7 Perkataan Salib
Ishak Natan

Nov 19, Apr 20, Jun 21, Apr 22, Apr 23


Setelah semua pakaian nya dilucuti lalu Yesus dipaku oleh serdadu Romawi diatas salib kayu yang dipikul Nya.
Tujuh kali berurutan Yesus melontarkan perkataan ketika terpaku di kayu salib. Rentetan ucapannya menunjukkan marwah, martabat keilahian Nya sebagai Firman Kehidupan menjelang kematianNya. Secara fakta Yesus tidak bisa mati oleh ketuaan atau penyakit kecuali dibunuh mati. Kenapa? Karena Ia itu Hidup.
Maka Ia, yang tiada mengenal dosa, telah dijadikan-Nya dosa ganti kita, supaya kita ini akan menjadi kebenaran Allah di dalam Dia.(2Co 5:21 TLama)

Pertama, petisi kepada sang Bapa
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. (Lu 23:34 Baru)

Kedua, perkataan jaminan Keselamatan kepada penjahat yang tobat
Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lu 23:39-43 Baru)

Ketiga, perkataan kepada ibu-Nya dan murid Yohanes
Maka dekat kayu salib Yesus berdirilah ibu-Nya dan saudara ibu-Nya yang perempuan, Maryam isteri Keleopas, dan Maryam Magdalena. Apabila Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya itu pun berdiri dekat, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, Hai perempuan, tengoklah anakmu! Kemudian Ia berkata kepada murid itu, Tengoklah ibumu! Maka daripada ketika itu juga murid itu menyambut dia ke dalam rumahnyasendiri. (Joh 19:25-27 TLama)

Catatan:

Sepertinya Yesus berujar kasar kepada ibu yang mengandungnya dengan perkataan "Hai perempuan". Secara implisit Maryam (Maria) memang bukan ibunya, hanya 'numpang lewat' rahimnya. Dikalangan tertentu sebaliknya Maria dipuja-puja dengan membuat patungnya dan gambar ibu mengendong anaknya.

Keempat,
ratapan kepada dua anggota Allah Tritunggal
Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga. Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mr 15:33-34)
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mt 27:46)
Teriakan-Nya sebagai manusia mengenapi nubuatan (Psa 22:1), dilaporkan oleh Matius bagi orang Yahudi dan oleh Markus bagi orang non-Yahudi. Ini menggambarkan kepedihanNya dikucilkan oleh dua pribadi trinitas Ketuhanan (Godhead). Dia menderita kematian kekal ketika Dia terpisah dari Bapa dan Roh Kudus. Penjelasannya disini.

Kelima, kepada para serdadu Romawi
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. (Joh 19:28-29)

Keenam, proklamasi tugas penyelamatan umat manusia past-present-future selesai tuntas
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Joh 19:30)

Ketujuh, kata kepuasan, kepada sang Bapa
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. (Lu 23:46)

Kesimpulan

Tujuh kali Yesus, Juruselamat dunia berseru dari atas kayu salib menunjukkan kesempurnaan-Nya sebagai Firman Hidup, dalam kematian, dan hidup Nya sebagai manusia berdarah dan berdaging.
Pertanyaan; mengapa Dia mau dihina, disiksa, diperlakukan semena-mena secara kejam tanpa belas kasihan?
Jawaban; . . . Maka Ia pun, karena kesukaan yang menanti Dia sudah menderita sengsara salib dengan tiada mengindahkan malunya, lalu duduk di sebelah kanan arasy Allah. (Heb 12:2 TLama)

Dia disalibkan tanpa pakaian. Sulit bagi kita untuk memahami penghinaan besar yang dideritanya dengan digantung telanjang di kayu salib. Mereka telah mengambil pakaian-Nya dengan cara diundi oleh para prajurit Romawi.
Adam pertama sebagai wakil kepala umat manusia, awalnya diciptakan tanpa dosa, tetapi sayangnya oleh dosanya menelanjangi kita (Rom5:12). Adam terakhir, menderita aib ketelanjangan, namun karena ketaatannya, menyelimuti kita dalam kebenaran dari Allah yang percaya kepada-Nya.


Sementara Yesus menanggung semua dosa dan pelanggaran kita, Dia juga menyerap semua rasa malu kita. Dia tidak ditutup-tutupi demi menjaga martabat-Nya saat mati di pohon; Dia ditelanjangi dan disingkapkan, menanggung malu akan dosa seksualitas menggantikan kita. Dia melewati semuanya itu, agar bagi yang percaya dapat mengenakan pakaian kebenaran Kristus, dan berdiri di hadapan Allah sepanjang kekekalan.


Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, (Heb 5:7-9)

Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia. (Heb 2:9)
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Ro 6:23)

Maranatha


______________
https://faithit.com/real-reason-jesus-naked-cross-ethan-renoe/
https://en.wikipedia.org/wiki/Crucifixion
https://www.crosswalk.com/faith/bible-study/10-things-every-christian-should-know-about-the-cross.html



Beranda