HIKMAT
#46
JADILAH DIRI ANDA SENDIRI
Saya mempunyai kesempatan
menghabiskan banyak waktu di bandara karena saya berulangkali bepergian.
Sangat bervariasi, ketika di airport, saya memperhatikan sejumlah orang
tampaknya mereka sangat terburu-buru tidak menuju kemana pun. Apakah tidak
mengherankan bahwa ada begitu banyak orang mencurahkan seluruh hidup mereka
pada tempat usaha keras yang tidak memiliki apa pun untuk dikerjakan dengan
karunia-karunia dan talenta yang telah diberkan Allah kepada mereka? Sungguh
mengherankan, banyak orang menghabiskan seluruh masa hidupnya mencoba untuk
mengubah jalan yang Allah buat bagi mereka.
Allah mengetahui apa yang Ia sedang lakukan ketika Ia memberikan karunia-karunia
khusus, talenta-talenta dan kekuatan-kekuatan di dalam anda. I Korintus
7:7 menyatakan, “Setiap orang memiliki karunianya sendiri dari Allah.”
(NIV). Marcus Aurelius berkata, “Ambillah pertanggungjwaban penuh mengenai
ekselensi yang anda miliki dan dengan syukur ingatlah bagaimana anda sangat
menginginkan ketika anda tidak memilikinya.”
Robert Quillen menggambarkan, “Jika anda menghitung semua aset anda, anda
akan selalu menunjukkan keuntungan.”Rebutlah kesempatan untuk mempergunakan
karunia anda. “Tempatkanlah diri anda pada tempat yang terlihat. Ini selalu
membawa talenta anda bersinar” (Baltasar Gracian). Jangan pernah hakimi
diri anda sendiri dengan kelemahan anda. Saya setuju dengan Malcolm Forbes
yang menuntut: “Terlalu banyak orang menilai lebih tinggi apa yang bukan
diri mereka dan menilai lebih rendah diri mereka.” Anda lebih kaya dari
pada yang anda pikirkan.
Nathaniel Emmons berkata, “Satu alasan mendasar mengapa pria sering begitu
tidak berguna adalah karena mereka mengabaikan profesi dan panggilan mereka
sendiri dan membagi dan menukar perhatian mereka di antara banyak sasaran
dan pengejaran.” Yang terbaik selalu bangkit di dalam diri anda apabila
anda membuka jalan kepada karunia-karunia Allah yang terbaik yang telah
diberikan-Nya di dalam diri anda. Saya setuju dengan William Metthew ketika
ia berkata, “Satu talenta yang ditanam dengan baik, diperdalam dan diperlebar,
senilai dengan 100 keahlian yang dangkal.”
Terlalu banyak orang hanya memikirkan keinginan mereka, tidak pernah mempertimbangkan
talenta dan kemampuan mereka. Jauh di dalam lubuk hati, jika anda seorang
musisi, buatlah musik. Jika anda seorang pengajar, mengajarlah. Jadilah
diri anda dan anda akan berada dalam damai dengan diri anda sendiri. Saya
setuju dengan William Boetecher yang menyatakan: “Semakin banyak anda belajar
mengenai apa yang anda lakukan dengan diri anda, dan semakin anda melakukannya
untuk orang lain, anda akan semakin banyak belajar untuk menikmati hidup
yang berkelimpahan.” Lakukanlah apa yang paling alami bagi anda. Yoruba
berkata, ”Anda tidak bisa menghentikan seekor babi dari berkubang di dalam
lumpur.”
Saya setuju dengan Sydney Harris: “Sembilan puluh persen kesengsaraan di
dunia berasal dari orang yang tidak mengetahui diri mereka sendiri, kemampuan,
kelemahan mereka, dan bahkan kebaikan mereka yang sesungguhnya.” Jangan
mengharapkan apapun yang orisinil dari gema. Musset berkata, ”Betapa mulianya
dan juga betapa melelahkan -- menjadi pencontoh.” Billy Walder menambahkan,
“Percayalah kepada insting anda sendiri. Kesalahan anda seharusnya menjadi
milik
anda, bukannya menjadi milik
orang lain.” Abraham Lincoln merenungkan, “Apapun anda jadinya, jadilah
orang yang baik.”
E.E. Cumming menasihatkan, “Janganlah menjadi siapa pun kecuali menjadi
diri anda sendiri -- di dunia melakukan yang terbaik, siang dan malam,
untuk membuat anda menjadi orang lain -- berarti bertempur dalam pertempuran
yang paling seru dimana setiap orang bisa bertempur dan tidak pernah berhenti.”
Garis bawahnya adalah -- jadilah diri anda sendiri! |