|
TRENDY CRUSHERS - Up The Fuckin' Punk issue # 3 / September 2002 ------------------------------------------------------------------------------------------- OK seperti biasa tolong ceritakan sejarah terbentuknya G.I.G dan siapa saja personilnya ? Sejarah G.I.G (Gory Inhumane Genocide) =Pada awal tahun 1998 kami membuat sebuah band dengann nama GIG CHAOS dengan formasi awal = julis (guitars), chimenx (bass), rete (vocals), adhie (drums). Pada akhir tahun 1998, adhie kami keluarkan karena ada masalah intern lalu kami mencari pemain baru. Dan kami mendapatkannya sehingga kami menambah dua personil yaitu drum dan vocal dengan formasi ke dua GIG CHAOS, yaitu julis (guitars), chimenx (bass), rete (vocals), rama (drums), rani (vocals). Formasi kedua ini tidak bertahan lama, tetapi kami sudah mempunyai lagu dari formasi kedua ini yang cukup lumayan. Dan pada awal tahun 1999 ada kekurang-cocokan antara rani dan rete, akhirnya mereka mengundurkan diri lalu disusul dengan chimenx sehingga personil dari GIG CHAOS hanya julis dan rama. Setelah itu kami berpendapat untuk mencari personil-personil baru dan mengubah nama menjadi GORY INHUMANE GENOCIDE (pembantaian ketidak-perikemanusiaan yang berdarah). Dan akhir tahun1999 hendra masuk menjadi personil disusul dengan jawa dan go’beast, inilah formasi ketiga G.I.G = julis (guitars), hendra (bass), jawa (growl vocals), go’beast (scream vocals), rama (drums). Setelah sekian lama, formasi ini cukuop solid lalu kami berpendapat untuk membuat lagu-lagu dan merekamnya. Pada awal tahun 2000, kami sudah menyelesaikan LP kaset kami “HENTIKAN KEKERASAN” dibawah produksi Edelweiss Recs. Pada akhir tahun 2001, rama kurang exist di G.I.G sehingga kami sependapat untuk mengeluarkannya lalu disusul denga hendra dikarenakan alas an ingin serius dipekerjaannya. Untuk mengisi kekosongan ini, lalu masuklah dua personil baru yaitu andrie (bass) dan toto (drums). G.I.G formasi ke 4 = julis (guitars), andrie (bass), jawa (growl vocals), go’beast (scream vocals), toto (drums). Inilah formasi terakhir dari G.I.G. Deskripsikan musik kalian dan band-band apa saja yang mempengaruhi kalian dalam mengaransemen ? Kalau ditanya tentang karakteristik pada musik G.I.G, kami memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk menillai aliran musik kami. G.I.G dipengaruhi oleh band-band seperti Taste Of Fear, Disrupt, Enemy Soil, Extreme Noise Terror, Assuck, Abstain, Oxymoron, dll. Kabarnya kalian baru saja mengganti personil ? Ya……… benar sekali……………….. Tolong ceritakan sedikit bagaimana kalian bisa merilis full length album “Hentikan Kekerasan” dibawah Edelweiss Recs ? Pada awalnya setelah kami menyelesaikan master rekaman, kami ingin sekali mengeluarkan LP kaset dengan prinsip D.I.Y (do it your self). Tetapi setelah sekian lama kami menabung mengumpulkan dana, ternyata dana tersebut tidak terkumpul sesuai dengan harapan kami sehingga sekitar jangka waktu 5-6 bulan, master rekaman kami terpaksa “santai” didalam lemari (he…he…he…). Lalu, ada teman kami menawarkan sebuah kompilasi “Republik Chaos” dibawah produksi Edelweiss Productions dan teman kami tersebut tertarik untuk merilisnya, sehingga atas dasar kekurangan dana maka kami menyetujuinya. Maka keluarlah album pertama kami dengan title “Hentikan Kekerasan”. Bagaimana tanggapan kalian mengenai konflik ditimur tengah (anttara palestina dan Israel) yang semakin hari semakin bertambah parah ? Israel kian menggila, kecaman dari Negara lain tidak digubris sedikit pun, palestina pun tidak mau tinggal diam, aksi bom bunuh diri pun terus mereka (palestina) lancarkan untuk mempertahankan wilayahnya. Perang yang terjadi antara Israel dengan palestina menurut kami dilator belakangi oleh keyakinan bangsa yahudi, mereka menganggap bahwa bumi palestina adalah kampong halaman (homeland) mereka. Sehingga dengan jalan apapun dan sampai kapan pun mereka akan terus berusaha mengambil alih bumi palestina, walaupun solusi perdamaian terus dikeluarkan dewan pbb / negara lain tetap saja hal tersebuut tidak akan bisa meredam aksi bangsa Israel, karena perang tersebut didasari oleh sebuah “keyakinan” yang tertulis dalam kitab suci bangsa yahudi. Mungkin sebuah solusi yang dapat kami sampaikan adalah menyerukan kepada seluruh penduduk dunia untuk memboikot habis gerakan Zionist. Dan bagi dewan pbb untuk mengembargo negara Israel. Setujukah kalian bila Zionist (Israel) sekarang ini disamakan dengan nazi (fasisme), hal ini dilihat dari kekejaman Israel dalam membantai warga palestina ? Setuju, bahwa kekejaman zionisme sama seperti kekejaman nazi. Bukan hanya itu, kami berpendapat bahwa segala macam bentuk kekejaman bagi kami sama tingkatannya. Keributan / kekerasan masih sering terjadi didalam gigs yang katanya keributan ini timbul disebabkan karena mabok/alcohol. Pada dasarnya apakah kalian setuju kalau alcohol itu selalu dijadikan penyebab terjadinya keributan / kekerasan yang terjadi selama ini ? Jika ditanya tentang setuju atau tidak setujunya bahwa alcohol penyebab terjadinya keributan/kekerasan didalam suatu acara (gigs), kami tidak bisa memastikannya, sebab tidak semua keributan / kekerasan didalam suatu acara disebabkan oleh karena adanya bentrokan antara seorang individu atau suatu kelompok yang sedang dalam keadaan mabok. Bisa saja suatu keributan sisebabkan oleh suatu perselisihan atau salah paham antar individu atau antar kelompok tanpa dalam keadaan mabok. Memang, selama ini yang kami lihat bahwa adanya suatu keributan didalam suatu acara (gigs) disebabkan oleh perselisihan antar individu atau kelompok yang sedang mabok berat ( dan kami membencinya – “FUCK THEM”). Tetapi itu bukan jaminan (satu-satunya alas an) bahwa alcohol merupakan penyebab keributan yang terjadi didalam suatu acara(gigs). Maksud kami berbicara adalah kami disini bukan bertujuan untuk membenci para “drunkers”, tetapi kami menyatakan suatu sikap bahwa kami tidak menyukai apabila ada individu atau kelompok yang sedang mabok berat membuat keonaran tanpa adanya suatu alasan tertentu didalam suatu acara (gigs). Apa yang paling kalian sukai dan yang paling kalian benci didalam sebuah gigs ? Yang paling kami suka didalam suatu acara (gigs) adalah apabila didalam acara (gigs) tersebut menampilkan band-bannd dari segala usia, seperti band-band yang sudah lama malang-melintang didunianya sampai band-band yang berusia sangat baru sehingga selain dapat menikmati jenis musiknya, dengan sendirinya kita menjalin suatu keakraban diantara band-band tersebut, justru kalau bisa acara tersebut tidak adanya suatu keributan/kekerasan (berjalan dengan normal). Sedangkan, yang kami paling tidak suka didalam suatu acara (gigs) adalah apabila didalam acara tersebut terjadinya keributan (kekacauan) diantara orang yang bertikai sehingga menimbulkan rasa ketakutan terhadap orang-orang yang ada disekitar acar tersebut. Kecuali, jika ada keributan/kekerasan yang disebabkan oleh “pihak luar”, dimana ada sekelompok orang yang berusaha untuk mengganggu bahkan menghentikan proses jalannya suatu acara (gigs) tersebut. Bagi kami, itu merupakan diluar dari konteks pandangan kami. Pengertian sellout/ komersil itu menurut kalian seperti apa ? Bagi kami sellout/komersil adalah segala sesuatu yang bisa diperdagangkan atau menghasilkan sesuatu baik dalam bentuk uang atau yang lainnya. Dalam scene UG (underground), banyak yang mengidentikkan komersial dengan major label. Menurut kami D.I.Y (do it your self) pun bisa disebut komersial, bedanya pada takaran komersial itu sendiri . Kalau major label benar-benar mengexploitasikan kekomersialan tersebut, mereka menggunakan teori-teori kapitalis (modal sekecil-kecilnya, untuk semaruk-maruknya), kalau D.I.Y (do it your self) berusaha untuk meminimalisasikan tingkat komersial tersebut. Mereka (pengelola records D.I.Y) hanya berusaha untuk menghidupkan UG dinegeri ini tanpa melihat nilai keuntungannya. Walaupun tidak menutup kemungkinan masih ada yang ingin mencari keuntungan didalam scene UG. Kira-kira mau tidak jika kalian ditawari teken kontrak sama major label dengan harga kontrak yang sangat tinggi dan kalian juga dijanjikan akan dibuatkan video klip plus tour keliling dunia ? Ah……………… Sodara dome becanda deh………. (he…he…he…he…). Mana mungkin band seperti kami ditawari teken kontrak sama major label dengan harga yang tinggi dan tour ke 10 negara besar. Tetapi perlu diingat, tanggapan kami bahwa major label itu adalah pebisnis golongan kelas atas yang mau mengexploitasi musik UG (underground) saja dan hanya memikirkan keuntungan dari pada kepedulian mereka terhadap kehidupan band-band itu sendiri dan kaum-kaum kecil (masyarakata kelas bawah). Bagaimana menurut kalian tentang perkembangan scene hc/punk di Indonesia ? Menurut kami perkembangan scene hc/punk diindonesia dapat dikatakan sudah cukup baik, karena jika dilihat sudah banyak scene hc/punk yang menunjukkan kemampuannya berdasarkan pemikiran-pemikiran mereka sendiri, tetapi dapat juga dikatakan bahwa masih banyak scene hc/punk diindonesia yang menganggap dirinya lain dari pada yang lain (menurut kami ittu salah besar) sebab kami menganggap, perkembangan suatu scene itu jangan dijadikan suatu ajang persaingan. Kalau tentang perkembangan dinegara bangsat ini bagaimana ? tanggapan kami negara Indonesia tidak bangsat, tetapi justru yang menjadi bangsat ialah orang-orang yang memerintah dinegeri ini seperti masalah – masalah yang kita lihat dan dengar saat ini. Memang, negara Indonesia ini dapat hancur jika dijalankan dengan system-sistem yang bobrok, begitu juga sebaliknya negara Indonesia dapat berkembang bahkan maju jika dijalankan dengan system-sistem yang baik dan tidak lupa dengan dukungan masyarakat Indonesia itu sendiri. Maka dari itu, jangan dulu menganalisa bahwa suatu negara itu dapat dikatakan bangsat (bobrok) jika tanpa melihat system pemerintahan yang digunakan. Apa yang kalian paling benci didunia ini ? banyak sekali hal-hal yang kami benci didunia ini, mulai dari kejadian-kejadian yang bersifat buruk yang kami alami lihat sehari-hari sampai kepada sifat-sifat maupun sikap-sikap dari manusia, maksud kami adalah mungkin anda sudah mengetahuinya bahwa rasa benci terhadap sesuatu yang dialami manusia merupakan sifat alami dari manusia itu sendiri. Memang sifat atau rasa benci merupakan sifat atau rasa yang sangat buruk bagi dampaknya. Kami berbicara bukan untuk menganjurkan bahwa kita semua harus membenci kepada segala hal, tetapi kita sebagai manusia yang mempunyai pemikiran yang harus tahu apa yang harus dilakukan. Kegiatan kalian masing-masing diluar band ? Kegiatan kami diluar nge-band adalah sebagian besar dari personil kuliah dan ada juga yang masih sekolah, dan ada juga yang ngeluntang-ngelantung (he…he…he…). Rencana kalian kedepanapa ada niat untuk membuat album ke-2, ep atau split tape ? Oh…. Tentu……, kami akan berniat membuat album ke-2 tetapi kami sedang membuat splittape dibawah produksi tukang sayur recs. Ok, kata-kata terakhir dari kalian ? Kata-kata terakhir dari kami adalah tidak membunuh, tidak menindas, tidak merusak, tidak membedakan, kebebasan, kedamaian, kesetaraan, kebersamaan…. Untuk masa depan. Oi…ya… satu lagi nih, maaf jika jawabannya begitu singkat sebab “ too many words, too many papers….” (terlalu banyak kata, terlalu banyak kertas), gunakan kertas sebaik-baiknya. |