Last Update: June 28, 2002                    Home | Artikel | Foto-foto | Link | Tentang Kami | Kontak Kami
 
HIKMAT #46 
JADILAH DIRI ANDA SENDIRI 

Saya mempunyai kesempatan menghabiskan banyak waktu di bandara karena saya berulangkali bepergian. Sangat bervariasi, ketika di airport, saya memperhatikan sejumlah orang tampaknya mereka sangat terburu-buru tidak menuju kemana pun. Apakah tidak mengherankan bahwa ada begitu banyak orang mencurahkan seluruh hidup mereka pada tempat usaha keras yang tidak memiliki apa pun untuk dikerjakan dengan karunia-karunia dan talenta yang telah diberkan Allah kepada mereka? Sungguh mengherankan, banyak orang menghabiskan seluruh masa hidupnya mencoba untuk mengubah jalan yang Allah buat bagi mereka. 

            Allah mengetahui apa yang Ia sedang lakukan ketika Ia memberikan karunia-karunia khusus, talenta-talenta dan kekuatan-kekuatan di dalam anda. I Korintus 7:7 menyatakan, “Setiap orang memiliki karunianya sendiri dari Allah.” (NIV). Marcus Aurelius berkata, “Ambillah pertanggungjwaban penuh mengenai ekselensi yang anda miliki dan dengan syukur ingatlah bagaimana anda sangat menginginkan ketika anda tidak memilikinya.” 

            Robert Quillen menggambarkan, “Jika anda menghitung semua aset anda, anda akan selalu menunjukkan keuntungan.”Rebutlah kesempatan untuk mempergunakan karunia anda. “Tempatkanlah diri anda pada tempat yang terlihat. Ini selalu membawa talenta anda bersinar” (Baltasar Gracian). Jangan pernah hakimi diri anda sendiri dengan kelemahan anda. Saya setuju dengan Malcolm Forbes yang menuntut: “Terlalu banyak orang menilai lebih tinggi apa yang bukan diri mereka dan menilai lebih rendah diri mereka.” Anda lebih kaya dari pada yang anda pikirkan. 

            Nathaniel Emmons berkata, “Satu alasan mendasar mengapa pria sering begitu tidak berguna adalah karena mereka mengabaikan profesi dan panggilan mereka sendiri dan membagi dan menukar perhatian mereka di antara banyak sasaran dan pengejaran.” Yang terbaik selalu bangkit di dalam diri anda apabila anda membuka jalan kepada karunia-karunia Allah yang terbaik yang telah diberikan-Nya di dalam diri anda. Saya setuju dengan William Metthew ketika ia berkata, “Satu talenta yang ditanam dengan baik, diperdalam dan diperlebar, senilai dengan 100 keahlian yang dangkal.” 

            Terlalu banyak orang hanya memikirkan keinginan mereka, tidak pernah mempertimbangkan talenta dan kemampuan mereka. Jauh di dalam lubuk hati, jika anda seorang musisi, buatlah musik. Jika anda seorang pengajar, mengajarlah. Jadilah diri anda dan anda akan berada dalam damai dengan diri anda sendiri. Saya setuju dengan William Boetecher yang menyatakan: “Semakin banyak anda belajar mengenai apa yang anda lakukan dengan diri anda, dan semakin anda melakukannya untuk orang lain, anda akan semakin banyak belajar untuk menikmati hidup yang berkelimpahan.” Lakukanlah apa yang paling alami bagi anda. Yoruba berkata, ”Anda tidak bisa menghentikan seekor babi dari berkubang di dalam lumpur.” 

            Saya setuju dengan Sydney Harris: “Sembilan puluh persen kesengsaraan di dunia berasal dari orang yang tidak mengetahui diri mereka sendiri, kemampuan, kelemahan mereka, dan bahkan kebaikan mereka yang sesungguhnya.” Jangan mengharapkan apapun yang orisinil dari gema. Musset berkata, ”Betapa mulianya dan juga betapa melelahkan -- menjadi pencontoh.” Billy Walder menambahkan, “Percayalah kepada insting anda sendiri. Kesalahan anda seharusnya menjadi milik
anda, bukannya menjadi milik orang lain.” Abraham Lincoln merenungkan, “Apapun anda jadinya, jadilah orang yang baik.” 

            E.E. Cumming menasihatkan, “Janganlah menjadi siapa pun kecuali menjadi diri anda sendiri -- di dunia melakukan yang terbaik, siang dan malam, untuk membuat anda menjadi orang lain -- berarti bertempur dalam pertempuran yang paling seru dimana setiap orang bisa bertempur dan tidak pernah berhenti.” Garis bawahnya adalah -- jadilah diri anda sendiri! 

 
   
Webmaster: Hendro Nugroho @ Geology Dept., BYU, 2002
Hosted by www.Geocities.ws

1