PELAJARAN
4
KAMERA 35 MM
Kamera 35mm sangat populer karena
kecil, ringan, mudah digunakan dan umumnya secara teknis memberikan hasil
yang cukup baik. Seiring dengan perkembangan jaman, kemampuannya secara
teknis maupun secara optik terus meningkat disamping disainnya. Bahkan
untuk kamera 35mm SLR (Single Lens Reflex) tersedia berbagai jenis lensa
dan panjang fokusnya pun sangat bervariasi.
Kamera Manual
Kamera ini cocok untuk fofografer
yang getol mengutak-atik kamera atau menyukai operasi secara teknis.
Kecepatan penutup (Shutter
speed) biasanya berturutan
Pembidik (viewfinder) akan
menunjukkan gambar yang akan terekam sebagaimana adanya, tidak menjadi
masalah lensa apa yang digunakan.
Kemampuan untuk memfokuskan
obyek secara manual memungkinkan fotografer untuk memilih bagian mana yang
akan menjadi pusat foto.
Kamera SLR Otomatis
Pemasangan dan penggulungan
film secara otomatis memudahkan dan mempercepat penanganannya.
Bukaan otomatis cocok untuk
mereka yang tidak mau pusing berurusan dengan masalah teknis dan pengambilan
keputusan terhadap foto yang dihasilkan.
Pemfokusan secara otomatis
berguna untuk mereka yang lemah pandangan matanya atau berguna untuk kondisi
pencahayaan lemah.
Kadang-kadang pilihan untuk
mengontrolnya cukup banyak, sehingga cukup rumit juga pemakaiannya. Kalau
mau membeli kamera jenis ini pastikan mempunyai shutter speed mekanis (untuk
mengantisipasi kehabisan batere).
Kamera Kompak Sederhana
Cocok untuk pengguna non teknis
karena tinggal membidik dan menjepret saja. (Point and Shoot)
Gambar yang terlihat di lensa
pembidik (viewfinder) tidak sama dengan gambar yang terekam pada film.
Kamera ini sangat ringan dan
tidak repot dalam penggunaannya dibandingkan dengan kamera SLR.
Biasanya lensa yang digunakan
sudah paten, 28 mm atau 35 mm. Kalau anda ingin obyeknya terlihat lehih
dekat, cara satu-satunya adalah memotretnya dari jarak dekat.
Kamera Kompak Canggih
Lensanya berkisar antara 35-105
mm, lebih fleksibel dan biasanya juga bisa memilih bukaan.
|