Jl. Dinoyo 19b, lantai 3
Senin, tgl 12 Februari 2007
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(7064-1331 / 6050-1331)
2Tim 3:10-4:5 - “(3:10)
Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku,
kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. (3:11) Engkau telah ikut menderita
penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di
Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah
melepaskan aku dari padanya. (3:12) Memang setiap orang yang mau hidup
beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, (3:13) sedangkan orang
jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
(3:14) Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau
terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah
mengajarkannya kepadamu. (3:15) Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah
mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau
kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. (3:16) Segala tulisan yang
diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan,
untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (3:17)
Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap
perbuatan baik. (4:1) Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi
orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu
demi penyataanNya dan demi KerajaanNya: (4:2) Beritakanlah firman, siap
sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah
dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (4:3) Karena akan
datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka
akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan
telinganya. (4:4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan
membukanya bagi dongeng. (4:5) Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal,
sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas
pelayananmu!”.
KJV: ‘(10) But thou hast fully known my
doctrine, manner of life, purpose, faith, longsuffering, charity, patience,
(11) Persecutions, afflictions, which came unto me at Antioch, at Iconium, at
Lystra; what persecutions I endured: but out of [them] all the Lord delivered
me. (12) Yea, and all that will live godly in Christ Jesus shall suffer
persecution. (13) But evil men and seducers shall wax worse and worse,
deceiving, and being deceived. (14) But continue thou in the things which thou
hast learned and hast been assured of, knowing of whom thou hast learned
[them]; (15) And that from a child thou hast known the holy scriptures, which
are able to make thee wise unto salvation through faith which is in Christ
Jesus. (16) All scripture [is] given by inspiration of God, and [is] profitable
for doctrine, for reproof, for correction, for instruction in righteousness:
(17) That the man of God may be perfect, throughly furnished unto all good
works. (1) I charge [thee] therefore before God, and the Lord Jesus Christ, who
shall judge the quick and the dead at his appearing and his kingdom; (2) Preach
the word; be instant in season, out of season; reprove, rebuke, exhort with all
longsuffering and doctrine. (3) For the time will come when they will not
endure sound doctrine; but after their own lusts shall they heap to themselves
teachers, having itching ears; (4) And they shall turn away [their] ears from
the truth, and shall be turned unto fables. (5) But watch thou in all things,
endure afflictions, do the work of an evangelist, make full proof of thy
ministry’.
3:10-11 - “(10) Tetapi engkau telah mengikuti
ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan
ketekunanku. (11) Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti
yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua
penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.”.
Kitab Suci Indonesia salah terjemahan, khususnya
pada awal ay 11! Bandingkan dengan terjemahan-terjemahan Kitab Suci bahasa
Inggris di bawah ini.
KJV: ‘(10) But thou hast fully known my
doctrine, manner of life, purpose, faith, longsuffering, charity, patience,
(11) Persecutions, afflictions, which came unto me at Antioch, at Iconium, at
Lystra; what persecutions I endured: but out of [them] all the Lord delivered
me’ [= (10) Tetapi engkau telah mengetahui /
mengenal sepenuhnya ajaranku, cara hidup, tujuan, iman, kepanjang-sabaran,
kasih, kesabaran, (11) Penganiayaan, penderitaan, yang datang kepadaku di
Antiokhia, di Ikonium, di Listra; penganiayaan-penganiayaan apa yang aku
tanggung: tetapi dari semua itu Tuhan telah melepaskan aku].
NIV: ‘(10) You, however, know all about my teaching, my way
of life, my purpose, faith, patience, love, endurance, (11) persecutions,
sufferings - what kinds of things happened to me in Antioch, Iconium and
Lystra, the persecutions I endured. Yet the Lord rescued me from all of them’ [= (10)
Tetapi engkau mengatahui semua tentang ajaranku, cara hidupku, tujuan, iman,
kesabaran, kasih, ketekunan, (11) penganiayaan, penderitaanku - hal-hal apa
yang terjadi padaku di Antiokhia, Ikonium, dan Listra, penganiayaan yang aku
tanggung. Tetapi Tuhan telah menolong aku dari semua itu].
1) “Tetapi”.
Kata ‘tetapi’ di awal
3:10 ini mengkontraskan Timotius dengan orang-orang brengsek (mereka ini orang
Kristen, bdk 3:5) yang dibicarakan oleh Paulus dalam 3:1-9.
Dalam text kita ini ada lagi 2 x kata ‘tetapi’ yang digunakan secara hampir sama oleh Paulus, yaitu:
Ini menunjukkan kontras antara orang benar dengan orang brengsek. Mungkin
yang brengsek itu mayoritas, tetapi kita tidak boleh mengikuti arus! Bdk. Ro
12:2a - “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini”.
2) “Tetapi
engkau telah mengikuti”.
KJV: ‘But thou
hast fully known’ (= Tetapi engkau telah mengetahui sepenuhnya).
RSV: ‘Now you
have observed’ (= Engkau telah mengamati).
NIV: ‘You, however, know’ (= Tetapi engkau tahu).
NASB: ‘But you followed’ (= Tetapi
engkau mengikuti).
Barnes mengatakan bahwa arti
kata Yunaninya adalah ‘memeriksa dari dekat’.
Barnes’ Notes: “‘But
thou hast fully known my doctrine ...’ Margin, ‘been a diligent follower of.’
The margin is more in accordance with the usual meaning of the Greek word,
which means, properly, to accompany side by side; to follow closely; to trace
out; to examine (Luke 1:3), and to conform to. The meaning here, however, seems
to be, that Timothy had an opportunity to follow out; i. e., to examine
closely the manner of life of the apostle Paul” (= ).
Hal-hal apa saja yang oleh
Timotius telah diperiksa secara dekat?
a) “ajaranku”.
Matthew Henry mengatakan
bahwa makin seseorang mengetahui sepenuhnya ajaran Kristus dan rasul-rasul maka
makin ia berpegang padanya dan mengasihinya. Yang tahu cuma sedikit-sedikit dan
setengah-setengah justru tidak akan berpegang padanya dan mengasihinya, bahkan
mungkin akan memusuhinya.
Matthew Henry juga
mengatakan bahwa pada waktu Paulus mengajar, ia tidak menahan apapun dari para
pendengarnya, tetapi memberitakan seluruh maksud Allah kepada mereka. Jadi,
kalau ada di antara pendengarnya yang tidak mengetahui ajarannya dengan
sepenuhnya, itu adalah salah mereka sendiri.
Kis 20:26-27 - “(26) Sebab itu pada hari ini aku
bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan
binasa. (27) Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu”.
Saya berpendapat bahwa ‘memberitakan seluruh maksud Allah’ ini hanya bisa dilakukan
melalui khotbah / pengajaran yang bersifat exposisi. Dan dari pihak pendengar,
kalau mendengar ajaran exposisi, jangan milih-milih! Seluruh Kitab Suci itu
penting dan bisa dibahas secara indah. Karena itu, maulah belajar kitab manapun
dari Kitab Suci!
b) “cara
hidupku”.
Cara hidup Paulus sesuai dengan
ajarannya, bukan bertentangan dengannya. Matthew Henry mengatakan bahwa Paulus
tidak meruntuhkan dengan cara hidupnya, apa yang ia bangun dengan ajarannya.
Pelayan-pelayan Tuhan yang paling menghasilkan buah yang menetap adalah mereka
yang cara hidupnya sesuai dengan ajarannya.
Ini tidak berarti bahwa seseorang
harus suci murni dulu baru bisa melayani Tuhan / memberitakan Firman Tuhan.
Kalau demikian maka tidak ada orang Kristen yang bisa melayani / memberitakan
Firman Tuhan. Yang penting adalah bahwa seseorang memang betul-betul berusaha
untuk melaksanakan apa yang ia sendiri ajarkan.
Barnes mengatakan bahwa Timotius
sudah begitu lama menemani Paulus sehingga ia mengetahui apa yang Paulus
ajarkan, dan bagaimana Paulus hidup, khususnya dalam menghadapi penderitaan /
penganiayaan. Tujuannya dalam menyinggung hal ini adalah supaya Timotius
sendiri dikuatkan untuk mau menderita penganiayaan.
c) “pendirianku”. Ini salah terjemahan.
KJV/NIV/NASB: ‘purpose’ (= tujuan).
RSV: ‘my aim in
life’ (= tujuanku dalam hidup).
Dalam pelayanannya /
pemberitaan Firman Tuhannya, Paulus tidak menggunakan cara-cara duniawi
(2Kor 10:3-4), dan juga tidak mempunyai tujuan yang bersifat duniawi.
Tujuan Paulus dalam hidup dan pelayanan / pemberitaan Firman Tuhan yang ia
lakukan adalah kemuliaan Allah dan kebaikan bagi jiwa umat manusia. Bandingkan
ini dengan dengan banyak orang yang menjadikan gereja sebagai obyek bisnis (Cho
Yesu / Cho gereja)!
d) “imanku”.
Barnes menafsirkan bahwa
kata ini mungkin berarti ‘kesetiaan’ (faithfulness). Tetapi ada
penafsir-penafsir lain yang tetap mengartikan sebagai ‘iman’.
Dari ajaran, kehidupan dan
tujuan Paulus, juga bisa terlihat iman dari Paulus. Imannya kepada Kristus,
kepada Kitab Suci / Firman Tuhan, tentang hidup yang akan datang, tentang diri
dan sifat-sifat Allah, dan sebagainya.
Pada umumnya kita memang
bisa tahu iman dari si pengkhotbah dari ajarannya. Tetapi kadang-kadang kita
tidak bisa mengetahui iman si pengkhotbah dari ajarannya, yaitu kalau
pengkhotbah itu adalah adalah seekor bunglon, yang selalu menyesuaikan
khotbahnya dengan tempat dimana ia berkhotbah!
e) “kesabaranku,
kasihku”.
Ini sebetulnya tercakup
dalam ‘cara hidupku’, yang sudah kita bahas di
atas. Di tengah-tengah banyak musuh, Paulus tetap mempunyai kesabaran dan
kasih.
f) “dan
ketekunanku”.
Kata Yunani yang digunakan
bukan hanya menunjuk pada sikap bertahan dalam kesukaran / penderitaan, tetapi
sikap sedemikian rupa dalam penderitaan sehingga bisa memuliakan Allah.
g) “Engkau telah ikut
menderita
penganiayaan dan sengsara”.
Terjemahan bagian ini
(3:11a) dalam Kitab Suci Indonesia benar-benar rusak / kacau. Kata-kata ‘engkau telah ikut menderita’ sebetulnya tidak ada, dan 3:11 ini seharusnya merupakan kalimat
sambungan dari 3:10, yang kalimatnya belum selesai.
KJV: ‘Persecutions,
afflictions’ (= Penganiayaan, penderitaan).
RSV: ‘my
persecutions, my sufferings’ (=
penganiayaanku, penderitaanku).
3) “seperti yang telah kuderita di Antiokhia
dan di Ikonium dan di Listra”.
Matthew Henry mengatakan bahwa Paulus
hanya menyebutkan penderitaan / penganiayaan yang ia alami di 3 tempat ini,
dimana Timotius ada bersama dengan dia / mengalaminya bersama dia. Memang kalau
dilihat dalam Kisah Rasul, peristiwa-peristiwa itu ada dalam Kis 13-14,
dan tidak terlihat adanya penyebutan nama Timotius. Yang ada hanya Paulus dan
Barnabas. Timotius baru muncul dalam Kis 16:1-2. Tetapi Barnes mengatakan
bahwa Timotius adalah orang Derbe atau Listra, sehingga tidak diragukan bahwa
ia ada di sana pada saat Paulus dilempari batu dalam Kis 14:19.
4) “Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan
telah melepaskan aku dari padanya”.
Kita harus hati-hati membahas bagian
yang seperti ini. Orang-orang yang senang mengajar Theologia Sukses /
Kemakmuran, mungkin akan sangat menekankan bagian seperti ini. Mungkin mereka
akan berkata: Inilah orang Kristen! Memang ada penderitaan / penganiayaan,
tetapi Tuhan melepaskannya dari semua itu.
Tidak boleh dilupakan bahwa ini
merupakan bagian yang bersifat descriptive / menggambarkan apa yang terjadi
pada saat itu, yang tidak bisa dijadikan rumus / norma dalam kehidupan kita.
Setiap orang mempunyai pengalaman berbeda. Ada yang dilepaskan oleh Tuhan dari
penganiayaan / penderitaan, tetapi ada yang dibiarkan untuk dibunuh, seperti
dalam kasus Yohanes Pembaptis (Mat 14:1-12), rasul Yakobus (Kis 12:2), dan
bahkan dalam kasus Paulus sendiri dalam kehidupannya selanjutnya.
3:12 - “Memang setiap orang yang mau hidup
beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,”.
1) Kata-kata ‘hidup beribadah’ salah terjemahan.
Seharusnya adalah ‘hidup
saleh’.
KJV: ‘live
godly’ (= hidup saleh). RSV/NIV/NASB » KJV.
Wycliffe Bible
Commentary: “Paul must mean that to live
godly involves the agressive kind of witness he gave at Lystra, which roused
opposition in addition to winning souls” (= Paulus pasti memaksudkan bahwa hidup
saleh mencakup jenis kesaksian yang agresif yang ia berikan di Listra, yang
membangkitkan oposisi sebagai tambahan pada jiwa-jiwa yang dimenangkan).
Jadi, hidup saleh, bukan
hanya mempersoalkan kehidupan sehari-hari, tetapi juga pelayanan dan
penginjilan! Sekedar hidup saleh, dalam arti hidup jujur, mengasihi, sabar,
dsb, biasanya tidak terlalu membangkitkan oposisi. Tetapi kalau saudara hidup
saleh dalam arti saudara memberitakan Injil secara agresif, maka itu pasti akan
membangkitkan oposisi!
2) Bagian
descriptive yang dijadikan didactic.
Bagian yang bersifat descriptive / menggambarkan tadi adalah tentang penderitaan / penganiayaan yang ia
alami, dari mana Allah telah melepaskannya. Sekarang dalam ay 12 ini
penderitaan / penganiayaan oleh Paulus dijadikan didactic, tetapi pelepasan dari
penderitaan oleh Tuhan tidak! Jadi, dari ay 11-12 ini kita bisa mendapatkan
suatu ajaran bahwa orang Kristen yang betul-betul hidup saleh dalam Kristus
Yesus pasti mengalami penderitaan / penganiayaan, tetapi belum tentu dilepaskan
dari hal-hal itu oleh Tuhan.
Calvin: “they
who wish to be exempt from persecutions must necessarily renounce Christ” (= mereka yang berharap untuk bebas dari
penganiayaan harus melepaskan / meninggalkan Kristus) - hal 244.
Barnes’ Notes: “Paul
takes occasion from the reference to his own persecutions, to say that his case
was not unique. It was the common lot of all who endeavored to serve their
Redeemer faithfully; and Timothy himself, therefore, must not hope to escape
from it. The apostle had a particular reference, doubtless, to his own times;
but he has put his remark into the most general form, as applicable to all
periods. It is undoubtedly true at all times, and will ever be, that they who
are devoted Christians - who live as the Saviour did - and who carry out his
principles always, will experience some form of persecution” (= ).
Barnes’ Notes: “The
‘essence’ of persecution consists in ‘subjecting a person to injury or
disadvantage on account of his opinions.’ It is something more than meeting his
opinions by argument, which is always right and proper; it is inflicting some
injury on him; depriving him of some privilege, or right; subjecting him to
some disadvantage, or placing him in less favorable circumstances, on account
of his sentiments. This may be either an injury done to his feelings, his
family, his reputation, his property, his liberty, his influence; it may be by
depriving him of an office which he held, or preventing him from obtaining one
to which he is eligible; it may be by subjecting him to fine or imprisonment,
to banishment, torture, or death. If, in any manner, or in any way, he is
subjected to disadvantage on account of his religious opinions, and deprived of
any immunities and rights to which he would be otherwise entitled, this is
persecution”
(= ).
Barnes’ Notes: “It
follows from this: (1) that they who make a profession of religion, should
come prepared to be persecuted. It should be considered as one of the
proper qualifications for membership in the church, to be WILLING to bear
persecution, and to RESOLVE not to shrink from any duty in order to avoid it.
(2) they who ARE persecuted for their opinions, should consider that this
MAY BE one evidence that they have the spirit of Christ, and are his true
friends. They should remember that, in this respect, they are treated as
the Master was, and are in the goodly company of the prophets, apostles, and
martyrs; for they were ALL persecuted. Yet, (3) if we are persecuted, we
should carefully inquire, before we avail ourselves of this consolation,
whether we are persecuted BECAUSE we ‘live godly in Christ Jesus,’ or for some
other reason. A man may embrace some absurd opinion, and call it religion;
he may adopt some mode of dress irresistibly ludicrous, from the mere love of
singularity, and may call it ‘conscienee;’ or he may be boorish in his manners,
and uncivil in his deportment, outraging all the laws of social life, and may
call this ‘deadness to the world;’ and for these, and similar things, he may be
contemned, ridiculed, and despised. But let him not infer, ‘therefore,’ that he
is to be enrolled among the martyrs, and that he is certainly a real Christian.
That persecution which will properly furnish any evidence that we are the
friends of Christ, must be ONLY that which is ‘for righteousness sake’ (Matt.
5:10), and must be brought upon us in an honest effort to obey the commands of
God. (4) let those who have never been persecuted in any way, inquire
whether it is not an evidence that they have no religion. If they had been
more faithful, and more like their Master, would they have always escaped? And
may not their freedom from it prove that they have surrendered the principles
of their religion, where they should have stood firm, though the world were
arrayed against them? It is easy for a professed Christian to avoid
persecution, if he YIELDS every point in which religion is opposed to the world.
But let not a man who will do this, suppose that he has any claim to be
numbered among the martyrs, or even entitled to the Christian name” (= ).
Ada beberapa hal yang
dibicarakan oleh Barnes berkenaan dengan bagian ini:
a) Semua orang yang mau menjadi orang Kristen
harus siap menghadapi penderitaan / penganiayaan.
b) Mereka yang mengalami penganiayaan karena
pandangan / kepercayaan mereka harus mempertimbangkan bahwa ini mungkin
merupakan bukti bahwa mereka memiliki roh Kristus.
c) Adalah mungkin bahwa seseorang dianiaya bukan
karena kebenaran, tetapi karena pandangannya / hidupnya memang salah.
d) Orang Kristen yang tidak mengalami
penderitaan / penganiayaan, harus menanyakan kepada dirinya sendiri apakah ia
sedang ikut Kristus atau tidak! Kalau ia mengkompromikan kepercayaan / hidupnya
dan menyesuaikan dengan dunia, maka jelas ia tidak akan mengalami penderitaan /
penganiayaan. Tetapi orang seperti ini tidak pantas menyandang nama ‘Kristen’.
3:13 - “sedangkan orang jahat dan penipu akan
bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.”.
1) “sedangkan
orang jahat dan penipu akan bertambah jahat”.
Orang jahat akan makin
jahat, dan sebaliknya, orang baik / saleh akan makin baik / saleh.
Matthew Henry: “Observe,
As good men, by the grace of God, grow better and better, so bad men, through
the subtlety of Satan and the power of their own corruptions, grow worse and
worse”
(= Perhatikan, Sebagaimana orang baik / saleh, oleh kasih karunia Allah, akan
bertambah baik / saleh, demikian juga orang jahat, oleh kelicinan setan dan
kekuatan dari kerusakan mereka sendiri, akan bertambah jahat).
Sebagai contoh: orang yang
datang kepada Kitab Suci dengan percaya bahwa Kitab Suci itu bisa salah, akan
mempunyai kecenderungan untuk menganggap Kitab Suci salah dimana-mana. Akhirnya
kepercayaannya yang sesat tadi malah diteguhkan. Sebaliknya, orang yang datang
kepada Kitab Suci dengan kepercayaan bahwa Kitab Suci tidak ada salahnya, pada
waktu berhadapan dengan bagian-bagian yang kelihatannya kontradiksi akan
berusaha mengharmoniskannya, dan ini akan menyebabkan imannya yang benar
tentang Kitab Suci itu diteguhkan. Jadi, yang benar akan makin benar, dan yang
sesat akan makin sesat!
2) “mereka menyesatkan dan disesatkan”.
Matthew Henry: “The
way of sin is down-hill; for such proceed from bad to worse, deceiving and
being deceived. Those who deceive others do but deceive themselves; those who
draw others into error run themselves into more and more mistakes” (= Jalan dosa adalah jalan yang menurun;
karena yang seperti itu beralih dari buruk menjadi lebih buruk, menipu dan
ditipu. Mereka yang menipu orang-orang lain menipu diri mereka sendiri; mereka
yang menarik orang-orang lain ke dalam kesalahan, mereka akan membawa diri
mereka sendiri ke dalam kesalahan yang makin lama makin banyak).
3) Orang jahat akan lebih ‘berhasil’ dalam
pelayanan dari pada orang saleh.
Calvin: “One
worthless person will always be more effectual in destroying, than ten faithful
teachers in building, though they labour with all their might. ... it is not
because falsehood, in its own nature, is stronger than truth, or that the
tricks of Satan exceed the energy of the Spirit of God; but because men, being
naturally inclined to vanity and errors, embrace far more readily what agrees
with their natural disposition, and also because, being blinded by a righteous
vengeance of God, they are led, as captive slaves, at the will of Satan”
(= Satu orang yang tidak berharga akan selalu lebih efektif dalam menghancurkan
dari pada sepuluh guru / pengajar yang setia dalam membangun, sekalipun mereka
bekerja dengan seluruh kekuatan mereka. ... itu bukan karena kepalsuan secara
hakiki lebih kuat dari kebenaran, atau bahwa tipu muslihat setan melebihi
tenaga dari Roh Allah; tetapi karena manusia, yang secara alamiah condong pada
kesia-siaan dan kesalahan, jauh lebih siap / mudah untuk memeluk apa yang
sesuai dengan kecondongan alamiah mereka, dan juga karena dibutakan oleh pembalasan
yang benar dari Allah, mereka dipimpin, sebagai budak tawanan, sesuai kehendak
setan) -
hal 246.
Calvin: “Man’s
disposition voluntarily so inclines to falsehood that he more quickly derives
error from one word than truth from a wordy discourse”
(= Manusia dengan sukarela begitu condong kepada kepalsuan sehingga ia lebih
cepat mendapatkan kesalahan dari satu kata dari pada kebenaran dari suatu
pelajaran yang panjang) - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book II, Chapter II,
no 7.
Illustrasi: kalau kita menanam padi,
kita harus berjerih payah, dan dengan cara seperti itu, bisa-bisa hasilnya
tidak banyak. Tetapi kalau kita menanam enceng gondok, maka tanpa jerih payah
apapun, hasilnya akan banyak. Tidak heran pada jaman sekarang ada banyak pengkhotbah
/ pendeta yang memilih untuk menanam enceng gondok!
3:14 - “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang
pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu
mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu”.
KJV: ‘But continue thou in the things
which thou hast learned and hast been assured of, knowing of whom thou hast
learned them’ (= Tetapi teruslah kamu dalam hal-hal yang
telah engkau pelajari dan yakini, mengetahui dari siapa engkau telah
mempelajarinya).
1) “Tetapi”.
Kata
‘tetapi’
di awal 3:14 ini lagi-lagi mengkontraskan Timotius dengan orang-orang sesat
dalam 3:13.
2) “hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah
engkau terima dan engkau yakini”.
Bandingkan dengan:
a) Sekalipun kejahatan / kesesatan ‘menang’,
tetapi Paulus menyuruh Timotius untuk bertekun dalam kebenaran. Dalam hidup dan
pelayanan, kita tidak boleh memilih hal-hal yang menguntungkan, tetapi kita
harus memilih hal-hal yang benar!
b) Ayat ini menunjukkan bahwa kita harus
menyeleksi pengertian kita, membuang hal-hal yang tidak sesuai Kitab Suci, dan
mempertahankan bagian-bagian yang memang merupakan ajaran dari Kitab Suci.
c) Kita tidak boleh berhenti belajar Firman
Tuhan.
Kitab Suci Indonesia
menterjemahkan ‘hendaklah
engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan
engkau yakini’,
tetapi KJV/RSV/NIV/NASB menterjemahkan ‘continue’ (= teruslah). Ini mencakup
belajar, mempercayai dan melakukan.
Matthew Henry: “Note,
It is not enough to learn that which is good, but we must continue in it, and
persevere in it unto the end” (= Perhatikan, Tidak cukup untuk mempelajari apa yang baik,
tetapi kita harus terus di dalamnya, dan bertekun di dalamnya sampai akhir).
Bdk. Amsal 19:27 - “Hai
anakku, jangan lagi mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang juga dari
perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan”.
KJV: “Cease, my son, to
hear the instruction that causeth to err from the words of knowledge” (=
Berhentilah, anakku, untuk mendengar ajaran yang menyebabkan kita menyimpang
dari kata-kata pengetahuan).
NIV: “Stop listening to
instruction, my son, and you will stray from the words of knowledge” (=
Berhentilah mendengar instruksi, anakku, dan engkau akan tersesat dari
kata-kata pengetahuan).
NASB: “Cease listening,
my son, to discipline, and you will stray from the words of knowledge” (=
Berhentilah mendengar, anakku, pada disiplin, dan engkau akan tersesat dari
kata-kata pengetahuan).
Memang ada bermacam-macam
penafsiran tentang ayat ini, tetapi Barnes mengatakan bahwa terjemahan hurufiah
dari ayat ini sebetulnya adalah: ‘Berhentilah,
anakku, untuk mendengar ajaran, supaya engkau bisa tersesat dari kata-kata
pengetahuan’.
Ia menambahkan bahwa nasehat ini diberikan dengan cara / gaya ironis /
mengejek. Ini mirip dengan kalau kita berkata kepada anak kita yang sedang
malas belajar, ‘Teruslah malas, supaya bisa cepat pintar!’. Jadi, arti yang
benar dari ayat ini adalah: ‘Jangan
berhenti mendengar ajaran, supaya engkau tidak tersesat dari kata-kata
pengetahuan’.
Dengan kata lain, kalau seseorang berhenti belajar, maka ia akan tersesat dari
kata-kata pengetahuan. Jadi, dari terjemahan-terjemahan di atas, saya memilih
terjemahan dari NIV / NASB.
3) “dengan selalu mengingat orang yang telah
mengajarkannya kepadamu”.
Kalau diterjemahkan seperti
ini, maka arti dari 3:14 ini menjadi, teruslah dalam hal-hal yang telah engkau
pelajari dan yakini sambil mengingat Paulus. Tetapi terjemahan ini
salah.
KJV: ‘But
continue thou in the things which thou hast learned and hast been assured of,
knowing of whom thou hast learned them’ (= Tetapi
teruslah kamu dalam hal-hal yang telah engkau pelajari dan yakini, mengetahui
dari siapa engkau telah mempelajarinya).
Jadi, bagian ini merupakan
alasan mengapa Timotius harus terus dalam hal-hal yang telah ia pelajari dan
yakini. Alasannya adalah, karena ia tahu ia mempelajari hal-hal itu dari
Paulus, yang adalah seorang rasul yang benar.
Matthew Henry: “Consider
of whom thou hast learned them; not of evil men and seducers, but good men, who
had themselves experienced the power of the truths they taught thee, and been
ready to suffer for them, and thereby would give the fullest evidence of their
belief of these truths”
(= Pertimbangkanlah dari siapa engkau telah belajar hal-hal itu; bukan dari
orang-orang jahat dan penggoda-penggoda, tetapi dari orang-orang saleh, yang
dirinya sendiri telah mengalami kuasa dari kebenaran yang mereka ajarkan
kepadamu, dan telah rela menderita bagi hal-hal itu, dan dengan itu memberikan
bukti yang paling penuh dari kepercayaan mereka terhadap kebenaran-kebenaran
ini).
-bersambung-
3:10-11 - “(10) Tetapi engkau telah mengikuti
ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan
ketekunanku. (11) Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara spt yg
telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan
itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dpnya.”.
KJV: ‘(10) But thou hast fully known my
doctrine, manner of life, purpose, faith, longsuffering, charity, patience,
(11) Persecutions, afflictions, which came unto me at Antioch, at Iconium, at
Lystra; what persecutions I endured: but out of [them] all the Lord delivered
me’ [= (10) Tetapi engkau telah mengetahui /
mengenal sepenuhnya ajaranku, cara hidup, tujuan, iman, kepanjang-sabaran,
kasih, kesabaran, (11) Penganiayaan, penderitaan, yg datang kpdku di Antiokhia,
di Ikonium, di Listra; penganiayaan2 apa yg aku tanggung: tetapi dr semua itu
Tuhan telah melepaskan aku].
NIV: ‘(10) You, however, know all about my teaching, my way
of life, my purpose, faith, patience, love, endurance, (11) persecutions,
sufferings - what kinds of things happened to me in Antioch, Iconium and
Lystra, the persecutions I endured. Yet the Lord rescued me from all of them’ [= (10)
Tetapi engkau mengatahui semua ttg ajaranku, cara hidupku, tujuan, iman,
kesabaran, kasih, ketekunan, (11) penganiayaan, penderitaanku - hal2 apa yg
terjadi pdku di Antiokhia, Ikonium, dan Listra, penganiayaan yg aku tanggung.
Tetapi Tuhan telah menolong aku dr semua itu].
1) “Tetapi”.
2Tim 3:13-14 - “(13) sdgkan org jahat dan penipu akan
bertambah jahat, mrk menyesatkan dan disesatkan. (14) Tetapi hendaklah
engkau tetap berpegang pd kebenaran yg telah engkau terima dan engkau yakini,
dg selalu mengingat org yg telah mengajarkannya kpdmu”.
2Tim 4:3-5 - “(3) Krn akan datang waktunya, org tidak
dpt lagi menerima ajaran sehat, tetapi mrk akan mengumpulkan guru2 menurut
kehendaknya utk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mrk akan memalingkan
telinganya dr kebenaran dan membukanya bagi dongeng. (5) Tetapi
kuasailah dirimu dlm segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan
pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”.
Ro 12:2a - “Jgnlah kamu menjadi serupa dg dunia ini”.
2) “Tetapi
engkau telah mengikuti”.
KJV: ‘But thou
hast fully known’ (= Tetapi engkau telah mengetahui
sepenuhnya).
RSV: ‘Now you
have observed’ (= Engkau telah mengamati).
NIV: ‘You, however, know’ (= Tetapi engkau tahu).
NASB: ‘But you followed’ (= Tetapi
engkau mengikuti).
Barnes - ‘memeriksa dr
dekat’.
Hal-hal apa saja yg oleh
Timotius telah diperiksa secara dekat?
a) “ajaranku”.
Kis 20:26-27 - “(26) Sebab itu pd hari ini aku bersaksi
kpdmu, bahwa aku bersih, tidak bersalah thdp siapapun yg akan binasa. (27)
Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh
maksud Allah kpdmu”.
b) “cara
hidupku”.
c) “pendirianku”. Ini salah terjemahan.
KJV/NIV/NASB: ‘purpose’ (= tujuan).
RSV: ‘my aim in
life’ (= tujuanku dlm hidup).
d) “imanku”.
e) “kesabaranku,
kasihku”.
f) “dan
ketekunanku”.
g) “Engkau telah ikut
menderita
penganiayaan dan sengsara”.
KJV: ‘Persecutions,
afflictions’ (= Penganiayaan, penderitaan).
RSV: ‘my
persecutions, my sufferings’ (=
penganiayaanku, penderitaanku).
3) “spt yg telah kuderita di Antiokhia dan di
Ikonium dan di Listra”.
4) “Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan
telah melepaskan aku dpnya”.
3:12 - “Memang setiap org yg mau hidup beribadah
di dlm KY akan menderita aniaya”.
1) ‘hidup
beribadah’ ®
‘hidup saleh’.
KJV: ‘live
godly’ (= hidup saleh). RSV/NIV/NASB » KJV.
Wycliffe: Paulus pasti memaksudkan
bahwa hidup saleh mencakup jenis kesaksian yg agresif yg ia berikan di
Listra, yg membangkitkan oposisi sbg tambahan pd jiwa2 yg dimenangkan.
2) Bagian
descriptive yg dijadikan didactic.
Calvin: mrk yg berharap utk bebas dr penganiayaan
hrs meninggalkan Kristus.
3:13 - “sdgkan org jahat dan penipu akan
bertambah jahat, mrk menyesatkan dan disesatkan.”.
1) “sdgkan
org jahat dan penipu akan bertambah jahat”.
Matthew Henry: Perhatikan, Sbgmana org baik / saleh,
oleh kkA, akan bertambah baik / saleh, demikian juga org jahat, oleh kelicinan
setan dan kekuatan dr kerusakan mrk sendiri, akan bertambah jahat.
2) “mrk menyesatkan dan disesatkan”.
Matthew Henry: Jln dosa adalah jln yg menurun; krn yg
spt itu beralih dr buruk menjadi lebih buruk, menipu dan ditipu. Mrk yg menipu
org2 lain menipu diri mrk sendiri; mrk yg menarik org2 lain ke dlm kesalahan,
mrk akan membawa diri mrk sendiri ke dlm kesalahan yg makin lama makin banyak.
3) Org jahat akan lebih ‘berhasil’ dlm pelayanan
dp org saleh.
Calvin: 1
org yg tidak berharga akan selalu lebih efektif dlm menghancurkan dp 10 guru /
pengajar yg setia dlm membangun, sekalipun mrk bekerja dg seluruh kekuatan mrk.
... itu bukan krn kepalsuan secara hakiki lebih kuat dr kebenaran, atau bahwa
tipu muslihat setan melebihi tenaga dr Roh Allah; tetapi krn manusia, yg secara
alamiah condong pd kesia2an dan kesalahan, jauh lebih siap / mudah utk memeluk
apa yg sesuai dg kecondongan alamiah mrk, dan juga krn dibutakan oleh
pembalasan yg benar dr Allah, mrk dipimpin, sbg budak tawanan, sesuai kehendak
setan.
Calvin: Manusia
dg sukarela begitu condong kpd kepalsuan shg ia lebih cepat mendptkan kesalahan
dr satu kata dp kebenaran dr suatu pelajaran yg panjang.
3:14 - “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang
pd kebenaran yg telah engkau terima dan engkau yakini, dg selalu mengingat org
yg telah mengajarkannya kpdmu”.
KJV: ‘But continue thou in the things
which thou hast learned and hast been assured of, knowing of whom thou hast
learned them’ (= Tetapi teruslah kamu dlm hal-hal yg
telah engkau pelajari dan yakini, mengetahui dr siapa engkau telah
mempelajarinya).
1) “Tetapi”.
2) “hendaklah engkau tetap berpegang pd kebenaran yg telah
engkau terima dan engkau yakini”.
Bandingkan dg:
·
1Tim 4:16 - “Awasilah
dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dlm semuanya itu, krn dg
berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua org yg mendengar
engkau”.
·
2Tim 1:13 - “Peganglah
segala sst yg telah engkau dengar dpku sbg contoh ajaran yg sehat dan
lakukanlah itu dlm iman dan kasih dlm KY”.
a) Sekalipun kejahatan ‘menang’, Timotius hrs
bertekun dlm kebenaran.
b) Kita hrs menyeleksi pengertian kita.
c) Kita tidak boleh berhenti belajar Firman
Tuhan.
KS Ind: ‘hendaklah engkau tetap berpegang
pd kebenaran yg telah engkau terima dan engkau yakini’.
KJV/RSV/NIV/NASB: ‘continue’ (= teruslah).
Matthew Henry: Perhatikan, Tidak cukup utk mempelajari
apa yg baik, tetapi kita hrs terus di dlmnya, dan bertekun di dlmnya sampai
akhir.
Amsal 19:27 - “Hai
anakku, jgn lagi mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang juga dr
perkataan2 yg memberi pengetahuan”.
KJV: “Cease, my son, to
hear the instruction that causeth to err from the words of knowledge” (=
Berhentilah, anakku, utk mendengar ajaran yg menyebabkan kita menyimpang dr
kata2 pengetahuan).
NIV: “Stop listening to
instruction, my son, and you will stray from the words of knowledge” (=
Berhentilah mendengar instruksi, anakku, dan engkau akan tersesat dr kata2
pengetahuan).
NASB: “Cease listening,
my son, to discipline, and you will stray from the words of knowledge” (=
Berhentilah mendengar, anakku, pd disiplin, dan engkau akan tersesat dr kata2
pengetahuan).
‘Berhentilah, anakku, utk mendengar
ajaran, supaya engkau bisa tersesat dr kata2 pengetahuan’.
‘Jgn berhenti mendengar ajaran, supaya
engkau tidak tersesat dr kata2 pengetahuan’.
3) “dg selalu mengingat org yg telah mengajarkannya
kpdmu”.
KJV: ‘But
continue thou in the things which thou hast learned and hast been assured of,
knowing of whom thou hast learned them’ (= Tetapi
teruslah kamu dlm hal-hal yg telah engkau pelajari dan yakini, mengetahui dr
siapa engkau telah mempelajarinya).
Matthew Henry: Pertimbangkanlah dr siapa engkau telah
belajar hal-hal itu; bukan dr org2 jahat dan penggoda2, tetapi dr org2 saleh,
yg dirinya sendiri telah mengalami kuasa dr kebenaran yg mrk ajarkan kpdmu, dan
telah rela menderita bagi hal2 itu, dan dg itu memberikan bukti yg paling penuh
dr kepercayaan mrk thdp kebenaran2 ini.
-bersambung-
Jl. Dinoyo 19b, lantai 3
Senin, tgl 19 Februari 2007
(pk 19.00)
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(7064-1331 / 6050-1331)
3:15 - “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau
sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun
engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.”.
1) Kelihatannya Timotius mula-mula mendapatkan
pelajaran Kitab Suci dari ibu dan neneknya.
2Tim 1:5 - “Sebab aku teringat akan imanmu yang
tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di
dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu”.
Kis 16:1 - “Paulus datang juga ke Derbe dan ke
Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang
Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani”.
Tetapi Timotius percaya
kepada Kristus bukan karena pemberitaan dari ibu / neneknya, tetapi karena
penginjilan yang dilakukan oleh Paulus.
Ini terlihat dari 1Tim 1:2
dimana Paulus menyebutnya sebagai ‘anaknya
yang sah (true) dalam iman’. Dalam Kitab Suci kita melihat banyak anak rohani
dari Paulus, seperti Filemon, Onesimus, dsb (bdk 1Kor 4:14-15).
1Kor 4:14-15 - “(14) Hal ini kutuliskan bukan untuk
memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.
(15) Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu
tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah
menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu”.
Bandingkan dengan diri
saudara. Berapa banyak anak rohani saudara? Maukah saudara memberitakan Injil?
2) Merupakan
sesuatu yang baik bagi seseorang untuk mengenal Kitab Suci dari sejak kecil.
Amsal 22:6 - “Didiklah orang muda menurut jalan yang
patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada
jalan itu”.
Barnes’ Notes: “it is proper to teach the Bible to children at as early a
period of life as possible”
(= merupakan sesuatu yang benar untuk mengajar Alkitab kepada anak-anak pada
masa yang sedini mungkin).
Bandingkan dengan kecenderungan untuk menjadikan anak sebagai ‘super kid’ pada jaman sekarang!
3) Orang tua harus memberitakan Injil kepada
anak-anak mereka / mengarahkan anak-anak mereka kepada Yesus!
Ul 11:19 - “Kamu harus mengajarkannya kepada
anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila
engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau
bangun”.
Barnes’ Notes: “Rabbi
Solomon, on Deut. 11:19, says, ‘When the boy begins to talk, his father ought
to converse with him in the sacred language, and to teach him the law; if he
does not do that, he seems to bury him.’” [= Rabi Salomo, tentang Ul 11:19, berkata: ‘Pada waktu
seorang anak mulai berbicara, ayahnya harus ngobrol dengannya dalam bahasa yang
kudus (tentang Kitab Suci), dan mengajarnya hukum Taurat; jika ia tidak melakukan hal
itu, ia kelihatannya mengubur anak itu].
Penerapan: apakah saudara memberitakan Injil kepada anak-anak
saudara?
4) Pentingnya
pengajaran Kitab Suci / Injil kepada anak-anak menunjukkan bahwa:
a) Gereja harus mementingkan Sekolah Minggu.
b) Gereja harus menyeleksi guru-guru Sekolah
Minggu, untuk mendapatkan guru-guru yang, pertama-tama adalah orang Kristen
yang sejati, dan selanjutnya, memang mempunyai karunia mengajar dan mempunyai
pengertian yang Alkitabiah / Injili!
Guru-guru Sekolah Minggu
yang cuma asal mendongeng bukan hanya tidak ada gunanya, tetapi juga membawa
anak-anak itu ke neraka!
5) Kitab Suci
bisa memberi hikmat yang menuntun seseorang kepada keselamatan.
a) Kata ‘Kitab Suci’ dalam ayat ini pasti menunjuk pada Perjanjian Lama,
karena pada saat Paulus menuliskan hal itu Perjanjian Baru belum ada.
Jadi, dari Perjanjian
Lamapun seseorang bisa mendapatkan hikmat yang menuntun pada keselamatan. Bdk.
Kis 8:26-40 dimana sida-sida Etiopia itu percaya kepada Yesus, karena
Filipus menjelaskan kitab nabi Yesaya kepadanya.
Barnes’ Notes: “the
plan of salvation may be learned from the Old Testament. It is not as clearly
revealed there as it is in the New, but ‘it is there;’ and if a man had only
the Old Testament, he might find the way to be saved. The Jew, then, has no
excuse if he is not saved”
(= rencana keselamatan bisa dipelajari dari Perjanjian Lama. Itu tidak
dinyatakan di sana sejelas seperti dalam Perjanjian Baru, tetapi ‘itu ada di
sana’; dan jika seseorang hanya mempunyai Perjanjian Lama, ia bisa menemukan
jalan untuk diselamatkan. Jadi, orang Yahudi tidak mempunyai alasan / dalih
jika ia tidak diselamatkan).
b) Kitab Suci memberi hikmat.
Bdk. Maz 119:98-100 - “(98) PerintahMu membuat aku lebih
bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. (99)
Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab
peringatan-peringatanMu kurenungkan. (100) Aku lebih mengerti dari pada
orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titahMu”.
Tetapi sesuatu yang perlu
dicamkan di sini adalah bahwa hikmat dunia sering bertentangan dengan hikmat
dari Tuhan / Kitab Suci.
Bdk. 1Kor 1:18-31 - “(18) Sebab pemberitaan tentang salib
memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang
diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (19) Karena ada tertulis:
‘Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang
bijak akan Kulenyapkan.’ (20) Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli
Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat
hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (21) Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah,
tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka
yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. (22) Orang-orang Yahudi
menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, (23) tetapi kami
memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu
sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, (24) tetapi untuk
mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus
adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. (25) Sebab yang bodoh dari Allah lebih
besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari
pada manusia. (26) Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika
kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak
banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (27) Tetapi
apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang
berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa
yang kuat, (28) dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih
Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang
berarti, (29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di
hadapan Allah. (30) Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh
Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan
menebus kita. (31) Karena itu seperti ada tertulis: ‘Barangsiapa yang bermegah,
hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.’”.
c) Bdk. Amsal 2:1-5 - “(1) Hai anakku, jikalau engkau menerima
perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, (2) sehingga telingamu
memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, (3)
ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada
kepandaian, (4) jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan
mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, (5) maka engkau akan memperoleh
pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah”.
Karena Kitab Suci bisa
memberikan hikmat, maka mencari hikmat dan mencari Firman Tuhan tak perlu
terlalu dibedakan. Jadi, text dari Amsal ini menyuruh kita untuk mencari Firman
Tuhan seperti mencari harta terpendam! Renungkan: sudahkan saudara mencari
Firman Tuhan seperti mencari harta terpendam?
d) Hikmat yang dimaksudkan oleh Paulus di sini
bukan sembarang hikmat, tetapi hikmat yang menuntun kepada keselamatan. Ini
kegunaan utama dari Kitab Suci, memberikan hikmat yang terbaik, yang menuntun
kepada keselamatan!
Barnes’ Notes: “to
find the way of salvation, is the best kind of wisdom; and none are wise who do
not make that the great object of life” (= menemukan jalan keselamatan adalah jenis hikmat yang
terbaik; dan tidak ada orang yang bijaksana yang tidak menjadikan hal itu
sebagai obyek / tujuan kehidupan yang besar / agung).
Calvin: “It
is a very high commendation of the Holy Scriptures, that we must not seek
anywhere else the wisdom which is sufficient for salvation” (= Merupakan suatu pujian / penghargaan
yang sangat tinggi terhadap Kitab Suci yang kudus, bahwa kita tidak boleh
mencari di tempat lain manapun juga hikmat yang cukup untuk keselamatan) - hal 248.
Catatan: Bandingkan dengan orang-orang yang ‘memberitakan
Injil’ menggunakan Kitab Suci agama lain!
Kalau saudara belajar Kitab
Suci tetapi belum mendapatkan keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus, maka
itu semua sia-sia! Ini sama dengan orang-orang Yahudi dalam Yoh 5:39-40!
Bdk. Yoh 5:39-40 - “(39) Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci,
sebab kamu menyangka bahwa olehNya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi
walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, (40) namun kamu
tidak mau datang kepadaKu untuk memperoleh hidup itu”.
Sudahkah saudara selamat?
Kalau malam ini saudara mati, yakinkah saudara bahwa saudara akan masuk surga?
e) Perhatikan kata-kata “keselamatan
oleh iman kepada Kristus Yesus”.
Ini menunjukkan bahwa kalau
seseorang tidak beriman kepada Yesus Kristus, ia tidak mungkin bisa selamat!
Barnes’ Notes: “‘Through
faith which is in Christ Jesus;’ ... Paul knew of no salvation, except through
the Lord Jesus. He says, therefore, that the study of the Scriptures, valuable
as they were, would not save the soul unless there was faith in the Redeemer” (= ‘Melalui iman yang ada dalam Kristus
Yesus’; ... Paulus tidak mengenal keselamatan kecuali melalui Tuhan Yesus.
Karena itu, ia berkata, bahwa tindakan mempelajari Kitab Suci, sekalipun itu
sangat berharga, tidak akan menyelamatkan jiwa, kecuali ada iman kepada sang Penebus).
Orang tidak akan selamat
oleh seadanya ajaran. Kalau Injil yang benar tidak ada, tidak mungkin ada
keselamatan. Apalagi kalau Injilnya sesat, atau digantikan dengan Social
Gospel!
3:16 - “Segala tulisan yang diilhamkan Allah
memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.
1) “Segala tulisan yang diilhamkan Allah”.
a) Terjemahan bagian ini.
RSV/NASB: ‘All
Scripture is inspired by God and profitable for teaching, for reproof, for
correction, for training in righteousness’ (= Seluruh Kitab Suci
diilhamkan oleh Allah dan bermanfaat untuk pengajaran, untuk teguran /
celaan, untuk perbaikan, untuk mendidik / melatih dalam kebenaran).
TB2-LAI: “Seluruh
Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan
kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.
Sama seperti dalam 3:15 di atas, secara strict, yang dimaksud ‘Kitab Suci’ di sini hanyalah Perjanjian Lama, karena sekalipun
Perjanjian Baru juga diilhamkan, tetapi pada saat Paulus menuliskan kata-kata
ini, Perjanjian Baru belum ada. Jadi, kata-kata ini menunjukkan bahwa seluruh
Perjanjian Lama adalah Firman Tuhan. Bukan Perjanjian Lamanya Gereja Roma
Katolik yang mengandung kitab-kitab Deuterokanonika, tetapi Perjanjian Lama
kita. Ingat bahwa kitab-kitab Deuterokanonika itu sudah ada pada abad pertama,
tetapi orang-orang Yahudi tidak menggunakannya, dan tidak ada penulis
Perjanjian Baru yang mengutipnya / menganggapnya sebagai Kitab Suci / dasar
ajaran.
b) “diilhamkan
Allah”.
1. ‘Ilham’ (= inspiration) berbeda dengan ‘wahyu’ (= revelation).
Wahyu merupakan suatu cara
dimana Allah memberikan suatu kebenaran langsung kepada seseorang sehingga ia
bisa mengerti kebenaran tersebut. Ini jelas harus dikategorikan sebagai
mujijat.
Wahyu hanya digunakan kalau
penulis Kitab Suci tidak mungkin bisa mendapatkan kebenaran itu dengan cara
lain. Misalnya pada waktu Musa menuliskan peristiwa penciptaan, atau pada waktu
rasul Yohanes menuliskan kitab Wahyu. Tetapi pada saat penulis Kitab Suci bisa
mendapatkan kebenaran itu dengan cara lain, maka Tuhan tidak menggunakan wahyu.
Bdk. Luk 1:1-4 - “(1) Teofilus yang mulia, Banyak orang
telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah
terjadi di antara kita, (2) seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka,
yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. (3) Karena itu, setelah
aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil
keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, (4) supaya engkau
dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar”.
Jelas bahwa Lukas
mendapatkan kebenaran itu dengan menyelidiki, bukan melalui pemberian wahyu.
Jadi, tidak seluruh Kitab Suci merupakan wahyu Allah.
Tetapi ‘ilham’ merupakan
sesuatu yang digunakan Allah dalam proses penulisan Kitab Suci. Jadi, pada
waktu seorang penulis Kitab Suci, yang sudah mempunyai kebenaran dalam
pengertiannya, menuliskan kebenaran itu, ia diilhami oleh Allah / Roh Kudus.
Ini menyebabkan penulisan itu tidak mungkin salah.
Tidak seluruh Kitab Suci
diwahyukan, tetapi seluruh Kitab Suci diilhamkan, seperti yang dikatakan oleh
2Tim 3:16 ini, dan pengilhaman ini menjaga Kitab Suci dari kesalahan!
2. Kalau seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh
Allah, maka seluruh Kitab Suci adalah Firman Allah, dan karena itu kita harus
mempunyai rasa takut dan hormat padanya.
Calvin: “In
order to uphold the authority of the Scripture, he declares that it is divinely
inspired; for, if it be so, it is beyond all controversy that men ought to
receive it with reverence. ... we owe to the Scripture the same reverence which
we owe to God; because it has proceeded from him alone, and has nothing
belonging to man mixed with it” (= Untuk menegakkan otoritas dari Kitab Suci, ia menyatakan
bahwa Kitab Suci diilhamkan secara ilahi; karena, jika memang demikian, tidak
perlu diperdebatkan lagi bahwa manusia harus menerimanya dengan takut dan
hormat. ... kita berhutang kepada Kitab Suci rasa takut dan hormat yang sama
seperti kita berhutang kepada Allah; karena Kitab Suci keluar hanya dari Dia,
dan tidak ada apapun kepunyaan manusia dicampurkan dengannya) - hal 248,249.
Bandingkan dengan
orang-orang Liberal yang sering memberikan pernyataan yang seolah-olah
meninggikan Yesus / Tuhan, tetapi merendahkan Kitab Suci! Pdt. Yohanes Bambang
Mulyono (GKI), dalam buku sesatnya yang berjudul ‘Tuhan Ajarlah Aku’ mengatakan
pernyataan-pernyataan ini:
·
“Oleh karena itu firman Allah sejati tidak
pernah hanya merupakan suatu kumpulan ayat-ayat dalam Kitab Suci.
Pendewa-dewaan kumpulan ayat-ayat dalam Kitab Suci sebenarnya sama saja dengan
pemberhalaan. Iman kristen menyadari, bahwa firman Allah sejati menjelma
menjadi Yesus Kristus yang adalah Anak Allah. Artinya firman Allah sejati
tidak pernah menjelma menjadi sebuah ‘buku yang turun dari sorga’” (hal 77).
·
“Atas
dasar pemikiran yang demikian, theologia Alkitab tidak pernah mendudukkan
Alkitab sejajar dengan Firman Allah sendiri. Alkitab adalah alat
yang dipakai oleh Allah untuk menyampaikan firmanNya. Sedangkan firman Allah
yang sejati (realitas obyektif-ilahi) menjelma menjadi manusia yang kelihatan
dan yang menyejarah. Sebab itu sikap penghargaan kita yang tinggi terhadap
Alkitab sebagai alat dari firman Allah tidak boleh melebihi penghargaan kita
kepada Yesus Kristus. Jadi Alkitab berada di bawah kuasa pribadi Yesus Kristus,
tidak boleh sebaliknya!” (hal 214).
·
“Semua usaha penelitian ilmiah ini tidak
menggoyahkan iman mereka, sebab iman mereka tertuju kepada Yesus Kristus bukan
kepada Alkitab” (hal 215).
John
Murray memberikan komentar tentang seorang teman sejawatnya yang bernama E. J.
Young (yang memang sangat getol dalam mempertahankan otoritas Kitab Suci)
sebagai berikut: “He
knew nothing of an antithesis between devotion to the Lord and devotion to the
Bible. He revered the Bible because he revered the Author”
(= Ia tidak mengenal pertentangan antara kesetiaan / pembaktian diri terhadap
Tuhan dan kesetiaan / pembaktian diri terhadap Alkitab. Ia menghormati Alkitab
karena ia menghormati Pengarangnya).
Penerapan: mendengar khotbah sambil klangopan, guyonan dsb,
merupakan suatu penghinaan terhadap Allah!
2) “dan
bermanfaat”.
a) Dalam mengajar, pendeta / pengkhotbah tidak
boleh mengajarkan hal-hal yang sama sekali tidak berguna, yang hanya memuaskan
intelek atau keinginan tahu jemaat. Kalau ia mengajar seperti itu, Kitab Suci
tidak akan bermanfaat.
Calvin: “We
are likewise reminded not to read the Holy Scripture so as to gratify our
fancies, or to draw from it useless questions. ... Thus, when I expound the
Holy Scripture, I must be guided by this consideration, that those who hear me
may receive profit from the doctrine which I teach, that they may be edified
for salvation. If I have not that desire, and do not aim at the edification of
those who hear me, I am a sacrilegious person, profaning the word of God. On
the other hand, they who read the Scripture, or who come to the sermon to
listen, if they are in search of some foolish speculation, if they come here to
take their amusement, are guilty of having profaned a thing so holy” (= Kita juga diingatkan untuk tidak
membaca Kitab Suci untuk memuaskan khayalan kita, atau untuk menarik darinya
pertanyaan-pertanyaan yang tidak berguna. ... Karena itu, pada saat saya
menguraikan Kitab Suci yang kudus, saya harus dipimpin oleh pertimbangan ini,
bahwa mereka yang mendengarkan saya bisa menerima manfaat dari ajaran yang saya
ajarkan, supaya mereka dididik untuk keselamatan. Jika saya tidak mempunyai
keinginan itu, dan tidak bertujuan pada pendidikan dari mereka yang mendengar
saya, maka saya adalah orang yang melanggar kekudusan, mencemarkan firman
Allah. Pada sisi yang lain, mereka yang membaca Kitab Suci, atau yang datang
untuk mendengar khotbah, jika mereka mencari pemikiran yang bodoh, jika mereka
datang ke sini untuk mendapatkan hiburan / kesenangan, maka mereka bersalah
karena telah mencemarkan sesuatu yang begitu kudus) - hal 250 (footnote).
Dan bagi jemaat, kalau
mencari ajaran, jangan mencari ajaran yang menyenangkan, tetapi yang berguna.
Yang berguna seringkali justru tidak menyenangkan untuk didengar. Contoh:
·
Pelajaran tentang Saksi Yehuwa jelas termasuk yang berguna, tetapi
mungkin tidak terlalu menyenangkan untuk didengar!
·
Pelajaran tentang pengharmonisan antara ayat satu dengan ayat lain yang
kelihatannya bertentangan, seringkali tidak menyenangkan, karena bersifat
teoretis, tetapi berguna pada saat Firman Tuhan diserang dan dianggap
kontradiksi.
b) Perlu juga dicamkan bahwa Kitab Suci baru
bisa memberikan manfaat (untuk mengajar,
untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang
dalam kebenaran),
kalau ditafsirkan / diajarkan secara benar. Kalau ditafsirkan / diajarkan
secara salah, justru ‘bermanfaat’ untuk membinasakan!
c) Sekalipun Firman Tuhan itu bermanfaat, bisa
saja saudara tidak memanfaatkannya.
Misalnya saudara belajar
memberitakan Injil tetapi tidak pernah betul-betul memberitakan Injil. Atau
saudara belajar tentang Saksi Yehuwa, tetapi pada waktu menghadapi Saksi Yehuwa
saudara mengusir mereka. Atau pada waktu saudara belajar tentang pelajaran
moral, tetapi saudara tidak mau melaksanakannya.
3) “untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam
kebenaran”.
a) “untuk mengajar”.
Seorang pengajar hanya punya
hak untuk mengajar kalau ia mengajar berdasarkan Kitab Suci. Dan saudara hanya
boleh mempercayai ajaran dari seseorang kalau ia betul-betul mengajar
berdasarkan Kitab Suci. Jangan mengaminkan seadanya ajaran!
b) “untuk menyatakan
kesalahan”.
KJV/RSV/NASB: ‘for reproof’ (= untuk teguran).
NIV: ‘rebuking’ (= memarahi).
Vincent menganggap bahwa
kata ini lebih baik diterjemahkan ‘membuktikan kesalahan’.
Kata ini berhubungan dekat
dengan Yoh 16:8 - “Dan
kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan
penghakiman”.
KJV: ‘he will
reprove the world of sin’ (= Ia akan menegur / memarahi dunia
tentang dosa).
Jadi, kita melihat bahwa
fungsi Roh Kudus dalam Yoh 16:8 sama dengan fungsi Kitab Suci / Firman
Tuhan dalam 2Tim 3:16 ini. Ini tidak aneh, karena Roh Kuduslah yang
memberikan Kitab Suci kepada kita, dan pada waktu menyatakan kesalahan kita,
Roh Kudus menggunakan Kitab Suci / Firman Tuhan.
Wycliffe Bible
Commentary: “‘Reproof’ is closely related
to ‘reprove’ of Jn 16:8. The Scripture is the Spirit’s instrument in
conviction” (= ‘Teguran’ berhubungan dekat dengan ‘menegur’ / ‘menginsafkan’
dari Yoh 16:8. Kitab Suci adalah alat Roh untuk membuktikan bersalah).
Menyatakan
kesalahan bisa dilakukan dalam 2 hal:
1. Menyatakan kesalahan dalam arti kehidupan yang salah / dosa.
Calvin: “the
beginning of repentance is the knowledge of our sinfulness, and a conviction of
the judgment of God”
(= permulaan dari pertobatan adalah pengetahuan tentang keberdosaan kita, dan
suatu keyakinan tentang penghakiman Allah) - hal 250.
2. Menyatakan kesalahan dalam arti kepercayaan / pengajaran yang
salah / sesat.
Karena itu adalah lucu kalau
orang kristen tidak boleh membicarakan / menyerang kesesatan, karena ini justru
merupakan salah satu fungsi dari Kitab Suci. Disamping itu, kalau tidak
menyatakan kesalahan / kesesatan, bagaimana kita bisa ‘mendidik orang dalam kebenaran’?
Fungsi ‘menyatakan kesalahan’ dari Kitab Suci ini secara
jelas menunjukkan bahwa mengajar / berkhotbah secara negatif merupakan hal yang
diperbolehkan.
c) “untuk memperbaiki kelakuan”.
Kata ‘kelakuan’ sebetulnya
tidak ada; dan karena itu, ‘perbaikan’ yang dimaksudkan bukan hanya dalam hal
kelakuan, tetapi juga dalam hal pengertian / kepercayaan doktrinal.
KJV/RSV/NASB: ‘for correction’ (= untuk perbaikan).
NIV: ‘correcting’ (= memperbaiki).
Vincent memberi arti
‘memulihkan pada keadaan yang benar’.
Wycliffe Bible
Commentary: “Correction conveys the idea
of improvement” (= Perbaikan memberikan gagasan kemajuan).
Jadi, mestinya orang yang
belajar Kitab Suci dengan benar, akan maju dalam hal:
·
kelakuan, dalam arti hidupnya jadi lebih baik.
·
pengertian / kepercayaan doktrinal. Doktrin-doktrin yang dulu tidak
dimengertinya, atau yang dulu dimengertinya secara salah, sekarang
dimengertinya secara benar.
d) “dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.
Bandingkan dengan:
·
Mat 5:6 - “Berbahagialah
orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”.
·
Mat 6:33 - “Tetapi
carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan
ditambahkan kepadamu”.
Catatan: Dalam ketiga ayat di atas, kata ‘kebenaran’ berasal
dari kata Yunani yang sama, yaitu DIKAIOSUNE.
Orang bisa memberikan /
mendapatkan pendidikan:
1. Sekuler. Ini penting, tetapi hanya berguna untuk hidup ini.
2. Yang sesat. Ini harus diwaspadai / dihindari.
3. Dalam kebenaran. Ini harus diusahakan / dicari.
3:17 - “Dengan demikian tiap-tiap manusia
kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”.
3:16
dilanjutkan dengan 3:17 yang menunjukkan bahwa dengan belajar Kitab Suci orang
kristen diperlengkapi untuk setiap perbuatan / pekerjaan baik.
1) Jadi, tujuan seseorang belajar Kitab Suci
bukan hanya supaya selamat. Setelah selamat, ia harus terus mempelajari Kitab
Suci supaya ia diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Ada 2 extrim yang
salah berkenaan dengan hal ini:
a) Seseorang belajar Kitab Suci hanya supaya ia
bisa berbuat baik, tetapi ia tidak mempunyai / mempedulikan keselamatan. Ini
bodoh dan tak ada gunanya sama sekali! Sebelum kita percaya dan diselamatkan,
kita tidak mempunyai Roh Kudus, sehingga kita tidak mungkin bisa berbuat baik.
b) Seseorang belajar Kitab Suci hanya supaya
selamat, dan selanjutnya ia tidak mau berbuat baik. Keselamatan orang seperti
ini perlu diragukan, karena Yakobus mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan
adalah mati (Yak 2:17,26).
2) Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan
bahwa kalau orang Kristen tidak mengerti Kitab Suci dengan baik, ia tidak /
belum diperlengkapi untuk perbuatan baik itu. Bandingkan dengan kata-kata
banyak orang Kristen yang berkata: ‘Tak perlu banyak
belajar Firman Tuhan, yang perlu mentaatinya’. Ini lucu dan bodoh. Bagaimana bisa mentaati
kalau tidak mengerti, apalagi kalau salah mengerti?
3) Dari sini terlihat bahwa Tuhan ingin setiap
saudara menjadi orang yang berguna, dan melakukan perbuatan baik yang Ia
persiapkan sebelumnya.
Bdk. Ef 2:10 - “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan
dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah
sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”.
-bersambung-
3:15 - “Ingatlah juga bahwa
dr kecil engkau sudah mengenal KS yg dpt memberi hikmat kpdmu dan menuntun
engkau kpd keselamatan oleh iman kpd KY.”.
1) Kelihatannya Timotius mula2
mendptkan pelajaran KS dr ibu dan neneknya.
2Tim
1:5 - “Sebab aku teringat
akan imanmu yg tulus ikhlas, yaitu iman yg pertama2 hidup di dlm nenekmu Lois
dan di dlm ibumu Eunike dan yg aku yakin hidup juga di dlm dirimu”.
Kis
16:1 - “Paulus datang juga
ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorg murid bernama Timotius; ibunya adalah
seorg Yahudi dan telah menjadi percaya, sdgkan ayahnya seorg Yunani”.
1Tim
1:2 - Paulus menyebut Timotius sbg ‘anaknya yg sah (true) dlm iman’.
1Kor
4:14-15 - “(14) Hal ini
kutuliskan bukan utk memalukan kamu, tetapi utk menegor kamu sbg anak2ku yg
kukasihi. (15) Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu2 pendidik dlm Kristus,
kamu tidak mempunyai banyak bapa. Krn akulah yg dlm KY telah menjadi bapamu
oleh Injil yg kuberitakan kpdmu”.
2) Mrpk sst yg baik bagi sso utk mengenal KS dr
sejak kecil.
Amsal 22:6 - “Didiklah org muda menurut jalan yg patut baginya,
maka pd masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dp jalan itu”.
Barnes’ Notes:
mrpk sst yg benar utk mengajar
Alkitab kpd anak2 pd masa yg sedini mungkin.
3) Org tua harus memberitakan
Injil kpd anak2 mrk / mengarahkan anak2 mrk kpd Yesus!
Ul 11:19
- “Kamu harus mengajarkannya kpd
anak2mu dg membicarakannya, apabila engkau duduk di rmhmu dan apabila engkau
sdg dlm perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”.
Barnes’
Notes: Rabi Salomo,
ttg Ul 11:19, berkata: ‘Pd waktu seorg anak mulai berbicara, ayahnya hrs
ngobrol dgnya dlm bahasa yg kudus (ttg KS), dan mengajarnya hk Taurat; jika ia
tidak melakukan hal itu, ia kelihatannya mengubur anak itu.
4) Pentingnya pengajaran KS / Injil kpd anak2
menunjukkan bahwa:
a) Gereja harus mementingkan SM.
b) Gereja harus menyeleksi guru2
SM.
5) KS bisa memberi hikmat yg menuntun sso kpd
keselamatan.
a) ‘KS’ ®
PL.
Barnes’
Notes: rencana
keselamatan bisa dipelajari dr PL. Itu tidak dinyatakan di sana sejelas spt dlm
PB, tetapi ‘itu ada di sana’; dan jika sso hanya mempunyai PL, ia bisa
menemukan jalan utk diselamatkan. Jadi, org Yahudi tidak mempunyai alasan /
dalih jika ia tidak diselamatkan.
b) KS memberi hikmat.
Maz
119:98-100 - “(98) PerintahMu
membuat aku lebih bijaksana dp musuh2ku, sebab selama2nya itu ada pdku. (99)
Aku lebih berakal budi dp semua pengajarku, sebab peringatan2Mu kurenungkan.
(100) Aku lebih mengerti dp org2 tua, sebab aku memegang titah2Mu”.
hikmat
dunia >< hikmat dr Tuhan / KS.
1Kor
1:18-31 - “(18) Sebab
pemberitaan ttg salib memang adalah kebodohan bagi mrk yg akan binasa, tetapi
bagi kita yg diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (19) Krn ada
tertulis: ‘Aku akan membinasakan hikmat org2 berhikmat dan kearifan org2 bijak
akan Kulenyapkan.’ (20) Di manakah org yg berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di
manakah pembantah dr dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini
menjadi kebodohan? (21) Oleh krn dunia, dlm hikmat Allah, tidak mengenal Allah
oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mrk yg percaya oleh kebodohan
pemberitaan Injil. (22) Org2 Yahudi menghendaki tanda dan org2 Yunani mencari
hikmat, (23) tetapi kami memberitakan Kristus yg disalibkan: utk org2 Yahudi
suatu batu sandungan dan utk org2 bukan Yahudi suatu kebodohan, (24) tetapi utk
mrk yg dipanggil, baik org Yahudi, maupun org bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan
Allah dan hikmat Allah. (25) Sebab yg bodoh dr Allah lebih besar hikmatnya dp
manusia dan yg lemah dr Allah lebih kuat dp manusia. (26) Ingat saja, sdr2, bgm
keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak org yg
bijak, tidak banyak org yg berpengaruh, tidak banyak org yg terpandang. (27)
Tetapi apa yg bodoh bagi dunia, dipilih Allah utk memalukan org2 yg berhikmat,
dan apa yg lemah bagi dunia, dipilih Allah utk memalukan apa yg kuat, (28) dan
apa yg tidak terpandang dan yg hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yg
tidak berarti, dipilih Allah utk meniadakan apa yg berarti, (29) supaya jgn ada
seorg manusiapun yg memegahkan diri di hadapan Allah. (30) Tetapi oleh Dia kamu
berada dlm KY, yg oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan
menguduskan dan menebus kita. (31) Krn itu spt ada tertulis: ‘Barangsiapa yg
bermegah, hendaklah ia bermegah di dlm Tuhan.’”.
c) Amsal 2:1-5 - “(1) Hai anakku, jikalau engkau menerima
perkataanku dan menyimpan perintahku di dlm hatimu, (2) shg telingamu
memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kpd kepandaian, (3) ya,
jikalau engkau berseru kpd pengertian, dan menujukan suaramu kpd kepandaian,
(4) jikalau engkau mencarinya spt mencari perak, dan mengejarnya spt mengejar
harta terpendam, (5) maka engkau akan memperoleh pengertian ttg takut akan
TUHAN dan mendpt pengenalan akan Allah”.
d) Hikmat yg menuntun kpd
keselamatan.
Barnes’
Notes: menemukan
jalan keselamatan adalah jenis hikmat yg terbaik; dan tidak ada org yg
bijaksana yg tidak menjadikan hal itu sbg obyek / tujuan kehidupan yg besar /
agung.
Calvin:
Mrpk suatu pujian / penghargaan
yg sgt tinggi thdp KS yg kudus, bahwa kita tak boleh mencari di tempat lain
manapun jg hikmat yg cukup utk keselamatan.
Yoh
5:39-40 - “(39) Kamu
menyelidiki Kitab2 Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehNya kamu mempunyai
hidup yg kekal, tetapi walaupun Kitab2 Suci itu memberi kesaksian ttg Aku, (40)
namun kamu tidak mau datang kpdKu utk memperoleh hidup itu”.
e) Perhatikan kata2 “keselamatan oleh iman kpd KY”.
Barnes’
Notes: ‘Melalui iman
yg ada dlm KY’; ... Paulus tidak mengenal keselamatan kecuali melalui TY. Krn
itu, ia berkata, bahwa tindakan mempelajari KS, sekalipun itu sgt berharga,
tidak akan menyelamatkan jiwa, kecuali ada iman kpd sang Penebus.
3:16 - “Segala tulisan yg
diilhamkan Allah memang bermanfaat utk mengajar, utk menyatakan kesalahan, utk
memperbaiki kelakuan dan utk mendidik org dlm kebenaran”.
1) “Segala tulisan yg diilhamkan Allah”.
a) Terjemahan bagian ini.
RSV/NASB:
‘All Scripture is inspired by God and profitable for teaching, for
reproof, for correction, for training in righteousness’ (= Seluruh KS
diilhamkan oleh Allah dan bermanfaat utk pengajaran, utk teguran / celaan,
utk perbaikan, utk mendidik / melatih dlm kebenaran).
TB2-LAI:
“Seluruh KS diilhamkan Allah
dan bermanfaat utk mengajar, utk menyatakan kesalahan, utk memperbaiki kelakuan
dan utk mendidik org dlm kebenaran”.
b) “diilhamkan Allah”.
1. ‘Ilham’ (= inspiration) berbeda dg ‘wahyu’ (= revelation).
Luk
1:1-4 - “(1) Teofilus yg
mulia, Banyak org telah berusaha menyusun suatu berita ttg peristiwa2 yg telah
terjadi di antara kita, (2) spt yg disampaikan kpd kita oleh mrk, yg dr semula
adalah saksi mata dan pelayan Firman. (3) Krn itu, setelah aku menyelidiki
segala peristiwa itu dg seksama dr asal mulanya, aku mengambil keputusan utk
membukukannya dg teratur bagimu, (4) supaya engkau dpt mengetahui, bahwa
segala sst yg diajarkan kpdmu sgh benar”.
2. Seluruh KS adalah FA, dan krn
itu hrs ada rasa takut dan hormat pdnya.
Calvin:
Utk menegakkan otoritas dr KS,
ia menyatakan bahwa KS diilhamkan secara ilahi; krn, jika memang demikian,
tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa manusia hrs menerimanya dg takut dan
hormat. ... kita berhutang kpd KS rasa takut dan hormat yg sama spt kita
berhutang kpd Allah; krn KS keluar hanya dr Dia, dan tidak ada apapun kepunyaan
manusia dicampurkan dgnya.
·
“Oleh krn itu fA sejati tidak pernah hanya mrpk suatu kumpulan ayat2
dlm KS. Pendewa2an kumpulan ayat2 dlm KS sebenarnya sama saja dg
pemberhalaan. Iman kristen menyadari, bahwa fA sejati menjelma menjadi YK yg
adalah AA. Artinya fA sejati tidak pernah menjelma menjadi sebuah ‘buku yg
turun dr sorga’” (hal 77).
·
“Atas dasar
pemikiran yg demikian, theologia Alkitab tidak pernah mendudukkan Alkitab
sejajar dg FA sendiri. Alkitab adalah alat yg dipakai oleh Allah utk
menyampaikan firmanNya. Sdgkan fA yg sejati (realitas obyektif-ilahi) menjelma
menjadi manusia yg kelihatan dan yg menyejarah. Sebab itu sikap penghargaan kita
yg tinggi thdp Alkitab sbg alat dr fA tidak boleh melebihi penghargaan kita kpd
YK. Jadi Alkitab berada di bawah kuasa pribadi YK, tidak boleh sebaliknya!”
(hal 214).
·
“Semua usaha penelitian ilmiah ini tidak menggoyahkan iman mrk, sebab
iman mrk tertuju kpd YK bukan kpd Alkitab” (hal 215).
John
Murray: Ia tidak mengenal
perttgan antara kesetiaan / pembaktian diri thdp Tuhan dan kesetiaan /
pembaktian diri thdp Alkitab. Ia menghormati Alkitab krn ia menghormati
Pengarangnya.
2) “dan bermanfaat”.
a) Dlm mengajar, pdt / pkh tidak
boleh mengajarkan hal2 yg sama sekali tidak berguna, yg hanya memuaskan intelek
atau keinginan tahu jemaat.
Calvin:
Kita juga diingatkan utk tidak
membaca KS utk memuaskan khayalan kita, atau utk menarik drnya pertanyaan2 yg tidak
berguna. ... Krn itu, pd saat saya menguraikan KS yg kudus, saya harus dipimpin
oleh pertimbangan ini, bahwa mrk yg mendengarkan saya bisa menerima manfaat dr
ajaran yg saya ajarkan, supaya mrk dididik utk keselamatan. Jika saya tidak
mempunyai keinginan itu, dan tidak bertujuan pd pendidikan dr mrk yg mendengar
saya, maka saya adalah org yg melanggar kekudusan, mencemarkan fA. Pd sisi yg
lain, mrk yg membaca KS, atau yg dtg utk mendengar khotbah, jika mrk mencari
pemikiran yg bodoh, jika mrk datang ke sini utk mendptkan hiburan / kesenangan,
maka mrk bersalah krn telah mencemarkan sst yg begitu kudus.
b) KS bisa beri manfaat kalau
ditafsirkan / diajarkan secara benar.
c) Sekalipun FT itu bermanfaat,
bisa saja sdr tidak memanfaatkannya.
3) “utk mengajar, utk menyatakan kesalahan, utk memperbaiki kelakuan dan
utk mendidik org dlm kebenaran”.
a) “utk mengajar”.
b) “utk menyatakan kesalahan”.
KJV/RSV/NASB: ‘for reproof’ (= utk teguran).
NIV: ‘rebuking’ (= memarahi).
Vincent:
‘membuktikan kesalahan’.
Yoh 16:8
- “Dan kalau Ia datang, Ia akan
menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman”.
KJV: ‘he will reprove the world
of sin’ (= Ia akan
menegur / memarahi dunia ttg dosa).
Wycliffe: ‘Teguran’ berhubungan dekat dg
‘menegur’ / ‘menginsafkan’ dr Yoh 16:8. KS adalah alat Roh utk membuktikan
bersalah.
Menyatakan kesalahan bisa dilakukan dlm 2 hal:
1. Menyatakan kesalahan dlm arti kehidupan yg
salah / dosa.
Calvin:
permulaan dr pertobatan adalah
pengetahuan ttg keberdosaan kita, dan suatu keyakinan ttg penghakiman Allah.
2. Menyatakan kesalahan dlm arti
kepercayaan / pengajaran yg salah / sesat.
c) “utk memperbaiki kelakuan”.
KJV/RSV/NASB: ‘for correction’ (= utk perbaikan).
NIV: ‘correcting’ (= memperbaiki).
Vincent:
‘memulihkan pd keadaan yg benar’.
Wycliffe: Perbaikan memberikan gagasan kemajuan.
d) “dan utk mendidik org dlm kebenaran”.
Mat 5:6 - “Berbahagialah org yg lapar dan haus akan kebenaran,
krn mrk akan dipuaskan”.
Mat 6:33 - “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan
kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kpdmu”.
3:17 - “Dg demikian tiap2
manusia kepunyaan Allah diperlengkapi utk setiap perbuatan baik.”.
1) Tujuan sso belajar KS bukan
hanya supaya selamat. Setelah selamat, ia hrs terus mempelajari KS supaya ia
diperlengkapi utk setiap perbuatan baik.
a) Sso belajar KS hanya supaya ia
bisa berbuat baik, tetapi ia tidak mempunyai / mempedulikan keselamatan.
b) Sso belajar KS hanya supaya
selamat, dan selanjutnya ia tidak mau berbuat baik.
2) Secara tidak langsung, hal ini
menunjukkan bahwa kalau org Kristen tidak mengerti KS dg baik, ia tidak / belum
diperlengkapi utk perbuatan baik itu.
3) Dr sini terlihat bahwa Tuhan
ingin setiap sdr menjadi org yg berguna, dan melakukan perbuatan baik yg Ia
persiapkan sebelumnya.
Ef
2:10 - “Krn kita ini buatan
Allah, diciptakan dlm KY utk melakukan pekerjaan baik, yg dipersiapkan Allah
sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dlmnya”.
Jl. Dinoyo 19b, lantai 3
Senin, tgl 26 Februari
& 5 Maret 2007
(pk 19.00)
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(7064-1331 / 6050-1331)
4:1 - “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang
akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan
sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya:”.
1) “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang
akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati”.
Untuk mendorong Timotius
pada kesetiaan, Paulus menekankan:
1. Mata Allah dan Yesus Kristus di arahkan kepadanya (mengawasinya).
2. Pada penghakiman akhir jaman, semua orang,
baik pendeta maupun jemaat biasa, harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya /
pelayanannya kepada Tuhan.
Dalam hal apa Timotius harus
setia? Ini baru dinyatakan oleh Paulus dalam 2Tim 4:2.
2) “aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu”.
Bahwa pesan ini diberikan dengan semacam sumpah menunjukkan bahwa pesan
ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Apa yang dipesankan baru dinyatakan
dalam 2Tim 4:2-dst.
3) “demi penyataanNya dan demi KerajaanNya:”.
Kata-kata ‘demi penyataanNya’ seharusnya diterjemahkan
seperti dalam RSV/NASB: ‘by His appearing’ (= oleh / demi
pemunculanNya).
Kata Yunani EPIPHANEIA yang
digunakan di sini dalam Kitab Suci selalu menunjuk pada kedatangan Yesus, atau
yang pertama, atau yang kedua.
Wycliffe Bible
Commentary: “‘Appearing’ means
‘manifestation’ and is used of both the first coming (2 Tim 1:10) and the
second (4:1,8; Tit 2:13)” [= ‘Pemunculan’ berarti ‘manifestasi’ dan digunakan baik untuk
kedatangan pertama (2Tim 1:10) maupun yang kedua (4:1,8; Tit 2:13)].
Di sini kelihatannya kata
itu menunjuk pada kedatangan Yesus yang kedua-kalinya.
William Hendriksen
mengatakan (hal 308) bahwa Paulus menekankan kepastian kedatangan Yesus yang
kedua-kalinya, dan bahwa hal itu sedang mendekat, tetapi ia tidak memberikan
saat yang pasti, karena memang tidak seorangpun bisa tahu secara pasti kapan
Yesus akan datang kedua-kalinya.
Kata-kata ini menunjukkan
secara implicit bahwa kalau Timotius mentaati pesan Paulus ini maka ia akan
ikut menikmati kemuliaan dari kedatangan Yesus yang kedua-kalinya dan
kerajaanNya. Tetapi kalau ia tidak mentaati pesan itu, ia akan gagal menikmati
hal itu.
4:2 - “Beritakanlah firman, siap sedialah baik
atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah
dengan segala kesabaran dan pengajaran.”.
1) “Beritakanlah firman”.
a) Ada persamaan dan perbedaan antara 2Tim 3 dan 2Tim 4.
1. Persamaannya, adalah bahwa kedua text ini
sama-sama dilatar-belakangi oleh kesesatan / kebobrokan orang Kristen / gereja
(2Tim 3:1-9 2Tim 4:3-4).
2. Perbedaannya, adalah bahwa dalam 2Tim 3,
Timotius didorong untuk berpegang pada ajaran sehat / benar yang telah ia
terima (2Tim 3:14), sedangkan dalam 2Tim 4, Timotius didorong untuk
memberitakan Firman Tuhan (2Tim 4:2,5).
Memang dalam menghadapi
keadaan yang buruk dalam gereja, kedua hal ini sama-sama perlu untuk dilakukan.
b) Pendeta harus memberitakan Firman Tuhan.
Calvin mengatakan bahwa
perintah untuk memberitakan Firman Tuhan ini diberikan dengan sumpah, dan
sumpah itu dilakukan demi Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi pada
akhir jaman (2Tim 4:1). Ini menunjukkan betapa seriusnya pelayanan pemberitaan
Firman Tuhan di dalam pemikiran Paulus.
Calvin: “he
will not suffer to remain unpunished the negligence of pastors, through whom
souls, which he hath redeemed at so costly a price, perish or are exposed as
a prey”
(= ia tidak akan membiarkan tanpa hukuman kelalaian dari pendeta-pendeta,
melalui siapa jiwa-jiwa, yang telah ia tebus dengan harga yang begitu mahal,
binasa atau terbuka sebagai mangsa) - hal 252.
Kalau tidak dipersiapkan
menghadapi ajaran sesat, maka jemaat akan terbuka sebagai mangsa. Karena itu
ada seminar yang membahas ajaran-ajaran sesat, seperti Saksi Yehuwa,
Unitarianisme, dan sebagainya.
1. Ia harus memberitakan Firman Tuhan,
bukan khayalannya, atau konsep-konsepnya, atau filsafat, atau dongeng, atau
kesaksian, atau lelucon.
Bandingkan dengan:
·
2Kor 2:17 - “Sebab
kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman
Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan
maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapanNya”.
·
1Tes 2:4 - “Sebaliknya,
karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami,
karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk
menyukakan Allah yang menguji hati kita”.
Pulpit Commentary: “Preach
it with authority. That is, with the authority of truth, not your own
‘ex-cathedra’ authority”
(= Khotbahkanlah / beritakanlah itu dengan otoritas. Yaitu, dengan otoritas
kebenaran, bukan otoritas ‘ex-cathedra’-mu sendiri) - hal 69.
Catatan: ‘ex-cathedra’ adalah istilah bahasa Latin dalam
Gereja Roma Katolik. Artinya adalah ‘from the chair’ (= dari kursi). Ini
menunjuk pada kata-kata Paus, yang kalau diucapkan ‘dari kursi’nya, dianggap
sebagai ‘infallible’ (= tidak mungkin salah).
Jadi, tak peduli apa yang ia katakan itu tidak mempunyai dasar Kitab Suci, atau
bahkan bertentangan dengan Kitab Suci, tetap kata-kata itu dianggap tidak bisa
salah. Ini jelas merupakan otoritas yang tidak Alkitabiah, dan karena itu tidak
ada pendeta / pengkhotbah boleh mempunyai otoritas seperti ini. Otoritas kita
hanyalah Kitab Suci, dan tanpa Kitab Suci tidak ada otoritas dalam pemberitaan
kita.
2. Dalam mengajarkan / memberitakan Firman
Tuhan, pendeta harus mengajarkan seluruh Firman Tuhan / Kitab Suci.
Kis 20:27 - “Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu”.
Ironside: “There
are many ministers of Christ who have never learned that it is their business
to preach the entire Word, and they are always trying to think up topics
that may thrill, and charm, and entertain the people. But the servant of the
Lord is not called to do these things” (= Ada banyak pelayan / pendeta dari Kristus yang tidak
pernah belajar bahwa merupakan urusan mereka untuk memberitakan seluruh
Firman, dan mereka selalu mencoba untuk memikirkan / menemukan topik-topik
yang bisa menggairahkan / menggetarkan hati, dan menarik / menyenangkan, dan
menghibur orang-orang. Tetapi pelayan Tuhan tidak dipanggil untuk melakukan
hal-hal ini)
- hal 233.
Bandingkan dengan:
·
Gal 1:10 - “Jadi
bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah?
Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba
berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus”.
·
1Tes 2:4 - “Sebaliknya,
karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami,
karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan
untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita”.
Mengajarkan Firman Tuhan
melalui khotbah / pengajaran dari mimbar bisa dilakukan dengan:
a. Khotbah / pengajaran doktrinal.
Kalau ini diabaikan, jemaat
/ domba tidak dilindungi dari serigala / penyesat, karena boleh dikatakan semua
kesesatan adalah dalam persoalan doktrin! Padahal penatua, pendeta, penginjil
bertugas untuk menjaga domba-domba dari serigala-serigala / penyesat-penyesat.
Kis 20:28-31 - “(28) Karena itu jagalah dirimu dan
jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi
penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperolehNya dengan darah AnakNya
sendiri. (29) Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas
akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. (30)
Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran
palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya
mengikut mereka. (31) Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga
tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu
masing-masing dengan mencucurkan air mata”.
b. Khotbah / pengajaran tentang moral / etika.
Kalau hanya doktrin, tanpa
moral / etika, maka kehidupan jemaat tak bisa dikuduskan! Sekalipun doktrin itu
penting, tetapi kalau jemaat diberi doktrin tok, itu tidak sehat. Sama seperti
dalam dunia jasmani, daging itu penting, tetapi kalau seseorang diberi makan
daging tok, itu tidak sehat.
c. Khotbah / pengajaran yang bersifat exposisi.
Ini kontras dengan khotbah
yang bersifat topik. Pengajaran doktrinal maupun moral / etika biasanya
dilakukan melalui khotbah / pengajaran yang bersifat topik. Tetapi khotbah /
pengajaran yang bersifat exposisi, membahas text Kitab Suci ayat per ayat, atau
bahkan kadang-kadang kata per kata, dan karena itu tidak hanya membahas satu
topik tertentu, tetapi bisa membahas banyak topik, baik doktrinal maupun moral
/ etika, tergantung dari text yang dibahas.
Saya berpendapat bahwa
satu-satunya cara untuk betul-betul mengajarkan seluruh Kitab Suci adalah
melalui khotbah / pengajaran exposisi.
3. Pendeta tidak bisa terus memberitakan Firman
Tuhan kalau ia sendiri tidak banyak belajar Firman Tuhan! Karena itu Timotius
disuruh oleh Paulus untuk bertekun dalam membaca Kitab Suci.
1Tim 4:13 - “Sementara itu, sampai aku datang
bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar”.
Ada banyak pengkhotbah yang
kalau khotbah selalu kekurangan bahan. Ini menyebabkan mereka melakukan hal-hal
ini untuk ‘memperpanjang khotbah’:
·
berbicara dengan kecepatan yang sangat lambat.
·
memberikan banyak lelucon / cerita / kesaksian.
Mengapa pengkhotbah bisa
kekurangan bahan? Karena tidak belajar / kurang belajar! Yang banyak belajar
akan selalu kelebihan bahan! Jadi, pengkhotbah harus banyak belajar Firman
Tuhan! Tetapi pengkhotbah / pendeta tidak bisa banyak belajar Firman Tuhan
kalau:
a. Jemaat tidak mau melayani sehingga pendeta
harus melakukan segala sesuatu.
Ini membuat pendeta tidak
bisa belajar, dan akhirnya khotbahnya tak ada isinya.
Bdk. Kis 6:1-7 - “(1) Pada masa itu, ketika jumlah murid
makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang
berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada
janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. (2) Berhubung dengan
itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: ‘Kami
tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. (3)
Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal
baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas
itu, (4) dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan
pelayanan Firman.’ (5) Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka
memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus,
Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi
dari Antiokhia. (6) Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul
itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. (7) Firman Allah makin
tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah
besar imam menyerahkan diri dan percaya”.
Renungkan: baguskah kalau pendeta
ngepel lantai gereja atau menyapu halaman gereja?
b. Jemaat terus / sering mengganggu pendeta
tanpa ada keperluan yang berarti (kalau urgent, itu lain). Menelpon atau
mendatangi rumahnya pada saat dimana ia seharusnya belajar, akan mengacaukan
kewajibannya untuk belajar Firman Tuhan!
Sharing: problem saya sekarang
dalam belajar Firman Tuhan / pelayanan.
c) Jemaat harus senang belajar Firman Tuhan.
1. Dari pihak jemaat harus ada tanggapan yang
sesuai dengan tugas pendeta untuk mengajarkan seluruh Firman Tuhan ini, yaitu
bahwa jemaat harus rajin / tekun / senang belajar Firman Tuhan. Kalau jemaatnya
seperti yang dinubuatkan oleh Paulus dalam 2Tim 4:3-4, bagaimana hamba
Tuhannya bisa memberitakan Firman Tuhan? Nubuat itu memang pasti tergenapi,
tetapi usahakanlah supaya itu tidak tergenapi dalam diri saudara!
2. Bagaimana dengan orang-orang kristen yang
maunya mendapat Firman Tuhan langsung dari Roh Kudus?
Calvin mengatakan bahwa ini
menentang pandangan orang-orang yang fanatik secara ngawur yang menganggap
bahwa tidak perlu ada orang yang mengajar mereka. Mereka minta diajar Roh Kudus
secara langsung, dsb. Kita memang harus melakukan pembacaan Kitab Suci sendiri,
tetapi kita juga harus mau mendengar ajaran dari pengajar / pendeta.
Calvin: “Let
us remember, ... that the reading of Scripture is recommended to us in such a
manner as not to hinder, in the smallest degree, the ministry of pastors; and,
therefore, let believers endeavour to profit both in reading and in hearing;
for not in vain hath God ordained both of them” (= Ingatlah ... bahwa pembacaan Kitab
Suci dianjurkan kepada kita dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak
menghalangi, dalam tingkat yang terkecil, pelayanan dari pendeta-pendeta; dan
karena itu, hendaklah orang-orang percaya berusaha untuk mendapat manfaat, baik
dari membaca maupun dari mendengar; karena tidak dengan sia-sia Allah
menentukan kedua hal itu) - hal 252.
Ef 4:11-15 - “(11) Dan Ialah yang memberikan
baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun
gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (12) untuk memperlengkapi orang-orang
kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (13) sampai
kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak
Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan
Kristus, (14) sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh
rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka
yang menyesatkan, (15) tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam
kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah
Kepala”.
3. Bagaimana dengan jemaat / orang Kristen yang tidak mau belajar
Firman Tuhan?
Calvin (tentang
Mat 4:4):
“Those who voluntarily throw away that armour,
and do not laboriously exercise themselves in the school of God, deserve to be
strangled, at every instant, by Satan, into whose hands they give themselves up
unarmed” (= Mereka yang secara sukarela membuang
senjata itu, dan tidak melatih diri mereka sendiri dengan susah payah dalam
sekolah Allah, layak dijerat, pada setiap saat, oleh Iblis, kedalam tangan
siapa mereka menyerahkan diri mereka sendiri tanpa senjata) - hal 214.
2) “siap sedialah baik atau tidak baik
waktunya”.
a) Ada peringatan terhadap perintah ini.
John Stott: “This
injunction is not to be taken as an excuse for the insensitive brashness which
has sometimes characterized our evangelism and brought it into disrepute. We
have no liberty to barge unceremoniously into other people’s privacy or tread
clumsily on their corns. ... It seems, then, that what we are given here is not
a biblical warrant for rudeness, but a biblical appeal against laziness” (= Perintah ini tidak boleh digunakan
untuk kelancangan / kekurang-ajaran yang tidak sensitif yang kadang-kadang
menjadi ciri penginjilan kita dan membawa penginjilan itu ke dalam reputasi
yang buruk. Kita tidak boleh menyerobot dengan kasar / tanpa kesopanan ke dalam
kebebasan pribadi orang lain atau menginjak-injak jagung mereka tanpa perasaan.
Jadi, kelihatannya, apa yang diberikan kepada kita di sini bukanlah suatu
perintah Alkitabiah untuk kekasaran / ketidak-sopanan, tetapi suatu seruan
terhadap kemalasan) - hal 107.
Saya berpendapat bahwa
kata-kata ‘siap
sedialah baik atau tidak baik waktunya’ ini juga tidak boleh diartikan bahwa kita harus
masuk ke tempat ibadah agama lain, lalu memberitakan Injil di sana tanpa
diundang!
b) Apa arti perintah untuk memberitakan Firman
Tuhan ‘baik atau
tidak baik waktunya’ ini?
Bdk. Pkh 11:6 - “Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan
janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau
tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama
baik”.
Ironside: “You
remember when William Haslam, that English Church clergyman, was converted. He
preached with such power that he won every member in his own parish to Christ.
There was not a person living in the Baldhu section of Cornwall, who had not
confessed the Lord. Then he became greatly concerned about his neighbors; so he
began preaching in adjoining parishes and winning souls there. The other
ministers became upset over it, and sent in their objections to the Bishop,
saying, ‘Mr. Haslam is interfering with our work; he is poaching in our
parishes, telling our people that they have to be converted and need to be born
again.’ The Bishop sent for William Haslam and said, ‘I understand you are
preaching all the time; you don’t seem to be doing anything else.’ William
Haslam replied, ‘My lord bishop, I assure you I preach only in two seasons of
the year.’ ‘Oh,’ said the Bishop, ‘I am glad to know that; and what seasons are
they?’ ‘In season and out of season,’ replied William Haslam. That is the
charge that comes to everyone of us if we really know Christ. It is not just
for official proclaiming of the Word, not just for pastors and elders, but for
all Christians. Let us be instant in season and out of season in winning
precious souls to the Lord Jesus Christ” (= Engkau ingat ketika William Haslam, pendeta Gereja
Inggris itu, bertobat. Ia berkhotbah dengan kuasa sedemikian rupa sehingga ia
memenangkan setiap anggota dalam jemaatnya sendiri kepada Kristus. Tidak ada
satu orangpun yang tinggal di bagian Baldhu dari Cornwall, yang tidak mengakui
Tuhan. Lalu ia merasa sangat prihatin tentang tetangga-tetangganya; jadi ia
mulai berkhotbah di jemaat-jemaat yang berdampingan dan memenangkan jiwa-jiwa
di sana. Pendeta-pendeta yang lain menjadi marah tentang hal itu, dan
memasukkan keberatan mereka kepada Uskup, dengan mengatakan, ‘Tuan Haslam ikut
campur dengan pekerjaan kami; ia melanggar masuk dalam jemaat-jemaat kami,
memberitahu orang-orang kami bahwa mereka harus bertobat dan perlu untuk
dilahirkan kembali’. Uskup itu memanggil William Haslam dan berkata, ‘Saya tahu
/ mendengar bahwa engkau berkhotbah setuiap saat; engkau kelihatannya tidak
melakukan apapun yang lain’. William Haslam menjawab, ‘Tuanku Uskup, saya
menjamin kepadamu bahwa saya hanya berkhotbah dalam 2 waktu dari suatu tahun’.
‘Oh’, kata Uskup, ‘Saya senang mendengar hal itu; dan waktu-waktu apa saja
waktu-waktu itu?’ ‘Waktu yang baik dan waktu yang tidak baik’, jawab William
Haslam. Itu adalah perintah yang datang kepada setiap orang dari kita jika kita
betul-betul mengenal Kristus. Bukan hanya pemberitaan Firman yang resmi, bukan
hanya untuk pendeta-pendeta dan tua-tua, tetapi untuk semua orang-orang
Kristen. Hendaklah kita siap sedia, baik atau tidak baik waktunya, dalam
memenangkan jiwa-jiwa yang berharga kepada Tuhan Yesus Kristus) - hal 233-234.
Pulpit Commentary: “The
minister must have an earnest urgency in every part of his work. He must create
opportunities where he cannot find them; he must work at times both convenient
and inconvenient to himself; he must approach the willing opportunely and the
unwilling inopportunely”
(= Pendeta harus mempunyai kemendesakan yang sungguh-sungguh dalam setiap
bagian dari pekerjaannya. Ia harus menciptakan kesempatan-kesempatan dimana ia
tidak bisa menemukannya; ia harus bekerja, baik pada waktu yang menyenangkan
atau tidak menyenangkan bagi dirinya sendiri; ia harus mendekati orang-orang
yang mau pada saat yang tepat dan orang-orang yang tidak mau pada saat yang
tidak tepat)
- hal 65.
Barnes’ Notes: “‘In
season.’ eukairoos. ... The sense
is, when it could be CONVENIENTLY done; when all things were favorable, and
when there were no obstructions or hindrances. It may include the ‘stated and
regular’ seasons for public worship, but is not confined to them. ‘Out of
season.’ akairoos. ... It is the
opposite of the former, and means that a minister is to seek opportunities to
preach the gospel even at such periods as might be inconvenient to himself, or
when there might be hindrances and embarrassments, or when there was no stated
appointment for preaching. He is not to confine himself to the appointed times
of worship, or to preach only when it will be perfectly convenient for himself,
but he is to have such an interest and earnestness in the work, that it will
lead him to do it in the face of embarrassments and discouragements, and
whenever he can find an opportunity. A man who is greatly intent on an object
will seek every opportunity to promote it. He will not confine himself to
stated times and places, but will present it everywhere, and at all times.
A man, therefore, who merely confines himself to the stated seasons of
preaching the gospel, or who merely preaches when it is convenient to
himself, should not consider that he has come up to the requirement of the rule
laid down by the apostle. He should preach in his private conversation, and in
the intervals of his public labors, at the side of the sick bed, and wherever
there is a prospect of doing good to any one. If his heart is full of love to
the Saviour and to souls, he cannot help doing this” [= ‘Waktu yang baik’. EUKARIOOS. ...
Artinya adalah, pada waktu hal itu bisa dilakukan dengan tidak menyusahkan;
pada waktu semua hal menguntungkan, dan pada waktu tidak ada rintangan atau
halangan. Itu bisa mencakup waktu yang ‘ditetapkan dan biasa / teratur’ untuk
ibadah umum / kebaktian, tetapi tidak dibatasi pada hal-hal itu. ‘Waktu yang
tidak baik’ AKAIROOS. ... Ini merupakan lawan kata dari kata yang pertama, dan
berarti bahwa seorang pendeta harus mencari kesempatan-kesempatan untuk
memberitakan Injil bahkan pada masa-masa yang susah / tidak menyenangkan bagi
dirinya sendiri, atau pada waktu ada halangan dan keadaannya memalukan, atau
pada waktu disana tidak ada perjanjian yang ditetapkan untuk berkhotbah. Ia
tidak boleh membatasi dirinya sendiri pada waktu-waktu yang ditetapkan dari
ibadah / kebaktian, atau berkhotbah hanya pada waktu itu merupakan sesuatu yang
secara sempurna tidak menyusahkan bagi dirinya sendiri, tetapi ia harus
mempunyai kesenangan dan kesungguhan dalam pekerjaannya, sehingga itu akan
memimpinnya untuk melakukan hal itu pada waktu ia berhadapan dengan keadaan
yang memalukan dan menghilangkan semangat, dan kapanpun ia bisa mendapatkan
kesempatan. Seseorang yang sangat bersungguh-sungguh tentang suatu tujuan akan
mencari setiap kesempatan untuk memajukan hal itu. Ia tidak akan membatasi
dirinya sendiri pada waktu-waktu dan tempat-tempat yang ditetapkan, tetapi akan
menyampaikannya dimana-mana, dan pada setiap waktu. Karena itu, seseorang yang
membatasi dirinya semata-mata pada waktu pemberitaan injil yang ditetapkan,
atau yang semata-mata berkhotbah pada waktu itu tidak menyusahkan dirinya,
tidak boleh menganggap bahwa ia telah memenuhi tuntutan dari perintah yang
diberikan oleh sang rasul. Ia harus memberitakan (Injil
/ firman) dalam
pembicaraan pribadi, dan di sela-sela dari pelayanan umumnya, di sisi ranjang
si sakit, dan kapanpun di sana ada prospek untuk melakukan yang baik kepada
siapapun. Jika hatinya penuh kasih kepada sang Juruselamat dan kepada
jiwa-jiwa, ia tidak bisa tidak melakukan hal ini].
William Barclay: “As
someone has put it: ‘Take or make your opportunity.’” (= Sebagaimana seseorang menyatakannya:
‘Ambillah atau buatlah kesempatanmu’) - hal 204.
Adam Clarke: “Be
urgent whether the times be prosperous or adverse, whenever there is an
opportunity; and when there is none, strive to make one. The Judge is at the
door, and to every man eternity is at hand! Wherever thou meetest a sinner,
speak to him the word of reconciliation. Do not be contented with stated times
and accustomed places merely; all time and place belong to God, and are proper
for his work. Wherever it can be done, there it should be done. Satan will omit
neither time nor place where he can destroy. Omit thou none where thou mayest
be the instrument of salvation to any” (= Siaplah apakah waktunya menyenangkan atau tidak,
kapanpun disana ada suatu kesempatan; dan pada waktu tidak ada kesempatan,
berusahalah untuk membuatnya. Hakim ada di pintu, dan bagi setiap orang
kekekalan sudah dekat! Dimanapun engkau bertemu dengan orang berdosa,
ucapkanlah kepadanya firman perdamaian. Jangan puas dengan waktu-waktu yang
ditetapkan dan tempat-tempat yang biasa saja; semua waktu dan tempat adalah
milik Allah, dan cocok untuk pekerjaanNya. Di manapun itu bisa dilakukan, di
sana itu harus dilakukan. Setan tidak akan mengabaikan waktu ataupun tempat
dimana ia bisa menghancurkan. Jangan engkau mengabaikan waktu dan tempat dimana
engkau bisa menjadi alat keselamatan bagi siapapun).
Bandingkan dengan GKRI
EXODUS yang kuatir / takut-takut untuk menjadi tuan rumah dalam perdebatan
Trinitarian vs Unitarian!
Bandingkan dengan:
·
Mark 8:35 - “Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia
akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan
karena Injil, ia akan menyelamatkannya”.
·
Yoh 12:25 - “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan
nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan
memeliharanya untuk hidup yang kekal”.
c) Mengapa pemberitaan Firman Tuhan ini rasanya begitu mendesak / urgent?
Karena akan datang waktunya
orang tidak lagi bisa mendengar ajaran sehat, mereka akan menutup telinga
mereka bagi kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Mereka akan mengumpulkan
guru-guru palsu yang menyenangkan telinga mereka (4:3-4). Nubuat Paulus ini
sekarang sudah banyak tergenapi, dan karena itu jangan heran kalau gereja yang
memberitakan ‘ajaran yang lucu-lucu’ malah laris, sedangkan yang betul-betul
memberitakan Firman Tuhan malah nggak laku!
Makin dekat akhir jaman,
makin sukar menginjili dan mengajar seseorang! Karena itu, pemberitaan Injil
dan Firman Tuhan merupakan sesuatu yang urgent / mendesak!
d) Bagaimana tanggapan yang seharusnya dari jemaat dalam persoalan
ini?
Jangan sedikit-sedikit
membolos dalam acara Pemahaman Alkitab / Kebaktian! Pendeta harus memberitakan
Firman Tuhan, baik atau tidak baik waktunya, tetapi jemaat hanya mau datang /
mendengar Firman Tuhan kalau baik waktunya, maka pada waktu yang tidak baik,
pendeta terpaksa berkhotbah pada kursi!
3) “nyatakanlah
apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan
pengajaran.”.
a) “nyatakanlah
apa yang salah”.
Barnes’ Notes: “‘Reprove.’
Or ‘convince;’ ... The meaning is that he was to use such arguments as would
‘convince’ men of the truth of religion, and of their own need of it” (= ‘Marahilah’. Atau ‘Yakinkanlah’; ...
Artinya adalah bahwa ia harus menggunakan argumentasi-argumentasi sedemikian
rupa sehingga akan ‘meyakinkan’ orang-orang tentang kebenaran dari agama, dan
tentang kebutuhan mereka sendiri tentang hal itu).
William Hendriksen: “‘Reprove’
or ‘Convict.’ ... Sin must be brought home to the sinner’s consciousness in
order that he may repent”
(= ‘Marahilah’ atau ‘buktikanlah bersalah’. ... Dosa harus dibuat jelas pada
hati nurani dari orang berdosa supaya ia bisa bertobat) - hal 311.
Kata ‘convince’ / ‘convict’ menunjukkan bahwa:
1. Orang Kristen boleh berdebat / beradu
argumentasi dalam memberitakan Firman Tuhan / memberitakan Injil!
Saya tidak tahu dari mana
gerangan munculnya pandangan bodoh yang saat ini begitu umum dalam kalangan
kebanyakan orang Kristen, bahwa berdebat merupakan hal yang salah! Kalau
saudara mempunyai pandangan bodoh ini, maka perhatikan bahwa:
a. Paulus
sering berdebat.
Kis 9:22,29 - “(22) Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia
membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan,
bahwa Yesus adalah Mesias. ... (29) Ia juga berbicara dan bersoal jawab
dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha
membunuh dia”.
Kis 15:2 - “Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah
pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta
beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan
penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu”.
Kis 17:17-18 - “(17) Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan
orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap
hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ. (18) Dan juga beberapa ahli
pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada
yang berkata: ‘Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?’ Tetapi yang lain
berkata: ‘Rupa-rupanya ia adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing.’ Sebab ia
memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitanNya”.
Kis 18:4 - “Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha
meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani”.
Kis 19:8-9 - “(8) Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan
mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka
tentang Kerajaan Allah. (9) Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya.
Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang
banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya
dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus”.
Kis 28:23 - “Lalu mereka menentukan suatu hari untuk Paulus. Pada hari yang
ditentukan itu datanglah mereka dalam jumlah besar ke tempat tumpangannya. Ia menerangkan
dan memberi kesaksian kepada mereka tentang Kerajaan Allah; dan berdasarkan
hukum Musa dan kitab para nabi ia berusaha meyakinkan mereka tentang
Yesus. Hal itu berlangsung dari pagi sampai sore”.
b. Stefanus juga berdebat, dan bahkan dipimpin
oleh Roh Kudus dalam berdebat!
Kis 6:9-10 - “(9) Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang
disebut jemaat orang Libertini - anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang
dari Kirene dan dari Aleksandria - bersama dengan beberapa orang Yahudi dari
Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus,
(10) tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong
dia berbicara”.
c. Apolos juga berdebat dalam Kis 18:28 - “Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang
Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah
Mesias”.
2. Harus ada pembuktian kesalahan. Ini harus dilakukan dengan
menunjukkan:
a. Apa yang betul-betul dilakukan oleh orang tersebut.
Bukan sekedar isyu / gosip /
fitnah, tetapi harus ada bukti / saksi yang bisa dipercaya.
Bdk. 1Tim 5:19 - “Janganlah engkau menerima tuduhan atas
seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi”.
Ini berlaku khususnya untuk
penatua, tetapi pasti juga berlaku untuk orang biasa.
b. Perbedaan / pertentangan antara tindakan orang itu dengan Firman
Tuhan.
Kalau tindakannya memang
terbukti, tetapi tidak bisa ditunjukkan pertentangan antara tindakan orang itu
dengan Firman Tuhan, maka tetap orangnya tidak bisa disalahkan / ditegur!
Misalnya: orang Kristen yang pergi ke gereja lain, melayani di gereja lain,
atau memberi persembahan ke gereja lain (yang juga adalah gereja benar). Hanya
pendeta yang egois yang bisa menegur / menghakimi orang Kristen seperti ini!
Tanpa adanya kedua hal di
atas ini kita tidak bisa / tidak boleh menegur orang! Kalau kita tetap
melakukannya, kita menghakimi secara tidak benar!
b) “tegorlah”.
Vincent: “‘Rebuke.’
... The word implies a ‘sharp, severe’ rebuke, with, possibly, a suggestion in
some cases of impending penalty ... This might go to justify the rendering of
Holtzmann and von Soden, ‘threaten.’ To charge on pain of penalty for
disobedience implies a menace, in this case of future judgment” [= ‘Marahilah (dengan keras)’. ... Kata
ini secara implicit menunjuk pada suatu tindakan memarahi yang ‘tajam, keras’,
mungkin dalam beberapa kasus dengan suatu petunjuk tentang hukuman yang
mendatang ... Ini bisa membenarkan terjemahan dari Holtzmann dan von Soden,
‘mengancam’. Memerintah dengan ancaman hukuman untuk ketidak-taatan secara
implicit menunjuk pada suatu ancaman, dalam hal ini tentang penghakiman yang
akan datang].
Catatan: kata ini (‘rebuke’) hampir sama artinya dengan
kata yang kita bahas di atas (‘reprove’), tetapi lebih keras.
Jadi, dalam menghadapi orang
yang berdosa, kadang-kadang dibutuhkan sikap yang tegas dan keras, khususnya
kalau orang itu tegar tengkuk atau mempunyai sikap ‘self-righteous’ (= merasa diri sendiri
benar). Baik Yohanes Pembaptis maupun Yesus sendiri, bersikap sangat keras
terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, yang adalah orang-orang yang
merasa diri sendiri benar, dan merasa diri sendiri lebih baik dari orang-orang
lain.
c) “dan
nasihatilah”.
1. Bagi pendeta.
Hamba Tuhan juga harus
menasehati / ‘exhort’, dalam arti ‘encourage’ / mendorong / menyemangati seseorang untuk terus bertahan sampai akhir.
Ini mungkin khususnya ditujukan kepada jemaat / orang-orang Kristen yang
menderita / tertekan. Mungkin juga ini perlu dilakukan terhadap orang-orang
yang sudah sangat sadar akan dosanya dan menyesalinya.
Pulpit Commentary mengatakan
(hal 57) bahwa kata ini kadang-kadang digunakan dalam arti ‘menasehati’, kadang-kadang dalam arti ‘menghibur’.
William Hendriksen: “Nevertheless,
the demands of love must be fully satisfied. Hand ini hand with pertinent
rebuke there must be tender, fatherly admonition. ... The manner in which Paul
dealt with the Corinthian fornicator illustrates what he means by ‘reprove,
rebuke, admonish, with all longsuffering and teaching’” (= Meskipun demikian, tuntutan kasih
harus dipuaskan / dipenuhi sepenuhnya. Bergandengan tangan dengan tindakan
memarahi yang bersangkutan, disana harus ada nasehat yang lembut dan bersifat
kebapaan. ... Cara dengan mana Paulus menangani orang cabul dari Korintus
menjelaskan apa yang ia maksudkan dengan ‘memarahi, memarahi dengan keras,
menasehati, dengan segala kesabaran dan pengajaran’.) - hal 311.
Bandingkan dengan
1Kor 5:1-13 - “(1)
Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan
yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa
yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri
ayahnya. (2) Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu
berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah
kamu? (3) Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani
hadir, aku - sama seperti aku hadir - telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang
telah melakukan hal yang semacam itu. (4) Bilamana kita berkumpul dalam roh,
kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, (5) orang itu
harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa
tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. (6) Kemegahanmu tidak baik.
Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? (7) Buanglah
ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang
tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu
Kristus. (8) Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama,
bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak
beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (9) Dalam suratku telah kutuliskan
kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. (10) Yang aku
maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau
dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena
jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. (11) Tetapi yang kutuliskan
kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun
menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala,
pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu
sekali-kali makan bersama-sama. (12) Sebab dengan wewenang apakah aku
menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi
mereka yang berada di dalam jemaat? (13) Mereka yang berada di luar jemaat akan
dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu”.
Rupanya jemaat Korintus
menuruti Paulus dalam hal ini dan lalu menegor / mengucilkan orang yang
dibicarakan. Paulus rupanya mengetahui bahwa orang itu sudah bertobat, sehingga
dalam suratnya yang kedua kepada gereja Korintus, ia menulis sebagai berikut:
2Kor 2:5-11 - “(5) Tetapi jika ada orang yang
menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati
kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya - supaya jangan aku melebih-lebihkan -,
hati beberapa orang di antara kamu. (6) Bagi orang yang demikian sudahlah cukup
tegoran dari sebagian besar dari kamu, (7) sehingga kamu sebaliknya harus
mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang
terlampau berat. (8) Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu
sungguh-sungguh mengasihi dia. (9) Sebab justru itulah maksudnya aku menulis
surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala
sesuatu. (10) Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku
mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, - seandainya ada yang harus
kuampuni -, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, (11)
supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa
maksudnya”.
2. Bagi jemaat.
Tanggapan yang seharusnya
dari jemaat berhubungan dengan tugas pendeta dalam hal ini adalah: jangan
cengeng! Sedikit-sedikit putus asa, kepingin mati, berhenti belajar Firman
Tuhan / pelayanan dan sebagainya. Maulah didorong / dikuatkan dalam keadaan
sukar! Ingat kita semua adalah tentara Kristus, dan tentara memang harus siap
mengalami penderitaan. Bdk. 2Tim 3:12 - “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam
Kristus Yesus akan menderita aniaya”.
d) “dengan
segala kesabaran”.
Pendeta harus melakukan
hal-hal itu dengan sangat sabar, artinya jangan putus asa / berhenti, kalau
tidak segera kelihatan hasil dari pemberitaan Firman Tuhan yang ia lakukan.
Tetapi jemaat juga jangan
‘mencobai pendeta’ sehingga pendeta jadi putus asa, dengan terus tidak mau
mentaati Firman Tuhan yang mereka beritakan.
Bdk. Ibr 13:17 - “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan
tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai
orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan
melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan
membawa keuntungan bagimu”.
Catatan: ajaran hamba Tuhan boleh tidak ditaati, dan bahkan
harus tidak ditaati, kalau ajarannya tidak sesuai, apalagi bertentangan, dengan
Firman Tuhan!
Bdk. Ul 13:1-5 - “(1) Apabila di tengah-tengahmu muncul
seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda
atau mujizat, (2) dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu
terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal,
dan mari kita berbakti kepadanya, (3) maka janganlah engkau mendengarkan
perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk
mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan
segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. (4) TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti,
kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintahNya, suaraNya
harus kamu dengarkan, kepadaNya harus kamu berbakti dan berpaut. (5) Nabi atau
pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap
TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang
menebus engkau dari rumah perbudakan - dengan maksud untuk menyesatkan engkau
dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani.
Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu”.
e) “dan
pengajaran.”.
Vincent: “Calvin:
‘Those who are strong only in fervour and sharpness, but are not fortified with
solid doctrine, weary themselves in their vigorous efforts, make a great noise,
rave, ... make no headway because they build without foundation.’ Men will not
be won to the truth by scolding” (= Calvin: ‘Mereka yang hanya kuat dalam semangat dan
ketajaman, tetapi tidak dibentengi dengan ajaran yang kokoh, melelahkan diri
mereka sendiri dalam usaha-usaha mereka yang penuh semangat, membuat keributan
yang besar, mengoceh, ... tidak membuat kemajuan karena mereka membangun tanpa
fondasi’. Manusia tidak akan dimenangkan pada kebenaran dengan omelan /
hardikan).
Jadi, baik dalam menegur /
menyatakan kesalahan / memarahi, maupun dalam menguatkan / menghibur, ia harus
melakukan dengan menggunakan pengajaran Firman Tuhan. Bukan dengan taktik yang
licik, pengajaran yang salah, memanipulasi orang, mendustai, memainkan perasaan
mereka (memberikan cerita-cerita yang membuat mereka terharu sehingga mudah
diarahkan), dan sebagainya.
Tanggapan jemaat: jangan mau
diajar hal-hal yang tidak sesuai / berdasarkan Firman Tuhan! Ingat SOLA
SCRIPTURA (= hanya Kitab Suci)!
4) H. A. Ironside mengatakan bahwa pada waktu
kita membaca surat ini kita harus mengingat bahwa surat ini ditulis oleh
seseorang yang akan menghadapi hukuman mati.
Bdk. 2Tim 4:6-7 - “(6) Mengenai diriku, darahku sudah mulai
dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. (7) Aku telah
mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah
memelihara iman”.
John Stott bahkan mengatakan
bahwa ini adalah kata-kata terakhir yang dituliskan oleh Paulus, dan ia
menuliskannya beberapa minggu, atau bahkan mungkin beberapa hari, sebelum ia
mati syahid.
Tetapi pada waktu menulis
surat ini Paulus sedikitpun tidak menimbulkan kesan kepada Timotius bahwa ia
menyesal telah memberikan dirinya bagi pekerjaan Tuhan dengan begitu
berapi-api. Tetapi sebaliknya, ia menasehati Timotius untuk mengikuti
teladannya.
-bersambung-
4:1 - “Di hadapan Allah dan KY yg akan
menghakimi org yg hidup dan yg mati, aku berpesan dg sgh2 kpdmu demi
penyataanNya dan demi KerajaanNya:”.
1) “Di hadapan Allah dan KY yg akan
menghakimi org yg hidup dan yg mati”.
2) “aku berpesan dg sgh2 kpdmu”.
3) “demi penyataanNya dan demi KerajaanNya:”.
RSV/NASB: ‘by His appearing’ (= oleh / demi pemunculanNya).
Yunani: EPIPHANEIA.
Wycliffe: ‘Pemunculan’ berarti
‘manifestasi’ dan digunakan baik utk kedtgan pertama (2Tim 1:10) maupun yg
kedua (4:1,8; Tit 2:13).
4:2 - “Beritakanlah firman, siap sedialah baik
atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yg salah, tegorlah dan nasihatilah dg
segala kesabaran dan pengajaran.”.
1) “Beritakanlah firman”.
a) Ada persamaan dan perbedaan antara 2Tim 3 dan 2Tim 4.
1. Persamaannya: keduanya dilatar-belakangi oleh
kebobrokan org Kristen / gereja (2Tim 3:1-9
2Tim 4:3-4).
2. Perbedaannya: dlm 2Tim 3, Timotius didorong
utk berpegang pd ajaran sehat / benar yg telah ia terima (2Tim 3:14); dlm 2Tim
4, Timotius didorong utk memberitakan FT (2Tim 4:2,5).
b) Pdt harus memberitakan FT.
Calvin: ia tidak akan membiarkan tanpa hukuman
kelalaian dr pdt2, melalui siapa jiwa2, yg telah ia tebus dg harga yg begitu
mahal, binasa atau terbuka sbg mangsa.
1. Ia hrs memberitakan FT.
·
2Kor 2:17 - “Sebab
kami tidak sama dg banyak org lain yg mencari keuntungan dr fA. Sebaliknya dlm
Kristus kami berbicara sbgm mestinya dg maksud2 murni atas perintah Allah dan
di hadapanNya”.
·
1Tes 2:4 - “Sebaliknya,
krn Allah telah menganggap kami layak utk mempercayakan Injil kpd kami, krn
itulah kami berbicara, bukan utk menyukakan manusia, melainkan utk menyukakan
Allah yg menguji hati kita”.
Pulpit: Khotbahkanlah / beritakanlah itu dg
otoritas. Yaitu, dg otoritas kebenaran, bukan otoritas ‘ex-cathedra’-mu sendiri.
‘ex-cathedra’ = ‘from the chair’ (= dr kursi).
2. Pdt hrs mengajarkan seluruh KS.
Kis 20:27 - “Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kpdmu”.
Ironside: Ada byk pelayan / pdt dr Kristus yg tidak
pernah belajar bahwa mrpk urusan mrk utk memberitakan seluruh Firman,
dan mrk selalu mencoba utk memikirkan / menemukan topik2 yg bisa menggairahkan
/ menggetarkan hati, dan menarik / menyenangkan, dan menghibur org2. Tetapi
pelayan Tuhan tidak dipanggil utk melakukan hal2 ini.
Gal 1:10 - “Jadi bgm sekarang: adakah kucari
kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kpd manusia? Sekiranya
aku masih mau mencoba berkenan kpd manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus”.
1Tes 2:4 - “Sebaliknya, krn Allah telah menganggap
kami layak utk mempercayakan Injil kpd kami, krn itulah kami berbicara, bukan
utk menyukakan manusia, melainkan utk menyukakan Allah yg menguji hati
kita”.
a. Khotbah / pengajaran doktrinal.
Kis 20:28-31 - “(28) Krn itu jagalah dirimu dan jagalah
seluruh kawanan, krn kamulah yg ditetapkan RK menjadi penilik utk
menggembalakan jemaat Allah yg diperolehNya dg darah AnakNya sendiri.
(29) Aku tahu, bahwa sesdh aku pergi, serigala2 yg ganas akan masuk ke tgh2
kamu dan tidak akan menyaygkan kawanan itu. (30) Bahkan dr antara kamu sendiri
akan muncul beberapa org, yg dg ajaran palsu mrk berusaha menarik murid2 dr
jalan yg benar dan supaya mengikut mrk. (31) Sebab itu berjaga2lah dan
ingatlah, bahwa aku 3 th lamanya, siang malam, dg tiada berhenti2nya menasihati
kamu msg2 dg mencucurkan air mata”.
b. Khotbah / pengajaran ttg moral / etika.
c. Khotbah / pengajaran yg bersifat exposisi.
3. Pdt hrs byk belajar FT!
1Tim 4:13 - “Sementara itu, sampai aku dtg
bertekunlah dlm membaca KKS, dlm membangun dan dlm mengajar”.
a. Jemaat tidak mau melayani shg pdt harus
melakukan segala sst.
Bdk. Kis 6:1-7 - “(1) Pd masa itu, ketika jumlah murid
makin bertambah, timbullah sungut2 di antara org2 Yahudi yg berbahasa Yunani
thdp org2 Ibrani, krn pembagian kpd janda2 mrk diabaikan dlm pelayanan sehari2.
(2) Berhubung dg itu ke 12 rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan
berkata: ‘Kami tidak merasa puas, krn kami melalaikan FA utk melayani meja. (3)
Krn itu, sdr2, pilihlah 7 org dr antaramu, yg terkenal baik, dan yg penuh Roh
dan hikmat, supaya kami mengangkat mrk utk tugas itu, (4) dan supaya kami
sendiri dpt memusatkan pikiran dlm doa dan pelayanan Firman.’ (5) Usul itu
diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mrk memilih Stefanus, seorg yg penuh
iman dan RK, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus,
seorg penganut agama Yahudi dr Antiokhia. (6) Mrk itu dihadapkan kpd rasul2,
lalu rasul2 itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mrk. (7) FA makin
tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah
besar imam menyerahkan diri dan percaya”.
b. Jemaat sering mengganggu pdt tanpa ada
keperluan yg berarti.
c) Jemaat hrs senang belajar FT.
1. Jemaat hrs rajin / tekun / senang belajar FT.
2. Bgm dg org2 kristen yg maunya mendpt FT
langsung dr RK?
Calvin: Ingatlah ... bahwa pembacaan KS
dianjurkan kpd kita dg cara sedemikian rupa shg tidak menghalangi, dlm tingkat
yg terkecil, pelayanan dr pdt2; dan krn itu, hendaklah org2 percaya berusaha
utk mendpt manfaat, baik dr membaca maupun dr mendengar; krn tidak dg sia2 Allah
menentukan kedua hal itu.
Ef 4:11-15 - “(11) Dan Ialah yg memberikan baik
rasul2 maupun nabi2, baik pemberita2 Injil maupun gembala2 dan pengajar2, (12) utk
memperlengkapi org2 kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh
Kristus, (13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yg
benar ttg AA, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yg sesuai dg kepenuhan
Kristus, (14) shg kita bukan lagi anak2, yg diombang-ambingkan oleh rupa2 angin
pengajaran, oleh permainan palsu manusia dlm kelicikan mrk yg menyesatkan, (15)
tetapi dg teguh berpegang kpd kebenaran di dlm kasih kita bertumbuh di dlm
segala hal ke arah Dia, Kristus, yg adalah Kepala”.
3. Bgm dg jemaat / org Kristen yg tidak mau belajar FT?
Calvin: Mrk
yg secara sukarela membuang senjata itu, dan tidak melatih diri mrk sendiri dg
susah payah dlm sekolah Allah, layak dijerat, pd setiap saat, oleh Iblis, kedlm
tangan siapa mrk menyerahkan diri mrk sendiri tanpa senjata.
2) “siap sedialah baik atau tidak baik
waktunya”.
a) Ada peringatan thdp perintah ini.
Stott: Perintah ini tidak boleh digunakan utk
kelancangan / kekurang-ajaran yg tidak sensitif yg kdg2 menjadi ciri
penginjilan kita dan membawa penginjilan itu ke dlm reputasi yg buruk. Kita
tidak boleh menyerobot dg kasar / tanpa kesopanan ke dlm kebebasan pribadi org
lain atau menginjak2 jagung mrk tanpa perasaan. Jadi, kelihatannya, apa yg
diberikan kpd kita di sini bukanlah suatu perintah Alkitabiah utk kekasaran /
ketidak-sopanan, tetapi suatu seruan thdp kemalasan.
b) Apa arti perintah utk memberitaan FT ‘baik atau tidak baik waktunya’ ini?
Pkh 11:6 - “Taburkanlah benihmu pagi2 hari, dan
jgnlah memberi istirahat kpd tanganmu pd petang hari, krn engkau tidak
mengetahui apakah ini atau itu yg akan berhasil, atau kedua2nya sama baik”.
Ironside: Engkau ingat ketika William Haslam, pdt
Grj Inggris itu, bertobat. Ia berkhotbah dg kuasa sedemikian rupa shg ia
memenangkan setiap anggota dlm jemaatnya sendiri kpd Kristus. Tidak ada satu
orgpun yg tinggal di bagian Baldhu dr Cornwall, yg tidak mengakui Tuhan. Lalu
ia merasa sgt prihatin ttg tetangga2nya; jadi ia mulai berkhotbah di jemaat2 yg
berdampingan dan memenangkan jiwa2 di sana. Pdt2 yg lain menjadi marah ttg hal
itu, dan memasukkan keberatan mrk kpd Uskup, dg mengatakan, ‘Tuan Haslam ikut
campur dg pekerjaan kami; ia melanggar masuk dlm jemaat2 kami, memberitahu org2
kami bahwa mrk harus bertobat dan perlu utk dilahirkan kembali’. Uskup itu
memanggil William Haslam dan berkata, ‘Saya tahu / mendengar bahwa engkau berkhotbah
setuiap saat; engkau kelihatannya tidak melakukan apapun yg lain’. William
Haslam menjawab, ‘Tuanku Uskup, saya menjamin kpdmu bahwa saya hanya berkhotbah
dlm 2 waktu dr suatu tahun’. ‘Oh’, kata Uskup, ‘Saya senang mendengar hal itu;
dan waktu2 apa saja waktu2 itu?’ ‘Waktu yg baik dan waktu yg tidak baik’, jawab
William Haslam. Itu adalah perintah yg dtg kpd setiap org dr kita jika kita
betul2 mengenal Kristus. Bukan hanya pemberitaan Firman yg resmi, bukan hanya
utk pdt2 dan tua2, tetapi utk semua org2 Kristen. Hendaklah kita siap sedia,
baik atau tidak baik waktunya, dlm memenangkan jiwa2 yg berharga kpd TYK.
Pulpit: Pdt hrs punya kemendesakan yg sgh2 dlm
setiap bagian dr pekerjaannya. Ia harus menciptakan kesempatan2 dimana ia tidak
bisa menemukannya; ia harus bekerja, baik pd waktu yg menyenangkan atau tidak
menyenangkan bagi dirinya sendiri; ia harus mendekati org-org yg mau pd saat yg
tepat dan org-org yg tidak mau pd saat yg tidak tepat.
Barnes: ‘Waktu yg baik’. EUKARIOOS. ... Artinya
adalah, pd waktu hal itu bisa dilakukan dg tidak menyusahkan; pd waktu semua
hal menguntungkan, dan pd waktu tidak ada rintangan atau halangan. Itu bisa
mencakup waktu yg ‘ditetapkan dan biasa / teratur’ utk ibadah umum / kebaktian,
tetapi tidak dibatasi pd hal-hal itu. ‘Waktu yg tidak baik’ AKAIROOS. ... Ini
mrpk lawan kata dr kata yg pertama, dan berarti bahwa seorg pdt harus mencari
kesempatan2 utk memberitakan Injil bahkan pd masa2 yg susah / tidak
menyenangkan bagi dirinya sendiri, atau pd waktu ada halangan dan keadaannya
memalukan, atau pd waktu disana tidak ada perjanjian yg ditetapkan utk
berkhotbah. Ia tidak boleh membatasi dirinya sendiri pd waktu2 yg ditetapkan dr
ibadah / kebaktian, atau berkhotbah hanya pd waktu itu mrpk sst yg secara
sempurna tidak menyusahkan bagi dirinya sendiri, tetapi ia harus mempunyai
kesenangan dan kesghan dlm pekerjaannya, shg itu akan memimpinnya utk melakukan
hal itu pd waktu ia berhadapan dg keadaan yg memalukan dan menghilangkan
semangat, dan kapanpun ia bisa mendptkan kesempatan. Seseorg yg sgt bersgh2 ttg
suatu tujuan akan mencari setiap kesempatan utk memajukan hal itu. Ia tidak
akan membatasi dirinya sendiri pd waktu2 dan tempat2 yg ditetapkan, tetapi akan
menyampaikannya dimana2, dan pd setiap waktu. Krn itu, seseorg yg membatasi
dirinya semata-mata pd waktu pemberitaan injil yg ditetapkan, atau yg semata2
berkhotbah pd waktu itu tidak menyusahkan dirinya, tidak boleh menganggap bahwa
ia telah memenuhi tuntutan dr perintah yg diberikan oleh sang rasul. Ia harus
memberitakan (Injil / firman) dlm pembicaraan pribadi, dan di sela-sela dr pelayanan
umumnya, di sisi ranjang si sakit, dan kapanpun di sana ada prospek utk
melakukan yg baik kpd siapapun. Jika hatinya penuh kasih kpd sang Juruselamat
dan kpd jiwa2, ia tidak bisa tidak melakukan hal ini.
Barclay: Sbgmana seseorg menyatakannya: ‘Ambillah
atau buatlah kesempatanmu’.
Adam Clarke: Siaplah apakah waktunya menyenangkan atau
tidak, kapanpun disana ada suatu kesempatan; dan pd waktu tidak ada kesempatan,
berusahalah utk membuatnya. Hakim ada di pintu, dan bagi setiap org kekekalan
sdh dekat! Dimanapun engkau bertemu dg org berdosa, ucapkanlah kpdnya firman
perdamaian. Jgn puas dg waktu2 yg ditetapkan dan tempat2 yg biasa saja; semua
waktu dan tempat adalah milik Allah, dan cocok utk pekerjaanNya. Di manapun itu
bisa dilakukan, di sana itu harus dilakukan. Setan tidak akan mengabaikan waktu
ataupun tempat dimana ia bisa menghancurkan. Jgn engkau mengabaikan waktu dan
tempat dimana engkau bisa menjadi alat keselamatan bagi siapapun.
Mark 8:35 - “Krn siapa yg mau menyelamatkan nyawanya, ia akan
kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya krn Aku dan krn
Injil, ia akan menyelamatkannya”.
Yoh 12:25 - “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan
nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan
memeliharanya utk hidup yg kekal”.
c) Mengapa pemberitaan FT ini rasanya begitu
mendesak / urgent?
d) Bgm tanggapan yg seharusnya dr jemaat dlm persoalan ini?
3) “nyatakanlah
apa yg salah, tegorlah dan nasihatilah dg segala kesabaran dan pengajaran.”.
a) “nyatakanlah
apa yg salah”.
Barnes: ‘Marahilah’. Atau ‘Yakinkanlah’; ...
Artinya adalah bahwa ia hrs menggunakan argumentasi2 sedemikian rupa shg akan
‘meyakinkan’ org2 ttg kebenaran dr agama, dan ttg kebutuhan mrk sendiri ttg hal
itu.
Hendriksen: ‘Marahilah’ atau ‘buktikanlah bersalah’.
... Dosa harus dibuat jelas pd hati nurani dr org berdosa supaya ia bisa
bertobat.
Kata ‘convince’ / ‘convict’ menunjukkan bahwa:
1. Org Kristen boleh berdebat / beradu
argumentasi!
a. Paulus
sering berdebat.
Kis 9:22,29 - “(22) Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia
membingungkan org-org Yahudi yg tinggal di Damsyik, krn ia membuktikan,
bahwa Yesus adalah Mesias. ... (29) Ia juga berbicara dan bersoal jawab
dg org2 Yahudi yg berbahasa Yunani, tetapi mrk itu berusaha membunuh dia”.
Kis 15:2 - “Tetapi Paulus dan Barnabas dg keras melawan dan membantah
pendpt mrk itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta
beberapa org lain dr jemaat itu pergi kpd rasul2 dan penatua2 di Yerusalem utk
membicarakan soal itu”.
Kis 17:17-18 - “(17) Krn itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dg org2
Yahudi dan org2 yg takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dg org2 yg
dijumpainya di situ. (18) Dan juga beberapa ahli pikir dr golongan Epikuros dan
Stoa bersoal jawab dg dia dan ada yg berkata: ‘Apakah yg hendak
dikatakan si peleter ini?’ Tetapi yg lain berkata: ‘Rupa2nya ia adalah
pemberita ajaran dewa2 asing.’ Sebab ia memberitakan Injil ttg Yesus dan ttg
kebangkitanNya”.
Kis 18:4 - “Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dlm rumah ibadat dan berusaha
meyakinkan org2 Yahudi dan org2 Yunani”.
Kis 19:8-9 - “(8) Selama 3 bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan
mengajar dg berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mrk ttg
Kerajaan Allah. (9) Tetapi ada beberapa org yg tegar hatinya. Mrk tidak mau
diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan org byk. Krn itu Paulus
meninggalkan mrk dan memisahkan murid2nya dr mrk, dan setiap hari berbicara di
ruang kuliah Tiranus”.
Kis 28:23 - “Lalu mrk menentukan suatu hari utk Paulus. Pd hari yg ditentukan
itu dtglah mrk dlm jumlah besar ke tempat tumpangannya. Ia menerangkan
dan memberi kesaksian kpd mrk ttg Kerajaan Allah; dan berdasarkan hukum Musa
dan kitab para nabi ia berusaha meyakinkan mrk ttg Yesus. Hal itu
berlangsung dr pagi sampai sore”.
b. Stefanus juga berdebat, bahkan dipimpin RK dlm
berdebat!
Kis 6:9-10 - “(9) Tetapi tampillah beberapa org dr jemaat Yahudi yg disebut
jemaat org Libertini - anggota2 jemaat itu adalah org2 dr Kirene dan dr
Aleksandria - bersama dg beberapa org Yahudi dr Kilikia dan dr Asia. Org2
itu bersoal jawab dg Stefanus, (10) tetapi mrk tidak sanggup melawan
hikmatnya dan Roh yg mendorong dia berbicara”.
c. Apolos juga berdebat dlm Kis 18:28 - “Sebab dg tak jemu2nya ia membantah org2 Yahudi di muka
umum dan membuktikan dr KS bahwa Yesus adalah Mesias”.
2. Harus ada pembuktian kesalahan. Ini harus dilakukan dg menunjukkan:
a. Apa yg betul-betul dilakukan oleh org tersebut.
1Tim 5:19 - “Jgnlah engkau menerima tuduhan atas
seorg penatua kecuali kalau didukung 2 atau 3 org saksi”.
b. Perbedaan / perttgan antara tindakan org itu dg FT.
b) “tegorlah”.
Vincent: ‘Marahilah (dg keras)’. ... Kata ini
secara implicit menunjuk pd suatu tindakan memarahi yg ‘tajam, keras’, mungkin
dlm beberapa kasus dg suatu petunjuk ttg hukuman yg mendtg ... Ini bisa
membenarkan terjemahan dr Holtzmann dan von Soden, ‘mengancam’. Memerintah dg
ancaman hukuman utk ketidak-taatan secara implicit menunjuk pd suatu ancaman,
dlm hal ini ttg penghakiman yad.
c) “dan
nasihatilah”.
1. Bagi pdt.
Hendriksen: Meskipun demikian, tuntutan kasih harus
dipuaskan / dipenuhi sepenuhnya. Bergandengan tangan dg tindakan memarahi yg
bersangkutan, disana harus ada nasehat yg lembut dan bersifat kebapaan. ...
Cara dg mana Paulus menangani org cabul dr Korintus menjelaskan apa yg ia
maksudkan dg ‘memarahi, memarahi dg keras, menasehati, dg segala kesabaran dan
pengajaran’.
1Kor 5:1-13 - “(1) Memang org mendengar, bahwa ada
percabulan di antara kamu, dan percabulan yg begitu rupa, spt yg tidak terdpt
sekalipun di antara bgs2 yg tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada org yg hidup
dg isteri ayahnya. (2) Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut
kamu berdukacita dan menjauhkan org yg melakukan hal itu dr tgh2 kamu? (3)
Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku
- sama spt aku hadir - telah menjatuhkan hhukuman atas dia, yg telah melakukan
hal yg semacam itu. (4) Bilamana kita berkumpul dlm roh, kamu bersama2 dg aku,
dg kuasa Yesus, Tuhan kita, (5) org itu harus kita serahkan dlm nama TY kpd
Iblis, shg binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pd hari Tuhan. (6)
Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri
seluruh adonan? (7) Buanglah ragi yg lama itu, supaya kamu menjadi adonan yg
baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah
disembelih, yaitu Kristus. (8) Krn itu marilah kita berpesta, bukan dg ragi yg
lama, bukan pula dg ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dg roti yg tidak
beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (9) Dlm suratku telah kutuliskan kpdmu,
supaya kamu jgn bergaul dg org2 cabul. (10) Yg aku maksudkan bukanlah dg semua
org cabul pd umumnya dr dunia ini atau dg semua org kikir dan penipu atau dg
semua penyembah berhala, krn jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.
(11) Tetapi yg kutuliskan kpd kamu ialah, supaya kamu jgn bergaul dg org, yg
sekalipun menyebut dirinya sdr, adalah org cabul, kikir, penyembah berhala,
pemfitnah, pemabuk atau penipu; dg org yg demikian jgnlah kamu sekali2 makan
bersama2. (12) Sebab dg wewenang apakah aku menghakimi mrk, yg berada di luar
jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mrk yg berada di dlm jemaat? (13) Mrk yg
berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah org yg melakukan kejahatan
dr tgh2 kamu”.
2Kor 2:5-11 - “(5) Tetapi jika ada org yg menyebabkan
kesedihan, maka bukan hatiku yg disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian,
atau sekurang2nya - supaya jgn aku melebih2kan -, hati beberapa org di antara
kamu. (6) Bagi org yg demikian sdhlah cukup tegoran dr sebagian besar dr kamu,
(7) shg kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jgn
binasa oleh kesedihan yg terlampau berat. (8) Sebab itu aku menasihatkan kamu,
supaya kamu sgh2 mengasihi dia. (9) Sebab justru itulah maksudnya aku menulis
surat kpd kamu, yaitu utk menguji kamu, apakah kamu taat dlm segala sst. (10)
Sebab barangsiapa yg kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab
jika aku mengampuni, - seandainya ada yg harus kuampuni -,maka hal itu kubuat
oleh krn kamu di hadapan Kristus, (11) supaya Iblis jgn beroleh keuntungan atas
kita, sebab kita tahu apa maksudnya”.
2. Bagi jemaat.
2Tim 3:12 - “Memang setiap org yg mau hidup beribadah
di dlm KY akan menderita aniaya”.
d) “dg
segala kesabaran”.
Ibr 13:17 - “Taatilah pemimpin2mu dan tunduklah
kpd mrk, sebab mrk berjaga2 atas jiwamu, sbg org2 yg hrs bertanggung jawab
atasnya. Dg jalan itu mrk akan melakukannya dg gembira, bukan dg keluh kesah,
sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu”.
Ul 13:1-5 - “(1) Apabila di tgh2mu muncul seorg nabi
atau seorg pemimpi, dan ia memberitahukan kpdmu suatu tanda atau mujizat, (2)
dan apabila tanda atau mujizat yg dikatakannya kpdmu itu terjadi, dan ia
membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yg tidak kaukenal, dan mari kita
berbakti kpdnya, (3) maka jgnlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau
pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu utk mengetahui, apakah kamu
sgh2 mengasihi TUHAN, Allahmu, dg segenap hatimu dan dg segenap jiwamu. (4)
TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus
berpegang pd perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kpdNya harus kamu
berbakti dan berpaut. (5) Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, krn ia
telah mengajak murtad thdp TUHAN, Allahmu, yg telah membawa kamu keluar dr
tanah Mesir dan yg menebus engkau dr rumah perbudakan - dg maksud utk
menyesatkan engkau dr jalan yg diperintahkan TUHAN, Allahmu, kpdmu utk dijalani.
Demikianlah harus kauhapuskan yg jahat itu dr tgh2mu”.
e) “dan
pengajaran.”.
Vincent: Calvin: ‘Mrk yg hanya kuat dlm semangat
dan ketajaman, tetapi tidak dibentengi dg ajaran yg kokoh, melelahkan diri mrk
sendiri dlm usaha-usaha mrk yg penuh semangat, membuat keributan yg besar,
mengoceh, ... tidak membuat kemajuan krn mrk membangun tanpa fondasi’. Manusia
tidak akan dimenangkan pd kebenaran dg omelan / hardikan.
4) Surat ini ditulis oleh seseorg yg akan
menghadapi hukuman mati.
2Tim 4:6-7 - “(6) Mengenai diriku, darahku sdh mulai
dicurahkan sbg persembahan dan saat kematianku sdh dekat. (7) Aku telah
mengakhiri pertandingan yg baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah
memelihara iman”.
-bersambung-
Jl. Dinoyo 19b, lantai 3
Jum’at, tgl 16 Maret 2007
(pk 19.00)
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(7064-1331 / 6050-1331)
4:3-4 - “(3)
Karena akan datang
waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan
mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan
telinganya. (4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan
membukanya bagi dongeng”.
1) “Karena akan datang waktunya”.
Memang apa yang dinubuatkan
oleh Paulus dalam text ini sudah ada bahkan pada jaman Perjanjian Lama.
Yes 30:9-11 - “(9) Sebab mereka itu suatu bangsa
pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan
pengajaran TUHAN; (10) yang mengatakan kepada para tukang tilik: ‘Jangan
menilik,’ dan kepada para pelihat: ‘Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang
benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami
hal-hal yang semu, (11) menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain,
janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel.’”.
1Raja 22:5-14 - “(5) Tetapi Yosafat berkata kepada raja
Israel: ‘Baiklah tanyakan dahulu firman TUHAN.’ (6) Lalu raja Israel
mengumpulkan para nabi, kira-kira empat ratus orang banyaknya, kemudian
bertanyalah ia kepada mereka: ‘Apakah aku boleh pergi berperang melawan
Ramot-Gilead atau aku membatalkannya?’ Jawab mereka: ‘Majulah! Tuhan akan
menyerahkannya ke dalam tangan raja.’ (7) Tetapi Yosafat bertanya: ‘Tidak
adakah lagi di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita dapat
meminta petunjuk?’ (8) Jawab raja Israel kepada Yosafat: ‘Masih ada seorang
lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku
membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku,
melainkan malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla.’ Kata Yosafat:
‘Janganlah raja berkata demikian.’ (8) Kemudian raja Israel memanggil seorang
pegawai istana, katanya: ‘Jemputlah Mikha bin Yimla dengan segera!’ (9)
Sementara raja Israel dan Yosafat, raja Yehuda, duduk masing-masing di atas takhtanya
dengan pakaian kebesaran, di suatu tempat pengirikan di depan pintu gerbang
Samaria, sedang semua nabi itu bernubuat di depan mereka, (10) maka Zedekia bin
Kenaana membuat tanduk-tanduk besi, lalu berkata: ‘Beginilah firman TUHAN:
Dengan ini engkau akan menanduk Aram sampai engkau menghabiskan mereka.’ (11)
Juga semua nabi itu bernubuat demikian, katanya: ‘Majulah ke Ramot-Gilead, dan
engkau akan beruntung; TUHAN akan menyerahkannya ke dalam tangan raja.’ (12)
Suruhan yang pergi memanggil Mikha itu, berkata kepadanya: ‘Ketahuilah, nabi-nabi
itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga
berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik.’
(13) Tetapi Mikha menjawab: ‘Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang
akan difirmankan TUHAN kepadaku, itulah yang akan kukatakan.’”.
Tetapi makin mendekati akhir
jaman / kedatangan Yesus yang kedua-kalinya, hal seperti ini akan makin hebat!
Pelayanan / pemberitaan Firman Tuhan harus dilakukan dengan giat secepatnya,
baik oleh pendeta maupun oleh jemaat, karena akan datang saatnya dimana manusia
tidak dapat lagi mendengar kebenaran dan hanya mau mendengarkan kesesatan.
William Hendriksen: “In
every period of history ... there will be a season during which men refuse to
listen to sound doctrine. As history continues onward toward the consummation,
this situation grows worse”
(= Dalam setiap periode sejarah ... di sana ada suatu waktu dimana orang-orang
menolak untuk mendengar ajaran yang sehat. Pada waktu sejarah berlanjut menuju
akhirnya, situasi ini makin memburuk) - hal 311.
2) “(3b) orang tidak dapat lagi menerima ajaran
sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk
memuaskan keinginan telinganya. (4) Mereka akan memalingkan telinganya dari
kebenaran dan membukanya bagi dongeng”.
Bdk. Yer 5:30-31 - “(30) Kedahsyatan dan kengerian terjadi
di negeri ini: (31) Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan
sewenang-wenang, dan umatKu menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang
akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?”.
Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan tentang ayat ini:
a) Ini merupakan alasan mengapa Timotius harus
melakukan pesan Paulus dalam 2Tim 4:2 di atas.
b) “orang tidak dapat lagi menerima ajaran
sehat, ... Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran”.
1. ‘Ajaran
sehat’ ... ‘kebenaran’.
Kata-kata ini jelas menunjuk
pada ajaran Firman Tuhan yang benar. Jadi, kalimat ini menunjukkan bahwa
orang-orang itu membenci Firman Tuhan yang benar.
2. ‘tidak
dapat lagi menerima’.
KJV/RSV/NASB: ‘will not endure’ (= akan tidak tahan).
NIV: ‘will not put up’ (= akan tidak tahan).
Ini memberikan gambaran
bahwa pada waktu mereka mendengar kebenaran / Firman Tuhan, mereka sangat tidak
senang. Sekalipun mungkin ditahan-tahankan, tetapi mereka tidak bisa tahan
mendengar kebenaran!
3. ‘Mereka
akan memalingkan telinganya dari kebenaran’.
Calvin: “This
means that they will not only dislike and despise, but will even hate, sound
doctrine”
(= Ini berarti bahwa mereka bukan hanya akan tidak senang atau meremehkan,
tetapi bahkan akan membenci, ajaran yang sehat) - hal 254.
Bdk. Kis 7:57 - “Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil
menutup telinga serentak menyerbu dia”.
Kalau saudara membaca
tulisan-tulisan dari pendeta-pendeta Liberal, maka saudara akan segera melihat
betapa bencinya mereka pada ajaran-ajaran yang injili, seperti Kitab Suci
adalah Firman Tuhan, Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga, dsb. Kalau
pendeta-pendeta saja banyak yang seperti itu, bagaimana kira-kira dengan jemaat
/ orang awam?
Calvin mengatakan bahwa di
antara para pendengar ada yang mula-mula sangat senang dengan Firman Tuhan,
tetapi lama kelamaan bosan dan bahkan jijik terhadap Firman Tuhan. Ada juga
yang dari permulaan sudah menentang, tidak mau mendengar, mengejek. Dan ada
juga yang mendengar tetapi tidak mau tunduk, dan akhirnya memusuhi si
pengkhotbah.
c) “mereka
akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan
telinganya. ... membukanya bagi dongeng”.
1. Ajaran ‘untuk memuaskan keinginan telinga’ dan ‘dongeng’ mewakili ajaran-ajaran yang
salah.
Kalau tadi ada ‘ajaran
sehat’ maka tentu ada ‘ajaran yang tidak sehat’. Ini seperti dalam dunia
jasmani, ada ‘makanan sehat’, dan ada juga ‘junk food’ (= makanan sampah / makanan
yang enak, biasanya berkalori tinggi, tetapi tidak bergizi)!
Barnes’ Notes (tentang 1Tim
1:4): “One
of the most successful arts of the adversary of souls has been to mingle fable
with truth; and when he cannot overthrow the truth by direct opposition, to
neutralize it by mingling with it much that is false and frivolous” (= Salah satu keahlian dari musuh
jiwa-jiwa adalah mencampur dongeng dengan kebenaran; dan pada waktu ia tidak
bisa membuang kebenaran dengan permusuhan langsung, ia menetralkannya dengan
mencampur dengannya banyak hal yang salah dan tidak karu-karuan).
2. Ini menunjukkan bahwa orang-orang itu selalu
menginginkan sesuatu yang baru / aneh.
Calvin: “the
world will have ears so refined, and so excessively desirous of novelty, that it
will collect for itself various instructors, and will be incessantly carried
away by new inventions”
(= dunia akan mempunyai telinga yang begitu menyaring, dan menginginkan dengan
begitu berlebihan sesuatu yang baru / aneh, sehingga ia akan mengumpulkan untuk
dirinya sendiri berbagai-bagai pengajar, dan akan dipengaruhi / dipesonakan
secara tak henti-hentinya oleh penemuan-penemuan baru) - hal 257.
Dan kalau mereka selalu
menginginkan hal-hal yang baru dan aneh, maka selalu ada orang-orang yang
menyuplai hal-hal baru dan aneh tersebut.
Contoh: ajaran Kharismatik -
bahasa Roh / nubuat / mujijat, Theologia Kemakmuran, Rhema, tumbang dalam Roh,
Toronto Blessing, Lembu Merah, Penginjilan terhadap orang mati, Minyak Urapan,
anti Natal, anti kata ‘Allah’, keharusan menggunakan nama ‘YAHWEH’, dan
sebagainya. Ini semua tidak akan ada akhirnya, dan bahkan makin lama makin
banyak.
3. Orang yang menolak kebenaran akan mendapatkan kesesatan.
Pulpit Commentary: “It
is a solemn fact in Divine providence, that when men do not like to return to
the knowledge of the truth, God gives them up to a reprobate mind, so that they
lose all relish for sound doctrine” (= Merupakan suatu fakta yang khidmat / sungguh-sungguh
dalam providensia Ilahi, bahwa pada waktu manusia tidak suka untuk kembali
kepada pengetahuan tentang kebenaran, Allah menyerahkan mereka kepada pikiran
yang bejad, sehingga mereka kehilangan semua kesukaan untuk ajaran yang sehat) - hal 66.
Adam Clarke: “Those
who reject the truth are abandoned by the just judgment of God to credit the
most degrading nonsense”
(= Mereka yang menolak kebenaran ditinggalkan oleh penghakiman yang adil dari
Allah sehingga mereka akan percaya pada omong kosong yang paling hina / rendah).
Bdk. Ro 1:21-28 - “(21) Sebab sekalipun mereka mengenal
Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur
kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh
menjadi gelap. (22) Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi
mereka telah menjadi bodoh. (23) Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak
fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung,
binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. (24)
Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan
kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. (25) Sebab mereka
menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk
dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. (26) Karena
itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab
isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak
wajar. (27) Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar
dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap
yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan
karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk
kesesatan mereka. (28) Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui
Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang
terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas”.
4. Sekarang perhatikan kata ‘mengumpulkan’ / ‘heap up’ (= menumpuk / menimbun).
Calvin: “It
is proper to observe the expression, ‘heap up,’ by which he means that the
madness of men will be so great, that they will not be satisfied with a few
deceivers, but will desire to have a vast multitude; for, as there is an
unsatiable longing for those things which are unprofitable and destructive, so
the world seeks, on all sides and without end, all the methods that it can
contrive and imagine for destroying itself; and the devil has always at hand a
sufficiently large number of such teachers as the world desires to have. There
has always been a plentiful harvest of wicked men, as there is in the present
day; and therefore Satan never has any lack of ministers to deceive men, as he
never has any lack of the means of deceiving” (= Adalah benar untuk memperhatikan
istilah ‘mengumpulkan / menumpuk’, dengan mana ia memaksudkan bahwa kegilaan
dari manusia akan menjadi begitu besar, sehingga mereka tidak puas dengan
beberapa penipu, tetapi akan menginginkan untuk mempunyai banyak sekali penipu;
karena, sebagaimana di sana ada kerinduan yang tidak terpuaskan untuk hal-hal
yang tidak berguna dan bersifat merusak / menghancurkan, demikianlah dunia
mencari, pada semua sisi dan tanpa akhir, semua metode yang bisa dibuat dan
dibayangkannya untuk menghancurkan dirinya sendiri; dan setan selalu mempunyai
persediaan sejumlah besar pengajar-pengajar seperti itu seperti yang dunia
ingin memilikinya. Selalu ada panen yang berlimpah-limpah dari orang-orang
jahat, sebagaimana hal itu ada pada saat ini; dan karena itu setan tidak pernah
kekurangan pelayan-pelayan untuk menipu manusia, sebagaimana ia juga tidak
pernah kekurangan cara untuk menipu) - hal 255-256.
Calvin: “We
deserve to be covered and choked by that kind of filth, seeing that the truth
of God finds no place in us, or, if it has found entrance, is immediately
driven from its possession”
(= Kita layak untuk dikubur dan dicekik oleh kotoran / sampah jenis itu,
mengingat bahwa kebenaran Allah tidak mendapat tempat dalam diri kita, atau,
jika berhasil masuk, kebenaran Allah itu segera diusir / diterbangkan dari
kepemilikan)
- hal 256.
Calvin: “men,
of their own accord, choose to be deceived rather than to be properly
instructed”
(= manusia dengan persetujuan mereka sendiri, memilih untuk ditipu dari pada
diajar secara benar) - hal 256.
Pulpit Commentary: “‘Will
heap to themselves’ ... a contemptuous word ... implying the indiscriminate
multiplication of teachers”
(= ‘Akan menimpuk / menimbun bagi diri mereka sendiri’ ... suatu kata yang
merendahkan / menghina ... secara implicit menunjuk pada penggandaan yang
sembarangan dari pengajar-pengajar) - hal 58.
Gereja yang benar / pendeta yang benar selalu
akan ‘menjaga mimbar’ dari pengajar-pengajar sesat / nabi-nabi palsu. Dalam
kalangan yang setengah benar biasanya tidak ada penjagaan mimbar. Dalam
kalangan yang brengsek, yang ada justru adalah penjagaan mimbar terhadap
nabi-nabi asli! Kira-kira GKRI EXODUS sekarang termasuk yang mana?
5. Mereka bukannya sama sekali tidak mau
mendengar khotbah / pengajaran; mereka hanya menolak satu golongan pengkhotbah
dan mengumpulkan golongan pengkhotbah yang lain yang mereka sukai.
Pulpit Commentary: “They
will not discard the ministry absolutely. They will only exchange one class of
ministers for another”
(= Mereka tidak akan membuang pelayanan secara mutlak. Mereka hanya akan
menukarkan satu golongan pendeta untuk yang lain) - hal 66.
John Stott: “They
thus substitute their fancy for God’s revelation. The criterion by which they
judge teachers is not (as it should be) God’s word but their own subjective
taste. Worse still, they do not first listen and then decide whether what they
have heard is true; they first decide what they want to hear and then select
teachers who will oblige by toeing their line” [= Dengan demikian mereka menggantikan
wahyu Allah dengan fantasi / kesukaan mereka. Kriteria dengan mana mereka
menilai pengajar-pengajar bukanlah (seperti seharusnya) Firman Allah tetapi
selera mereka sendiri yang sifatnya subyektif. Lebih buruk lagi, mereka
bukannya mendengar lebih dulu dan baru memutuskan apakah apa yang mereka telah
dengar itu benar; tetapi mereka memutuskan lebih dulu apa yang ingin mereka
dengar dan lalu menyeleksi pengajar-pengajar yang menuruti peraturan / doktrin
mereka dengan ketat] - hal 111.
6. Selalu akan ada guru-guru palsu yang siap
untuk memuaskan keinginan bodoh dari orang-orang ini.
William Hendriksen mengutip
kata-kata Clement of Alexandria: “There are always teachers that are
willing to ‘scratch and tickle the ears of those who wish to be ‘tickled’” (= Selalu ada pengajar-pengajar yang mau
untuk menggaruk dan menggelitik telinga mereka yang ingin digelitik) - hal 312.
Kalau mencari pengkhotbah
yang pengajarannya bagus sukar sekali, tetapi kalau mencari nabi palsu yang
pengajarannya tidak karu-karuan mudah sekali. Kita bisa dengan mudah
mendapatkan dari berbagai jenis!
d) Sikap pendeta / pengkhotbah.
1. Sikap pada umumnya (faktanya).
Pengkhotbah menuruti
keinginan yang tidak baik dari jemaat.
Ilustrasi: musik di Fitness Center
pada saat aerobic seringkali sangat keras. Itu dalam jangka panjang bisa
merusak pendengaran. Pada waktu saya tanyakan, salah satu pimpinan menjawab: ‘Mereka
senang seperti itu, menyebabkan lebih semangat’. Seharusnya, pimpinan bukan menuruti
permintaan yang ia tahu bisa merusak pendengaran dari anggota-anggota aerobic
tersebut. Ia seharusnya menjelaskan bahwa itu bisa merusak pendengaran dan
sebagainya. Tetapi bukan itu yang ia lakukan. Ia menuruti keinginan (yang tidak
baik) dari anggotanya.
Dalam urusan bisnis /
sekuler, menyenangkan langganan dengan hal-hal yang salah seperti ini tetap
salah, tetapi lebih-lebih dalam urusan rohani!
Vincent: “The
demand creates the supply. The hearers invite and shape their own preachers. If
the people desire a calf to worship, a ministerial calf-maker is readily found” (= Tuntutan menciptakan suplai. Para
pendengar mengundang dan membentuk pengkhotbah-pengkhotbah mereka sendiri. Jika
orang-orang itu menginginkan seekor anak lembu untuk disembah, pembuat anak
lembu segera ditemukan).
Wycliffe Bible
Commentary: “The principle is Hosea’s:
‘like people, like priest’” (= Prinsipnya adalah prinsip Hosea: ‘seperti umat / bangsa,
seperti imam’ / imam akan seperti umat / bangsa).
Hos 4:9 - “Maka seperti nasib rakyat
demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia karena tindakan-tindakannya
dan Aku akan membalaskan perbuatan-perbuatannya kepadanya”. Terjemahan ini
salah!
KJV/RSV/NIV/NASB: ‘like people, like priest(s)’ (= ‘seperti umat
/ bangsa, seperti imam’ atau ‘imam akan seperti umat / bangsa’).
Mungkin saudara pernah mendengar
pepatah: ‘like father, like son’ (= anak akan / pasti
seperti bapanya).
Yang aneh adalah: Hos 4:9
ini tidak mengatakan ‘like priest, like people’ (= umat / bangsa akan /
pasti seperti imamnya). Hos 4:9 membalik kata-kata itu menjadi ‘like people, like priest’ (= imam akan / pasti seperti umat / bangsanya).
Rasanya jadi tidak masuk akal. Masakan kita berkata ‘like son,
like father’
(= bapa akan / pasti seperti anaknya)?
Tetapi kata-kata ‘like people, like priest’ (= imam akan / pasti seperti umat / bangsanya) ini
sangat memungkinkan. Kalau umat / jemaat menginginkan hal-hal yang sekalipun
tidak benar tetapi menyenangkan, maka imam punya kecenderungan untuk menuruti
keinginan mereka.
Demikian juga pada jaman
ini. Kalau jemaat maunya dongeng, dan tidak mau kebenaran, apakah aneh kalau
pengkhotbah-pengkhotbah lalu menuruti kemauan mereka, dari pada diafkir
sebagai pengkhotbah?
Jadi, karena pada akhir
jaman kebanyakan orang tidak mau mendengar kebenaran, tetapi menginginkan
berita yang menyenangkan, dongeng, dsb, maka dunia kristen sekarang dipenuhi
dengan pengkhotbah-pengkhotbah seperti itu!
Kalau pengkhotbah mengajar
doktrin, jemaat tidur / mengkritik dan sebagainya. Kalau pengkhotbah menegur
dosa, jemaat marah / ngambek dan sebagainya. Tetapi kalau pengkhotbah mengajar
yang enak di telinga, jemaat senang dan memuji dia. Anehkah kalau si
pengkhotbah lalu terus menerus khotbah yang enak-enak saja? Saya tidak
mengatakan bahwa pengkhotbah bisa dibenarkan pada waktu melakukan hal itu,
tetapi itu jelas bukanlah sesuatu yang aneh!
2. Sikap yang seharusnya.
Pengkhotbah tidak boleh
menuruti keinginan yang tidak baik dari jemaat. Ia harus tetap memberitakan
Firman Tuhan yang benar, apakah pemberitaannya disenangi atau tidak. Tujuannya
memang bukan menyenangkan jemaat, tetapi menyenangkan Tuhan!
Gal 1:10 - “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari
kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?
Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah
hamba Kristus”.
1Tes 2:4 - “Sebaliknya, karena Allah telah
menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami
berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah
yang menguji hati kita”.
1Kor 1:22-24 - “(22) Orang-orang Yahudi menghendaki
tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, (23) tetapi kami memberitakan
Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan
untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, (24) tetapi untuk mereka yang
dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah
kekuatan Allah dan hikmat Allah”.
Yoh 6:60,66,67 - “(60) Sesudah mendengar semuanya itu
banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: ‘Perkataan ini keras, siapakah yang
sanggup mendengarkannya?’ ... (66) Mulai dari waktu itu banyak murid-muridNya
mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. (67) Maka kata Yesus kepada
kedua belas muridNya: ‘Apakah kamu tidak mau pergi juga?’”.
Calvin: “the
more extraordinary the eagerness of wicked men to despise the doctrine of
Christ, the more zealous should godly ministers be to defend it, and the more
strenuous should be their efforts to preserve it entire; and not only so, but
also by their diligence to ward off the attacks of Satan” (= makin luar biasa kesungguhan dari
orang-orang jahat untuk meremehkan / menghina ajaran tentang Kristus, makin
bersemangat seharusnya pelayan-pelayan yang saleh untuk membela /
mempertahankannya, dan makin kuat seharusnya usaha mereka untuk memelihara /
melindunginya supaya tetap utuh; dan bukan hanya demikian, tetapi juga dengan
rajin / tekun menangkis serangan-serangan setan) - hal 255.
Calvin: “So
far from this being a good reason why we should be discouraged and give way, we
ought to fight against such monstrous ingratitude, and even to strive with
greater earnestness than if all were gladly embracing Christ offered to them” (= Ini sama sekali bukan merupakan suatu
alasan yang baik mengapa kita harus kecil hati dan menyerah, tetapi kita harus
berperang melawan rasa tidak tahu terima kasih yang begitu dahsyat, dan bahkan
berjuang dengan kesungguhan yang lebih besar, dari pada jika semua dengan
gembira menerima / mempercayai Kristus yang ditawarkan kepada mereka) - hal 255.
4:5 - “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal,
sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas
pelayananmu!”.
1) “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal”.
KJV: ‘But watch
thou in all things’ (= Tetapi berjaga-jagalah kamu dalam
segala hal).
RSV: ‘As for
you, always be steady’ (= Mengenai kamu, selalulah kokoh /
mantap).
NIV: ‘But you, keep your head in all situations’ (= Tetapi
kamu, tetaplah tenang dalam segala situasi).
NASB: ‘But you, be sober in
all things’ (= Tetapi kamu, waraslah dalam segala
sesuatu).
2) “sabarlah menderita”.
Adam Clarke: “‘Endure
afflictions.’ Let no sufferings affright thee; nor let the dread of them either
cause thee to abandon the truth, or relax in thy zeal for the salvation of men” (= ‘Tahanlah penderitaan’. Jangan
biarkan penderitaan menakut-nakuti kamu; atau membiarkan rasa takut terhadap
penderitaan menyebabkan engkau meninggalkan kebenaran, atau menjadi santai
dalam semangatmu bagi keselamatan manusia).
Memang jelas bahwa
penderitaan bisa menyebabkan kita menjadi takut, dan rasa takut itu bisa menyebabkan:
Tetapi ini tidak boleh
terjadi dalam hidup kita. Kristus sudah rela menderita dan bahkan mati bagi
kita, maka kita juga harus bersedia untuk menderita dan mati bagi Dia!
3) “lakukanlah pekerjaan pemberita Injil”.
a) Pemberita Injil dan tugasnya.
Calvin condong untuk
menganggap bahwa ‘pemberita
Injil’ ini
bukanlah seperti pemberita Injil jaman sekarang, tetapi merupakan salah satu
jabatan gereja, seperti yang ada dalam Ef 4:11 - “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun
nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan
pengajar-pengajar”.
Matthew Henry: “‘Do
the work of an evangelist.’ The office of the evangelist was, as the apostles’
deputies, to water the churches that they planted. They were not settled
pastors, but for some time resided in, and presided over, the churches that the
apostles had planted, till they were settled under a standing ministry. This
was Timothy’s work”
(= ‘Lakukanlah pekerjaan pemberita Injil’. Tugas dari Pemberita Injil adalah,
sebagai wakil-wakil rasul, adalah untuk menyirami gereja-gereja yang mereka
dirikan. Mereka bukan pendeta-pendeta yang menetap, tetapi untuk suatu
waktu tinggal di, dan memimpin atas, gereja-gereja yang ditanam oleh
rasul-rasul, sampai gereja-gereja itu sudah teguh di bawah pelayanan yang
menetap. Ini merupakan pekerjaan Timotius).
Saya meragukan bahwa tugas
‘pemberita Injil’ adalah mengairi / menyiram apa yang ditanam oleh rasul. Apa
dasarnya mengatakan demikian? Matthew Henry hanya menyatakan hal itu tanpa
memberikan dasar Kitab Suci dari pandangannya tersebut. Apakah mereka tugasnya
bukan sesuai dengan namanya / jabatannya, yaitu memberitakan Injil? Ini ada
dasar Kitab Sucinya, karena dalam Kis 21:8 Filipus disebut ‘pemberita
Injil’, dan dalam Kis 8 ia banyak melakukan penginjilan!
b) Arti potongan kalimat ini.
Adam Clarke / Albert Barnes
berpendapat bahwa bagian ini artinya adalah: harus memberitakan Injil! Dan saya
tambahkan: bukan Injil yang lain / berbeda, tetapi Injil yang benar!
1Kor 9:16 - “Karena jika aku memberitakan Injil, aku
tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan
bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil”.
Pulpit Commentary: “we
are not to suppose that pastors did not also ‘do the work of an evangelist.’
They had saints and sinners under their care in all places” (= kita tidak boleh menganggap bahwa
pendeta-pendeta tidak juga ‘melakukan pekerjaan pemberita Injil’. Mereka
mempunyai orang-orang kudus dan orang-orang berdosa di bawah pemeliharaan
mereka di semua tempat) - hal 66.
4) “dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”.
KJV: ‘make full
proof of thy ministry’ (= buatlah bukti penuh dari
pelayananmu).
RSV/NASB: ‘fulfil your ministry’ (= genapilah
pelayananmu).
NIV: ‘discharge all the duties of your ministry’ (=
laksanakanlah semua kewajiban pelayananmu).
Donald Guthrie mengatakan
bahwa terjemahan seharusnya adalah ‘selesaikanlah’, dan ia mengatakan bahwa
Timotius sudah menggunakan bajak, dan ia tidak boleh menoleh ke belakang sampai
pelayanannya selesai.
bdk. Luk 9:62 - “Tetapi Yesus berkata: ‘Setiap orang yang
siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan
Allah.’”.
Orang Kristen harus setia
dan bertanggung jawab dalam pelayanan, dan bukannya menerima suatu pelayanan
lalu meninggalkannya secara tidak bertanggung jawab. Bandingkan dengan apa yang
dilakukan oleh Markus dalam Kis 15:37-38 - “(37) Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut
Markus; (38) tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta
orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja
bersama-sama dengan mereka”.
Banyak orang Kristen yang
masuk daftar pengurus dimana-mana tetapi tidak pernah melayani. Ini tidak pada
tempatnya! Cari pelayanan yang memang sesuai dengan kehendak Tuhan bagi saudara
/ sesuai dengan karunia saudara, dan lakukanlah dengan setia dan bertanggung
jawab.
Bandingkan dengan:
-o0o-
4:3-4 - “(3) Krn akan dtg waktunya, org tidak dpt lagi
menerima ajaran sehat, tetapi mrk akan mengumpulkan guru2 menurut kehendaknya
utk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mrk akan memalingkan telinganya dr
kebenaran dan membukanya bagi dongeng”.
1) “Krn akan dtg waktunya”.
Yes 30:9-11 - “(9) Sebab mrk itu suatu bangsa
pemberontak, anak2 yg suka bohong anak2 yg enggan mendengar akan pengajaran
TUHAN; (10) yg mengatakan kpd para tukang tilik: ‘Jgn menilik,’ dan kpd para
pelihat: ‘Jgnlah lihat bagi kami hal2 yg benar, tetapi katakanlah kpd kami hal2
yg manis, lihatlah bagi kami hal2 yg semu, (11) menyisihlah dr jalan dan
ambillah jalan lain, jgnlah susahi kami dg Yg Mahakudus, Allah Israel.’”.
1Raja 22:5-14 - “(5) Tetapi Yosafat berkata kpd raja
Israel: ‘Baiklah tanyakan dahulu fT.’ (6) Lalu raja Israel mengumpulkan para
nabi, kira2 400 org banyaknya, kemudian bertanyalah ia kpd mrk: ‘Apakah aku
boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau aku membatalkannya?’ Jawab mrk:
‘Majulah! Tuhan akan menyerahkannya ke dlm tangan raja.’ (7) Tetapi Yosafat
bertanya: ‘Tidak adakah lagi di sini seorg nabi TUHAN, supaya dg perantaraannya
kita dpt meminta petunjuk?’ (8) Jawab raja Israel kpd Yosafat: ‘Masih ada seorg
lagi yg dg perantaraannya dpt diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci
dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yg baik ttg aku, melainkan malapetaka.
Org itu ialah Mikha bin Yimla.’ Kata Yosafat: ‘Jgnlah raja berkata demikian.’
(8) Kemudian raja Israel memanggil seorg pegawai istana, katanya: ‘Jemputlah
Mikha bin Yimla dg segera!’ (9) Sementara raja Israel dan Yosafat, raja Yehuda,
duduk msg2 di atas takhtanya dg pakaian kebesaran, di suatu tempat pengirikan
di depan pintu gerbang Samaria, sdg semua nabi itu bernubuat di depan mrk, (10)
maka Zedekia bin Kenaana membuat tanduk2 besi, lalu berkata: ‘Beginilah fT: Dg
ini engkau akan menanduk Aram sampai engkau menghabiskan mrk.’ (11) Juga semua
nabi itu bernubuat demikian, katanya: ‘Majulah ke Ramot-Gilead, dan engkau akan
beruntung; TUHAN akan menyerahkannya ke dlm tangan raja.’ (12) Suruhan yg pergi
memanggil Mikha itu, berkata kpdnya: ‘Ketahuilah, nabi2 itu sudah sepakat
meramalkan yg baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara spt salah seorg
dp mrk dan meramalkan yg baik.’ (13) Tetapi Mikha menjawab: ‘Demi TUHAN yg
hidup, sesghnya, apa yg akan difirmankan TUHAN kpdku, itulah yg akan
kukatakan.’”.
Hendriksen: Dlm setiap periode sejarah ... di sana
ada suatu waktu dimana org2 menolak utk mendengar ajaran yg sehat. Pd waktu
sejarah berlanjut menuju akhirnya, situasi ini makin memburuk.
2) “(3b) org tidak dpt lagi menerima ajaran sehat,
tetapi mrk akan mengumpulkan guru2 menurut kehendaknya utk memuaskan keinginan
telinganya. (4) Mrk akan memalingkan telinganya dr kebenaran dan membukanya
bagi dongeng”.
Yer 5:30-31 - “(30) Kedahsyatan dan kengerian terjadi
di negeri ini: (31) Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dg
sewenang2, dan umatKu menyukai yg demikian! Tetapi apakah yg akan kamu
perbuat, apabila dtg kesudahannya?”.
a) Ini alasan mengapa Timotius hrs lakukan pesan
Paulus dlm 2Tim 4:2.
b) “org tidak dpt lagi menerima ajaran sehat,
... Mrk akan memalingkan telinganya dr kebenaran”.
1. ‘Ajaran
sehat’ ... ‘kebenaran’.
2. ‘tidak
dpt lagi menerima’.
KJV/RSV/NASB: ‘will not endure’ (= akan tidak tahan).
NIV: ‘will not put up’ (= akan tidak tahan).
3. ‘Mrk
akan memalingkan telinganya dr kebenaran’.
Calvin: Ini berarti bahwa mrk bukan hanya akan
tidak senang atau meremehkan, tetapi bahkan akan membenci, ajaran yg sehat.
Kis 7:57 - “Maka berteriak2lah mrk dan sambil
menutup telinga serentak menyerbu dia”.
c) “mrk
akan mengumpulkan guru2 menurut kehendaknya utk memuaskan keinginan
telinganya. ... membukanya bagi dongeng”.
1. Ajaran ‘utk memuaskan keinginan telinga’ dan ‘dongeng’ mewakili ajaran2 yg salah.
Barnes: Salah satu keahlian dr musuh jiwa2 adalah
mencampur dongeng dg kebenaran; dan pd waktu ia tidak bisa membuang kebenaran
dg permusuhan langsung, ia menetralkannya dg mencampur dgnya banyak hal yg
salah dan tidak karu2an.
2. Ini menunjukkan bahwa org2 itu selalu ingin sst
yg baru / aneh.
Calvin: dunia akan mempunyai telinga yg begitu
menyaring, dan menginginkan dg begitu berlebihan sst yg baru / aneh, shg ia
akan mengumpulkan utk dirinya sendiri berbagai2 pengajar, dan akan dipesonakan
secara tak henti2nya oleh penemuan2 baru.
3. Org yg menolak kebenaran akan mendptkan kesesatan.
Pulpit: Mrpk suatu fakta yg khidmat / sgh2 dlm
providensia Ilahi, bahwa pd waktu manusia tidak suka utk kembali kpd
pengetahuan ttg kebenaran, Allah menyerahkan mrk kpd pikiran yg bejad, shg mrk
kehilangan semua kesukaan utk ajaran yg sehat.
Clarke: Mrk yg menolak kebenaran ditinggalkan
oleh penghakiman yg adil dr Allah shg mrk akan percaya pd omong kosong yg
paling hina / rendah.
Ro 1:21-28 - “(21) Sebab sekalipun mrk mengenal Allah,
mrk tidak memuliakan Dia sbg Allah atau mengucap syukur kpdNya. Sebaliknya pikiran
mrk menjadi sia2 dan hati mrk yg bodoh menjadi gelap. (22) Mrk berbuat seolah2
mrk penuh hikmat, tetapi mrk telah menjadi bodoh. (23) Mrk menggantikan
kemuliaan Allah yg tidak fana dg gambaran yg mirip dg manusia yg fana, burung2,
binatang2 yg berkaki 4 atau binatang2 yg menjalar. (24) Krn itu Allah
menyerahkan mrk kpd keinginan hati mrk akan kecemaran, shg mrk saling
mencemarkan tubuh mrk. (25) Sebab mrk menggantikan kebenaran Allah dg dusta dan
memuja dan menyembah makhluk dg melupakan Penciptanya yg harus dipuji
selama-lamanya, amin. (26) Krn itu Allah menyerahkan mrk kpd hawa nafsu
yg memalukan, sebab isteri2 mrk menggantikan persetubuhan yg wajar dg yg tak
wajar. (27) Demikian juga suami2 meninggalkan persetubuhan yg wajar dg isteri
mrk dan menyala2 dlm berahi mrk seorg thdp yg lain, shg mrk melakukan
kemesuman, laki2 dg laki2, dan krn itu mrk menerima dlm diri mrk balasan yg
setimpal utk kesesatan mrk. (28) Dan krn mrk tidak merasa perlu utk mengakui
Allah, maka Allah menyerahkan mrk kpd pikiran2 yg terkutuk, shg mrk
melakukan apa yg tidak pantas”.
4. ‘mengumpulkan’ / ‘heap up’ (= menumpuk / menimbun).
Calvin: Adalah benar utk memperhatikan istilah
‘mengumpulkan / menumpuk’, dg mana ia memaksudkan bahwa kegilaan dr manusia
akan menjadi begitu besar, shg mrk tidak puas dg beberapa penipu, tetapi akan
menginginkan utk mempunyai banyak sekali penipu; krn, sbgm di sana ada
kerinduan yg tidak terpuaskan utk hal2 yg tidak berguna dan bersifat merusak /
menghancurkan, demikianlah dunia mencari, pd semua sisi dan tanpa akhir, semua
metode yg bisa dibuat dan dibayangkannya utk menghancurkan dirinya sendiri; dan
setan selalu mempunyai persediaan sejumlah besar pengajar2 spt itu spt yg dunia
ingin memilikinya. Selalu ada panen yg berlimpah2 dr org2 jahat, sbgm hal itu
ada pd saat ini; dan krn itu setan tidak pernah kekurangan pelayan2 utk menipu
manusia, sbgm ia juga tidak pernah kekurangan cara utk menipu.
Calvin: Kita layak utk dikubur dan dicekik oleh
kotoran / sampah jenis itu, mengingat bahwa kebenaran Allah tidak mendpt tempat
dlm diri kita, atau, jika berhasil masuk, kebenaran Allah itu segera diusir /
diterbangkan dr kepemilikan.
Calvin: manusia dg persetujuan mrk sendiri,
memilih utk ditipu dp diajar secara benar.
Pulpit: ‘Akan menimpuk / menimbun bagi diri mrk
sendiri’ ... suatu kata yg merendahkan / menghina ... secara implicit menunjuk
pd penggandaan yg sembarangan dr pengajar2.
5. Mrk bukannya sama sekali tidak mau mendengar
pengajaran; mrk hanya tolak satu gol pkh dan mengumpulkan gol pkh yg mrk sukai.
Pulpit: Mrk tidak akan membuang pelayanan secara
mutlak. Mrk hanya akan menukarkan satu gol pdt utk yg lain.
Stott: Dg demikian mrk menggantikan wahyu Allah
dg fantasi / kesukaan mrk. Kriteria dg mana mrk menilai pengajar2 bukanlah (spt
seharusnya) FA tetapi selera mrk sendiri yg sifatnya subyektif. Lebih buruk
lagi, mrk bukannya mendengar lebih dulu dan baru memutuskan apakah apa yg mrk
telah dengar itu benar; tetapi mrk memutuskan lebih dulu apa yg ingin mrk
dengar dan lalu menyeleksi pengajar2 yg menuruti peraturan / doktrin mrk dg
ketat.
6. Selalu akan ada guru2 palsu yg siap utk
memuaskan keinginan bodoh dr org2 ini.
Hendriksen kutip kata2
Clement of Alexandria: Selalu ada
pengajar2 yg mau utk menggaruk dan menggelitik telinga mrk yg ingin digelitik.
d) Sikap pdt / pkh.
1. Sikap pd umumnya (faktanya).
Vincent: Tuntutan menciptakan suplai. Para
pendengar mengundang dan membentuk pkh2 mrk sendiri. Jika org2 itu menginginkan
seekor anak lembu utk disembah, pembuat anak lembu segera ditemukan.
Wycliffe: Prinsipnya adalah prinsip
Hosea: ‘spt umat / bgs, spt imam’ / imam akan spt umat / bgs.
Hos 4:9 - “Maka spt nasib rakyat
demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia krn tindakan2nya dan Aku
akan membalaskan perbuatan2nya kpdnya”.
KJV/RSV/NIV/NASB: ‘like people, like priest(s)’ (= ‘spt umat /
bangsa, spt imam’ atau ‘imam akan spt umat / bangsa’).
‘like father, like son’ (= anak akan / pasti spt bapanya).
2. Sikap yg shrsnya.
Gal 1:10 - “Jadi bgm sekarang: adakah kucari
kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kpd manusia?
Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kpd manusia, maka aku bukanlah hamba
Kristus”.
1Tes 2:4 - “Sebaliknya, krn Allah telah menganggap
kami layak utk mempercayakan Injil kpd kami, krn itulah kami berbicara, bukan
utk menyukakan manusia, melainkan utk menyukakan Allah yg menguji hati kita”.
1Kor 1:22-24 - “(22) Org-org Yahudi menghendaki tanda
dan org-org Yunani mencari hikmat, (23) tetapi kami memberitakan Kristus yg
disalibkan: utk org-org Yahudi suatu batu sandungan dan utk org-org bukan
Yahudi suatu kebodohan, (24) tetapi utk mrk yg dipanggil, baik org Yahudi,
maupun org bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah”.
Yoh 6:60,66,67 - “(60) Sesudah mendengar semuanya itu
banyak dr murid2 Yesus yg berkata: ‘Perkataan ini keras, siapakah yg sanggup
mendengarkannya?’ ... (66) Mulai dr waktu itu banyak murid2Nya mengundurkan
diri dan tidak lagi mengikut Dia. (67) Maka kata Yesus kpd ke 12 muridNya:
‘Apakah kamu tidak mau pergi juga?’”.
Calvin: makin luar biasa kesghan dr org2 jahat
utk meremehkan / menghina ajaran ttg Kristus, makin bersemangat shrsnya
pelayan2 yg saleh utk membela / mempertahankannya, dan makin kuat shrsnya usaha
mrk utk memelihara / melindunginya supaya tetap utuh; dan bukan hanya demikian,
tetapi juga dg rajin / tekun menangkis serangan2 setan.
Calvin: Ini sama sekali bukan mrpk suatu alasan
yg baik mengapa kita harus kecil hati dan menyerah, tetapi kita hrs berperang
melawan rasa tidak tahu terima kasih yg begitu dahsyat, dan bahkan berjuang dg
kesghan yg lebih besar, dp jika semua dg gembira menerima / mempercayai Kristus
yg ditawarkan kpd mrk.
4:5 - “Tetapi kuasailah dirimu dlm segala hal,
sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas
pelayananmu!”.
1) “Tetapi kuasailah dirimu dlm segala hal”.
KJV: ‘But watch
thou in all things’ (= Tetapi berjaga2lah kamu dlm
segala hal).
RSV: ‘As for
you, always be steady’ (= Mengenai kamu, selalulah kokoh /
mantap).
NIV: ‘But you, keep your head in all situations’ (= Tetapi
kamu, tetaplah tenang dlm segala situasi).
NASB: ‘But you, be sober in
all things’ (= Tetapi kamu, waraslah dlm segala sst).
2) “sabarlah menderita”.
Clarke: ‘Tahanlah penderitaan’. Jgn biarkan
penderitaan menakut2i kamu; atau membiarkan rasa takut thdp penderitaan
menyebabkan engkau meninggalkan kebenaran, atau menjadi santai dlm semangatmu
bagi keselamatan manusia.
3) “lakukanlah pekerjaan pemberita Injil”.
a) Pemberita Injil dan tugasnya.
Ef 4:11 - “Dan Ialah yg memberikan baik rasul2
maupun nabi2, baik pemberita2 Injil maupun gembala2 dan pengajar2”.
Matthew Henry: ‘Lakukanlah pekerjaan pemberita Injil’.
Tugas dr Pemberita Injil adalah, sbg wakil2 rasul, adalah utk menyirami grj2
yg mrk dirikan. Mrk bukan pdt2 yg menetap, tetapi utk suatu waktu tinggal
di, dan memimpin atas, grj2 yg ditanam oleh rasul2, sampai grj2 itu sudah teguh
di bawah pelayanan yg menetap. Ini mrpk pek Tim.
b) Arti potongan kalimat ini.
1Kor 9:16 - “Krn jika aku memberitakan Injil, aku
tidak mempunyai alasan utk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku.
Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil”.
Pulpit: kita tidak boleh menganggap bahwa pdt2
tidak juga ‘melakukan pek pemberita Injil’. Mrk mempunyai org2 kudus dan org2
berdosa di bawah pemeliharaan mrk di semua tempat.
4) “dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”.
KJV: ‘make full
proof of thy ministry’ (= buatlah bukti penuh dr
pelayananmu).
RSV/NASB: ‘fulfil your ministry’ (= genapilah
pelayananmu).
NIV: ‘discharge all the duties of your ministry’ (=
laksanakanlah semua kewajiban pelayananmu).
Luk 9:62 - “Tetapi Yesus berkata: ‘Setiap org yg
siap utk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak utk Kerajaan Allah.’”.
Kis 15:37-38 - “(37) Barnabas ingin membawa juga Yohanes
yg disebut Markus; (38) tetapi Paulus dg tegas berkata, bahwa tidak baik
membawa serta org yg telah meninggalkan mrk di Pamfilia dan tidak mau turut
bekerja bersama-sama dg mrk”.
Kis 20:24 - “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku
sedikitpun, asal saja aku dpt mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan
yg ditugaskan oleh TY kpdku utk memberi kesaksian ttg Injil kk Allah”.
Kol 4:17 - “Dan sampaikanlah kpd Arkhipus:
Perhatikanlah, supaya pelayanan yg kauterima dlm Tuhan kaujalankan sepenuhnya”.
-o0o-
2Tim 3:10-4:5 - “(3:10) Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. (3:11) Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. (3:12) Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, (3:13) sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. (3:14) Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. (3:15) Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. (3:16) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (3:17) Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (4:1) Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya: (4:2) Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (4:3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4:4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. (4:5) Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”.
KJV: ‘(10) But thou hast fully known my doctrine, manner of life, purpose, faith, longsuffering, charity, patience, (11) Persecutions, afflictions, which came unto me at Antioch, at Iconium, at Lystra; what persecutions I endured: but out of [them] all the Lord delivered me. (12) Yea, and all that will live godly in Christ Jesus shall suffer persecution. (13) But evil men and seducers shall wax worse and worse, deceiving, and being deceived. (14) But continue thou in the things which thou hast learned and hast been assured of, knowing of whom thou hast learned [them]; (15) And that from a child thou hast known the holy scriptures, which are able to make thee wise unto salvation through faith which is in Christ Jesus. (16) All scripture [is] given by inspiration of God, and [is] profitable for doctrine, for reproof, for correction, for instruction in righteousness: (17) That the man of God may be perfect, throughly furnished unto all good works. (1) I charge [thee] therefore before God, and the Lord Jesus Christ, who shall judge the quick and the dead at his appearing and his kingdom; (2) Preach the word; be instant in season, out of season; reprove, rebuke, exhort with all longsuffering and doctrine. (3) For the time will come when they will not endure sound doctrine; but after their own lusts shall they heap to themselves teachers, having itching ears; (4) And they shall turn away [their] ears from the truth, and shall be turned unto fables. (5) But watch thou in all things, endure afflictions, do the work of an evangelist, make full proof of thy ministry’ (= ).
RSV: ‘(10) Now you have observed my teaching, my conduct, my aim in life, my faith, my patience, my love, my steadfastness, (11) my persecutions, my sufferings, what befell me at Antioch, at Iconium, and at Lystra, what persecutions I endured; yet from them all the Lord rescued me. (12) Indeed all who desire to live a godly life in Christ Jesus will be persecuted, (13) while evil men and impostors will go on from bad to worse, deceivers and deceived. (14) But as for you, continue in what you have learned and have firmly believed, knowing from whom you learned it (15) and how from childhood you have been acquainted with the sacred writings which are able to instruct you for salvation through faith in Christ Jesus. (16) All scripture is inspired by God and profitable for teaching, for reproof, for correction, and for training in righteousness, (17) that the man of God may be complete, equipped for every good work. (1) I charge you in the presence of God and of Christ Jesus who is to judge the living and the dead, and by his appearing and his kingdom: (2) preach the word, be urgent in season and out of season, convince, rebuke, and exhort, be unfailing in patience and in teaching. (3) For the time is coming when people will not endure sound teaching, but having itching ears they will accumulate for themselves teachers to suit their own likings, (4) and will turn away from listening to the truth and wander into myths. (5) As for you, always be steady, endure suffering, do the work of an evangelist, fulfil your ministry’ (= ).
NIV: ‘(10) You, however, know all about my teaching, my way of life, my purpose, faith, patience, love, endurance, (11) persecutions, sufferings--what kinds of things happened to me in Antioch, Iconium and Lystra, the persecutions I endured. Yet the Lord rescued me from all of them. (12) In fact, everyone who wants to live a godly life in Christ Jesus will be persecuted, (13) while evil men and impostors will go from bad to worse, deceiving and being deceived. (14) But as for you, continue in what you have learned and have become convinced of, because you know those from whom you learned it, (15) and how from infancy you have known the holy Scriptures, which are able to make you wise for salvation through faith in Christ Jesus. (16) All Scripture is God-breathed and is useful for teaching, rebuking, correcting and training in righteousness, (17) so that the man of God may be thoroughly equipped for every good work. (1) In the presence of God and of Christ Jesus, who will judge the living and the dead, and in view of his appearing and his kingdom, I give you this charge: (2) Preach the Word; be prepared in season and out of season; correct, rebuke and encourage - with great patience and careful instruction. (3) For the time will come when men will not put up with sound doctrine. Instead, to suit their own desires, they will gather around them a great number of teachers to say what their itching ears want to hear. (4) They will turn their ears away from the truth and turn aside to myths. (5) But you, keep your head in all situations, endure hardship, do the work of an evangelist, discharge all the duties of your ministry’ (= ).
NASB: ‘(10) But you followed my teaching, conduct, purpose, faith, patience, love,
perseverance, (11) persecutions, and sufferings, such as happened to me at
Antioch, at Iconium and at Lystra; what persecutions I endured, and out of them
all the Lord delivered me! (12) And indeed, all who desire to live godly in
Christ Jesus will be persecuted. (13) But evil men and impostors will proceed
from bad to worse, deceiving and being deceived. (14) You, however, continue in
the things you have learned and become convinced of, knowing from whom you have
learned them; (15) and that from childhood you have known the sacred writings
which are able to give you the wisdom that leads to salvation through faith which
is in Christ Jesus. (16) All Scripture is inspired by God and profitable for
teaching, for reproof, for correction, for training in righteousness; (17) that
the man of God may be adequate, equipped for every good work. (1) I solemnly
charge you in the presence of God and of Christ Jesus, who is to judge the
living and the dead, and by His appearing and His kingdom: (2) preach the word;
be ready in season and out of season; reprove, rebuke, exhort, with great
patience and instruction. (3) For the time will come when they will not endure
sound doctrine; but wanting to have their ears tickled, they will accumulate
for themselves teachers in accordance to their own desires; (4) and will turn
away their ears from the truth, and will turn aside to myths. (5) But you, be
sober in all things, endure hardship, do the work of an evangelist, fulfill
your ministry’ (= ).
Tanggal 3 November 2002
3:13 - “sedangkan orang jahat dan penipu akan
bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan”.
Calvin berkata bahwa 3:13
ini menunjukkan bahwa Paulus menubuatkan bahwa orang-orang jahat akan menentang
Injil / Firman Tuhan dengan cara yang tegar tengkuk, dan bahkan mereka akan
berhasil dalam menyesatkan orang-orang lain.
Calvin: “One
worthless person will always be more effectual in destroying, than ten faithful
teachers in building, though they labour with all their might. ... it is not
because falsehood, in its own nature, is stronger than truth, or that the
tricks of Satan exceed the energy of the Spirit of God; but because men, being
naturally inclined to vanity and errors, embrace far more readily what agrees
with their natural disposition, and also because, being blinded by a righteous
vengeance of God, they are led, as captive slaves, at the will of Satan”
(= Satu orang yang tidak berharga akan selalu lebih efektif dalam menghancurkan
dari pada sepuluh guru / pengajar yang setia dalam membangun, sekalipun mereka
bekerja dengan seluruh kekuatan mereka. ... itu bukan karena kepalsuan secara
hakiki lebih kuat dari kebenaran, atau bahwa tipu muslihat setan melebihi
tenaga dari Roh Allah; tetapi karena manusia, yang secara alamiah condong pada
kesia-siaan dan kesalahan, jauh lebih siap / mudah untuk memeluk apa yang
sesuai dengan kecondongan alamiah mereka, dan juga karena dibutakan oleh
pembalasan yang benar dari Allah, mereka dipimpin, sebagai budak tawanan,
sesuai kehendak setan) - hal 246.
Calvin: “Man’s
disposition voluntarily so inclines to falsehood that he more quickly derives
error from one word than truth from a wordy discourse”
(= Manusia dengan sukarela begitu condong kepada kepalsuan sehingga ia lebih
cepat mendapatkan kesalahan dari satu kata dari pada kebenaran dari suatu
pelajaran yang panjang) - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book II, Chapter II,
no 7.
1) Orang kristen harus berpegang pada kebenaran.
3:14 - “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang
pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu
mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu”.
Sekalipun kejahatan /
kesesatan menang, tetapi Paulus menyuruh Timotius untuk bertekun dalam
kebenaran.
Ayat ini menunjukkan bahwa
kita harus menyeleksi pengertian kita, membuang hal-hal yang tidak sesuai Kitab
Suci, dan mempertahankan bagian-bagian yang memang merupakan ajaran dari Kitab
Suci.
2) Orang kristen harus ingat bahwa Kitab Suci
memberi hikmat yang menuntun kepada keselamatan.
3:15 - “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau
sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun
engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus”.
Calvin: “It
is a very high commendation of the Holy Scriptures, that we must not seek
anywhere else the wisdom which is sufficient for salvation” (= Merupakan suatu pujian / penghargaan
yang sangat tinggi terhadap Kitab Suci yang kudus, bahwa kita tidak boleh
mencari di tempat lain manapun juga hikmat yang cukup untuk keselamatan) - hal 248.
Mengapa orang kristen harus
melakukan kedua hal di atas?
3:16 - “Segala tulisan yang
diilhamkan Allah
memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.
1) “Segala
tulisan yang diilhamkan Allah”.
a) Bagian ini salah terjemahan.
NASB: ‘All Scripture
is inspired by God and profitable for teaching, for reproof, for
correction, for training in righteousness’ (= Seluruh Kitab Suci
diilhamkan oleh Allah dan bermanfaat untuk pengajaran, untuk teguran /
celaan, untuk perbaikan, untuk mendidik / melatih dalam kebenaran).
TB2-LAI: “Seluruh
Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan
kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.
b) “diilhamkan
Allah”.
Calvin: “In
order to uphold the authority of the Scripture, he declares that it is divinely
inspired; for, if it be so, it is beyond all controversy that men ought to
receive it with reverence. ... we owe to the Scripture the same reverence which
we owe to God; because it has proceeded from him alone, and has nothing
belonging to man mixed with it” (= Untuk menegakkan otoritas dari Kitab Suci, ia menyatakan
bahwa Kitab Suci diilhamkan secara ilahi; karena, jika memang demikian, tidak
perlu diperdebatkan lagi bahwa manusia harus menerimanya dengan takut dan
hormat. ... kita berhutang kepada Kitab Suci rasa takut dan hormat yang sama
seperti kita berhutang kepada Allah; karena Kitab Suci keluar hanya dari Dia,
dan tidak ada apapun kepunyaan manusia dicampurkan dengannya) - hal 248,249.
Mendengar khotbah sambil
klangopan, guyonan dsb, merupakan suatu penghinaan terhadap Allah!
John
Murray memberikan komentar tentang seorang teman sejawatnya yang bernama E. J.
Young (yang memang sangat getol dalam mempertahankan otoritas Kitab Suci)
sebagai berikut: “He
knew nothing of an antithesis between devotion to the Lord and devotion to the
Bible. He revered the Bible because he revered the Author”
(= Ia tidak mengenal pertentangan antara kesetiaan / pembaktian diri terhadap
Tuhan dan kesetiaan / pembaktian diri terhadap Alkitab. Ia menghormati Alkitab
karena ia menghormati Pengarangnya).
2) “dan bermanfaat”.
Karena itu dalam mengajar,
pendeta / pengkhotbah tidak boleh mengajarkan hal-hal yang sama sekali tidak
berguna, yang hanya memuaskan intelek atau keinginan tahu jemaat.
Calvin: “We
are likewise reminded not to read the Holy Scripture so as to gratify our
fancies, or to draw from it useless questions. ... Thus, when I expound the
Holy Scripture, I must be guided by this consideration, that those who hear me
may receive profit from the doctrine which I teach, that they may be edified
for salvation. If I have not that desire, and do not aim at the edification of
those who hear me, I am a sacrilegious person, profaning the word of God. On
the other hand, they who read the Scripture, or who come to the sermon to
listen, if they are in search of some foolish speculation, if they come here to
take their amusement, are guilty of having profaned a thing so holy” (= Kita juga diingatkan untuk tidak
membaca Kitab Suci untuk memuaskan khayalan kita, atau untuk menarik darinya
pertanyaan-pertanyaan yang tidak berguna. ... Karena itu, pada saat saya
menguraikan Kitab Suci yang kudus, saya harus dipimpin oleh pertimbangan ini,
bahwa mereka yang mendengarkan saya bisa menerima manfaat dari ajaran yang saya
ajarkan, supaya mereka dididik untuk keselamatan. Jika saya tidak mempunyai
keinginan itu, dan tidak bertujuan pada pendidikan dari mereka yang mendengar
saya, maka saya adalah orang yang melanggar kekudusan, mencemarkan firman
Allah. Pada sisi yang lain, mereka yang membaca Kitab Suci, atau yang datang
untuk mendengar khotbah, jika mereka mencari pemikiran yang bodoh, jika mereka
datang ke sini untuk mendapatkan hiburan / kesenangan, maka mereka bersalah
karena telah mencemarkan sesuatu yang begitu kudus) - hal 250 (footnote).
Dan bagi jemaat, kalau
mencari ajaran, jangan mencari ajaran yang menyenangkan, tetapi yang berguna.
Yang berguna seringkali justru tidak menyenangkan untuk didengar. Contoh:
·
Seminar Saksi Yehuwa jelas termasuk yang berguna, tetapi mungkin tidak
terlalu menyenangkan untuk didengar!
·
belajar tentang pengharmonisan antara ayat satu dengan ayat lain yang
kelihatannya bertentangan, seringkali tidak menyenangkan, karena bersifat
teoretis, tetapi berguna pada saat Firman Tuhan diserang dan dianggap
kontradiksi.
Tetapi sekalipun Firman
Tuhan itu bermanfaat, bisa saja saudara tidak memanfaatkannya.
3) “untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang
dalam kebenaran”.
Kata-kata ‘untuk menyatakan kesalahan’ perlu ditekankan. Ini bisa
ditinjau dari 2 sudut:
·
Kesalahan itu maksudnya kehidupan yang salah / dosa.
Calvin: “the
beginning of repentance is the knowledge of our sinfulness, and a conviction of
the judgment of God”
(= permulaan dari pertobatan adalah pengetahuan tentang keberdosaan kita, dan
suatu keyakinan tentang penghakiman Allah) - hal 250.
Kalau hanya tahu salah satu
saja, tidak akan bertobat.
·
Kesalahan itu maksudnya kepercayaan / pengajaran yang salah /
sesat.
Karena itu adalah lucu kalau
orang kristen tidak boleh membicarakan / menyerang kesesatan, karena ini justru
merupakan salah satu fungsi dari Kitab Suci. Disamping itu, kalau tidak
menyatakan kesalahan / kesesatan, bagaimana kita bisa ‘mendidik orang dalam kebenaran’?
3:16 dilanjutkan dengan 3:17 yang menunjukkan
bahwa dengan belajar Kitab Suci orang kristen diperlengkapi untuk perbuatan /
pekerjaan baik.
3:17 - “Dengan demikian tiap-tiap manusia
kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”.
Dari sini terlihat bahwa
Tuhan ingin setiap saudara menjadi orang yang berguna, dan melakukan perbuatan
baik yang Ia persiapkan sebelumnya.
Bdk. Ef 2:10 - “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan
dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah
sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”.
Perbuatan / pekerjaan baik
itu apa? Pelayanan! Perhatikan bahwa 3:17 dilanjutkan dengan 4:1-2 - “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang
akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan
sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya: Beritakanlah
firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang
salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran”.
a) Bagi pendeta / hamba Tuhan.
Calvin mengatakan bahwa
perintah untuk memberitakan Firman Tuhan ini diberikan dengan sumpah, dan
sumpah itu dilakukan demi Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi pada
akhir jaman. Ini menunjukkan betapa seriusnya pelayanan pemberitaan Firman
Tuhan di dalam pemikiran Paulus.
Calvin: “he
will not suffer to remain unpunished the negligence of pastors, through whom
souls, which he hath redeemed at so costly a price, perish or are exposed as
a prey”
(= ia tidak akan membiarkan tanpa hukuman kelalaian dari pendeta-pendeta,
melalui siapa jiwa-jiwa, yang telah ia tebus dengan harga yang begitu mahal,
binasa atau terbuka sebagai mangsa) - hal 252.
Kalau tidak dipersiapkan
menghadapi ajaran sesat, maka jemaat akan terbuka sebagai mangsa. Karena itu
ada seminar Saksi Yehuwa.
b) Bagi jemaat.
1. Harus mau belajar dari pendeta / pengkhotbah / pengajar Firman
Tuhan.
Calvin mengatakan bahwa ini
menentang pandangan orang-orang fanatik ngawur yang menganggap tidak perlu ada
orang yang mengajar mereka. Minta diajar Roh Kudus langsung, dsb. Kita memang
harus melakukan pembacaan Kitab Suci sendiri, tetapi juga mendengar ajaran dari
pengajar / pendeta.
Calvin: “Let
us remember, ... that the reading of Scripture is recommended to us in such a
manner as not to hinder, in the smallest degree, the ministry of pastors; and,
therefore, let believers endeavour to profit both in reading and in hearing;
for not in vain hath God ordained both of them” (= Ingatlah ... bahwa pembacaan Kitab
Suci dianjurkan kepada kita dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak
menghalangi, dalam tingkat yang terkecil, pelayanan dari pendeta-pendeta; dan
karena itu, hendaklah orang-orang percaya berusaha untuk mendapat manfaat baik
dari membaca maupun dari mendengar; karena tidak dengan sia-sia Allah
menentukan kedua hal itu) - hal 252.
Calvin (tentang
Mat 4:4):
“Those who voluntarily throw away that armour,
and do not laboriously exercise themselves in the school of God, deserve to be
strangled, at every instant, by Satan, into whose hands they give themselves up
unarmed” (= Mereka yang secara sukarela membuang
senjata itu, dan tidak melatih diri mereka sendiri dengan susah payah dalam
sekolah Allah, layak dijerat, pada setiap saat, oleh Iblis, kedalam tangan
siapa mereka menyerahkan diri mereka sendiri tanpa senjata). - hal 214.
2. Jemaat juga harus melakukan pelayanan supaya
menjadi orang yang berguna bagi Tuhan.
1Tim 4:14 - “Jangan lalai dalam mempergunakan karunia
yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan
penumpangan tangan sidang penatua”.
Pikirkan: apakah selama ini
saudara adalah orang yang berguna untuk Tuhan / gereja? Jangan jadi pohon ara
yang tidak berbuah, yang akan ditebang oleh Tuhan (Luk 13:6-9 Mat 3:7-10).
Kitab Suci memperlengkapi
kita untuk melakukan pelayanan. Salah satu hal penting yang bisa kita lakukan
untuk bisa menjadi berguna adalah dengan menghafalkan ayat. Misalnya:
·
ayat-ayat yang secara explicit atau jelas menunjukkan keilahian Kristus
(Yes 9:5 Yoh 1:1,18 Yoh 20:28
Kis 20:28 Ro 9:5 Fil 2:5-7 Tit 2:13
Ibr 1:8 2Pet 1:1 1Yoh 5:20
Wah 1:8).
·
ayat-ayat yang menekankan keselamatan karena iman saja (Kis 15 Ro 3:24,27-28
Ro 9:30-10:3 Gal 2:16,21 Ef 2:8-9
Fil 3:8-9).
·
ayat-ayat yang menunjukkan kematian Kristus untuk dosa kita (Mat
20:28 Ro 3:23-25 Ro 5:8-10
2Kor 5:15,21 1Pet 1:18-19).
Kalau saudara tidak
menggunakan segala sesuatu yang ada pada saudara untuk kemuliaan Tuhan, maka
pada akhir jaman saudara akan mendengar kata-kata: “Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu
sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut
dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku
itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku
menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya
dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap
orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi
siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari
padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam
kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Mat 25:26-30).
Pelayanan / pemberitaan
Firman Tuhan harus dilakukan dengan giat secepatnya, baik oleh pendeta maupun
oleh jemaat, karena akan datang saatnya dimana manusia tidak dapat lagi
mendengar kebenaran dan hanya mau mendengarkan kesesatan.
4:3-4 - “(3) Karena akan datang waktunya, orang tidak
dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru
menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mereka akan
memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng”.
Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan tentang ayat ini:
1) Ini menunjukkan bahwa orang-orang itu membenci Firman Tuhan.
Calvin: “This
means that they will not only dislike and despise, but will even hate, sound
doctrine”
(= Ini berarti bahwa mereka bukan hanya akan tidak senang atau meremehkan,
tetapi bahkan akan membenci, ajaran yang sehat) - hal 254.
Kalau saudara membaca
tulisan-tulisan dari pendeta-pendeta Liberal, maka saudara akan segera melihat
betapa bencinya mereka pada ajaran-ajaran yang injili, seperti Kitab Suci
adalah Firman Tuhan, Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga, dsb.
Calvin juga mengatakan bahwa
di antara para pendengar ada yang mula-mula sangat senang dengan Firman Tuhan,
tetapi lama kelamaan bosan dan bahkan jijik terhadap Firman Tuhan. Juga ada
yang dari permulaan sudah menentang, tidak mau mendengar, mengejek. Ada juga
yang mendengar tetapi tidak mau tunduk, dan akhirnya memusuhi pengkhotbah.
2) Ini menunjukkan bahwa orang-orang itu selalu menginginkan sesuatu
yang baru / aneh.
Calvin: “the
world will have ears so refined, and so excessively desirous of novelty, that
it will collect for itself various instructors, and will be incessantly carried
away by new inventions”
(= dunia akan mempunyai telinga yang begitu menyaring, dan menginginkan dengan
begitu berlebihan sesuatu yang baru / aneh, sehingga ia akan mengumpulkan untuk
dirinya sendiri berbagai-bagai pengajar, dan akan dipengaruhi / dipesonakan
secara tak henti-hentinya oleh penemuan-penemuan baru) - hal 257.
3) Sekarang perhatikan kata ‘mengumpulkan’ / ‘heap up’ (= menumpuk / menimbun).
Calvin: “It
is proper to observe the expression, ‘heap up,’ by which he means that the
madness of men will be so great, that they will not be satisfied with a few
deceivers, but will desire to have a vast multitude; for, as there is an
unsatiable longing for those things which are unprofitable and destructive, so
the world seeks, on all sides and without end, all the methods that it can
contrive and imagine for destroying itself; and the devil has always at hand a
sufficiently large number of such teachers as the world desires to have. There
has always been a plentiful harvest of wicked men, as there is in the present
day; and therefore Satan never has any lack of ministers to deceive men, as he
never has any lack of the means of deceiving” (= Adalah benar untuk memperhatikan
istilah ‘mengumpulkan / menumpuk’, dengan mana ia memaksudkan bahwa kegilaan
dari manusia akan menjadi begitu besar, sehingga mereka tidak puas dengan
beberapa penipu, tetapi akan menginginkan untuk mempunyai banyak sekali penipu;
karena, sebagaimana di sana ada kerinduan yang tidak terpuaskan untuk hal-hal
yang tidak berguna dan bersifat merusak / menghancurkan, demikianlah dunia
mencari, pada semua sisi dan tanpa akhir, semua metode yang bisa dibuat dan
dibayangkannya untuk menghancurkan dirinya sendiri; dan setan selalu mempunyai
persediaan sejumlah besar pengajar-pengajar seperti itu seperti yang dunia
ingin memilikinya. Selalu ada panen yang berlimpah-limpah dari orang-orang
jahat, sebagaimana hal itu ada pada saat ini; dan karena itu setan tidak pernah
kekurangan pelayan-pelayan untuk menipu manusia, sebagaimana ia juga tidak
pernah kekurangan cara untuk menipu) - hal 255-256.
Calvin: “We
deserve to be covered and choked by that kind of filth, seeing that the truth
of God finds no place in us, or, if it has found entrance, is immediately
driven from its possession”
(= Kita layak untuk dikubur dan dicekik oleh kotoran / sampah jenis itu,
mengingat bahwa kebenaran Allah tidak mendapat tempat dalam diri kita, atau,
jika berhasil masuk, kebenaran Allah itu segera diusir / diterbangkan dari
kepemilikan)
- hal 256.
Calvin: “men,
of their own accord, choose to be deceived rather than to be properly
instructed”
(= manusia dengan persetujuan mereka sendiri, memilih untuk ditipu dari pada
diajar secara benar) - hal 256.
4) Kalau hal-hal ini terjadi maka bagaimana
sikap pendeta / pengkhotbah / orang kristen yang sejati?
Calvin: “the
more extraordinary the eagerness of wicked men to despise the doctrine of
Christ, the more zealous should godly ministers be to defend it, and the more
strenuous should be their efforts to preserve it entire; and not only so, but
also by their diligence to ward off the attacks of Satan” (= makin luar biasa kesungguhan dari
orang-orang jahat untuk meremehkan / menghina ajaran tentang Kristus, makin
bersemangat seharusnya pelayan-pelayan yang saleh untuk membela /
mempertahankannya, dan makin kuat seharusnya usaha mereka untuk memelihara /
melindunginya supaya tetap utuh; dan bukan hanya demikian, tetapi juga oleh
kerajinan / ketekunan mereka untuk menangkis serangan-serangan setan) - hal 255.
Calvin: “So
far from this being a good reason why we should be discouraged and give way, we
ought to fight against such monstrous ingratitude, and even to strive with
greater earnestness than if all were gladly embracing Christ offered to them” (= Ini sama sekali bukan merupakan suatu
alasan yang baik mengapa kita harus kecil hati dan menyerah, tetapi kita harus
berperang melawan rasa tidak tahu terima kasih yang begitu dahsyat, dan bahkan
berjuang dengan kesungguhan yang lebih besar, dari pada jika semua dengan
gembira menerima / mempercayai Kristus yang ditawarkan kepada mereka) - hal 255.
-AMIN-