Teori ini menyatakan bahwa :“Belajar matematika merupakan belajar bermakna,
dalam arti setiap konsep yang dipelajari harus benar-benar dimengerti sebelum sampai pada latihan atau hafalan.”
Brownell mengemukakan tentang Teori Makna (Meaning Theory) sebagai pengganti Teori Latihan Hafal/Ulangan (Drill Theory).
Intisari dari Teori Drill adalah :
- Matematika untuk tujuan pembelajaran dianalisis sebagai kumpulan fakta yang berdiri sendiri dan tidak saling berkaitan.
- Anak diharuskan menguasai unsur-unsur yang banyak sekali tanpa diperhatikan pengertiannya.
- Anak mempelajari unsur-unsur dalam bentuk seperti yang akan digunakan nanti dalam kesempatan lain.
- Anak akan mencapai tujuan ini secara efektif dan efisien dengan melalui pengulangan.
Brownell mengemukakan ada 3 keberatan utama berkenaan dengan teori Drill dalam pengajaran matematika, yaitu :
- Teori drill memberikan tugas yang harus dipelajari siswa yang hampir tidak mungkin dicapai.
- Keberatan yang lainnya berkaitan dengan reaksi yang dihasilkan oleh drill.
- Tidak memadai dalam pengajaran aritmatika, karena tidak menyediakan kegiatan untuk berfikir secara kuantitatif.
Sedangkan intisari dari Teori Makna adalah :
- Anak harus melihat makna dari apa yang dipelajarinya.
- Teori drill dipakai setelah konsep, prisip, dan proses telah dipahami oleh siswa.
- Mengembangkan kemampuan berfikir dalam situasi kuantitatif.
- Program aritmatika membahas tentang pentingnya dan makna dari bilangan.
Menurut Dienes bahwa konsep-konsep matematika itu akan lebih berhasil dipelajari bila melalui tahapan tertentu.
Tahapan belajar menurut Dienes itu ada enam tahapan secara berurutan, yaitu sebagai berikut.
-
Bermain bebas (Free Play)
-
Permainan (Games)
-
Penelaahan kesamaan sifat (searcing for Communities)
-
Representasi (Representation) Simbolisasi (Symbolization)
-
Formalisasi (Formalitation).
4. Teori Belajar Gagne
Teori yang diperkenalkan Robert M.Gagne pada tahun 1960-an pembelajaran harus dikondisikan untuk memunculkan respons yang diharapkan.
Menurut Gagne, belajar matematika terdiri dari objek langsung dan objek tak langsung.
A. Objek-objek langsung pembelajaran matematika terdiri atas :
- Fakta-fakta matematika
- Ketrampilan-ketrampilan matematika
- Konsep-konsep matematika
- Prinsip-prinsip matematika
B. Objek-objek tak langsung pembelajaran matematika adalah :
- Kemampuan berfikir logis
- Kemampuan memecahkan masalah
- Sikap positif terhadap matematika
- Ketekunan
- Ketelitian
5. Teori Dienes (Joyfull Learning)
Zoltan P.Dienes adalah seorang matematikawan yang memfokuskan perhatiannya pada cara pengajaran.
Dienes menekankan bahwa dalam pembelajaran sebaiknya dikembangkan suatu proses pembelajaran yang menarik
sehingga bisa meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika.
6. Teori Belajar Zoltan P. Dienes
Teori ini menyatakan bahwa “Tiap-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk
yang konkrit akan dapat dipahami dengan baik dan benda atau objek dalam bentuk pemainan akan
sangat berperan bila dimanipulasi dengan baik dalam pengajaran matematika.”
Dalam konsepnya itu, Dienes membagi tahap-tahap belajar dalam 6 tahap, yaitu :
a. Permainan Bebas (Free Play)
Yaitu dengan melakukan aktifitas yang tidak berstruktur dan tidak diarahkan.
Di mana siswa mengadakan percobaan yang mengotak-atik benda-benda konkrit dan abstrak dari unsur yang sedang dipelajarinya itu.
b. Permainan yang Disertai Aturan (Games)
Siswa meneliti pola-pola dan keteraturan yang terdapat dalam konsep tertentu.
c. Permainan Kesamaan Sifat (Searching for comunities)
Siswa diarahkan dalam kegiatan menemukan sifat-sifat kesamaan dalam permainan yang sedang diikuti.
d. Representasi (Representasi)
Yaitu tahap pengambilan kesamaan sifat dari beberapa situasi yang sejenis.
Para siswa menentukan representasi dari konsep-konsep tertentu yang bersifat abstrak.
Dengan demikian telah mengarah pada pengertian struktur matematika yang sifatnya abtrak yang terdapat dalam konsep yang sedang dipelajari.
e. Simbolisasi (Symbolization)
Yaitu merumuskan representasi dari setiap konsep dengan menggunakan simbol matematika.
f. Formalisasi (Formalization)
Dalam hal ini siswa dituntut untuk menurutkan sifat-sifat konsep dan kemudian merumuskan sifat-sifat baru konsep tersebut.
7. Teori Belajar Hanbury
Dalam teori belajar konstruktivisme, Hanbury (1996: 3) mengemukakan sejumlah aspek dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika, yaitu
- Siswa mengkonstruksi pengetahuan matematika dengan cara mengintegrasikan ide yang mereka miliki,
- Matematika menjadi lebih bermakna karena siswa mengerti,
- Strategi siswa lebih bernilai,
- Siswa mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya.
Sumber :
- Abyfarhan. 2011. Teori Belajar Matematika Menurut Bruner, Gagne, Thorndike, Skinner, Piaget. Online : (http://www.abyfarhan.com/2011/12/teori-belajar-matematika-menurut-bruner.html#.VKVSodKUcuo, diakses tanggal 4 Januari 2015).
- Dedi. 2013. Teori Belajar Matematika Menurut Para Ahli. Online: (http://dedi26.blogspot.com/2013/05/teori-belajar-matematika.html, diakses tanggal 4 Januari 2015).
- Fransisca, Silvia. 2010. Teori Belajar Matematika menurut 23 Ahli. Online: (http://silviafrans90.blogspot.com/2010/12/teori-belajar-matematika.html, diakses tanggal 4 Januari 2015)
- Kalsum, Umi. 2012. Teori Pembelajaran Matematika. Online: (http://umi-kalsum-pgmi.blogspot.com/2012/10/teori-pembelajaran-matematika.html, diakses tanggal 4 Januari 2015).