|
...OPERA... |
|
Mereka menyebut American Idiot sebagai punk rock opera. Pasalnya, sembilan belas lagu rekaman dalam album ini bak sebuah kisah yang menghadirkan konflik emosional, moral dan keadaan politik yang kacau. Seperti Jesus of Suburbia berdurasi sembilan menit berkisah tentang anak-anak yang sedang tumbuh menjadi dewasa dan di tengah peperangan, lingkungan yang penuh pengedar narkoba dan senjata api. Rupanya sang vokalis sekaligus pencipta lagu itu banyak mengadopsi pengalaman pribadi ke dalam lagu-lagu Green Day. Tak heran dia begitu menghayati lirik liris itu. Banyak yang menyebut materi baru di album ini sebagai salah satu album rock terbaik tahun ini. Mereka pun tidak menampik itu. "Hampir tiga setengah tahun kami mencurahkan seluruh tenaga untuk menggarap album ini. Saya tidak mengatakan kami mengerjakan sesuatu yang sempurna tetapi kami hanya ingin menghasilkan yang terbaik," kata Billie lagi. Dia bukanlah D'Angelo, tetapi lewat musik yang hingar-bingar itu dia dapat melukiskan perasaan frustrasi, mati rasa, kesan tidak bersalah ataupun kekosongan jiwa. Di sini letak kekuatan Green Day. Tak heran pada dekade 1990-an menempati posisi sebagai band paling berpengaruh di Amerika bersama dengan Nirvana, Pearl Jam dan Weezer. Aliran punk pop dan punk rock mereka bahkan telah menginspirasi Sex Pistols, Stiff Little Fingers, The Ramones, The Clash, The Undertones, New Found Glory dan The Buzzcocks yang lahir dua dekade sesudah mereka. Chad Gilbert gitars New Found Glory mengaku adalah penggemar berat Green Day. Bagi dia, kelompok ini berbeda dengan musisi punk lainnya. Kebanyakan orang mengaitkan musik punk identik dengan musik pemicu amarah. "Saya masih ingat ketika mereka datang dan tampil di klub Plus Five di South Florida. Saya waktu itu masih remaja, sekitar 12 atau 13 tahun. Mereka pun saat itu masih belum masuk ke label besar, tetapi saya sudah jatuh cinta pada mereka. Green Day bukan sekadar band punk biasa, tetapi mereka punya melodi. Mereka sangat energi dan agresif tetapi pada saat yang sama pesan moral dalam lirik yang mereka sampaikan dapat ditangkap," katanya. Kelompok ini bermula dari impian dua orang sahabat, Billie dan Mike yang tinggal di kampung Berkeley, California untuk menjadi musisi. Di usia 14 tahun, impian itu mulai diwujudkan dengan membentuk grup yang diberi nama Sweet Children. Pada tahun 1989, setelah masuk penabuh dram Al Sobrante mereka mengubah nama menjadi Green Day. Seiring dengan itu diluncurkanlah single perdana berjudul 1.000 hours. Hit ini menjadi lago "wajib" gerakan bawah tanah dari para penggemar musik punk. Tak lama kemudian Green Day meluncurkan album debut, 1,039/ Smoothed Out Slappy Hour. Sayang, setahun sesudahnya Al keluar. Posisinya digantikan oleh Tre Cool hingga hari ini. Gaya mereka yang unik diperkuat
oleh formula lagu yang sederhana, mudah dicerna dan menyenangkan membuat
orang segera jatuh cinta. Dalam waktu singkat mereka menjadi band lokal
terfavorit. Album kedua Kerplunk (1992) membawa mereka ke jalur
label besar. Perusahaan rekaman Reprise segera mengikat mereka dalam
kontrak pada tahun 1993. Setahun kemudian lahirlah album Dookie (1994)
yang menjagokan single Longview dan Basket Case. Album pertama di jalur major ini segera mengangkat pamor band punk puncak tangga lagu. Berkat dukungan MTV album itu berhasil mencetak angka penjualan 8 juta kopi di AS dan lebih dari 10 juta kopi di seluruh dunia. Album itu menjadikan mereka band favorit di Lollapalooza dan Woodstock '94. Bahkan saat itu mereka juga langsung meraih Grammy sebagai Best Alternatif Music Performance. Kesuksesan Green Day masih berlanjut. Album Insomniac (1995) terjual sebanyak 2 juta kopi. Namum saat penggarapan album ke-6, Nimrod aral mulai melintang. Produser Scott Litt (R.E.M, Nirvana, Liz Phair) tiba-tiba mengundurkan diri. Padahal saat itu mereka sedang dalam tahap akhir produksi album Nimrod. Hal itu sangat mempengaruhi kreativitas Green Day. Isunya, keretakan itu terpicu oleh ulah Tre. Billie berusaha membujuk Scott, sayang usahanya tidak berhasil. Sampai akhirnya album Nimrod tertunda cukup lama.
Sesudah Nimrod (1997) dan Warning
(2000), pamor Green Day surut. Apalagi posisi mereka mulai digeser oleh
band muda beraliran serupa seperti Blink 182, Sum 41, Good Charlotte dan
Simple Plan. Sampai akhirnya mereka keluar dengan album American Idiot.
"Kami hanya ingin menyakinkan diri kembali. Saya tidak berkata ini
karya yang paling sempurna, tetapi setidaknya ini adalah yang terbaik yang
pernah kami kerjakan," kata Billie. |
| back |