| |
HIKMAT
#24
JANGAN MENGUKUR KEBERHASILAN ANDA DENGAN APA YANG ORANG
LAIN MILIKI DAN APA YANG TIDAK DILAKUKANNYA
Beberapa tahun yang lalu,
saya bertemu dengan seorang sahabat yang telah saya kenal lebih dari sepuluh
tahun. Ia menatap saya dan berkata, "John, saya telah melihat semua
hal besar yang Allah yelah lakukan dalam kehidupan anda
dan bagaimana Ia telah membuat anda meningkat dalam setiap hal. Tetapi,
pada waktu saya mulai memperhatikan kehidupan anda saya menjadi
penuh keraguan untuk apa yang telah Allah lakukan
dalam kehidupan saya." Ia berkata, "Saya melihat apa
yang Ia telah lakukan dalam
kehidupan anda dan saya mulai ragu-ragu bahwa Allah benar-benar bekerja
dalam kehidupan saya karena saya belum memiliki keberhasilan
seperti yang anda miliki."
Saya menoleh dan menatapnya dan berkata, "Baik, Jika benar
bahwa anda merasa tidak baik karena Allah telah baik padaku, maka
apakah benar bahwa anda merasa lebih baik jika saya telah
mengalami kegagalan yang menyedihkan dan telah melakukan banyak hal-hal
buruk selama beberapa tahun terakhir?" Ia memandang saya dengan aneh
dan menanggapi dan berkata, "Tidak, itu tidak benar."
Saya berkata, "Baik, jika yang pertama benar maka yang kedua pun
benar juga. Sungguh, ini menunjukkan betapa tidak
tepatnya pemikiran anda. Apa yang terjadi dalam
kehidupan saya tidak ada kaitannya dengan apa yang Allah sedang
lakukan dalam kehidupan anda." Terlalu banyak orang tahu bagaimana menjalani
kehidupan orang lain tetapi tidak mengetahui kehidupan mereka sendiri.
Anda akan mendapati bahwa Allah jarang menggunakan orang
yang urusan utamanya adalah apa yang orang lain
pikirkan. Saya percaya bahwa Yesus melihat bahwa menghakimi orang
lain sebagai pembuang waktu yang utama. Ia melihat bahwa penghakiman
menghentikan kemajuan. menghakimi orang lain akan selalu menghalangi
pergerakan maju anda.
Beberapa orang cenderung mengukur apa yang mereka capai
dengan apa yang orang lain telah lakukan. Jangan pernah mengukur
kebehasilan anda dengan apa yang dimiliki orang lain maupun
dengan apa yang tidak mereka lakukan. Anda merupakan sebuah
termometer atau sebuah termostat. Anda mendata suhu orang lain dan suhu
anda sendiri. Pat Riley berkata, "Jangan biarkan orang lain
memberitahu anda apa yang anda inginkan." Tak seorang pun
bisa membangun tujuan
hidup pribadi berdasar
iman atau pengalaman orang lain. “Jangan ambil batasan keberhasilan
orang lain sebagai batasan keberhasilan anda" (Jacqueline Briskin).
Kesalahan anda tidak akan pernah lenyap dengan memberi
perhatian pada kesalahan orang lain. Banyak orang mempunyai
gagasan yang salah bahwa mereka bisa menjadikan diri mereka besar
dengan menunjukkan betapa kecilnya orang lain. Tidak perlu
memadamkan cahaya orang lain untuk membuat cahaya anda bersinar.
Alih-alih membiarkan cahaya mereka sendiri bersinar, banyak
orang menghabiskan waktu mereka dengan mencoba untuk memadamkan cahaya
orang lain. Betapa sia-sianya!
Jika anda berpikir bahwa anda lebih baik daripada
kebanyakan orang, anda adalah orang kebanyakan. Mengapa anda
ingin membandingkan diri anda sendiri dengan kebanyakan orang?
Terlalu banyak orang tampaknya tahu bagaimana menjalani kehidupan
orang lain tetapi tidak tahu untuk menjalani kehidupan mereka sendiri.
Kita harus berhenti membandingkan diri kita sendiri dengan
orang lain. |
|