




|
Selain website ini dapat juga mengunjungi website http://www.irwantoshut.com atau HP. 08524300644x, 08134300776x |
||
|
Staf Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura. |
|
|
|||
|
|
|||
|
|
|||
| MATERI KULIAH | PENELITIAN | PAPER | MATERI KULIAH |
| GAMBAR | LAPANGAN | DIARY | PRIBADI |
| BERITA TERKINI | SUPERMAN??? | LUCU??? | JENIS POHON |
|
Cari sesuatu dengan Google Search Ketik kata yang ingin dicari kemudian double klik Google Search |
Petunjuk Pencarian : Ketik kata yang ingin dicari, jika merupakan 2 atau 3 kata, harus memakai tanda petik pada awal dan akhir agar search engine tidak mencari secara terpisah. Contoh: "Kehutanan Indonesia" Jika tipe file PDF yang ingin dicari ketik: filetype:pdf Contoh: "Kehutanan Indonesia" filetype:pdf |
||
|
DOWNLOAD GAMES |
|||
|
KRITIK dan SARAN: |
Download : |
Friday, 02 February 2007 |
|
|
SUKSESI Suksesi tumbuhan adalah penggantian suatu komunitas tumbuh-tumbuhan oleh yang lain. Hal ini dapat terjadi pada tahap integrasi lambat ketika tempat tumbuh awalnya ekstrim sehingga sedikit tumbuhan dapat tumbuh diatasnya, atau suksesi tersebut dapat terjadi sangat cepat ketika suatu komunitas dirusak oleh suatu faktor seperti api, banjir, atau epidemi serangga dan diganti oleh yang lain (Daniel, et al, 1992). Perubahan bersifat kontinu, rentetan suatu perkembangan komunitas yang merupakan suatu sera dan mengarah ke suatu keadaan yang mantap (stabil) dan permanen yang disebut klimaks. Tansley (1920) mendefinisikan suksesi sebagai perubahan tahap demi tahap yang terjadi dalam vegetasi pada suatu kecendrungan daerah pada permukaan bumi dari suatu populasi berganti dengan yang lain. Clements (1916) membedakan enam sub-komponen : (a) nudation; (b) migrasi; (c) excesis; (d) kompetisi; (e) reaksi; (f) final stabilisasi, klimaks. Uraian Clements mengenai suksesi masih tetap berlaku. Bagaimanapun sesuatu mungkin menekankan subproses yang lain, contohnya perubahan angka dalam populasi merubah bentuk hidup integrasi atau perubahan dari genetik adaptasi populasi dalam aliran evolusi. Suksesi sebagai suatu studi orientasi yang memperhatikan semua perubahan dalam vegetasi yang terjadi pada habitat sama dalam suatu perjalanan waktu (Dombois and Ellengberg, 1974). Mueller (1974) menyatakan, suksesi ada dua tipe, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder. Perbedaaan dua tipe suksesi ini terletak pada kondisi habitat awal proses suksesi teijadi. Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal, terbentuk habitat baru. Suksesi sekunder terjadi bila suatu komunitas atau ekosistem alami terganggu baik secara alami atau buatan dan gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. Interaksi dari semua faktor yang berpengaruh tersebut akan menentukan komposisi jenis hutan Untuk memperoleh informasi vegetasi secara obyektif beberapa cara dapat dilakukan. Dengan demikian keberadaan tegakan hutan akan bervariasi antar satu tipe dengan tipe lainnya bahkan terdapat variasi antar unit pengelolaan hutan. Salah satu cara untuk memperoleh informasi tentang arah suksesi adalah melalui analisa struktur tegakan. Analisa spesies pohon dalam suatu komunitas berdasarkan struktur diameter dapat mengungkapkan kecenderungan suksesi suatu spesies yang memiliki populasi yang besar pada kelas ukuran kecil dan lebih kecil pada kelas ukuran besar, bahwa jenis tersebut cocok dengan habitat tersebut. Sebaliknya spesies yang memperlihatkan kecenderungan berlawanan berarti spesies tersebut sulit beregenerasi sehingga cenderung akan hilang dari komunitas. Selanjutnya juga dikatakan bahwa faktor lingkungan yang membatasi jumlah spesies yang hidup pada suatu tahap suksesi digolongkan ke dalam dua kategori. Pertama, faktor lingkungan yang mengakibatkan stres terdiri dari fenomena-fenomena yang membatasi hasil fotosintesa seperti cahaya, air, unsur hara tanah dan suhu; Kedua, faktor yang berhubungan dengan terjadinya kerusakan baik kerusakan sebagian maupun keseluruhan biomassa vegetasi seperti serangan hama, patogen atau manusia. Laju pertumbuhan populasi dan komposisi spesies berlangsung dengan cepat pada fase awal suksesi, kemudian menurun pada perkembangan berikutnya. Kondisi yang membatasi laju pertumbuhan populasi dan komposisi spesies pada tahap berikutnya adalah faktor lingkungan yang kurang cocok untuk mendukung kelangsungan hidup permudaan jenis-jenis tertentu. |
| DOWNLOAD FREE SOFTWARE ![]() |
DOWNLOAD FREE GAMES ![]() |
|
FREE BOOKS ![]() |
INFLUENZA ![]() |
Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem. Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging Perusakan Hutan Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon. Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging Perusakan Hutan Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara. Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon. Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi. Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging Perusakan Hutan Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem Pariwisata Alam. Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging Perusakan Hutan Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging Perusakan Hutan Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa. Suaka Alam. Satwa Endemik Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO. Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging Perusakan Hutan Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging Perusakan Hutan Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging Perusakan Hutan Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging Perusakan Hutan Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture. Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas. Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem. Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging Perusakan Hutan Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik??? Konservasi Insitu. Konservasi Eksitu. Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester. Germany Forester Indonesia Forester Molucas Forester Maluku. .Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester. Rimbawan Maluku. Plasma Nutfah Illegal Logging Perusakan Hutan Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi