Istirahat Demi Rilisan Baru


SUKSES
lewat album American Idiot, kini grup musik alternatif Green Day tengah mempersiapkan diri untuk meluncurkan album terbarunya. Rencananya, Billie cs. segera merilis album barunya itu akhir Januari ini.

Kesuksesan yang diraih Green Day bukan hanya beragam piala penghargaan yang dibawa pulang, tapi konser-konsernya juga turut mendulang emas.

Meski begitu, Billie Joe Armstrong (vokalis) bersikeras kalau grupnya akan menelorkan album baru pada akhir bulan Januari. "Ini tahun yang hebat dan cukup sedih karena harus berakhir. Tapi kami tidak punya penyesalan," katanya.

Walau belum diketahui pasti materi apa yang akan dituangkan dalam album barunya, namun Billie yakin proses kreatif sudah dimulai. Akankah album ini sesukses American Idiot?.(06/03)

Setelah tahun yang sibuk dengan tur dan promo album, Green Day memasuki masa "hening" di awal 2006. Ini ditandai dengan terbangnya mereka ke Australia untuk menggelar dua konser pamungkas di era American Idiot yang banyak mereguk sukses itu.

Billie Joe Armstrong, salah satu pentolan grup ini mengaku, 2005 adalah tahun yang penuh penderitaan tapi menyenangkan. "Sungguh tahun yang gila. Ini adalah tahun terbaik dalam karir kami. Sampai-sampai kami kelelahan," ujar Armstrong. "Ini bakal jadi akhir yang menyedihkan. Tapi jujur, kami tak menyesal," imbuhnya.

Mike Dirnt, sang bassist, justru merasa lebih optimis menghadapi tahun ini. Masa-masa tenang akan dijadikan momen introspeksi. "Kami akan lebih menggali potensi yang ada dalam diri masing-masing. Justru inilah momen yang tepat untuk memulai proses yang lebih kreatif," kata Dirnt.

Dirnt juga menambahkan, bagian dari inspirasi justru datang ketika band tak melakukan aktivitas apapun termasuk tur. "Banyak orang atau grup band yang terus-terusan melakukan tur. Padahal dengan "pulang" sejenak, justru lebih memudahkan pikiran untuk memuntahkan ide lebih fresh," ucap Dirnt.

Meski Armstrong mengaku mulai membicarakan album baru bulan ini, dia tetap tenang, tak mau terburu-buru. "Kami akan memulai dengan "diam." Dan saya rasa, itulah cara yang tepat untuk menemukan inspirasi yang lebih banyak," tukasnya.

Berbicara mengenai album baru, Armstrong menegaskan kalau di dalamnya bakal lebih banyak ide-ide baru dari masing-masing personel. "Kami selalu sharing apapun tentang apa yang kami lakukan. Dalam masa-masa ini, kami lebih banyak menulis materi. Selanjutnya, kami akan menyatukannya bak bermain puzzle," ujarnya.

Green Day memang sukses. Di tahun 2005 lalu, mereka sudah mengantongi penghasilan kotor sekitar USD 36,5 juta atau setara dengan Rp 360 miliar dari 76 show menurut Billboard Boxscore. (ode/billboard)

Green Day akan merilis album baru “American Idiot” 14 September mendatang melalui Reprise Records. Album ini menyusul album mereka “Warning” tahun 2000 yang masih mengandalkan Rob Cavallo sebagai produser.

“American Idiot” merupakan album pilihan dari sekitar 35 lagu yang mereka berhasil direkam awal tahun ini. “Album ini kumpulan dari banyak lagu,” ungkap vokalis Billie Joe Armstrong pada Rolling Stone awal tahun. “Kami tengah berusaha mendapat satu tema dari album ini karena kami berada dalam bisnis album bukan bisnis pembuatan lagu.”

Sejak rilis “Warning” empat tahun lalu, Green Day nyaris vakum dari album baru kecuali menerbitkan sebuah kompilasi “International Superhits!” 2001 dan koleksi “Shenanigans” 2002.

Bersama No Doubt, Foo Fighters, Bad Religion dan beberpa yang lain, Green Days diharapkan akan menyumbang sebuah lagu bagi “Rock Against Bush Vol. 2”, seri ke dua kompilasi bertemakan politik yang rencananya dirilis Agustus tahun ini.

Trio pop punk juga telah merencanakan tampil di beberapa pertunjukan internasional yakni tanggal 7 dan 8 Agustus di Tokyo setelah itu tampil di Reading and Leeds Festivals 27-29 Agustus di Inggris. (ya2n)

back

 

Hosted by www.Geocities.ws

1