Pemahaman Alkitab

Persekutuan ‘GOLGOTA’

 

Jl. Dinoyo 19b, lantai 3

 

Senin, tgl 12 Februari 2007

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

(7064-1331 / 6050-1331)

 

II Timotius 3:10-4:5

 

2Tim 3:10-4:5 - “(3:10) Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. (3:11) Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. (3:12) Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, (3:13) sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. (3:14) Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. (3:15) Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. (3:16) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (3:17) Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (4:1) Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya: (4:2) Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (4:3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4:4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. (4:5) Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”.

 

KJV: ‘(10) But thou hast fully known my doctrine, manner of life, purpose, faith, longsuffering, charity, patience, (11) Persecutions, afflictions, which came unto me at Antioch, at Iconium, at Lystra; what persecutions I endured: but out of [them] all the Lord delivered me. (12) Yea, and all that will live godly in Christ Jesus shall suffer persecution. (13) But evil men and seducers shall wax worse and worse, deceiving, and being deceived. (14) But continue thou in the things which thou hast learned and hast been assured of, knowing of whom thou hast learned [them]; (15) And that from a child thou hast known the holy scriptures, which are able to make thee wise unto salvation through faith which is in Christ Jesus. (16) All scripture [is] given by inspiration of God, and [is] profitable for doctrine, for reproof, for correction, for instruction in righteousness: (17) That the man of God may be perfect, throughly furnished unto all good works. (1) I charge [thee] therefore before God, and the Lord Jesus Christ, who shall judge the quick and the dead at his appearing and his kingdom; (2) Preach the word; be instant in season, out of season; reprove, rebuke, exhort with all longsuffering and doctrine. (3) For the time will come when they will not endure sound doctrine; but after their own lusts shall they heap to themselves teachers, having itching ears; (4) And they shall turn away [their] ears from the truth, and shall be turned unto fables. (5) But watch thou in all things, endure afflictions, do the work of an evangelist, make full proof of thy ministry’.

II Timotius 3:10-4:5(1)

 

3:10-11 - (10) Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. (11) Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya..

 

Kitab Suci Indonesia salah terjemahan, khususnya pada awal ay 11! Bandingkan dengan terjemahan-terjemahan Kitab Suci bahasa Inggris di bawah ini.

 

KJV: ‘(10) But thou hast fully known my doctrine, manner of life, purpose, faith, longsuffering, charity, patience, (11) Persecutions, afflictions, which came unto me at Antioch, at Iconium, at Lystra; what persecutions I endured: but out of [them] all the Lord delivered me’ [= (10) Tetapi engkau telah mengetahui / mengenal sepenuhnya ajaranku, cara hidup, tujuan, iman, kepanjang-sabaran, kasih, kesabaran, (11) Penganiayaan, penderitaan, yang datang kepadaku di Antiokhia, di Ikonium, di Listra; penganiayaan-penganiayaan apa yang aku tanggung: tetapi dari semua itu Tuhan telah melepaskan aku].

 

NIV: ‘(10) You, however, know all about my teaching, my way of life, my purpose, faith, patience, love, endurance, (11) persecutions, sufferings - what kinds of things happened to me in Antioch, Iconium and Lystra, the persecutions I endured. Yet the Lord rescued me from all of them [= (10) Tetapi engkau mengatahui semua tentang ajaranku, cara hidupku, tujuan, iman, kesabaran, kasih, ketekunan, (11) penganiayaan, penderitaanku - hal-hal apa yang terjadi padaku di Antiokhia, Ikonium, dan Listra, penganiayaan yang aku tanggung. Tetapi Tuhan telah menolong aku dari semua itu].

 

1)   Tetapi”.

Kata ‘tetapi’ di awal 3:10 ini mengkontraskan Timotius dengan orang-orang brengsek (mereka ini orang Kristen, bdk 3:5) yang dibicarakan oleh Paulus dalam 3:1-9.

 

Dalam text kita ini ada lagi 2 x kata ‘tetapi’ yang digunakan secara hampir sama oleh Paulus, yaitu:

 

Ini menunjukkan kontras antara orang benar dengan orang brengsek. Mungkin yang brengsek itu mayoritas, tetapi kita tidak boleh mengikuti arus! Bdk. Ro 12:2a - “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini”.

 

2)   “Tetapi engkau telah mengikuti.

KJV: ‘But thou hast fully known’ (= Tetapi engkau telah mengetahui sepenuhnya).

RSV: ‘Now you have observed’ (= Engkau telah mengamati).

NIV: You, however, know (= Tetapi engkau tahu).

NASB: But you followed (= Tetapi engkau mengikuti).

 

Barnes mengatakan bahwa arti kata Yunaninya adalah ‘memeriksa dari dekat’.

 

Barnes’ Notes: “‘But thou hast fully known my doctrine ...’ Margin, ‘been a diligent follower of.’ The margin is more in accordance with the usual meaning of the Greek word, which means, properly, to accompany side by side; to follow closely; to trace out; to examine (Luke 1:3), and to conform to. The meaning here, however, seems to be, that Timothy had an opportunity to follow out; i. e., to examine closely the manner of life of the apostle Paul” (= ).

 

Hal-hal apa saja yang oleh Timotius telah diperiksa secara dekat?

 

a)   ajaranku.

 

Matthew Henry mengatakan bahwa makin seseorang mengetahui sepenuhnya ajaran Kristus dan rasul-rasul maka makin ia berpegang padanya dan mengasihinya. Yang tahu cuma sedikit-sedikit dan setengah-setengah justru tidak akan berpegang padanya dan mengasihinya, bahkan mungkin akan memusuhinya.

 

Matthew Henry juga mengatakan bahwa pada waktu Paulus mengajar, ia tidak menahan apapun dari para pendengarnya, tetapi memberitakan seluruh maksud Allah kepada mereka. Jadi, kalau ada di antara pendengarnya yang tidak mengetahui ajarannya dengan sepenuhnya, itu adalah salah mereka sendiri.

 

Kis 20:26-27 - “(26) Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. (27) Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu”.

 

Saya berpendapat bahwa ‘memberitakan seluruh maksud Allah’ ini hanya bisa dilakukan melalui khotbah / pengajaran yang bersifat exposisi. Dan dari pihak pendengar, kalau mendengar ajaran exposisi, jangan milih-milih! Seluruh Kitab Suci itu penting dan bisa dibahas secara indah. Karena itu, maulah belajar kitab manapun dari Kitab Suci!

 

b)   cara hidupku.

Cara hidup Paulus sesuai dengan ajarannya, bukan bertentangan dengannya. Matthew Henry mengatakan bahwa Paulus tidak meruntuhkan dengan cara hidupnya, apa yang ia bangun dengan ajarannya. Pelayan-pelayan Tuhan yang paling menghasilkan buah yang menetap adalah mereka yang cara hidupnya sesuai dengan ajarannya.

Ini tidak berarti bahwa seseorang harus suci murni dulu baru bisa melayani Tuhan / memberitakan Firman Tuhan. Kalau demikian maka tidak ada orang Kristen yang bisa melayani / memberitakan Firman Tuhan. Yang penting adalah bahwa seseorang memang betul-betul berusaha untuk melaksanakan apa yang ia sendiri ajarkan.

 

Barnes mengatakan bahwa Timotius sudah begitu lama menemani Paulus sehingga ia mengetahui apa yang Paulus ajarkan, dan bagaimana Paulus hidup, khususnya dalam menghadapi penderitaan / penganiayaan. Tujuannya dalam menyinggung hal ini adalah supaya Timotius sendiri dikuatkan untuk mau menderita penganiayaan.

 

c)   pendirianku. Ini salah terjemahan.

KJV/NIV/NASB: ‘purpose’ (= tujuan).

RSV: ‘my aim in life’ (= tujuanku dalam hidup).

 

Dalam pelayanannya / pemberitaan Firman Tuhannya, Paulus tidak menggunakan cara-cara duniawi (2Kor 10:3-4), dan juga tidak mempunyai tujuan yang bersifat duniawi. Tujuan Paulus dalam hidup dan pelayanan / pemberitaan Firman Tuhan yang ia lakukan adalah kemuliaan Allah dan kebaikan bagi jiwa umat manusia. Bandingkan ini dengan dengan banyak orang yang menjadikan gereja sebagai obyek bisnis (Cho Yesu / Cho gereja)!

 

d)   imanku.

 

Barnes menafsirkan bahwa kata ini mungkin berarti ‘kesetiaan’ (faithfulness). Tetapi ada penafsir-penafsir lain yang tetap mengartikan sebagai ‘iman’.

 

Dari ajaran, kehidupan dan tujuan Paulus, juga bisa terlihat iman dari Paulus. Imannya kepada Kristus, kepada Kitab Suci / Firman Tuhan, tentang hidup yang akan datang, tentang diri dan sifat-sifat Allah, dan sebagainya.

 

Pada umumnya kita memang bisa tahu iman dari si pengkhotbah dari ajarannya. Tetapi kadang-kadang kita tidak bisa mengetahui iman si pengkhotbah dari ajarannya, yaitu kalau pengkhotbah itu adalah adalah seekor bunglon, yang selalu menyesuaikan khotbahnya dengan tempat dimana ia berkhotbah!

 

e)   kesabaranku, kasihku.

Ini sebetulnya tercakup dalam ‘cara hidupku’, yang sudah kita bahas di atas. Di tengah-tengah banyak musuh, Paulus tetap mempunyai kesabaran dan kasih.

 

f)    dan ketekunanku.

Kata Yunani yang digunakan bukan hanya menunjuk pada sikap bertahan dalam kesukaran / penderitaan, tetapi sikap sedemikian rupa dalam penderitaan sehingga bisa memuliakan Allah.

 

g)   Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara.

Terjemahan bagian ini (3:11a) dalam Kitab Suci Indonesia benar-benar rusak / kacau. Kata-kata ‘engkau telah ikut menderita’ sebetulnya tidak ada, dan 3:11 ini seharusnya merupakan kalimat sambungan dari 3:10, yang kalimatnya belum selesai.

KJV: ‘Persecutions, afflictions’ (= Penganiayaan, penderitaan).

RSV: ‘my persecutions, my sufferings’ (= penganiayaanku, penderitaanku).

 

3)   seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra.

 

Matthew Henry mengatakan bahwa Paulus hanya menyebutkan penderitaan / penganiayaan yang ia alami di 3 tempat ini, dimana Timotius ada bersama dengan dia / mengalaminya bersama dia. Memang kalau dilihat dalam Kisah Rasul, peristiwa-peristiwa itu ada dalam Kis 13-14, dan tidak terlihat adanya penyebutan nama Timotius. Yang ada hanya Paulus dan Barnabas. Timotius baru muncul dalam Kis 16:1-2. Tetapi Barnes mengatakan bahwa Timotius adalah orang Derbe atau Listra, sehingga tidak diragukan bahwa ia ada di sana pada saat Paulus dilempari batu dalam Kis 14:19.

 

4)   Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.

 

Kita harus hati-hati membahas bagian yang seperti ini. Orang-orang yang senang mengajar Theologia Sukses / Kemakmuran, mungkin akan sangat menekankan bagian seperti ini. Mungkin mereka akan berkata: Inilah orang Kristen! Memang ada penderitaan / penganiayaan, tetapi Tuhan melepaskannya dari semua itu.

Tidak boleh dilupakan bahwa ini merupakan bagian yang bersifat descriptive / menggambarkan apa yang terjadi pada saat itu, yang tidak bisa dijadikan rumus / norma dalam kehidupan kita. Setiap orang mempunyai pengalaman berbeda. Ada yang dilepaskan oleh Tuhan dari penganiayaan / penderitaan, tetapi ada yang dibiarkan untuk dibunuh, seperti dalam kasus Yohanes Pembaptis (Mat 14:1-12), rasul Yakobus (Kis 12:2), dan bahkan dalam kasus Paulus sendiri dalam kehidupannya selanjutnya.

 

3:12 - Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,.

 

1)   Kata-kata ‘hidup beribadah’ salah terjemahan. Seharusnya adalah ‘hidup saleh’.

KJV: ‘live godly’ (= hidup saleh). RSV/NIV/NASB » KJV.

 

Wycliffe Bible Commentary: “Paul must mean that to live godly involves the agressive kind of witness he gave at Lystra, which roused opposition in addition to winning souls” (= Paulus pasti memaksudkan bahwa hidup saleh mencakup jenis kesaksian yang agresif yang ia berikan di Listra, yang membangkitkan oposisi sebagai tambahan pada jiwa-jiwa yang dimenangkan).

 

Jadi, hidup saleh, bukan hanya mempersoalkan kehidupan sehari-hari, tetapi juga pelayanan dan penginjilan! Sekedar hidup saleh, dalam arti hidup jujur, mengasihi, sabar, dsb, biasanya tidak terlalu membangkitkan oposisi. Tetapi kalau saudara hidup saleh dalam arti saudara memberitakan Injil secara agresif, maka itu pasti akan membangkitkan oposisi!

 

2)   Bagian descriptive yang dijadikan didactic.

Bagian yang bersifat descriptive / menggambarkan tadi adalah tentang penderitaan / penganiayaan yang ia alami, dari mana Allah telah melepaskannya. Sekarang dalam ay 12 ini penderitaan / penganiayaan oleh Paulus dijadikan didactic, tetapi pelepasan dari penderitaan oleh Tuhan tidak! Jadi, dari ay 11-12 ini kita bisa mendapatkan suatu ajaran bahwa orang Kristen yang betul-betul hidup saleh dalam Kristus Yesus pasti mengalami penderitaan / penganiayaan, tetapi belum tentu dilepaskan dari hal-hal itu oleh Tuhan.

 

Calvin: “they who wish to be exempt from persecutions must necessarily renounce Christ” (= mereka yang berharap untuk bebas dari penganiayaan harus melepaskan / meninggalkan Kristus) - hal 244.

 

Barnes’ Notes: “Paul takes occasion from the reference to his own persecutions, to say that his case was not unique. It was the common lot of all who endeavored to serve their Redeemer faithfully; and Timothy himself, therefore, must not hope to escape from it. The apostle had a particular reference, doubtless, to his own times; but he has put his remark into the most general form, as applicable to all periods. It is undoubtedly true at all times, and will ever be, that they who are devoted Christians - who live as the Saviour did - and who carry out his principles always, will experience some form of persecution” (= ).

Barnes’ Notes: “The ‘essence’ of persecution consists in ‘subjecting a person to injury or disadvantage on account of his opinions.’ It is something more than meeting his opinions by argument, which is always right and proper; it is inflicting some injury on him; depriving him of some privilege, or right; subjecting him to some disadvantage, or placing him in less favorable circumstances, on account of his sentiments. This may be either an injury done to his feelings, his family, his reputation, his property, his liberty, his influence; it may be by depriving him of an office which he held, or preventing him from obtaining one to which he is eligible; it may be by subjecting him to fine or imprisonment, to banishment, torture, or death. If, in any manner, or in any way, he is subjected to disadvantage on account of his religious opinions, and deprived of any immunities and rights to which he would be otherwise entitled, this is persecution” (= ).

 

Barnes’ Notes: “It follows from this: (1) that they who make a profession of religion, should come prepared to be persecuted. It should be considered as one of the proper qualifications for membership in the church, to be WILLING to bear persecution, and to RESOLVE not to shrink from any duty in order to avoid it. (2) they who ARE persecuted for their opinions, should consider that this MAY BE one evidence that they have the spirit of Christ, and are his true friends. They should remember that, in this respect, they are treated as the Master was, and are in the goodly company of the prophets, apostles, and martyrs; for they were ALL persecuted. Yet, (3) if we are persecuted, we should carefully inquire, before we avail ourselves of this consolation, whether we are persecuted BECAUSE we ‘live godly in Christ Jesus,’ or for some other reason. A man may embrace some absurd opinion, and call it religion; he may adopt some mode of dress irresistibly ludicrous, from the mere love of singularity, and may call it ‘conscienee;’ or he may be boorish in his manners, and uncivil in his deportment, outraging all the laws of social life, and may call this ‘deadness to the world;’ and for these, and similar things, he may be contemned, ridiculed, and despised. But let him not infer, ‘therefore,’ that he is to be enrolled among the martyrs, and that he is certainly a real Christian. That persecution which will properly furnish any evidence that we are the friends of Christ, must be ONLY that which is ‘for righteousness sake’ (Matt. 5:10), and must be brought upon us in an honest effort to obey the commands of God. (4) let those who have never been persecuted in any way, inquire whether it is not an evidence that they have no religion. If they had been more faithful, and more like their Master, would they have always escaped? And may not their freedom from it prove that they have surrendered the principles of their religion, where they should have stood firm, though the world were arrayed against them? It is easy for a professed Christian to avoid persecution, if he YIELDS every point in which religion is opposed to the world. But let not a man who will do this, suppose that he has any claim to be numbered among the martyrs, or even entitled to the Christian name” (= ).

 

Ada beberapa hal yang dibicarakan oleh Barnes berkenaan dengan bagian ini:

a)   Semua orang yang mau menjadi orang Kristen harus siap menghadapi penderitaan / penganiayaan.

b)   Mereka yang mengalami penganiayaan karena pandangan / kepercayaan mereka harus mempertimbangkan bahwa ini mungkin merupakan bukti bahwa mereka memiliki roh Kristus.

c)   Adalah mungkin bahwa seseorang dianiaya bukan karena kebenaran, tetapi karena pandangannya / hidupnya memang salah.

d)   Orang Kristen yang tidak mengalami penderitaan / penganiayaan, harus menanyakan kepada dirinya sendiri apakah ia sedang ikut Kristus atau tidak! Kalau ia mengkompromikan kepercayaan / hidupnya dan menyesuaikan dengan dunia, maka jelas ia tidak akan mengalami penderitaan / penganiayaan. Tetapi orang seperti ini tidak pantas menyandang nama ‘Kristen’.

 

3:13 - sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan..

 

1)   “sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat”.

 

Orang jahat akan makin jahat, dan sebaliknya, orang baik / saleh akan makin baik / saleh.

 

Matthew Henry: “Observe, As good men, by the grace of God, grow better and better, so bad men, through the subtlety of Satan and the power of their own corruptions, grow worse and worse” (= Perhatikan, Sebagaimana orang baik / saleh, oleh kasih karunia Allah, akan bertambah baik / saleh, demikian juga orang jahat, oleh kelicinan setan dan kekuatan dari kerusakan mereka sendiri, akan bertambah jahat).

 

Sebagai contoh: orang yang datang kepada Kitab Suci dengan percaya bahwa Kitab Suci itu bisa salah, akan mempunyai kecenderungan untuk menganggap Kitab Suci salah dimana-mana. Akhirnya kepercayaannya yang sesat tadi malah diteguhkan. Sebaliknya, orang yang datang kepada Kitab Suci dengan kepercayaan bahwa Kitab Suci tidak ada salahnya, pada waktu berhadapan dengan bagian-bagian yang kelihatannya kontradiksi akan berusaha mengharmoniskannya, dan ini akan menyebabkan imannya yang benar tentang Kitab Suci itu diteguhkan. Jadi, yang benar akan makin benar, dan yang sesat akan makin sesat!

 

2)   “mereka menyesatkan dan disesatkan”.

 

Matthew Henry: “The way of sin is down-hill; for such proceed from bad to worse, deceiving and being deceived. Those who deceive others do but deceive themselves; those who draw others into error run themselves into more and more mistakes” (= Jalan dosa adalah jalan yang menurun; karena yang seperti itu beralih dari buruk menjadi lebih buruk, menipu dan ditipu. Mereka yang menipu orang-orang lain menipu diri mereka sendiri; mereka yang menarik orang-orang lain ke dalam kesalahan, mereka akan membawa diri mereka sendiri ke dalam kesalahan yang makin lama makin banyak).

 

3)   Orang jahat akan lebih ‘berhasil’ dalam pelayanan dari pada orang saleh.

 

Calvin: “One worthless person will always be more effectual in destroying, than ten faithful teachers in building, though they labour with all their might. ... it is not because falsehood, in its own nature, is stronger than truth, or that the tricks of Satan exceed the energy of the Spirit of God; but because men, being naturally inclined to vanity and errors, embrace far more readily what agrees with their natural disposition, and also because, being blinded by a righteous vengeance of God, they are led, as captive slaves, at the will of Satan” (= Satu orang yang tidak berharga akan selalu lebih efektif dalam menghancurkan dari pada sepuluh guru / pengajar yang setia dalam membangun, sekalipun mereka bekerja dengan seluruh kekuatan mereka. ... itu bukan karena kepalsuan secara hakiki lebih kuat dari kebenaran, atau bahwa tipu muslihat setan melebihi tenaga dari Roh Allah; tetapi karena manusia, yang secara alamiah condong pada kesia-siaan dan kesalahan, jauh lebih siap / mudah untuk memeluk apa yang sesuai dengan kecondongan alamiah mereka, dan juga karena dibutakan oleh pembalasan yang benar dari Allah, mereka dipimpin, sebagai budak tawanan, sesuai kehendak setan) - hal 246.

 

Calvin: “Man’s disposition voluntarily so inclines to falsehood that he more quickly derives error from one word than truth from a wordy discourse” (= Manusia dengan sukarela begitu condong kepada kepalsuan sehingga ia lebih cepat mendapatkan kesalahan dari satu kata dari pada kebenaran dari suatu pelajaran yang panjang) - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book II, Chapter II, no 7.

 

Illustrasi: kalau kita menanam padi, kita harus berjerih payah, dan dengan cara seperti itu, bisa-bisa hasilnya tidak banyak. Tetapi kalau kita menanam enceng gondok, maka tanpa jerih payah apapun, hasilnya akan banyak. Tidak heran pada jaman sekarang ada banyak pengkhotbah / pendeta yang memilih untuk menanam enceng gondok!

 

3:14 - Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.

 

KJV: ‘But continue thou in the things which thou hast learned and hast been assured of, knowing of whom thou hast learned them’ (= Tetapi teruslah kamu dalam hal-hal yang telah engkau pelajari dan yakini, mengetahui dari siapa engkau telah mempelajarinya).

 

1)   Tetapi”.

Kata ‘tetapi’ di awal 3:14 ini lagi-lagi mengkontraskan Timotius dengan orang-orang sesat dalam 3:13.

 

2)   “hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini.

Bandingkan dengan:

 

a)   Sekalipun kejahatan / kesesatan ‘menang’, tetapi Paulus menyuruh Timotius untuk bertekun dalam kebenaran. Dalam hidup dan pelayanan, kita tidak boleh memilih hal-hal yang menguntungkan, tetapi kita harus memilih hal-hal yang benar!

 

b)   Ayat ini menunjukkan bahwa kita harus menyeleksi pengertian kita, membuang hal-hal yang tidak sesuai Kitab Suci, dan mempertahankan bagian-bagian yang memang merupakan ajaran dari Kitab Suci.

 

c)   Kita tidak boleh berhenti belajar Firman Tuhan.

Kitab Suci Indonesia menterjemahkan ‘hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini’, tetapi KJV/RSV/NIV/NASB menterjemahkan ‘continue’ (= teruslah). Ini mencakup belajar, mempercayai dan melakukan.

 

Matthew Henry: “Note, It is not enough to learn that which is good, but we must continue in it, and persevere in it unto the end” (= Perhatikan, Tidak cukup untuk mempelajari apa yang baik, tetapi kita harus terus di dalamnya, dan bertekun di dalamnya sampai akhir).

 

Bdk. Amsal 19:27 - “Hai anakku, jangan lagi mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan”.

KJV: “Cease, my son, to hear the instruction that causeth to err from the words of knowledge” (= Berhentilah, anakku, untuk mendengar ajaran yang menyebabkan kita menyimpang dari kata-kata pengetahuan).

NIV: “Stop listening to instruction, my son, and you will stray from the words of knowledge” (= Berhentilah mendengar instruksi, anakku, dan engkau akan tersesat dari kata-kata pengetahuan).

NASB: “Cease listening, my son, to discipline, and you will stray from the words of knowledge” (= Berhentilah mendengar, anakku, pada disiplin, dan engkau akan tersesat dari kata-kata pengetahuan).

 

Memang ada bermacam-macam penafsiran tentang ayat ini, tetapi Barnes mengatakan bahwa terjemahan hurufiah dari ayat ini sebetulnya adalah: ‘Berhentilah, anakku, untuk mendengar ajaran, supaya engkau bisa tersesat dari kata-kata pengetahuan’. Ia menambahkan bahwa nasehat ini diberikan dengan cara / gaya ironis / mengejek. Ini mirip dengan kalau kita berkata kepada anak kita yang sedang malas belajar, ‘Teruslah malas, supaya bisa cepat pintar!’. Jadi, arti yang benar dari ayat ini adalah: ‘Jangan berhenti mendengar ajaran, supaya engkau tidak tersesat dari kata-kata pengetahuan’. Dengan kata lain, kalau seseorang berhenti belajar, maka ia akan tersesat dari kata-kata pengetahuan. Jadi, dari terjemahan-terjemahan di atas, saya memilih terjemahan dari NIV / NASB.

 

3)   dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.

Kalau diterjemahkan seperti ini, maka arti dari 3:14 ini menjadi, teruslah dalam hal-hal yang telah engkau pelajari dan yakini sambil mengingat Paulus. Tetapi terjemahan ini salah.

KJV: ‘But continue thou in the things which thou hast learned and hast been assured of, knowing of whom thou hast learned them’ (= Tetapi teruslah kamu dalam hal-hal yang telah engkau pelajari dan yakini, mengetahui dari siapa engkau telah mempelajarinya).

Jadi, bagian ini merupakan alasan mengapa Timotius harus terus dalam hal-hal yang telah ia pelajari dan yakini. Alasannya adalah, karena ia tahu ia mempelajari hal-hal itu dari Paulus, yang adalah seorang rasul yang benar.

 

Matthew Henry: “Consider of whom thou hast learned them; not of evil men and seducers, but good men, who had themselves experienced the power of the truths they taught thee, and been ready to suffer for them, and thereby would give the fullest evidence of their belief of these truths” (= Pertimbangkanlah dari siapa engkau telah belajar hal-hal itu; bukan dari orang-orang jahat dan penggoda-penggoda, tetapi dari orang-orang saleh, yang dirinya sendiri telah mengalami kuasa dari kebenaran yang mereka ajarkan kepadamu, dan telah rela menderita bagi hal-hal itu, dan dengan itu memberikan bukti yang paling penuh dari kepercayaan mereka terhadap kebenaran-kebenaran ini).

 

-bersambung-


II Timotius 3:10-4:5(1)

 

3:10-11 - “(10) Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. (11) Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara spt yg telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dpnya..

 

KJV: ‘(10) But thou hast fully known my doctrine, manner of life, purpose, faith, longsuffering, charity, patience, (11) Persecutions, afflictions, which came unto me at Antioch, at Iconium, at Lystra; what persecutions I endured: but out of [them] all the Lord delivered me’ [= (10) Tetapi engkau telah mengetahui / mengenal sepenuhnya ajaranku, cara hidup, tujuan, iman, kepanjang-sabaran, kasih, kesabaran, (11) Penganiayaan, penderitaan, yg datang kpdku di Antiokhia, di Ikonium, di Listra; penganiayaan2 apa yg aku tanggung: tetapi dr semua itu Tuhan telah melepaskan aku].

 

NIV: ‘(10) You, however, know all about my teaching, my way of life, my purpose, faith, patience, love, endurance, (11) persecutions, sufferings - what kinds of things happened to me in Antioch, Iconium and Lystra, the persecutions I endured. Yet the Lord rescued me from all of them [= (10) Tetapi engkau mengatahui semua ttg ajaranku, cara hidupku, tujuan, iman, kesabaran, kasih, ketekunan, (11) penganiayaan, penderitaanku - hal2 apa yg terjadi pdku di Antiokhia, Ikonium, dan Listra, penganiayaan yg aku tanggung. Tetapi Tuhan telah menolong aku dr semua itu].

 

1) Tetapi”.

 

2Tim 3:13-14 - “(13) sdgkan org jahat dan penipu akan bertambah jahat, mrk menyesatkan dan disesatkan. (14) Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pd kebenaran yg telah engkau terima dan engkau yakini, dg selalu mengingat org yg telah mengajarkannya kpdmu”.

 

2Tim 4:3-5 - “(3) Krn akan datang waktunya, org tidak dpt lagi menerima ajaran sehat, tetapi mrk akan mengumpulkan guru2 menurut kehendaknya utk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mrk akan memalingkan telinganya dr kebenaran dan membukanya bagi dongeng. (5) Tetapi kuasailah dirimu dlm segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”.

 

Ro 12:2a - “Jgnlah kamu menjadi serupa dg dunia ini”.

 

2) “Tetapi engkau telah mengikuti.

KJV: ‘But thou hast fully known’ (= Tetapi engkau telah mengetahui sepenuhnya).

RSV: ‘Now you have observed’ (= Engkau telah mengamati).

NIV: You, however, know (= Tetapi engkau tahu).

NASB: But you followed (= Tetapi engkau mengikuti).

 

Barnes - ‘memeriksa dr dekat’.

 

Hal-hal apa saja yg oleh Timotius telah diperiksa secara dekat?

 

a)  ajaranku.

 

Kis 20:26-27 - “(26) Sebab itu pd hari ini aku bersaksi kpdmu, bahwa aku bersih, tidak bersalah thdp siapapun yg akan binasa. (27) Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kpdmu”.

 

b) cara hidupku.

 

c)  pendirianku. Ini salah terjemahan.

KJV/NIV/NASB: ‘purpose’ (= tujuan).

RSV: ‘my aim in life’ (= tujuanku dlm hidup).

 

d) imanku.

 

e) kesabaranku, kasihku.

 

f)  dan ketekunanku.

 

g) Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara.

KJV: ‘Persecutions, afflictions’ (= Penganiayaan, penderitaan).

RSV: ‘my persecutions, my sufferings’ (= penganiayaanku, penderitaanku).

 

3) spt yg telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra.

 

4) Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dpnya.

 

3:12 - “Memang setiap org yg mau hidup beribadah di dlm KY akan menderita aniaya.

 

1) ‘hidup beribadah’ ® ‘hidup saleh’.

KJV: ‘live godly’ (= hidup saleh). RSV/NIV/NASB » KJV.

 

Wycliffe: Paulus pasti memaksudkan bahwa hidup saleh mencakup jenis kesaksian yg agresif yg ia berikan di Listra, yg membangkitkan oposisi sbg tambahan pd jiwa2 yg dimenangkan.

 

2) Bagian descriptive yg dijadikan didactic.

 

Calvin: mrk yg berharap utk bebas dr penganiayaan hrs meninggalkan Kristus.

 

3:13 - “sdgkan org jahat dan penipu akan bertambah jahat, mrk menyesatkan dan disesatkan..

 

1) “sdgkan org jahat dan penipu akan bertambah jahat”.

 

Matthew Henry: Perhatikan, Sbgmana org baik / saleh, oleh kkA, akan bertambah baik / saleh, demikian juga org jahat, oleh kelicinan setan dan kekuatan dr kerusakan mrk sendiri, akan bertambah jahat.

 

2) “mrk menyesatkan dan disesatkan”.

 

Matthew Henry: Jln dosa adalah jln yg menurun; krn yg spt itu beralih dr buruk menjadi lebih buruk, menipu dan ditipu. Mrk yg menipu org2 lain menipu diri mrk sendiri; mrk yg menarik org2 lain ke dlm kesalahan, mrk akan membawa diri mrk sendiri ke dlm kesalahan yg makin lama makin banyak.

 

3) Org jahat akan lebih ‘berhasil’ dlm pelayanan dp org saleh.

 

Calvin: 1 org yg tidak berharga akan selalu lebih efektif dlm menghancurkan dp 10 guru / pengajar yg setia dlm membangun, sekalipun mrk bekerja dg seluruh kekuatan mrk. ... itu bukan krn kepalsuan secara hakiki lebih kuat dr kebenaran, atau bahwa tipu muslihat setan melebihi tenaga dr Roh Allah; tetapi krn manusia, yg secara alamiah condong pd kesia2an dan kesalahan, jauh lebih siap / mudah utk memeluk apa yg sesuai dg kecondongan alamiah mrk, dan juga krn dibutakan oleh pembalasan yg benar dr Allah, mrk dipimpin, sbg budak tawanan, sesuai kehendak setan.

 

Calvin: Manusia dg sukarela begitu condong kpd kepalsuan shg ia lebih cepat mendptkan kesalahan dr satu kata dp kebenaran dr suatu pelajaran yg panjang.

 

3:14 - “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pd kebenaran yg telah engkau terima dan engkau yakini, dg selalu mengingat org yg telah mengajarkannya kpdmu.

 

KJV: ‘But continue thou in the things which thou hast learned and hast been assured of, knowing of whom thou hast learned them’ (= Tetapi teruslah kamu dlm hal-hal yg telah engkau pelajari dan yakini, mengetahui dr siapa engkau telah mempelajarinya).

 

1) Tetapi”.

 

2) “hendaklah engkau tetap berpegang pd kebenaran yg telah engkau terima dan engkau yakini.

 

Bandingkan dg:

·        1Tim 4:16 - Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dlm semuanya itu, krn dg berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua org yg mendengar engkau”.

·        2Tim 1:13 - Peganglah segala sst yg telah engkau dengar dpku sbg contoh ajaran yg sehat dan lakukanlah itu dlm iman dan kasih dlm KY”.

 

a)  Sekalipun kejahatan ‘menang’, Timotius hrs bertekun dlm kebenaran.

 

b) Kita hrs menyeleksi pengertian kita.

 

c)  Kita tidak boleh berhenti belajar Firman Tuhan.

 

KS Ind: ‘hendaklah engkau tetap berpegang pd kebenaran yg telah engkau terima dan engkau yakini’.

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘continue’ (= teruslah).

 

Matthew Henry: Perhatikan, Tidak cukup utk mempelajari apa yg baik, tetapi kita hrs terus di dlmnya, dan bertekun di dlmnya sampai akhir.

 

Amsal 19:27 - “Hai anakku, jgn lagi mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang juga dr perkataan2 yg memberi pengetahuan”.

KJV: “Cease, my son, to hear the instruction that causeth to err from the words of knowledge” (= Berhentilah, anakku, utk mendengar ajaran yg menyebabkan kita menyimpang dr kata2 pengetahuan).

NIV: “Stop listening to instruction, my son, and you will stray from the words of knowledge” (= Berhentilah mendengar instruksi, anakku, dan engkau akan tersesat dr kata2 pengetahuan).

NASB: “Cease listening, my son, to discipline, and you will stray from the words of knowledge” (= Berhentilah mendengar, anakku, pd disiplin, dan engkau akan tersesat dr kata2 pengetahuan).

 

‘Berhentilah, anakku, utk mendengar ajaran, supaya engkau bisa tersesat dr kata2 pengetahuan’.

 

‘Jgn berhenti mendengar ajaran, supaya engkau tidak tersesat dr kata2 pengetahuan’.

 

3) dg selalu mengingat org yg telah mengajarkannya kpdmu.

 

KJV: ‘But continue thou in the things which thou hast learned and hast been assured of, knowing of whom thou hast learned them’ (= Tetapi teruslah kamu dlm hal-hal yg telah engkau pelajari dan yakini, mengetahui dr siapa engkau telah mempelajarinya).

 

Matthew Henry: Pertimbangkanlah dr siapa engkau telah belajar hal-hal itu; bukan dr org2 jahat dan penggoda2, tetapi dr org2 saleh, yg dirinya sendiri telah mengalami kuasa dr kebenaran yg mrk ajarkan kpdmu, dan telah rela menderita bagi hal2 itu, dan dg itu memberikan bukti yg paling penuh dr kepercayaan mrk thdp kebenaran2 ini.

 

 

 

-bersambung-

 


Pemahaman Alkitab

Persekutuan ‘GOLGOTA’

 

Jl. Dinoyo 19b, lantai 3

 

Senin, tgl 19 Februari 2007

(pk 19.00)

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

(7064-1331 / 6050-1331)

 

II Timotius 3:10-4:5(2)

 

3:15 - Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus..

 

1)   Kelihatannya Timotius mula-mula mendapatkan pelajaran Kitab Suci dari ibu dan neneknya.

2Tim 1:5 - “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu”.

Kis 16:1 - “Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani”.

 

Tetapi Timotius percaya kepada Kristus bukan karena pemberitaan dari ibu / neneknya, tetapi karena penginjilan yang dilakukan oleh Paulus.

Ini terlihat dari 1Tim 1:2 dimana Paulus menyebutnya sebagai ‘anaknya yang sah (true) dalam iman’. Dalam Kitab Suci kita melihat banyak anak rohani dari Paulus, seperti Filemon, Onesimus, dsb (bdk 1Kor 4:14-15).

1Kor 4:14-15 - “(14) Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. (15) Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu”.

 

Bandingkan dengan diri saudara. Berapa banyak anak rohani saudara? Maukah saudara memberitakan Injil?

 

2)   Merupakan sesuatu yang baik bagi seseorang untuk mengenal Kitab Suci dari sejak kecil.

Amsal 22:6 - Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Barnes’ Notes: “it is proper to teach the Bible to children at as early a period of life as possible” (= merupakan sesuatu yang benar untuk mengajar Alkitab kepada anak-anak pada masa yang sedini mungkin).

 

Bandingkan dengan kecenderungan untuk menjadikan anak sebagai ‘super kid’ pada jaman sekarang!

 

3)   Orang tua harus memberitakan Injil kepada anak-anak mereka / mengarahkan anak-anak mereka kepada Yesus!

Ul 11:19 - “Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”.

Barnes’ Notes: “Rabbi Solomon, on Deut. 11:19, says, ‘When the boy begins to talk, his father ought to converse with him in the sacred language, and to teach him the law; if he does not do that, he seems to bury him.’” [= Rabi Salomo, tentang Ul 11:19, berkata: ‘Pada waktu seorang anak mulai berbicara, ayahnya harus ngobrol dengannya dalam bahasa yang kudus (tentang Kitab Suci), dan mengajarnya hukum Taurat; jika ia tidak melakukan hal itu, ia kelihatannya mengubur anak itu].

Penerapan: apakah saudara memberitakan Injil kepada anak-anak saudara?

 

4)   Pentingnya pengajaran Kitab Suci / Injil kepada anak-anak menunjukkan bahwa:

a)   Gereja harus mementingkan Sekolah Minggu.

b)   Gereja harus menyeleksi guru-guru Sekolah Minggu, untuk mendapatkan guru-guru yang, pertama-tama adalah orang Kristen yang sejati, dan selanjutnya, memang mempunyai karunia mengajar dan mempunyai pengertian yang Alkitabiah / Injili!

Guru-guru Sekolah Minggu yang cuma asal mendongeng bukan hanya tidak ada gunanya, tetapi juga membawa anak-anak itu ke neraka!

 

5)   Kitab Suci bisa memberi hikmat yang menuntun seseorang kepada keselamatan.

 

a)   Kata ‘Kitab Suci’ dalam ayat ini pasti menunjuk pada Perjanjian Lama, karena pada saat Paulus menuliskan hal itu Perjanjian Baru belum ada.

Jadi, dari Perjanjian Lamapun seseorang bisa mendapatkan hikmat yang menuntun pada keselamatan. Bdk. Kis 8:26-40 dimana sida-sida Etiopia itu percaya kepada Yesus, karena Filipus menjelaskan kitab nabi Yesaya kepadanya.

 

Barnes’ Notes: “the plan of salvation may be learned from the Old Testament. It is not as clearly revealed there as it is in the New, but ‘it is there;’ and if a man had only the Old Testament, he might find the way to be saved. The Jew, then, has no excuse if he is not saved” (= rencana keselamatan bisa dipelajari dari Perjanjian Lama. Itu tidak dinyatakan di sana sejelas seperti dalam Perjanjian Baru, tetapi ‘itu ada di sana’; dan jika seseorang hanya mempunyai Perjanjian Lama, ia bisa menemukan jalan untuk diselamatkan. Jadi, orang Yahudi tidak mempunyai alasan / dalih jika ia tidak diselamatkan).

 

b)   Kitab Suci memberi hikmat.

Bdk. Maz 119:98-100 - “(98) PerintahMu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. (99) Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatanMu kurenungkan. (100) Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titahMu”.

 

Tetapi sesuatu yang perlu dicamkan di sini adalah bahwa hikmat dunia sering bertentangan dengan hikmat dari Tuhan / Kitab Suci.

 

Bdk. 1Kor 1:18-31 - “(18) Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (19) Karena ada tertulis: ‘Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.’ (20) Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (21) Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. (22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, (23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, (24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. (25) Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. (26) Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (27) Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, (28) dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (30) Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. (31) Karena itu seperti ada tertulis: ‘Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.’”.

 

c)   Bdk. Amsal 2:1-5 - “(1) Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, (2) sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, (3) ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, (4) jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, (5) maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah”.

 

Karena Kitab Suci bisa memberikan hikmat, maka mencari hikmat dan mencari Firman Tuhan tak perlu terlalu dibedakan. Jadi, text dari Amsal ini menyuruh kita untuk mencari Firman Tuhan seperti mencari harta terpendam! Renungkan: sudahkan saudara mencari Firman Tuhan seperti mencari harta terpendam?

 

d)   Hikmat yang dimaksudkan oleh Paulus di sini bukan sembarang hikmat, tetapi hikmat yang menuntun kepada keselamatan. Ini kegunaan utama dari Kitab Suci, memberikan hikmat yang terbaik, yang menuntun kepada keselamatan!

 

Barnes’ Notes: “to find the way of salvation, is the best kind of wisdom; and none are wise who do not make that the great object of life” (= menemukan jalan keselamatan adalah jenis hikmat yang terbaik; dan tidak ada orang yang bijaksana yang tidak menjadikan hal itu sebagai obyek / tujuan kehidupan yang besar / agung).

 

Calvin: “It is a very high commendation of the Holy Scriptures, that we must not seek anywhere else the wisdom which is sufficient for salvation (= Merupakan suatu pujian / penghargaan yang sangat tinggi terhadap Kitab Suci yang kudus, bahwa kita tidak boleh mencari di tempat lain manapun juga hikmat yang cukup untuk keselamatan) - hal 248.

Catatan: Bandingkan dengan orang-orang yang ‘memberitakan Injil’ menggunakan Kitab Suci agama lain!

 

Kalau saudara belajar Kitab Suci tetapi belum mendapatkan keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus, maka itu semua sia-sia! Ini sama dengan orang-orang Yahudi dalam Yoh 5:39-40!

Bdk. Yoh 5:39-40 - “(39) Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehNya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, (40) namun kamu tidak mau datang kepadaKu untuk memperoleh hidup itu”.

Sudahkah saudara selamat? Kalau malam ini saudara mati, yakinkah saudara bahwa saudara akan masuk surga?

 

e)   Perhatikan kata-kata “keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus”.

Ini menunjukkan bahwa kalau seseorang tidak beriman kepada Yesus Kristus, ia tidak mungkin bisa selamat!

 

Barnes’ Notes: “‘Through faith which is in Christ Jesus;’ ... Paul knew of no salvation, except through the Lord Jesus. He says, therefore, that the study of the Scriptures, valuable as they were, would not save the soul unless there was faith in the Redeemer” (= ‘Melalui iman yang ada dalam Kristus Yesus’; ... Paulus tidak mengenal keselamatan kecuali melalui Tuhan Yesus. Karena itu, ia berkata, bahwa tindakan mempelajari Kitab Suci, sekalipun itu sangat berharga, tidak akan menyelamatkan jiwa, kecuali ada iman kepada sang Penebus).

 

Orang tidak akan selamat oleh seadanya ajaran. Kalau Injil yang benar tidak ada, tidak mungkin ada keselamatan. Apalagi kalau Injilnya sesat, atau digantikan dengan Social Gospel!

 

3:16 - Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 

1)   Segala tulisan yang diilhamkan Allah.

 

a)   Terjemahan bagian ini.

RSV/NASB: All Scripture is inspired by God and profitable for teaching, for reproof, for correction, for training in righteousness’ (= Seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh Allah dan bermanfaat untuk pengajaran, untuk teguran / celaan, untuk perbaikan, untuk mendidik / melatih dalam kebenaran).

TB2-LAI: Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.

 

Sama seperti dalam 3:15 di atas, secara strict, yang dimaksud ‘Kitab Suci’ di sini hanyalah Perjanjian Lama, karena sekalipun Perjanjian Baru juga diilhamkan, tetapi pada saat Paulus menuliskan kata-kata ini, Perjanjian Baru belum ada. Jadi, kata-kata ini menunjukkan bahwa seluruh Perjanjian Lama adalah Firman Tuhan. Bukan Perjanjian Lamanya Gereja Roma Katolik yang mengandung kitab-kitab Deuterokanonika, tetapi Perjanjian Lama kita. Ingat bahwa kitab-kitab Deuterokanonika itu sudah ada pada abad pertama, tetapi orang-orang Yahudi tidak menggunakannya, dan tidak ada penulis Perjanjian Baru yang mengutipnya / menganggapnya sebagai Kitab Suci / dasar ajaran.

 

b)   diilhamkan Allah.

 

1.   ‘Ilham’ (= inspiration) berbeda dengan ‘wahyu’ (= revelation).

 

Wahyu merupakan suatu cara dimana Allah memberikan suatu kebenaran langsung kepada seseorang sehingga ia bisa mengerti kebenaran tersebut. Ini jelas harus dikategorikan sebagai mujijat.

Wahyu hanya digunakan kalau penulis Kitab Suci tidak mungkin bisa mendapatkan kebenaran itu dengan cara lain. Misalnya pada waktu Musa menuliskan peristiwa penciptaan, atau pada waktu rasul Yohanes menuliskan kitab Wahyu. Tetapi pada saat penulis Kitab Suci bisa mendapatkan kebenaran itu dengan cara lain, maka Tuhan tidak menggunakan wahyu.

Bdk. Luk 1:1-4 - “(1) Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, (2) seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. (3) Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, (4) supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar”.

Jelas bahwa Lukas mendapatkan kebenaran itu dengan menyelidiki, bukan melalui pemberian wahyu. Jadi, tidak seluruh Kitab Suci merupakan wahyu Allah.

 

Tetapi ‘ilham’ merupakan sesuatu yang digunakan Allah dalam proses penulisan Kitab Suci. Jadi, pada waktu seorang penulis Kitab Suci, yang sudah mempunyai kebenaran dalam pengertiannya, menuliskan kebenaran itu, ia diilhami oleh Allah / Roh Kudus. Ini menyebabkan penulisan itu tidak mungkin salah.

 

Tidak seluruh Kitab Suci diwahyukan, tetapi seluruh Kitab Suci diilhamkan, seperti yang dikatakan oleh 2Tim 3:16 ini, dan pengilhaman ini menjaga Kitab Suci dari kesalahan!

 

2.   Kalau seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh Allah, maka seluruh Kitab Suci adalah Firman Allah, dan karena itu kita harus mempunyai rasa takut dan hormat padanya.

 

Calvin: “In order to uphold the authority of the Scripture, he declares that it is divinely inspired; for, if it be so, it is beyond all controversy that men ought to receive it with reverence. ... we owe to the Scripture the same reverence which we owe to God; because it has proceeded from him alone, and has nothing belonging to man mixed with it” (= Untuk menegakkan otoritas dari Kitab Suci, ia menyatakan bahwa Kitab Suci diilhamkan secara ilahi; karena, jika memang demikian, tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa manusia harus menerimanya dengan takut dan hormat. ... kita berhutang kepada Kitab Suci rasa takut dan hormat yang sama seperti kita berhutang kepada Allah; karena Kitab Suci keluar hanya dari Dia, dan tidak ada apapun kepunyaan manusia dicampurkan dengannya) - hal 248,249.

 

Bandingkan dengan orang-orang Liberal yang sering memberikan pernyataan yang seolah-olah meninggikan Yesus / Tuhan, tetapi merendahkan Kitab Suci! Pdt. Yohanes Bambang Mulyono (GKI), dalam buku sesatnya yang berjudul ‘Tuhan Ajarlah Aku’ mengatakan pernyataan-pernyataan ini:

·         “Oleh karena itu firman Allah sejati tidak pernah hanya merupakan suatu kumpulan ayat-ayat dalam Kitab Suci. Pendewa-dewaan kumpulan ayat-ayat dalam Kitab Suci sebenarnya sama saja dengan pemberhalaan. Iman kristen menyadari, bahwa firman Allah sejati menjelma menjadi Yesus Kristus yang adalah Anak Allah. Artinya firman Allah sejati tidak pernah menjelma menjadi sebuah ‘buku yang turun dari sorga’ (hal 77).

·         “Atas dasar pemikiran yang demikian, theologia Alkitab tidak pernah mendudukkan Alkitab sejajar dengan Firman Allah sendiri. Alkitab adalah alat yang dipakai oleh Allah untuk menyampaikan firmanNya. Sedangkan firman Allah yang sejati (realitas obyek­tif-ilahi) menjelma menjadi manusia yang kelihatan dan yang menyejarah. Sebab itu sikap penghargaan kita yang tinggi terhadap Alkitab sebagai alat dari firman Allah tidak boleh melebihi penghargaan kita kepada Yesus Kristus. Jadi Alkitab berada di bawah kuasa pribadi Yesus Kristus, tidak boleh sebaliknya!” (hal 214).

·         “Semua usaha pene­litian ilmiah ini tidak menggoyahkan iman mereka, sebab iman mereka tertuju kepada Yesus Kristus bukan kepada Alkitab (hal 215).

 

John Murray memberikan komentar tentang seorang teman seja­watnya yang bernama E. J. Young (yang memang sangat getol dalam mempertahankan otoritas Kitab Suci) sebagai berikut: “He knew nothing of an antithesis between devotion to the Lord and devotion to the Bible. He revered the Bible because he revered the Author” (= Ia tidak mengenal pertentangan antara kesetiaan / pembaktian diri terhadap Tuhan dan kese­tiaan / pembaktian diri terhadap Alkitab. Ia menghormati Alkitab karena ia menghormati Pengarangnya).

 

Penerapan: mendengar khotbah sambil klangopan, guyonan dsb, merupakan suatu penghinaan terhadap Allah!

 

2)   “dan bermanfaat”.

 

a)   Dalam mengajar, pendeta / pengkhotbah tidak boleh mengajarkan hal-hal yang sama sekali tidak berguna, yang hanya memuaskan intelek atau keinginan tahu jemaat. Kalau ia mengajar seperti itu, Kitab Suci tidak akan bermanfaat.

 

Calvin: “We are likewise reminded not to read the Holy Scripture so as to gratify our fancies, or to draw from it useless questions. ... Thus, when I expound the Holy Scripture, I must be guided by this consideration, that those who hear me may receive profit from the doctrine which I teach, that they may be edified for salvation. If I have not that desire, and do not aim at the edification of those who hear me, I am a sacrilegious person, profaning the word of God. On the other hand, they who read the Scripture, or who come to the sermon to listen, if they are in search of some foolish speculation, if they come here to take their amusement, are guilty of having profaned a thing so holy” (= Kita juga diingatkan untuk tidak membaca Kitab Suci untuk memuaskan khayalan kita, atau untuk menarik darinya pertanyaan-pertanyaan yang tidak berguna. ... Karena itu, pada saat saya menguraikan Kitab Suci yang kudus, saya harus dipimpin oleh pertimbangan ini, bahwa mereka yang mendengarkan saya bisa menerima manfaat dari ajaran yang saya ajarkan, supaya mereka dididik untuk keselamatan. Jika saya tidak mempunyai keinginan itu, dan tidak bertujuan pada pendidikan dari mereka yang mendengar saya, maka saya adalah orang yang melanggar kekudusan, mencemarkan firman Allah. Pada sisi yang lain, mereka yang membaca Kitab Suci, atau yang datang untuk mendengar khotbah, jika mereka mencari pemikiran yang bodoh, jika mereka datang ke sini untuk mendapatkan hiburan / kesenangan, maka mereka bersalah karena telah mencemarkan sesuatu yang begitu kudus) - hal 250 (footnote).

 

Dan bagi jemaat, kalau mencari ajaran, jangan mencari ajaran yang menyenangkan, tetapi yang berguna. Yang berguna seringkali justru tidak menyenangkan untuk didengar. Contoh:

·        Pelajaran tentang Saksi Yehuwa jelas termasuk yang berguna, tetapi mungkin tidak terlalu menyenangkan untuk didengar!

·        Pelajaran tentang pengharmonisan antara ayat satu dengan ayat lain yang kelihatannya bertentangan, seringkali tidak menyenangkan, karena bersifat teoretis, tetapi berguna pada saat Firman Tuhan diserang dan dianggap kontradiksi.

 

b)   Perlu juga dicamkan bahwa Kitab Suci baru bisa memberikan manfaat (untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran), kalau ditafsirkan / diajarkan secara benar. Kalau ditafsirkan / diajarkan secara salah, justru ‘bermanfaat’ untuk membinasakan!

 

c)   Sekalipun Firman Tuhan itu bermanfaat, bisa saja saudara tidak memanfaatkannya.

Misalnya saudara belajar memberitakan Injil tetapi tidak pernah betul-betul memberitakan Injil. Atau saudara belajar tentang Saksi Yehuwa, tetapi pada waktu menghadapi Saksi Yehuwa saudara mengusir mereka. Atau pada waktu saudara belajar tentang pelajaran moral, tetapi saudara tidak mau melaksanakannya.

 

3)   “untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.

 

a)   “untuk mengajar”.

Seorang pengajar hanya punya hak untuk mengajar kalau ia mengajar berdasarkan Kitab Suci. Dan saudara hanya boleh mempercayai ajaran dari seseorang kalau ia betul-betul mengajar berdasarkan Kitab Suci. Jangan mengaminkan seadanya ajaran!

 

b)   “untuk menyatakan kesalahan”.

KJV/RSV/NASB: ‘for reproof’ (= untuk teguran).

NIV: rebuking (= memarahi).

Vincent menganggap bahwa kata ini lebih baik diterjemahkan ‘membuktikan kesalahan’.

 

Kata ini berhubungan dekat dengan Yoh 16:8 - “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman”.

KJV: ‘he will reprove the world of sin’ (= Ia akan menegur / memarahi dunia tentang dosa).

 

Jadi, kita melihat bahwa fungsi Roh Kudus dalam Yoh 16:8 sama dengan fungsi Kitab Suci / Firman Tuhan dalam 2Tim 3:16 ini. Ini tidak aneh, karena Roh Kuduslah yang memberikan Kitab Suci kepada kita, dan pada waktu menyatakan kesalahan kita, Roh Kudus menggunakan Kitab Suci / Firman Tuhan.

 

Wycliffe Bible Commentary: “‘Reproof’ is closely related to ‘reprove’ of Jn 16:8. The Scripture is the Spirit’s instrument in conviction” (= ‘Teguran’ berhubungan dekat dengan ‘menegur’ / ‘menginsafkan’ dari Yoh 16:8. Kitab Suci adalah alat Roh untuk membuktikan bersalah).

 

Menyatakan kesalahan bisa dilakukan dalam 2 hal:

 

1.   Menyatakan kesalahan dalam arti kehidupan yang salah / dosa.

Calvin: “the beginning of repentance is the knowledge of our sinfulness, and a conviction of the judgment of God” (= permulaan dari pertobatan adalah pengetahuan tentang keberdosaan kita, dan suatu keyakinan tentang penghakiman Allah) - hal 250.

 

2.   Menyatakan kesalahan dalam arti kepercayaan / pengajaran yang salah / sesat.

Karena itu adalah lucu kalau orang kristen tidak boleh membicarakan / menyerang kesesatan, karena ini justru merupakan salah satu fungsi dari Kitab Suci. Disamping itu, kalau tidak menyatakan kesalahan / kesesatan, bagaimana kita bisa ‘mendidik orang dalam kebenaran’?

 

Fungsi ‘menyatakan kesalahan’ dari Kitab Suci ini secara jelas menunjukkan bahwa mengajar / berkhotbah secara negatif merupakan hal yang diperbolehkan.

 

c)   “untuk memperbaiki kelakuan.

Kata ‘kelakuan’ sebetulnya tidak ada; dan karena itu, ‘perbaikan’ yang dimaksudkan bukan hanya dalam hal kelakuan, tetapi juga dalam hal pengertian / kepercayaan doktrinal.

KJV/RSV/NASB: ‘for correction’ (= untuk perbaikan).

NIV: correcting (= memperbaiki).

 

Vincent memberi arti ‘memulihkan pada keadaan yang benar’.

 

Wycliffe Bible Commentary: “Correction conveys the idea of improvement” (= Perbaikan memberikan gagasan kemajuan).

 

Jadi, mestinya orang yang belajar Kitab Suci dengan benar, akan maju dalam hal:

·         kelakuan, dalam arti hidupnya jadi lebih baik.

·         pengertian / kepercayaan doktrinal. Doktrin-doktrin yang dulu tidak dimengertinya, atau yang dulu dimengertinya secara salah, sekarang dimengertinya secara benar.

 

d)   “dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Bandingkan dengan:

·         Mat 5:6 - “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”.

·         Mat 6:33 - “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.

Catatan: Dalam ketiga ayat di atas, kata ‘kebenaran’ berasal dari kata Yunani yang sama, yaitu DIKAIOSUNE.

 

Orang bisa memberikan / mendapatkan pendidikan:

1.   Sekuler. Ini penting, tetapi hanya berguna untuk hidup ini.

2.   Yang sesat. Ini harus diwaspadai / dihindari.

3.   Dalam kebenaran. Ini harus diusahakan / dicari.

 

3:17 - Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik..

 

3:16 dilanjutkan dengan 3:17 yang menunjukkan bahwa dengan belajar Kitab Suci orang kristen diperlengkapi untuk setiap perbuatan / pekerjaan baik.

 

1)   Jadi, tujuan seseorang belajar Kitab Suci bukan hanya supaya selamat. Setelah selamat, ia harus terus mempelajari Kitab Suci supaya ia diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Ada 2 extrim yang salah berkenaan dengan hal ini:

a)   Seseorang belajar Kitab Suci hanya supaya ia bisa berbuat baik, tetapi ia tidak mempunyai / mempedulikan keselamatan. Ini bodoh dan tak ada gunanya sama sekali! Sebelum kita percaya dan diselamatkan, kita tidak mempunyai Roh Kudus, sehingga kita tidak mungkin bisa berbuat baik.

b)   Seseorang belajar Kitab Suci hanya supaya selamat, dan selanjutnya ia tidak mau berbuat baik. Keselamatan orang seperti ini perlu diragukan, karena Yakobus mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2:17,26).

 

2)   Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan bahwa kalau orang Kristen tidak mengerti Kitab Suci dengan baik, ia tidak / belum diperlengkapi untuk perbuatan baik itu. Bandingkan dengan kata-kata banyak orang Kristen yang berkata: ‘Tak perlu banyak belajar Firman Tuhan, yang perlu mentaatinya’. Ini lucu dan bodoh. Bagaimana bisa mentaati kalau tidak mengerti, apalagi kalau salah mengerti?

 

3)   Dari sini terlihat bahwa Tuhan ingin setiap saudara menjadi orang yang berguna, dan melakukan perbuatan baik yang Ia persiapkan sebelumnya.

Bdk. Ef 2:10 - “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”.

 

 

 

-bersambung-

 


II Timotius 3:10-4:5(2)

 

3:15 - “Ingatlah juga bahwa dr kecil engkau sudah mengenal KS yg dpt memberi hikmat kpdmu dan menuntun engkau kpd keselamatan oleh iman kpd KY.”.

 

1) Kelihatannya Timotius mula2 mendptkan pelajaran KS dr ibu dan neneknya.

 

2Tim 1:5 - “Sebab aku teringat akan imanmu yg tulus ikhlas, yaitu iman yg pertama2 hidup di dlm nenekmu Lois dan di dlm ibumu Eunike dan yg aku yakin hidup juga di dlm dirimu”.

 

Kis 16:1 - “Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorg murid bernama Timotius; ibunya adalah seorg Yahudi dan telah menjadi percaya, sdgkan ayahnya seorg Yunani”.

 

1Tim 1:2 - Paulus menyebut Timotius sbg ‘anaknya yg sah (true) dlm iman’.

 

1Kor 4:14-15 - “(14) Hal ini kutuliskan bukan utk memalukan kamu, tetapi utk menegor kamu sbg anak2ku yg kukasihi. (15) Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu2 pendidik dlm Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Krn akulah yg dlm KY telah menjadi bapamu oleh Injil yg kuberitakan kpdmu”.

 

2) Mrpk sst yg baik bagi sso utk mengenal KS dr sejak kecil.

 

Amsal 22:6 - Didiklah org muda menurut jalan yg patut baginya, maka pd masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dp jalan itu.

 

Barnes’ Notes: mrpk sst yg benar utk mengajar Alkitab kpd anak2 pd masa yg sedini mungkin.

 

3) Org tua harus memberitakan Injil kpd anak2 mrk / mengarahkan anak2 mrk kpd Yesus!

 

Ul 11:19 - “Kamu harus mengajarkannya kpd anak2mu dg membicarakannya, apabila engkau duduk di rmhmu dan apabila engkau sdg dlm perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”.

 

Barnes’ Notes: Rabi Salomo, ttg Ul 11:19, berkata: ‘Pd waktu seorg anak mulai berbicara, ayahnya hrs ngobrol dgnya dlm bahasa yg kudus (ttg KS), dan mengajarnya hk Taurat; jika ia tidak melakukan hal itu, ia kelihatannya mengubur anak itu.

 

4) Pentingnya pengajaran KS / Injil kpd anak2 menunjukkan bahwa:

a)  Gereja harus mementingkan SM.

b) Gereja harus menyeleksi guru2 SM.

 

5) KS bisa memberi hikmat yg menuntun sso kpd keselamatan.

 

a)  ‘KS’ ® PL.

 

Barnes’ Notes: rencana keselamatan bisa dipelajari dr PL. Itu tidak dinyatakan di sana sejelas spt dlm PB, tetapi ‘itu ada di sana’; dan jika sso hanya mempunyai PL, ia bisa menemukan jalan utk diselamatkan. Jadi, org Yahudi tidak mempunyai alasan / dalih jika ia tidak diselamatkan.

 

b) KS memberi hikmat.

 

Maz 119:98-100 - “(98) PerintahMu membuat aku lebih bijaksana dp musuh2ku, sebab selama2nya itu ada pdku. (99) Aku lebih berakal budi dp semua pengajarku, sebab peringatan2Mu kurenungkan. (100) Aku lebih mengerti dp org2 tua, sebab aku memegang titah2Mu”.

 

hikmat dunia >< hikmat dr Tuhan / KS.

 

1Kor 1:18-31 - “(18) Sebab pemberitaan ttg salib memang adalah kebodohan bagi mrk yg akan binasa, tetapi bagi kita yg diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (19) Krn ada tertulis: ‘Aku akan membinasakan hikmat org2 berhikmat dan kearifan org2 bijak akan Kulenyapkan.’ (20) Di manakah org yg berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dr dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (21) Oleh krn dunia, dlm hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mrk yg percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. (22) Org2 Yahudi menghendaki tanda dan org2 Yunani mencari hikmat, (23) tetapi kami memberitakan Kristus yg disalibkan: utk org2 Yahudi suatu batu sandungan dan utk org2 bukan Yahudi suatu kebodohan, (24) tetapi utk mrk yg dipanggil, baik org Yahudi, maupun org bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. (25) Sebab yg bodoh dr Allah lebih besar hikmatnya dp manusia dan yg lemah dr Allah lebih kuat dp manusia. (26) Ingat saja, sdr2, bgm keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak org yg bijak, tidak banyak org yg berpengaruh, tidak banyak org yg terpandang. (27) Tetapi apa yg bodoh bagi dunia, dipilih Allah utk memalukan org2 yg berhikmat, dan apa yg lemah bagi dunia, dipilih Allah utk memalukan apa yg kuat, (28) dan apa yg tidak terpandang dan yg hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yg tidak berarti, dipilih Allah utk meniadakan apa yg berarti, (29) supaya jgn ada seorg manusiapun yg memegahkan diri di hadapan Allah. (30) Tetapi oleh Dia kamu berada dlm KY, yg oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. (31) Krn itu spt ada tertulis: ‘Barangsiapa yg bermegah, hendaklah ia bermegah di dlm Tuhan.’”.

 

c)  Amsal 2:1-5 - “(1) Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dlm hatimu, (2) shg telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kpd kepandaian, (3) ya, jikalau engkau berseru kpd pengertian, dan menujukan suaramu kpd kepandaian, (4) jikalau engkau mencarinya spt mencari perak, dan mengejarnya spt mengejar harta terpendam, (5) maka engkau akan memperoleh pengertian ttg takut akan TUHAN dan mendpt pengenalan akan Allah”.

 

d) Hikmat yg menuntun kpd keselamatan.

 

Barnes’ Notes: menemukan jalan keselamatan adalah jenis hikmat yg terbaik; dan tidak ada org yg bijaksana yg tidak menjadikan hal itu sbg obyek / tujuan kehidupan yg besar / agung.

 

Calvin: Mrpk suatu pujian / penghargaan yg sgt tinggi thdp KS yg kudus, bahwa kita tak boleh mencari di tempat lain manapun jg hikmat yg cukup utk keselamatan.

 

Yoh 5:39-40 - “(39) Kamu menyelidiki Kitab2 Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehNya kamu mempunyai hidup yg kekal, tetapi walaupun Kitab2 Suci itu memberi kesaksian ttg Aku, (40) namun kamu tidak mau datang kpdKu utk memperoleh hidup itu”.

 

e) Perhatikan kata2 “keselamatan oleh iman kpd KY”.

 

Barnes’ Notes: ‘Melalui iman yg ada dlm KY’; ... Paulus tidak mengenal keselamatan kecuali melalui TY. Krn itu, ia berkata, bahwa tindakan mempelajari KS, sekalipun itu sgt berharga, tidak akan menyelamatkan jiwa, kecuali ada iman kpd sang Penebus.

 

3:16 - “Segala tulisan yg diilhamkan Allah memang bermanfaat utk mengajar, utk menyatakan kesalahan, utk memperbaiki kelakuan dan utk mendidik org dlm kebenaran”.

 

1) “Segala tulisan yg diilhamkan Allah”.

 

a)  Terjemahan bagian ini.

 

RSV/NASB: All Scripture is inspired by God and profitable for teaching, for reproof, for correction, for training in righteousness’ (= Seluruh KS diilhamkan oleh Allah dan bermanfaat utk pengajaran, utk teguran / celaan, utk perbaikan, utk mendidik / melatih dlm kebenaran).

 

TB2-LAI: Seluruh KS diilhamkan Allah dan bermanfaat utk mengajar, utk menyatakan kesalahan, utk memperbaiki kelakuan dan utk mendidik org dlm kebenaran”.

 

b) “diilhamkan Allah”.

 

1.  ‘Ilham’ (= inspiration) berbeda dg ‘wahyu’ (= revelation).

 

Luk 1:1-4 - “(1) Teofilus yg mulia, Banyak org telah berusaha menyusun suatu berita ttg peristiwa2 yg telah terjadi di antara kita, (2) spt yg disampaikan kpd kita oleh mrk, yg dr semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. (3) Krn itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dg seksama dr asal mulanya, aku mengambil keputusan utk membukukannya dg teratur bagimu, (4) supaya engkau dpt mengetahui, bahwa segala sst yg diajarkan kpdmu sgh benar”.

 

2.  Seluruh KS adalah FA, dan krn itu hrs ada rasa takut dan hormat pdnya.

 

Calvin: Utk menegakkan otoritas dr KS, ia menyatakan bahwa KS diilhamkan secara ilahi; krn, jika memang demikian, tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa manusia hrs menerimanya dg takut dan hormat. ... kita berhutang kpd KS rasa takut dan hormat yg sama spt kita berhutang kpd Allah; krn KS keluar hanya dr Dia, dan tidak ada apapun kepunyaan manusia dicampurkan dgnya.

 

·        “Oleh krn itu fA sejati tidak pernah hanya mrpk suatu kumpulan ayat2 dlm KS. Pendewa2an kumpulan ayat2 dlm KS sebenarnya sama saja dg pemberhalaan. Iman kristen menyadari, bahwa fA sejati menjelma menjadi YK yg adalah AA. Artinya fA sejati tidak pernah menjelma menjadi sebuah ‘buku yg turun dr sorga’ (hal 77).

·        “Atas dasar pemikiran yg demikian, theologia Alkitab tidak pernah mendudukkan Alkitab sejajar dg FA sendiri. Alkitab adalah alat yg dipakai oleh Allah utk menyampaikan firmanNya. Sdgkan fA yg sejati (realitas obyek­tif-ilahi) menjelma menjadi manusia yg kelihatan dan yg menyejarah. Sebab itu sikap penghargaan kita yg tinggi thdp Alkitab sbg alat dr fA tidak boleh melebihi penghargaan kita kpd YK. Jadi Alkitab berada di bawah kuasa pribadi YK, tidak boleh sebaliknya!” (hal 214).

·        “Semua usaha pene­litian ilmiah ini tidak menggoyahkan iman mrk, sebab iman mrk tertuju kpd YK bukan kpd Alkitab (hal 215).

 

John Murray: Ia tidak mengenal perttgan antara kesetiaan / pembaktian diri thdp Tuhan dan kese­tiaan / pembaktian diri thdp Alkitab. Ia menghormati Alkitab krn ia menghormati Pengarangnya.

 

2) “dan bermanfaat”.

 

a)  Dlm mengajar, pdt / pkh tidak boleh mengajarkan hal2 yg sama sekali tidak berguna, yg hanya memuaskan intelek atau keinginan tahu jemaat.

 

Calvin: Kita juga diingatkan utk tidak membaca KS utk memuaskan khayalan kita, atau utk menarik drnya pertanyaan2 yg tidak berguna. ... Krn itu, pd saat saya menguraikan KS yg kudus, saya harus dipimpin oleh pertimbangan ini, bahwa mrk yg mendengarkan saya bisa menerima manfaat dr ajaran yg saya ajarkan, supaya mrk dididik utk keselamatan. Jika saya tidak mempunyai keinginan itu, dan tidak bertujuan pd pendidikan dr mrk yg mendengar saya, maka saya adalah org yg melanggar kekudusan, mencemarkan fA. Pd sisi yg lain, mrk yg membaca KS, atau yg dtg utk mendengar khotbah, jika mrk mencari pemikiran yg bodoh, jika mrk datang ke sini utk mendptkan hiburan / kesenangan, maka mrk bersalah krn telah mencemarkan sst yg begitu kudus.

 

b) KS bisa beri manfaat kalau ditafsirkan / diajarkan secara benar.

 

c)  Sekalipun FT itu bermanfaat, bisa saja sdr tidak memanfaatkannya.

 

3) “utk mengajar, utk menyatakan kesalahan, utk memperbaiki kelakuan dan utk mendidik org dlm kebenaran”.

 

a)  “utk mengajar”.

 

b) “utk menyatakan kesalahan”.

KJV/RSV/NASB: ‘for reproof’ (= utk teguran).

NIV: rebuking (= memarahi).

Vincent: ‘membuktikan kesalahan’.

 

Yoh 16:8 - “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman”.

KJV: ‘he will reprove the world of sin’ (= Ia akan menegur / memarahi dunia ttg dosa).

 

Wycliffe: ‘Teguran’ berhubungan dekat dg ‘menegur’ / ‘menginsafkan’ dr Yoh 16:8. KS adalah alat Roh utk membuktikan bersalah.

 

Menyatakan kesalahan bisa dilakukan dlm 2 hal:

 

1.  Menyatakan kesalahan dlm arti kehidupan yg salah / dosa.

 

Calvin: permulaan dr pertobatan adalah pengetahuan ttg keberdosaan kita, dan suatu keyakinan ttg penghakiman Allah.

 

2.  Menyatakan kesalahan dlm arti kepercayaan / pengajaran yg salah / sesat.

 

c)  “utk memperbaiki kelakuan.

KJV/RSV/NASB: ‘for correction’ (= utk perbaikan).

NIV: correcting (= memperbaiki).

Vincent: ‘memulihkan pd keadaan yg benar’.

Wycliffe: Perbaikan memberikan gagasan kemajuan.

 

d) “dan utk mendidik org dlm kebenaran.

Mat 5:6 - “Berbahagialah org yg lapar dan haus akan kebenaran, krn mrk akan dipuaskan”.

Mat 6:33 - “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kpdmu”.

 

3:17 - “Dg demikian tiap2 manusia kepunyaan Allah diperlengkapi utk setiap perbuatan baik.”.

 

1) Tujuan sso belajar KS bukan hanya supaya selamat. Setelah selamat, ia hrs terus mempelajari KS supaya ia diperlengkapi utk setiap perbuatan baik.

a)  Sso belajar KS hanya supaya ia bisa berbuat baik, tetapi ia tidak mempunyai / mempedulikan keselamatan.

b) Sso belajar KS hanya supaya selamat, dan selanjutnya ia tidak mau berbuat baik.

 

2) Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan bahwa kalau org Kristen tidak mengerti KS dg baik, ia tidak / belum diperlengkapi utk perbuatan baik itu.

 

3) Dr sini terlihat bahwa Tuhan ingin setiap sdr menjadi org yg berguna, dan melakukan perbuatan baik yg Ia persiapkan sebelumnya.

 

Ef 2:10 - “Krn kita ini buatan Allah, diciptakan dlm KY utk melakukan pekerjaan baik, yg dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dlmnya”.

 


Pemahaman Alkitab

Persekutuan ‘GOLGOTA’

 

Jl. Dinoyo 19b, lantai 3

 

Senin, tgl 26 Februari & 5 Maret 2007

(pk 19.00)

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

(7064-1331 / 6050-1331)

 

II Timotius 3:10-4:5(3)

 

4:1 - Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya:.

 

1)   Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

 

Untuk mendorong Timotius pada kesetiaan, Paulus menekankan:

1.   Mata Allah dan Yesus Kristus di arahkan kepadanya (mengawasinya).

2.   Pada penghakiman akhir jaman, semua orang, baik pendeta maupun jemaat biasa, harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya / pelayanannya kepada Tuhan.

 

Dalam hal apa Timotius harus setia? Ini baru dinyatakan oleh Paulus dalam 2Tim 4:2.

 

2)   “aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu.

Bahwa pesan ini diberikan dengan semacam sumpah menunjukkan bahwa pesan ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Apa yang dipesankan baru dinyatakan dalam 2Tim 4:2-dst.

 

3)   demi penyataanNya dan demi KerajaanNya:.

 

Kata-kata ‘demi penyataanNya’ seharusnya diterjemahkan seperti dalam RSV/NASB: ‘by His appearing’ (= oleh / demi pemunculanNya).

Kata Yunani EPIPHANEIA yang digunakan di sini dalam Kitab Suci selalu menunjuk pada kedatangan Yesus, atau yang pertama, atau yang kedua.

 

Wycliffe Bible Commentary: “‘Appearing’ means ‘manifestation’ and is used of both the first coming (2 Tim 1:10) and the second (4:1,8; Tit 2:13)” [= ‘Pemunculan’ berarti ‘manifestasi’ dan digunakan baik untuk kedatangan pertama (2Tim 1:10) maupun yang kedua (4:1,8; Tit 2:13)].

 

Di sini kelihatannya kata itu menunjuk pada kedatangan Yesus yang kedua-kalinya.

William Hendriksen mengatakan (hal 308) bahwa Paulus menekankan kepastian kedatangan Yesus yang kedua-kalinya, dan bahwa hal itu sedang mendekat, tetapi ia tidak memberikan saat yang pasti, karena memang tidak seorangpun bisa tahu secara pasti kapan Yesus akan datang kedua-kalinya.

 

Kata-kata ini menunjukkan secara implicit bahwa kalau Timotius mentaati pesan Paulus ini maka ia akan ikut menikmati kemuliaan dari kedatangan Yesus yang kedua-kalinya dan kerajaanNya. Tetapi kalau ia tidak mentaati pesan itu, ia akan gagal menikmati hal itu.

 

4:2 - Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran..

 

1)   Beritakanlah firman.

 

a)   Ada persamaan dan perbedaan antara 2Tim 3 dan 2Tim 4.

 

1.   Persamaannya, adalah bahwa kedua text ini sama-sama dilatar-belakangi oleh kesesatan / kebobrokan orang Kristen / gereja (2Tim 3:1-9  2Tim 4:3-4).

 

2.   Perbedaannya, adalah bahwa dalam 2Tim 3, Timotius didorong untuk berpegang pada ajaran sehat / benar yang telah ia terima (2Tim 3:14), sedangkan dalam 2Tim 4, Timotius didorong untuk memberitakan Firman Tuhan (2Tim 4:2,5).

Memang dalam menghadapi keadaan yang buruk dalam gereja, kedua hal ini sama-sama perlu untuk dilakukan.

 

b)   Pendeta harus memberitakan Firman Tuhan.

Calvin mengatakan bahwa perintah untuk memberitakan Firman Tuhan ini diberikan dengan sumpah, dan sumpah itu dilakukan demi Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi pada akhir jaman (2Tim 4:1). Ini menunjukkan betapa seriusnya pelayanan pemberitaan Firman Tuhan di dalam pemikiran Paulus.

 

Calvin: “he will not suffer to remain unpunished the negligence of pastors, through whom souls, which he hath redeemed at so costly a price, perish or are exposed as a prey (= ia tidak akan membiarkan tanpa hukuman kelalaian dari pendeta-pendeta, melalui siapa jiwa-jiwa, yang telah ia tebus dengan harga yang begitu mahal, binasa atau terbuka sebagai mangsa) - hal 252.

 

Kalau tidak dipersiapkan menghadapi ajaran sesat, maka jemaat akan terbuka sebagai mangsa. Karena itu ada seminar yang membahas ajaran-ajaran sesat, seperti Saksi Yehuwa, Unitarianisme, dan sebagainya.

 

1.   Ia harus memberitakan Firman Tuhan, bukan khayalannya, atau konsep-konsepnya, atau filsafat, atau dongeng, atau kesaksian, atau lelucon.

Bandingkan dengan:

·         2Kor 2:17 - “Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapanNya”.

·         1Tes 2:4 - “Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita”.

 

Pulpit Commentary: “Preach it with authority. That is, with the authority of truth, not your own ‘ex-cathedra’ authority” (= Khotbahkanlah / beritakanlah itu dengan otoritas. Yaitu, dengan otoritas kebenaran, bukan otoritas ‘ex-cathedra’-mu sendiri) - hal 69.

 

Catatan: ‘ex-cathedra’ adalah istilah bahasa Latin dalam Gereja Roma Katolik. Artinya adalah ‘from the chair’ (= dari kursi). Ini menunjuk pada kata-kata Paus, yang kalau diucapkan ‘dari kursi’nya, dianggap sebagai ‘infallible’ (= tidak mungkin salah). Jadi, tak peduli apa yang ia katakan itu tidak mempunyai dasar Kitab Suci, atau bahkan bertentangan dengan Kitab Suci, tetap kata-kata itu dianggap tidak bisa salah. Ini jelas merupakan otoritas yang tidak Alkitabiah, dan karena itu tidak ada pendeta / pengkhotbah boleh mempunyai otoritas seperti ini. Otoritas kita hanyalah Kitab Suci, dan tanpa Kitab Suci tidak ada otoritas dalam pemberitaan kita.

 

2.   Dalam mengajarkan / memberitakan Firman Tuhan, pendeta harus mengajarkan seluruh Firman Tuhan / Kitab Suci.

Kis 20:27 - “Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu”.

 

Ironside: “There are many ministers of Christ who have never learned that it is their business to preach the entire Word, and they are always trying to think up topics that may thrill, and charm, and entertain the people. But the servant of the Lord is not called to do these things” (= Ada banyak pelayan / pendeta dari Kristus yang tidak pernah belajar bahwa merupakan urusan mereka untuk memberitakan seluruh Firman, dan mereka selalu mencoba untuk memikirkan / menemukan topik-topik yang bisa menggairahkan / menggetarkan hati, dan menarik / menyenangkan, dan menghibur orang-orang. Tetapi pelayan Tuhan tidak dipanggil untuk melakukan hal-hal ini) - hal 233.

Bandingkan dengan:

·         Gal 1:10 - “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

·         1Tes 2:4 - “Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita”.

 

Mengajarkan Firman Tuhan melalui khotbah / pengajaran dari mimbar bisa dilakukan dengan:

 

a.   Khotbah / pengajaran doktrinal.

Kalau ini diabaikan, jemaat / domba tidak dilindungi dari serigala / penyesat, karena boleh dikatakan semua kesesatan adalah dalam persoalan doktrin! Padahal penatua, pendeta, penginjil bertugas untuk menjaga domba-domba dari serigala-serigala / penyesat-penyesat.

Kis 20:28-31 - “(28) Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperolehNya dengan darah AnakNya sendiri. (29) Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. (30) Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. (31) Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata”.

 

b.   Khotbah / pengajaran tentang moral / etika.

Kalau hanya doktrin, tanpa moral / etika, maka kehidupan jemaat tak bisa dikuduskan! Sekalipun doktrin itu penting, tetapi kalau jemaat diberi doktrin tok, itu tidak sehat. Sama seperti dalam dunia jasmani, daging itu penting, tetapi kalau seseorang diberi makan daging tok, itu tidak sehat.

 

c.   Khotbah / pengajaran yang bersifat exposisi.

Ini kontras dengan khotbah yang bersifat topik. Pengajaran doktrinal maupun moral / etika biasanya dilakukan melalui khotbah / pengajaran yang bersifat topik. Tetapi khotbah / pengajaran yang bersifat exposisi, membahas text Kitab Suci ayat per ayat, atau bahkan kadang-kadang kata per kata, dan karena itu tidak hanya membahas satu topik tertentu, tetapi bisa membahas banyak topik, baik doktrinal maupun moral / etika, tergantung dari text yang dibahas.

 

Saya berpendapat bahwa satu-satunya cara untuk betul-betul mengajarkan seluruh Kitab Suci adalah melalui khotbah / pengajaran exposisi.

 

3.   Pendeta tidak bisa terus memberitakan Firman Tuhan kalau ia sendiri tidak banyak belajar Firman Tuhan! Karena itu Timotius disuruh oleh Paulus untuk bertekun dalam membaca Kitab Suci.

1Tim 4:13 - “Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar”.

 

Ada banyak pengkhotbah yang kalau khotbah selalu kekurangan bahan. Ini menyebabkan mereka melakukan hal-hal ini untuk ‘memperpanjang khotbah’:

·         berbicara dengan kecepatan yang sangat lambat.

·         memberikan banyak lelucon / cerita / kesaksian.

Mengapa pengkhotbah bisa kekurangan bahan? Karena tidak belajar / kurang belajar! Yang banyak belajar akan selalu kelebihan bahan! Jadi, pengkhotbah harus banyak belajar Firman Tuhan! Tetapi pengkhotbah / pendeta tidak bisa banyak belajar Firman Tuhan kalau:

 

a.   Jemaat tidak mau melayani sehingga pendeta harus melakukan segala sesuatu.

Ini membuat pendeta tidak bisa belajar, dan akhirnya khotbahnya tak ada isinya.

Bdk. Kis 6:1-7 - “(1) Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. (2) Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: ‘Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. (3) Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, (4) dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.’ (5) Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. (6) Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. (7) Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya”.

Renungkan: baguskah kalau pendeta ngepel lantai gereja atau menyapu halaman gereja?

 

b.   Jemaat terus / sering mengganggu pendeta tanpa ada keperluan yang berarti (kalau urgent, itu lain). Menelpon atau mendatangi rumahnya pada saat dimana ia seharusnya belajar, akan mengacaukan kewajibannya untuk belajar Firman Tuhan!

 

Sharing: problem saya sekarang dalam belajar Firman Tuhan / pelayanan.

 

c)   Jemaat harus senang belajar Firman Tuhan.

 

1.   Dari pihak jemaat harus ada tanggapan yang sesuai dengan tugas pendeta untuk mengajarkan seluruh Firman Tuhan ini, yaitu bahwa jemaat harus rajin / tekun / senang belajar Firman Tuhan. Kalau jemaatnya seperti yang dinubuatkan oleh Paulus dalam 2Tim 4:3-4, bagaimana hamba Tuhannya bisa memberitakan Firman Tuhan? Nubuat itu memang pasti tergenapi, tetapi usahakanlah supaya itu tidak tergenapi dalam diri saudara!

 

2.   Bagaimana dengan orang-orang kristen yang maunya mendapat Firman Tuhan langsung dari Roh Kudus?

Calvin mengatakan bahwa ini menentang pandangan orang-orang yang fanatik secara ngawur yang menganggap bahwa tidak perlu ada orang yang mengajar mereka. Mereka minta diajar Roh Kudus secara langsung, dsb. Kita memang harus melakukan pembacaan Kitab Suci sendiri, tetapi kita juga harus mau mendengar ajaran dari pengajar / pendeta.

 

Calvin: “Let us remember, ... that the reading of Scripture is recommended to us in such a manner as not to hinder, in the smallest degree, the ministry of pastors; and, therefore, let believers endeavour to profit both in reading and in hearing; for not in vain hath God ordained both of them” (= Ingatlah ... bahwa pembacaan Kitab Suci dianjurkan kepada kita dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak menghalangi, dalam tingkat yang terkecil, pelayanan dari pendeta-pendeta; dan karena itu, hendaklah orang-orang percaya berusaha untuk mendapat manfaat, baik dari membaca maupun dari mendengar; karena tidak dengan sia-sia Allah menentukan kedua hal itu) - hal 252.

 

Ef 4:11-15 - “(11) Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (14) sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, (15) tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala”.

 

3.   Bagaimana dengan jemaat / orang Kristen yang tidak mau belajar Firman Tuhan?

Calvin (tentang Mat 4:4): “Those who voluntarily throw away that armour, and do not laboriously exercise themselves in the school of God, deserve to be strangled, at every instant, by Satan, into whose hands they give themselves up unarmed” (= Mereka yang secara sukarela membuang senjata itu, dan tidak melatih diri mereka sendiri dengan susah payah dalam sekolah Allah, layak dijerat, pada setiap saat, oleh Iblis, kedalam tangan siapa mereka menyerahkan diri mereka sendiri tanpa senjata) - hal 214.

 

2)   siap sedialah baik atau tidak baik waktunya.

 

a)   Ada peringatan terhadap perintah ini.

John Stott: “This injunction is not to be taken as an excuse for the insensitive brashness which has sometimes characterized our evangelism and brought it into disrepute. We have no liberty to barge unceremoniously into other people’s privacy or tread clumsily on their corns. ... It seems, then, that what we are given here is not a biblical warrant for rudeness, but a biblical appeal against laziness” (= Perintah ini tidak boleh digunakan untuk kelancangan / kekurang-ajaran yang tidak sensitif yang kadang-kadang menjadi ciri penginjilan kita dan membawa penginjilan itu ke dalam reputasi yang buruk. Kita tidak boleh menyerobot dengan kasar / tanpa kesopanan ke dalam kebebasan pribadi orang lain atau menginjak-injak jagung mereka tanpa perasaan. Jadi, kelihatannya, apa yang diberikan kepada kita di sini bukanlah suatu perintah Alkitabiah untuk kekasaran / ketidak-sopanan, tetapi suatu seruan terhadap kemalasan) - hal 107.

 

Saya berpendapat bahwa kata-kata siap sedialah baik atau tidak baik waktunya’ ini juga tidak boleh diartikan bahwa kita harus masuk ke tempat ibadah agama lain, lalu memberitakan Injil di sana tanpa diundang!

 

b)   Apa arti perintah untuk memberitakan Firman Tuhan ‘baik atau tidak baik waktunya’ ini?

Bdk. Pkh 11:6 - “Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik”.

 

Ironside: “You remember when William Haslam, that English Church clergyman, was converted. He preached with such power that he won every member in his own parish to Christ. There was not a person living in the Baldhu section of Cornwall, who had not confessed the Lord. Then he became greatly concerned about his neighbors; so he began preaching in adjoining parishes and winning souls there. The other ministers became upset over it, and sent in their objections to the Bishop, saying, ‘Mr. Haslam is interfering with our work; he is poaching in our parishes, telling our people that they have to be converted and need to be born again.’ The Bishop sent for William Haslam and said, ‘I understand you are preaching all the time; you don’t seem to be doing anything else.’ William Haslam replied, ‘My lord bishop, I assure you I preach only in two seasons of the year.’ ‘Oh,’ said the Bishop, ‘I am glad to know that; and what seasons are they?’ ‘In season and out of season,’ replied William Haslam. That is the charge that comes to everyone of us if we really know Christ. It is not just for official proclaiming of the Word, not just for pastors and elders, but for all Christians. Let us be instant in season and out of season in winning precious souls to the Lord Jesus Christ” (= Engkau ingat ketika William Haslam, pendeta Gereja Inggris itu, bertobat. Ia berkhotbah dengan kuasa sedemikian rupa sehingga ia memenangkan setiap anggota dalam jemaatnya sendiri kepada Kristus. Tidak ada satu orangpun yang tinggal di bagian Baldhu dari Cornwall, yang tidak mengakui Tuhan. Lalu ia merasa sangat prihatin tentang tetangga-tetangganya; jadi ia mulai berkhotbah di jemaat-jemaat yang berdampingan dan memenangkan jiwa-jiwa di sana. Pendeta-pendeta yang lain menjadi marah tentang hal itu, dan memasukkan keberatan mereka kepada Uskup, dengan mengatakan, ‘Tuan Haslam ikut campur dengan pekerjaan kami; ia melanggar masuk dalam jemaat-jemaat kami, memberitahu orang-orang kami bahwa mereka harus bertobat dan perlu untuk dilahirkan kembali’. Uskup itu memanggil William Haslam dan berkata, ‘Saya tahu / mendengar bahwa engkau berkhotbah setuiap saat; engkau kelihatannya tidak melakukan apapun yang lain’. William Haslam menjawab, ‘Tuanku Uskup, saya menjamin kepadamu bahwa saya hanya berkhotbah dalam 2 waktu dari suatu tahun’. ‘Oh’, kata Uskup, ‘Saya senang mendengar hal itu; dan waktu-waktu apa saja waktu-waktu itu?’ ‘Waktu yang baik dan waktu yang tidak baik’, jawab William Haslam. Itu adalah perintah yang datang kepada setiap orang dari kita jika kita betul-betul mengenal Kristus. Bukan hanya pemberitaan Firman yang resmi, bukan hanya untuk pendeta-pendeta dan tua-tua, tetapi untuk semua orang-orang Kristen. Hendaklah kita siap sedia, baik atau tidak baik waktunya, dalam memenangkan jiwa-jiwa yang berharga kepada Tuhan Yesus Kristus) - hal 233-234.

 

Pulpit Commentary: “The minister must have an earnest urgency in every part of his work. He must create opportunities where he cannot find them; he must work at times both convenient and inconvenient to himself; he must approach the willing opportunely and the unwilling inopportunely” (= Pendeta harus mempunyai kemendesakan yang sungguh-sungguh dalam setiap bagian dari pekerjaannya. Ia harus menciptakan kesempatan-kesempatan dimana ia tidak bisa menemukannya; ia harus bekerja, baik pada waktu yang menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi dirinya sendiri; ia harus mendekati orang-orang yang mau pada saat yang tepat dan orang-orang yang tidak mau pada saat yang tidak tepat) - hal 65.

 

Barnes’ Notes: “‘In season.’ eukairoos. ... The sense is, when it could be CONVENIENTLY done; when all things were favorable, and when there were no obstructions or hindrances. It may include the ‘stated and regular’ seasons for public worship, but is not confined to them. ‘Out of season.’ akairoos. ... It is the opposite of the former, and means that a minister is to seek opportunities to preach the gospel even at such periods as might be inconvenient to himself, or when there might be hindrances and embarrassments, or when there was no stated appointment for preaching. He is not to confine himself to the appointed times of worship, or to preach only when it will be perfectly convenient for himself, but he is to have such an interest and earnestness in the work, that it will lead him to do it in the face of embarrassments and discouragements, and whenever he can find an opportunity. A man who is greatly intent on an object will seek every opportunity to promote it. He will not confine himself to stated times and places, but will present it everywhere, and at all times. A man, therefore, who merely confines himself to the stated seasons of preaching the gospel, or who merely preaches when it is convenient to himself, should not consider that he has come up to the requirement of the rule laid down by the apostle. He should preach in his private conversation, and in the intervals of his public labors, at the side of the sick bed, and wherever there is a prospect of doing good to any one. If his heart is full of love to the Saviour and to souls, he cannot help doing this” [= ‘Waktu yang baik’. EUKARIOOS. ... Artinya adalah, pada waktu hal itu bisa dilakukan dengan tidak menyusahkan; pada waktu semua hal menguntungkan, dan pada waktu tidak ada rintangan atau halangan. Itu bisa mencakup waktu yang ‘ditetapkan dan biasa / teratur’ untuk ibadah umum / kebaktian, tetapi tidak dibatasi pada hal-hal itu. ‘Waktu yang tidak baik’ AKAIROOS. ... Ini merupakan lawan kata dari kata yang pertama, dan berarti bahwa seorang pendeta harus mencari kesempatan-kesempatan untuk memberitakan Injil bahkan pada masa-masa yang susah / tidak menyenangkan bagi dirinya sendiri, atau pada waktu ada halangan dan keadaannya memalukan, atau pada waktu disana tidak ada perjanjian yang ditetapkan untuk berkhotbah. Ia tidak boleh membatasi dirinya sendiri pada waktu-waktu yang ditetapkan dari ibadah / kebaktian, atau berkhotbah hanya pada waktu itu merupakan sesuatu yang secara sempurna tidak menyusahkan bagi dirinya sendiri, tetapi ia harus mempunyai kesenangan dan kesungguhan dalam pekerjaannya, sehingga itu akan memimpinnya untuk melakukan hal itu pada waktu ia berhadapan dengan keadaan yang memalukan dan menghilangkan semangat, dan kapanpun ia bisa mendapatkan kesempatan. Seseorang yang sangat bersungguh-sungguh tentang suatu tujuan akan mencari setiap kesempatan untuk memajukan hal itu. Ia tidak akan membatasi dirinya sendiri pada waktu-waktu dan tempat-tempat yang ditetapkan, tetapi akan menyampaikannya dimana-mana, dan pada setiap waktu. Karena itu, seseorang yang membatasi dirinya semata-mata pada waktu pemberitaan injil yang ditetapkan, atau yang semata-mata berkhotbah pada waktu itu tidak menyusahkan dirinya, tidak boleh menganggap bahwa ia telah memenuhi tuntutan dari perintah yang diberikan oleh sang rasul. Ia harus memberitakan (Injil / firman) dalam pembicaraan pribadi, dan di sela-sela dari pelayanan umumnya, di sisi ranjang si sakit, dan kapanpun di sana ada prospek untuk melakukan yang baik kepada siapapun. Jika hatinya penuh kasih kepada sang Juruselamat dan kepada jiwa-jiwa, ia tidak bisa tidak melakukan hal ini].

 

William Barclay: “As someone has put it: ‘Take or make your opportunity.’” (= Sebagaimana seseorang menyatakannya: ‘Ambillah atau buatlah kesempatanmu’) - hal 204.

 

Adam Clarke: “Be urgent whether the times be prosperous or adverse, whenever there is an opportunity; and when there is none, strive to make one. The Judge is at the door, and to every man eternity is at hand! Wherever thou meetest a sinner, speak to him the word of reconciliation. Do not be contented with stated times and accustomed places merely; all time and place belong to God, and are proper for his work. Wherever it can be done, there it should be done. Satan will omit neither time nor place where he can destroy. Omit thou none where thou mayest be the instrument of salvation to any” (= Siaplah apakah waktunya menyenangkan atau tidak, kapanpun disana ada suatu kesempatan; dan pada waktu tidak ada kesempatan, berusahalah untuk membuatnya. Hakim ada di pintu, dan bagi setiap orang kekekalan sudah dekat! Dimanapun engkau bertemu dengan orang berdosa, ucapkanlah kepadanya firman perdamaian. Jangan puas dengan waktu-waktu yang ditetapkan dan tempat-tempat yang biasa saja; semua waktu dan tempat adalah milik Allah, dan cocok untuk pekerjaanNya. Di manapun itu bisa dilakukan, di sana itu harus dilakukan. Setan tidak akan mengabaikan waktu ataupun tempat dimana ia bisa menghancurkan. Jangan engkau mengabaikan waktu dan tempat dimana engkau bisa menjadi alat keselamatan bagi siapapun).

 

Bandingkan dengan GKRI EXODUS yang kuatir / takut-takut untuk menjadi tuan rumah dalam perdebatan Trinitarian vs Unitarian!

Bandingkan dengan:

·         Mark 8:35 - “Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya”.

·         Yoh 12:25 - “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal”.

 

c)   Mengapa pemberitaan Firman Tuhan ini rasanya begitu mendesak / urgent?

Karena akan datang waktunya orang tidak lagi bisa mendengar ajaran sehat, mereka akan menutup telinga mereka bagi kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Mereka akan mengumpulkan guru-guru palsu yang menyenangkan telinga mereka (4:3-4). Nubuat Paulus ini sekarang sudah banyak tergenapi, dan karena itu jangan heran kalau gereja yang memberitakan ‘ajaran yang lucu-lucu’ malah laris, sedangkan yang betul-betul memberitakan Firman Tuhan malah nggak laku!

Makin dekat akhir jaman, makin sukar menginjili dan mengajar seseorang! Karena itu, pemberitaan Injil dan Firman Tuhan merupakan sesuatu yang urgent / mendesak!

 

d)   Bagaimana tanggapan yang seharusnya dari jemaat dalam persoalan ini?

Jangan sedikit-sedikit membolos dalam acara Pemahaman Alkitab / Kebaktian! Pendeta harus memberitakan Firman Tuhan, baik atau tidak baik waktunya, tetapi jemaat hanya mau datang / mendengar Firman Tuhan kalau baik waktunya, maka pada waktu yang tidak baik, pendeta terpaksa berkhotbah pada kursi!

 

3)   “nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”.

 

a)   “nyatakanlah apa yang salah”.

Barnes’ Notes: “‘Reprove.’ Or ‘convince;’ ... The meaning is that he was to use such arguments as would ‘convince’ men of the truth of religion, and of their own need of it” (= ‘Marahilah’. Atau ‘Yakinkanlah’; ... Artinya adalah bahwa ia harus menggunakan argumentasi-argumentasi sedemikian rupa sehingga akan ‘meyakinkan’ orang-orang tentang kebenaran dari agama, dan tentang kebutuhan mereka sendiri tentang hal itu).

William Hendriksen: “‘Reprove’ or ‘Convict.’ ... Sin must be brought home to the sinner’s consciousness in order that he may repent” (= ‘Marahilah’ atau ‘buktikanlah bersalah’. ... Dosa harus dibuat jelas pada hati nurani dari orang berdosa supaya ia bisa bertobat) - hal 311.

 

Kata ‘convince’ / ‘convict’ menunjukkan bahwa:

 

1.   Orang Kristen boleh berdebat / beradu argumentasi dalam memberitakan Firman Tuhan / memberitakan Injil!

Saya tidak tahu dari mana gerangan munculnya pandangan bodoh yang saat ini begitu umum dalam kalangan kebanyakan orang Kristen, bahwa berdebat merupakan hal yang salah! Kalau saudara mempunyai pandangan bodoh ini, maka perhatikan bahwa:

a.   Paulus sering berdebat.

Kis 9:22,29 - “(22) Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. ... (29) Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia”.

Kis 15:2 - “Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu”.

Kis 17:17-18 - “(17) Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ. (18) Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: ‘Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?’ Tetapi yang lain berkata: ‘Rupa-rupanya ia adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing.’ Sebab ia memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitanNya”.

Kis 18:4 - “Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani”.

Kis 19:8-9 - “(8) Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. (9) Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus”.

Kis 28:23 - “Lalu mereka menentukan suatu hari untuk Paulus. Pada hari yang ditentukan itu datanglah mereka dalam jumlah besar ke tempat tumpangannya. Ia menerangkan dan memberi kesaksian kepada mereka tentang Kerajaan Allah; dan berdasarkan hukum Musa dan kitab para nabi ia berusaha meyakinkan mereka tentang Yesus. Hal itu berlangsung dari pagi sampai sore”.

b.   Stefanus juga berdebat, dan bahkan dipimpin oleh Roh Kudus dalam berdebat!

Kis 6:9-10 - “(9) Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini - anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria - bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, (10) tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.

c.   Apolos juga berdebat dalam Kis 18:28 - “Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias”.

 

2.   Harus ada pembuktian kesalahan. Ini harus dilakukan dengan menunjukkan:

 

a.   Apa yang betul-betul dilakukan oleh orang tersebut.

Bukan sekedar isyu / gosip / fitnah, tetapi harus ada bukti / saksi yang bisa dipercaya.

Bdk. 1Tim 5:19 - “Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi”.

Ini berlaku khususnya untuk penatua, tetapi pasti juga berlaku untuk orang biasa.

 

b.   Perbedaan / pertentangan antara tindakan orang itu dengan Firman Tuhan.

Kalau tindakannya memang terbukti, tetapi tidak bisa ditunjukkan pertentangan antara tindakan orang itu dengan Firman Tuhan, maka tetap orangnya tidak bisa disalahkan / ditegur! Misalnya: orang Kristen yang pergi ke gereja lain, melayani di gereja lain, atau memberi persembahan ke gereja lain (yang juga adalah gereja benar). Hanya pendeta yang egois yang bisa menegur / menghakimi orang Kristen seperti ini!

 

Tanpa adanya kedua hal di atas ini kita tidak bisa / tidak boleh menegur orang! Kalau kita tetap melakukannya, kita menghakimi secara tidak benar!

 

b)   “tegorlah”.

Vincent: “‘Rebuke.’ ... The word implies a ‘sharp, severe’ rebuke, with, possibly, a suggestion in some cases of impending penalty ... This might go to justify the rendering of Holtzmann and von Soden, ‘threaten.’ To charge on pain of penalty for disobedience implies a menace, in this case of future judgment” [= ‘Marahilah (dengan keras)’. ... Kata ini secara implicit menunjuk pada suatu tindakan memarahi yang ‘tajam, keras’, mungkin dalam beberapa kasus dengan suatu petunjuk tentang hukuman yang mendatang ... Ini bisa membenarkan terjemahan dari Holtzmann dan von Soden, ‘mengancam’. Memerintah dengan ancaman hukuman untuk ketidak-taatan secara implicit menunjuk pada suatu ancaman, dalam hal ini tentang penghakiman yang akan datang].

Catatan: kata ini (‘rebuke’) hampir sama artinya dengan kata yang kita bahas di atas (‘reprove’), tetapi lebih keras.

 

Jadi, dalam menghadapi orang yang berdosa, kadang-kadang dibutuhkan sikap yang tegas dan keras, khususnya kalau orang itu tegar tengkuk atau mempunyai sikap ‘self-righteous’ (= merasa diri sendiri benar). Baik Yohanes Pembaptis maupun Yesus sendiri, bersikap sangat keras terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, yang adalah orang-orang yang merasa diri sendiri benar, dan merasa diri sendiri lebih baik dari orang-orang lain.

 

c)   “dan nasihatilah”.

 

1.   Bagi pendeta.

Hamba Tuhan juga harus menasehati / ‘exhort’, dalam arti ‘encourage’ / mendorong / menyemangati seseorang untuk terus bertahan sampai akhir. Ini mungkin khususnya ditujukan kepada jemaat / orang-orang Kristen yang menderita / tertekan. Mungkin juga ini perlu dilakukan terhadap orang-orang yang sudah sangat sadar akan dosanya dan menyesalinya.

 

Pulpit Commentary mengatakan (hal 57) bahwa kata ini kadang-kadang digunakan dalam arti ‘menasehati’, kadang-kadang dalam arti ‘menghibur’.

 

William Hendriksen: “Nevertheless, the demands of love must be fully satisfied. Hand ini hand with pertinent rebuke there must be tender, fatherly admonition. ... The manner in which Paul dealt with the Corinthian fornicator illustrates what he means by ‘reprove, rebuke, admonish, with all longsuffering and teaching’” (= Meskipun demikian, tuntutan kasih harus dipuaskan / dipenuhi sepenuhnya. Bergandengan tangan dengan tindakan memarahi yang bersangkutan, disana harus ada nasehat yang lembut dan bersifat kebapaan. ... Cara dengan mana Paulus menangani orang cabul dari Korintus menjelaskan apa yang ia maksudkan dengan ‘memarahi, memarahi dengan keras, menasehati, dengan segala kesabaran dan pengajaran’.) - hal 311.

 

Bandingkan dengan 1Kor 5:1-13 - “(1) Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. (2) Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu? (3) Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku - sama seperti aku hadir - telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu. (4) Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, (5) orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. (6) Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? (7) Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. (8) Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (9) Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. (10) Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. (11) Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. (12) Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? (13) Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu”.

 

Rupanya jemaat Korintus menuruti Paulus dalam hal ini dan lalu menegor / mengucilkan orang yang dibicarakan. Paulus rupanya mengetahui bahwa orang itu sudah bertobat, sehingga dalam suratnya yang kedua kepada gereja Korintus, ia menulis sebagai berikut:

2Kor 2:5-11 - “(5) Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya - supaya jangan aku melebih-lebihkan -, hati beberapa orang di antara kamu. (6) Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, (7) sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. (8) Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia. (9) Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu. (10) Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, - seandainya ada yang harus kuampuni -, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, (11) supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya”.

 

2.   Bagi jemaat.

Tanggapan yang seharusnya dari jemaat berhubungan dengan tugas pendeta dalam hal ini adalah: jangan cengeng! Sedikit-sedikit putus asa, kepingin mati, berhenti belajar Firman Tuhan / pelayanan dan sebagainya. Maulah didorong / dikuatkan dalam keadaan sukar! Ingat kita semua adalah tentara Kristus, dan tentara memang harus siap mengalami penderitaan. Bdk. 2Tim 3:12 - “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya”.

 

d)   “dengan segala kesabaran”.

Pendeta harus melakukan hal-hal itu dengan sangat sabar, artinya jangan putus asa / berhenti, kalau tidak segera kelihatan hasil dari pemberitaan Firman Tuhan yang ia lakukan.

 

Tetapi jemaat juga jangan ‘mencobai pendeta’ sehingga pendeta jadi putus asa, dengan terus tidak mau mentaati Firman Tuhan yang mereka beritakan.

Bdk. Ibr 13:17 - Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu”.

Catatan: ajaran hamba Tuhan boleh tidak ditaati, dan bahkan harus tidak ditaati, kalau ajarannya tidak sesuai, apalagi bertentangan, dengan Firman Tuhan!

Bdk. Ul 13:1-5 - “(1) Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, (2) dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, (3) maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. (4) TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kepadaNya harus kamu berbakti dan berpaut. (5) Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan - dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu”.

 

e)   “dan pengajaran.”.

 

Vincent: “Calvin: ‘Those who are strong only in fervour and sharpness, but are not fortified with solid doctrine, weary themselves in their vigorous efforts, make a great noise, rave, ... make no headway because they build without foundation.’ Men will not be won to the truth by scolding” (= Calvin: ‘Mereka yang hanya kuat dalam semangat dan ketajaman, tetapi tidak dibentengi dengan ajaran yang kokoh, melelahkan diri mereka sendiri dalam usaha-usaha mereka yang penuh semangat, membuat keributan yang besar, mengoceh, ... tidak membuat kemajuan karena mereka membangun tanpa fondasi’. Manusia tidak akan dimenangkan pada kebenaran dengan omelan / hardikan).

 

Jadi, baik dalam menegur / menyatakan kesalahan / memarahi, maupun dalam menguatkan / menghibur, ia harus melakukan dengan menggunakan pengajaran Firman Tuhan. Bukan dengan taktik yang licik, pengajaran yang salah, memanipulasi orang, mendustai, memainkan perasaan mereka (memberikan cerita-cerita yang membuat mereka terharu sehingga mudah diarahkan), dan sebagainya.

 

Tanggapan jemaat: jangan mau diajar hal-hal yang tidak sesuai / berdasarkan Firman Tuhan! Ingat SOLA SCRIPTURA (= hanya Kitab Suci)!

 

4)   H. A. Ironside mengatakan bahwa pada waktu kita membaca surat ini kita harus mengingat bahwa surat ini ditulis oleh seseorang yang akan menghadapi hukuman mati.

Bdk. 2Tim 4:6-7 - “(6) Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. (7) Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”.

John Stott bahkan mengatakan bahwa ini adalah kata-kata terakhir yang dituliskan oleh Paulus, dan ia menuliskannya beberapa minggu, atau bahkan mungkin beberapa hari, sebelum ia mati syahid.

 

Tetapi pada waktu menulis surat ini Paulus sedikitpun tidak menimbulkan kesan kepada Timotius bahwa ia menyesal telah memberikan dirinya bagi pekerjaan Tuhan dengan begitu berapi-api. Tetapi sebaliknya, ia menasehati Timotius untuk mengikuti teladannya.

 

 

-bersambung-


II Tim 3:10-4:5(3)

 

4:1 - “Di hadapan Allah dan KY yg akan menghakimi org yg hidup dan yg mati, aku berpesan dg sgh2 kpdmu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya:.

 

1) Di hadapan Allah dan KY yg akan menghakimi org yg hidup dan yg mati.

 

2) “aku berpesan dg sgh2 kpdmu.

 

3) demi penyataanNya dan demi KerajaanNya:.

 

RSV/NASB: ‘by His appearing’ (= oleh / demi pemunculanNya).

 

Yunani: EPIPHANEIA.

 

Wycliffe: ‘Pemunculan’ berarti ‘manifestasi’ dan digunakan baik utk kedtgan pertama (2Tim 1:10) maupun yg kedua (4:1,8; Tit 2:13).

 

4:2 - “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yg salah, tegorlah dan nasihatilah dg segala kesabaran dan pengajaran..

 

1) Beritakanlah firman.

 

a)  Ada persamaan dan perbedaan antara 2Tim 3 dan 2Tim 4.

 

1.  Persamaannya: keduanya dilatar-belakangi oleh kebobrokan org Kristen / gereja (2Tim 3:1-9  2Tim 4:3-4).

 

2.  Perbedaannya: dlm 2Tim 3, Timotius didorong utk berpegang pd ajaran sehat / benar yg telah ia terima (2Tim 3:14); dlm 2Tim 4, Timotius didorong utk memberitakan FT (2Tim 4:2,5).

 

b) Pdt harus memberitakan FT.

 

Calvin: ia tidak akan membiarkan tanpa hukuman kelalaian dr pdt2, melalui siapa jiwa2, yg telah ia tebus dg harga yg begitu mahal, binasa atau terbuka sbg mangsa.

 

1.  Ia hrs memberitakan FT.

 

·        2Kor 2:17 - “Sebab kami tidak sama dg banyak org lain yg mencari keuntungan dr fA. Sebaliknya dlm Kristus kami berbicara sbgm mestinya dg maksud2 murni atas perintah Allah dan di hadapanNya”.

 

·        1Tes 2:4 - “Sebaliknya, krn Allah telah menganggap kami layak utk mempercayakan Injil kpd kami, krn itulah kami berbicara, bukan utk menyukakan manusia, melainkan utk menyukakan Allah yg menguji hati kita”.

 

Pulpit: Khotbahkanlah / beritakanlah itu dg otoritas. Yaitu, dg otoritas kebenaran, bukan otoritas ‘ex-cathedra’-mu sendiri.

 

‘ex-cathedra’ = ‘from the chair’ (= dr kursi).

 

2.  Pdt hrs mengajarkan seluruh KS.

Kis 20:27 - “Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kpdmu”.

 

Ironside: Ada byk pelayan / pdt dr Kristus yg tidak pernah belajar bahwa mrpk urusan mrk utk memberitakan seluruh Firman, dan mrk selalu mencoba utk memikirkan / menemukan topik2 yg bisa menggairahkan / menggetarkan hati, dan menarik / menyenangkan, dan menghibur org2. Tetapi pelayan Tuhan tidak dipanggil utk melakukan hal2 ini.

 

Gal 1:10 - “Jadi bgm sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kpd manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kpd manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

 

1Tes 2:4 - “Sebaliknya, krn Allah telah menganggap kami layak utk mempercayakan Injil kpd kami, krn itulah kami berbicara, bukan utk menyukakan manusia, melainkan utk menyukakan Allah yg menguji hati kita”.

 

a.  Khotbah / pengajaran doktrinal.

 

Kis 20:28-31 - “(28) Krn itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, krn kamulah yg ditetapkan RK menjadi penilik utk menggembalakan jemaat Allah yg diperolehNya dg darah AnakNya sendiri. (29) Aku tahu, bahwa sesdh aku pergi, serigala2 yg ganas akan masuk ke tgh2 kamu dan tidak akan menyaygkan kawanan itu. (30) Bahkan dr antara kamu sendiri akan muncul beberapa org, yg dg ajaran palsu mrk berusaha menarik murid2 dr jalan yg benar dan supaya mengikut mrk. (31) Sebab itu berjaga2lah dan ingatlah, bahwa aku 3 th lamanya, siang malam, dg tiada berhenti2nya menasihati kamu msg2 dg mencucurkan air mata”.

 

b.  Khotbah / pengajaran ttg moral / etika.

 

c.  Khotbah / pengajaran yg bersifat exposisi.

 

3.  Pdt hrs byk belajar FT!

 

1Tim 4:13 - “Sementara itu, sampai aku dtg bertekunlah dlm membaca KKS, dlm membangun dan dlm mengajar”.

 

a.  Jemaat tidak mau melayani shg pdt harus melakukan segala sst.

 

Bdk. Kis 6:1-7 - “(1) Pd masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut2 di antara org2 Yahudi yg berbahasa Yunani thdp org2 Ibrani, krn pembagian kpd janda2 mrk diabaikan dlm pelayanan sehari2. (2) Berhubung dg itu ke 12 rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: ‘Kami tidak merasa puas, krn kami melalaikan FA utk melayani meja. (3) Krn itu, sdr2, pilihlah 7 org dr antaramu, yg terkenal baik, dan yg penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mrk utk tugas itu, (4) dan supaya kami sendiri dpt memusatkan pikiran dlm doa dan pelayanan Firman.’ (5) Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mrk memilih Stefanus, seorg yg penuh iman dan RK, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorg penganut agama Yahudi dr Antiokhia. (6) Mrk itu dihadapkan kpd rasul2, lalu rasul2 itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mrk. (7) FA makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya”.

 

b.  Jemaat sering mengganggu pdt tanpa ada keperluan yg berarti.

 

c)  Jemaat hrs senang belajar FT.

 

1.  Jemaat hrs rajin / tekun / senang belajar FT.

 

2.  Bgm dg org2 kristen yg maunya mendpt FT langsung dr RK?

 

Calvin: Ingatlah ... bahwa pembacaan KS dianjurkan kpd kita dg cara sedemikian rupa shg tidak menghalangi, dlm tingkat yg terkecil, pelayanan dr pdt2; dan krn itu, hendaklah org2 percaya berusaha utk mendpt manfaat, baik dr membaca maupun dr mendengar; krn tidak dg sia2 Allah menentukan kedua hal itu.

 

Ef 4:11-15 - “(11) Dan Ialah yg memberikan baik rasul2 maupun nabi2, baik pemberita2 Injil maupun gembala2 dan pengajar2, (12) utk memperlengkapi org2 kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yg benar ttg AA, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yg sesuai dg kepenuhan Kristus, (14) shg kita bukan lagi anak2, yg diombang-ambingkan oleh rupa2 angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dlm kelicikan mrk yg menyesatkan, (15) tetapi dg teguh berpegang kpd kebenaran di dlm kasih kita bertumbuh di dlm segala hal ke arah Dia, Kristus, yg adalah Kepala”.

 

3.  Bgm dg jemaat / org Kristen yg tidak mau belajar FT?

 

Calvin: Mrk yg secara sukarela membuang senjata itu, dan tidak melatih diri mrk sendiri dg susah payah dlm sekolah Allah, layak dijerat, pd setiap saat, oleh Iblis, kedlm tangan siapa mrk menyerahkan diri mrk sendiri tanpa senjata.

 

2) siap sedialah baik atau tidak baik waktunya.

 

a)  Ada peringatan thdp perintah ini.

 

Stott: Perintah ini tidak boleh digunakan utk kelancangan / kekurang-ajaran yg tidak sensitif yg kdg2 menjadi ciri penginjilan kita dan membawa penginjilan itu ke dlm reputasi yg buruk. Kita tidak boleh menyerobot dg kasar / tanpa kesopanan ke dlm kebebasan pribadi org lain atau menginjak2 jagung mrk tanpa perasaan. Jadi, kelihatannya, apa yg diberikan kpd kita di sini bukanlah suatu perintah Alkitabiah utk kekasaran / ketidak-sopanan, tetapi suatu seruan thdp kemalasan.

 

b) Apa arti perintah utk memberitaan FT ‘baik atau tidak baik waktunya’ ini?

 

Pkh 11:6 - “Taburkanlah benihmu pagi2 hari, dan jgnlah memberi istirahat kpd tanganmu pd petang hari, krn engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yg akan berhasil, atau kedua2nya sama baik”.

 

Ironside: Engkau ingat ketika William Haslam, pdt Grj Inggris itu, bertobat. Ia berkhotbah dg kuasa sedemikian rupa shg ia memenangkan setiap anggota dlm jemaatnya sendiri kpd Kristus. Tidak ada satu orgpun yg tinggal di bagian Baldhu dr Cornwall, yg tidak mengakui Tuhan. Lalu ia merasa sgt prihatin ttg tetangga2nya; jadi ia mulai berkhotbah di jemaat2 yg berdampingan dan memenangkan jiwa2 di sana. Pdt2 yg lain menjadi marah ttg hal itu, dan memasukkan keberatan mrk kpd Uskup, dg mengatakan, ‘Tuan Haslam ikut campur dg pekerjaan kami; ia melanggar masuk dlm jemaat2 kami, memberitahu org2 kami bahwa mrk harus bertobat dan perlu utk dilahirkan kembali’. Uskup itu memanggil William Haslam dan berkata, ‘Saya tahu / mendengar bahwa engkau berkhotbah setuiap saat; engkau kelihatannya tidak melakukan apapun yg lain’. William Haslam menjawab, ‘Tuanku Uskup, saya menjamin kpdmu bahwa saya hanya berkhotbah dlm 2 waktu dr suatu tahun’. ‘Oh’, kata Uskup, ‘Saya senang mendengar hal itu; dan waktu2 apa saja waktu2 itu?’ ‘Waktu yg baik dan waktu yg tidak baik’, jawab William Haslam. Itu adalah perintah yg dtg kpd setiap org dr kita jika kita betul2 mengenal Kristus. Bukan hanya pemberitaan Firman yg resmi, bukan hanya utk pdt2 dan tua2, tetapi utk semua org2 Kristen. Hendaklah kita siap sedia, baik atau tidak baik waktunya, dlm memenangkan jiwa2 yg berharga kpd TYK.

 

Pulpit: Pdt hrs punya kemendesakan yg sgh2 dlm setiap bagian dr pekerjaannya. Ia harus menciptakan kesempatan2 dimana ia tidak bisa menemukannya; ia harus bekerja, baik pd waktu yg menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi dirinya sendiri; ia harus mendekati org-org yg mau pd saat yg tepat dan org-org yg tidak mau pd saat yg tidak tepat.

 

Barnes: ‘Waktu yg baik’. EUKARIOOS. ... Artinya adalah, pd waktu hal itu bisa dilakukan dg tidak menyusahkan; pd waktu semua hal menguntungkan, dan pd waktu tidak ada rintangan atau halangan. Itu bisa mencakup waktu yg ‘ditetapkan dan biasa / teratur’ utk ibadah umum / kebaktian, tetapi tidak dibatasi pd hal-hal itu. ‘Waktu yg tidak baik’ AKAIROOS. ... Ini mrpk lawan kata dr kata yg pertama, dan berarti bahwa seorg pdt harus mencari kesempatan2 utk memberitakan Injil bahkan pd masa2 yg susah / tidak menyenangkan bagi dirinya sendiri, atau pd waktu ada halangan dan keadaannya memalukan, atau pd waktu disana tidak ada perjanjian yg ditetapkan utk berkhotbah. Ia tidak boleh membatasi dirinya sendiri pd waktu2 yg ditetapkan dr ibadah / kebaktian, atau berkhotbah hanya pd waktu itu mrpk sst yg secara sempurna tidak menyusahkan bagi dirinya sendiri, tetapi ia harus mempunyai kesenangan dan kesghan dlm pekerjaannya, shg itu akan memimpinnya utk melakukan hal itu pd waktu ia berhadapan dg keadaan yg memalukan dan menghilangkan semangat, dan kapanpun ia bisa mendptkan kesempatan. Seseorg yg sgt bersgh2 ttg suatu tujuan akan mencari setiap kesempatan utk memajukan hal itu. Ia tidak akan membatasi dirinya sendiri pd waktu2 dan tempat2 yg ditetapkan, tetapi akan menyampaikannya dimana2, dan pd setiap waktu. Krn itu, seseorg yg membatasi dirinya semata-mata pd waktu pemberitaan injil yg ditetapkan, atau yg semata2 berkhotbah pd waktu itu tidak menyusahkan dirinya, tidak boleh menganggap bahwa ia telah memenuhi tuntutan dr perintah yg diberikan oleh sang rasul. Ia harus memberitakan (Injil / firman) dlm pembicaraan pribadi, dan di sela-sela dr pelayanan umumnya, di sisi ranjang si sakit, dan kapanpun di sana ada prospek utk melakukan yg baik kpd siapapun. Jika hatinya penuh kasih kpd sang Juruselamat dan kpd jiwa2, ia tidak bisa tidak melakukan hal ini.

 

Barclay: Sbgmana seseorg menyatakannya: ‘Ambillah atau buatlah kesempatanmu’.

 

Adam Clarke: Siaplah apakah waktunya menyenangkan atau tidak, kapanpun disana ada suatu kesempatan; dan pd waktu tidak ada kesempatan, berusahalah utk membuatnya. Hakim ada di pintu, dan bagi setiap org kekekalan sdh dekat! Dimanapun engkau bertemu dg org berdosa, ucapkanlah kpdnya firman perdamaian. Jgn puas dg waktu2 yg ditetapkan dan tempat2 yg biasa saja; semua waktu dan tempat adalah milik Allah, dan cocok utk pekerjaanNya. Di manapun itu bisa dilakukan, di sana itu harus dilakukan. Setan tidak akan mengabaikan waktu ataupun tempat dimana ia bisa menghancurkan. Jgn engkau mengabaikan waktu dan tempat dimana engkau bisa menjadi alat keselamatan bagi siapapun.

 

Mark 8:35 - “Krn siapa yg mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya krn Aku dan krn Injil, ia akan menyelamatkannya”.

Yoh 12:25 - “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya utk hidup yg kekal”.

 

c)  Mengapa pemberitaan FT ini rasanya begitu mendesak / urgent?

 

d) Bgm tanggapan yg seharusnya dr jemaat dlm persoalan ini?

 

3) “nyatakanlah apa yg salah, tegorlah dan nasihatilah dg segala kesabaran dan pengajaran.”.

 

a)  “nyatakanlah apa yg salah”.

 

Barnes: ‘Marahilah’. Atau ‘Yakinkanlah’; ... Artinya adalah bahwa ia hrs menggunakan argumentasi2 sedemikian rupa shg akan ‘meyakinkan’ org2 ttg kebenaran dr agama, dan ttg kebutuhan mrk sendiri ttg hal itu.

 

Hendriksen: ‘Marahilah’ atau ‘buktikanlah bersalah’. ... Dosa harus dibuat jelas pd hati nurani dr org berdosa supaya ia bisa bertobat.

 

Kata ‘convince’ / ‘convict’ menunjukkan bahwa:

 

1.  Org Kristen boleh berdebat / beradu argumentasi!

 

a.  Paulus sering berdebat.

Kis 9:22,29 - “(22) Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan org-org Yahudi yg tinggal di Damsyik, krn ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. ... (29) Ia juga berbicara dan bersoal jawab dg org2 Yahudi yg berbahasa Yunani, tetapi mrk itu berusaha membunuh dia”.

Kis 15:2 - “Tetapi Paulus dan Barnabas dg keras melawan dan membantah pendpt mrk itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa org lain dr jemaat itu pergi kpd rasul2 dan penatua2 di Yerusalem utk membicarakan soal itu”.

Kis 17:17-18 - “(17) Krn itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dg org2 Yahudi dan org2 yg takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dg org2 yg dijumpainya di situ. (18) Dan juga beberapa ahli pikir dr golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dg dia dan ada yg berkata: ‘Apakah yg hendak dikatakan si peleter ini?’ Tetapi yg lain berkata: ‘Rupa2nya ia adalah pemberita ajaran dewa2 asing.’ Sebab ia memberitakan Injil ttg Yesus dan ttg kebangkitanNya”.

Kis 18:4 - “Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dlm rumah ibadat dan berusaha meyakinkan org2 Yahudi dan org2 Yunani”.

Kis 19:8-9 - “(8) Selama 3 bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dg berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mrk ttg Kerajaan Allah. (9) Tetapi ada beberapa org yg tegar hatinya. Mrk tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan org byk. Krn itu Paulus meninggalkan mrk dan memisahkan murid2nya dr mrk, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus”.

Kis 28:23 - “Lalu mrk menentukan suatu hari utk Paulus. Pd hari yg ditentukan itu dtglah mrk dlm jumlah besar ke tempat tumpangannya. Ia menerangkan dan memberi kesaksian kpd mrk ttg Kerajaan Allah; dan berdasarkan hukum Musa dan kitab para nabi ia berusaha meyakinkan mrk ttg Yesus. Hal itu berlangsung dr pagi sampai sore”.

 

b.  Stefanus juga berdebat, bahkan dipimpin RK dlm berdebat!

Kis 6:9-10 - “(9) Tetapi tampillah beberapa org dr jemaat Yahudi yg disebut jemaat org Libertini - anggota2 jemaat itu adalah org2 dr Kirene dan dr Aleksandria - bersama dg beberapa org Yahudi dr Kilikia dan dr Asia. Org2 itu bersoal jawab dg Stefanus, (10) tetapi mrk tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yg mendorong dia berbicara.

c.  Apolos juga berdebat dlm Kis 18:28 - “Sebab dg tak jemu2nya ia membantah org2 Yahudi di muka umum dan membuktikan dr KS bahwa Yesus adalah Mesias”.

 

2.  Harus ada pembuktian kesalahan. Ini harus dilakukan dg menunjukkan:

 

a.  Apa yg betul-betul dilakukan oleh org tersebut.

1Tim 5:19 - “Jgnlah engkau menerima tuduhan atas seorg penatua kecuali kalau didukung 2 atau 3 org saksi”.

 

b.  Perbedaan / perttgan antara tindakan org itu dg FT.

 

b) “tegorlah”.

Vincent: ‘Marahilah (dg keras)’. ... Kata ini secara implicit menunjuk pd suatu tindakan memarahi yg ‘tajam, keras’, mungkin dlm beberapa kasus dg suatu petunjuk ttg hukuman yg mendtg ... Ini bisa membenarkan terjemahan dr Holtzmann dan von Soden, ‘mengancam’. Memerintah dg ancaman hukuman utk ketidak-taatan secara implicit menunjuk pd suatu ancaman, dlm hal ini ttg penghakiman yad.

 

c)  “dan nasihatilah”.

 

1.  Bagi pdt.

 

Hendriksen: Meskipun demikian, tuntutan kasih harus dipuaskan / dipenuhi sepenuhnya. Bergandengan tangan dg tindakan memarahi yg bersangkutan, disana harus ada nasehat yg lembut dan bersifat kebapaan. ... Cara dg mana Paulus menangani org cabul dr Korintus menjelaskan apa yg ia maksudkan dg ‘memarahi, memarahi dg keras, menasehati, dg segala kesabaran dan pengajaran’.

 

1Kor 5:1-13 - “(1) Memang org mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yg begitu rupa, spt yg tidak terdpt sekalipun di antara bgs2 yg tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada org yg hidup dg isteri ayahnya. (2) Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan org yg melakukan hal itu dr tgh2 kamu? (3) Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku - sama spt aku hadir - telah menjatuhkan hhukuman atas dia, yg telah melakukan hal yg semacam itu. (4) Bilamana kita berkumpul dlm roh, kamu bersama2 dg aku, dg kuasa Yesus, Tuhan kita, (5) org itu harus kita serahkan dlm nama TY kpd Iblis, shg binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pd hari Tuhan. (6) Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? (7) Buanglah ragi yg lama itu, supaya kamu menjadi adonan yg baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. (8) Krn itu marilah kita berpesta, bukan dg ragi yg lama, bukan pula dg ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dg roti yg tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (9) Dlm suratku telah kutuliskan kpdmu, supaya kamu jgn bergaul dg org2 cabul. (10) Yg aku maksudkan bukanlah dg semua org cabul pd umumnya dr dunia ini atau dg semua org kikir dan penipu atau dg semua penyembah berhala, krn jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. (11) Tetapi yg kutuliskan kpd kamu ialah, supaya kamu jgn bergaul dg org, yg sekalipun menyebut dirinya sdr, adalah org cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dg org yg demikian jgnlah kamu sekali2 makan bersama2. (12) Sebab dg wewenang apakah aku menghakimi mrk, yg berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mrk yg berada di dlm jemaat? (13) Mrk yg berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah org yg melakukan kejahatan dr tgh2 kamu”.

 

2Kor 2:5-11 - “(5) Tetapi jika ada org yg menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yg disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang2nya - supaya jgn aku melebih2kan -, hati beberapa org di antara kamu. (6) Bagi org yg demikian sdhlah cukup tegoran dr sebagian besar dr kamu, (7) shg kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jgn binasa oleh kesedihan yg terlampau berat. (8) Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sgh2 mengasihi dia. (9) Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kpd kamu, yaitu utk menguji kamu, apakah kamu taat dlm segala sst. (10) Sebab barangsiapa yg kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, - seandainya ada yg harus kuampuni -,maka hal itu kubuat oleh krn kamu di hadapan Kristus, (11) supaya Iblis jgn beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya”.

 

2.  Bagi jemaat.

 

2Tim 3:12 - “Memang setiap org yg mau hidup beribadah di dlm KY akan menderita aniaya”.

 

d) “dg segala kesabaran”.

 

Ibr 13:17 - Taatilah pemimpin2mu dan tunduklah kpd mrk, sebab mrk berjaga2 atas jiwamu, sbg org2 yg hrs bertanggung jawab atasnya. Dg jalan itu mrk akan melakukannya dg gembira, bukan dg keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu”.

 

Ul 13:1-5 - “(1) Apabila di tgh2mu muncul seorg nabi atau seorg pemimpi, dan ia memberitahukan kpdmu suatu tanda atau mujizat, (2) dan apabila tanda atau mujizat yg dikatakannya kpdmu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yg tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kpdnya, (3) maka jgnlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu utk mengetahui, apakah kamu sgh2 mengasihi TUHAN, Allahmu, dg segenap hatimu dan dg segenap jiwamu. (4) TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pd perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kpdNya harus kamu berbakti dan berpaut. (5) Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, krn ia telah mengajak murtad thdp TUHAN, Allahmu, yg telah membawa kamu keluar dr tanah Mesir dan yg menebus engkau dr rumah perbudakan - dg maksud utk menyesatkan engkau dr jalan yg diperintahkan TUHAN, Allahmu, kpdmu utk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yg jahat itu dr tgh2mu”.

e) “dan pengajaran.”.

 

Vincent: Calvin: ‘Mrk yg hanya kuat dlm semangat dan ketajaman, tetapi tidak dibentengi dg ajaran yg kokoh, melelahkan diri mrk sendiri dlm usaha-usaha mrk yg penuh semangat, membuat keributan yg besar, mengoceh, ... tidak membuat kemajuan krn mrk membangun tanpa fondasi’. Manusia tidak akan dimenangkan pd kebenaran dg omelan / hardikan.

 

4) Surat ini ditulis oleh seseorg yg akan menghadapi hukuman mati.

 

2Tim 4:6-7 - “(6) Mengenai diriku, darahku sdh mulai dicurahkan sbg persembahan dan saat kematianku sdh dekat. (7) Aku telah mengakhiri pertandingan yg baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”.

 

 

-bersambung-


Pemahaman Alkitab

Persekutuan ‘GOLGOTA’

 

Jl. Dinoyo 19b, lantai 3

 

Jum’at, tgl 16 Maret 2007

(pk 19.00)

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

(7064-1331 / 6050-1331)

 

II Timotius 3:10-4:5(4)

 

4:3-4 - “(3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

 

1)   Karena akan datang waktunya.

 

Memang apa yang dinubuatkan oleh Paulus dalam text ini sudah ada bahkan pada jaman Perjanjian Lama.

 

Yes 30:9-11 - “(9) Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN; (10) yang mengatakan kepada para tukang tilik: ‘Jangan menilik,’ dan kepada para pelihat: ‘Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu, (11) menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel.’”.

 

1Raja 22:5-14 - “(5) Tetapi Yosafat berkata kepada raja Israel: ‘Baiklah tanyakan dahulu firman TUHAN.’ (6) Lalu raja Israel mengumpulkan para nabi, kira-kira empat ratus orang banyaknya, kemudian bertanyalah ia kepada mereka: ‘Apakah aku boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau aku membatalkannya?’ Jawab mereka: ‘Majulah! Tuhan akan menyerahkannya ke dalam tangan raja.’ (7) Tetapi Yosafat bertanya: ‘Tidak adakah lagi di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?’ (8) Jawab raja Israel kepada Yosafat: ‘Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla.’ Kata Yosafat: ‘Janganlah raja berkata demikian.’ (8) Kemudian raja Israel memanggil seorang pegawai istana, katanya: ‘Jemputlah Mikha bin Yimla dengan segera!’ (9) Sementara raja Israel dan Yosafat, raja Yehuda, duduk masing-masing di atas takhtanya dengan pakaian kebesaran, di suatu tempat pengirikan di depan pintu gerbang Samaria, sedang semua nabi itu bernubuat di depan mereka, (10) maka Zedekia bin Kenaana membuat tanduk-tanduk besi, lalu berkata: ‘Beginilah firman TUHAN: Dengan ini engkau akan menanduk Aram sampai engkau menghabiskan mereka.’ (11) Juga semua nabi itu bernubuat demikian, katanya: ‘Majulah ke Ramot-Gilead, dan engkau akan beruntung; TUHAN akan menyerahkannya ke dalam tangan raja.’ (12) Suruhan yang pergi memanggil Mikha itu, berkata kepadanya: ‘Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik.’ (13) Tetapi Mikha menjawab: ‘Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku, itulah yang akan kukatakan.’”.

 

Tetapi makin mendekati akhir jaman / kedatangan Yesus yang kedua-kalinya, hal seperti ini akan makin hebat! Pelayanan / pemberitaan Firman Tuhan harus dilakukan dengan giat secepatnya, baik oleh pendeta maupun oleh jemaat, karena akan datang saatnya dimana manusia tidak dapat lagi mendengar kebenaran dan hanya mau mendengarkan kesesatan.

 

William Hendriksen: “In every period of history ... there will be a season during which men refuse to listen to sound doctrine. As history continues onward toward the consummation, this situation grows worse” (= Dalam setiap periode sejarah ... di sana ada suatu waktu dimana orang-orang menolak untuk mendengar ajaran yang sehat. Pada waktu sejarah berlanjut menuju akhirnya, situasi ini makin memburuk) - hal 311.

 

2)   “(3b) orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

 

Bdk. Yer 5:30-31 - “(30) Kedahsyatan dan kengerian terjadi di negeri ini: (31) Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umatKu menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?”.

 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang ayat ini:

 

a)   Ini merupakan alasan mengapa Timotius harus melakukan pesan Paulus dalam 2Tim 4:2 di atas.

 

b)   orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, ... Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran.

 

1.   ‘Ajaran sehat’ ... ‘kebenaran’.

Kata-kata ini jelas menunjuk pada ajaran Firman Tuhan yang benar. Jadi, kalimat ini menunjukkan bahwa orang-orang itu membenci Firman Tuhan yang benar.

 

2.   ‘tidak dapat lagi menerima’.

KJV/RSV/NASB: ‘will not endure’ (= akan tidak tahan).

NIV: will not put up (= akan tidak tahan).

Ini memberikan gambaran bahwa pada waktu mereka mendengar kebenaran / Firman Tuhan, mereka sangat tidak senang. Sekalipun mungkin ditahan-tahankan, tetapi mereka tidak bisa tahan mendengar kebenaran!

 

3.   ‘Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran’.

Calvin: “This means that they will not only dislike and despise, but will even hate, sound doctrine” (= Ini berarti bahwa mereka bukan hanya akan tidak senang atau meremehkan, tetapi bahkan akan membenci, ajaran yang sehat) - hal 254.

 

Bdk. Kis 7:57 - “Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia”.

 

Kalau saudara membaca tulisan-tulisan dari pendeta-pendeta Liberal, maka saudara akan segera melihat betapa bencinya mereka pada ajaran-ajaran yang injili, seperti Kitab Suci adalah Firman Tuhan, Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga, dsb. Kalau pendeta-pendeta saja banyak yang seperti itu, bagaimana kira-kira dengan jemaat / orang awam?

 

Calvin mengatakan bahwa di antara para pendengar ada yang mula-mula sangat senang dengan Firman Tuhan, tetapi lama kelamaan bosan dan bahkan jijik terhadap Firman Tuhan. Ada juga yang dari permulaan sudah menentang, tidak mau mendengar, mengejek. Dan ada juga yang mendengar tetapi tidak mau tunduk, dan akhirnya memusuhi si pengkhotbah.

 

c)   “mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.  ... membukanya bagi dongeng”.

 

1.   Ajaran ‘untuk memuaskan keinginan telinga’ dan ‘dongeng’ mewakili ajaran-ajaran yang salah.

Kalau tadi ada ‘ajaran sehat’ maka tentu ada ‘ajaran yang tidak sehat’. Ini seperti dalam dunia jasmani, ada ‘makanan sehat’, dan ada juga ‘junk food’ (= makanan sampah / makanan yang enak, biasanya berkalori tinggi, tetapi tidak bergizi)!

 

Barnes’ Notes (tentang 1Tim 1:4): “One of the most successful arts of the adversary of souls has been to mingle fable with truth; and when he cannot overthrow the truth by direct opposition, to neutralize it by mingling with it much that is false and frivolous” (= Salah satu keahlian dari musuh jiwa-jiwa adalah mencampur dongeng dengan kebenaran; dan pada waktu ia tidak bisa membuang kebenaran dengan permusuhan langsung, ia menetralkannya dengan mencampur dengannya banyak hal yang salah dan tidak karu-karuan).

 

2.   Ini menunjukkan bahwa orang-orang itu selalu menginginkan sesuatu yang baru / aneh.

 

Calvin: “the world will have ears so refined, and so excessively desirous of novelty, that it will collect for itself various instructors, and will be incessantly carried away by new inventions” (= dunia akan mempunyai telinga yang begitu menyaring, dan menginginkan dengan begitu berlebihan sesuatu yang baru / aneh, sehingga ia akan mengumpulkan untuk dirinya sendiri berbagai-bagai pengajar, dan akan dipengaruhi / dipesonakan secara tak henti-hentinya oleh penemuan-penemuan baru) - hal 257.

 

Dan kalau mereka selalu menginginkan hal-hal yang baru dan aneh, maka selalu ada orang-orang yang menyuplai hal-hal baru dan aneh tersebut.

 

Contoh: ajaran Kharismatik - bahasa Roh / nubuat / mujijat, Theologia Kemakmuran, Rhema, tumbang dalam Roh, Toronto Blessing, Lembu Merah, Penginjilan terhadap orang mati, Minyak Urapan, anti Natal, anti kata ‘Allah’, keharusan menggunakan nama ‘YAHWEH’, dan sebagainya. Ini semua tidak akan ada akhirnya, dan bahkan makin lama makin banyak.

 

3.   Orang yang menolak kebenaran akan mendapatkan kesesatan.

Pulpit Commentary: “It is a solemn fact in Divine providence, that when men do not like to return to the knowledge of the truth, God gives them up to a reprobate mind, so that they lose all relish for sound doctrine” (= Merupakan suatu fakta yang khidmat / sungguh-sungguh dalam providensia Ilahi, bahwa pada waktu manusia tidak suka untuk kembali kepada pengetahuan tentang kebenaran, Allah menyerahkan mereka kepada pikiran yang bejad, sehingga mereka kehilangan semua kesukaan untuk ajaran yang sehat) - hal 66.

 

Adam Clarke: “Those who reject the truth are abandoned by the just judgment of God to credit the most degrading nonsense” (= Mereka yang menolak kebenaran ditinggalkan oleh penghakiman yang adil dari Allah sehingga mereka akan percaya pada omong kosong yang paling hina / rendah).

 

Bdk. Ro 1:21-28 - “(21) Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. (22) Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. (23) Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. (24) Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. (25) Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. (26) Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. (27) Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. (28) Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas”.

 

4.   Sekarang perhatikan kata ‘mengumpulkan’ / ‘heap up’ (= menumpuk / menimbun).

 

Calvin: “It is proper to observe the expression, ‘heap up,’ by which he means that the madness of men will be so great, that they will not be satisfied with a few deceivers, but will desire to have a vast multitude; for, as there is an unsatiable longing for those things which are unprofitable and destructive, so the world seeks, on all sides and without end, all the methods that it can contrive and imagine for destroying itself; and the devil has always at hand a sufficiently large number of such teachers as the world desires to have. There has always been a plentiful harvest of wicked men, as there is in the present day; and therefore Satan never has any lack of ministers to deceive men, as he never has any lack of the means of deceiving” (= Adalah benar untuk memperhatikan istilah ‘mengumpulkan / menumpuk’, dengan mana ia memaksudkan bahwa kegilaan dari manusia akan menjadi begitu besar, sehingga mereka tidak puas dengan beberapa penipu, tetapi akan menginginkan untuk mempunyai banyak sekali penipu; karena, sebagaimana di sana ada kerinduan yang tidak terpuaskan untuk hal-hal yang tidak berguna dan bersifat merusak / menghancurkan, demikianlah dunia mencari, pada semua sisi dan tanpa akhir, semua metode yang bisa dibuat dan dibayangkannya untuk menghancurkan dirinya sendiri; dan setan selalu mempunyai persediaan sejumlah besar pengajar-pengajar seperti itu seperti yang dunia ingin memilikinya. Selalu ada panen yang berlimpah-limpah dari orang-orang jahat, sebagaimana hal itu ada pada saat ini; dan karena itu setan tidak pernah kekurangan pelayan-pelayan untuk menipu manusia, sebagaimana ia juga tidak pernah kekurangan cara untuk menipu) - hal 255-256.

 

Calvin: “We deserve to be covered and choked by that kind of filth, seeing that the truth of God finds no place in us, or, if it has found entrance, is immediately driven from its possession” (= Kita layak untuk dikubur dan dicekik oleh kotoran / sampah jenis itu, mengingat bahwa kebenaran Allah tidak mendapat tempat dalam diri kita, atau, jika berhasil masuk, kebenaran Allah itu segera diusir / diterbangkan dari kepemilikan) - hal 256.

 

Calvin: “men, of their own accord, choose to be deceived rather than to be properly instructed” (= manusia dengan persetujuan mereka sendiri, memilih untuk ditipu dari pada diajar secara benar) - hal 256.

 

Pulpit Commentary: “‘Will heap to themselves’ ... a contemptuous word ... implying the indiscriminate multiplication of teachers” (= ‘Akan menimpuk / menimbun bagi diri mereka sendiri’ ... suatu kata yang merendahkan / menghina ... secara implicit menunjuk pada penggandaan yang sembarangan dari pengajar-pengajar) - hal 58.

 

Gereja yang benar / pendeta yang benar selalu akan ‘menjaga mimbar’ dari pengajar-pengajar sesat / nabi-nabi palsu. Dalam kalangan yang setengah benar biasanya tidak ada penjagaan mimbar. Dalam kalangan yang brengsek, yang ada justru adalah penjagaan mimbar terhadap nabi-nabi asli! Kira-kira GKRI EXODUS sekarang termasuk yang mana?

 

5.   Mereka bukannya sama sekali tidak mau mendengar khotbah / pengajaran; mereka hanya menolak satu golongan pengkhotbah dan mengumpulkan golongan pengkhotbah yang lain yang mereka sukai.

 

Pulpit Commentary: “They will not discard the ministry absolutely. They will only exchange one class of ministers for another” (= Mereka tidak akan membuang pelayanan secara mutlak. Mereka hanya akan menukarkan satu golongan pendeta untuk yang lain) - hal 66.

 

John Stott: “They thus substitute their fancy for God’s revelation. The criterion by which they judge teachers is not (as it should be) God’s word but their own subjective taste. Worse still, they do not first listen and then decide whether what they have heard is true; they first decide what they want to hear and then select teachers who will oblige by toeing their line” [= Dengan demikian mereka menggantikan wahyu Allah dengan fantasi / kesukaan mereka. Kriteria dengan mana mereka menilai pengajar-pengajar bukanlah (seperti seharusnya) Firman Allah tetapi selera mereka sendiri yang sifatnya subyektif. Lebih buruk lagi, mereka bukannya mendengar lebih dulu dan baru memutuskan apakah apa yang mereka telah dengar itu benar; tetapi mereka memutuskan lebih dulu apa yang ingin mereka dengar dan lalu menyeleksi pengajar-pengajar yang menuruti peraturan / doktrin mereka dengan ketat] - hal 111.

 

6.   Selalu akan ada guru-guru palsu yang siap untuk memuaskan keinginan bodoh dari orang-orang ini.

 

William Hendriksen mengutip kata-kata Clement of Alexandria: “There are always teachers that are willing to ‘scratch and tickle the ears of those who wish to be ‘tickled’” (= Selalu ada pengajar-pengajar yang mau untuk menggaruk dan menggelitik telinga mereka yang ingin digelitik) - hal 312.

 

Kalau mencari pengkhotbah yang pengajarannya bagus sukar sekali, tetapi kalau mencari nabi palsu yang pengajarannya tidak karu-karuan mudah sekali. Kita bisa dengan mudah mendapatkan dari berbagai jenis!

 

d)   Sikap pendeta / pengkhotbah.

 

1.   Sikap pada umumnya (faktanya).

Pengkhotbah menuruti keinginan yang tidak baik dari jemaat.

 

Ilustrasi: musik di Fitness Center pada saat aerobic seringkali sangat keras. Itu dalam jangka panjang bisa merusak pendengaran. Pada waktu saya tanyakan, salah satu pimpinan menjawab: ‘Mereka senang seperti itu, menyebabkan lebih semangat’. Seharusnya, pimpinan bukan menuruti permintaan yang ia tahu bisa merusak pendengaran dari anggota-anggota aerobic tersebut. Ia seharusnya menjelaskan bahwa itu bisa merusak pendengaran dan sebagainya. Tetapi bukan itu yang ia lakukan. Ia menuruti keinginan (yang tidak baik) dari anggotanya.

Dalam urusan bisnis / sekuler, menyenangkan langganan dengan hal-hal yang salah seperti ini tetap salah, tetapi lebih-lebih dalam urusan rohani!

 

Vincent: “The demand creates the supply. The hearers invite and shape their own preachers. If the people desire a calf to worship, a ministerial calf-maker is readily found” (= Tuntutan menciptakan suplai. Para pendengar mengundang dan membentuk pengkhotbah-pengkhotbah mereka sendiri. Jika orang-orang itu menginginkan seekor anak lembu untuk disembah, pembuat anak lembu segera ditemukan).

 

Wycliffe Bible Commentary: “The principle is Hosea’s: ‘like people, like priest’” (= Prinsipnya adalah prinsip Hosea: ‘seperti umat / bangsa, seperti imam’ / imam akan seperti umat / bangsa).

 

Hos 4:9 - “Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia karena tindakan-tindakannya dan Aku akan membalaskan perbuatan-perbuatannya kepadanya”. Terjemahan ini salah!

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘like people, like priest(s)’ (= ‘seperti umat / bangsa, seperti imam’ atau ‘imam akan seperti umat / bangsa’).

 

Mungkin saudara pernah mendengar pepatah: ‘like father, like son’ (= anak akan / pasti seperti bapanya).

Yang aneh adalah: Hos 4:9 ini tidak mengatakan ‘like priest, like people’ (= umat / bangsa akan / pasti seperti imamnya). Hos 4:9 membalik kata-kata itu menjadi ‘like people, like priest’ (= imam akan / pasti seperti umat / bangsanya). Rasanya jadi tidak masuk akal. Masakan kita berkata ‘like son, like father’ (= bapa akan / pasti seperti anaknya)?

Tetapi kata-kata ‘like people, like priest’ (= imam akan / pasti seperti umat / bangsanya) ini sangat memungkinkan. Kalau umat / jemaat menginginkan hal-hal yang sekalipun tidak benar tetapi menyenangkan, maka imam punya kecenderungan untuk menuruti keinginan mereka.

Demikian juga pada jaman ini. Kalau jemaat maunya dongeng, dan tidak mau kebenaran, apakah aneh kalau pengkhotbah-pengkhotbah lalu menuruti kemauan mereka, dari pada diafkir sebagai pengkhotbah?

Jadi, karena pada akhir jaman kebanyakan orang tidak mau mendengar kebenaran, tetapi menginginkan berita yang menyenangkan, dongeng, dsb, maka dunia kristen sekarang dipenuhi dengan pengkhotbah-pengkhotbah seperti itu!

Kalau pengkhotbah mengajar doktrin, jemaat tidur / mengkritik dan sebagainya. Kalau pengkhotbah menegur dosa, jemaat marah / ngambek dan sebagainya. Tetapi kalau pengkhotbah mengajar yang enak di telinga, jemaat senang dan memuji dia. Anehkah kalau si pengkhotbah lalu terus menerus khotbah yang enak-enak saja? Saya tidak mengatakan bahwa pengkhotbah bisa dibenarkan pada waktu melakukan hal itu, tetapi itu jelas bukanlah sesuatu yang aneh!

 

2.   Sikap yang seharusnya.

Pengkhotbah tidak boleh menuruti keinginan yang tidak baik dari jemaat. Ia harus tetap memberitakan Firman Tuhan yang benar, apakah pemberitaannya disenangi atau tidak. Tujuannya memang bukan menyenangkan jemaat, tetapi menyenangkan Tuhan!

 

Gal 1:10 - “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus”.

1Tes 2:4 - “Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita”.

1Kor 1:22-24 - “(22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, (23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, (24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah”.

Yoh 6:60,66,67 - “(60) Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: ‘Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?’ ... (66) Mulai dari waktu itu banyak murid-muridNya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. (67) Maka kata Yesus kepada kedua belas muridNya: ‘Apakah kamu tidak mau pergi juga?’”.

 

Calvin: “the more extraordinary the eagerness of wicked men to despise the doctrine of Christ, the more zealous should godly ministers be to defend it, and the more strenuous should be their efforts to preserve it entire; and not only so, but also by their diligence to ward off the attacks of Satan” (= makin luar biasa kesungguhan dari orang-orang jahat untuk meremehkan / menghina ajaran tentang Kristus, makin bersemangat seharusnya pelayan-pelayan yang saleh untuk membela / mempertahankannya, dan makin kuat seharusnya usaha mereka untuk memelihara / melindunginya supaya tetap utuh; dan bukan hanya demikian, tetapi juga dengan rajin / tekun menangkis serangan-serangan setan) - hal 255.

 

Calvin: “So far from this being a good reason why we should be discouraged and give way, we ought to fight against such monstrous ingratitude, and even to strive with greater earnestness than if all were gladly embracing Christ offered to them” (= Ini sama sekali bukan merupakan suatu alasan yang baik mengapa kita harus kecil hati dan menyerah, tetapi kita harus berperang melawan rasa tidak tahu terima kasih yang begitu dahsyat, dan bahkan berjuang dengan kesungguhan yang lebih besar, dari pada jika semua dengan gembira menerima / mempercayai Kristus yang ditawarkan kepada mereka) - hal 255.

 

4:5 - Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!.

 

1)   Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal.

KJV: ‘But watch thou in all things’ (= Tetapi berjaga-jagalah kamu dalam segala hal).

RSV: ‘As for you, always be steady’ (= Mengenai kamu, selalulah kokoh / mantap).

NIV: But you, keep your head in all situations (= Tetapi kamu, tetaplah tenang dalam segala situasi).

NASB: But you, be sober in all things (= Tetapi kamu, waraslah dalam segala sesuatu).

 

2)   sabarlah menderita.

Adam Clarke: “‘Endure afflictions.’ Let no sufferings affright thee; nor let the dread of them either cause thee to abandon the truth, or relax in thy zeal for the salvation of men” (= ‘Tahanlah penderitaan’. Jangan biarkan penderitaan menakut-nakuti kamu; atau membiarkan rasa takut terhadap penderitaan menyebabkan engkau meninggalkan kebenaran, atau menjadi santai dalam semangatmu bagi keselamatan manusia).

 

Memang jelas bahwa penderitaan bisa menyebabkan kita menjadi takut, dan rasa takut itu bisa menyebabkan:

Tetapi ini tidak boleh terjadi dalam hidup kita. Kristus sudah rela menderita dan bahkan mati bagi kita, maka kita juga harus bersedia untuk menderita dan mati bagi Dia!

 

3)   lakukanlah pekerjaan pemberita Injil.

 

a)   Pemberita Injil dan tugasnya.

 

Calvin condong untuk menganggap bahwa ‘pemberita Injil’ ini bukanlah seperti pemberita Injil jaman sekarang, tetapi merupakan salah satu jabatan gereja, seperti yang ada dalam Ef 4:11 - “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar”.

 

Matthew Henry: “‘Do the work of an evangelist.’ The office of the evangelist was, as the apostles’ deputies, to water the churches that they planted. They were not settled pastors, but for some time resided in, and presided over, the churches that the apostles had planted, till they were settled under a standing ministry. This was Timothy’s work” (= ‘Lakukanlah pekerjaan pemberita Injil’. Tugas dari Pemberita Injil adalah, sebagai wakil-wakil rasul, adalah untuk menyirami gereja-gereja yang mereka dirikan. Mereka bukan pendeta-pendeta yang menetap, tetapi untuk suatu waktu tinggal di, dan memimpin atas, gereja-gereja yang ditanam oleh rasul-rasul, sampai gereja-gereja itu sudah teguh di bawah pelayanan yang menetap. Ini merupakan pekerjaan Timotius).

 

Saya meragukan bahwa tugas ‘pemberita Injil’ adalah mengairi / menyiram apa yang ditanam oleh rasul. Apa dasarnya mengatakan demikian? Matthew Henry hanya menyatakan hal itu tanpa memberikan dasar Kitab Suci dari pandangannya tersebut. Apakah mereka tugasnya bukan sesuai dengan namanya / jabatannya, yaitu memberitakan Injil? Ini ada dasar Kitab Sucinya, karena dalam Kis 21:8 Filipus disebut ‘pemberita Injil’, dan dalam Kis 8 ia banyak melakukan penginjilan!

 

b)   Arti potongan kalimat ini.

Adam Clarke / Albert Barnes berpendapat bahwa bagian ini artinya adalah: harus memberitakan Injil! Dan saya tambahkan: bukan Injil yang lain / berbeda, tetapi Injil yang benar!

 

1Kor 9:16 - “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil”.

 

Pulpit Commentary: “we are not to suppose that pastors did not also ‘do the work of an evangelist.’ They had saints and sinners under their care in all places” (= kita tidak boleh menganggap bahwa pendeta-pendeta tidak juga ‘melakukan pekerjaan pemberita Injil’. Mereka mempunyai orang-orang kudus dan orang-orang berdosa di bawah pemeliharaan mereka di semua tempat) - hal 66.

 

4)   dan tunaikanlah tugas pelayananmu!.

 

KJV: ‘make full proof of thy ministry’ (= buatlah bukti penuh dari pelayananmu).

RSV/NASB: ‘fulfil your ministry’ (= genapilah pelayananmu).

NIV: discharge all the duties of your ministry (= laksanakanlah semua kewajiban pelayananmu).

 

Donald Guthrie mengatakan bahwa terjemahan seharusnya adalah ‘selesaikanlah’, dan ia mengatakan bahwa Timotius sudah menggunakan bajak, dan ia tidak boleh menoleh ke belakang sampai pelayanannya selesai.

bdk. Luk 9:62 - “Tetapi Yesus berkata: ‘Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.’”.

 

Orang Kristen harus setia dan bertanggung jawab dalam pelayanan, dan bukannya menerima suatu pelayanan lalu meninggalkannya secara tidak bertanggung jawab. Bandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Markus dalam Kis 15:37-38 - “(37) Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; (38) tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka”.

 

Banyak orang Kristen yang masuk daftar pengurus dimana-mana tetapi tidak pernah melayani. Ini tidak pada tempatnya! Cari pelayanan yang memang sesuai dengan kehendak Tuhan bagi saudara / sesuai dengan karunia saudara, dan lakukanlah dengan setia dan bertanggung jawab.

 

Bandingkan dengan:

 

 

-o0o-


II Tim 3:10-4:5(4)

 

4:3-4 - “(3) Krn akan dtg waktunya, org tidak dpt lagi menerima ajaran sehat, tetapi mrk akan mengumpulkan guru2 menurut kehendaknya utk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mrk akan memalingkan telinganya dr kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

 

1) Krn akan dtg waktunya.

 

Yes 30:9-11 - “(9) Sebab mrk itu suatu bangsa pemberontak, anak2 yg suka bohong anak2 yg enggan mendengar akan pengajaran TUHAN; (10) yg mengatakan kpd para tukang tilik: ‘Jgn menilik,’ dan kpd para pelihat: ‘Jgnlah lihat bagi kami hal2 yg benar, tetapi katakanlah kpd kami hal2 yg manis, lihatlah bagi kami hal2 yg semu, (11) menyisihlah dr jalan dan ambillah jalan lain, jgnlah susahi kami dg Yg Mahakudus, Allah Israel.’”.

 

1Raja 22:5-14 - “(5) Tetapi Yosafat berkata kpd raja Israel: ‘Baiklah tanyakan dahulu fT.’ (6) Lalu raja Israel mengumpulkan para nabi, kira2 400 org banyaknya, kemudian bertanyalah ia kpd mrk: ‘Apakah aku boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau aku membatalkannya?’ Jawab mrk: ‘Majulah! Tuhan akan menyerahkannya ke dlm tangan raja.’ (7) Tetapi Yosafat bertanya: ‘Tidak adakah lagi di sini seorg nabi TUHAN, supaya dg perantaraannya kita dpt meminta petunjuk?’ (8) Jawab raja Israel kpd Yosafat: ‘Masih ada seorg lagi yg dg perantaraannya dpt diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yg baik ttg aku, melainkan malapetaka. Org itu ialah Mikha bin Yimla.’ Kata Yosafat: ‘Jgnlah raja berkata demikian.’ (8) Kemudian raja Israel memanggil seorg pegawai istana, katanya: ‘Jemputlah Mikha bin Yimla dg segera!’ (9) Sementara raja Israel dan Yosafat, raja Yehuda, duduk msg2 di atas takhtanya dg pakaian kebesaran, di suatu tempat pengirikan di depan pintu gerbang Samaria, sdg semua nabi itu bernubuat di depan mrk, (10) maka Zedekia bin Kenaana membuat tanduk2 besi, lalu berkata: ‘Beginilah fT: Dg ini engkau akan menanduk Aram sampai engkau menghabiskan mrk.’ (11) Juga semua nabi itu bernubuat demikian, katanya: ‘Majulah ke Ramot-Gilead, dan engkau akan beruntung; TUHAN akan menyerahkannya ke dlm tangan raja.’ (12) Suruhan yg pergi memanggil Mikha itu, berkata kpdnya: ‘Ketahuilah, nabi2 itu sudah sepakat meramalkan yg baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara spt salah seorg dp mrk dan meramalkan yg baik.’ (13) Tetapi Mikha menjawab: ‘Demi TUHAN yg hidup, sesghnya, apa yg akan difirmankan TUHAN kpdku, itulah yg akan kukatakan.’”.

 

Hendriksen: Dlm setiap periode sejarah ... di sana ada suatu waktu dimana org2 menolak utk mendengar ajaran yg sehat. Pd waktu sejarah berlanjut menuju akhirnya, situasi ini makin memburuk.

 

2) “(3b) org tidak dpt lagi menerima ajaran sehat, tetapi mrk akan mengumpulkan guru2 menurut kehendaknya utk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mrk akan memalingkan telinganya dr kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

 

Yer 5:30-31 - “(30) Kedahsyatan dan kengerian terjadi di negeri ini: (31) Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dg sewenang2, dan umatKu menyukai yg demikian! Tetapi apakah yg akan kamu perbuat, apabila dtg kesudahannya?”.

 

a) Ini alasan mengapa Timotius hrs lakukan pesan Paulus dlm 2Tim 4:2.

 

b) org tidak dpt lagi menerima ajaran sehat, ... Mrk akan memalingkan telinganya dr kebenaran.

 

1. ‘Ajaran sehat’ ... ‘kebenaran’.

 

2. ‘tidak dpt lagi menerima’.

KJV/RSV/NASB: ‘will not endure’ (= akan tidak tahan).

NIV: will not put up (= akan tidak tahan).

 

3. ‘Mrk akan memalingkan telinganya dr kebenaran’.

 

Calvin: Ini berarti bahwa mrk bukan hanya akan tidak senang atau meremehkan, tetapi bahkan akan membenci, ajaran yg sehat.

 

Kis 7:57 - “Maka berteriak2lah mrk dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia”.

 

c) “mrk akan mengumpulkan guru2 menurut kehendaknya utk memuaskan keinginan telinganya.  ... membukanya bagi dongeng”.

 

1. Ajaran ‘utk memuaskan keinginan telinga’ dan ‘dongeng’ mewakili ajaran2 yg salah.

 

Barnes: Salah satu keahlian dr musuh jiwa2 adalah mencampur dongeng dg kebenaran; dan pd waktu ia tidak bisa membuang kebenaran dg permusuhan langsung, ia menetralkannya dg mencampur dgnya banyak hal yg salah dan tidak karu2an.

 

2. Ini menunjukkan bahwa org2 itu selalu ingin sst yg baru / aneh.

 

Calvin: dunia akan mempunyai telinga yg begitu menyaring, dan menginginkan dg begitu berlebihan sst yg baru / aneh, shg ia akan mengumpulkan utk dirinya sendiri berbagai2 pengajar, dan akan dipesonakan secara tak henti2nya oleh penemuan2 baru.

 

3. Org yg menolak kebenaran akan mendptkan kesesatan.

 

Pulpit: Mrpk suatu fakta yg khidmat / sgh2 dlm providensia Ilahi, bahwa pd waktu manusia tidak suka utk kembali kpd pengetahuan ttg kebenaran, Allah menyerahkan mrk kpd pikiran yg bejad, shg mrk kehilangan semua kesukaan utk ajaran yg sehat.

 

Clarke: Mrk yg menolak kebenaran ditinggalkan oleh penghakiman yg adil dr Allah shg mrk akan percaya pd omong kosong yg paling hina / rendah.

 

Ro 1:21-28 - “(21) Sebab sekalipun mrk mengenal Allah, mrk tidak memuliakan Dia sbg Allah atau mengucap syukur kpdNya. Sebaliknya pikiran mrk menjadi sia2 dan hati mrk yg bodoh menjadi gelap. (22) Mrk berbuat seolah2 mrk penuh hikmat, tetapi mrk telah menjadi bodoh. (23) Mrk menggantikan kemuliaan Allah yg tidak fana dg gambaran yg mirip dg manusia yg fana, burung2, binatang2 yg berkaki 4 atau binatang2 yg menjalar. (24) Krn itu Allah menyerahkan mrk kpd keinginan hati mrk akan kecemaran, shg mrk saling mencemarkan tubuh mrk. (25) Sebab mrk menggantikan kebenaran Allah dg dusta dan memuja dan menyembah makhluk dg melupakan Penciptanya yg harus dipuji selama-lamanya, amin. (26) Krn itu Allah menyerahkan mrk kpd hawa nafsu yg memalukan, sebab isteri2 mrk menggantikan persetubuhan yg wajar dg yg tak wajar. (27) Demikian juga suami2 meninggalkan persetubuhan yg wajar dg isteri mrk dan menyala2 dlm berahi mrk seorg thdp yg lain, shg mrk melakukan kemesuman, laki2 dg laki2, dan krn itu mrk menerima dlm diri mrk balasan yg setimpal utk kesesatan mrk. (28) Dan krn mrk tidak merasa perlu utk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mrk kpd pikiran2 yg terkutuk, shg mrk melakukan apa yg tidak pantas”.

 

4. ‘mengumpulkan’ / ‘heap up’ (= menumpuk / menimbun).

 

Calvin: Adalah benar utk memperhatikan istilah ‘mengumpulkan / menumpuk’, dg mana ia memaksudkan bahwa kegilaan dr manusia akan menjadi begitu besar, shg mrk tidak puas dg beberapa penipu, tetapi akan menginginkan utk mempunyai banyak sekali penipu; krn, sbgm di sana ada kerinduan yg tidak terpuaskan utk hal2 yg tidak berguna dan bersifat merusak / menghancurkan, demikianlah dunia mencari, pd semua sisi dan tanpa akhir, semua metode yg bisa dibuat dan dibayangkannya utk menghancurkan dirinya sendiri; dan setan selalu mempunyai persediaan sejumlah besar pengajar2 spt itu spt yg dunia ingin memilikinya. Selalu ada panen yg berlimpah2 dr org2 jahat, sbgm hal itu ada pd saat ini; dan krn itu setan tidak pernah kekurangan pelayan2 utk menipu manusia, sbgm ia juga tidak pernah kekurangan cara utk menipu.

 

Calvin: Kita layak utk dikubur dan dicekik oleh kotoran / sampah jenis itu, mengingat bahwa kebenaran Allah tidak mendpt tempat dlm diri kita, atau, jika berhasil masuk, kebenaran Allah itu segera diusir / diterbangkan dr kepemilikan.

 

Calvin: manusia dg persetujuan mrk sendiri, memilih utk ditipu dp diajar secara benar.

 

Pulpit: ‘Akan menimpuk / menimbun bagi diri mrk sendiri’ ... suatu kata yg merendahkan / menghina ... secara implicit menunjuk pd penggandaan yg sembarangan dr pengajar2.

 

5. Mrk bukannya sama sekali tidak mau mendengar pengajaran; mrk hanya tolak satu gol pkh dan mengumpulkan gol pkh yg mrk sukai.

 

Pulpit: Mrk tidak akan membuang pelayanan secara mutlak. Mrk hanya akan menukarkan satu gol pdt utk yg lain.

 

Stott: Dg demikian mrk menggantikan wahyu Allah dg fantasi / kesukaan mrk. Kriteria dg mana mrk menilai pengajar2 bukanlah (spt seharusnya) FA tetapi selera mrk sendiri yg sifatnya subyektif. Lebih buruk lagi, mrk bukannya mendengar lebih dulu dan baru memutuskan apakah apa yg mrk telah dengar itu benar; tetapi mrk memutuskan lebih dulu apa yg ingin mrk dengar dan lalu menyeleksi pengajar2 yg menuruti peraturan / doktrin mrk dg ketat.

 

6. Selalu akan ada guru2 palsu yg siap utk memuaskan keinginan bodoh dr org2 ini.

 

Hendriksen kutip kata2 Clement of Alexandria: Selalu ada pengajar2 yg mau utk menggaruk dan menggelitik telinga mrk yg ingin digelitik.

 

d) Sikap pdt / pkh.

 

1. Sikap pd umumnya (faktanya).

 

Vincent: Tuntutan menciptakan suplai. Para pendengar mengundang dan membentuk pkh2 mrk sendiri. Jika org2 itu menginginkan seekor anak lembu utk disembah, pembuat anak lembu segera ditemukan.

 

Wycliffe: Prinsipnya adalah prinsip Hosea: ‘spt umat / bgs, spt imam’ / imam akan spt umat / bgs.

 

Hos 4:9 - “Maka spt nasib rakyat demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia krn tindakan2nya dan Aku akan membalaskan perbuatan2nya kpdnya”.

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘like people, like priest(s)’ (= ‘spt umat / bangsa, spt imam’ atau ‘imam akan spt umat / bangsa’).

 

‘like father, like son’ (= anak akan / pasti spt bapanya).

 

2. Sikap yg shrsnya.

 

Gal 1:10 - “Jadi bgm sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kpd manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kpd manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus”.

 

1Tes 2:4 - “Sebaliknya, krn Allah telah menganggap kami layak utk mempercayakan Injil kpd kami, krn itulah kami berbicara, bukan utk menyukakan manusia, melainkan utk menyukakan Allah yg menguji hati kita”.

 

1Kor 1:22-24 - “(22) Org-org Yahudi menghendaki tanda dan org-org Yunani mencari hikmat, (23) tetapi kami memberitakan Kristus yg disalibkan: utk org-org Yahudi suatu batu sandungan dan utk org-org bukan Yahudi suatu kebodohan, (24) tetapi utk mrk yg dipanggil, baik org Yahudi, maupun org bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah”.

 

Yoh 6:60,66,67 - “(60) Sesudah mendengar semuanya itu banyak dr murid2 Yesus yg berkata: ‘Perkataan ini keras, siapakah yg sanggup mendengarkannya?’ ... (66) Mulai dr waktu itu banyak murid2Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. (67) Maka kata Yesus kpd ke 12 muridNya: ‘Apakah kamu tidak mau pergi juga?’”.

 

Calvin: makin luar biasa kesghan dr org2 jahat utk meremehkan / menghina ajaran ttg Kristus, makin bersemangat shrsnya pelayan2 yg saleh utk membela / mempertahankannya, dan makin kuat shrsnya usaha mrk utk memelihara / melindunginya supaya tetap utuh; dan bukan hanya demikian, tetapi juga dg rajin / tekun menangkis serangan2 setan.

 

Calvin: Ini sama sekali bukan mrpk suatu alasan yg baik mengapa kita harus kecil hati dan menyerah, tetapi kita hrs berperang melawan rasa tidak tahu terima kasih yg begitu dahsyat, dan bahkan berjuang dg kesghan yg lebih besar, dp jika semua dg gembira menerima / mempercayai Kristus yg ditawarkan kpd mrk.

 

4:5 - “Tetapi kuasailah dirimu dlm segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!.

 

1) Tetapi kuasailah dirimu dlm segala hal.

KJV: ‘But watch thou in all things’ (= Tetapi berjaga2lah kamu dlm segala hal).

RSV: ‘As for you, always be steady’ (= Mengenai kamu, selalulah kokoh / mantap).

NIV: But you, keep your head in all situations (= Tetapi kamu, tetaplah tenang dlm segala situasi).

NASB: But you, be sober in all things (= Tetapi kamu, waraslah dlm segala sst).

 

2) sabarlah menderita.

 

Clarke: ‘Tahanlah penderitaan’. Jgn biarkan penderitaan menakut2i kamu; atau membiarkan rasa takut thdp penderitaan menyebabkan engkau meninggalkan kebenaran, atau menjadi santai dlm semangatmu bagi keselamatan manusia.

 

3) lakukanlah pekerjaan pemberita Injil.

 

a) Pemberita Injil dan tugasnya.

 

Ef 4:11 - “Dan Ialah yg memberikan baik rasul2 maupun nabi2, baik pemberita2 Injil maupun gembala2 dan pengajar2”.

 

Matthew Henry: ‘Lakukanlah pekerjaan pemberita Injil’. Tugas dr Pemberita Injil adalah, sbg wakil2 rasul, adalah utk menyirami grj2 yg mrk dirikan. Mrk bukan pdt2 yg menetap, tetapi utk suatu waktu tinggal di, dan memimpin atas, grj2 yg ditanam oleh rasul2, sampai grj2 itu sudah teguh di bawah pelayanan yg menetap. Ini mrpk pek Tim.

 

b) Arti potongan kalimat ini.

 

1Kor 9:16 - “Krn jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan utk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil”.

 

Pulpit: kita tidak boleh menganggap bahwa pdt2 tidak juga ‘melakukan pek pemberita Injil’. Mrk mempunyai org2 kudus dan org2 berdosa di bawah pemeliharaan mrk di semua tempat.

 

4) dan tunaikanlah tugas pelayananmu!.

 

KJV: ‘make full proof of thy ministry’ (= buatlah bukti penuh dr pelayananmu).

RSV/NASB: ‘fulfil your ministry’ (= genapilah pelayananmu).

NIV: discharge all the duties of your ministry (= laksanakanlah semua kewajiban pelayananmu).

 

Luk 9:62 - “Tetapi Yesus berkata: ‘Setiap org yg siap utk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak utk Kerajaan Allah.’”.

 

Kis 15:37-38 - “(37) Barnabas ingin membawa juga Yohanes yg disebut Markus; (38) tetapi Paulus dg tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta org yg telah meninggalkan mrk di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dg mrk”.

 

Kis 20:24 - “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dpt mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yg ditugaskan oleh TY kpdku utk memberi kesaksian ttg Injil kk Allah”.

 

Kol 4:17 - “Dan sampaikanlah kpd Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yg kauterima dlm Tuhan kaujalankan sepenuhnya”.

 

 

-o0o-

 

 


 

2Tim 3:10-4:5 - “(3:10) Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. (3:11) Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. (3:12) Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, (3:13) sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. (3:14) Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. (3:15) Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. (3:16) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (3:17) Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (4:1) Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya: (4:2) Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (4:3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4:4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. (4:5) Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”.

 

KJV: ‘(10) But thou hast fully known my doctrine, manner of life, purpose, faith, longsuffering, charity, patience, (11) Persecutions, afflictions, which came unto me at Antioch, at Iconium, at Lystra; what persecutions I endured: but out of [them] all the Lord delivered me. (12) Yea, and all that will live godly in Christ Jesus shall suffer persecution. (13) But evil men and seducers shall wax worse and worse, deceiving, and being deceived. (14) But continue thou in the things which thou hast learned and hast been assured of, knowing of whom thou hast learned [them]; (15) And that from a child thou hast known the holy scriptures, which are able to make thee wise unto salvation through faith which is in Christ Jesus. (16) All scripture [is] given by inspiration of God, and [is] profitable for doctrine, for reproof, for correction, for instruction in righteousness: (17) That the man of God may be perfect, throughly furnished unto all good works. (1) I charge [thee] therefore before God, and the Lord Jesus Christ, who shall judge the quick and the dead at his appearing and his kingdom; (2) Preach the word; be instant in season, out of season; reprove, rebuke, exhort with all longsuffering and doctrine. (3) For the time will come when they will not endure sound doctrine; but after their own lusts shall they heap to themselves teachers, having itching ears; (4) And they shall turn away [their] ears from the truth, and shall be turned unto fables. (5) But watch thou in all things, endure afflictions, do the work of an evangelist, make full proof of thy ministry’ (= ).

 

RSV: ‘(10) Now you have observed my teaching, my conduct, my aim in life, my faith, my patience, my love, my steadfastness, (11) my persecutions, my sufferings, what befell me at Antioch, at Iconium, and at Lystra, what persecutions I endured; yet from them all the Lord rescued me. (12) Indeed all who desire to live a godly life in Christ Jesus will be persecuted, (13) while evil men and impostors will go on from bad to worse, deceivers and deceived. (14) But as for you, continue in what you have learned and have firmly believed, knowing from whom you learned it (15) and how from childhood you have been acquainted with the sacred writings which are able to instruct you for salvation through faith in Christ Jesus. (16) All scripture is inspired by God and profitable for teaching, for reproof, for correction, and for training in righteousness, (17) that the man of God may be complete, equipped for every good work. (1) I charge you in the presence of God and of Christ Jesus who is to judge the living and the dead, and by his appearing and his kingdom: (2) preach the word, be urgent in season and out of season, convince, rebuke, and exhort, be unfailing in patience and in teaching. (3) For the time is coming when people will not endure sound teaching, but having itching ears they will accumulate for themselves teachers to suit their own likings, (4) and will turn away from listening to the truth and wander into myths. (5) As for you, always be steady, endure suffering, do the work of an evangelist, fulfil your ministry’ (= ).

 

NIV: ‘(10) You, however, know all about my teaching, my way of life, my purpose, faith, patience, love, endurance, (11) persecutions, sufferings--what kinds of things happened to me in Antioch, Iconium and Lystra, the persecutions I endured. Yet the Lord rescued me from all of them. (12) In fact, everyone who wants to live a godly life in Christ Jesus will be persecuted, (13) while evil men and impostors will go from bad to worse, deceiving and being deceived. (14) But as for you, continue in what you have learned and have become convinced of, because you know those from whom you learned it, (15) and how from infancy you have known the holy Scriptures, which are able to make you wise for salvation through faith in Christ Jesus. (16) All Scripture is God-breathed and is useful for teaching, rebuking, correcting and training in righteousness, (17) so that the man of God may be thoroughly equipped for every good work. (1) In the presence of God and of Christ Jesus, who will judge the living and the dead, and in view of his appearing and his kingdom, I give you this charge: (2) Preach the Word; be prepared in season and out of season; correct, rebuke and encourage - with great patience and careful instruction. (3) For the time will come when men will not put up with sound doctrine. Instead, to suit their own desires, they will gather around them a great number of teachers to say what their itching ears want to hear. (4) They will turn their ears away from the truth and turn aside to myths. (5) But you, keep your head in all situations, endure hardship, do the work of an evangelist, discharge all the duties of your ministry (= ).

 

NASB: ‘(10) But you followed my teaching, conduct, purpose, faith, patience, love, perseverance, (11) persecutions, and sufferings, such as happened to me at Antioch, at Iconium and at Lystra; what persecutions I endured, and out of them all the Lord delivered me! (12) And indeed, all who desire to live godly in Christ Jesus will be persecuted. (13) But evil men and impostors will proceed from bad to worse, deceiving and being deceived. (14) You, however, continue in the things you have learned and become convinced of, knowing from whom you have learned them; (15) and that from childhood you have known the sacred writings which are able to give you the wisdom that leads to salvation through faith which is in Christ Jesus. (16) All Scripture is inspired by God and profitable for teaching, for reproof, for correction, for training in righteousness; (17) that the man of God may be adequate, equipped for every good work. (1) I solemnly charge you in the presence of God and of Christ Jesus, who is to judge the living and the dead, and by His appearing and His kingdom: (2) preach the word; be ready in season and out of season; reprove, rebuke, exhort, with great patience and instruction. (3) For the time will come when they will not endure sound doctrine; but wanting to have their ears tickled, they will accumulate for themselves teachers in accordance to their own desires; (4) and will turn away their ears from the truth, and will turn aside to myths. (5) But you, be sober in all things, endure hardship, do the work of an evangelist, fulfill your ministry (= ).

 

 

 

 

 

 

 

 


Tanggal 3 November 2002

 

II Timotius 3:10-4:5

I) Dunia dan Kitab Suci / Firman Tuhan.

 

3:13 - “sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan”.

 

Calvin berkata bahwa 3:13 ini menunjukkan bahwa Paulus menubuatkan bahwa orang-orang jahat akan menentang Injil / Firman Tuhan dengan cara yang tegar tengkuk, dan bahkan mereka akan berhasil dalam menyesatkan orang-orang lain.

 

Calvin: “One worthless person will always be more effectual in destroying, than ten faithful teachers in building, though they labour with all their might. ... it is not because falsehood, in its own nature, is stronger than truth, or that the tricks of Satan exceed the energy of the Spirit of God; but because men, being naturally inclined to vanity and errors, embrace far more readily what agrees with their natural disposition, and also because, being blinded by a righteous vengeance of God, they are led, as captive slaves, at the will of Satan” (= Satu orang yang tidak berharga akan selalu lebih efektif dalam menghancurkan dari pada sepuluh guru / pengajar yang setia dalam membangun, sekalipun mereka bekerja dengan seluruh kekuatan mereka. ... itu bukan karena kepalsuan secara hakiki lebih kuat dari kebenaran, atau bahwa tipu muslihat setan melebihi tenaga dari Roh Allah; tetapi karena manusia, yang secara alamiah condong pada kesia-siaan dan kesalahan, jauh lebih siap / mudah untuk memeluk apa yang sesuai dengan kecondongan alamiah mereka, dan juga karena dibutakan oleh pembalasan yang benar dari Allah, mereka dipimpin, sebagai budak tawanan, sesuai kehendak setan) - hal 246.

 

Calvin: “Man’s disposition voluntarily so inclines to falsehood that he more quickly derives error from one word than truth from a wordy discourse” (= Manusia dengan sukarela begitu condong kepada kepalsuan sehingga ia lebih cepat mendapatkan kesalahan dari satu kata dari pada kebenaran dari suatu pelajaran yang panjang) - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book II, Chapter II, no 7.

II) Orang kristen dan Kitab Suci / Firman Tuhan.

 

1)   Orang kristen harus berpegang pada kebenaran.

 

3:14 - “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu”.

 

Sekalipun kejahatan / kesesatan menang, tetapi Paulus menyuruh Timotius untuk bertekun dalam kebenaran.

 

Ayat ini menunjukkan bahwa kita harus menyeleksi pengertian kita, membuang hal-hal yang tidak sesuai Kitab Suci, dan mempertahankan bagian-bagian yang memang merupakan ajaran dari Kitab Suci.

 

2)   Orang kristen harus ingat bahwa Kitab Suci memberi hikmat yang menuntun kepada keselamatan.

3:15 - Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

 

Calvin: “It is a very high commendation of the Holy Scriptures, that we must not seek anywhere else the wisdom which is sufficient for salvation” (= Merupakan suatu pujian / penghargaan yang sangat tinggi terhadap Kitab Suci yang kudus, bahwa kita tidak boleh mencari di tempat lain manapun juga hikmat yang cukup untuk keselamatan) - hal 248.

 

Mengapa orang kristen harus melakukan kedua hal di atas?

 

3:16 - Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 

1)   Segala tulisan yang diilhamkan Allah.

 

a)   Bagian ini salah terjemahan.

NASB: All Scripture is inspired by God and profitable for teaching, for reproof, for correction, for training in righteousness’ (= Seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh Allah dan bermanfaat untuk pengajaran, untuk teguran / celaan, untuk perbaikan, untuk mendidik / melatih dalam kebenaran).

TB2-LAI: Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.

 

b)   diilhamkan Allah.

Calvin: “In order to uphold the authority of the Scripture, he declares that it is divinely inspired; for, if it be so, it is beyond all controversy that men ought to receive it with reverence. ... we owe to the Scripture the same reverence which we owe to God; because it has proceeded from him alone, and has nothing belonging to man mixed with it” (= Untuk menegakkan otoritas dari Kitab Suci, ia menyatakan bahwa Kitab Suci diilhamkan secara ilahi; karena, jika memang demikian, tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa manusia harus menerimanya dengan takut dan hormat. ... kita berhutang kepada Kitab Suci rasa takut dan hormat yang sama seperti kita berhutang kepada Allah; karena Kitab Suci keluar hanya dari Dia, dan tidak ada apapun kepunyaan manusia dicampurkan dengannya) - hal 248,249.

Mendengar khotbah sambil klangopan, guyonan dsb, merupakan suatu penghinaan terhadap Allah!

 

John Murray memberikan komentar tentang seorang teman seja­watnya yang bernama E. J. Young (yang memang sangat getol dalam mempertahankan otoritas Kitab Suci) sebagai berikut: “He knew nothing of an antithesis between devotion to the Lord and devotion to the Bible. He revered the Bible because he revered the Author” (= Ia tidak mengenal pertentangan antara kesetiaan / pembaktian diri terhadap Tuhan dan kese­tiaan / pembaktian diri terhadap Alkitab. Ia menghormati Alkitab karena ia menghormati Pengarangnya).

 

2)   “dan bermanfaat”.

Karena itu dalam mengajar, pendeta / pengkhotbah tidak boleh mengajarkan hal-hal yang sama sekali tidak berguna, yang hanya memuaskan intelek atau keinginan tahu jemaat.

 

Calvin: “We are likewise reminded not to read the Holy Scripture so as to gratify our fancies, or to draw from it useless questions. ... Thus, when I expound the Holy Scripture, I must be guided by this consideration, that those who hear me may receive profit from the doctrine which I teach, that they may be edified for salvation. If I have not that desire, and do not aim at the edification of those who hear me, I am a sacrilegious person, profaning the word of God. On the other hand, they who read the Scripture, or who come to the sermon to listen, if they are in search of some foolish speculation, if they come here to take their amusement, are guilty of having profaned a thing so holy” (= Kita juga diingatkan untuk tidak membaca Kitab Suci untuk memuaskan khayalan kita, atau untuk menarik darinya pertanyaan-pertanyaan yang tidak berguna. ... Karena itu, pada saat saya menguraikan Kitab Suci yang kudus, saya harus dipimpin oleh pertimbangan ini, bahwa mereka yang mendengarkan saya bisa menerima manfaat dari ajaran yang saya ajarkan, supaya mereka dididik untuk keselamatan. Jika saya tidak mempunyai keinginan itu, dan tidak bertujuan pada pendidikan dari mereka yang mendengar saya, maka saya adalah orang yang melanggar kekudusan, mencemarkan firman Allah. Pada sisi yang lain, mereka yang membaca Kitab Suci, atau yang datang untuk mendengar khotbah, jika mereka mencari pemikiran yang bodoh, jika mereka datang ke sini untuk mendapatkan hiburan / kesenangan, maka mereka bersalah karena telah mencemarkan sesuatu yang begitu kudus) - hal 250 (footnote).

 

Dan bagi jemaat, kalau mencari ajaran, jangan mencari ajaran yang menyenangkan, tetapi yang berguna. Yang berguna seringkali justru tidak menyenangkan untuk didengar. Contoh:

·        Seminar Saksi Yehuwa jelas termasuk yang berguna, tetapi mungkin tidak terlalu menyenangkan untuk didengar!

·        belajar tentang pengharmonisan antara ayat satu dengan ayat lain yang kelihatannya bertentangan, seringkali tidak menyenangkan, karena bersifat teoretis, tetapi berguna pada saat Firman Tuhan diserang dan dianggap kontradiksi.

 

Tetapi sekalipun Firman Tuhan itu bermanfaat, bisa saja saudara tidak memanfaatkannya.

 

3)   “untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.

Kata-kata ‘untuk menyatakan kesalahan’ perlu ditekankan. Ini bisa ditinjau dari 2 sudut:

·        Kesalahan itu maksudnya kehidupan yang salah / dosa.

Calvin: “the beginning of repentance is the knowledge of our sinfulness, and a conviction of the judgment of God” (= permulaan dari pertobatan adalah pengetahuan tentang keberdosaan kita, dan suatu keyakinan tentang penghakiman Allah) - hal 250.

Kalau hanya tahu salah satu saja, tidak akan bertobat.

·        Kesalahan itu maksudnya kepercayaan / pengajaran yang salah / sesat.

Karena itu adalah lucu kalau orang kristen tidak boleh membicarakan / menyerang kesesatan, karena ini justru merupakan salah satu fungsi dari Kitab Suci. Disamping itu, kalau tidak menyatakan kesalahan / kesesatan, bagaimana kita bisa ‘mendidik orang dalam kebenaran’?

 

3:16 dilanjutkan dengan 3:17 yang menunjukkan bahwa dengan belajar Kitab Suci orang kristen diperlengkapi untuk perbuatan / pekerjaan baik.

 

3:17 - Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

 

Dari sini terlihat bahwa Tuhan ingin setiap saudara menjadi orang yang berguna, dan melakukan perbuatan baik yang Ia persiapkan sebelumnya.

 

Bdk. Ef 2:10 - “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”.

 

Perbuatan / pekerjaan baik itu apa? Pelayanan! Perhatikan bahwa 3:17 dilanjutkan dengan 4:1-2 - Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

 

a)   Bagi pendeta / hamba Tuhan.

 

Calvin mengatakan bahwa perintah untuk memberitakan Firman Tuhan ini diberikan dengan sumpah, dan sumpah itu dilakukan demi Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi pada akhir jaman. Ini menunjukkan betapa seriusnya pelayanan pemberitaan Firman Tuhan di dalam pemikiran Paulus.

 

Calvin: “he will not suffer to remain unpunished the negligence of pastors, through whom souls, which he hath redeemed at so costly a price, perish or are exposed as a prey (= ia tidak akan membiarkan tanpa hukuman kelalaian dari pendeta-pendeta, melalui siapa jiwa-jiwa, yang telah ia tebus dengan harga yang begitu mahal, binasa atau terbuka sebagai mangsa) - hal 252.

Kalau tidak dipersiapkan menghadapi ajaran sesat, maka jemaat akan terbuka sebagai mangsa. Karena itu ada seminar Saksi Yehuwa.

 

b)   Bagi jemaat.

 

1.   Harus mau belajar dari pendeta / pengkhotbah / pengajar Firman Tuhan.

Calvin mengatakan bahwa ini menentang pandangan orang-orang fanatik ngawur yang menganggap tidak perlu ada orang yang mengajar mereka. Minta diajar Roh Kudus langsung, dsb. Kita memang harus melakukan pembacaan Kitab Suci sendiri, tetapi juga mendengar ajaran dari pengajar / pendeta.

 

Calvin: “Let us remember, ... that the reading of Scripture is recommended to us in such a manner as not to hinder, in the smallest degree, the ministry of pastors; and, therefore, let believers endeavour to profit both in reading and in hearing; for not in vain hath God ordained both of them” (= Ingatlah ... bahwa pembacaan Kitab Suci dianjurkan kepada kita dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak menghalangi, dalam tingkat yang terkecil, pelayanan dari pendeta-pendeta; dan karena itu, hendaklah orang-orang percaya berusaha untuk mendapat manfaat baik dari membaca maupun dari mendengar; karena tidak dengan sia-sia Allah menentukan kedua hal itu) - hal 252.

 

Calvin (tentang Mat 4:4): “Those who voluntarily throw away that armour, and do not laboriously exercise themselves in the school of God, deserve to be strangled, at every instant, by Satan, into whose hands they give themselves up unarmed” (= Mereka yang secara sukarela membuang senjata itu, dan tidak melatih diri mereka sendiri dengan susah payah dalam sekolah Allah, layak dijerat, pada setiap saat, oleh Iblis, kedalam tangan siapa mereka menyerahkan diri mereka sendiri tanpa senjata). - hal 214.

 

2.   Jemaat juga harus melakukan pelayanan supaya menjadi orang yang berguna bagi Tuhan.

1Tim 4:14 - “Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua”.

Pikirkan: apakah selama ini saudara adalah orang yang berguna untuk Tuhan / gereja? Jangan jadi pohon ara yang tidak berbuah, yang akan ditebang oleh Tuhan (Luk 13:6-9  Mat 3:7-10).

Kitab Suci memperlengkapi kita untuk melakukan pelayanan. Salah satu hal penting yang bisa kita lakukan untuk bisa menjadi berguna adalah dengan menghafalkan ayat. Misalnya:

·        ayat-ayat yang secara explicit atau jelas menunjukkan keilahian Kristus (Yes 9:5  Yoh 1:1,18  Yoh 20:28  Kis 20:28  Ro 9:5 Fil 2:5-7  Tit 2:13  Ibr 1:8  2Pet 1:1  1Yoh 5:20  Wah 1:8).

·        ayat-ayat yang menekankan keselamatan karena iman saja (Kis 15  Ro 3:24,27-28  Ro 9:30-10:3  Gal 2:16,21  Ef 2:8-9  Fil 3:8-9).

·        ayat-ayat yang menunjukkan kematian Kristus untuk dosa kita (Mat 20:28  Ro 3:23-25  Ro 5:8-10  2Kor 5:15,21  1Pet 1:18-19).

 

Kalau saudara tidak menggunakan segala sesuatu yang ada pada saudara untuk kemuliaan Tuhan, maka pada akhir jaman saudara akan mendengar kata-kata: “Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Mat 25:26-30).

 

Pelayanan / pemberitaan Firman Tuhan harus dilakukan dengan giat secepatnya, baik oleh pendeta maupun oleh jemaat, karena akan datang saatnya dimana manusia tidak dapat lagi mendengar kebenaran dan hanya mau mendengarkan kesesatan.

 

4:3-4 - “(3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang ayat ini:

 

1)   Ini menunjukkan bahwa orang-orang itu membenci Firman Tuhan.

 

Calvin: “This means that they will not only dislike and despise, but will even hate, sound doctrine” (= Ini berarti bahwa mereka bukan hanya akan tidak senang atau meremehkan, tetapi bahkan akan membenci, ajaran yang sehat) - hal 254.

 

Kalau saudara membaca tulisan-tulisan dari pendeta-pendeta Liberal, maka saudara akan segera melihat betapa bencinya mereka pada ajaran-ajaran yang injili, seperti Kitab Suci adalah Firman Tuhan, Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga, dsb.

 

Calvin juga mengatakan bahwa di antara para pendengar ada yang mula-mula sangat senang dengan Firman Tuhan, tetapi lama kelamaan bosan dan bahkan jijik terhadap Firman Tuhan. Juga ada yang dari permulaan sudah menentang, tidak mau mendengar, mengejek. Ada juga yang mendengar tetapi tidak mau tunduk, dan akhirnya memusuhi pengkhotbah.

 

2)   Ini menunjukkan bahwa orang-orang itu selalu menginginkan sesuatu yang baru / aneh.

 

Calvin: “the world will have ears so refined, and so excessively desirous of novelty, that it will collect for itself various instructors, and will be incessantly carried away by new inventions” (= dunia akan mempunyai telinga yang begitu menyaring, dan menginginkan dengan begitu berlebihan sesuatu yang baru / aneh, sehingga ia akan mengumpulkan untuk dirinya sendiri berbagai-bagai pengajar, dan akan dipengaruhi / dipesonakan secara tak henti-hentinya oleh penemuan-penemuan baru) - hal 257.

 

 

3)   Sekarang perhatikan kata ‘mengumpulkan’ / ‘heap up’ (= menumpuk / menimbun).

 

Calvin: “It is proper to observe the expression, ‘heap up,’ by which he means that the madness of men will be so great, that they will not be satisfied with a few deceivers, but will desire to have a vast multitude; for, as there is an unsatiable longing for those things which are unprofitable and destructive, so the world seeks, on all sides and without end, all the methods that it can contrive and imagine for destroying itself; and the devil has always at hand a sufficiently large number of such teachers as the world desires to have. There has always been a plentiful harvest of wicked men, as there is in the present day; and therefore Satan never has any lack of ministers to deceive men, as he never has any lack of the means of deceiving” (= Adalah benar untuk memperhatikan istilah ‘mengumpulkan / menumpuk’, dengan mana ia memaksudkan bahwa kegilaan dari manusia akan menjadi begitu besar, sehingga mereka tidak puas dengan beberapa penipu, tetapi akan menginginkan untuk mempunyai banyak sekali penipu; karena, sebagaimana di sana ada kerinduan yang tidak terpuaskan untuk hal-hal yang tidak berguna dan bersifat merusak / menghancurkan, demikianlah dunia mencari, pada semua sisi dan tanpa akhir, semua metode yang bisa dibuat dan dibayangkannya untuk menghancurkan dirinya sendiri; dan setan selalu mempunyai persediaan sejumlah besar pengajar-pengajar seperti itu seperti yang dunia ingin memilikinya. Selalu ada panen yang berlimpah-limpah dari orang-orang jahat, sebagaimana hal itu ada pada saat ini; dan karena itu setan tidak pernah kekurangan pelayan-pelayan untuk menipu manusia, sebagaimana ia juga tidak pernah kekurangan cara untuk menipu) - hal 255-256.

 

Calvin: “We deserve to be covered and choked by that kind of filth, seeing that the truth of God finds no place in us, or, if it has found entrance, is immediately driven from its possession” (= Kita layak untuk dikubur dan dicekik oleh kotoran / sampah jenis itu, mengingat bahwa kebenaran Allah tidak mendapat tempat dalam diri kita, atau, jika berhasil masuk, kebenaran Allah itu segera diusir / diterbangkan dari kepemilikan) - hal 256.

 

Calvin: “men, of their own accord, choose to be deceived rather than to be properly instructed” (= manusia dengan persetujuan mereka sendiri, memilih untuk ditipu dari pada diajar secara benar) - hal 256.

 

4)   Kalau hal-hal ini terjadi maka bagaimana sikap pendeta / pengkhotbah / orang kristen yang sejati?

 

Calvin: “the more extraordinary the eagerness of wicked men to despise the doctrine of Christ, the more zealous should godly ministers be to defend it, and the more strenuous should be their efforts to preserve it entire; and not only so, but also by their diligence to ward off the attacks of Satan” (= makin luar biasa kesungguhan dari orang-orang jahat untuk meremehkan / menghina ajaran tentang Kristus, makin bersemangat seharusnya pelayan-pelayan yang saleh untuk membela / mempertahankannya, dan makin kuat seharusnya usaha mereka untuk memelihara / melindunginya supaya tetap utuh; dan bukan hanya demikian, tetapi juga oleh kerajinan / ketekunan mereka untuk menangkis serangan-serangan setan) - hal 255.

 

Calvin: “So far from this being a good reason why we should be discouraged and give way, we ought to fight against such monstrous ingratitude, and even to strive with greater earnestness than if all were gladly embracing Christ offered to them” (= Ini sama sekali bukan merupakan suatu alasan yang baik mengapa kita harus kecil hati dan menyerah, tetapi kita harus berperang melawan rasa tidak tahu terima kasih yang begitu dahsyat, dan bahkan berjuang dengan kesungguhan yang lebih besar, dari pada jika semua dengan gembira menerima / mempercayai Kristus yang ditawarkan kepada mereka) - hal 255.

 

 

-AMIN-

 

 

 

 

 

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1