Perjamuan Terakhir




Ishak Natan
Aug 2024




Lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci telah memikat pikiran dunia selama berabad-abad. Bahkan penyelengara Olympiade Paris 2024 menggantinya dengan penampilan lain mempopulerkan agenda LGBTQ+ yang menuai protes dari seluruh komunitas religius global. Dunia saat ini sepertinya telah memasuki  zamannya Lot (homosex) (Luk 17:28-31).

Namun, penggambaran ini, seperti banyak lukisan lainnya, tidak akurat jika dikaitkan dengan latar belakang Perjamuan Terakhir yang sebenarnya.
Karena penggambaran ini, dunia terkecoh membayangkan Kristus duduk di tengah meja panjang, dengan para murid di setiap sisinya.
Namun, menurut budaya Romawi dan Yahudi kuno, dan beberapa ayat yang ditemukan dalam Injil, dapat ditemukan pengaturan yang jauh berbeda. Dari versi Alkitab, kita dapat mempelajari pesan yang kuat tentang kasih sejati Yesus kepada 12 murid-muridnya.






Saat itu hari Rebo, tepat sebelum matahari terbenam. Yesus dan para rasul telah berkumpul di sebuah ruang atas yang besar di kota atas Yerusalem. Rumah itu pastilah rumah mewah, karena memiliki ruang atas, dan semua persiapan untuk pesta Paskah pasti sudah dilakukan (Luk 22:7-10; Luk 22:11-14). Fitur yang paling menonjol dari ruangan itu adalahlah sebuah meja rendah berbentuk "U" yang disebut triclinium. Triclinium adalah meja bergaya Romawi, dengan berbagai ukuran dan gaya, yang telah diadopsi oleh orang-orang Yahudi pada abad pertama. Meja tersebut memiliki sofa besar, atau bantal, yang diletakkan di masing-masing dari tiga sisi, sehingga bagian tengahnya dapat dibuka untuk hiburan dan pelayan.


Para tamu akan berbaring di sisi kiri mereka menghadap ke dalam, membiarkan tangan kanan mereka bebas untuk makan. Ini berarti bahwa setiap tamu dapat bersandar di dada orang di sebelah kiri mereka. Kaki mereka akan berada di luar, sehingga pelayan dapat mencuci kaki mereka saat mereka makan, mirip dengan saat kaki Yesus dibasuh oleh wanita yang bertobat dalam Lukas bab tujuh (Luk 7:36-39).

Tuan rumah pesta tidak akan duduk di tengah, seperti yang sering digambarkan dalam karya seni Perjamuan Terakhir, tetapi sebaliknya duduk di urutan kedua dari kiri, dengan tamu kehormatan di sebelah kirinya, dan seorang teman tepercaya di sebelah kanannya. Tamu yang paling penting duduk di sebelah kiri, kemudian mengelilingi meja, dengan yang paling tidak penting duduk di paling kanan menempati posisi terakhir, paling dekat dengan pintu, sehingga mereka dapat pergi dan mengambil lebih banyak makanan saat malam berlanjut.

Jika pengaturan tempat duduk ini diikuti oleh Yesus, dan dari kitab suci tampaknya memang demikian, maka Yesus tidak duduk di tengah, tetapi di urutan kedua dari kiri. John 13:23 menunjukkan bahwa Yohanes yang dikasihi duduk di sebelah kanan Yesus, karena Yohanes harus bersandar di dada Kristus untuk menanyakan identitas pengkhianat. Matt 26:23 menunjukkan bahwa Yudas duduk di sebelah kiri Kristus, di kursi kehormatan,  Yesus dan Yudas dapat makan dari mangkuk yang sama. John 13:24 menunjukkan bahwa Petrus berada di seberang Yohanes, di sisi kanan, karena ia harus memberi isyarat kepada Yohanes untuk bertanya kepada Yesus siapa yang akan mengkhianatinya.

Dengan perkataan lain Yesus telah menempatkan rasul termuda Yohanes di sisi yang terkemuka, sementara menempatkan Petrus, rasul utama, di kursi pelayan. Ini masuk akal, karena menurut Lukas 22, ada pertikaian di antara para murid tentang siapa yang terbesar. Selalu sebagai guru, Yesus berkata kepada mereka: “Tetapi siapa yang terbesar di antara kamu, biarlah ia menjadi seperti yang muda, dan siapa yang menjadi pemimpin, biarlah ia menjadi seperti pelayan. Sebab siapakah yang lebih besar: orang yang duduk makan atau orang yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di antara kamu sebagai pelayan.” (Luk 22:26-27).

Untuk lebih jauh mengajar Petrus dan yang lainnya tentang pentingnya kepemimpinan sebagai hamba, Yesus kemudian membasuh kaki kedua belas murid, termasuk kaki Yudas( Joh 13:16-19). Petrus, yang Yesus tempatkan di kursi hamba, kemungkinan besar bertanggung jawab untuk membasuh kaki para tamu, namun Yesus, tuan rumah, dan yang terbesar di antara mereka, sekarang bertindak sebagai hamba dan membasuh kaki mereka. Ini menjelaskan protes Petrus dalam Yohanes 13 ketika Petrus berkata: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku? ... Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." (John 13:6, 8). Kemudian Yesus mengajar Simon Petrus: "Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu... Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang yang diutus dari pada dia yang mengutusnya." (John 13:12-15: Joh 13:16-19).

Pengaturan tempat duduk ini juga berarti bahwa Yesus menempatkan Yudas, yang akan mengkhianati-Nya, di kursi kehormatan. Tampaknya sampai akhir hayatnya Yesus mengasihi Yudas, dan ingin mengajarkannya tentang kasih-Nya dengan menempatkannya di tempat yang paling penting ini. Seolah-olah Yesus mencoba memberi Yudas satu alasan untuk tidak mengkhianati-Nya. Yesus, memberi Yudas  sepotong roti yang telah dicelupkan, tanda kehormatan lainnya. Namun, Yudas telah berketetapan hati dengan keputusan sebelumnya. "Dan setelah roti itu ia kerasukan Iblis. Maka kata Yesus kepadanya: "Apa yang kaulakukan, lakukanlah segera!" (John 13:27-30: Joh 13:31-34).

Setelah Yudas pergi, kitab Injil Yohanes melaporkan bahwa seluruh suasana malam itu berubah. Sejak saat itu Yesus mengajarkan beberapa ajaran terpenting;
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Joh 14:1-3)
.
Sejak saat itu sepertinya 'suasana ilahi' memenuhi ruangan di ruang atas itu. Sebuah pelajaran berharga telah diajarkan kepada para murid tentang kepemimpinan pelayan (servant leadership), pelajaran tentang kasih dan pengabdian sejati bahkan terhadap orang berdosa yang paling besar sekalipun.


Maranatha

Beranda


__________________________
https://www.youtube.com/watch?v=IL29tfxfzl0&t=3s
https://www.bbc.com/news/world-13114124
https://www.bethanybiblechurch.com/2018/07/john-13a-what-day-of-the-week-was-the-last-supper/
http://www.redeemerofisrael.org/2012/04/setting-of-last-supper-triclinium.html