Goodday, NarutoFan... Love You All!!! Goodday, NarutoFan... Love You All!!! Goodday, NarutoFan... Love You All!!! Goodday, NarutoFan... Love You All!!! Goodday, NarutoFan... Love You All!!! Goodday, NarutoFan... Love You All!!! Goodday, NarutoFan... Love You All!!! Goodday, NarutoFan... Love You All!!! Goodday, NarutoFan... Love You All!!! Goodday, NarutoFan... Love You All!!! Goodday, NarutoFan... Love You All!!!

 


T H E  M A N  B E H I N D 
 

T H E  S H A D O W S

 

        ..........

Jadi, waktu SD Masashi Kishimoto  adalah anak penggemar Dragon Ball. Begitu terobsesinya sampai-sampai keberadaan Akira Toriyama-sensei , mangaka Dr. Slump dan Dragon Ball, seperti Tuhan bagi Kishimoto  dan dia terus-menerus mengambar karakter Dragon Ball. Waktu itu Kishimoto  yang sama sekali tidak mendapatkan uang jajan dan hanya bergantung pada uang tahun baru yang diterimanya setahun sekali dan digunakannya dengan irit sepanjang tahun, jadi dia tak bisa membeli majalah mingguan Shonen Jump yang hanya seharga 190 yen, untung saja ada temannya yang bersedia meminjamkan Shonen Jump supaya Kishimoto  bisa membacanya.

Massashi Kishimoto  mulai berpikir “ Manga itu menarik, ya! Juga,”Aku ingin membuat mangaku sendiri…”. Kishimoto  membuat manga pertamanya berjudul ‘Hiatari’ yang menceritakan tentang pemuda ninja bayangan .

Masih dibangku SD, Kishimoto  masih saja tergila-gila dengan Dragon Ball. Lalu, suatu saat Kishimoto  menemukan gambar yang mirip dengan milik Toriyama-sensei  dibagian info game dalam Jump. Setelah Kishimoto  perhatikan baik-baik, akhirnya dia tahu kalau yang mendesai karakternya adalah Toriyama-sensei , nama Game itu adalah 'Dragon Quest’. Walaupun sangat ingin memainkannya, tapi bagi Kishimoto hal itu hanya lah mimpi belaka. Karena saat itu, dia tak punya Famicom (Nintendo) yang dimiliki sebagian besar temannya. Ayah Kishimoto tidak menyukai hal semacam itu. Kalau keluar kata ‘game’ dari mulut Kishimoto, pasti langsung diomelil dan disuruh belajar. Saat itu adik kembarnya  memberi tahukan ide cemerlang. Mereka pun berdiskusi dengan beberapa orang temnnya yang kira-kira mau memberikan Famicom. Meraka pikir tak akan ada yang mau memberika alat seharga 10.000 yen itu secara Cuma-Cuma… Tapi, ternyata ada! Saat itu, karena begitu bahagianya, temannya itu terlihat seperti Tuhan?

Setelah memohon-mohon pada ayahnya, akhirnya Masashi Kishimoto berhasil mendapatkan ‘Dragon Quest’ juga! 'Dragon Quest' adalah software dan game bergenre Rpg pertama yang dia beli. Ayah Kishimoto yang sama sekali tidak tertarik main game tiba-tiba berkata “Ajari aku juga.” Saat itu hal itu merupakan misteri…. Beberapa waktu lalu setelah sekian lama Kishimoto menelpon kerumah ornag tuanya. Dan ayahnya yang mengangkat dan sepertinya ayahnya telah menyelesaikan ‘Dragon Quest VII’

Saat SMP, Masashi Kishimoto memfokuskan dirinya pada lain hal selain mengambar. Baseball menjadi bagian terbesar dalam hidupnya dan secara alami banyak hal yang harus dipelajari dan sedikit bahkan tak ada waktu untuk menggambar. Dia berkata pada dirinya sendiri bahwa dia sudah terlalu tua untuk mengambar, tapi suatu hari ada yang manjungkirbalikan pikiran itu. Saat dia pulang sekolah dia melihat poster  film ‘AKIRA’milik Katsuhiro Ootomo. Kishimoto melihat poster itu kurang lebih satu jam. Salah satu gambar terbaik yang pernah ia lihat, bagaimana seseorang bisa menggambar sebagus ini? Karena sense yang sangat bagus dan orisinil dan tidak pernah ia lihat sebelumnya telah memunculkan kembali api semangat untuk mengambar. Sejak hari itu, untuk mengejar gambar itu. Masashi Kishimoto terus mengambar sampai sekarang.

Setelah mempelajari ‘Akira’, gambar masashi Kishimoto mengalami perubahan besar. Dia menghabiskan waktu untuk belajar dan mencoba untuk mengerti gaya dari OOtomo-sensei , tapi dia tidak berhasil. Lalu dia berpikir bahwa gambar ini benar-benar orisinil dan  tidak ada yang lain yang seperti ini. Dia tidak mengerti apa yang mengesankan antara gambar Ootomi-sensei  dan Toriyama-sensei , tapi ada sedikit hal yang dia mengerti. Efek-efek, desain dan  setiap detail kecil yang sempurna dan berbeda dari orang lain. Kishimoto mulai berpikir bahwa gambar yang mempesona adalah gambar yang orisinil, dan tak ada artinya kalau meniru gambar orang lain.

Waktu kelas 2 SMA, dengan segala upaya, akhirnya Khisimoto berhasil menulis 32 halaman manga. Tapi, dia tak tahu menarik atau tidak. Jadi dia memperlihatkan pada adiknya. “Bagaimana? Manarik, kan?" Itu yang dia pikirkan sambil menunggu jawabannya. Tapi, jawabannya adalah, “tidak menarik!!” Karena itu kata-kata adiknya Kishimoto jadi tak percaya, maka ditunjukanlah pada ayahnya, dan dia mendapatkan jawaban yang sama. Padahal dia sangat bersemangat mengirimkan 32 halaman manga itu ke penghargaan Jump, tapi semangat itu langsung hilang dan manga itu seakan tertidur didasar laci maja selamanya.


Sebagai pemuda polos yang sangat bodoh dan tak melihat apapun yang berpikir “ Aku ingin cepat dapat penghargaan, jadi terus saja mengarang manga”… Dia terus berpikir bahwa dia adalah bocah bodoh yang tak ada tandingannya. Setelah itu Kishimoto mencoba membuat beberapa manga dan terus dianggap tak menarik. Suatu saat dia mengamuk, “Kenapa sih, manga buatanku tidak menarik?! Siaaaal!! Apa bedanya mangaku dengan manga pengarang lain, bodoh?!”

Kishimoto sensei mengungkapkan semua kebodohannya dan lulus SMA tanpa menyadari apa-apa… karena kerjaannya bikin komik melulu, nilainya saat itu adalah ranking 38 dari 39 siswa. Karena tidak ikut les untuk ujian masuk, sudah jelas dia tidak akan bisa lanjut ke Universitas manapun. Bikin manga tidak berhasil, belajarpun tidak berhasil. Tentu saja dalam cinta juga benar-benar lebih, lebih lebih, lebih buruk lagi. Itulah kehidupan SMA Masashi Kishimoto.

Yah itulah saat dimana semua orang punya masalah. Saat dimana kita mampu menghadapi bermacam-macam situasi berat( pelajar pasti mengerti apa maksudnya…) Kehidupan tidak semudah itu (Yaah itu sih biasa). Tapi Kishimoto sensei tidak sadar juga! Lebih tepatnya tidak pernah memikirkan sesuatu secara mendalam…”yah semuanya pasti baik-baik saja” itulah yang dia pikirkan… "Thank god for being stupid!"

Hari ini, sekarang semuanya benar- benar baik-baik saja untuk Masashi Kishimoto, mimpinya mnjadi mangaka Jump yang terkenal telah menjadi kenyataan, ceritanya tentang pemuda ninja bayangan, Naruto telah menjadi salah satu manga terlaris. Dia telah menunjukan bahwa dia bias menggambar dengan segala yang terbaik yang ada dalam dirinya dan meskipun banyak kemalangan menimpa dirinya, dia sekarang telah sukses. Masashi Kishimoto adalah inspirasi, sosok sebenarnya dan akan menjadi sejarah sebagai salah satu yang terbaik…
 

Design by ::ぃしちぅ_ずまき

@2006

さし きしもと

Home

Story
Gallery
Profile
The Mangaka

Lyrics

Guest Book

 

たると ぅづま

 

 

さくち はるの

 

 

さすけ ぅちほ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1