Last Update: June 28, 2002                     Home | Artikel | Foto-foto | Link | Tentang Kami | Kontak Kami
 
 HIKMAT #34 
 PENUNDAAN ADALAH PUPUK YANG MEMBUAT  SULIT BERTUMBUH 

Tanyanyakanlah kepada diri anda sendiri: “Jika saya tidak bertindak saat ini, apakah akibat yang akan saya tanggung?” Ketika penundaan telah membulatkan tekadnya, kesempatan pasti berlalu. Edwin Markum menyatakannya, 
  
      Ketika tugas mengetuk pintu gerbang anda, 
      persilakan ia masuk; karena jika anda membiarkannya menunggu, 
      ia akan terpisah sementara dan datang sekali lagi 
      membawa tujuh tugas lainnya ke depan pintu gerbang anda. 
  
            Apa yang anda biarkan sampai besok, besok mungkin akan anda biarkan juga. Keberhasilan mendatangi orang yang melakukannya hari ini untuk apa yang orang lain pikirkan akan melakukannya besok. Semakin pemalas orang, ia akan melakukannya lebih besok lagi. “Semua masalah menjadi lebih kecil jika anda tidak menghindarinya, tetapi menghadapinya. Sentuhlah tanaman widuri dengan takut-takut, dan durinya akan menusuk anda; ambillah dengan berani, dan durinya akan hancur” (William Halsey).
  
            Membuang-buang waktu berarti membuang kehidupan anda. Cervantes merenungkannya, “Melalui jalan pintas, orang akan tidak akan pernah sampai ke rumah.” Seorang pemalas tidak menempuh jalan menuju kehidupan - ia dipaksa untuk melaluinya. “Orang yang bijaksana melakukan seketika apa yang orang bodoh lakukan akhirnya”(Gracian). “Suatu hari” bukanlah satu hari dalam satu minggu. Tidak melakukan apa-apa adalah pekerjaan yang menjengkelkan di dunia. Ketika anda tidak memulai, kesulitan anda tidak akan berakhir. Tanganilah kesulitan sekarang - semakin lama anda menunggu semakin besar kesulitan itu bertumbuh. Orang yang suka menunda tidak pernah memiliki masalah kecil karena mereka selalu menunggu sampai masalah mereka bertumbuh. 
  
            “Tragedi kehidupan bukanlah pada orang yang kalah, tetapi ia yang hampir menang” (Haywood Broun). Jangan pergi sampai mujizat terjadi! Robert Lewis Stevenson memberikan komentar, “Orang-orang kudus adalah para pendosa yang terus maju.” Pertandingan tidak selalu bagi orang yang cepat, tetapi bagi ia yang terus berlari. Beberapa orang menunggu begitu lama sampai masa depan berlalu sebelum mereka sampai ke sana. 
  
            Orang yang duduk menunggu kapal mereka muncul, seringkali menemukan penderitaan. Hal yang muncul bagi orang yang menunggu jarang berubah menjadi hal yang telah ia nantikan. Pekerjaan terberat di dunia adalah pekerjaan yang seharusnya dikerjakan kemarin. Pekerjaan sulit biasanya merupakan timbunan hal-hal mudah yang
seharusnya telah dikerjakan minggu yang lalu. 
  
            Sir Josiah Stamp berkata, “Mudahlah untuk menghidari tanggung jawab-tanggung jawab kita, tetapi kita tidak bisa menghindari konsekuensi-konsekuensi menghindarnya kita dari tangung jawab-tanggung jawab itu.” William James menggambarkan, “Tidak ada yang begitu melelahkan seperti menggantung tugas yang tidak terselesaikan selamanya.” Orang yang menunda tindakan sampai semua faktor sempurna, tidak pernah melakukan apa-apa. Jimmy Lyon berkata, “Besok adalah satu-satunya hari dalam satu tahun yang menarik bagi orang yang malas.” 
  
            Alkitab menjanjikan tidak ada roti bagi orang yang bermalas-malasan. “Orang yang tidak memiliki apa-apa untuk dikerjakan melakukan pekerjaan yang jauh lebih berat daripada semua pekerjaan lain. Tetapi belas kasihan terbesar saya adalah untuk orang yang menghindari pekerjaan yang harus dikerjakannya. Ia adalah orang yang suka melalaikan tugasnya, dan masih kanak-kanak! Betapa hukuman ia ambil bagi dirinya sendiri” (E.R. Collcord). Ukirlah masa depan; jangan hanya memotong waktu sedikit demi sedikit. 
   

 
   
Webmaster: Hendro Nugroho @ Geology Dept., BYU, 2002
Hosted by www.Geocities.ws

1