Ambon, ippmassi.com. Rencana digelarnya prosesi adat panas bongso tiga negeri di Hutumuri terus menuai protes. Bila sebelunya penolakan itu dilontarkan kalangan pemuda DARI Negeri Siri Sori Islam, kini raja dan tokoh adat di Negeri tersebut menyampaikan penolakan serupa.
Raja Negeri Siri Sori Islam (Upu Aiyao) Jhoni Karim Pattisahusiwa kepada ippmassi.com saat ditemui di kediamannya, Jumat (3/11) mengatakan, rencana digelarnya prosesi adat yang melibatkan tiga negeri masing-masing, Negeri Tamilow, Hutumuri dan Siri Sori Kristen, merupakan tindakan melanggar sejarah 3 datuk bersaudara, Timanole (Tamilow), Simanole (Hutumuri) dan Silaloy (Siri Sori).
Jhoni menilai, ritual adat tersebut harusnya berkiblat pada perjanjian tiga datuk tersebut di Hatu Mary. Pasalnya sebagian besar ana cucu Silaloy itu adalah masyarakat Negeri Siri Sori Islam yang harus dilibatkna.
Dengan melihat realitas saat ini, maka prosesi panas bongso yang direncanakan tersebut, sangat menyimpang dan sangat berdampak negatif pada keharmonisan ana cucu tiga bersaudara itu.
Sementara itu, tokoh adat Negri Siri Sori Islam yang juga merupakan tuan tanah, Hamza Salatalohy mengatakan, fakta sejarah ini telah terpatri dalam jati diri setiap ana cucu negeri yang dikenal dengan Louhata Amalatu ini.
”Seluruh ana cucu Solaloi sangat menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan yang telah ditanamkan oleh para leluhur. Dan ikrar kehidupan bersaudara ketiga datuk itu masih tetap dipegang hingga kini,” tandas Salatalohy.
Salatalohy bahkan menyakini bahwa, sejarah tiga datuk itu tak akan bisa dilupakan. Karena bukti-bukti sejarah akan bercerita bahwa apa yang akan dilakoni dalam ritual panas bongso itu adalah hal yang menyimpang.
Ia juga menantang pihak panitia, bahwa selaku tuan tanah Negeri Louhata, dirinya sipa untuk membeberkan fakta dan bukti sejarah tiga adat itu.
Dan sebelum panas bongso itu digelar, di meminta, terlebih dahulu dilakukan pertemuan dengan mengumpulkan seluruh anak adat tiga negeri. Kemudian ditambah dengan anak adat dari dua negeri lainnya, yang merupakan saudara perempuan ketiga datuk tersebut, yakni Negeri Haria dan Negeri Waai.
”Bicara tentang saudara kandung, perlu diingat bahwa, ketiga datuk itu juga memiliki dua saudara perempuan yang anak cucunya adalah masyarakat Negeri Waai dan Negeri Haria. Dan sebagai tokoh adat, saya khawatir akan terjadi sesuatu jika prosesi panas bongso itu tetap dijalankan,” ungkap Sallatalohy.
Penegasan yang serupa juga disampaikan tokoh masyarakat Negeri Siri Sori Islam Hamid Kaplale. Menurutnya, saudara asli Hutumuri dan Tamilow adalah ana cucu yang kini bermukim di Negeri Siri Sori Islam dan bukan Negeri Siri Sori Kristen. Karena semua fakta sejarah itu kini berada di Negeri Siri Sori Islam. ”Elemen masyarakat Negeri Siri Sori Islam siap membeberkan sejarah itu. Siapa sebenarnya saudara bongso tiga datuk itu, termasuk saudara perempuan yang kini menempati Negeri Waai dan Negeri Haria,”tegasnya.
|