YANG MASIH KOTOR SEPERTI SAYA�
Yang masih kotor seperti saya�
Mari bertamu ke rumahNya�
Yang sudah bersih hidupnya
Pimpinlah negeri malang Indonesia
Yang membenci kebencian
Yang jijik kepada balas dendam
Yang puasa dengki dan caci maki�
Mari mengetuk PintuNya�
Yang ingin mengakhiri kegelapan
Mari berhimpun bersama-sama
Mengupayakan cintaNya
Yang ingin mengosongkan jiwa�
Dari nafsu sendiri
Yang ingin membuka telinga
Bagi Tuhan dan rakyat
Mari bertafakkur di atas tikarNya
Yang meneguhkan keadilan
Dengan sopan santun dan kelembutan
Yang menegakkan hukum�
Tanpa memperhinakan sesama hamba�
Mari sujud di hadapanNya�
Yang rela melupakan dirinya�
Untuk menomorsatukan rakyatnya�
Mari bersimpuh, memohon�
Pembelaan dan kasih sayangNya
�
TARIAN DARAH
seperti pijar, ingatan, kau menarikan derita manusia,�
di padang terbuka, musik letusan, begitu merdu, debu itu pakaianmu selalu,�
wajah bengis atau rintih pilu, pertaruhkan: inilah cinta itu sayangku,�
tikaman pada jantung, 35 butir peluru bersarang di tubuh, inilah darah, tarian purba,�
zarathustra, zarathustra....�
mengapa disembunyikan wajahmu?�
dalam senyum, sedang hunus di tanganmu siap tikam menikam.�
lunaskan segera. lunaskan!�
seekor gagak berekor gagak, berjuta burung nazar berkaok-kaok,�
mengendus-ngendus, bau dari tanganmu.�
sayap hitam. paruh tajam. mencucuk-cucuk daging...
ah, derita manusia...derita manusia...
�
PREK!
di hadapan kekuasaan dan senjata apa yang mau kau katakan?
marilah menjadi diktator atau fasis�
bermain kita dalam lingkaran setan�
hukum? jelas! siapa kuat dia menang�
marilah menjadi superman
mengalahkan semua yang lemah
jangan berbelas kasih, itu cengeng, dan dosa!
100000000000000000000000000000 orang mati
peduli apa!
�
KAWANKU DAN HITLER
siapa tokoh yang kau kagumi?
"Hitler!"
Kenapa Hitler?�
"Ia adalah pahlawan bangsa, menaikan harga diri,�
di tengah cemoohan bangsa lain"
tapi ia pembunuh berdarah dingin, maniac?
"Tapi ia punya sikap! dan mungkin kita butuh Hitler di sini!"�
�
YANG TERHORMAT TUAN PRESIDEN
selamat pagi,
apa kabar, hari ini masih seperti kemarin dulu?
rupiah terpuruk jatuh, dollar angkuh meroket ke langit
papua, aceh, maluku masih menjerit-jerit juga
aku dengar akan ada pasukan pbb datang ke sini
bagaimana, apakah diplomasi sudah dijalankan
apakah para negara donor itu sudah dibujuk
apakah para biang kerok itu sudah ditemukan
aku dengar banyak senjata datang ke sini, dari mana datangnya, darimana uangnya?
bagaimana, apakah sudah diseret para koruptor ke pengadilan
apakah sudah dituntaskan masalah penculikan dan kekerasan
apakah sudah .....
�(2)\line selamat siang,
apa kabar?
aku ingin menulis sajak, tapi apa gunanya.�
kekerasan tetap saja meledak di mana-mana
(3)\line selamat sore,
apa kabar?
.......................�
......................
......................
�
KELAKAR
apa harus dikata padamu
demikian bebal membatu
diammu adalah sekam membara
tatapmu adalah dendam tersimpan
tangan siapa memutar jarum
ledakan demi ledakan melantakan
tak sanggup kutatap puing, darah,�
daging tercecer
hentikan! hentikan!
kelakarmu tak lucu lagi!
�
ELIT SEMBELIT
elit sembelit, mengejan sekuat tenaga
eggggggggh...
lalu ledakan kudengar di mana-mana
�
LIDAH DIPUTAR: BALIK ARAH!
demikian licin menyusup ke balik semak
lidah terjulur-julur
mengendap-endap, membokong-bokong
hati-hati jangan berak sembarangan
bokongmu akan disantap!
�
KATANYA
"begitulah, dahulu, di sebuah negeri
diturunkan ular penggoda dari surga"
seperti digodanya adam?
"begitulah, kata orang, ia bisa menjadi kambing
hitam warnanya"
seperti kau cari?
"begitulah, kata sebuah bisik, ia meledakan negeri-negri
dengan keji"
kau tahu?
"katanya sih..."
�
MEONG
jika malam melarut sebagai kopi hitam�
meluncur dalam bayang-bayang kucing hitam�
mengeong pohon-pohon bergoyangan tak ada cahaya�
tak ada selain matamu mencorong�
tataplah aku!
jangan ragu keluarkan cakar taringmu�
mengiau lapar menggores-gores nadi darahku�
menyembur-nyembur nyemprot ke wajahmu�
puaskan hausmu!
�
NGANGA LUKA�
siapa berdarah-darah karena luka jadi nganga�
dibuka-buka dikorek-korek aduh sakitnya�
siapa merah siapa tadah siapa marah�
mamah segala sejarah kunyah segala susah
bah! seperti bedebah menebah nebah�
membedah bedah�
aduh pedihnya luka menjadi nganga!�
�
YANG TERCABIK�
compang comping tercabik cabik tersayat-sayat
tubuhmu tak berupa cantik atau tampan�
hanya daging tercabik cabik di mulut serigala�
mengerkah ngerkah air liur meluncur lidah terjulur
berapa harga sebuah tubuh?�
sungguh, seorang kawan bilang: sudah terlalu lama kita menderita�
siapa bikin derita, menyorongkan badan�
ke lapar buaya, ke rakus serigala�
siapa bikin? tubuh meluka
�
JANGAN
jangan terus kau berpikir jangan-jangan begini begitu begini begitu�
curiga khawatir penuh prasangka
macam-macam jang an-jangan menerkam-nerkam belakang kepala punggungmu�
seperti macan hitam di malam kelam mengendap-ngendap�
menguntit-nguntit karena lapar�
jangan-jangan mengusik tempat nasimu
menjungkalkan periuk hingga nungging tak berisi apa-apa�
jangan-jangan memasuki tidur-tidurmu dengan waswas menyerbu�
impianmu dengan paranoid memasuki bilik psikiatermu�
dengan hamham gamang ragu-ragumu�
jangan-jangan melipat dan menggunting�
�
JRESSS!!!�
di udara begini, bikin demam tubuh kita�
kepala tak berhenti berputar, berpusing�
siapa simpan dengki di hati?�
tak rela kita bahagia
ada api dalam sekam!�
membakar-bakar�
berapa air ditimba berapa�
menyiram bara di pelosok dunia�
�
GUS!�
kukirim sajak cinta, kepadamu, mungkin bisa menghibur hati
atau meredakan sakit kepalamu yang pusing tujuh keliling
(siapakah pemimpin di negeri ini, seorang teman bertanya)�
benang kusut, mana ujung mana pangkal, tak usai diurai�
mari kujahitkan kain yang sobek, tapi mana jarum?
(ah, di malam begini, susah mencarinya di jerami bertumpuk)�
ada anak bermain game dengan remote di tangan�
ada anak ngambek duduk termenung
(bill, bill, kembalikan!)
�
�
�
SURAT DARI TUHAN
Saat kau bangun di pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau
akan berbicara kepada-KU, walaupun hanya sepatah kata meminta
pendapat-KU atau bersyukur kepada-KU atas sesuatu hal yang indah
yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin.......
Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk
pergi bekerja, AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap,
AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-KU,
tetapi engkau terlalu sibuuuuuk......
Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit
tanpa melakukan apapun, kemudian AKU melihat engkau menggerakkan
kakimu. AKU berpikir engkau akan berbicara kepada-KU, tetapi engkau
berlari ke telephone dan menelpon seseorang teman untuk mengeluarkan
perasaan dan isi hatimu saat ini.......
AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan
sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, AKU berpikir engkau
terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepada-KU. Sebelum makan siang
AKU melihatmu memandang ke sekililing, mungkin engkau merasa malu
untuk berbicara kepada-KU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja
sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut
nama-KU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan,
tetapi engkau tidak melakukannya......
Yah tidak apa-apa, masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap
engkau akan berbicara kepada-KU, meskipun saat engkau pulang ke
rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan....
Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, AKU tidak tahu
apakah kau suka menonton TV atau tidak, hanya saja engkau selalu
kesana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya,
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yang ditampilkan.
Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati
makananmu, tetapi kembali engkau tidak berbicara kepada-KU....
Saat tidur KU-pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan
selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur
dan tertidur tanpa sepatahpun nama-KU kau sebut. Tidak apa-apa,
karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.......
AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.....
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang
lain......
AKU sangat menyayangimu.....
Setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur
dari hatimu......
Baiklah.....engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh
kasih bahwa hari ini kau akan sedikit meluangkan waktu untuk
menyapa-KU....
Tapi yang KU-tunggu.....ah, tak juga kau menyapa-KU
Subuh, Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh lagi kau masih
mengacuhkan AKU....
Tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa, tak ada
harapan dan keinginan untuk bersujud kepada-KU...
Apakah salah-KU padamu ?.......
Rizki yang KU-limpahkan,
Kesehatan yang KU-berikan,
Harta yang KU-relakan,
Makanan yang KU-hidangkan
Anak-anak yang KU-rahmatkan,
Apakah hal itu semua tidak membuatmu ingat kepada-KU ?.......
Percayalah, AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat
engkau akan menyapa-KU, memohon perlindungan-KU, bersujud
kepada-KU.......
Yang selalu menyertaimu setiap saat,
Allah SWT.
Copyright � 2001 Aji Kusuma -- All Rights Reserved --