1) Filemon punya
hamba bernama Onesimus, yang melarikan diri dari padanya, dan mungkin sekaligus
mencuri barang / uang Filemon. Onesimus bertemu dengan Paulus, dan dibawa oleh
Paulus kepada Kristus (ay 10).
Calvin: orang-orang pilihan Allah
kadang-kadang dibawa pada keselamatan oleg suatu cara yang tidak bisa
dipercaya, bertentangan dengan harapan umum, oleh jalan yang berliku-liku dan
memutar, dan bahkan oleh jalan-jalan yang membingungkan. Onesimus hidup / tinggal
dalam suatu keluarga yang religius dan kudus, dan dengan dibuang dari keluarga
itu oleh tindakannya sendiri yang jahat, ia seakan-akan dengan sengaja
menjauhkan diri dari Allah dan hidup yang kekal. Tetapi Allah, oleh providensia
rahasia, dengan ajaib mengarahkan pelariannya yang jahat, sehingga ia bertemu
dengan Paulus.
Nahum 1:3b - “Ia berjalan dalam puting beliung dan
badai, dan awan adalah debu kakiNya”.
KJV: ‘the LORD hath his way in the
whirlwind and in the storm’ (= TUHAN mempunyai jalanNya dalam puting beliung dan dalam badai).
NIV: ‘His way is in
the whirlwind and the storm’ (= JalanNya ada dalam puting beliung dan
badai).
NASB: ‘In whirlwind and
storm is His way’ (= Dalam puting beliung dan badailah
jalanNya).
2) Paulus menyuruh
Onesimus kembali kepada Filemon.
3) Surat Filemon
merupakan surat Paulus yang unik; satu-satunya surat Paulus yang bersifat
pribadi.
4) Paulus di sini
menangani persoalan remeh: seorang budak yang lari!
Ay 1-3: “(1)
Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara
kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami (2) dan kepada Apfia
saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada
jemaat di rumahmu: (3) Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita
dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu”.
1) Penulisan surat ini dimulai dengan:
a) Menunjukkan siapa penulis surat itu, yaitu
Paulus (ay 1a).
b) Kepada siapa surat itu ditujukan, yaitu kepada
Filemon, Apfia, Arkhipus, jemaat di rumah Filemon (ay 1b-2).
c) Suatu salam dari penulis surat kepada penerima
surat (ay 3).
2) “Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus
Yesus dan dari Timotius saudara kita” (ay 1a).
a) Mengapa ia tidak menyatakan dirinya sebagai
rasul?
1Kor 1:1 - “Dari Paulus, yang oleh
kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes,
saudara kita”.
2Kor 1:1 - “Dari Paulus, yang oleh
kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita,
kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya”.
Gal 1:1 - “Dari Paulus, seorang
rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan
oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara
orang mati”.
Ay 8-9a: “(8) Karena itu, sekalipun
di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa
yang harus engkau lakukan, (9a) tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku
memintanya dari padamu”.
b) Paulus menyatakan diri sebagai ‘seorang hukuman karena Kristus
Yesus’.
KJV: ‘a prisoner
of Jesus Christ’ (= seorang hukuman dari
Kristus Yesus).
1. Seorang hukuman.
a. Sama sekali bukan karena ia bersalah.
Kis 23:29 -
“Ternyatalah
bagiku, bahwa ia didakwa karena soal-soal hukum Taurat mereka, tetapi tidak ada
tuduhan, atas mana ia patut dihukum mati atau dipenjarakan”.
b. Karena Kristus Yesus / karena Injil!
·
Ay 9b: “Aku,
Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena
Kristus Yesus”.
·
Ay 13: “Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk
melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil”.
·
Ef 3:1 - “Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan
karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah”.
·
Ef 4:1 - “Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan
karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil
berpadanan dengan panggilan itu”.
·
Fil 1:13 - “sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain,
bahwa aku dipenjarakan karena Kristus”.
·
Kol 4:3 - “Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk
pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus,
yang karenanya aku dipenjarakan”.
2. Seorang hukuman dari Kristus Yesus.
3. Paulus tetap melayani / memberitakan Injil
dalam sikon yang buruk!
a. Dalam penjara itu Paulus menulis surat-surat
Kolose, Filemon, Efesus, dan Filipi (Intro, hal 28).
b. Buruknya keadaan Paulus pada saat itu.
Clarke: Paul adalah seorang tahanan di Roma pada
waktu ia menulis surat ini, dan surat-surat kepada gereja Kolose dan Filipi.
... kata bahasa asli DESMIOS seharusnya diterjemahkan ‘diikat / dibelenggu
dengan rantai’: ... ini menunjukkan kepada kita sebagian keadaannya - satu
lengan diikat / dibelenggu dengan sebuah rantai pada lengan dari tentara kepada
penjagaan siapa ia diserahkan.
DESMIOS (ay 1) - ‘seorang
hukuman’.
c. Dalam penjara ia tetap memberitakan Injil.
Fil 1:12-13 - “(12) Aku menghendaki,
saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru
telah menyebabkan kemajuan Injil, (13) sehingga telah jelas bagi seluruh istana
dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus”.
2Tim 2:9 - “Karena pemberitaan Injil
inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu”.
c) Paulus tidak malu karena keadaan dirinya
sebagai orang hukuman itu.
2Tim 1:11-12 - “(11) Untuk Injil inilah
aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. (12) Itulah
sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu
kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa
yang telah dipercayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan”.
1Pet 4:15-16 - “(15) Janganlah ada di
antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat,
atau pengacau. (16) Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka
janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama
Kristus itu”.
d) Dalam surat Filemon ini, Paulus menggunakan
fakta ini sebagai sesuatu untuk memotivasi Filemon untuk menuruti
permintaannya!
Ay 9b-10: “(9b) Aku, Paulus, yang
sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, (10)
mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam
penjara, yakni Onesimus”.
Hendriksen: Penyebutan dirinya sebagai orang hukuman
dari Kristus Yesus juga merupakan sesuatu yang sangat taktis, mungkin secara
tak langsung mengatakan: ‘Dalam perbandingan dengan pengorbanan yang aku sedang
lakukan, bukankah kebaikan yang aku minta darimu merupakan suatu hal yang
mudah?
Matthew Henry: Suatu permohonan dari seseorang yang
menderita bagi Kristus dan InjilNya pasti akan dianggap / diperhatikan dengan
lembut / ramah oleh orang percaya dan pelayan Kristus, khususnya pada waktu dikuatkan
juga oleh kebersamaannya dengan Timotius, seseorang yang menonjol dalam gereja.
Mat 25:40,45 - “(40) Dan Raja itu akan
menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu
lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah
melakukannya untuk Aku. ... (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah
seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku”.
d) Kita tak boleh merasa malu tentang orang yang
dipenjarakan karena / Kristus / karena Injil.
2Tim 1:8 - “Jadi janganlah malu
bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman
karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi InjilNya oleh kekuatan Allah”.
e) Paulus menghendaki orang-orang kristen
mengingat akan pemenjaraan yang ia alami itu, supaya juga diberi keberanian
untuk menderita bagi Kristus.
Kol 4:18 - “Salam dari padaku,
Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Ingatlah akan belengguku.
Kasih karunia menyertai kamu”.
Fil 1:14 - “Dan kebanyakan saudara
dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah
berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut”.
f) “dan dari Timotius saudara kita” (ay 1a).
1. Ini tidak berarti bahwa Timotius juga adalah
penulis surat ini.
2. Sebutan ‘saudara kita’ bagi Timotius menunjukkan kerendahan hati Paulus.
3) “(1b) kepada Filemon yang kekasih, teman
sekerja kami (2) dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus,
teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu” (ay 1b-2).
a) “kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja
kami”.
1. Filemon adalah nama dari seorang Kristen
Yunani, yang artinya adalah ‘a friend’ (= seorang teman); dan ia mungkin
tinggal di Kolose.
a. Onesimus, hamba Filemon, disebut ‘seorang dari antaramu’ dalam Kol 4:9.
Kol 4:9 - “Ia kusuruh bersama-sama
dengan Onesimus, saudara kita yang setia dan yang kekasih, seorang
dari antaramu. Mereka akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang
terjadi di sini”.
b. Arkhipus, yang menjadi penerima surat ini
bersama-sama dengan Filemon, juga muncul dalam surat Kolose.
Kol 4:17 - “Dan sampaikanlah kepada
Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan
sepenuhnya”.
2. Filemon adalah tujuan utama dari surat Paulus
ini, karena ialah tuan / pemilik dari budak bernama Onesimus ini (ay 15-16).
3. Dari kata-kata Paulus ini jelas bahwa Filemon
adalah orang Kristen yang saleh, yang juga melayani Tuhan.
4. Paulus menyebut Filemon sebagai ‘teman sekerja kami’.
KJV: ‘fellowlabourer’ (= rekan / teman / sesama pekerja).
a. Jabatan / kedudukan Filemon.
b. Pulpit Commentary: Paulus percaya pada pekerjaan - pada
pekerjaan berat.
2Kor 11:23,27,28 - “(23) Apakah mereka pelayan Kristus? -
aku berkata seperti orang gila -aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih
lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam
bahaya maut. ... (27) Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali
aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan
tanpa pakaian, (28) dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku
sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat”.
Mark 3:20 - “Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka
datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat”.
Mark 6:31 - “Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Marilah ke tempat
yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!’ Sebab memang
begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka
tidak sempat”.
c. Penyebutan ‘rekan sekerja’ terhadap Filemon ini lagi-lagi menunjukkan
kerendahan hati Paulus.
Ay 19c: “karena engkau berhutang
padaku, yaitu dirimu sendiri”.
d. Pauluspun membutuhkan ‘teman sekerja’ / ‘rekan pekerja’, dan ia menghargainya.
Ro 12:4-8 - “(4) Sebab sama seperti
pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu
mempunyai tugas yang sama, (5) demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu
tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang
terhadap yang lain. (6) Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan
menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah
untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. (7) Jika
karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar,
baiklah kita mengajar; (8) jika karunia untuk menasihati, baiklah kita
menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya
dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya
dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya
dengan sukacita”.
1Kor 12:7,18 - “(7) Tetapi kepada
tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. ... (18)
Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus,
suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendakiNya”.
e. Filemon, dan juga semua orang Kristen yang
melayani Tuhan, bukan hanya bisa disebut sebagai ‘rekan kerja’ Paulus, tetapi
juga ‘rekan kerja Allah’ sendiri!
1Kor 3:9a - “Karena kami adalah kawan
sekerja Allah”.
KJV: ‘For we are
labourers together with God’ (= Karena kami
adalah pekerja-pekerja bersama-sama dengan Allah).
NIV: ‘For we are
God’s fellow workers’ (= Karena kami adalah rekan-rekan
pekerja Allah).
b) “dan kepada Apfia saudara perempuan kita”.
c) “dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita”.
1. Matthew Henry menganggap bahwa Arkhipus adalah
pendeta di gereja di rumah Filemon itu.
Kol 4:17 - “Dan sampaikanlah kepada
Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan
kaujalankan sepenuhnya”.
2. ‘teman seperjuangan’.
a. Kata-kata ‘teman seperjuangan’ dalam KJV adalah ‘fellow
soldier’ (=
rekan tentara).
b. Bagi saudara, yang mana yang lebih menyenangkan
/ membanggakan: disebut sebagai ‘rekan’ oleh orang seperti Paulus,
atau disebut sebagai ‘rekan’ oleh seorang konglomerat?
c. Matthew Henry mengatakan bahwa seorang pelayan
Tuhan harus memandang diri sendiri sebagai pekerja dan tentara.
d) “dan kepada jemaat di rumahmu”.
A. T. Robertson: Gereja yang bertemu di rumah Filemon. ... Sebelum abad
ketiga tidak ada bukti tertentu tentang bangunan-bangunan gereja yang khusus
untuk ibadah.
1Kor 16:19 - “Salam kepadamu dari
Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka
menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu”.
Ro 16:5 - “Salam juga kepada jemaat
di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah
buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus”.
Kol 4:15 - “Sampaikan salam kami
kepada saudara-saudara di Laodikia; juga kepada Nimfa dan jemaat yang ada di
rumahnya”.
1. ‘jemaat’ - ‘church’ (= gereja).
2. Kata ‘gereja’ menunjuk kepada orang-orang kristen dalam gereja itu.
4) “Kasih karunia dan damai sejahtera
dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu” (ay 3).
Hendriksen: Ini adalah bentuk salam yang ditemukan
dalam kebanyakan surat-surat Paulus. ... Apa yang kita lihat di sini dalam
surat Roma, dsb, adalah bahwa bentuk salam Yunani telah dikombinasikan dengan
bentuk salam Yahudi. Orang Yunani berkata ‘KHAIRE!’ = ‘Sukacita bagimu!’ Orang
Yahudi berkata ‘SHALOM!’ = ‘Damai!’. Tetapi, bukan hanya bahwa kedua salam ini
telah digabungkan oleh Paulus tetapi pada saat yang sama keduanya telah
diubahkan menjadi suatu salam Kristen yang khusus. Perhatikan, dalam hubungan
ini, bahwa KHAIRE telah diubah menjadi KHARIS = kasih karunia.
a) ‘kasih
karunia’.
Ro 11:5-6 - “(5) Demikian juga pada waktu ini ada
tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. (6) Tetapi jika hal
itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan,
sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih
karunia”.
ISBE: ‘Kasih karunia’ dalam arti ini merupakan
suatu sikap dari Allah yang keluar sepenuhnya dari dalam diriNya sendiri, dan
itu tidak disyaratkan oleh apapun dalam obyek dari kebaikanNya. ... Jadi,
‘kasih karunia’ dalam arti ini merupakan lawan kata dari ‘pekerjaan / perbuatan
baik’ atau ‘hukum Taurat’; ... Tentu saja arti kasih karunia inilah yang
mendominasi Ro 3-6, khususnya dalam thesis 3:24, sementara penggunaan yang sama
ditemukan dalam Gal 2:21; Ef 2:5,8; 2Tim 1:9. Arti ketat yang sama mendasari
Gal 1:6 dan ditemukan dalam formulasi yang kurang tajam dalam Tit 3:5-7. ... Di
luar tulisan Paulus, definisinya tentang kata ini kelihatannya diadopsi /
diambil dalam Yoh 1:17; Kis 15:11; Ibr 13:9, sementara suatu penyimpangan dari
definisi ini yang mengarah pada antinomianisme merupakan subyek dari cercaan
dalam Yudas 4. Dan, tentu saja, dari kata ini dalam arti tekhnis dari Pauluslah
berkembang doktrin Protestan yang panjang lebar tentang kasih karunia.
Ro 3:23-24 - “(23) Karena semua orang telah berbuat
dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (24) dan oleh kasih karunia
telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus”.
Gal 2:21 - “Aku tidak menolak kasih karunia
Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah
kematian Kristus”.
Ef 2:5,8 - “(5) telah menghidupkan kita bersama-sama
dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita - oleh
kasih karunia kamu diselamatkan - ... (8) Sebab karena kasih karunia
kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian
Allah”.
2Tim 1:9 - “Dialah yang menyelamatkan kita dan
memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita,
melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri, yang telah
dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman”.
Gal 1:6 - “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas
berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil
kamu, dan mengikuti suatu injil lain”.
Tit 3:5-7 - “(5) pada waktu itu Dia telah
menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi
karena rahmatNya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang
dikerjakan oleh Roh Kudus, (6) yang sudah dilimpahkanNya kepada kita oleh Yesus
Kristus, Juruselamat kita, (7) supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih
karuniaNya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan
kita”.
Yoh 1:17 - “sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa,
tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus”.
Kis 15:11 - “Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih
karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti
mereka juga.’”.
Ibr 13:9 - “Janganlah kamu disesatkan oleh
berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat
dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak
memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu”.
Yudas 4 - “Sebab ternyata ada orang tertentu yang
telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama
ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang
menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka,
dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus”.
·
Ro 6:14-15 - “(14)
Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di
bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. (15) Jadi bagaimana?
Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat,
tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!”.
·
Gal 5:4 - “Kamu
lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu
hidup di luar kasih karunia”.
Hendriksen: Kasih karunia, seperti digunakan di sini,
adalah kebaikan Allah yang spontan dan tak layak kita terima, kebaikanNya yang
diberikan dengan cuma-cuma, memberikan keselamatan kepada orang-orang berdosa
yang penuh dengan kesalahan yang berpaling kepadaNya untuk perlindungan. ...
Kita berpikir tentang seorang Hakim yang bukan hanya mengampuni hukuman tetapi
juga membatalkan kesalahan dari si pelanggar dan bahkan mengadopsinya sebagai
anaknya sendiri.
b) ‘damai
sejahtera’.
Hendriksen: Kasih karunia membawa damai. Yang
terakhir merupakan suatu keadaan damai dengan Allah, dan suatu kondisi, suatu
keyakinan di dalam batin / hati bahwa sebagai akibatnya semua baik-baik saja.
Ini bukanlah bayangan dari langit yang tidak berawan dalam air yang tenang dari
suatu danau yang indah, tetapi lebih seperti celah dari batu karang dalam mana
Tuhan menyembunyikan anak-anakNya ketika badai sedang mengamuk.
-o0o-