Selamat tingal sepi
terinspirasikan oleh seorang teman yang menemukan bidadarinya di Sulawesi
Di usianya yang telah mencapai kepala empat, Drajat masih saja hidup menyendiri.
Sebagai anak bungsu dengan keempat kakak yang sudah menikah dan memiliki anak-anak yang beranjak besar,
ia tidak pernah merasa kesepian.
Rumah keluarganya yang besar di Bandung memungkinkan
seluruh anak-anak ayah-ibunya bisa memboyong keluarganya masing-masing dan tinggal bersama.
Keponakannya yang berjumlah 10 orang, dari yang terbesar berusia 20 tahun hingga yang terkecil berusia 4 tahun,
membuat hidupnya selalu merasakan kehadiran bayi-bayi baru di setiap waktu sejak usianya mulai cukup matang dan naluri kebapakannya mulai tumbuh.