<%@ Language=JavaScript %> Struktur dan Komposisi Hutan. Fungsi Hutan.

CARI UANGCARI UANGCARI UANGCARI UANGCARI UANG

.......SELAMAT DATANG...... ....TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA...... ANDA MEMANG BIJAKSANA.

DEPARTEMEN KEHUTANAN

FUNGSI HUTAN

Undang - Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan Pasal 6 ayat 1 dan 2, membagi hutan menurut fungsi pokoknya menjadi (1) hutan konservasi, (2) hutan lindung dan (3) hutan produksi.

Definisi yang diberikan untuk �hutan produksi� adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. Interpretasi menyimpang membuat hutan tersebut dikhususkan untuk tujuan produksi saja tanpa memperhatikan fungsi yang lain seperti pengaturan tata air, pencegahan banjir dan erosi, memelihara kesuburan tanah, pelestarian lingkungan hidup, konservasi keanekaragaman hayati dan sebagainya.

Langkah yang tepat adalah memanfaatkan hutan secara bijaksana tanpa melupakan bahwa hutan merupakan suatu ekosistem, dimana komponen-komponennya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

UNIVERSITAS PATTIMURA

FAKULTAS  PERTANIAN UNPATTI

JURUSAN KEHUTANAN UNPATTI

BUDIDAYA HUTAN UNPATTI

FOREST WACTH INDONESIA

UGM

PERATURAN UNDANG-UNDANG

Staf pengajar Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura.

Selain website ini dapat juga mengunjungi website 

http://www.irwantoshut.com

atau

http://irwantoshut.cjb.net

  SMS.081343007763

FORESTRY FAO

WWF

BIRDLIFE

BEASISWA

KOMPAS

WEBSITE SEDERHANA

Email: [email protected]

 

Materi Kuliah, Hasil Penelitian, Paper, Laporan, Profil Pribadi dapat dilihat dibawah ini
STUDI PENELITIAN PAPER MATERI KULIAH
GAMBAR JALAN-JALAN DIARY PRIBADI
BERITA TERKINI SUPERMAN??? LUCU??? IDENTIFIKASI POHON

JADILAH

FORESTER SEJATI

Download :

MARS RIMBAWAN

HAWAIIAN FORESTER

 

KRITIK dan SARAN:

[email protected]

[email protected]

Cari dengan google :

Ketik kata yang ingin dicari, jika merupakan 2 atau 3 kata, harus memakai tanda petik pada awal dan akhir agar search engine tidak mencari secara terpisah. Contoh: "Kehutanan Indonesia"

Jika tipe file PDF yang ingin dicari ketik:  filetype:pdf

Contoh: "Kehutanan Indonesia"  filetype:pdf

Saturday, 16 December 2006 12:54:34 AM +0700

Hit Counter

Google

 

STRUKTUR DAN KOMPOSISI


       Muller (1974) membagi struktur vegetasi menjadi lima berdasarkan tingkatannya, yaitu: fisiognomi vegetasi, struktur biomassa, struktur bentuk hidup, struktur floristik, struktur tegakan.
       Struktur suatu vegetasi terdiri dari individu-individu yang membentuk tegakan di dalam suatu ruang. Komunitas tumbuhan terdiri dari sekelompok tumbuh-tumbuhan yang masing-masing individu mempertahankan sifatnya (Danserau - Dombois, 1974)
Menurut Kershaw (1973), struktur vegetasi terdiri dari 3 komponen, yaitu:
- Struktur vegetasi berupa vegetasi secara vertikal yang merupakan diagram profil yang melukiskan lapisan pohon, tiang, sapihan, semai dan herba penyusun vegetasi.
- Sebaran, horisotal jenis-jenis penyusun yang menggambarkan letak dari suatu individu terhadap individu lain.
- Kelimpahan (abudance) setiap jenis dalam suatu komunitas.
       Hutan hujan tropika terkenal karena pelapisannya, ini berarti bahwa populasi campuran di dalamnya disusun pada arah vertikal dengan jarak teratur secara kontinu. Tampaknya pelapisan vertikal komunitas hutan itu mempunyai sebaran populasi hewan yang hidup dalam hutan itu. Sering terdapat suatu atau beberapa populasi yang dalam kehidupan dan pencarian makanannya tampak terbatas (Whitmore,1975).
      Selanjutnya Kershaw (1973) menyatakan, stratifikasi hutan hujan tropika dapat dibedakan menjadi 5 lapisan, yaitu : Lapisan A (lapisan pohon-pohon yang tertinggi atau emergent), lapisan B dan C (lapisan pohon-pohon yang berada di baaTahnya atau yang berukuran sedang), lapisan D (lapisan semak dan belukar) dan lapisan E (merupakan lantai hutan). Struktur suatu masyarakat tumbuhan pada hutan hujan tropika basah dapat dilihat dari gambaran umum stratifikasi pohon-pohon perdu dan herba tanah.
       Komposisi dan struktur suatu vegetasi merupakan fungsi dari beberapa faktor, seperti: flora setempat, habitat (iklim, tanah dan lain lain), waktu dan kesempatan (Marsono,1977).
Kelimpahan jenis ditentukan, berdasarkan besarnya frekuensi, kerapatan dan dominasi setiap jenis. Penguasaan suatu jenis terhadap jenis-jenis lain ditentukan berdasarkan Indeks Nilai Penting, volume, biomassa, persentase penutupan tajuk, luas bidang dasar atau banyaknya individu dan kerapatan (Soerianegara,1998).
       Frekuensi suatu jenis menunjukan penyebaran suatu jenis-jenis dalam suatu areal. jenis yang menyebar secara merata mempunyai nilai frekuensi yang besar, sebaliknya jenis-jenis yang mempunyai nilai frekuensi yang kecil mempunyai daerah sebaran yang kurang luas. Kerapatan dari suatu jenis merupakan nilai yang menunjukan jumlah atau banyaknya suatu jenis per satuan luas. Makin besar kerapatan suatu jenis, makin banyak individu jenis tersebut per satuan luas. Dominasi suatu merupakan nilai yang menunjukan peguasaan suatu jenis terhadap komunitas.
       Suatu daerah yang didominasi oleh hanya jenis-jenis tertentu saja, maka daerah tersebut dikatakan memiliki keanekaragaman jenis yang rendah. Keanekaragaman jenis yang tinggi menunjukan bahwa suatu komunitas memiliki kompleksitas yang tinggi, karena di dalam komunitas itu terjadi interaksi antara jenis yang tinggi. Lebih lanjut dikatakan, keanekaragaman merupakan ciri dari suatu komunitas terutama dikaitkan dengan jumlah dan jumlah individu tiap jenis pada komunitas tersebut. Keanekaragaman jenis menyatakan suatu ukuran yang menggambarkan variasi jenis tumbuhan dari suatu komunitas yang dipengaruhi oleh jumlah jenis dan kelimpahan relatif dari setiap jenis.

Next

 

HASILKAN UANG
DARI BLOG

money

DOWNLOAD FREE
SOFTWARE


FREE SOFTWARE
DOWNLOAD FREE
GAMES


FREE GAME

BEST PICTURES

BEST PICTURE

BOOKS OF FOREST

BOOKS DEGRADATION
INFLUENZA

influenza
MICHAEL JACKSON

michael jackson
SUPERMAN RETURNS

superman returns
BODY BUILDING /
BINA RAGA
body building

BATMAN

Batman

SPIDERMAN

Spiderman

BRITNEY SPEARS

Britney Spears


BERGABUNG DENGAN 000WEBHOST DAPATKAN US$ 5 - $ 100
FREE WEBHOST $0,00/MO

Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem.  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu. Luas Hutan. Hutan Tanaman Industri. Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon. Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara. Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon. Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi. Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku. Luas Hutan. Hutan Tanaman Industri. Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam. Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa. Suaka Alam. Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan. Luas Hutan. Hutan Tanaman Industri. Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO. Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture. Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas. Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem.  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik???  Konservasi Insitu. Konservasi Eksitu. Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester. Germany Forester Indonesia Forester Molucas Forester Maluku. .Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester. Rimbawan Maluku. Plasma Nutfah Illegal Logging. Luas Hutan. Hutan Tanaman Industri.  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi

Hosted by www.Geocities.ws

1