1) Daud di wilayah Filistin lagi.
2) Filistin berperang melawan Israel.
3) Akhis menyuruh Daud berperang di pihaknya melawan Israel.
Ay 1b: “Lalu berkatalah Akhis kepada Daud:
‘Ketahuilah baik-baik, bahwa engkau beserta orang-orangmu harus maju berperang
bersama-sama dengan aku dalam tentara.’”.
4) Daud memberikan jawaban yang tidak jelas / berarti ganda.
Ay 2: “Jawab Daud
kepada Akhis: ‘Baik, engkau akan tahu, apa yang dapat diperbuat hambamu ini.’”.
Pulpit: Untuk meloloskan diri dari posisi yang buruk itu, ia mengambil jalan
untuk menggunakan keahlian dalam memberikan pernyataan yang berarti ganda,
terhadap mana ia dan Akhis mempunyai pengertian yang berbeda. ... Merupakan
sesuatu yang tidak benar untuk memandang ringan tipu daya kita dengan
menghubungkannya dengan kesukaran-kesukaran yang ditimbulkan oleh kesalahan
kita sendiri. ... Ada sikap / tingkah laku maupun kata-kata yang memungkinkan
penafsiran / arti ganda. Kita harus selalu berusaha untuk menjadi dan berbicara
sedemikian rupa sehingga tidak menjadi obyek kecurigaan.
5) Tuhan tetap menolong Daud, dengan:
a) 1Sam 29:2-7 - “(2)
Maka ketika raja-raja kota
orang Filistin berjalan lewat dalam pasukan-pasukan seratus dan seribu, dan
ketika juga Daud beserta orang-orangnya berjalan lewat di belakangnya
bersama-sama dengan Akhis, (3) berkatalah para panglima orang Filistin itu:
‘Apa gunanya orang-orang Ibrani ini?’ Jawab Akhis kepada para panglima orang
Filistin itu: ‘Bukankah dia itu Daud, hamba Saul, raja Israel, yang sudah satu
dua tahun bersama-sama dengan aku, tanpa kudapati sesuatupun kesalahan padanya
sejak saat ia membelot sampai hari ini?’ (4) Tetapi para panglima orang
Filistin itu menjadi marah kepadanya; serta berkata kepadanya: ‘Suruhlah orang
itu pulang, supaya ia kembali ke tempat, yang kautunjukkan kepadanya, dan
janganlah ia pergi berperang, bersama-sama dengan kita, supaya jangan ia
menjadi lawan kita dalam peperangan. Sebab dengan apakah orang ini dapat
menyukakan hati tuannya, kecuali dengan memberi kepala-kepala orang-orang ini?
(5) Bukankah dia ini Daud yang dinyanyikan orang secara berbalas-balasan sambil
menari-nari, demikian: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud
berlaksa-laksa?’ (6) Lalu Akhis memanggil Daud, dan berkata kepadanya: ‘Demi
TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau
keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati
sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini;
tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. (7) Sebab itu, pulanglah,
pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja
kota orang Filistin itu.’”.
b) Membunuh Saul (1Sam 31).
2Tim 2:13 - “(12) jika kita bertekun, kitapun akan
ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal
kita; (13) jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat
menyangkal diriNya.’”.
1) Perang dengan Filistin.
Ay 4-5: “(4) Orang Filistin itu berkumpul, lalu
bergerak maju, dan berkemah dekat Sunem. Saul mengumpulkan seluruh orang
Israel, lalu mereka berkemah di Gilboa. (5) Ketika Saul melihat tentara
Filistin itu, maka takutlah ia dan hatinya sangat gemetar”.
a) Orang-orang Filistin berkemah di Sunem.
b) Kondisi perkemahan kedua pasukan.
c) Saul menjadi takut (ay 5), mungkin karena ia
melihat bahwa jumlah tentara Filistin jauh lebih banyak dari yang ia
perkirakan.
·
Amsal 28:1 - “Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman
seperti singa muda”.
·
Im 26:14,36-37 - “(14)
‘Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala
perintah itu, ... (36) Dan mengenai mereka yang masih tinggal hidup dari
antaramu, Aku akan mendatangkan kecemasan ke dalam hati mereka di dalam
negeri-negeri musuh mereka, sehingga bunyi daun yang ditiupkan anginpun akan
mengejar mereka, dan mereka akan lari seperti orang lari menjauhi pedang, dan
mereka akan rebah, sungguhpun tidak ada orang yang mengejar. (37) Dan
mereka akan jatuh tersandung seorang kepada seorang seolah-olah hendak menjauhi
pedang, sungguhpun yang mengejar tidak ada, dan kamu tidak akan dapat
bertahan di hadapan musuh-musuhmu”.
Maz 23:4 - “Sekalipun aku berjalan dalam lembah
kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan
tongkatMu, itulah yang menghibur aku”.
2) Ia bertanya kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak mau memberi petunjuk.
Ay 6: “Dan Saul bertanya kepada TUHAN,
tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik
dengan perantaraan para nabi”.
a) Mengapa Tuhan tidak menjawabnya?
1. Ada yang mengatakan sudah terlambat.
2. Karena ia tidak bertanya dengan
tulus dan sungguh-sungguh.
3. Karena ia tidak
tekun dalam mencari kehendak Tuhan.
4. Adanya dosa, yaitu iri hati dan kebencian
terhadap Daud.
Maz 66:18 - “Seandainya
ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar”.
Pulpit: Tidak ada imam bersama dengan pasukan Saul untuk mendapatkan petunjuk
ilahi melalui Urim dan Tumim. Saul telah membunuh para imam. Tidak ada nabi
untuk membawa pesan Allah. Oleh pemutusan hubungannya dengan Samuel, Saul telah
menjauhkan dari urusannya semua mereka yang mempunyai karunia bernubuat. Kita
mendengar ratapan dari roh yang bingung / gelisah - ‘Aku sangat dalam keadaan
terjepit’ (ay 15b);
tetapi tidak ada pengakuan dosa, tidak ada tanda / nada pertobatan.
5. Karena selama ini ia tidak mau mendengarkan
suara Tuhan, maka sekarang Tuhan tidak mau mendengarkannya.
Amsal 1:24-28 - “(24)
Oleh karena kamu menolak ketika
aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan
tanganku, (25) bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima
teguranku, (26) maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan
berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, (27) apabila kedahsyatan
datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh,
apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu. (28) Pada waktu itu mereka
akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari
aku, tetapi tidak akan menemukan aku”.
Hos 4:16-17 - “(16) Sebab Israel degil seperti lembu yang
degil, masakan sekarang TUHAN menggembalakan mereka, seperti domba di tanah
lapang? (17) Efraim bersekutu dengan berhala-berhala, biarkanlah dia!”.
Pulpit: Jika kita tidak mendengar suara Allah pada waktu semua baik-baik saja,
Allah bisa dan akan menolak untuk mendengar suara kita pada waktu semua kacau.
Pulpit: Jika ada orang-orang yang ditinggalkan oleh Allah, itu hanya karena Ia
telah ditinggalkan oleh mereka.
b) Dalam ay 6 dikatakan Saul bertanya kepada
Tuhan tetapi Tuhan tidak menjawab. Lalu mengapa dalam 1Taw 10:14 dikatakan
bahwa ia tidak meminta petunjuk Tuhan?
1Taw 10:13-14 - “(13)
Demikianlah Saul mati karena
perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang
pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah, (14)
dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan
menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai”.
Jawab:
1. Mungkin karena cara-cara yang ia gunakan tidak
sesuai kehendak Tuhan.
a. Dalam penggunaan Urim.
b. Dalam bertanya melalui nabi-nabi.
2. Mungkin karena
tidak adanya ketekunan dan kesungguhan dalam meminta petunjuk Tuhan.
Poole: Saul bertanya kepada Tuhan, dengan cara mengentengkan dan acuh tak acuh,
seperti dalam 14:19, seperti terlihat dari sini, dimana pada waktu Allah tidak
segera menjawabnya, ia pergi kepada setan untuk mendapatkan jawaban, ay 7;
dan karena itu dikatakan bahwa ia tidak meminta petunjuk Tuhan, 1Taw 10:14,
yaitu tidak secara serius dan tidak menuruti tata tertib yang benar.
Catatan: Dalam 1Sam 14:19 versi Kitab Suci Indonesia,
Saul berkata kepada imam Ahia: ‘Biarlah’. Ini salah terjemahan!
KJV/RSV/NIV/NASB: ‘Withdraw
thine / your hand’ (= Tariklah tanganmu).
3) Samuel sudah mati.
Ay 3a: “Adapun Samuel sudah mati. Seluruh orang
Israel sudah meratapi dia dan mereka telah menguburkan dia di Rama, di kotanya”.
1) Ay 3b mengatakan bahwa tadinya Saul sudah
menyingkirkan / membunuh semua pemanggil arwah dan roh peramal.
Ay 3b: “Dan Saul telah menyingkirkan dari dalam
negeri para pemanggil arwah dan roh peramal”.
Ay 9: “Tetapi
perempuan itu menjawabnya: ‘Tentu engkau mengetahui apa yang diperbuat Saul,
bahwa ia telah melenyapkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh
peramal.”.
Im 20:27 - “Apabila
seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah
mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka
tertimpa kepada mereka sendiri”.
2) Apa yang dulu ia singkirkan (ay
3b), sekarang ia cari.
Ay 7a: “Lalu berkatalah Saul kepada para
pegawainya: ‘Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah;
maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya.’”.
3) Saul bersemangat / rela berkorban dalam mencari
setan dan petunjuknya!
4) Pada waktu Tuhan tidak menjawabnya (ay 6),
seharusnya ia melakukan introspeksi dan bertobat, dan bukannya lari kepada
setan.
Jamieson, Fausset & Brown: Aspek
yang paling menyedihkan dari kasus ini adalah bahwa dalam penderitaan
pikirannya ia tidak pernah memikirkan untuk meminta ampun untuk dosa-dosanya,
tetapi hanya untuk nasehat dalam nasibnya yang merosot.
Barnes: Bahwa Saul tidak menerima jawaban ... merupakan alasan untuk merendahkan
diri dan memeriksa diri sendiri, untuk menemukan dan, jika mungkin,
menghilangkan penyebabnya, tetapi ini sama sekali tidak membenarkan dosanya
dalam meminta nasehat kepada ‘pemanggil arwah’.