|
Di Italia, orang-orang memberi sebutan 'giocatori bandiera' atau
'pemain bendera' untuk pemain-pemain sepakbola yang dalam karirnya
hanya bermain untuk satu klub, satu bendera. Dan Baresi lah giocatori
bandiera bagi Milan. Di tahun 1980 ketika Baresi masih remaja,
Milan sempat terkena degradasi dari Seri A. Sungguh menyedihkan
memang. Namun dua tahun kemudian, 1982, Baresi yang pada waktu itu
menjadi kapten tim, berhasil membawa Milan kembali ke Seri A. Tapi
apa mau dikata. Diakhir kompetisi, Milan kembali harus rela didegradasi
dari Seri A.
Melihat kondisi klubnya yang sedemikian menghawatirkan, Baresi akhirnya
membuat komitmen. Ia bertekad akan terus membela Milan dan membantu
membawa Milan kembali ke Seri A. Sepanjang musim ketika bermain
di Seri B, Baresi benar-benar menunjukan kemampuan dan bakatnya
sebagai center defender. Sampai-sampai klub sekota Milan,
Internazionale, tergiur untuk membeli Baresi agar bisa bermain untuk
klub tersebut. Tapi Baresi tetap kukuh ingin terus bersama Milan.
Sampai akhirnya, bersamanya Milan bisa lolos ke Seri A, serta menjadi
kampiun di Italia dan Eropa.
Selama karirnya, Baresi telah bermain 716 kali untuk rossoneri.
Bersamanya, Milan enam kali menjadi scudetto, dan empat kali
juara piala Italia. Sedangkan prestasinya ditingkat Eropa lebih
spektakuler lagi. Bersama Gullit, Van Basten, dan Rijkaard, Baresi
tiga kali berhasil memboyong piala Champions ke San Siero, yaitu
pada tahun 1989, 1990, dan 1994. Berkatnya pula Milan pada waktu
itu mendapat predikat "The Dream Team".
Di awal-awal karirnya di Milan, Baresi pernah berkata bahwa ia akan
hanya membela Milan, dan janji itu memang ditepatinya. Baresi kemudian
mengakhiri karir sebagai pemain sepakbola pada tahun 1997. Untuk
menghargai loyalitasnya membela Milan, kostum Baresi yang bernomor
punggung 6 sekarang disimpan di museum klub.
|