bicara perbuatan di luar lingkaran. semua orang berbuat baik di luar
golongan abraham tetap bukan keluarga atau bukan golongan, tetap mereka orang
kafir. makanya kemarin saya mengatakan iman itu untuk menggiring kita masuk
lingkaran.
Bandingkan dengan
tulisan Anda sebelumnya:
"dengan kesombongan iblis, paulus ingin membuktikan bahwa Tuhan telah
melakukan kesalahan meninggalkan israel hanya karena soal hukum. dia
akan membuktikan kepada tuhan bahwa keselamatan tidak harus melalui
perbuatan dan hukum"
menurut saya, paulus memang sudah putus asa dari karunia
Tuhan berupa hukum para nabi. menurut hukum para nabi israel terkutuk dan dia
sendiri adalah hamba Kefas. lalu membuat perjanjian lain yang tidak mengakui
hukum taurat dan para nabi. dan dia merasa mampu untuk membangun sebuah
kerajaan dengan dasar itu. dan ternyata dia gagal.
salom