Lanjutan > Vegetarian - apa dan mengapa
|
Apa itu Vegetarian? Vegetarian - istilah yang sudah berumur ratusan bahkan ribuan tahun, berasal dari bahasa yunani "vegetus" - merupakan pola hidup atau etika yang diadopsi oleh mereka yang menolak untuk mengkonsumsi hewani dan memilih untuk bertahan hidup dengan hanya memanfaatkan dan mengkonsumsi nabati. Secara garis besar, terdapat tiga golongan vegetarian yang dibagi dalam: lacto-ovo vegetarian ( mereka yang masih mengkonsumsi susu, telur dan produk-produk olahannya ), lacto vegetarian ( mereka yang hanya mengkonsumsi susu dan olahannya), vegan ( mereka yang sama sekali tidak mengkonsumsi dan menggunakan produk hewani, termasuk didalamnya madu, kulit dan bulu binatang).
Mengapa kita sebaiknya menjadi Vegetarian? Ada banyak alasan mengapa orang-orang menjalani pola hidup vegetarian. Kesehatan Riset telah membuktikan kalau apa yang kita konsumsi memberikan kontribusi besar terhadap kesehatan kita. Apa yang kita makan akan memberikan dampaknya, baik itu positif maupun negatif. Diet vegetarian telah terbukti dalam berbagai penelitian sebagai cara untuk mengurangi resiko terserangnya penyakit kronis, seperti serangan jantung, kanker dan stroke. Diet ini juga secara nyata melenyapkan kemungkinan terkenanya kuman dan bakteri seperti E.Colli, Salmonella dan spongiform encephalopathy yang berasal dari daging hewan yang terjangkit penyakit sapi gila (BSD). Kemanusiaan Tidak hanya sekedar menyelamatkan nyawa kita sendiri, diet vegetarian juga merupakan satu langkah penting bagi kita untuk membantu memecahkan masalah kelaparan didunia yang sangat pelik. Peternakan yang modern dan intensif saat ini merupakan hal yang sangat tidak efisien dalam pendistribusian makanan - Para ahli memperkirakan sedikitnya tujuh kilogram gandum dan kedelai dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram daging - dimana makanan tersebut bisa langsung diberikan kepada mereka yang membutuhkan dan kekurangan daripada untuk memberi makan binatang. Industri peternakan juga menghabiskan banyak air dan energi lainnya dalam pengelolaan hewan ternaknya. Satu hal yang sudah jelas: Jika semua orang dibumi ini ingin terlepas dari belenggu kelaparan, maka kita harus makan dengan wajar dan bijaksana. Ekologi dan Lingkungan Apa yang kita makan juga mempengaruhi lingkungan dimana kita tinggal; udara, air, hutan dan lautan. Produksi daging untuk dikonsumsi telah menghasilkan kerusakaan yang tidak sedikit terhadap seluruh jaringan kehidupan yang menopang planet bumi ini. Hutan hujan ditebang untuk membuka lahan peternakan dan danau dengan limbahnya, lapisan tanah yang semakin menipis dan telah berubah menjadi padang pasir yang tandus akibat penggembalaan hewan ternak yang berlebihan, dan juga penggunaan air dan energi lainnya yang sia-sia hanya untuk mengembangbiakkan hewan-hewan ternak. Lautan pun telah berubah menjadi kuburan masal bagi semua kehidupan yang ada didalamnya akibat jaring-jaring raksasa penangkap ikan. Semua kerusakan yang terjadi di bumi tersebut bisa dihentikan. Dengan menghindari semua produk-produk hewani setiap kali kita makan akan membuat perubahan yang lebih baik. Animal Rights Sebuah filosofi yang memperjuanngkan hak yang paling mendasar pada binatang, yang juga merupakan keinginan bagi semua mahluk hidup: kebebasan untuk menjalani hidup secara alami, bebas dari eksploitasi manusia, rasa sakit dan penderitaan yang tidak seharusnya dan kematian prematur. Inilah animal rights sebenarnya; bukan untuk persamaan hak antara manusia dan binatang. Sebagian dari mereka yang menjalankan diet vegetarian termotivasi dari rasa kasihan terhadap penderitaan yang dialami oleh binatang dan juga oleh rasa menghargai akan arti sebuah kehidupan. Ilmu pengetahuan dan juga akal sehat memberitahu kita bahhwa binatang pun mampu merasakan sakit dan takut akan kematian. Hewan ternak menjalaani hidup dalam penderitaan yang tidak terbayangkan dan kemudian mati mengenaskan sebelum berakhir dimeja makan. Kompetisi yang hebat membbuat industri peteernakan semakin meningkatkanefisiensi jauh melewati batas kewajaran. Dengan menggunakan ruang seminimal mungkin untuk mengembangbiakkan hewan ternaknya dalam jumlah lebih besar, dan bahkan sejalan dengan penggunaan bio-teknologi terbaru, mereka berhasil menciptakan hewan-hewan mutan yang lebih besar dan produktif dalam menghasilkan daging - susu - telur. Tujuannya adalah untuk menekan biaya produksi. Seorang vegan tidak menggunakan produk-produk hewani. Kulit dan bulu binatang merupakan hasil dari kekejaman dan eksploitasi begitu juga dengan wol. Beberapa jenis kosmetik dan kebutuhan pribadi lainnya mengandung unsur hewani. Sebagai alternatifnya, mereka memilih produk-produk yang bebas kekejaman yang tersedia dipasaran. Uji coba terhadap binatang juga merupakan sumber kekejaman lainnya. Kelinci, anjing, binatang pengerat dan banyak lagi yang lainnya mati sia-sia sebagai korban uji coba produk seperti sabun dan kosmetik; dimana banyak dokter menentangnya karena hasilnya sangat tidak relevan bagi manusia. Penderitaan hewan dalam penelitian merupakan hal yang sangat memalukan karena alternatif uji coba tanpa hewan sebagai media telah ada dan terbukti kelayakannya. |