Lanjutan > Berburu - Kontroversi Olah Raga dan Manajemen Konservasi
|
MANIPULASI KONSERVASI "Pengaturan populasi satwa" dan "Konservasi" hanyalah ungkapan halus untuk mendeskripsikan kegiatan ini agar selalu tersedianya binatang dalam jumlah yang cukup bagi para pemburu untuk terus melakukan hobinya. Ekosistem dan rantai makanan membentuk jaringan yang kompleks satu sama lainnya, yang jika dibiarkan, akan mencukupi kebutuhan semua spesies. Predator dialam membantu dirinya dan spesies mangsanya untuk bertahan hidup dengan hanya membunuh binatang yang lemah dan sakit. Sebaliknya pemburu, membunuh binatang manapun juga yang dijumpainya atau binatang yang terlihat cukup pantas untuk dipajang dirumahnya, seringkali yang besar, padahal, binatang yang sehat diperlukan untuk menjaga populasi tetap terjaga dengan baik. Kenyataannya, berburu menciptakan kondisi yang ideal untuk mempercepat reproduksi. Menurunnya populasi secara tajam mengarah pada berkurangnya kompetisi diantara mereka yang selamat, sehingga mengakibatkan tingkat kelahiran yang lebih tinggi. Bahkan jika bencana yang tidak lazim terjadi dan mengakibatkan suatu populasi binatang berlebih untuk sementara waktu, kelompok atau kawanan tersebut akan segera menstabilkan melalui proses alami. Kelaparan dan wabah penyakit memang sangat menyedihkan, namun itu merupakan seleksi alam untuk memastikan yang kuat dapat bertahan hidup. Binatang yang sehat akaan mencari jalan sendiri untuk bertahan hidup dan mengurus kekuatan kelompok atau kawanannya. Tekanan pada binatang yang diakibatkan oleh pemburu, seperti kegaduhan, rasa takut dan pengejaran yang tanpa henti menyebabkan menurunnya nafsu makan binatang secara drastis sehingga mengakibatkan mereka kesulitan untuk bertahan hidup disaat pergantian musim karena kurangnya persediaan lemak dan energi. Berburu telah mengacaukan migrasi dan masa tidur panjang binatang dan juga membahayakan seluruh komunitas binatang yang hidup berkelompok selama hidupnya. Api unggun, kendaraan, sampah, dan efek samping lainnya akibat kegiatan ini merupakan ancaman terhadap binatang dan habitatnya. PERTANDINGAN YANG TIDAK ADIL Pernyataan yang keliru yang mengkategorikan kegiatan berburu sebagai bagian dari olahraga telah membuat sebagian masyarakat menerima ide tersebut. namun berburu bukanlah olahraga hanya karena mereka yang melakukannya menganggap demikian atau karena pihak berwenang memperkuat ide tersebut. Patut dipertanyakan apakah berburu pada kenyataannya adalah olahraga, mengingat berburu merupakan masalah hidup dan mati yang tidak dapat dibatalkan dan banyak orang menyesalkan pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja. Bayangkanlah kegiatan yang pada umumnya diterima sebagai bentuk olahraga, dan kita bisa melihat jika itu semua memiliki kualitas yang seimbang. Tim olahraga seperti sepakbola, hokey, dan bola basket dan olahraga perseorangan seperti ski dan tenis hanya melibatkan peserta yang memilih untuk ikut serta dan mengerti maksud, tujuan dan peraturannya. Itu semua tidak bisa diterapkan pada berburu karena salah satu peserta - dalam hal ini binatang - tidak mengetahui jika mereka ikut serta dan mereka tidak memilih untuk melakukannya; Mereka tidak mengetahui jika tujuannya adalah untuk membunuh mereka ataupun peraturannya memerintahkan untuk berburu. Binatang bisa saja mencium bahaya, namun hal tersebut jauh dari mengetahui jika mereka ikut serta dalam pertandingan. Dalam olahraga, semua peserta mengerti, mengetahui resiko yang akan terjadi, dan memang memilih untuk ikut serta. Bahkan pada olahraga yang paling keras sekalipun, seperti beladiri, membunuh lawan tanding bukanlah tujuannya. Namun tidak demikian dengan berburu, yang bertujuan untuk membunuh peserta yang dipaksa tanpa mengetahui apa-apa dan sering kali mengakibatkan luka tanpa kematian ataupun kematian yang perlahan dan menyakitkan. Jika membunuh untuk kesenangan dan sepenuhnya tidak menghargai kehidupan adalah bagian dari "olahraga" maka sepantasnya kegiatan berburu tidak masuk dalam kategori olahraga penuh tantanngan, berkompetisi, dan sportif. APA YANG ANDA LAKUKAN : Beritahukan kepada orang-orang dilingkungan anda tentang efek kerusakan dari kegiatan berburu. Bergabung dengan organisasi konservasi yang tidak mendukung kegiatan berburu, dan bantu mereka untuk menyelamatkan satwa dan habitatnya. Adopsi pola hidup vegetarian, jalan terbaik bagi setiap individu untuk benar-benar mencintai satwa dan lingkungan, serta menghentikan kekejaman yang terjadi terhadap setiap mahluk hidup diawali dari diri sendiri. |