Sekolah
Awal sekolah bagiku suatu hal yang baru. Aku masuk sekolah usia ku tujuh tahun dan saat aku mendaftarkan diri kesekolah di antar oleh kakak tertua ku perempuan..oh iya kakak sulung ku meninggal saat usia remaja. Dia terkena sakit parah wajahnya sama denganku .kembali ke sekolah aku rupanya memang tak bisa untuk ikut tahun ajaran itu.karena aku terkena sakit panas. Akhirnya aku di undur kan masuk ke sekolah pada usia itu.. bagiku tak masalah dengan hal itu , tak ada yang teringat untuk ku saat aku tak sekolah pada usia tujuh tahun karena mungkin aku masih asyik bermain namun sempat aku ingat aku mulai ikut seperti teman yang lain berjualan es mambo. Saat itu harganya hanyalah 10 rupiah dan aku menjualnya di satu SMPN 6. yang kemudian hari akan menjadi SMPku .
Saat tahun ajaran berikut nya aku ikut pendaftaran baru dan masuk .lucu sekali saat aku masuk SD itu. Aku memakai sepatu boot dari plastik warna merah. Aku menemukan hal baru dari lingkungan sekolah.
Awal aku bisa membaca pertama kali adalah saat aku menonton film kartun di TVRI di rumah tetanga karena memag kami tak mempunyai TV sendiri. Aku masih ingat saat aku bisa membaca itu . bagiku seakan ada satu sinar yang datang dalam pikiranku , mungkin saat itu aku tak bisa ungkapkan bagaiman hal aneh itu datang padaku ..aku bisa mengeja huruf demi hurugf dan bisa mengerti akan maksudnya. Sejak itulah aku mulai keranjingan untuk membaca. Dan saat kelas dua aku masih ingat sekali setiap murid mendapatkan satu buku pegangan dari sekolah dan aku mulai mebuka nya di rumah untuk di baca ulang sejak itulah praktis waktu ku selalu kuisi dengan membaca dan aku ingat sekali aku bisa mengerti apa yang di terangkan guru pada saat mengajar
Karena aku tak hanya baca hal soalnya tapi aku baca bagian yang di peruntukkna guru sata mengajar atau pedoman guru pada muridnya hartus melakukan apa di bab tersebut. Dan aku langusng paham akan semua yang di terangkan guru..sungguh aku merasa senang kali.
Entah karena apa aku mulai di percaya menjabat jadi seorang ketua kelas dan ini berlangusng selama enam tahun . aku selalu menjadi ketua kelas juga mendapatkan predikat juara setiap akhir tahun .piagam semua itu masih aku simpan sampai saat ini . satu lagi aku juga selalu saja mendapatkan tugas untuk membaca puisi di setiap kenaikan kelas. Sungguh masa yang indah saat SD dolo . semua teman selalu saja menyambut kedatanganku setiap pagi. Kadang mereka selalu bercanda dengan menyambut ku setiap aku masuk halaman sekolah dnegan cara membawakan tasku ke kelas. Ini terjadi saat aku kelas 4 SD. Dan aku juga mempunyai seorang teman wanita yang cantik namanya diah, Anak ini ekonominya di atas aku . maka dia mempunyai buku yang banyak entah itu buku cerita atau pun majalah .oh iya sejak aku bsia baca aku selalu mencari apasaja yangbisa aku baca samapi bungkus tempat belanjaan emak aku simpan dan aku baca juga sebelum di buang ke tempat sampah .
Nah dengan adanya Sari itu aku setiap sore datang ke rumahnya untuk ikut membaca buku cerita yang dia punya. Banyak sekali terutama buku karangan HC Anderson. Dan juga majalah Tomtom serta kuntjung dan bobo.
Waktu terus bergulir sampai aku mendekati pelulusan . soal biaya emak maseh bisa membantu bapak dengan cara ikut kerja membungkus kerupuk di depan rumahku. Dan saat itu memang ada satu pabrik kerupuk yang memperkejakan setiap ibu ibu di sekitar pabriknya. Nah disaat aku kelas lima lah aku mulai ikut membungkus krupuk .
Di kelas enam aku mulai merasakan jatuh cinta ..yach mungkin cinta monyet yach. Aku sanagt senang sekali pada seorang gadis yang bernama T. sanagt pintar dan lincah.namun namanya saja cinta monyet hanya seketika.
SMP aku masuk ke SMP negri . sungguh suatu yang sangat menggembirakan aku dan emakku . karena dengan begitu biaya untuk meneruskan nya lebih ringan . Saat itu test untuk mausk satu sekolah di tiadakan tapi di ganti dnegan menggunakan hasil NEM. Saat di SMP aku hanya mendapatkan rangking tiga besar dan ini turun setelah aku masuk kelas dua hanya lima besar .saat eklas tiga hanya 10 besar. Namun masih aku nersyukur karena dapat tetap membanggakan ibuku. Di Smp ini juga aku mulai tertarik satu orang gadis hitam manis namanya E. namun tak berjalan mulus.
Di Smp ini aku belajar mulai berorganisasi aku masuk PMR dan juga ikut jadi anggota OSIS lalu masuk ke dalam koperasi sekolah sebagai pengurus. Saat itu aku kelas dua. Dalam PMR kami satu kelompok mendapatkan piala bergilir. Oh iya kegiatan perkumpulan ini aku ikuti sejak aku SD dan aku tertarik sekali dengan acara perkemahan. Aku paling senang dengan acara camping karena manurutku acara camping benar benar sangat membuatku hidup bebas dan dapat mengagumi keindahan alam yang sangat aku sukai .yang paling utama nya adalah aku sangat terbebas dari segala ke penatan kehidupan ekonomi yang ada di keluarga kami . karena saat camping itu aku merasakan sendiri bahwa temanku yang jauh ekonominya di ataskupun bersikap sama dneganku , makan seadanya dan susah bersama . ntahlah mengapa aku senang sekali camping. Mungkin satu alasan nya tadi di atas.
Di keluarga ku mulai sibuk dengan persiapaan aku masuk sekolah menengah atas( SMA) karena memang saat kelas tiga bapak sakit keras dan emak mulai kawatir dengan apa yang akan aku hadapi . saat itu bapak sudah tak mengayuh becak lagi dan rumah kami pun sudah pindah bukan yang dulu lagi tapi telah pindah ke satu lingkungan yang mana sangat tertata baik dan kami memiliki satu rumah yang luas dengan tiga kamar tidur dan tiga ruang lain.
Bapak menganjurkan aku untuk berhenti sekolah dan tak meneruskan untuk ke SMA namun tekad emak begitu kuat. Akhirnya dengan tanpa membuat emak kecewa aku dapat masuk ke sekolah Negri juga. Maka dengan biaya yang cukup aku masuk tentunya biaya bangunan dan biaya yag lain tetap saja membuat beban kami . saat itu kakak ku sudah menikah semua dan hanya tinggal kami bertiga aku dan dua adikku yang masih tinggal di rumah.
Masa SMA memang satu masa yang sangat indah . di mana mulainya sipat kedewasaan dan sipat kanak-kanak masih bersatu di setiap orang. Karena masa itulah masa perubahan yang ada. Ntah mengapa lagi lagi aku dapat kepercayaan menjadi ketua kelas hingga kelas dua sma. Dan mulai kelas dua SMA aku mulia belajar kursus komputer sebatas DOS WS Lotus . aku menemukan dunia yang asyik.hingga walaupun tempatnya jauh aku usahakan juga untuk datang . terkadang dengan jalan kaki aku kesana. Jarak yang tiga kilo tak masalah karena aku pun senang saja dengan kondisi yang aku lewati . aku berjalan memotong jalan lewat perkampungan kota dan lewat pasar rakyat.
Di
SMA ini lah aku juga makin asyik saja dengan acara camping . hampir setiap libur
sekolah atau pun juga ada HARPITNAS ( hari kejepit nasional ) maka aku dan tiga
orang teman serta tiga anak perempuan satu kelas berangkat kamping setiap waktu
senggang itu. Saat camping inilah aku dengar pada malam hari tepat jam satu pagi
terdengar suara. buakn suara burung hantu namun entah apa. aku sempat merinding,
saat itu aku berdua saja dengan teman ku dan sedang jaga malam. Dengan rasa
takut aku coba untuk mendengar lebih seksama suara itu. ternyata setelah lebih
berani aku dekati asal bunyi itu. dan kulihat dua bayangan putih kecil bergerak
di atas tanah. dengan sangat takut dan langkah
pelan kudekati..ups !! ternyata sepasang merpati hutan . dari sinilah aku
tahu bahwa bunyi yang di dengar bapak mungkin ini atua mungkin benar . Entahlah.
Namun untuk hal yang menyangkut dunia ghaib ini aku juga telah mengalami satu
kejadian yang sangat membekas dalam ingatanku.Ada satu kisah yang mungkin nanti
akan aku ceritakan.
Hati
terpaut dalam satu lingkar asa hitam.
Aku rasa bagian ini lah yang akan membawaku ke dalam apa yang kini aku jalani. Ntah lah dulu saat aku kelas satu SMA aku mulai sering putus asa dengan apa yang telah ku alami di dalam kehidupan ku ini. Mengapa aku harus ada dalam lingkup seperti ini.
Nah siapakah yang harus bertanggung jawab dalam kesalahan ini. Waktu demikian cepat terjadi dan memutar semua sisi kehidupan dialam ini.
Kesenanganku untuk bercamping telah kukatakn berlanjut sampai aku SMA. Dan karena akulah yang sering mengusulkannya maka akulah yang bertanggung jawab pada teman yang setuju atas usul ku itu. Aku dan seoarng teman bernama D menjadi orang yang mementukan tempat serta musti survey akan kondisi tempat yangakan dipakai untuk camping.
Pada teman ku ini aku tak tahu apakah yang terjadi dengan kami. Saat itu aku bersama dia berangkat siang setelah jam pelajaran kedua. Waktu itu kami lari dari jam mata pelajaran karena menghitung jarak yang musti di tempuh ke tempat camping yaitu di situ gunung Sukabumi. Dengan naik bis berdua dan di sertai ikut tumpangan bak terbuka aku dan temanku itu berangkat ke sana. Kami masih memakai baju sekolah. Cukup jauh perjalanan itu hingga kami sampai pada jam 2 siang dan mengingat semua yang kami temui terutama dengan harga tiket masuk dan juga dengan lokasi.
eh coba lihat danau nya yach ? ajak ku padanya. Dia mengangguk .
ok . soalnya kalau kita survey ke air terjun nya bakalan lama sampai disana dan juga kondisi jalan nya yang terjal . mungkin bisa kemalaman nanti . begitu alasan dia. Aku hanya diam dan setuju . lalu kami berangkat menuju ke arah danau.
Jalan menuju kesana sangat nyaman , telah di aspal. Yang sangat aku senangi adalah alamnya yang tenang dan banyak pohon besar serta cemara di sepanjang sisi jalan. Hanya kami berdua yang ada di sana . di tingkahi dengan bunyi serangga hutan , aku dan dia berjalan menuju ke arah danau. Semakin dekat ke danau jalan aspal itu menurun tajam . dan kami mesti saling berpegangan agar tak terjatuh.
Hanya sebentar aku disana dan melihat keindahan danau itu . waktu telah menunjukan pukul lima sore. Kami berjalan pulang menyusuri jalan yang tadi. Namun di saat kami melewati deretan pohon cemara. Tanganya melingkar di pinggangku serta didekatkan padaku tubuhnya. Untuk beberapa menit keadaan itu tak menggangu pikiranku dan dia juga namun setelah kami berjalan dalam diam. Baru lah aku mulai melepaskan tangannya.
loh kok kayak pacaran seh katanya dengan guyon namun dia malah lebih mendekatkan badannya padaku. Secepat kilat aku langsung menepiskan tanganya dari tubuhku .
yeeeeeeee..elo yang duluan meluk . aneh . kataku sambil berjalan agak cepat meninggalkan nya .
saat itu memang suasana sangat mendukung untuk menjadikan keakraban yang lebih. Namun aku segara saja menepis semua bayangan yang berlebihan itu.
Untuk beberapa saat kami hanya diam dan tetap berjalan seperti biasa tanpa ada yang membuka percakapan. Sampai akhirnya kami sampai dan pulang kerumah jam dua belas malam.
Sejak
itulah dalam hatiku ada seseorang yang seharusnya bukan semestinya . dan aku
tahu keakraban ku dengan nya telah melebihi apa yang seharusnya ada dalam norma
. aku pun tahu dan menjaga selalu tingkah ku di depan semua teman. Nthalah aku
tak tahu mengapa dia hadir pada hati ini .dan aku yakin mungkin kita berbeda
sisi dalam merasakan hati ini. Tapi aku yakin dia pun merasakan juga. Ada
peristiwa yang sangat kukenang. Nanti sajalah ku ceritakan .
Petualangan
ku dimulai
Tiba akhirnya aku selesai sekolah . disinilah mulai keresahan ku . apakah yang harus kuperbuat selepas sekolah . meneruskan sekolah tak mungkin rasanya karena untuk biaya ke PT sangat mahal dari mana untuk mendapatkannya. Aku dengan sedikit kesadaran yang memang faham akan kondisi merubah semua nya dengan tegas jalan hidup ku. Aku harus bekerja . mulai saat itulah aku sibuk dengan segala lamaran yang harus ku siapkan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang memang mesti kudapatkan agar aku dapat lepas dari segala cercaan bapak yang selalu mengatakan
hah untuk apa sekolah tinggi smapai SMA kalau hanya diam di rumah saja. Begitulah kata nya menyanyat hatiku . aku sadar memang bapak telah bekerja keras untuk keluarga ini. Dan tak suka melihat yang diam . memang aku tak langsung mendapatkan pekerjaan setelah keluar SMA . padahal aku telah mencoba untuk melamar ke pabrik yang ada di dekat daerah ku. Namun rupanya nasib berkata lain . sekeras apapun aku mencari kerja tetap saja belum berhasil juga.
Akhirnya dari sana aku mencoba untuk menghibur diri dnegan pergi ketempat perpustakaan negara .membaca buku .yang pada akhir aku pindah tempat ke toko pinjaman buku bacaan yah tentunya mesti menyewa.. setelah itu dari sana lah aku bertemu dengan seorang teman . yang mengajakku untuk bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan yang kecil tentang alat dispenser. Aku mencoba untuk menghasilkan uang dari sana. Kehiduapn baru kualami. Namun gagal di bulan ketiga. Aku kembali ngangur.
Dari perusahaan kecil itulah aku mulai tahu sedikit soal penjualan. Dan juga aku mendapatkan teman diluar kampung ku. Aku mulai sering nongkrong di swalayan yang ada di kota ku dan sangat ramai sekali . dari satu teman kenal dan semakin banyak hubungan teman yang kukenal. Dari salah satu mereka aku di berikan pekerjaan sebagai penjaga majalah di satu stand dekat hero dan sebuah bioskop besar. Dari sana aku bertahan selama 6 bulan saja lalu dari sering nya bercakap dengan penjaga stand di satu swalayan itu aku mendapatkan pekerjaan lain menunggu stand makanan. Namun hanya bertahan selama tiga bulan saja.
Waktu terus berlalu saja. Hampir tiga atau empat tahun lebih aku keluar SMA. Hubungan dnegan semau teman pun semakin jarang hanya bertemu sekedarnya saja di jalan . namun yang sangat kuherankan mengapa temanku yang satu itu D dalam beberapa hari saat aku menjaga stand majalah selalu saja. Terbayang dan terimpikan . aku merasakan perasaan yang aneh. Mengapa bisa sampai aku mengingat dia? . akhirnya setelah lama aku tak jumpa dia mungkin tiga atau empat tahun . aku beranikan diri untuk bertemu dengan nya . aku hanya ingin tahu ada apa dengan perasaan yang selalu mengganggu sejak tiga hrai yang lalu itu . ternyata ketika aku sampai di depan rumahnya sepi sekali . dan aku bertemu dengan ibunya . ibunya heran melihat ku datang kembali setelah lama tak kerumahnya. Aku tanyakan temannku itu dna ibunya terlihat sedih . aduh nak kemana saja, masuk deh .!
bu, de nya ada? tanya ku
ada tapi dia sakit keras jawab ibunya dengan pelan. Aku terkejut . dan memang aku lihat ke dalam de sedang duduk . dengan lemah . di depannya tersedia ember untuk menampung tumpahan ( maaf ) muntahnya.
Yah dia sakit keras selama empat hari yang lalu. Hal yang sama saat aku sering secara tak sengaja melihatnya dan memimpikannya padahal sebelumnya tak pernah terlintas untuk memimpikannya. Dalam satu hari itu aku sediakan waktu untuk menemaninya dan aku lihat dia mulai sehat pada pagi harinya. Cerita tentang dia aku tutup saja. Karena kau juga tak mau dia terjatuh dalam satu kehidupan yang tak bagus. Karena itulah aku tak menghubunginnya samapi saat ini .setelah dia sembuh aku akhirnya tak menemuinya lagi.
Aku akhirnya pindah kerja lagi . mencoba untuk bekerja di satu perusahan dijakarta. Namun ternyata bukan di tempatkan di jakarta tapi di salurkan ke bekasi di kawasan M2100. aku disana menjadi seorang petugas pemberishan taman dengan baju werpak coklat dan topi caping aku bekerja di satu pabrik sebagai petugas taman . memotong rumput dna menyiram tanaman setiap pagi dan sore adalh tugasku . dan praktis sejak itulah badan ku menjadi hitam dan kurus. Aku tak pulang kerumah dan pada enam bulan setelah itu aku pulang . emak dan bapak sampai sedih melihat kondisiku . namun aku tetap bertahan kembali bekerja disana. Sampasi akhir lebaran aku berhenti kerja disana . dan aku menganggur selama dua bulan. Nah dua bulan itu aku pkaia untuk lebih banyak berolah rag adna bersembhayang pada tuhan. ( lihat pic ku yang memakai slayer itu diambil setelah aku berhenti kerja di bekasi. Selama tiga bulan itu aku pakai untuk berolah raga dengan lari pagi dan bersepeda setiap sore. Sambil tentunya aku mencari lowongan yang ada.
Dari satu koran aku dapatkan satu PH yang mencari duber untuk satu sandiwara radio. Aku mencoba melamar dan mendapatakan satu kesempatan untuk menjadi duber di sana. Alhamdulilah hanya dengan satu kali test aku dapatkan dua epiode sekaligus. Gajinya memang kecil . dihitung satu percakapan dua ribu . dan aku tak melihat itu karena aku merasakan dunia yang baru dan pengalaman yang sungguh baru. Ternyata aku harus merasakan menunggu dari pagi hingga malam jam 8 baru aku dapat melakukan dubing di PFFN di tebet. Karena harus menunggu jadwal studio yang padat dan juga saling menunggu antar pemeran. Sungguh menyebalkan namun mengasikkan. Aku dapat melihat seluruh kondisi didalam ruangan itu . dengan temanku aku dapat melihat lokasi studio unyil dan juga bertemu dengan bapak pemeran pak raden di studionya.
Hanya satu kali itu saja aku memasuki dunia dubing itu. Dan aku kembali menganggur . karena untuk sering ke jakarta ketempat sanggar itu memerlukan uang yang cukup untuk bolak balik dan juga makan .
Aku mendapatakan satu lowongan di daerah ku . ternyata sama saja dengan yang dulu sebuah perusahaan sales panci keluarga. Aku masuk ke sana dan diterima .
Dalam pekerjaan ini aku menemukan ke asyikan tersendiri.pertama karena dapat bepergian jauh dengan mobil perusahaan . kedua dapat mengenal seluk beluk daerah lain dan juga dapat mengenal lebih dekat sisi manusia yang selalu ku temui saat menjajakan alat itu. Dan dari sinilah aku mulai membaca buku yang berjudul bagaimana menjadi seorang pemimpin ada lagi bagaimana di terima dalam semua lapisan . Dari sana lah aku asyik menjual barang barang itu . dan aku mendapatakan hasil yang lumayan besar juga
Entah mengapa mungkin melihat dari penjualan ku yang selalu diatas rata-rata atau dari sisi mana . akhirnya aku dapat menjadi seorang leader dan membawahi delapan orang temanku. Dari sana juga aku mulai harus dapat memecah kan satu masalah yang timbul diantara teman dan juga membuat satu penjualan final closing.
Tak terasa aku sudah menjalani pekerjaan ini selama tiga tahun dan selama tiga tahun itu pula aku berpindah daerah karena tugas lapangan yang mengharuskannya.tahun pertama aku masih tinggal di Bogor
Kepindahanku yang pertama ke daerah cianjur selama enam bulan disana. Dan di teruskan ke daerah bandung selama tiga bulan . lalu pindah ke tasikmalaya selama satu tahun . dan dari situlah keinginanku untuk mencari pengalaman yang lebih.
Tanpa kusadari keinginanku untuk pergi dari pulau jawa tercetus begitu saja saat temanku yang bagian kolektor mengajak untuk pergi merantau ke kalimantan. Namun aku ucapkan lebih baik ke bali saja. Akhirnya kami bertiga aku dan dua temanku itu pergi kebali .
Saat
itu sebelum pergi aku mempunya hubungan asmara dengan dua gadis di cianjur yang
satu bernama W dan satu lagi bernama T. sebelum itupun aku telah berhubungan
dengan gadis di satu tempat kerja ku bernama R namun putus. Dan satu lagi saat
aku di Purwakarta aku mempunyai seorang gadis bernama Y. Aku berpindah
lagi ke Sumedang. dan terakhir kali nya aku berdiam disana dalam rangka tugas ku.
Melintas
Pulau
Dengan berbekal uang tiga ratus aku mulai menjalani perjalananku ke bali . memang bukan perjalanan yang jauh . karena aku sudah pernah ke jogyakarta sendirian pada saat dulu sebelum bekerja di bekasi.
Dengan dua teman aku menjejakkan kaki ku di bali pada tanggal 23 nop 1999. pertama datang kami sudah tak punya uang lagi. Karena sebelum kebali kami sempat mampir ke jogyakarta selama satu hari dan menginap di hotel. Itu cukup menghabiskan uang .
Disini di bali kami berjalan pertama kali ke pantai sanur. Tempat yang sebelum nya tak kami rencanakan . karen adari informasi mbka penjaga warung tujuan ke kuta sangat jauh dan perlu beberapa kali naik bemo ( sama dengan angkotan kota hanya namanya saja yang berbeda )
dari sanur kami berdiskusi mencari tujuan kemana setalah ini. sambil berjalan jauh akhirnya sampai kelapangan puputan renon. jam enam sore. kami tak punya lagi jatah uang untuk menginap di hotel atau pun losmen.
Sambil memesan semangkuk es kelapa muda. aku mencoba untuk berakrab dengan penjualnya dan dari sanalah kami bisa mendapatkan tempat mnginap gratis sambil di janjikan pekerjaan. terus terang kami tak tau harus dari mana untuk memulai dan hidup di pulau orang.
esok paginya setelah matahari terbit. aku meninggalkan tempat abang penjual es itu karena harapan untuk dapat bekerja di tempatnya tak ada. dengan sisa uang yang ada kami memesan tiga nasi bungkus
Entah darimana datangnya keputusan temanku itu. tiba-tiba saja dia katakan akan pulang kembali ke pulau jawa. dan dia memaksa aku ikut serta. Aku menolak dengan tegas. karena kupikir buat apa aku jauh pergi dan meninggalkan pekerjaan ku kalau hanya waktu sampai hanya sehari di bali dan pulang lagi. akhirnya dengan saling tegas kami bertentangan . dan keputusannya tetap lah aku tinggal di bali merantau sendiri.sednagkan dua teman ku pulang kembali. sebelum pulang uang sisa yang ada di bagi tiga. aku hanya meminta sedikit dari yang ada. karena aku pikir dua teman ku itu memerlukan lebih untuk ongkos pulang.
Dengan uang 75.000 di tangan hasil pembagian itu aku mulai hidup sendiri di Bali . daerah asing bagiku.Tak ada sanak saudara tak ada yang kukenal. untuk beberapa hari aku belum sempat mempunyai tempat yang pasti untuk tidur. barang ku hanya satu tas saja. Dengan bantuan seorang teman yang setiap hari aku ngobrol akhirnya aku mendapatkan satu tempat kos seharga 27.000 sebulan. kondisinya dilingkungan pedagang rombong ( penjual makanan kecil dengan menggunakan roda seperti gerobak ) dan bercampur dengan berbagai suku. yang lebih banyak suku dari lombok.
kamar ku hanya seukuran 2 x 1 . atasnya seng dengan dinding dari triplek. dan satu tempat seperti meja yang di gunakan untuk tidur. tak ada yang lainnya. aku tak banyak pikir yang penting ada tempat untuk ku merebahkan diri dn aman dari usiran kantib taman bila aku tetap tidur di taman seperti sebelumnya.
aku mulai berpikir untuk mencari kerja. apapun jua mesti aku lakukan. asal bisa makan. Dua hari terlewati begitu saja tanpa hasil. aku makan cukup satu kali saja dan waktu yang lain cukup dengan makan kue pia seharga 250 rupiah dua buah. berjalan setiap hari menjari pekerjaan . tanya sana sini. tetap tak hasil juga . dari seringnya aku nongkrong di depan jalan di sebuah warung kecil. aku kenal dengan tiga orang teman dan mereka menjadi teman untuk mengisi waktu ku. dengan mereka aku selalu menghabiskan waktu malam dengan begadang disisi jalan . dari mereka aku mulai merasakan minum arak. tapi tak setiap malam . hanya terkadang saja jika mereka ada kedatangan temannya dan membawa arak .
Hampir setiap malam aku nongkrong di sana. Bahkan sampai tidur pun disana. Seringnya aku nongkrong disana aku semakin banyak kenal dengan orang malam. Ada bebarapa bencong yang memang sering memakai jalan dibelakang warung itu untuk bertransaksi dengan peminatnya. Karena seringnya aku nongkrong disana hingga ada beberapa orang yang kenal aku. Karena memang kulitku saat itu masih bersih dan terlihat kuning. Maka mereka naksir .lucu juga kejadiannya kalau mengingat saat aku di taksir oleh seorang dari mereka. Sampai segala cara dilakukan agar bisa ML dengan aku.
Dan aku baru sadar setelah satu temanku mengatakan bahwa jalan dibelakang warung tempat kami nongkrong itu adalah tempatnya meong,,gay juga bencong. Nmaun aku tak tertarik untuk kesana. Hingga satu malam kami ingin sekali mencari rokok. Maka dengan berunding dulu kami mulai mau mencoba mendapatkan rokok dari para orang itu. Satu dari kami harus berjalan di tengah jalan yang di sampingnya di tempat remang-remang di semak itu ada beberapa gay atau bencong. Saat nanti di siul oleh mereka itu tandanya mereka respon dan kita bisa melanjutkan rencana kami. Aku berjalan paling akhir setelah dua temenku tak ada respon . dan saat aku lewat dua orang bersiul dari kiri dan kanan. Aku berhenti sejenak, sempat ragu apakah aku harus mendekatinya atau tidak. Namun karena rasa ingin tahu dan juga rencana kami maka aku dekati yang kiri. Namanya GA. Aku berkenalan dan ngobrol . serta sesuai rencana temanku yang dua lagi datang dan ikut ngobrol. Maka kami pun dapat lah masingmasing.
Dengan banyak jalan kaki dan sering nya aku nongkrong di taman maka aku kenal dengan beberapa pedagang rombong. Dan dari sini lah dimulai nya aku menjadi penjual es. Dengan kebaikan seorang boss rombong aku mendapatkan satu tempat dan satu set alat serta barang jualan. Maka mulailah aku dengan profesi baruku. Berjualan di taman yang sangat panas. Dan terkadang masuk di pinggir lapangan saat di adakan pertandingan sepak bola. Atau pun saat anak sekolah olah raga. Dan dari sini lah aku mendapatkan sebuah keluarga yang baru , yang mengakui ku sebagai keluargannya. Aku menjadi anak angkat dalam keluarga ini. Mereka tinggal di lingkungan komplek ABRI.
Tahun berganti menjadi 2000 . akhir Februari aku paksakan untuk pulang ke Bogor. Ini pun karena aku punya satu janji dengan seorang wanita yang saat ku tinggalkan dulu aku berjanji akan menikahi nya setelah pulang dari Bali ( setelah lebaran ) namun ternyata kenyatan tak seperti yang ku bayangkan .Perjanjian itu hanya janji saja dan tuhan yang menentukan , akhirnya aku harus terima kenyataan kalau dia telah menikah dengan orang yang di pilih keluarga nya.
Bagiku hanya setitik rasa sakit di dada, yang tak bisa aku lupakan hanyalah bagaimana aku dengannnya telah bersama dalam satu malam di pelabuhan ratu. Itu yang tak bisa kulupakan. Karena bagaimanapun aku telah menodainya. Namun kenyataan berkata lain . aku hanya dapat pasrah saja.
Kehidupan ku di Bogor tak lama . aku kembali menjalani pekerjaanku yang dulu sebagai sales di tempat boss ku yang lama dan kali ini aku mendapatkan satu tempat di Purwakarta. Dan disini aku mendapatkan satu orang wanita pekerja pabrik. Namun keinginnanku untuk serius dalam hal ini tak kurasakan lagi, hanya sebagai iseng saja, pengisi waktu di saat malam. Itu saja tak lebih.
Awal tahun baru 2001 ada surat dari kakak angkatku bahwa di bali ada satu pekerjaan untukku. Dengan bekal seadanya aku kembali menginjakkan kakiku di Bali, setelah satu tahun aku tingalkan. Sungguh aneh rasanya aku kembali ke pulau yang pernah kurasakan kepahitannnya dalam hidupku . namun karena ingin dan mau akhirnya aku kembali ke sini. Karena kupikir kalau aku diam di jawa tak akan kurasakan hidup yang seperti ku inginkan yaitu merantau dan menemukan satu kehidupan baru.
Aku mulai bekerja di artshop mebeul antik disana aku menjadi seorang tukang pelitur. Yah memang berbeda dengan apa yang tertulis di surat. Namun karena keadaan penjualan artshop yang sepi pengunjung akhirnya aku mendapatkan bagian tukang ., bukan bagian penjualan yang berhubungan dengan tamu asing. Kembali aku jalani satu kehidupan yang baru sama sekali bagiku.
Pekerjaan melitur dengan menggunakan spritus harus di tempat panas agar kilat dan kindahan pliturnya terlihat juga agar tak menjadi lembab. Karena kurang sinar panas matahari saja bisa membuat hasil plituran jadi jelek dan kusam. Barang-barang meubeul bukanlah barang yang ringan. Berbeda dengan meubel modern. Barang meubeul in terbuat dari kayu jati dan terkadang mendatangkan sebuah barang tua berbentuk lemari atau pun kursi atau gebyok yang terbuat dari papan jati yang tebal. Aku masih ingat saat aku harus mengerjakan satu lemari tua yang tinggi nya 2,5 meter dan lebarnya 2 meter seorang diri. Saat memindahkannya pun memerlukan tenaga dan satu cara tersendiri agar bisa di kerjakan sendirian. Memang jika saat itu ada teman yang hadir bisa kita bergotong royong . namun terkadang aku sendirian. Meja, kursi dan semua yang terbuat dari jati dengan bahan kayu baru bsia di buat menjadi terlihat tua dan antik tergantung dari pengerjaan si tukang .
Dengan pengalaman baru dan juga dengan keasyikan tersendiri aku menggelutinya. Walaupun badanku menjadi hitam karena panasnya terik matahari, rupanya hanya enam bulan aku bergelut dengan plitur dan kayu antik itu. Lalu aku berhenti kerja karena adanya kesalah pahaman antara keluarga ( aku bekerja di keluarga kakak ipar angkatku. Termasuk perusahaan keluarga yang benar-benar keluarga hingga masalah kecil pun bisa menjadi sebesar gunung..sungguh lucu keluarga itu . ) sudah lah. Aku tak mau ingat lagi.
Saat menganggur itulah aku sempatkan waktu ku untuk pergi kepantai sanur. Pantai merupakan tempat yang asyikk bagi ku . dimana memang aku senang menatap biru nya laut ombak . seakan mendatang kan keindahan tersendiri dan mendatangkan kedamaian bagiku. Tak terasa sudah tiga hari aku selalu ke laut. Setiap pagi aku kesana dengan ke asyikan menatap laut dan di selingi dengan mencari berbagai bentuk kerang. Di saat aku istirahat ditembok pinggir pantai. Datanglah seorang bule yang setelah ku tahui namanya Ro dari Australia. Aku rasa aku tahu apa yang dia inginkan setelah lama saling berbincang akhirnya kami bersepakat untuk bertemu lagi esok harinya di tempat dan jam yang sama.
Hujan turun dengan derasnya saat itu. Di sertai angin keras sekali menampar wajahku. Saat itu jam sebelas siang.aku dan Ro berlari mencari tempat berteduh. Sempat dalam hati aku berkata mungkinkah tuhan tak ingin kan ini terjadi padaku? Ataukah ini sebagai tanda menangisnya alam akan diriku yang sesaat lagi akan terjatuh dalam lumpur, entahlah aku tak tahu. Setelah hujan reda kami berjalan lagi meunju tempatnya menginap. Jam tiga sore kami makan bersama di satu cafe di tepi pantai.
Satu bulan setelah Ro pergi ke negaranya aku dapat surat darinya dan kiriman berupa kamus dan majalah yang memang telah dia janjikan saat dulu. Lalu dengan sedikit rayuan dia inginkan kau memakai email agar bisa saling secepatnya kirim kabar.dan dengan petunjuk dari Ro aku mulai mendatangi cafe internet dan mulai memakai email. Hotmail adalah emailku yang pertama.
Yahoo
sangat berarti bagiku
Sepeninggal Ro. Aku jarang ke pantai lagi. Lebih banyak waktu ku habiskan di rumah orang tua angkatku . Dengan tak ada nya pekerjaan aku menjadi tak enak hati tinggal di rumah . maka dengan datangnya kawan kakak angkatku aku pindah ikut kerumahnya. Dan tinggal di sana.
Dengan tinggal di sana aku merasakan semua kebaikan yang mereka berikan padaku . begitu mulia nya mereka mengganggap aku ini sebagai bagian dari keluarganya. Begitu juga hal yang terjadi pada ibu angkatku. Aku sering mengucapkan syukur pada tuhan atas semua keadaan yang ku terima. Karena semua orang yang menampungku menganggapku sebagai saudaranya. Aku sering berpikir begitu banyak orang baik dalam perjalanku ini. Bagaimana aku bisa membalas semua kebaikan mereka.
Tinggal di rumah orang aku tahu harus bersikap bagaimana. Karena memang sudah kebiasaan ku untuk membantu sebisa ku . aku mengurus anaknya yang dua orang dan juga segala pekerjaan rumah aku lakukan. Selain itu secara kebetulan juga aku mendapatkan pekerjaan dari mas ku itu dengan membuat langit langit rumahnya. Segala pekerjaan aku ambil karena aku juga melihat begitu baiknya mereka padaku.
Dalam waktu luang aku coba untuk mengatasi kebosananku dnegan mengunjungi ibu di denpasar dan juga pergi ke pantai hanya sekedar ingin menatap luas alam raya. Kenangan saat bertemu dengan RO atau JA masih melintas. Namun aku coba untuk melupakannya. Hingga saat duduk sendirian aku tersenyum melihat seorang wanita asing yang sedang berjemur karena melihat nya dengan posisi lucu.
Saat aku diam sendirian wanita asing tadi yang kulihat itu datang dan tersenyum padaku, dengan sedikit bahasa english yang kacau aku berbincang dengannya. Alc namanya dari Canada. Selama satu minggu aku bertemu dengannya. Kami berdua bepergian ke kuta menikmati laut kuta yang gemuruh ombaknya. Sambil berbincang soal segalanya di pasir putih.
Setelah Alc pulang ke negaranya. Aku semakin rajin ke internet cafe. Dan mulai membuka email baru di yahoo. Aku mencoba semua fasilitas yang ada di yahoo itu. Dan akhirnya pada pasilitas chat. Aku mulai asyik dengan pasilitas itu . dan dari sanalah aku mendapatkan kerjaku sekarang ini di warnet.
Saat itu aku mencari di room adakah di antara cahter itu anak bogor ternyata setelah aku ulang ulang pertanyaan itu ada juga yang nyahut.dari perkenalan itu berlanjut dengan permintaanku padany aagar bisa aku bekerja di tempatnya syukur alhamdulilalh aku dapatkan pekerjaan ini. Dan dia saat ini yang menjadi boss ku . aku sangat bersyukur padanya karena dapat menjadikanku karyawannya, setidaknya dengan begitu aku dapat kerja dan tidak selamanya hidup di rumah orang.
Satu demi satu teman kudapatkan dari caht dan dari semua itu aku dapatkan teman yang baik dan mengerti akan siapa aku ini. Lalu kami mulai membuat satu kumpulan agar tetap saling kenal. Sebelumnya aku sering masuk ke bagian adult room dan dari sana aku mendapatkan seorang yang kini mencoba untuk bersama dan menjalin kata seia dalam langkah kedepan . ntahlah apakah nanti akan berputarkah dunia ini dan menjadikannya berbeda atau akan tetap berputar dunia ini dan tetap pula keadaanku dengannya hanya tuhan yang tahu. Yahoo sungguh merubah semua kehidupan ku.
Wahh capek juga yach merangkumkan semua perjalananku ini. Semuanya orisinil tak di lebihkan tapi ada beberapa langkahku tak kuliskan disini. Karena aku rasa itu belum saat nya aku terakan dalam langkah ulangku ini. Hanya cukup aku terakan dan ingat dalam hatiku saja . biarkan lah sisi ya ng tak tertera disini itu akan tetap ada dalam hatiku saja .
Aku menulis ini hanya ingin mengetahui seberapa banyak kejadian yang pernah ku langkahi dari kecil hingga usiaku 30 tahun sekarang ini. Semuanya ternyata begitu pedih . namun dnegan begini aku bisa lebih tahu dan bisa berkata seandainya aku mendapatkan hal yang lebih buruk dari ini bahwa aku pernah merasakan hal itu dan seandainya kau bersenang di kemudian hari , ini pun tak kan pernah kulupa bahwa aku telah merasakan hidup sebelumnya lebih pedih dan akan membuatku untuk mawas diri.
Semoga saja jejak langkah ku di hari yang lalu itu tak terlalu jelas dan menyakitkan di hati seseorang yang pernah kukenal . dan tak membuat kotornya dunia ini. Semoga saja jejak ku itu hanya berupa jejak di pasir pantai yang dapat mudah terhapus dnegan datangnya ombak dan buih .
Waktu
terus berputar dan merubah semuanya. Aku tak tahu apakah nanti di tahun depan
akan terjadi begitu banyak kejadian yang ku alami. Dan aku inginkan agar tahun
depan saat aku ulang tahun, aku dapatkan sebuah langkah ku yang berbeda dengan
ini dan akan tetap aku tulis sebagai riwayat untuk pengingatku saja. Semoga saja.
Amin .
Terimakaih untuk yang telah membaca nya. Mungkin pengalaman kawan lebih baik dari aku . tapi pernahkah terpikir setiap ulangtahun kita mengingat tahun yang telah lewat?. Ada mungkin yang begitu, semoga saja tak seperti langkah ku.
terimakasih telah membacanya .
salam persahabatan dari aku
yadi