|
|
||
|
T H E S H A D O W S
..........
Jadi, waktu SD Masashi Kishimoto
adalah
anak penggemar Dragon Ball. Begitu terobsesinya sampai-sampai keberadaan
Akira Toriyama-sensei
, mangaka Dr. Slump dan Dragon Ball, seperti Tuhan bagi Kishimoto
dan
dia terus-menerus mengambar karakter Dragon Ball. Waktu itu Kishimoto
yang sama sekali tidak mendapatkan uang jajan dan hanya
Massashi Kishimoto mulai berpikir “ Manga itu menarik, ya! Juga,”Aku ingin membuat mangaku sendiri…”. Kishimoto membuat manga pertamanya berjudul ‘Hiatari’ yang menceritakan tentang pemuda ninja bayangan . Masih dibangku SD, Kishimoto masih saja tergila-gila dengan Dragon Ball. Lalu, suatu saat Kishimoto menemukan gambar yang mirip dengan milik Toriyama-sensei dibagian info game dalam Jump. Setelah Kishimoto perhatikan baik-baik, akhirnya dia tahu kalau yang mendesai karakternya adalah Toriyama-sensei , nama Game itu adalah 'Dragon Quest’. Walaupun sangat ingin memainkannya, tapi bagi Kishimoto hal itu hanya lah mimpi belaka. Karena saat itu, dia tak punya Famicom (Nintendo) yang dimiliki sebagian besar temannya. Ayah Kishimoto tidak menyukai hal semacam itu. Kalau keluar kata ‘game’ dari mulut Kishimoto, pasti langsung diomelil dan disuruh belajar. Saat itu adik kembarnya memberi tahukan ide cemerlang. Mereka pun berdiskusi dengan beberapa orang temnnya yang kira-kira mau memberikan Famicom. Meraka pikir tak akan ada yang mau memberika alat seharga 10.000 yen itu secara Cuma-Cuma… Tapi, ternyata ada! Saat itu, karena begitu bahagianya, temannya itu terlihat seperti Tuhan? Setelah memohon-mohon pada ayahnya, akhirnya Masashi Kishimoto berhasil mendapatkan ‘Dragon Quest’ juga! 'Dragon Quest' adalah software dan game bergenre Rpg pertama yang dia beli. Ayah Kishimoto yang sama sekali tidak tertarik main game tiba-tiba berkata “Ajari aku juga.” Saat itu hal itu merupakan misteri…. Beberapa waktu lalu setelah sekian lama Kishimoto menelpon kerumah ornag tuanya. Dan ayahnya yang mengangkat dan sepertinya ayahnya telah menyelesaikan ‘Dragon Quest VII’ Saat SMP, Masashi Kishimoto memfokuskan dirinya pada lain hal selain mengambar. Baseball menjadi bagian terbesar dalam hidupnya dan secara alami banyak hal yang harus dipelajari dan sedikit bahkan tak ada waktu untuk menggambar. Dia berkata pada dirinya sendiri bahwa dia sudah terlalu tua untuk mengambar, tapi suatu hari ada yang manjungkirbalikan pikiran itu. Saat dia pulang sekolah dia melihat poster film ‘AKIRA’milik Katsuhiro Ootomo. Kishimoto melihat poster itu kurang lebih satu jam. Salah satu gambar terbaik yang pernah ia lihat, bagaimana seseorang bisa menggambar sebagus ini? Karena sense yang sangat bagus dan orisinil dan tidak pernah ia lihat sebelumnya telah memunculkan kembali api semangat untuk mengambar. Sejak hari itu, untuk mengejar gambar itu. Masashi Kishimoto terus mengambar sampai sekarang.
Setelah mempelajari
‘Akira’, gambar masashi Kishimoto mengalami perubahan besar. Dia
menghabiskan waktu untuk belajar dan mencoba untuk mengerti gaya dari OOtomo-sensei
, tapi dia tidak berhasil.
Lalu dia berpikir bahwa gambar ini benar-benar orisinil dan tidak ada yang
lain yang seperti ini. Dia tidak mengerti apa yang mengesankan antara gambar
Ootomi-sensei
dan Toriyama-sensei
, tapi ada sedikit hal yang
dia mengerti. Efek-efek, desain dan setiap detail kecil yang sempurna dan
berbeda dari orang lain. Kishimoto mulai berpikir bahwa gambar yang
mempesona adalah gambar yang orisinil, dan tak ada artinya kalau meniru
gambar orang lain. Kishimoto sensei mengungkapkan semua kebodohannya dan lulus SMA tanpa menyadari apa-apa… karena kerjaannya bikin komik melulu, nilainya saat itu adalah ranking 38 dari 39 siswa. Karena tidak ikut les untuk ujian masuk, sudah jelas dia tidak akan bisa lanjut ke Universitas manapun. Bikin manga tidak berhasil, belajarpun tidak berhasil. Tentu saja dalam cinta juga benar-benar lebih, lebih lebih, lebih buruk lagi. Itulah kehidupan SMA Masashi Kishimoto. Yah itulah saat dimana semua orang punya masalah. Saat dimana kita mampu menghadapi bermacam-macam situasi berat( pelajar pasti mengerti apa maksudnya…) Kehidupan tidak semudah itu (Yaah itu sih biasa). Tapi Kishimoto sensei tidak sadar juga! Lebih tepatnya tidak pernah memikirkan sesuatu secara mendalam…”yah semuanya pasti baik-baik saja” itulah yang dia pikirkan… "Thank god for being stupid!"
Hari ini, sekarang semuanya benar- benar baik-baik saja untuk Masashi
Kishimoto, mimpinya mnjadi mangaka Jump yang terkenal telah menjadi
kenyataan, ceritanya tentang pemuda ninja bayangan, Naruto telah menjadi
salah satu manga terlaris. Dia telah menunjukan bahwa dia bias
menggambar dengan segala yang terbaik yang ada dalam dirinya dan meskipun
banyak kemalangan menimpa dirinya, dia sekarang telah sukses. Masashi
Kishimoto adalah inspirasi, sosok sebenarnya dan akan menjadi sejarah
sebagai salah satu yang terbaik… Design by ::ぃしちぅ_ずまき @2006
|
||
| Story | ||
| Gallery | ||
| Profile | ||
|
The Mangaka |
||
|
|
||
|
|
||