-=Assalamu'alikum Warohmatullohiwabarokatuh=-

Puji syukur saya panjatkan padamu  YaAllah
atas rahmatmu yang engkau berikan kepada saya sehinggna dapat menyelesekan web  ini dengan lancar.Tidak lupa saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak/Ibu Guru yang telah membibing saya selama ini dan teman-teman yang telah membantu saya dalam kesulitan.
Dengan website ini semoga saya dapat mempunyai motifasi untuk belajardan mencari banyak pengetahuan yang dapat membawa saya untuk meraih cita-cita yang ku dambakan selama ini dan semoga mendapat berkah dari Allah,Di dalam Web ini tidak terdapat banyak ilmu, tapi saya berharap web ini dapat berguna sedikit bagi siapa saja.dan saya minta maaf kalau ada tata bahasa yang tidak baik dalam web saya ini.
Atas kunjungannya saya ucapkan terimakasih.

 


Kisah Sahabat

Umar Ibn al-Khattab adalah khalifah kedua, dan mungkin terbesar dari semua khalifah Islam.
Dia sejaman namun lebih berusia muda ketimbang Nabi Muhammad.
Dan seperti juga Muhammad, dia kelahiran Mekkah.
Tahun kelahirannya tidak diketahui, tetapi menurut taksiran tahun-586.
Asal-muasalnya `Umar Ibn al-Khattab merupakan musuh yang paling ganas dan beringas,
menentang Muhammad dan Agama Islam habis-habisan. Tetapi,
mendadak dia memeluk agama baru itu dan berbalik menjadi pendukung gigih.
(Ini ada persamaannya yang menarik dengan ihwal St. Paul terhadap Kristen).
..Selengkapnya->->

Kupu-kupu tidur

Kupu-kupu itu bersayap kuning, terbang ke sana kemari di tanah samping. Coba lihat, ia sedang
mencari sesuatu, di balik daun bunga sepatu. O, ternyata benar, ia sedang menitipkan
telurnya. Nanti telur-telur itu jadi ulat. Ulat-ulat itu merayap dari daun ke daun. Memangsa
daun-daun itu, nyaem nyaem nyaem, ia besar, gemuk, lalu masuk ke kepompong. Nah sudah.
Coba lihat, dari satu ujung lubang kepompong, lepaslah seekor kupu-kupu, warnanya kuning, seperti induknya. ..Selengkapnya->->

Aladin dan lampu ajaip

Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin.
Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain.
Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya.
Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya.
Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar,
kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir.
Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera.
..Selengkapnya->->




<---Terimakasih telah mengunjungi Website pribadi saya----}
Hosted by www.Geocities.ws

1