Ikut Cruise ke Mediterranean # 9

"The sunny bay of Naples is one of Italy's most beautiful sights, and the gateway to the south," adalah kalimat awal di brosur kapal yang menjelaskan tentang kota ini yang dalam bahasa Itali bernama Napoli. Sayangnya, di salah satu kalimat lainnya ada penjelasan untuk hati-hati terhadap copet. Di perumpian meja makan kami, si Peter bule Inggris mewanti-wanti awas jambret. Anak Betawi mana gentar terhadap kedua jenis profesi itu, apalagi saya sudah siap bawa arloji murah, pakaian kere, dompet diisi kartu kapal dan uang sekedarnya saja. Tidak perlulah kita pakai akal anak Betawi jaman sekarang yang punya dua handphone, dua dompet dan dua arloji :-). Jalan-jalanlah ceritanya kami berdua, engga ikut tour ke Pompeii, ngapain ngeliat reruntuhan lagi :-). Kota ini memang terletak tak jauh dari Gunung Vesuvius yang pernah memuntahkan laharnya dan menenggelamkan kota tersebut dan satu kota lagi bernama Herculaneum, keduanya terletak di arah tenggara Naples.

Mengamati mempelajari peta kota semalam, sahaya hitung ada 19 gereja di dalam radius 1 km. Lebih banyak konsentrasinya dari mesjid di kampung kite. Bukan itu saja, ketika kami masuk ke dalam dua gereja yang cuma biasa-biasa sahaja, wuih indahnya bukan alang kepalang. Yang namanya Katedral St. Michael di Toronto, maupun Katedral di Jl. Lapangan Banteng Jakarta, putus abis. Kubah-kubahnya penuh dengan lukisan dan ukiran, demikian pula lantai marmernya terlihat mewahnya. Untunglah si R.H. warga serviamTO yang sering ngeledekin agama isterinya :-), tidak ikut. Kalau ia jalan-jalan bersama kami hari ini, ia akan memperlihatkan kontrasnya gereja yang mewah megah itu, dengan para pengemis yang nyawer di depan pintu hampir semua gereja. Baidewe, baru sahaya tahu kata marmer untuk batu pualam di kosa kata bahasa Melayu, asalnya dari nama Laut Marmara di selatan Istanbul yang kemarin ini kami lewati dan memang merupakan daerah sumber batu pualam.

Hari ini juga hari bahagia buat isteriku sebab di gereja kedua yang kami masuki, sedang berlangsung Misa Kudus, pas baru mulai persembahan alias engga telat-telat banget. Bacaannya pun kami tidak akan mengerti taruh kata ikut dari awal dan lagipula sudah kami baca di pagi harinya, karena kami membawa buku renungan harian untuk dilamunkan setiap pagi. Gereja serba mewah tersebut letaknya di tengah-tengah kota alias jelas terlihat bahwa memang orang Itali ini sudah dari sononya Katolik. Paling engga ketika 'hatch, match, dispatch' alias dipermandikan di gereja, kawin disitu juga dan nanti doa penguburannya di gereja yang sama :-).

Sayangnya, yang namanya agama tidak menjamin keamanan kota ataupun negara, maksudku so pasti banyak juga buaya dan bandit Katolik :-). Buktinya, dari jalan ke jalan, mobil patroli polisi ada dimana-mana termasuk yang bertuliskan 'securitas banco', mobil satpam bank. Satu lagi yang lebih hesbat dan belum pernah saya lihat di kota manapun juga di dunia, atau mungkin mode baru di Napoli ini, kunci setang pengaman di setir mobilnya lain dari yang lain. Kalau di Jakarta dan sekarang di Toronto juga sudah banyak, kita lihat ada batang melintang di atas setir, di mobil-mobil Napels seluruh setir dibungkus oleh bulatan logam sampai tidak kelihatan dan bulatan logam itu, ada kuncinya maupun palangannya. Kelihatannya mirip ban serep di Vespa jaman dahulu kala. Satu hal yang oke di Napoli ini adalah supir mobilnya stop bila ada orang mau menyeberang di zebra cross.

Seperti saya singgung di atas, kami tidak ikutan tour yang diselenggarakan cruise sebab kalau kita mau rajin ikut tour di setiap kota persinggahan, tidak usah heran kalau ongkosnya akan mendekati ongkos cruise. Betapa tidak. Tour A (ada B,C,D,E s/d N) ongkosnya US$ 194 per orang, mengunjungi Pompeii, Sorento dan Capri. Kedua tempat terakhir ditempuh pakai 'jet boat' dan si negro pembodor udah nyindir. Dia heran orang sudah ikut cruise, begitu kapal berlabuh jangkar dibuang, eh si turis naik kapal lagi :-). Satu nyonya semeja, si K. bersama anak dan mertua perempuannya, suaminya seorang dokter tapi pak dokter tidak bisa ikut. Tak salah sibuk nyangkul alias 2 minggu engga praktek melayang entah berapa puluh ribu dollar. Dokter di Kanada sudah termasuk top di dalam penghasilannya, bisa 200-300 ribu dollar setahunnya, dokter di Amrik lebih hesbats lagi. Begitulah pilihan hidup, kawin dengan wong sugih, silaken tour dhewekan sahaja.

Seperti Anda juga maklum, tujuan utama kami bila bepergian adalah melihat keindahan alam tempat-tempat tersebut. Bisa melihat WC-nya orang Romawi adalah suatu bonus :-), juga kamar haremnya sultan Turki atau kaisar Tiongkok :-). Oleh karena itu, tak lama setelah kapal keluar dari teluk Napoli, seusai makan malam dengan menu hidangan Italiano termasuk es krim Casatta Neapolitan yang sudah lama tak kusantap, kami disuguhi pemandangan matahari terbenam yang oke punya. Mula-mula ia merendah di atas suatu pulau yang lumayan besarnya karena kelihatan ada kotanya. Lalu setelah kapal cruise kami berhasil melewati pulau tersebut, terlihat Sang Surya perlahan-lahan masuk ke peraduannya di atas Laut Tengah, membuat Bang Jeha menjadi ingin ke peraduan juga :-). Sampai berjumpa, lam lekom bai bai.

Home Next Previous

Hosted by www.Geocities.ws

1