Ringkasan Khotbah Mei 2003
11 Mei 2003
Pdt.Albert Adam S.Th
Pembacaan Alkitab: I Raja-raja 17 :7-16
Allah berdaualat dalam segala kehidupan kita

    
Ada masa dalam kehidupan bangsa Israel dimana Tuhan menutup langit dan tidak menurunkan hujan berdasarkan doa seorang nabi Tuhan bernama Elia. Semata-mata karena pada masa itu raja yang memerintah saat itu adalah raja yang tidak mengenal Tuhan. Dan Tuhan adalah Allah yang hidup yang bekerja sesuai maksud dan rencanaNya yang kekal yang tidak ada satupun makhluk yang dapat menahan maksud dan kehendak Allah. Satu hal bahwa Allah hendak menyatakan diri bagi manusia yang selama ini tidak dapat dimasuki oleh manusia maka lewat bangsa Israel Allah menyatakan diri melalui setiap tantangan, kesulitan, sukacita dan berbagai segi dalam kehidupan bangsa ini. Setiap kita dalam kehidupan kita pasti memiliki interaksi satu sama lain, dalam kehidupan di suatu kelompok yang kecil, keluarga, gereja, masyarakat, pasti ada gesekan satu sama lain. Mungkin ada saat-saat dimana kita melihat ada orang benar tapi kehidupannya seolah-olah tidak diberkati sedangkan orang fasik hidupnya kelihatan begitu   berkelimpahan seperti yang diungkapkan Asaf (Mazmur 73) sampai akhirnya ia berkata:�Ketika aku masuk dalam tempat kudus Tuhan maka aku mengerti kesudahan mereka�. Pandangan manusia seringkali terbatas dengan apa yang ada di depan, apa yang tampil secara nyata, tapi seringkali kita tidak cukup melihat kedalam, akhir dari kehidupan orang yang tidak mengenal Tuhan, walaupun hidupnya gembira senang tapi ujungnya dikatakan Asaf mereka akan dibinasakan. Dinamika kehidupan seperti ini hadir juga ditengah-tengah bangsa Israel dan Allah perlahan-lahan menyingkapkan diriNya dalam kehidupan bangsa ini. Ada saatnya Allah mendengar doa-doa mereka tapi tidak selamanya Tuhan menjawab sesuai keinginan bangsa ini, maka disini kita bertemu dengan satu pengajaran Alkitab yang sangat penting dalam kehidupan kita; Allah adalah Allah yang berdaulat Dia berbuat semauNya Tuhan. Kedaulatan Allah itu benar-benar dalam segala sisi kehidupan kita dan harus terlaksana tidak ada yang dapat menghalanginya.
     Kita perlu membawa kehidupan kita pada ketaatan kepada Allah dan rencanaNya. Dalam pembacaan tadi kita dapat melihat ketaatan Elia pada Tuhan dan juga seorang janda miskin yang taat mengikuti firman Tuhan lewat nabi Elia dan mau memberi diri sepenuh-penuhnya bagi pekerjaan Tuhan dan dengan imannya ia boleh hidup. Bahkan ia memberi apa yang ada padanya yang merupakan makanan terakhir baginya namun ia memberikan itu bagi perkerjaan Tuhan. Sungguh pemberian yang merupakan bukti kasih kepada Allah. Pemberian yang benar adalah hati yang sudah diubahkan oleh Tuhan. Allah memberikan AnakNya bagi kita manusia. Dia memberikan dengan tidak menuntut apa-apa dari kita, tapi dalam keberdosaan kita Ia memberikan AnakNya untuk mengangkat kita dari lumpur dosa. Mari, kita dalam tantangan dan penderitaan tetap di dalam Kristus. (SM)
18 Mei 2003
Pdt.Albert Adam S.Th
Pembacaan Alkitab: Rut 1:1-22
Kesetiaan    

     Rut adalah seorang Moab yang bukan keturunan Israel tapi ia begitu setia kepada Tuhan. Bahkan kemudian ia menjadi salah seorang yang termasuk dalam daftar keturunan Yesus Kristus (Matius 1:5). Kisah ini berawal dari Elimelekh yang memindahkan seluruh keluarga akibat kekeringan/kelaparan yang terjadi di daerahnya dan pindah sementara waktu di daerah Moab sampai masa kekeringan/kelaparan itu berakhir. Namun kemudian Elimelekh meninggal dan kedua anaknya pun meninggal sehingga tertinggal Naomi dan kedua isteri anaknya. Naomi mengalami penderitaan dalam kehidupannya sehingga dalam prespektifnya ia berkata �Tuhan telah melakukan banyak yang pahit dalam hidupku�. Namun kita melihat bahwa Naomi menerima semuanya itu. Ia tidak sekali-kali menyangkali imannya. Semata-mata yang ia rasakan yang ia utarakan pada orang-orang yang ia temui setelah ia kembali ke Betlehem. Demikianlah kesetiaan Naomi pada Tuhan dengan tidak mendendam walaupun banyak penderitaan yang telah ia alami.    
     Naomi dalam perjalanan kembali ke Betlehem ia menyuruh kedua menantunya untuk kembali ke rumah ibu mereka masing-masing. Orpa menantunya yang satu kembali tapi Rut tidak mau kembali dan tetap setia kepada Naomi. Bahkan lebih dari itu ia juga setia kepada Allah orang Israel. Ada satu komitmen yang luar biasa yang diungkapkan Rut sendiri: �Allahmulah Allahku, dimana engkau mati di situ akupun mati, bangsamulah bangsaku���. Satu ungkapan komitmen yang kuat. Manisnya hidup dan penderitaan hidup mereka akan hadapi bersama. Kehidupan keluarga merupakan satu kehidupan yang memerlukan satu komitmen yang kuat untuk saling menerima baik pada masa senang maupun pada masa sudah. Janji yang diucapkan kepada Allah, memulainya tidak sesulit bagaimana mempertahankannya. Pergumulan keluarga Kristen adalah bagaimana untuk tetap di dalam kebenaran firman Tuhan dalam kesetiaan komitmen yang telah di buat. Hal ini dilakukan oleh Rut. Kesetiaan begitu mudah diucapkan namun begitu sulit untuk hidup dalam kesetiaan itu. Kesetiaan hanya dapat dilakukan/bertahan jika kita memiliki iman yang benar kepada Tuhan dan jika kita benar-benar menempatkan Allah pada posisiNya dalam kehidupan kita. Naomi dan Rut mengalami hal itu sehingga keduanya diangkat sekalipun tidak dapat memahami apa yang sedang mereka hadapi saat itu.   
     Kesetiaan ikut pada firman Tuhan menentukan bagaimana anak cucunya tetap setia kepada Tuhan. Kasih karunia Tuhan yang telah memanggil mereka masuk dalam penderitaan terus memelihara mereka tetap setia kepada Tuhan.(SM)
Kembali ke Index Ringkasan Khotbah
Kembali ke Halaman Depan
25 Mei 2003
Pdt.Albert Adam S.Th,
Pembacaan Alkitab: Rut 2:1-23
Hidup oleh iman    

     Firman Tuhan itu indah. Firman Tuhan dikatakan lebih manis daripada madu dan lebih tajam dari pedang bermata dua. Ada banyak ungkapan berkaitan Firman Tuhan, tentang keindahan, kuasa, kecukupan rohani. Maka Firman Tuhan adalah segala-galanya dalam kehidupan kita. Setiap kita memiliki satu tujuan yang pasti dan jelas yaitu jalan menuju sorga yaitu Kristus Yesus yang adalah gambarAllah dimana kita semua sebagai Gereja Tuhan yang esa di muka bumi ini sedang ditransformasi kearah Kristus sampai kita menjadi serupa dengan gambar Kristus itu dan untuk mencapai hal tersebut hanya melalui Firman Tuhan. Sebab itu, mari kita belajar Firman Tuhan melaui kitab Rut ini karena kitab Rut ini memiliki satu keistimewaan dimana satu pelajaran penting dalam sejarah bangsa Israel dan juga kelanjutan dari iman yang Tuhan taruh dalam hidup Abraham dan ternyata iman itu diteruskan bukan pada orang-orang besar tapi melalui orang-orang sederhana yang dikisahkan dalam kitab ini.     
     Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui jalan hidupnya secara sempurna. Dari segala jenis kehidupan strata kehidupan manusia kita senantiasa diperhadapkan pada pengharapan akan masa depan yaitu cita-cita. Hidup kita seperti membangun suatu rumah untuk suatu saat kelak menjadi indah dan dipakai sepenuhnya. Tapi kita tidak bisa hidup dalam bayang-bayang rumah itu. Oleh sebab itu kita tidak bisa membawa bayang-bayang kehidupan masa depan ke masa saat ini. Tetapi kita haruslah hidup dalam iman yaitu hidup langkah demi langkah dari waktu ke waktu dan tidak dengan kekuatiran, karena kekuatiran itu adalah suatu tanda dimana kita sedang tidak beriman. Pada saat kita kuatir tentang masa depan, hidup kita maka pada saat itu kita tidak sedang mengimani Tuhan. Maka dari itu Tuhan katakan �Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau��.     
     Rut berjalan dengan iman, bersama dengan Naomi dalam kehidupan mereka tidak ada kekuatiran dalam kehidupan mereka walaupun mereka menghadapi kesulitan dan tantangan setelah kembali ke Betlehem. Mereka benar-benar bergantung dan setia kepada Tuhan dan hidup langkah demi langkah dalam iman. Rasul Paulus berkata �Orang benar akan hidup oleh iman� (Roma 1:17). Langkah orang benar itu dituntun oleh Tuhan. Kalau kita sungguh hidup dalam iman, tanpa kita sadari ada tangan yang secara rahasia sedang menuntun mengarahkan langkah-langkah kita, seperti Tuhan telah menuntun langkah Rut untuk dapat bertemu dengan Boas yang akhirnya menolong Rut. Inilah keindahan berjalan dalam pimpinan dan pemeliharaan Tuhan.(SM)
Hosted by www.Geocities.ws

1