|
Khotbah Rabu Mei - Juni 2004 ~ Pdt JE Awondatu Gereja Pentakosta di Indonesia - CianjurJl. K.H. Hasyim Asyari no. 75 Cianjur 43214 - Indonesia. Telp. (62-263) 261161 |
Rabu, 02 Juni 2004
Level Yang Sama
Selamat sore, selamat bertemu berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan pelajaran kita dari injil Lukas.
6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Yudas, namanya sama tetapi latar belakangnya berbeda. Yang satu anak Yakobus, yang satu anak dari Iskariot. Dari dua Yudas ini, yang satu orang pandai sekali, yaitu Yudas Iskariot. Yudas Iskariot ini lulusan dari, kalau sekarang, Fakultas Ekonomi dari Universitas Yerusalem. Dia seorang yang pandai, orang yang pintar. Dari 12 murid Yesus, Yudaslah yang paling pintar, Yudas Iskariot ini. Dan dia paling pintar soal ekonomi. Itu mungkin sebabnya Tuhan Yesus mempercayakan kepada dia bendahara atau pemegang keuangan.
Yudas yang di atas anak Yakobus adalah Yudas yang sederhana, Yudas dari orang kebanyakan. Jadi kalau di Israel ada nama Yosua itu biasa, Yakobus itu biasa. Jadi yang satu memang anak biasa tetapi yang satu itu Iskariot, itu memang agak luar biasa. Ditaruh oleh Lukas ditulis di sini sebagai murid yang terakhir. Yudas anak Yakobus dan Yudas Iskariot. Saking sederhananya Yehuda atau anak Yakobus ini, Yudas ini adalah penulis surat Yudas sebelum kitab Wahyu. Tetapi Yudas yang terakhir sepertinya dijodohkan dipasangkan oleh Tuhan antara yang kurang dengan yang lebih, yang kurang mengerti dan yang bisa lebih bisa mengerti.
Kita tidak akan belajar dari Yudas yang pertama karena Yudas yang pertama tidak banyak bercerita di dalam injil; dia tidak banyak bercerita tapi tahu-tahu dia tulis surat Yudas. Jadi kembali lagi ada Yudas Iskariot dan ada Yudas anak Yakobus. Nah, Yudas Iskariot ini, dia disebut dengan jelas sebagai pengkhianat. Pengkhianat di dalam bahasa Inggris memakai kata a traitor, pengkhianat yang mengakibatkan kematian. Itu traitor. Pengkhianat biasanya tidak dari luar, tetapi dia dari dalam. Justru orang yang kepercayaan kita biasanya bisa jadi traitor bisa jadi mengkhianat, yang menusuk dari belakang, yang menjelek-jelekkan kita itu orang dalam. Yang membusukkan.
Bayangkan Yesus nggak ada salah, masih ada pengkhianat. Siapa kita, kita kan banyak salah. Tentu banyak orang ada yang suka dan hobi mengatai-ngatai kita dari belakang-belakang. Dan pengkhianat ini mempunyai karakter saudara. Dia karakternya, pengkhianat ini, karakter yang pertama adalah pengecut, tidak berani berhadapan muka, tidak berani bicara langsung, mata dengan mata. Dia beraninya tulis surat kaleng, dia beraninya kirim sms bodong, sms yang nggak ketahuan siapa yang nulisnya. Marah-marah, maki-maki. Itu kita ketawa, karena orang ini ternyata pengecut, tidak berani bicara 4 mata, tidak berani bicara baik-baik, tidak berani bicara jantan seperti laki-laki tetapi di belakang-belakang, lempar batu sembunyi tangan. Ini pengkhianat.
Dalam beberapa bulan ini sudah 10 pengerja dari lulusan SAC yang lari dari tempat praktek ... 10 pengerja. Mungkin belum bisa disebut pengkhianat tetapi dia bisa disebut pendusta. Dia mendustai dirinya sendiri karena dia yang tanda tangan mau minta praktek. Bukan sekolah yang minta, mereka sendiri yang minta: Kami mau praktek serah sekolah. Minta tolong sekolah yang tempatkan. Tetapi baru sampe berapa bulan sudah 10 pengerja tidak tahan di ladang Tuhan. Mungkin dia tidak terpanggil. Mungkin cuma nggak ada kerja, udah aja coba-coba. Saya sih nggak aneh yang begitu. Tetapi kita bisa lihat karakter dari pengkhianat pengecut dan suka ngebohong, pendusta.
Bayangkan saudara, dia mau mengkhianati Yesus, dia pake ciuman Yudas ini. Kalau baca alkitab bahasa Indonesia lama, pake salammualaikum, itu bahasa Indonesia lama. Assalammualaikum, ya Rabi. Damai sejahteralah bagi-Mu. Cium Yesus. Tapi ciuman ini adalah ciuman dari pengkhianat, yang ditulis oleh Amsal Salomo, ciuman seorang musuh harus dilawan dengan doa, kata ayat itu.
Apa salah Tuhan ini milih Yudas jadi bendahara? Apa Dia nggak tahu, sampe ada agama lain dia ngomong begini: Yudas ini pahlawan karena kalau dia tidak mengkhianati sama Yesus, Yesus tidak disalib. Jadi Yudas itu bukan pengkhianat, dia pahlawan. Dan tentu itu datang dari pikiran manusia tapi kita lihat dengan jelas di dalam alkitab, dia disebut pengkhianat. Kita jangan lebih pintar dari alkitab.
Nah, yang membuat Yesus disalib, bukan Yudas yang mengkhianat, bukan. Bukan Yudas yang gara-gara 30 keping perak bisa membuat Yesus disalib karena waktu mereka berkata, Yesus tanya siapa yang kamu cari? Yesus. Yesus bilang, Akulah Dia! Mereka itu rebah. Jadi nggak bisa orang nangkap Yesus. Kalau Yesus mau, nggak bisa. Yesus cuma ngomong, Akulah Dia, orang itu rebah jatuh dengan kuasa-Nya. Nggak bisa. Orang dia bisa jalan di atas air. Kalau dia jalan di atas air aja ada yang bisa ngejar tentara-tentara Roma? Nggak ada. Biar mereka pake tombak, Yesus jalan aja di laut di atas air. Nggak ada yang bisa.
Yang menyerahkan Yesus disalib
itu Bapa di Surga karena cinta-Nya kepada kita. Maka Yohanes 3:16 berkata:
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Nah, jadi waktu Yesus memilih Yudas menjadi bendahara, dengan hati yang bening, dengan kepercayaan yang penuh Dia lihat potensi yang baik dari Yudas menjadi satu bendahara. Tetapi sangat disayangkan dia bukan menambah uang kepada keuangannya Yesus. Bendahara yang pandai itu dia menjalankan uang ditambahkan uang yang 100 ribu umpamanya tapi karena dia bendahara pandai dia bisa naikkan jumlahnya jadi 110. Kalau Yudas terbalik, jadi berkurang. Ingat saudaraku Matius 25? Matius
25:14. "Sebab hal Kerajaan
Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil
hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. - Nggak mungkin
orang mempercayakan harta kepada yang bukan bendahara, pemegang keuangan.
25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang
seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan
perhitungan dengan mereka.
25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima
talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah
beroleh laba lima talenta.
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku
yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan
kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam
kebahagiaan tuanmu.
Jadi bendahara yang baik pemegang keuangan, dia sanggup menambahkan pada jumlah yang dipercayakan kepada dia. Tuannya tidak suruh kerjakan ini, nggak. Dia cuma pesan apa? Aku titip 5. Aku titip 2. Aku titip 1. Tapi bendahara yang tidak baik, Yudas, malah berkurang.
Yohanes
12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera
menyerahkan Dia, berkata:
12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya
diberikan kepada orang-orang miskin?"
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin,
melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang
disimpan dalam kas yang dipegangnya.
12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari
penguburan-Ku.
12:8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan
selalu ada pada kamu."
Saya mau bersaksi karena saya baru dari reuni murid-murid sekolah alkitab yang sudah jadi hamba-hamba Tuhan. Saya sampai menangis mendengar kesaksian mereka. Ini gereja kita ini kalah sama gereja mereka. Gereja mereka besar-besar di Manado. Yang di Irian sedang membangun satu gereja yang full AC, dan sebagainya. Satu murid kami, baru kelas I, dia membuka gereja di dua tempat - Jakarta dan Bogor. Dua-dua berhasil. Di Bogor dia jual rumahnya dia beli ruko untuk membuat gereja. Lalu mulai jemaat ada, mulai dari 5 orang sampai sekarang ada 100 orang.
Dari 100 orang ini ada satu suami istri sangat sederhana. Bukan miskin. Tidak miskin tetapi juga tidak kaya, sangat sederhana. Dia kebaktian setia-setia-setia. Lalu satu kali dia dapat undian dari Bank Mandiri, dia nasabah Bank Mandiri, mendapat tiket gratis dari Jakarta ke Bali pulang pergi. Polos ini jemaat, dia bawa itu tiket sama pendeta, murid kita ini: Oom, ini saya dapat tiket gratis. Kami mau berangkat, tolong doakan tiket ini supaya tiket ini mendapat undian mobil. Akhirnya dia malu sendiri, ah, udahlah tidak usah didoakan. Tapi murid saya berkata, ya sudah, nanti saya doakan, nggak apa-apa. Ya Tuhan tolong, biarlah tiket pesawat ini dapat undian mobil. Pulang dari Bali, diundi dapat dia mobil. Dapat dia mobil datang lagi sama gembala: Oom, kami dapat mobil. Tapi karena oom yang berdoa, mari kita jual mobil ini lalu bagi dua uangnya. Jadi Tuhan nampaknya lihat hati kita. Berapa banyak orang yang ingin kena ingin dapat mobil malah dapat kobokan. Jadi Tuhan itu lihat hati kita. Hati kita ini lurus apa nggak. Hati kita ini datang sama Tuhan dengan tulus apa nggak.
Mula-mula saya yakin Yudas terpilih karena dia tulus. Karena arti namanya itu terpuji. Dia sangat terpuji. Mula-mula terpuji, lama-lama hayang kapuji. Lama-lama dia ngritik Yesus. Lama-lama yang korban untuk Tuhan dikritik, buat apa kasih gede-gede sama Tuhan. 300 dinar bisa kasih orang miskin. Saudara, orang kristen yang baik itu ketahuan dari mulutnya. Kalau mulutnya bocor suka ngritik, ngomongin inilah kurang ini ngomong terus itu babet udah. Jelek. Orang yang korban 300 dinar kumpulin duit beli minyak narwastu untuk Yesus, dia main kritik marah-marah. Dia nggak pernah korban, malah ambil uangnya Tuhan.
Di sini kita belajar saudara, minimal Tuhan pasangkan dengan Yudas anak Yakobus itu, minimal Yudas ini bisa mengawasi, minimal Yudas ini bisa mengingatkan. Karena di dalam Pengkhotbah ada ayat, lebih baik berdua dari pada sendirian. Karena kalau sendirian lagi lemah lagi susah tidak ada yang kasih kekuatan, tidak ada yang kasih penghiburan. Tetapi kalau berdua, ada yang mengingatkan. Maka saya sampaikan di sini cerita dari murid-murid Yesus ini.
Kita masuk kepada perikop
lain, Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang.
6:17 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di
situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang
datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan
Sidon.
6:18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit
mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
6:19 Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang
keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
Perhatikan ayat 17. Di mulai dengan kata, Ia turun - berarti dari tempat yang tinggi - dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar. Mula-mula Ia turun dari gunung kemudian menemukan satu tempat yang datar. Bahasa Inggris tempat yang level. Ini bahasa rohani yang sangat mahal. Tuhan turun dan berdiri dengan murid-muridnya dalam level yang sama, dalam keadaan yang sama. Sama level, tempat yang datar. Tidak turun tidak naik, level sama.
Sebelum saya sampai di Manado karena dari Amerika saya langsung ke Manado, sudah ada kebaktian KKR 3-4 hari dilayani oleh eks Cianjur di Langoan. Gerejanya luar biasa besar, ada 40 meter lebar, bisa muat sekitar 4.000 orang. Sedang dibangun. Laporan sama saya: Oh brur Yoyo, gembalanya bilang karena kenal sama saya, itu murid-muridnya itu awondatu-awondatu kecil. Sampai caranya kasih salam mirip sama. Jadi pada saat saya kebaktian saya bawa Firman Allah, ada murid yang bersaksi dia mulai dengan kata, haleluyah? Itu pendeta-pendeta Sulawesi Utara nengok sama saya, mirip kau. Sebetulnya hampir di sana saudara Ruben mendapat jodoh. Tapi perempuannya nggak mau. Saya nggak tahu kenapa nggak mau, ya. Apa dia jual mahal.
... di situ berkumpul sejumlah
besar dari murid-murid-Nya - Jadi Yesus punya 12 rasul tapi ada 70 murid -
dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea
dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
6:18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit
mereka; ...
Di sini kita belajar banyak orang mau sembuh dari Yesus. Banyak orang mau sembuh dapat kesembuhan dari Yesus. Tapi tidak mau mendengarkan Firman. Yang saya takut nanti di hari depan ada orang beragama islam mati tapi karena miskin umpamanya, keluarganya ada anggota kita, bisa dikubur secara kristen. Agama apa saja, pokoknya ada familinya GPdI, minta dikubur sama gereja kita ... bisa dikubur. Kita sebagai perikemanusiaan sebagai gereja. Sebetulnya saya tidak setuju. Kita musti ada harga karena Yesus itu mahal menebus kita. Dengan harga yang mahal. Kita tidak jual murah. Tapi demi kebaikan demi sosial kita layani. Tapi dengan melayani orang yang meninggal, tidak pernah ke gereja meninggal di kubur secara gereja secara kristen, itu nggak jamin orang itu ke surga! Khotbahnya mau khotbah apa? Nggak pernah dengar Firman. Mau khotbah apa pendeta? Cuman kita melayani karena perikemanusiaan, karena kekeluargaan, karena masyarakat. Sudahlah kita layani.
Tapi orang yang disembuhkan di
sini dalam cerita ini, mereka mau dengar Yesus.
6:18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan ...
Bukan minta kesembuhan dulu, minta pelayanan dari Yesus dulu, tidak. Dia dulu memberi telinganya untuk mendengar Firman. Yesus itu penuh kasih tapi Dia tidak jual murah. Dia penuh kasih. Mau sembuh? Dengan Firman dulu. Karena iman datang dari pendengaran, pendengaran datang dari Firman Allah. Saya bicara ini keluar dari hati yang penuh kasih supaya kita mengerti. Maksudnya supaya jangan sampai kita minta sama Tuhan, minta sama Tuhan, tidak mau nurut sama Tuhan, nggak mau dengar-dengaran sama Tuhan. Mintanya gede, nurutnya nggak ada.
Nah, sekarang saya bicara itu 10 murid yang meninggalkan tempat praktek. Kita sudah tahu tidak mungkin dipake Tuhan. Nggak mungkin. Sudah, saya udah tahu kesananya nggak mungkin dia jadi pendeta yang diberkati membangun gereja - nggak mungkin. Karena tidak mau dengar dulu. Tidak mau dengar-dengaran dulu. Mau sembuh dari sakit? Dengar Firman Allah! Mau mujizat? Dengar Firman Allah. Mereka juga yang dirasuk oleh roh-roh jahat, beroleh kesembuhan. Roh jahat disini di dalam bahasa inggris, unclean spirit, roh yang kotor. Kalau roh itu sudah kotor, maka perzinahan itu biasa. Karena rohnya udah kotor. Orang yang biasa jorok, ke kandang babi itu biasa.
Apa bedanya domba dengan babi? Domba saudara, kalau dia nggak sengaja kena lumpur badannya, waduh mengembik ... embeek ... embeek ... dia cari air, dia mandi. Dia nggak betah dengan kotoran yang ada, lumpur pada badannya. Kalau babi begitu dia lihat lumpur wah dia terjun bebas, karena dia memang hidupnya di situ. Nah, kalau unclean spirit, roh kotor ini - di sini pake roh jahat - masuk di dalam seseorang, waduh nggak ada yang bisa nolong, dah. Hanya Firman Tuhan.
Mari saudara, saya akan kasih garis datar ini sebagai level. Dulu kita ini orang yang rusak, ngaco, sampe kita di sini dikasih nilai -10. Masih jelek. Belum kenal Tuhan. Jelek. Datar. Kenallah kita ke gereja, belajar bersama-sama sedikit demi sedikit, sebab nggak ada orang kristen nggak ada pendeta yang langsung jadi hebat dalam 1 minggu. Nggak ada. Pelan-pelan kita belajar, sedikit demi sedikit. Masih tersinggung, masih sedikit demi sedikit. Masih ngomel masih, eh puji Tuhan sudah kemajuan. Sampe naik -7. Sudah ada kemajuan pan tadi masih minus masih kedul masih malas, masih suka ngarasula, bukan saudara ini, orang lain.
Lalu naik lagi kerohaniannya mulai naik sampe -3. Sudah ada kemajuan. Tapi belum sampe kepada garis datar ini. Sampe pada satu hari, ah, saya mau ambil putusan terima baptisan air. Saudara bertobat dari segala dosa sampe saudara kepada 0 derajat, haleluyah puji Tuhan, saya sudah tidak berbuat ini, saya sudah tidak berbuat itu, tidak ini, tidak itu. Tapi sekaligus juga tidak bikin apa-apa.
Nah, kalau saudara sudah sampe di tempat datar ini bukan berarti saudara sudah maju. Baru datar. Saudara harus tingkatkan lagi kerohanian sampai sedikit jadi +1. Tambah lagi ikut berdoa, ikut doa malam, ikut bedston, tambah lagi itu jadi +5. Terus begitu sampai kita sama dengan Kristus. Ada haleluyah saudara?
Kita dulu sama -10. Nah, banyak orang kristen masih di gereja kebaktian masih ributnya di sini terus, masih minus. Ribut terus. Diberkati mundur. Sudah mundur dapat percoban maju. Udah maju mundur lagi. Maju mundur lagi. Itu kalau kereta api di Sasak itu namanya langsir. Maju mundur. Geus maju geus lewat jembatan, eureun deui. Tut, mundur deui. Langsir, nggak ada maju-maju. Sedikit demi sedikit kita belajar sampai akhirnya ada jemaat kita yang sudah jadi hamba Tuhan. Dari remaja, dari sekolah minggu, belajar Firman sampai akhirnya. Sebelum kita taat sama Tuhan kan kita taat dulu sama orang tua. Kalau orang tua bilang jangan itu ada alasannya.
Saya pulang dari Manado naik pesawat mendapat duduk nomor 10. Sudah berangkat pramugaranya bilang, boleh pindah 3 orang ke depan. Duduk nomor 1. Sebelah saya orang tua umur 60 lebih. Bapa orang Sunda? Semuhun saya orang Sunda. Ngobrol ... lama-lama, sekarang saya anak terhilang. Nggak tahu dari mana itu, saya rasa Roh Kudus, langsung saya jawab, bapak mah bukan anak terhilang, anak menghilang. Lho, apa bedanya? Berkumis dia. Apa bedanya anak terhilang sama anak menghilang? Kalau anak terhilang mah, anak terhilang ke dalam dosa. Bapak mah kan ngaku masih ngaku kristen ngaku gereja GPdI pentakosta, pendeta Bolang, tapi ngaleungit menghilang. Jadi bapak bukan anak bungsu, bapak anak sulung. Bapak masuk rumah. Sampai di tempat bagasi, doakan ya pak ya.
Itu masih di sini. Kapan kita mau beraktifitas untuk Kristus? Kapan kita mau berbuat? Urusan-urusannya akar saja belum beres, urusan tanamannya belum beres.
6:19 Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
Ini yang saya rindu setiap kebaktian itu saudara itu datang kebaktian ke gereja itu harus ketemu sama Tuhan, maksudnya berusaha. Walau dalam doa walau dalam menyanyi, saudara itu berusaha menjamah Tuhan. Walaupun saya umpamanya siapa ada keperluan maju ke depan nanti Tuhan tolong. Walaupun saya yang doakan, yang nolong lakan bukan saya, yang menjamah kan Tuhan. Tetapi Dia cari dulu orang yang berusaha mencari Dia, berusaha menjamah Dia.
Lukas
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan
sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya
berebut memasukinya.
Di dalam bahasa Inggris saya mau baca, sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang 'pressing into it,' berusaha masuk ke dalamnya, berusaha. Pressing itu nekan. Jadi nggak bisa saudara jalan santai. Nggak bisa. Saudara musti pressing, berusaha. Rasul Paulus berkata, aku merenggangkan tubuhku, aku belum mencapai itu tapi aku berusaha memegang seperti aku sudah dipegang. Kita kalau ke gereja maunya teh ditolong Tuhan mau pisan tapi mencarinya berusaha menjamahnya sudah nggak ada. Letoy, nggak getas.
Ada banyak yang terdahulu jadi terkemudian, yang terkemudian jadi terdahulu. Belajar. Yang terdahulu duluan jadi kebelakangan, kenapa? Letoy. Kenapa yang paling belakang baru kenal Yesus sebulan dua bulan, dia sudah paling dulu? Karena dia lekas maju!
Kenapa kita kebaktian? Karena ada kuasa. Tuhan itu berkuasa menolong kita. Kenapa kita sembahyang? Ada jawaban. Tuhan itu menjawab kita. Menurut manusia, wah, moal katulungan, wah, titeuleum geus, geus mati ... mati, hancur. Tetapi kalau kita datang sama Yesus, ada kuasa yang melepaskan meluputkan kita dari segala problem percobaan. Saya tidak panjangkan firman Allah.
Rabu, 09 Juni 2004
Haus akan kebenaran
Selamat sore, selamat
bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita kembali akan meneruskan
studi kita
dari injil Lukas
6:20. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu
yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
6:21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan.
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
6:22 Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika
mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu
yang jahat.
6:23 Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu
besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah
memperlakukan para nabi.
6:24 Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu
telah memperoleh penghiburanmu.
6:25 Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar.
Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan
menangis.
6:26 Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga
nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."
Yang kita sebentar akan pelajari adalah pelajaran-pelajaran inti dari Tuhan Yesus. Saudara bisa jadi orang kristen, anggota gereja tanpa mengerti pelajaran inti dari ajaran Yesus. Nah, itu sebabnya saya ingin supaya saudara bukan hanya menjadi anggota gereja tetapi saudara menjadi anggota dari Kerajaan Allah. Dalam ayat 20, dalam Injil Matius 5 itu ada 9 kata berbahagia. Tidak ada waktu kita untuk melihat. Tapi karena kita sedang studi dari injil Lukas, kita melihat hanya ada empat yang dikatakan. Kita mulai melihat ayat 20: Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
Kita mulai ketemu dengan kata berbahagia. Berbahagialah, dalam bahasa Yunani itu dipakai kata makarios. Makarios artinya diberkati. Saudara kalau membaca Alkitab tidak boleh seperti apa hurufnya kita artikan itu seperti apa adanya. Keliru. Itu sebabnya Tuhan Yesus kadang berbicara dengan memakai amsal, dengan memakai misal. Bicara Kerajaan Allah yang susah diartikan itu, memakai air, memakai embun, memakai domba, memakai merpati, memakai benih, ikan, jala, memakai segala - untuk mengungkapkan Kerajaan Allah dan tantangan-tantangan yang dihadapi.
Nah, jikalau kita mengikuti ayat ini berbahagialah hai kamu yang miskin, berarti kita tidak boleh ada yang kaya. Harus jadi miskin. Ini sangat bertentangan saudara, dengan apa yang dikatakan oleh surat Korintus, Dia yang kaya menjadi papa menjadi miskin supaya kita yang miskin menjadi kaya. Tetapi sekali lagi kita harus melihat hal ini pada pengertian yang sebenarnya. Kalau kita membaca dalam injil Matius
5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Bahasa Inggrisnya, Blessed are the poor in spirit ~ berbahagialah orang yang miskin di dalam rohnya. Bahasa lain, dia memiliki satu kehausan, dia memiliki satu kerinduan. Dia sadar dia nggak punya apa-apa, dia sadar dia tidak bisa apa-apa, dia sadar tanpa Tuhan dia nggak bisa apa-apa.
Saudara tahu nggak bahwa di dunia ini baik orang kaya maupun orang miskin sama di depan Tuhan? Sama!. Tuhan menilai saudara bukan dari baju yang saudara pakai, Tuhan menilai saudara bukan dari sepatu yang bermerk, Tuhan tidak menilai saudara dari minyak wangi yang saudara pakai, Tuhan tidak menilai saudara dari mobil yang saudara pakai, Tuhan tidak menilai saudara dari emas berlian, tidak. Itu semuanya tidak bisa merubah hati-Nya Tuhan.
Ingat 2 jemaat dari di dalam kitab Wahyu, satu jemaat yang miskin, yaitu Smirna. Hei kamu jemaat miskin, Aku tahu kemiskinanmu tapi kamu kaya. Kepada jemaat di Laodekia, kamu kaya tetapi kamu melarat. Jadi tentu yang dibicarakan oleh Yesus bukanlah soal materi, tentu di sini juga bukan soal materi kalau Dia berkata, berbahagialah orang yang miskin. Itu bukan yang miskin materi, bukan. Tetapi yang poor, bahasa Inggris, dalam Matius 5, poor in spirit. Yang miskin dihadapan Allah merasa kurang terus, merasa tidak punya apa-apa, merasa kurang terus, belum sampai terus.
Mari kita lihat beberapa
perbandingan, seperti apa ungkapan ini maksudnya. Kita lihat I Korintus
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama
seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah
menganiaya Jemaat Allah.
Semuapun mengakui bahwa Paulus adalah rasul yang paling besar dari semua rasul yang pernah ada. Injil Perjanjian Baru, 85% isinya tulisan rasul Paulus. Dia rasul besar. Yohanes hanya menulis beberapa buku: Injil Yohanes, I, II, III Yohanes, dan kitab Wahyu - 5. Tapi Paulus: Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, I Korintus, II Korintus, Roma, I Tesalonika, II Tesalonika, I Timotius, II Timotius, Titus, Ibrani, Filemon. Banyak sekali dia tulis. Dan tidak ada rasul yang menceritakan tentang salib yang sejelas seperti Pulus; tidak ada yang bisa menerangkan bagaimana kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita seperti rasul Paulus. Tapi dia bilang apa? Aku paling hina; saya tidak cocok disebut rasul karena saya pernah menganiaya orang kristen, saya pernah menganiaya jemat Tuhan. Saya orang paling hina. Lihat saja nggak punya apa-apa.
Waktu dia lihat surga, 14 tahun yang lalu, dia bilang, entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu. Aku mau cerita tentang seorang, katanya. Dia tidak bilang tentang dirinya. Seorang - 14 tahun yang lalu. Entah di luar tubuh atau di dalam tubuh. Jadi orang kristen yang sejati hamba Tuhan yang sejati, tidak ada sedikitpun kesombongan. Karena dia tahu dia masih kurang, ada haleluyah?
Maka Lukas itu berkata, cengli Yesus bilang, berbahagialah hai kamu yang miskin yang selalu merasa kurang, ingin dekat terus sama Tuhan, merasa kurang terus, merasa belum berhasil, merasa sudah jadi rasul besar, menyebut dirinya rasul yang hina - karena bagi merekalah yang empunya Kerajaan Allah. For yours is the Kingdom of God.
Nah, menarik sekali kalau di dalam injil Matius tidak disebut Kerajaan Allah tapi Kerajaan Surga. Tapi dalam injil Lukas tidak pernah akan ditulis Kerajaan Surga tapi Kerajan Allah, kenapa? Karena injil Matius itu ditujukan kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yahudi hanya mengerti satu Kerajaan Surga. Sedangkan dalam injil Lukas ditujukan kepada orang-orang kafir - saudara dan saya, dan kita mengerti Kerajaan itu adalah Kerajaan Allah.
Ayat 21. Berbahagialah, - makarios - hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan.
Sekali lagi. Bukan soal lapar
kepada makanan jasmani karena Yesus tidak sedang berbicara tentang makanan jasmani. Mari
kita lihat Yohanes
4:31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah."
4:32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu
kenal."
4:33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang
telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"
4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang
mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Yesus bicara makan rohani, murid-murid bicara makanan jasmani. Akhir-akhir ini kesehatan saya agak kurang baik. Hari lalu, tes gula darah saya sampai hampir 400. Sudah jaga makan tapi kalau cape sedikit lalu agak banyak pikiran, dia naik. Tetapi waktu saya KKR di Surabaya, hari kamis, saya sudah mulai rasa pusing-pusing. Lalu hari jumatnya saya KKR di Malang, di Gereja Bethel Injil Sepenuh. Kalau di Surabaya, GPdI se-Jawa Timur bikin kebaktian di Surabaya. Tapi hari Jumat saya diundang oleh Gereja Bethel Injil Sepenuh, pendetanya perempuan, Ibu Lidya, dia janda. Tetangganya seorang katolik, namanya bapa Yapi. Dia suka dengar kaset saya. Jadi dia bilang, ibu undang pak Awondatu, supaya ada kebangunan rohani. Dia undang saya.
Tapi dia undang saya, saya juga tidak tahu saya kira saya khotbah hanya bagi intern gereja. Karena biasanya saya diundang untuk KKR intern gereja. Dia undang orang lain, dia undang orang-orang islam, dia undang muslim. Lalu dia bilang begini sama saya: Pak Awondatu, supaya ada info buat bapak, 70% yang datang malam ini adalah belum kenal Yesus. Wah, kaget saya. Jadi selama di tempat penginapan, saya mau khotbah apa, ya. Karena saya biasanya khotbah untuk jemaat. Kalau saya khotbah dari yang paling sederhana, jemaat yang biasa rugi. Saya khotbah untuk jemaat, jiwa-jiwa baru merasa tidak ngerti. Tapi Tuhan tolong, saya bawa dari Mazmur, saya bicara. Setelah selesai, lupa. Jadi saya undang siapa yang ada keperluan siapa yang sakit, banyak orang maju ke depan. Setelah didoakan selesai, saya duduk.
Oom itu yang katolik itu, yang memprakarsai KKR itu, dia datang sama saya: Pak, bapak lupa mengundang orang untuk terima Yesus. Jadi saya maju kembali dan saya bilang, siapa yang mau menerima Yesus sebagai Juru Selamat setelah mendengar Fimran Allah, belum pernah saudara mengambil keputusan, sama sekali saudara belum tahu apa-apa tentang Yesus tapi malam hari ini saudara mau menerima Yesus, silahkan maju ke depan. Gemetar saya. Karena orang berkumis, orang melotot, orang Madura. Majulah kira-kira 26, 25 wanita, ibu-ibu pemudi, 25 semua. 1 bapa. 26. Tapi Roh Kudus berbisik, undang lagi sekali. Jadi saya bilang, Tuhan tidak pernah salah, masih ada yang sebetulnya memerlukan Tuhan malam hari ini. Silahkan kalau saudara mau maju ke depan. Saya masih tunggu satu kali lagi nyanyi Haleluyah. Sebelah sini berdiri di belakang satu pemuda umur 26-27 lah. Setelah ini, satu gadis berdiri. Mereka maju ke depan. Hati saya hancur dengan sukacita. Rasa sukacita, kelelahan, sakit saya bisa nggak rasa. Begitu sudah didoakan doa pertobatan, semua amin sukacita mengambil buku daftarkan nama, ini satu yang terakhir ini dia masih berlutut seperi orang islam sembahyang, dia berlutut kepalanya sampai di bawah. Saya bilang, sudah amin, sudah selesai. Tapi dia masih berlutut terus.
Dari Kejadian itu saya tahu, mereka berlapar akan kebenaran. Sampai saya bilang, oh Tuhan, tolong Tuhan. Jumat siangnya saya harus bicara di TVRI Malang. Kebetulan pendeta GPdI yang punya acara, jadi saya diwawancara dalam kebaktian. Tapi sukacita saya khotbah di TVRI sama saya sukacita dapat 28 jiwa itu lain saudara.
Betapa senangnya kata ini, berbahagialah hai kamu yang sekarang ini lapar. Yang lapar akan kebenaran. Saya mau tanya saudara, saudara berlapar akan kebenaran? Kita ikut Tuhan berapa tahun tapi masih ingin, masih ingin mendalam, masih ingin mendalam. Saya KKR di Surabaya, habis kebaktian saya didatangi oleh satu bapa, mungkin orang Madura, berkumis: Bapak pendeta, saya ini baru sebulan masuk kristen, saya muslim tadinya. Saya takut sekali saya dengar khotbah bapak. Saya takut sekali. Saya bilang, jangan takut, kan ada Yesus. Tapi saya ngeri, saya takut sekali dengarnya. Karena berhaus, ingin mengenal, ingin mendalam lebih dalam lagi tentang Tuhan Yesus.
Nah, saudara musti ngerti begini. Orang-orang Arab Palestina belum pernah tahu baca Alkitab, belum pernah tahu kenal siapa Yesus. Cuma diajar oleh guru agamanya, Dia adalah nabi Isa, anak Mariam, manusia biasa. Dia tidak kenal selisih kristen yang lebih tua 14 abad dari islam, dia tidak ngerti. Nah, waktu film The Passion of Christ diisyukan anti Yahudi, orang-orang muslim itu bilang, ah, ini film anti Yahudi, Yahudi nggak suka. Orang Palestina itu nonton semua, ini film, film anti Yahudi. Kita nonton karena Passion of Christ ini anti Yahudi, Yahudi nggak suka. Begitu mereka nonton saudara, ibu-ibunya semua menangis menjerit-jerit, di bioskop. Kasihan itu Isa, kasihan. Dan menurut CNN, banyak orang terima Yesus. Keluar dari bioskop, terima Yesus. Bahkan di Amerika ada 2 penjahat pembunuh, nggak puguh-puguh dia masuk ke kantor polisi, dia ngaku: Bulan sekian tahun sekian saya membunuh orang. 2 orang di kota yang berlainan. Kenapa kamu ngaku, kata polisi? Karena saya sudah nonton The Passion of Christ. Ada kehausan kepada kebenaran. Ada keinginan kepada kebenaran. Ada kerinduan untuk hal-hal yang benar. Maka dikatakan berbahagialah orang yang lapar karena ada janji, kamu akan dipuaskan. Saudara mau dipuaskan? Bahasa Indonesia kata dipuaskan tapi bahasa Inggris, kamu akan dipenuhi, lapar kamu akan dikenyangkan.
Saudara kita baca berbahagia yang ketiga, berbahagialah hai kamu yang sekarang ini menangis karena kamu akan tertawa. Sekali lagi, ini bukan menangis bombay. Ini bukan menangis sistim pentakosta lama, asal sembahyang nangis, asal sembahyang nangis otomatis. Tidak. Tapi menangis di sini karena ungkapan, dia sadar akan dosa-dosanya. Ingat pemungut cukai? Masuk ke gereja saja dia nggak berani, dia pukul dada: Ya Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa. Angkat mukanya saja nggak berani. Ingat Hizkia? Waktu dikatakan kamu akan mati, dia menangis sama Tuhan sampai Tuhan bilang, umurmu dikasih panjang 15 tahun lagi. c
Menangis yang dimaksud oleh Tuhan adalah menangis yang membawa kita kepada pertobatan. Bukan menangis karena ketahuan, bukan menangis karena kita ketangkap basah, menangis kita. Kalau saya lihat di televisi banyak orang digebukin. Ini baru terjadi di Roxi Mas, tempat jual-jual handphone. Anak Tionghoa saudara, baru 26 tahun. Dia pernah kerja di satu toko lalu dia berhenti. Lalu dia masuk di toko yang lain mengambil satu HP, disuruh sama taokenya, katanya. Nah, yang kasih HP ini bisnis besar, dikasih. Tapi dia suruh pegawainya, lihatin itu. Diikutin, malah keluar. Digebukin saudara sampe mati. Dia udah minta ampun, katanya, yang cerita jemaat saya. Yang mukulin tenglang lagi. Ini dia udah minta minta ampun, padahal itu harga handphone nggak seberapa. Dia nangis karena ketangkap basah. Dia nangis karena dipukul. Coba kalau dia nangis sebelum berbuat, aduh Tuhan, kenapa saya masih mau mencuri, ampuni saya mau mencuri. Itu kata Tuhan, bahagia. Dia akan tertawa.
Menangis waktu mau berbuat dosa, menangis waktu mau bersalah. Menyesal karena saya mau bertobat, menyesal karena dosa saya banyak. Seperti John Sung pernah menyanyi Dosaku banyak ... Hatiku noda ... Sehingga dunia ... Pandang amat hina ... Oh, tapi darah-Nya ... Yang berkuasa ... Sudah sucikan ... Dosa saya. Rasul Paulus menulis kepada jemaat Korintus, aku senang kamu berdukacita karena kamu punya dukacita membawa kepada pertobatan. Menangis, menyesali perbuatannya. Sampai Daud menangis itu sama Tuhan waktu dia bersalah berdosa, Tuhan kembalikan kesukaan selamat itu. Karena orang kalau udah berdosa, hilang sukacita. Tuhan kembalikanlah. Coba saja saudara benci satu orang, saudara hilang sukacita. Nggak akan ada. Bohong kalau saudara bilang saya ini penuh sukacita dengan membenci orang, nggak mungkin. Dendam sama orang benci sama orang, hilang sukacita saudara. Karena dosa menjauhkan kita dari sukacita, dosa menjauhkan kita dari Tuhan. Maka kata Yesus cengli benar, berbahagialah kamu kalau berduka menangis bertobat.
Kemarin di Jakarta saya baptis 3 orang di kolam renang, satu islam. Bapanya Padang, ibunya Tionghoa. Sudah punya pacar, jemaat saya dibawa. Dia bilang, kalau saya nggak dengar PA, saya nggak bakalan terima Yesus. Dia ngerti sekarang siapa Yesus itu. Bahkan bukan mertuanya yang ajak, dia sendiri minta dibaptis. Salah satu adalah pramugari yang mungkin sudah ikut kebaktian saya 10 tahun. Baru minta dibaptis. Karena dia protestan, dia rasa percik itu sudah cukup. Begitu ikut pelajaran, wah, saya mau. Kemudian satu bapak. Biar sedikit biar nggak keras, ada ngembangnya air mata itu. Terima kasih sama Tuhan, dosa sudah diampuni. Terima kasih sama Tuhan, saya bisa ketemu kebenaran. Terima kasih sama Tuhan, Tuhan bisa peluk saya jadi anak-Nya. Terima kasih sama Tuhan, Dia bukakan pintu Surga bagi kita. Terima kasih sama Tuhan.
Maka saudara, saya suka pikir, walaupun penyakit saya menempel terus, ngegandol saja terus, sehingga kecepatan saya ini berkurang. Tapi saya berterima kasih sama Tuhan karena Tuhan masih mengizinkan saya memberitakan Firman Tuhan. Saya baru tahu sekarang saudaraku, lulusan SAC sekitar 1.700, itu siswa sendiri yang hitung. Sudah banyak penerus-penerus. Tapi biar kita menangis sekarang, nanti kita ... Menangis karena ada beban ada problem, kita menangis karena terharu Tuhan sudah ampuni kita, Tuhan sudah menolong kita.
Yang berikutnya ayat 22.
6:22 Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika
mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu
yang jahat.
Aduh saudara, kalau kita sayang diri, gara-gara kita ikut Yesus, kok orang mengucilkan kita dari pergaulan; gara-gara nama Yesus, orang membenci kita mencela kita bahkan nama kita ditolak. Apa kata Yesus? Menangis, menyesali diri? Berbahagia. Diberkati kalau kita dibenci orang karena Yesus, diberkati kalau nama saudara diputar balik karena Yesus. Nanti ada koran Kerajaan Allah yang terbaru, ada wawancara. Saya ditanya, apa betul pak Awondatu pasang tarif kalau menginjil? Saya bilang, baru dengar sekarang. Biasanya saya nombok. Kalau KKR dimana-manam saya nombok. KKR di Manado nombok. Hanya KKR ke Surabaya dan Malang saja mereka tolong saya betul-betul baik-baik. Tapi nggak pernah saya pasang harga. Berapa harga saya mau pasang? Tuhan sudah ampuni dosa kita. Yang begitu besar Tuhan sudah tebus dosa kita, masa kita balas cinta Tuhan saja nggak mau.
Saya bilang, orang yang ngomong begitu, yang menggosipkan begitu, itu kalau orang kristen dia belum lahir baru. Kok, berani ngomong gitu. Tidak dicek, kok berani ngomong gitu. Sekarang ada lagi saudara, SMS bodong. SMS bodong itu sama dengan surat kaleng. Orang kristen sejati, orang kristen pengikut Yesus, nggak akan pernah tulis surat kaleng atau SMS bodong.
Begitu Partai Damai Sejahtera ditolak oleh SBY, SBY - Yusuf Kalla itu gabung sama PBB, PBB ini Yusril Izra Mahendra bilang, kita boleh gabung dengan partai apa saja, jangan PDS. PDS banyak yang marah, kirim sms nggak tahu siapa, sama orang-orang kristen: Jangan pilih SBY, wah, brengsek begini ... bodong. Siapa? Nggak tahu. Saya kalau terima SMS nggak ada namanya, nggak tahu siapa, saya nggak balas. Boro-boro dibaca. Delete, delete aja. Bodong. Bukan anak terang. Karena sekarang kalau mau fitnah orang gampang, beli saja nomor handphone yang jelek, maki-maki orang melalui handphone, buang saja. Nggak ketahuan. Tapi Bapa di Surga lihat. Dia tulis, ini kristen bodong, suka lempar batu sembunyi tangan. Di sini mah nggak ada, ini saya lagi cerita.
Nah, PDS sekarang dikritik sama PDS sendiri. Nah, itu saya sudah bilang, jangan, udah janganlah jangan mikir mikir yang begitu. Abong-abong kita kristen pilih PDS. Nggak. Damai Sejahtera mah nggak pernah jadi partai, dia mah di dalam hati, ada haleluyah? Kenapa? Karena PDS pernah ngomong, pilihlah pemimpin yang takut Tuhan, yang bukan klenik, jangan gabung dengan pemimpin yang menyembah berhala yang menyembah patung, jangan klenik. Sekarang gabung sama PDI Perjuangan. Klenik. Makanya baca tuh di koran Kompas.
Nah, kembali lagi kepada Firman Tuhan. Dikatakan oleh Yesus, kalau kita dicela karena Yesus, bukan dicela karena partai tapi dicela karena Yesus. Saya ingat saudara Yeyen dulu waktu masih kaum muda belum kawin, dia lewat dari kaler itu jalan kaki. Belum ada angkot dulu. Jalan dari kaler dari muka, jalan tiap kamis ikut kaum muda. Lewat bioskop Pusaka sambil bawa alkitab. Itu orang-orang yang duduk dipinggir jalan: Ci, sekolah belum lulus-lulus? Sampai di Jakarta ada orang nggak berani bawa alkitab, malu. Dibungkus pake koran. Ditanya, itu teh apa? Kue keranjang. Tetapi saudaraku, berbahagialah orang yang tidak malu mengaku Yesus, walaupun kita dicela, diolok, dihina. Haleluyah.
Satu bapa yang saya baptis kemarin, itu istrinya bisik: Pak, pak, pak ... dulu bapa paling suka ngolok sama Yesus pak, kristen gereja diolok habis-habisan. Sekarang dia minta sendiri dibaptis bapak. Ya, semuanya juga gitu. Karena belum kenal. Saudara yang sudah mengenal Tuhan, saya cukupkan dahulu disini.
Empat kata bahagia: Berbahagia
kamu yang miskin, nanti kamu akan mempunyai kerajaan Allah; berbahagia kamu
yang lapar sekarang, lapar akan kebenaran - nanti kamu dipuaskan; berbahagialah
kamu yang sekarang menangis, karena kamu akan tertawa; berbahagialah kamu jika
karena Anak Manusia orang membenci kamu sebab ...
6:23 Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu
besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah
memperlakukan para nabi.
Saudara, inilah salah satu inti dari ajaran Yesus. Mari kita mau belajar mengikutinya walaupun banyak kekurangan di sana sini, kita mau belajar mengikuti. Kita berdiri bersama-sama.
--<><--
________________________________________________________________________
Situs ini bersifat informasi umum, khususnya bagi saudara-saudara seiman,
berisi tentang sejarah singkat Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur,
Yayasan Kabar Baik, Sekolah Umum, Jadwal Ibadah serta Berita Aktual.
Perubahan terakhir situs ini tanggal: 21 Juni 2004