Ambon, ippmassi.com. Penolakn terhadap rencana digelarnya prosesi panas bongso yang kan dilakukan tiga negeri adapt bersaudara di Negeri Hutumuri, kini memuncak.
Ikatan Keluarga Siri Sori Islam (IKASSI) Ambon, akhirnya menyurati Gubernur KArel Albert Ralahalu dan sejumlah pejabat terkait di Maluku, akan dampak negative dari pelaksanaan ritual adapt tersebut, menyusul keresahan warga Negeri Siri Sori Islam.
Lewat surat Nomor 18/IKASSI/XI/2006, Jumat (3/11), IKASSI Ambon atas nama segenap warga Negeri Siri Sori Islam meminta gubernur untuk membatalkan pelaksanaan acara tersebut. Pasalnya, pelaksanaan ritual adapt yang tidak melibatkan warga Negeri Siri Sori Islam, itu dinilai merupakan tindakan pengkhianatan terhadapa fakta sejarah tiga datuk bersaudara Timanole (Tamilouw), Simanole (Hutumuri) dan Silaloi (Siri Sori).
IKASSI menilai, dengan membiarkan pelaksanaan ritual adapt tersebut digelar, mka bukan saja membiarkan suatu upaya pembusukan terencana terhadap kesucian adapt tiga negeri, tapi juga membiarakan fitnah yang mekecehkan martabat dan harga diri warga Negeri Siri Sori Islam.
Selain itu, gubernur juga diingatkan akan keresahan warga Negeri Siri Sori Islam yang timbul akibat tindakan pelecehan dari rencanan di atas.
Keresahan itu, dikhawatirkan berpotensi konflik, terutama antara Negeri Siri Sori Islam dan Siri Sori Krresten yang bertetangga di kecamatan Saparua. “Sangat disayangkan, bila dalam kondisi yang kondusif saat ini dengan kembalinya kehidupan orang basudara paska konflik, adanya gejolak baru akibat pelaksanaan ritual tersebut,” tulis mereka.
Dengan berbagai pertimbangan kondisi ini, IKASSI meminta agar gubernur dapat membatalkan rencana pelaksanaan ritual panas bongso itu, sampai dengan adanya musyawarah antara tokoh-tokoh adat yang juga naka cucu tiga datuk bersaudara itu.
Surat yang ditandatangani Ketua IKASSSI Ambon drs.H.M.Polhaupessy itu juga disampaikan kepada Kapolda Maluku, Pangdam Pattimura dan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Skedar diketahui, tidak dilibatkannya masyarakat Negeri Siri Sori Islam dalam pelaksanaan ritual adapt panas bongso ini, telah terjadi bebebrapa kali. Ini berawal, ketika terjadinya konflik antara Negeri Siri Sori Islam dengan masyarakat Tamilouw sekian tahun lalu. Sejak itu, masyarakat Negeri Siri Sori Islam tidak pernah lagi dilibatkan dan setiap kali digelar acara tersebut keteganganpun terjadi.
Padahal datuk Silaloi merupakan datuk dari masyarakat Siri Sori. Negeri Siri Sori terbagi menjadi dua pasca zaman colonial Portogis. Dimana sebagian kecil memilih menjadi pemeluk agama Nasrani kemudian membentuk egeri Siri Sori Kristen dan sebahagian besarnya memeluk agama Islam atau masyarakat Negeri Siri Sori Islam. Tiga datuk bersaudara Timanole, Simanole dan Silaloi ini juga mempunyai dua saudara perempuan yang anak cucunya adalah masyarakat Negeri Waai dan Negeri Haria.
Ironisnya, sudah berulang kali proses adapt itu digelar, pihak panitia sering mengabaikan keterlibatan anak cucu Silaloi dan dua saudara perempuannya itu. Sementara bukti-bukti sejarah dari hubungna persaudaraan itu masih ada. Bahkan terpatri pada setiap anak cucu Silaloi.
|