Kitab Roma

Ishak Natan
Juli 2024, Des 2025

Penulisnya adalah warga negara Romawi meskipun ia seorang Yahudi. Gaya penulisan dan latar belakang budayanya dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Kitab ini akan mempersona ahli logika handal dan menarik perhatian orang bijaksana. Kendatipun juga akan membuat jiwa yang paling terpuruk akan menitikkan air mata pertobatan di kaki sang Juruselamat.

Kitab ini ditulis untuk orang-orang percaya, mengajarkan kepada orang-orang kudus tentang berbagai hikmat Allah akan kasih-Nya terhadap umat manusia berdosa. Umat manusia yang  tidak mempunyai pengharapan.
Menurut Donald Gray Barnhouse orang-orang kudus adalah; “Sekelompok orang yang terusir, tercabut dari rumah alami mereka, dan dalam perjalanan ke tempat tujuan di luar bumi; bukan berasal dari planet ini, baik dari akar maupun cita-citanya.”

Dampaknya terhadap sejarah tidak ada bandingannya. Ketika kitab ini menjadi kabur karena ditolak oleh kaum agamawan, kasih karunia Tuhan Allah perlahan-lahan terkikis menjadi bentuk-bentuk legalisme dan dunia terjerumus ke dalam Abad Kegelapan. Manusia tidak memiliki pengetahuan ke mana tujuan mereka memasuki kekekalan, sampai seorang pastor menemukan ayat yang amat berharga.
Orang benar akan hidup karena iman Rom 1:17.
Ketika kitab ini tersedia di kalangan masyarakat awam, pecahlah era reformasi dan pencerahan yang pada gilirannya melahirkan masyarakat modern yang masih kita nikmati hingga saat ini.
Tesis intisarinya adalah;
 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; pertama kepada orang Yahudi, dan juga kepada orang Yunani. Rom 1:16

Demi keselamatan dan itu bukanlah kode etik atau moral. Tetapi keyakinan iman yang wajib diterima. Bukan sistem agama yang harus dianut, ataupun nasehat yang baik untuk diikuti. Melainkan semua tulisan merupakan pesan mengenai Pribadi Ilahi yang menawarkan Keselamatam Gratis Didalam Tuhan Yesus dengan percaya saja!

 Bab 1-8 membahas masalah doktrinal tentang ‘iman’;
  dimana bab 1-3 menjelaskan diagnosa Dosa (Sin) yang paling lengkap.
Bab 4-5 membahas tentang Keselamatan sedangkan bab 6-8 Pengudusan.

Pasal 9-11 menjelaskan nasib umat perjanjian (Etnis Yahudi) – masa lalu, masa kini, dan masa depan bangsa dan negara Israel.

Pasal 12-16 membahas kehidupan praktis berlandaskan 'Kasih Karunia' yang sudah diterima secara gratis.

Kitab Roma merupakan pernyataan yang paling lengkap dan mendalam mengenai rencana ilahi Tuhan Allah bagi penebusan umat manusia. Hal yang paling menakjubkan adalah Tuhan Yesus Kristus tidak datang untuk menjadikan orang jahat menjadi baik, orang baik lebih baik, tetapi untuk menghidupkan orang mati rohaninya.

Rekapitulasi Ulang

Surat ke jemaat di Roma ini sekitar tahun 58 Sesudah Masehi ditulis dikota Korintus, ditujukan kepada orang-orang Kristen di Roma. Paulus dan team bertemu di rumah seorang Kristen di Korintus yang kaya, bernama Gayus (Rom 16:23). Surat ini didikte oleh Paulus, yang memiliki sekretaris / juru tulis bernama Tertius (Rom 16:22), dan dibawa ke Roma oleh seorang janda kaya, bernama Phoebe, yang pergi ke sana dalam rangka mengembangkan bisnisnya dikota Roma (Rom 16:1-2).

Tujuan penulisan:
Surat ini menjawab pertanyaan dari segala zaman: “Bagaimana seyogianya seorang manusia dibenarkan di hadapan Tuhan?” (Job 9:2). Tidak ada seorang pun yang dapat dibenarkan apabila tidak selaras hatinya dan tidak menyesuaikan dirinya dengan sang Penciptanya. Surat ini mengungkapkan dan menguraikan "Cara Pembenaran Tuhan". Ayat-ayat kuncinya adalah;
 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." (Ro 1:16-17), yang dapat dianggap sebagai teks intisari seluruh surat dan sisanya sebagai khotbah penjelasannya.

Sebagai analogi, Kitab Roma Sebagai Mata Uang Dua Sisi
Sisi Pertama: Pembenaran oleh Iman (Roma 1-5)

Manusia dibenarkan di hadapan Allah bukan karena perbuatan, tetapi melalui iman kepada Yesus Kristus
"Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat" (Roma 3:28). Ini adalah fondasi - tanpa sisi ini, seluruh mata uang kehilangan nilainya

Sisi Kedua: Pengudusan - Hidup Baru dalam Kristus (Roma 6-8, 12-15)
Setelah dibenarkan, orang percaya dipanggil untuk hidup kudus, dipisahkan untuk Tuhan
"Demikian juga kamu, anggaplah dirimu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus" (Roma 6:11). Proses transformasi karakter oleh Roh Kudus

Mengapa Harus Dua Sisi?
Seperti mata uang tidak bisa hanya memiliki satu sisi, demikian juga kehidupan Kristen:
Tanpa Pembenaran oleh Iman → Pengudusan menjadi "agama perbuatan baik" - legalisme tanpa kasih karunia, beban berat tanpa kekuatan untuk berubah.
Tanpa Pengudusan → Iman menjadi "iman mati" (Yakobus Jam 2:17) - mengaku percaya tetapi tidak ada buah kehidupan baru
Kedua sisi ini tidak terpisahkan dan saling melengkapi dalam desain Allah untuk keselamatan dan transformasi manusia.
Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." (Jas 2:23) Penjelasan memperhitungkan atau dihisabkan klik disini.

_______________
Robert Lee, The Outlined Bible , Pickering & Inglish,Ltd , London,England, 1982



Beranda