TEORI PENDUKUNG
Dalam hal ini, karena saya menggunakan logika seleksi, maka saya akan mencoba menjelaskan tentang logika if else. Juga identifier.
IDENTIFIER
Pengenal (identifier) merupakan nama yang biasa dipergunakan untuk variabel, kostanta, fungsi atau obyek lain yang didefinikan oleh program.
Identifier memiliki peraturan-peraturan tertentu :
|
|
Harus diawali dengan huruf (A..Z,a..z) atau karakter underscore ( _ ). |
|
|
Selanjutnya dapat berupa huruf, digit(0...9) atau karakter underscore atau tanda dollar ($). |
|
|
Panjang pengenal boleh lebih panjang dari 32 karakter. Akan tetapi, hanya 32 karakter pertama yang dibaca. |
|
|
Case sensitif. Dimana Jumlah berbeda dengan jumlah. |
Tipe data dasar adalah
Tipe Total Kawasan Keterangan
char 8 -128 s.d. 127 &nnbsp; karakter
int 16 - 32768 s.d. 32767 &nbbsp; bilangan integer
float 32 3.4E-38 s.d. 3.4E+38 bilangan real presisi tunggal
double 64 1.73-308 s.d. 107+308 bilangan real presisi ganda
void 0 - &nnbsp; tak bertipe
Mendeklarasikan variable dengan identifier
--> tipe daftar-variable'
contoh :
int harga;
Pemodifikasi Tipe
Ada beberapa pemodifikasian tipe (type modifier) kecuali void. dfan berikut ini adalah daftar kemungkinan pemakaian pemodifikasian tipe.
Tipe Total Kawasan
unsigned char 8 0 s.d. 225
signed char 8 -128 s.d. 127
unsigned int 16 0 s.d 65535
signed int 16 -32768 s.d. 32767
>short int 16 -32768 s.d. 32767
unsigned short int 16 0 s.d. 65535
signed sort int 16 -32768 s.d 32767
long int 32 -2147483648 s.d. 2147483647<
signed long int 32 -2147483648 s.d. 2147483647<
unsigned long int 32 0 s.d. 4294967295
long double 80 3.4E-4932 s.d 1.1E+4932
Demikianlah, jika kita hendak membuat suatu program yang membutuhkan adanya kalkulasi angka (menggunakan for, identivier dsb), sebaiknya kita mengenal kawasan tipe-tipe tersebut. Sehingga tidak akan ada yang terbuang sia-sia. Karena C sudah menyediakan pembagian wilayahnya.
LOGIKA IF ELSE
Pernyataan if-else memiliki bentuk sebagai berikut :
if( kondisi )
pernyataan1
else
pernyataan2
Adapun penjelasan dari pernyataan if-else tersebut adalah:
|
|
Jika kondisi benar, maka pernyataan1 dijalankan |
|
|
Sedangkan bila kondisi bernilai salah, maka pernyataan2 yang dieksekusi. |
Masing-masing pernyataan1 ataupun peryataan2 dapat berupa pernyataan tunggal, jamak, maupun kosong.
Jika pernyataan jamak, maka harus dibatasi dengan kurung kurawal {} .
Contoh :
if(number<=9) printf("%d\n",number);
else { printf("Tidak bisa dicetak! \n");
printf("Datanya lebih besar dari 9");
}
Pemakaian if di dalam if
Bentuk seperti ini dinamakan nested if. Hal ini berarti kita akan melakukan seleksi lagi setelah seleksi tahap awal.
Contoh :
main() {
int x, y;
printf("Masukkan nilai x dan y. ");
scanf("%d %d ",&x, &y);
if(x>0)
if(y>0)
puts("x dan y positif."); //pernyataan1
else puts("Diantara x dan y ada yang negatif."); //pernyataan2
else puts("Diantara x dan y ada yang bernilai negatif."); //pernyataan3
}
Keterangan :
Jika input x bernilai negatif, ia akan memasuki peryataan3. Jika positif, maka akan memasuki pemeriksaan ke dua. Apakah y nya negatif. Jika negatif, maka menuju ke pernyataan2. Sebaliknya, jika positif, maka ke pernyataan1.
Pemakaian If else bertingkat
Pengunaannya, bila ingin melakukan seleksi kembali terhadap suatu kondisi. Dimana kondisi tersebut membutuhkan pernyataan baru untuk menyelesaikannya.
Contoh :
if(number<=9)
{ printf("%d\n",number); }
else if(number>9)
{ if(number%2==0) printf("%d adalah bilangan genap\n",number);
else if(number%4==0) printf("%d adalah bilangan genap kelipatan 4 \n",number);
}
Keterangan :
Program diatas adalah menyeleksi bilangan yang lebih besar dari 9 apakah termasuk bilangan genap atau bilangan genap kelipatan 4. Sedangkan yang bernilai dibawah 9 langsung di cetak tanpa adanya pencarian jenis angka.
Demikianlah penjelasan sederhana tentang penggunaan if-else beserta contoh-contohnya. Semoga dapat dipahami maksudnya.
|
|