Ippmasi Website
Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sirisori Islam
Kembali IPPMASSI TOLAK PANAS BONGSO
TAMILAOW – HUTUMURI – SIRI SORI KRISTEN
 

 

Ambon, ippmassi.com. Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Siri Sori Islam (IPPMASSI) Ambon menolak tegas pelaksanaan acara ritual Panas Bongso atau lebih dikenal dengan Panas Gandong. Pasalnya acara yang diprakarsai warga Hutumuri, Tamilow dan Siri Sori Kristen tersebut tidak melibatkan Negeri Siri Sori Islam sebagai salah satu keturunan dari Tiga datuk Timanole, Simanole dan Silaloy.

Anehnya Hutumuri hanya melibatkan Siri Sori  Kristen sebagai wakil Siri Sori Islam. Ini proses pengkaburan sejara. Demikian dikatakan Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Negeri Maryam Sanaky kepada ippmassi.com di Sekretariat IPPMASSI Ambon di Ambon, Kamis 2 November 2006.

Dikatakan, IPPMASSI sebagai wadah berhimpun pemuda Siri Sori Islam bertanggung jawab secara moril untuk mengambalikan dan meluruskan kembali keaslian sejarah, terkait dengan hubungan sejarah adik dan kakak Tamilow, Hutumuri dan Siri Sori Islam. ”Jadi, dalam acara panas bongso yang direncanakan akan berjalan pada 4 – 9 November 2006 ini, sama sekali tidak melibatkan kami selaku saudara dari datuk Silaloy (Siri Sori Islam-red). Ini terang-terangan sudah menimbulkan kontroversi dengan sejarah tiga datuk Timanole, Simanole dan Silaloy”, ujarnya.

Lanjut dia, untuk memelihara keaslian sejara adik kakak atau atau yang disebut saudara kandung itu, kata Sanaky, IPPMASSI telah siap untuk berdebat secara ilmiah terkait sejarah TIGA DATUK tersebut.

Sementara itu, delegasi dari datuk Silaloy, kata sanaky adalah SiriSori Islam, kemudian untuk itu ia memandang kalau Siri Sori Islam berhubungan saudara kandung dengan Tamilow dan Hutumuri mengapa Siri Sori Islam tidak dilibatkan?

Untuk itu ia menilai, ada oknum-oknum tertentu yang berkepentingan dan mencari keuntungan di dalam proses Panas Gandong tersebut, dan ini merupakan pengkaburan sejarah. ”Sebab kami anak cucu datuk Silaloy tak pernah mengingkari saudara kami dari Tamilow dan Hutumuri. Jika sejarah dibohongi, itu adalah proses pembelajaran dan pembodohan terhadap ana cucu, ”, jelasnya.

Ditegaskan, IPPMASSI tetap menolak acara panas bongso itu, dan hal tersebut adalah peringatan kepada warga Tamilow dan Hutumuri yang kini telah mulai mengkaburkan sejarah tiga Datuk Timanole, simanole dan Silaloy. ”Kami tetap menolak acara panas bongso ini, seharusnyaq delegasi dari Silaloy adalah kami dari Siri Sori Islam,” tandas Yam.

Sanaky balik bertanya, jika dikatakan sebagai acara panas bongso, mengapa Haria dan Waai yang juga saudara sekandung Timanole, Simanole dan Silaloy tidak dilibatkan ? ”Jadi acara panas gandong Tamilow, Hutumuri dan Siri Sori Kristen sangat kontroversial dan sekaligus melacurkan sejarah tiga  datuk,” cetusnya.

Sementara itu direncanakan acara panas bongso yang kan dilaksankan 4 – 9 November 2006 itu dihadiri Gubernur Maluku Karel A Ralahalu. Untuk itu lanjutnya, jika Gubernur turut hadir dan mendukung acara panas bongso anatara Tamilow, Hutumuri dan Siri Sori Serani berarti geberniur juga ikut mengkaburkan sejarah.

Untuk itu, Sanaky menghimbau kepada seluruh warga Siri Sori Islam yang berdomisili di Ambon maupun di mana saja berada untuk tidak terlibat secara langsung maupun menyaksikan acara tersebut. ”Saya menghmbau kepada masyarakat Siri Sori Islam di mana saja berada jangan terlibat dan menyaksikan acara dimaksud, sebab jika kita terlibat secara langsung sama saja kita mengiyakan bahwa kita bukan turunan asli dari Moyang Silaloy,” Pinta Maya.

 


copyright © ippmasi Ambon
Hosted by www.Geocities.ws

1