I Samuel 28:1-7

 

I) Problem Daud.

 

1) Daud di wilayah Filistin lagi.

 

2) Filistin berperang melawan Israel.

 

3) Akhis menyuruh Daud berperang di pihaknya melawan Israel.

 

Ay 1b: “Lalu berkatalah Akhis kepada Daud: ‘Ketahuilah baik-baik, bahwa engkau beserta orang-orangmu harus maju berperang bersama-sama dengan aku dalam tentara.’”.

 

4) Daud memberikan jawaban yang tidak jelas / berarti ganda.

 

Ay 2: “Jawab Daud kepada Akhis: ‘Baik, engkau akan tahu, apa yang dapat diperbuat hambamu ini.’”.

 

Pulpit: Untuk meloloskan diri dari posisi yang buruk itu, ia mengambil jalan untuk menggunakan keahlian dalam memberikan pernyataan yang berarti ganda, terhadap mana ia dan Akhis mempunyai pengertian yang berbeda. ... Merupakan sesuatu yang tidak benar untuk memandang ringan tipu daya kita dengan menghubungkannya dengan kesukaran-kesukaran yang ditimbulkan oleh kesalahan kita sendiri. ... Ada sikap / tingkah laku maupun kata-kata yang memungkinkan penafsiran / arti ganda. Kita harus selalu berusaha untuk menjadi dan berbicara sedemikian rupa sehingga tidak menjadi obyek kecurigaan.

 

5) Tuhan tetap menolong Daud, dengan:

 

a) 1Sam 29:2-7 - “(2) Maka ketika raja-raja kota orang Filistin berjalan lewat dalam pasukan-pasukan seratus dan seribu, dan ketika juga Daud beserta orang-orangnya berjalan lewat di belakangnya bersama-sama dengan Akhis, (3) berkatalah para panglima orang Filistin itu: ‘Apa gunanya orang-orang Ibrani ini?’ Jawab Akhis kepada para panglima orang Filistin itu: ‘Bukankah dia itu Daud, hamba Saul, raja Israel, yang sudah satu dua tahun bersama-sama dengan aku, tanpa kudapati sesuatupun kesalahan padanya sejak saat ia membelot sampai hari ini?’ (4) Tetapi para panglima orang Filistin itu menjadi marah kepadanya; serta berkata kepadanya: ‘Suruhlah orang itu pulang, supaya ia kembali ke tempat, yang kautunjukkan kepadanya, dan janganlah ia pergi berperang, bersama-sama dengan kita, supaya jangan ia menjadi lawan kita dalam peperangan. Sebab dengan apakah orang ini dapat menyukakan hati tuannya, kecuali dengan memberi kepala-kepala orang-orang ini? (5) Bukankah dia ini Daud yang dinyanyikan orang secara berbalas-balasan sambil menari-nari, demikian: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa?’ (6) Lalu Akhis memanggil Daud, dan berkata kepadanya: ‘Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. (7) Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu.’”.

 

b) Membunuh Saul (1Sam 31).

 

2Tim 2:13 - “(12) jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; (13) jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya.’”.

 

II) Problem Saul.

 

1) Perang dengan Filistin.

 

Ay 4-5: “(4) Orang Filistin itu berkumpul, lalu bergerak maju, dan berkemah dekat Sunem. Saul mengumpulkan seluruh orang Israel, lalu mereka berkemah di Gilboa. (5) Ketika Saul melihat tentara Filistin itu, maka takutlah ia dan hatinya sangat gemetar”.

 

a) Orang-orang Filistin berkemah di Sunem.

 

b) Kondisi perkemahan kedua pasukan.

 

c) Saul menjadi takut (ay 5), mungkin karena ia melihat bahwa jumlah tentara Filistin jauh lebih banyak dari yang ia perkirakan.

 

·        Amsal 28:1 - Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda”.

 

·        Im 26:14,36-37 - “(14) ‘Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu, ... (36) Dan mengenai mereka yang masih tinggal hidup dari antaramu, Aku akan mendatangkan kecemasan ke dalam hati mereka di dalam negeri-negeri musuh mereka, sehingga bunyi daun yang ditiupkan anginpun akan mengejar mereka, dan mereka akan lari seperti orang lari menjauhi pedang, dan mereka akan rebah, sungguhpun tidak ada orang yang mengejar. (37) Dan mereka akan jatuh tersandung seorang kepada seorang seolah-olah hendak menjauhi pedang, sungguhpun yang mengejar tidak ada, dan kamu tidak akan dapat bertahan di hadapan musuh-musuhmu”.

 

Maz 23:4 - “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku”.

 

2) Ia bertanya kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak mau memberi petunjuk.

 

Ay 6: “Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi”.

 

a) Mengapa Tuhan tidak menjawabnya?

 

1. Ada yang mengatakan sudah terlambat.

 

2. Karena ia tidak bertanya dengan tulus dan sungguh-sungguh.

 

3. Karena ia tidak tekun dalam mencari kehendak Tuhan.

 

4. Adanya dosa, yaitu iri hati dan kebencian terhadap Daud.

 

Maz 66:18 - “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar”.

 

Pulpit: Tidak ada imam bersama dengan pasukan Saul untuk mendapatkan petunjuk ilahi melalui Urim dan Tumim. Saul telah membunuh para imam. Tidak ada nabi untuk membawa pesan Allah. Oleh pemutusan hubungannya dengan Samuel, Saul telah menjauhkan dari urusannya semua mereka yang mempunyai karunia bernubuat. Kita mendengar ratapan dari roh yang bingung / gelisah - ‘Aku sangat dalam keadaan terjepit’ (ay 15b); tetapi tidak ada pengakuan dosa, tidak ada tanda / nada pertobatan.

 

5. Karena selama ini ia tidak mau mendengarkan suara Tuhan, maka sekarang Tuhan tidak mau mendengarkannya.

 

Amsal 1:24-28 - “(24) Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, (25) bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, (26) maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, (27) apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu. (28) Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku”.

 

Hos 4:16-17 - “(16) Sebab Israel degil seperti lembu yang degil, masakan sekarang TUHAN menggembalakan mereka, seperti domba di tanah lapang? (17) Efraim bersekutu dengan berhala-berhala, biarkanlah dia!”.

 

Pulpit: Jika kita tidak mendengar suara Allah pada waktu semua baik-baik saja, Allah bisa dan akan menolak untuk mendengar suara kita pada waktu semua kacau.

 

Pulpit: Jika ada orang-orang yang ditinggalkan oleh Allah, itu hanya karena Ia telah ditinggalkan oleh mereka.

 

b) Dalam ay 6 dikatakan Saul bertanya kepada Tuhan tetapi Tuhan tidak menjawab. Lalu mengapa dalam 1Taw 10:14 dikatakan bahwa ia tidak meminta petunjuk Tuhan?

 

1Taw 10:13-14 - “(13) Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah, (14) dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai”.

 

Jawab:

 

1. Mungkin karena cara-cara yang ia gunakan tidak sesuai kehendak Tuhan.

 

a. Dalam penggunaan Urim.

 

b. Dalam bertanya melalui nabi-nabi.

 

2. Mungkin karena tidak adanya ketekunan dan kesungguhan dalam meminta petunjuk Tuhan.

 

Poole: Saul bertanya kepada Tuhan, dengan cara mengentengkan dan acuh tak acuh, seperti dalam 14:19, seperti terlihat dari sini, dimana pada waktu Allah tidak segera menjawabnya, ia pergi kepada setan untuk mendapatkan jawaban, ay 7; dan karena itu dikatakan bahwa ia tidak meminta petunjuk Tuhan, 1Taw 10:14, yaitu tidak secara serius dan tidak menuruti tata tertib yang benar.

 

Catatan: Dalam 1Sam 14:19 versi Kitab Suci Indonesia, Saul berkata kepada imam Ahia: ‘Biarlah’. Ini salah terjemahan!

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘Withdraw thine / your hand’ (= Tariklah tanganmu).

 

3) Samuel sudah mati.

 

Ay 3a: “Adapun Samuel sudah mati. Seluruh orang Israel sudah meratapi dia dan mereka telah menguburkan dia di Rama, di kotanya”.

 

III) Saul mencari seorang pemanggil arwah (ay 7).

 

1) Ay 3b mengatakan bahwa tadinya Saul sudah menyingkirkan / membunuh semua pemanggil arwah dan roh peramal.

 

Ay 3b: “Dan Saul telah menyingkirkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal.

 

Ay 9: “Tetapi perempuan itu menjawabnya: ‘Tentu engkau mengetahui apa yang diperbuat Saul, bahwa ia telah melenyapkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal.”.

 

Im 20:27 - “Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri”.

 

2) Apa yang dulu ia singkirkan (ay 3b), sekarang ia cari.

 

Ay 7a: “Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: ‘Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya.’”.

 

3) Saul bersemangat / rela berkorban dalam mencari setan dan petunjuknya!

 

4) Pada waktu Tuhan tidak menjawabnya (ay 6), seharusnya ia melakukan introspeksi dan bertobat, dan bukannya lari kepada setan.

 

Jamieson, Fausset & Brown: Aspek yang paling menyedihkan dari kasus ini adalah bahwa dalam penderitaan pikirannya ia tidak pernah memikirkan untuk meminta ampun untuk dosa-dosanya, tetapi hanya untuk nasehat dalam nasibnya yang merosot.

 

Barnes: Bahwa Saul tidak menerima jawaban ... merupakan alasan untuk merendahkan diri dan memeriksa diri sendiri, untuk menemukan dan, jika mungkin, menghilangkan penyebabnya, tetapi ini sama sekali tidak membenarkan dosanya dalam meminta nasehat kepada ‘pemanggil arwah’.

 

Kesimpulan / penutup.

 

Hosted by www.Geocities.ws

1