Nomor Pengunjung : STRATIFIKASI HUTAN. rimbawan maluku indonesia.

Selamat Datang di Homepage .....Irwanto,S.Hut..... Terima Kasih Atas Kunjungan Anda.  Memang Anda Orang Hebat.

IRWANTO,S.Hut

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.

UU No.41 Thn 1999

Selain website ini dapat juga mengunjungi website

 http://www.irwantoshut.com  

atau

http://irwantoshut.us.tt/

HP. 08524300644x

08134300776x

Masih ingin belajar dari siapa saja.

DEPARTEMEN KEHUTANAN

UNIVERSITAS PATTIMURA UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEHUTANAN UNPATTI

<<< ..INGIN TUKAR INFORMASI DAN PENGALAMAN... EMAIL: irwantoshut@yahoo.com  >>>
Materi Kuliah, Hasil Penelitian, Paper, Laporan, Profil Pribadi dapat dilihat dibawah ini
STUDI PENELITIAN PAPER MATERI KULIAH
GAMBAR TRAVEL DIARY PRIBADI
BERITA TERKINI FOTO ??? KETAWA !?!?! JENIS POHON

Cari sesuatu dengan Google Search 

Ketik kata yang ingin dicari kemudian double klik Google Search

Petunjuk Pencarian :

Ketik kata yang ingin dicari, jika merupakan 2 atau 3 kata, harus memakai tanda petik pada awal dan akhir agar search engine tidak mencari secara terpisah. Contoh: "Kehutanan Indonesia"

Jika tipe file PDF yang ingin dicari ketik:  filetype:pdf

Contoh: "Kehutanan Indonesia"  filetype:pdf

DOWNLOAD GAMES DOWNLOAD GAMES

 Apel            332 kb

 Camera       259 kb

 Catur           447 kb

 Pingpong     396 kb

Tes Pribadi    74 kb

Tes IQ          499 kb

Tes Mata       77 kb

Telur             456 kb

KRITIK dan SARAN:

irwantoshut@yahoo.com

email@irwantoshut.us.tt

Download :

MARS RIMBAWAN

HAWAIIAN FORESTER

07-02-12

Google

 

STRATIFIKASI

 

Di dalam hutan tropik pohon-pohon membentuk beberapa stratum yang tersusun satu di atas yang lain dari beberapa tajuk pepohonan. Namun di dalam hutan iklim sedang tidak pernah ditemui lebih dari dua stratum pohon, bahkan kadangkala hanya terdapat 1 stratum. Sementara itu di dalam hutan hujan akan didapati 3 stratum bahkan lebih, yang dicirikan dengan adanya susunan dari pohon-pohon yang diatur dalam tiga tingkatan yang agak jelas. Tingkat pertama (dominan) membentuk satu kanopi sempurna. Kanopi merupakan kumpulan tajuk (kesatuan tajuk) atas hutan yang rata-rata mempunyai ketinggian 20-35 meter dan tumbuhnya rapat sehingga tajuknya saling bertautan membentuk kesinambungan dan menjadi atap hutan. Hal ini menyebabkan kondisi sekitar menjadi sejuk atau teduh tanpa sinar matahari. Tumbuh-tumbuhan yang terdapat di kanopi umumnya berdaun tetapi variasinya kurang. Permukaan daun rata dan mengkilap di kedua sisinya. Di bawahnya terdapat suatu tingkatan lain dari pohon-pohon besar yang juga membentuk kanopi yang sempurna. Lebih rendah lagi terdapat suatu tingkatan dari pohon-pohon kecil yang terpencar.

Suatu stratum pohon dapat membentuk suatu kanopi yang kontinu atau diskontinu. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya tajuk-tajuk yang saling bersentuhan secara lateral. Istilah kanopi adakalanya sinonim dengan stratum. Kanopi berarti suatu lapisan yang sedikit banyak kontinu dari tajuk-tajuk pohon yang tingginya mendekati sama, misalnya permukaan yang tertutup. Atap dari hutan kadangkala juga disebut kanopi. Di dalam hutan hujan, permukaan ini dapat dibentuk oleh tajuk-tajuk dari stratum yang paling tinggi saja.

Stratifikasi tajuk dalam hutan hujan tropika dipisahkan oleh beberapa stratum antara lain:

Stratum A: Merupakan lapisan teratas terdiri dari pohon-pohon yang tingginya sekitar 80 meter ke atas, misalnya Shorea sp. Di antaranya terdapat juga pohon yang rendah, tetapi umumnya tinggi pepohonan mencapai rata-rata 40-50 meter dan bertajuk tidak beraturan (diskontinu) sehingga tidak saling bersentuhan membentuk lapisan yang bersinambungan. Pepohonan tersebut umumnya mempunyai 3 atau 4 lapisan tajuk, batang yang tumbuh lurus, tinggi, serta batang bebas cabangnya cukup tinggi. Pada hutan stratum A ini banyak dijumpai liana-liana berbatang tebal, berkayu, bersifat herba dan epifit.

Stratum B: Terdiri dari pohon-pohon yang mempunyai tinggi 18�30 meter dengan tajuk yang beraturan (kontinu). Batang pohon umumnya bercabang dan batang bebas cabangnya yang tidak begitu tinggi. Jenis pohon pada stratum ini kurang memerlukan cahaya atau tahan naungan (toleran).

Stratum C: Terdiri dari pohon-pohon yang mempunyai tinggi 4-18 meter dan bertajuk kontinu. Pohon-pohon dalam stra�tum ini rendah, kecil dan banyak bercabang banyak. Lapisannya bersinambungan dan agak rapat.

Stratum D: Terdiri dari lapisan perdu dan semak yang mempunyai tinggi 1-4 meter. Termasuk di dalamnya adalah pohon�pohon muda, palma-palma kecil, herba besar dan paku�pakuan besar.

Stratum E: Terdiri dari lapisan tumbuh-tumbuhan penutup tanah atau lapisan lapangan yang mempunyai tinggi 0-1 meter.

Di daerah ini banyak dijumpai tanaman anak-anakan dan tumbuhan yang bersifat herba.

Meskipun sudah dibedakan dalam stratum tetapi tidak menutup kemungkinan timbulnya perbedaan antar stratum. Hal ini disebabkan keadaan tempat tumbuh dan komposisi hutan yang berbeda. Misalnya, di dalam hutan hujan campuran di Nigeria, Guyana dan Kalimantan Utara, tinggi rata-rata stratum A dapat bervariasi antara 30-42 meter, stratum B antara 18-27 meter dan stratum C antara 8-14 meter.

Antara stratum A dan terdapat B perbedaan yang jelas karena terdapat diskontinuitas tajuk yang vertikal. Namun antara stratum B dan C perbedaan ini umumnya kurang jelas, sehingga hanya dapat dibedakan berdasarkan tinggi dan bentuk pohon saja. Di samping itu, tidak semua hutan memiliki stratum seperti di atas, yang berarti hutan hanya mempunyai stratum A-B atau A-C saja. Tetapi yang penting menurut Richards (1952) ialah adanya peranan liana (tumbuh-tumbuhan pemanjat) berkayu yang dapat menjadi bagian dari tajuk hutan.

 

STRATIFIKASI HUTAN HUJAN TROPIS

 

 

 

                  Keterangan :

1.      Tumbuhan Mandiri

2.      Epifit

3.      Pemanjat

4.      Parasit

5.      Pencekik

6.      Saprofit

 

DAFTAR  PUSTAKA

 

Whitmore, T.C, 1975, Tropical Rain Forests of the Far East (Chapter Two Forest Structure) 1st Edition, Oxford University Press, Oxford

 

Arief, A. 1994, Hutan Hakekat dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan. Yayasan Obor Indonesia Jakarta.

 

PENELITIAN BIDANG KEHUTANAN
NO J U D U L Keterangan
1 Pengaruh Hormon IBA Terhadap Keberhasilan Stek Pucuk Meranti Merah (Shorea montigena).

Penelitian

2

Pengaruh Rootone - F dan Ukuran Diameter Stek Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Jati (Tectona grandis L.F).

Penelitian

3

Pengaruh Allelopathy Acacia mangium Wild Terhadap Perkecambahan Benih Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L) dan Jagung (Zea mays)

Penelitian

4 Pengaruh Perbedaan Naungan Terhadap Pertumbuhan Semai Shorea sp di Persemaian Penelitian
5 Analisis Vegetasi Untuk Pengelolaan Hutan Lindung Pulau Marsegu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku

Proposal

6 Perbandingan Struktur Hutan Alam dan Struktur Hutan Tanaman

Laporan

7 Nutrisi Yang Diperoleh Dari Serasah Daun Meningkatkan Pertumbuhan Semai Dipterocarp

Penelitian

8 Dinamika dan Pertumbuhan Tegakan

Materi Presentasi

9 Mikoorganisme Tanah

Materi Presentasi

10 Keberhasilan Stek Gofasa (Vitex cofassus)

Penelitian

     

KEMBALI   BACK

HASILKAN UANG
DARI BLOG ATAU
WEBSITE ANDA

money

DOWNLOAD FREE
SOFTWARE


FREE SOFTWARE
DOWNLOAD FREE
GAMES


FREE GAME

FREE BOOKS

BEST PICTURE


FREE BOOKS

BOOKS DEGRADATION

INFLUENZA

influenza

Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan .Republik Indonesia. Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera .Bali Nusa. Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  .Perusakan Hutan.  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia .Lahan Kritis. Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia .Kesuburan Tanah. Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis .Hutan Hujan Tropis. Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health. USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan Forestry Agroforestry Agrosilvapasture Forester American Forester Germany Forester Indonesia Forester Moluccas Forester Maluku Ambon Sulawesi Papua Kalimantan Jawa Sumatera Bali Nusa Tenggara Eucalyptus Tanaman Budidaya Pohon Pertumbuhan Kehutanan Indonesia Forester Moluccas Hutan Indonesia Lahan Kritis Hutan Hujan Tropis Perlindungan Alam Hidrologi Kesehatan Hutan Manajemen Habitat Budidaya Hutan Manajemen Hutan Teknologi Hasil Hutan Kehutanan. Indonesia Kesuburan Tanah Fisiologi Pohon Pemuliaan Pohon Ekologi Vegetasi Silvika Lanjut Ekologi Ekosistem  Pariwisata Alam Perencanaan Hutan Pemanenan Hasil Hutan Forest Health USDA FAO Forest Product Kehutanan Indonesia Undang Undang Kehutanan Undang Undang Lingkungan Irwanto Forester Rimbawan Maluku Plasma Nutfah. Illegal Logging  Perusakan Hutan  Hutan Mangrove Hutan Pantai Hutan Rawa Hutan Dataran Rendah Hutan Pegunungan Suaka Margasatwa Suaka Alam Satwa Endemik  Konservasi Insitu Konservasi Eksitu Departemen Kehutanan Republik Indonesia Keanekaragaman Hayati Biodiversitas Pariwisata Alam Kehutanan Indonesia Pembangunan Kehutanan. Forestry Agroforestry Agrosilvapasture

Hosted by www.Geocities.ws

1