
"I Dare to Call Him Father" adalah sebuah buku yang mengisahkan kisah nyata seorang wanita aristokrat Pakistan bernama Bilquis Sheikh. Buku ini ditulis oleh Bilquis Sheikh sendiri bersama dengan penulis Kristen Amerika Serikat, Richard H. Schneider. Kisah ini mengungkapkan perjalanan rohaniah yang mengubah hidupnya secara mendalam, dan juga perjuangan dalam menghadapi tekanan sosial dan budaya karena keputusannya memeluk agama Kristen.
Bilquis Sheikh lahir pada awal abad ke-20 di keluarga yang kaya raya dan terpandang di Pakistan. Ia hidup dalam lingkungan Islam yang taat dan tumbuh dengan nilai-nilai agama yang kuat. Sebagai seorang wanita aristokrat, ia menikmati status sosial yang tinggi dan hidupnya penuh kemewahan. Namun, di balik hidup yang tampak sempurna, ada ketidakpuasan dalam hatinya yang tak terpenuhi. Ia merasa ada yang kurang dalam hidupnya, meskipun memiliki segalanya secara materi.
Kehidupan Bilquis mengalami perubahan yang mengguncang ketika ia mulai bermimpi tentang seorang pria berjubah putih yang memanggilnya untuk mencari-Nya. Mimpi ini terjadi secara berulang-ulang, membuatnya penasaran tentang pria misterius tersebut. Lama kelamaan, ia menyadari bahwa pria itu adalah Yesus Kristus yang menampakkan diri kepadanya dalam mimpinya.
Kesadaran ini membawa Bilquis pada pencarian spiritual yang mendalam. Ia berbicara dengan beberapa tokoh agama, mencari jawaban tentang pengalaman mistis yang dialaminya. Pencarian ini membuka wawasannya tentang ajaran Kristen, meskipun dalam masyarakatnya, berpindah agama dari Islam ke Kristen adalah tindakan yang tabu dan dapat berakibat fatal. Karena itu, keputusan Bilquis untuk memeluk agama Kristen menghadapi banyak rintangan dan tekanan dari keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Meskipun diancam dan diisolasi, Bilquis tetap teguh pada keyakinannya. Ia mengalami konflik batin yang besar, merasa berada di antara dua dunia yang saling bertentangan. Namun, ia terus berani memanggil Yesus sebagai Bapaknya, walaupun konsekuensinya berat.
Kisah perjuangan Bilquis menarik perhatian banyak orang, termasuk seorang misionaris Amerika bernama Richard H. Schneider. Ia sangat terinspirasi oleh keteguhan iman Bilquis dan keberanian untuk menghadapi konsekuensi dari pilihan spiritualnya. Schneider menjadi teman dekat Bilquis dan juga penulis buku ini, yang merekam perjalanan spiritual dan perjuangannya dalam mengikuti Yesus dengan penuh keberanian.
Dalam buku "I Dare to Call Him Father," Bilquis Sheikh menceritakan tentang transformasi hidupnya yang luar biasa dan bagaimana ia belajar untuk mengatasi ketakutan dan keraguannya. Ia menemukan kenyamanan, kebahagiaan, dan kedamaian sejati melalui kepercayaan penuhnya kepada Yesus Kristus. Buku ini juga mencerminkan tentang bagaimana iman sejati menghadapi ujian dan cobaan, serta bagaimana Allah bekerja dalam kehidupan seseorang yang dengan teguh mempercayai-Nya.
"I Dare to Call Him Father" adalah kisah inspiratif tentang keberanian dalam menghadapi tekanan budaya dan mengikuti panggilan hati, bahkan ketika hal itu berarti merubah seluruh hidupnya. Melalui buku ini, Bilquis Sheikh berbagi pesan universal tentang keimanan, kerendahan hati, dan kekuatan iman untuk mengatasi rintangan yang sulit dalam hidup.