| |
Dr.
'Aidh Bin 'Abdullah Al-Qarni, "Laa Tahzan, Edisi Bahasa
Indonesia : Jangan Bersedih (4) - Jadilah Orang yang Paling
Bahagia", penerjemah: Bahrun Abubakar Ihsan Zubaidi,
Lc, penerbit: Irsyad Baitus Salam,
Bandung, Juli 2004. Jumlah halaman : 224, Dimensi: 14,7 cm x 10,2
cm |
Tulisan
pada sampul belakang :
Setiap sesuatu yang terjadi pada diri kita pasti diharapkan akan
berakhir dengan kebahagiaan (happy ending), tidak terkecuali
akhir cerita panggung sandiwara kehidupan kita di dunia.
Rangkaian buku Jangan Bersedih dari stu sampai buku empat yang
ada di tangan Anda ini adalah mata rantai jalur menuju kebahagiaan
hidup hakiki dari dunia sampai akhirat.
Dalam kehidupan dunia Anda dituntun agar tidak sampai terjebak
dalam derita berkepanjangan, sementara cara dan langkah yang ditempuh
adalah cara yang sesuai dengan syari'at Islam. Pada akhirnya,
Anda akan berjalan di atas rel kebenaran menuju kebahgiaan kekal
di akhirat.
Anda boleh menganggap buku ke-empat ini sebagai sertifikat calon
orang bahagia dunia akhirat. Satu hal yang harus Anda ketahui
adalah makna sertifikat ini akan sirna manakala Anda tidak lagi
menjadikan rangkaian syari'at Allah SWT sebagai pegangan hidup
Anda.
Pengantar
Penerbit :
Segal puji bagi ALlah yang telah menempatkan kita di tempat
berpijak orang-orang yang mendapat petunjuk dan membukakan mata
hati kita terhadap kebenaran agama-Nya. Shalawat dan salam semoga
senantiasa tercurah kepada manusia agung yang telah diutus-Nya sebagai
pengemban kebenaran, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan
pedihnya siksa neraka.
Buku Jangan Bersedih! Jadilah Orang yang Paling Bahagia ini adalah
buku akhir dari rangkaian buku sebelumnya. Sengaja kami memisahkannya
menjadi buku tersendiri sebab kami pandang isinya memiliki karakteristik
yang berbeda dari buku-buku sebelumnya. Di dalamnya Anda bisa menemukan
rangkaian hikmah dan nasihat yang singkat, namun padat makna.
Jika sebelumnya
Anda sudah membaca buku 1,2, dan 3 maka sedikit banyak Anda akan
bisa menangkap maksud penerbit mengenai buku terakhir ini, yaitu
membentuk ringkasan buku satu sampai tiga sebagai sarana cooling
down (pendinginan). Anda harus segera bersiap menuju gerbang
kebahagiaan dalam setiap waktu yang Anda lewati.
Disamping itu, buku ini bisa Anda anggap sebagai ujian akhir dari
rangkaian buku sebelumnya. Soal-soalnya ditujukan pada hati nurani
Anda dan untuk menjawabnya, dibutuhkan kejujuran Anda terhadap diri
Anda sendiri. Predikat kelulusan Anda akan sangat ditentukan oleh
sejauh mana Anda mampu mengaplikasikan jawaban-jawaban Anda tersebut.
Hasil akhir yang akan Anda peroleh tidak tanggung-tanggung, karena
InsyaAllah Anda akan menjadi orang bahagia di dunia sampai akhirat.
Dalam edisi aslinya, tiap-tiap tema tidak dipisahkan dengan nomer
urut atau lainnya. penerbit berinisiatif memberinya nomor urut dengan
harapan akan memudahkan pembaca mengingat dan merangkai pola pikir
untuk membentuk sebuah pemahaman yang utuh, tentunya tanpa menghapus
ta'zhim kepada mushannif (pengarang).
Bila dikemudian hari ternyata ditemukan adanya kekeliruan dalam
penerjemahan, baik menyangkut teks buku, lebih-lebih ayat dan hadist,
penerbit - sebagai manusia biasa yang tidak luput dari khilaf dan
lupa -sangat mengharap kritik konstruktif dari pembaca sekalian
demi kebaikan kita pada masa-masa yang akan datang.
Akhirnya, semoga usaha penerbit dan semua pihak yang terlibat, baik
langsung maupun tak langsung, mendapat ridha Allah SWT dan semoga
bermanfaat bagi kita semua. Fid diini wad dunyaa wal aakhiroh.
Amin.
Komentar
:
Buku ini adalah akhir dari seri Laa Tahzan dari penerbit IBS, yang
seperti dalam pengantar penerbit diatas berisi poin-poin dari keseluruhan
buku-buku sebelumnya, disusun urut menjadi sebuah rangkaian kalimat
hikmah yang penuh dengan makna, seperti kata-kata mutiara yang kebenarannya
tidak perlu diragukan, nuansa akhirat kental dalam tiap ulasan Al-Qarni
membuat apa yang kita baca menjadi sumbangan yang teramat berharga
bagi kalbu dan pikiran kita. Tidak hanya obyek mata yang kadang
justru melelahkan kita, tapi santapan kesegaran air surga dalam
tiap tetes kata-katanya, sungguh Maha Besar Allah SWT yang telah
mengaruniakan kepada beliau ilmu yang besar dan kemampuan yang bermanfaat
bagi umat, semoga amal baiknya mendapat imbalan surga yang dirindukan.
Amin.
|
Isi
Buku :
|