Melintas Pulau

Dengan berbekal uang tiga ratus aku mulai menjalani perjalananku ke bali . memang bukan perjalanan yang jauh . karena aku sudah pernah ke jogyakarta sendirian pada saat dulu sebelum bekerja di bekasi.

Dengan dua teman aku menjejakkan kaki ku di bali pada tanggal 23 nop 1999. pertama datang kami sudah tak punya uang lagi. Karena sebelum kebali kami sempat mampir ke jogyakarta selama satu hari dan menginap di hotel. Itu cukup menghabiskan uang .

Disini di bali kami berjalan pertama kali ke pantai sanur. Tempat yang sebelum nya tak kami rencanakan . karen adari informasi mbka penjaga warung tujuan ke kuta sangat jauh dan perlu beberapa kali naik bemo ( sama dengan angkotan kota hanya namanya saja yang berbeda )

dari sanur kami berdiskusi mencari tujuan kemana setalah ini. sambil  berjalan jauh akhirnya sampai kelapangan puputan renon. jam enam sore. kami tak punya lagi jatah uang untuk menginap di hotel atau pun losmen.

Sambil memesan semangkuk es kelapa muda. aku mencoba untuk berakrab dengan penjualnya dan dari sanalah kami bisa mendapatkan tempat mnginap gratis sambil di janjikan pekerjaan. terus terang kami tak tau harus dari mana untuk memulai dan hidup di pulau orang.

esok paginya setelah matahari terbit. aku meninggalkan tempat abang penjual es itu karena harapan untuk dapat bekerja di tempatnya tak ada. dengan sisa uang yang ada kami memesan tiga nasi bungkus

Entah darimana datangnya keputusan temanku itu. tiba-tiba saja dia katakan akan pulang kembali ke pulau jawa. dan dia memaksa aku ikut serta. Aku menolak dengan tegas. karena kupikir buat apa aku jauh pergi dan meninggalkan pekerjaan ku kalau hanya waktu sampai hanya sehari di bali dan pulang lagi. akhirnya  dengan saling tegas kami bertentangan . dan keputusannya tetap lah aku tinggal di bali merantau sendiri.sednagkan dua teman ku pulang kembali. sebelum pulang uang sisa yang ada di bagi tiga. aku hanya meminta sedikit dari yang ada. karena aku pikir dua teman ku itu memerlukan lebih untuk ongkos pulang.

Dengan uang 75.000 di tangan hasil pembagian itu aku mulai hidup sendiri di Bali . daerah asing bagiku.Tak ada sanak saudara tak ada yang kukenal. untuk beberapa hari aku belum sempat mempunyai tempat yang pasti untuk tidur. barang ku hanya satu tas saja. Dengan bantuan seorang teman yang setiap hari aku ngobrol akhirnya aku mendapatkan satu tempat kos seharga 27.000 sebulan. kondisinya dilingkungan pedagang rombong ( penjual makanan kecil dengan menggunakan roda seperti gerobak ) dan bercampur dengan berbagai suku. yang lebih banyak suku dari lombok.

kamar ku hanya seukuran 2 x 1 . atasnya seng dengan dinding dari triplek. dan satu tempat seperti meja yang di gunakan untuk tidur. tak ada yang lainnya. aku tak banyak pikir yang penting ada tempat untuk ku merebahkan diri dn aman dari usiran kantib taman bila aku tetap tidur di taman seperti sebelumnya.

aku mulai berpikir untuk mencari kerja. apapun jua mesti aku lakukan. asal bisa makan. Dua hari terlewati begitu saja tanpa hasil. aku makan cukup satu kali saja dan waktu yang lain cukup dengan makan  kue pia seharga 250 rupiah dua buah. berjalan setiap hari menjari pekerjaan . tanya sana sini. tetap tak hasil juga . dari seringnya aku nongkrong di depan jalan di sebuah warung kecil. aku kenal dengan tiga orang teman dan mereka menjadi teman untuk mengisi waktu ku. dengan mereka aku selalu menghabiskan waktu malam dengan begadang disisi jalan . dari mereka aku mulai merasakan minum arak. tapi tak setiap malam . hanya terkadang saja jika mereka ada kedatangan temannya dan membawa arak .

Hampir setiap malam aku nongkrong di sana. Bahkan sampai  tidur pun disana. Seringnya aku nongkrong disana aku semakin banyak kenal dengan orang malam. Ada bebarapa bencong yang memang sering memakai jalan dibelakang warung itu untuk bertransaksi dengan peminatnya. Karena seringnya aku nongkrong disana hingga ada beberapa orang yang kenal aku. Karena memang kulitku saat itu masih bersih dan terlihat kuning. Maka mereka naksir .lucu juga kejadiannya kalau mengingat saat aku di taksir oleh seorang dari mereka. Sampai segala cara dilakukan agar bisa ML dengan aku.

Dan aku baru sadar setelah satu temanku mengatakan bahwa jalan dibelakang warung tempat kami nongkrong itu adalah tempatnya meong,,gay juga bencong. Nmaun aku tak tertarik untuk kesana. Hingga satu malam kami ingin sekali mencari rokok. Maka dengan berunding dulu kami mulai mau mencoba mendapatkan rokok dari para orang itu. Satu dari kami harus berjalan di tengah jalan yang di sampingnya di tempat remang-remang di semak itu ada beberapa gay atau bencong. Saat nanti di siul oleh mereka itu tandanya mereka respon dan kita bisa melanjutkan rencana kami. Aku berjalan paling akhir setelah dua temenku tak ada respon . dan saat aku lewat dua orang bersiul dari kiri dan kanan. Aku berhenti sejenak, sempat ragu apakah aku harus mendekatinya atau tidak. Namun karena rasa ingin tahu dan juga rencana kami maka aku dekati yang kiri. Namanya GA. Aku berkenalan dan ngobrol . serta sesuai rencana temanku yang dua lagi datang dan ikut ngobrol. Maka kami pun dapat lah masing–masing.

Dengan banyak jalan kaki dan sering nya aku nongkrong di taman maka aku kenal dengan beberapa pedagang rombong. Dan dari sini lah dimulai nya aku menjadi penjual es. Dengan kebaikan seorang boss rombong aku mendapatkan satu tempat dan satu set alat serta barang jualan. Maka mulailah aku dengan profesi baruku. Berjualan di taman yang sangat panas. Dan terkadang masuk di pinggir lapangan saat di adakan pertandingan sepak bola. Atau pun saat anak sekolah olah raga. Dan dari sini lah aku mendapatkan sebuah keluarga yang baru , yang mengakui ku sebagai keluargannya. Aku menjadi anak angkat dalam keluarga ini. Mereka tinggal di lingkungan komplek ABRI.

Tahun berganti menjadi 2000 . akhir Februari aku paksakan untuk pulang ke Bogor. Ini pun karena aku punya satu janji dengan seorang wanita yang saat ku tinggalkan dulu aku berjanji akan menikahi nya setelah pulang dari Bali ( setelah lebaran ) namun ternyata kenyatan tak seperti yang ku bayangkan .Perjanjian itu hanya janji saja dan tuhan yang menentukan , akhirnya aku harus terima kenyataan kalau dia telah menikah dengan orang yang di pilih keluarga nya.

Bagiku hanya setitik rasa sakit di dada, yang tak bisa aku lupakan hanyalah bagaimana aku dengannnya telah bersama dalam satu malam di pelabuhan ratu. Itu yang tak bisa kulupakan. Karena bagaimanapun aku telah menodainya. Namun kenyataan berkata lain . aku hanya dapat pasrah saja.

Kehidupan ku di Bogor tak lama . aku kembali menjalani pekerjaanku yang dulu sebagai sales di tempat boss ku yang lama dan kali ini aku mendapatkan satu tempat di Purwakarta. Dan disini aku mendapatkan satu orang wanita pekerja pabrik. Namun keinginnanku untuk serius dalam hal ini tak kurasakan lagi, hanya sebagai iseng saja, pengisi waktu di saat malam. Itu saja tak lebih.

Awal tahun baru 2001 ada surat dari kakak angkatku  bahwa di bali ada satu pekerjaan untukku. Dengan bekal seadanya aku kembali menginjakkan kakiku di Bali, setelah satu tahun aku tingalkan.  Sungguh aneh rasanya aku kembali ke pulau yang pernah kurasakan kepahitannnya dalam hidupku . namun karena ingin dan mau akhirnya aku kembali ke sini. Karena kupikir kalau aku diam di jawa tak akan kurasakan hidup yang seperti ku inginkan yaitu merantau dan menemukan satu kehidupan baru.

Aku mulai bekerja di artshop mebeul antik disana aku menjadi seorang tukang pelitur. Yah memang berbeda dengan apa yang tertulis di surat. Namun karena keadaan penjualan artshop yang sepi pengunjung akhirnya aku mendapatkan bagian tukang ., bukan bagian penjualan yang berhubungan dengan tamu asing. Kembali aku jalani satu kehidupan yang baru sama sekali bagiku.

Pekerjaan melitur dengan menggunakan spritus harus di tempat panas agar kilat dan kindahan pliturnya terlihat juga agar tak menjadi lembab. Karena kurang sinar panas matahari saja bisa membuat hasil plituran jadi jelek dan kusam.  Barang-barang meubeul bukanlah barang yang ringan. Berbeda dengan meubel modern. Barang meubeul in terbuat dari kayu jati dan terkadang mendatangkan sebuah barang tua berbentuk lemari atau pun  kursi atau gebyok yang terbuat dari papan jati yang tebal. Aku masih ingat saat aku harus mengerjakan satu lemari  tua yang tinggi nya 2,5 meter dan lebarnya  2 meter seorang diri. Saat memindahkannya pun memerlukan tenaga dan satu cara tersendiri agar bisa di kerjakan sendirian. Memang jika saat itu ada teman yang hadir bisa kita bergotong royong . namun terkadang aku sendirian. Meja, kursi dan semua yang terbuat dari jati dengan bahan kayu baru bsia di buat menjadi terlihat tua dan antik tergantung dari pengerjaan si tukang .

Dengan pengalaman baru dan juga dengan keasyikan tersendiri aku menggelutinya. Walaupun badanku menjadi hitam karena panasnya terik matahari, rupanya hanya enam bulan aku bergelut dengan plitur dan kayu antik itu. Lalu aku berhenti kerja karena adanya kesalah pahaman antara keluarga ( aku bekerja di keluarga kakak ipar angkatku. Termasuk perusahaan keluarga yang benar-benar keluarga hingga masalah kecil pun bisa menjadi sebesar gunung..sungguh lucu keluarga itu . ) sudah lah. Aku tak mau ingat lagi.

Saat menganggur itulah aku sempatkan waktu ku untuk pergi kepantai sanur. Pantai merupakan tempat yang asyikk bagi ku . dimana memang aku senang menatap biru nya laut ombak . seakan mendatang kan keindahan tersendiri dan mendatangkan kedamaian bagiku. Tak terasa sudah tiga hari aku selalu ke laut. Setiap pagi aku kesana dengan ke asyikan menatap laut dan di selingi dengan mencari berbagai bentuk kerang.  Di saat aku istirahat ditembok pinggir pantai. Datanglah seorang bule yang setelah ku tahui namanya Ro dari Australia. Aku rasa aku tahu apa yang dia inginkan setelah lama saling berbincang akhirnya kami bersepakat untuk bertemu lagi esok harinya di tempat dan jam yang sama.

Hujan turun dengan derasnya saat itu. Di sertai angin keras sekali menampar wajahku. Saat itu jam sebelas siang.aku dan Ro berlari mencari tempat berteduh. Sempat dalam hati aku berkata mungkinkah tuhan tak ingin kan ini terjadi padaku? Ataukah ini sebagai tanda menangisnya alam akan diriku yang sesaat lagi akan terjatuh dalam lumpur, entahlah aku tak tahu. Setelah hujan reda kami berjalan lagi meunju tempatnya menginap. Jam tiga sore kami makan bersama di satu cafe di tepi pantai.

Satu bulan setelah Ro pergi ke negaranya aku dapat surat darinya dan kiriman berupa kamus dan majalah yang memang telah dia janjikan saat dulu. Lalu dengan sedikit rayuan dia inginkan kau memakai email agar bisa saling secepatnya kirim kabar.dan dengan petunjuk dari Ro aku mulai mendatangi cafe internet dan mulai memakai email. Hotmail adalah emailku yang pertama.

Yahoo sangat berarti bagiku

Sepeninggal Ro. Aku jarang ke pantai lagi. Lebih banyak waktu ku habiskan di rumah orang tua angkatku . Dengan tak ada nya pekerjaan aku menjadi tak enak hati tinggal di rumah . maka dengan datangnya kawan kakak angkatku aku pindah ikut kerumahnya. Dan tinggal di sana.

Dengan tinggal di sana aku merasakan semua kebaikan yang mereka berikan padaku . begitu mulia nya mereka mengganggap aku ini sebagai bagian dari keluarganya. Begitu juga hal yang terjadi pada ibu angkatku. Aku sering mengucapkan syukur pada tuhan atas semua keadaan yang ku terima. Karena semua orang yang menampungku menganggapku sebagai saudaranya. Aku sering berpikir begitu banyak orang baik dalam perjalanku ini. Bagaimana aku bisa membalas semua kebaikan mereka.

Tinggal di rumah orang aku tahu harus bersikap bagaimana. Karena memang sudah kebiasaan ku untuk membantu sebisa ku . aku mengurus anaknya yang dua orang dan juga segala pekerjaan rumah aku lakukan. Selain itu secara kebetulan juga aku mendapatkan pekerjaan dari mas ku itu dengan membuat langit langit rumahnya. Segala pekerjaan aku ambil karena aku juga melihat begitu baiknya mereka padaku.

Dalam waktu luang aku coba untuk mengatasi kebosananku dnegan mengunjungi ibu di denpasar dan juga pergi ke pantai hanya sekedar ingin menatap luas alam raya. Kenangan saat bertemu dengan RO atau JA masih melintas. Namun aku coba untuk melupakannya. Hingga saat duduk sendirian aku tersenyum melihat seorang wanita asing yang sedang berjemur karena melihat nya dengan posisi lucu.

Saat aku diam sendirian wanita asing tadi yang kulihat itu  datang dan tersenyum padaku, dengan sedikit bahasa english yang kacau aku berbincang dengannya. Alc namanya dari Canada. Selama satu minggu aku bertemu dengannya. Kami berdua bepergian ke kuta menikmati laut kuta yang gemuruh ombaknya. Sambil berbincang soal segalanya di pasir putih.

Setelah Alc pulang ke negaranya. Aku semakin rajin ke internet cafe. Dan mulai membuka email baru di yahoo. Aku mencoba semua fasilitas yang ada di yahoo itu. Dan akhirnya pada pasilitas chat. Aku mulai asyik dengan pasilitas itu . dan dari sanalah aku mendapatkan kerjaku sekarang ini di warnet.

Saat itu aku mencari di room adakah di antara cahter itu anak bogor ternyata setelah aku ulang ulang pertanyaan itu ada juga yang nyahut.dari perkenalan itu berlanjut dengan permintaanku padany aagar bisa aku bekerja di tempatnya syukur alhamdulilalh aku dapatkan pekerjaan ini. Dan dia saat ini yang menjadi boss ku . aku sangat bersyukur padanya karena dapat menjadikanku karyawannya, setidaknya dengan begitu aku dapat kerja dan tidak selamanya hidup di rumah orang.

Satu demi satu teman kudapatkan dari caht dan dari semua itu aku dapatkan teman yang baik dan mengerti akan siapa aku ini. Lalu kami mulai membuat satu kumpulan agar tetap saling kenal. Sebelumnya aku sering masuk ke bagian adult room dan dari sana aku mendapatkan seorang yang kini mencoba untuk bersama dan menjalin kata seia dalam langkah kedepan . ntahlah apakah nanti akan berputarkah dunia ini dan menjadikannya berbeda atau akan tetap berputar dunia ini dan tetap pula keadaanku dengannya hanya tuhan yang tahu. Yahoo sungguh merubah semua kehidupan ku.

Wahh capek juga yach merangkumkan semua perjalananku ini. Semuanya orisinil tak di lebihkan tapi ada beberapa langkahku tak kuliskan disini. Karena aku rasa itu belum saat nya aku  terakan dalam langkah ulangku ini. Hanya cukup aku terakan dan ingat dalam hatiku saja . biarkan lah sisi ya ng tak tertera disini itu akan tetap ada dalam hatiku saja .

Aku menulis ini hanya ingin mengetahui seberapa banyak kejadian yang pernah ku langkahi dari kecil hingga usiaku 30 tahun sekarang ini. Semuanya ternyata begitu pedih . namun dnegan begini aku bisa lebih tahu dan bisa berkata seandainya aku mendapatkan hal yang lebih buruk dari ini bahwa aku pernah merasakan hal itu dan seandainya kau bersenang di kemudian hari , ini pun tak kan pernah kulupa bahwa aku telah merasakan hidup sebelumnya lebih pedih dan akan membuatku untuk mawas diri.

Semoga saja jejak langkah ku di hari yang lalu itu tak terlalu jelas  dan menyakitkan di hati seseorang yang pernah kukenal . dan tak membuat kotornya dunia ini. Semoga saja jejak ku itu hanya berupa jejak di pasir pantai yang dapat mudah terhapus dnegan datangnya ombak dan buih .

Waktu terus berputar dan merubah semuanya. Aku tak tahu apakah nanti di tahun depan akan terjadi begitu banyak kejadian yang ku alami. Dan aku inginkan agar tahun depan saat aku ulang tahun, aku dapatkan sebuah langkah ku yang berbeda dengan ini dan akan tetap aku tulis sebagai riwayat untuk pengingatku saja. Semoga saja. Amin .

Terimakaih untuk yang telah membaca nya. Mungkin pengalaman kawan lebih baik dari aku . tapi pernahkah terpikir setiap ulangtahun kita mengingat tahun yang telah lewat?. Ada mungkin yang begitu, semoga saja tak seperti langkah ku.

terimakasih telah membacanya .

salam persahabatan dari aku

yadi

 

back

Hosted by www.Geocities.ws

1