Anti Galau ala Anak Kuliahan

Lifestyle - Tagged: aktifitas, Kuliah Jadi anak kuliahan yang tinggal jauh dari orangtua memang susah-susah gampang. Susah karena kamu harus belajar hidup mandiri dan gampang karena kamu bisa hidup sesuai dengan keinginanmu sendiri. Di antara semua itu, yang terasa paling berat pastinya adalah perasaan ketika merasa sendiri di kamar. Meski kamu sudah tinggal di kamar kos berupa best premium facilities apartment di jantung kota Jakarta yang dekat dengan kampus, pasti deh perasaan bosan dan sepi sering banget menghantui kamu. Bukan masalah tempat tinggal atau lokasinya, tetapi masalah kesendirian lah yang bikin kamu jadi inget rumah terus-terusan. anak kuliah pic:timigustafson.com Sebenarnya, cara untuk menghalau rasa sepi itu mudah, lho. Ada banyak banget kegiatan seru yang bisa kamu lakukan untuk menyibukkan diri demi melupakan rasa sepi itu. Tentunya, kegiatan yang dilakukan harus bermanfaat dan juga membawa dampak positif untuk kehidupan kamu, ya. Dekorasi kamar kosan. Mencari kesibukan nggak harus ada di luar kamar kosan, kok. Kalau kamu tergolong mahasiswa yang malas dan nggak suka ikut kegiatan, mendekorasi kamar kos juga bisa menjadi pilihan. Coba deh keluarkan seluruh bakat dekor kamu demi mendandani ruangan yang akan jadi tempat tinggal kamu selama beberapa tahun ke depan. Siapa tahu, kamu berbakat dalam bidang dekorasi dan desain interior. Hmm, lumayan kan? Cari hobi untuk digeluti. Seiring berjalannya waktu, kadang manusia itu suka lupa dengan passion dan bakat yang terpendam dalam dirinya. Manusia akan terlalu sibuk dengan rutinitasnya sehingga lupa kalau jiwa juga perlu 'nutrisi' supaya bisa tetap waras dan kuat dalam menjalani hidup. Salah satu cara untuk memberikan nutrisi untuk jiwa adalah dengan menggeluti hobi dan hal-hal yang kamu suka. Entah menulis, nyanyi, atau berenang—apa pun itu, kamu harus punya waktu untuk melakukan hal tersebut. Ikut program magang. Daripada kamu buang-buang waktu kamu dengan bengong di kamar kosan, mending melakukan sesuatu yang bermanfaat dan menghasilkan. Bener, nggak? Salah satunya adalah dengan ikutan program magang di perusahaan-perusahaan. Sekarang ini, banyak sekali lho kesempatan untuk magang di kantor besar. Kamu bisa memilih pekerjaan yang sesuai dengan passion kamu dan ajukan diri kamu untuk menjadi intern di sana. Selain bisa mengasah kemampuan kamu sebelum terjun di dunia kerja, kamu juga bisa dapat income untuk tambahan uang jajan.

Membiasakan Hidup Sehat Sejak Kecil

September 19, 2015 Ibu dan Anak, Kesehatan, Lifestyle - Tagged: gaya hidup sehat, tips hidup sehat - no comments Membiasakan Hidup Sehat Sejak KecilKetika memiliki anak, tentunya orang tua ingin agar bayi sehat dan selalu terjaga keadaannya hingga ia besar nanti. Ini mungkin mudah dilakukan selama si kecil masih sepenuhnya bergantung pada orang tua, karena kita bisa langsung memonitor apa yang si kecil konsumsi dan kegiatannya sehari-hari. Tetapi, bagaimanakah nantinya ketika dia mulai besar dan semakin sulit untuk orang tua memperhatikan setiap gerak-geriknya? Mengingat fakta bahwa kita tidak bisa selalu ada di samping anak-anak kita, sangat penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat agar si buah hati terbiasa untuk menjalani gaya hidup yang sehat, sehingga ke depannya ia sadar untuk menjaga kesehatan tanpa harus disuruh. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membiasakan anak kepada gaya hidup sehat. Jadilah teladan yang baik bagi anak-anak dan berilah contoh perilaku hidup sehat. Pastikan anak melihat Anda makan makanan sehat dan berolahraga untuk memberikan kesan bahwa kesehatan penting untuk seluruh anggota keluarga. Tetaplah positif dan jangan katakan kepada anak hal-hal yang ia tidak bisa lakukan. Katakanlah kepadanya hal-hal yang bisa ia lakukan, dan sering-seringlah merayakan kesuksesan untuk membantu percaya diri mereka. Rencanakanlah saat-saat 'aktif' keluarga secara rutin. Bersepeda, jalan-jalan di taman, berenang, bahkan bermain petak umpet dapat menjadi hobi aktif dan mempererat ikatan keluarga. Batasilah waktu televisi dan komputer, karena ini dapat berujung kepada gaya hidup yang kurang sehat. Maksimal sekitar 2 jam per hari. Doronglah anak untuk menekuni aktivitas fisik atau olahraga apapun yang ia minati. Jadikanlah makan malam waktu untuk keluarga dan libatkanlah anak dalam proses masak-memasak. Ini akan membangun kebiasaan makan yang baik bagi anak. Pupuklah kebiasaan untuk mengecek label nutrisi pada makanan. Dengan kebiasaan ini, anak akan lebih sadar mengenai makanan mereka.