| Ringkasan Khotbah Maret 2004 |
| Ringkasan Khotbah
07 Maret 2004. Pdt.Albert Adam S,Th Pemb.Alkitab: Ester 9:20-32 KEPEDULIAN GEREJA TUHAN TERHADAP LINGKUNGAN Ketika Tuhan Yesus menyerahkan diri untuk menjadi penebusan bagi kita, kita sudah ada dalam penghukuman Allah, tetapi Kristus datang menggantikan posisi terhukum agar kita dibebaskan dari hukuman ini. Sebagai orang yang meng-imani Allah yang menciptakan langit dan bumi, maka Mordekhai benar-benar melandaskan kehidupannya kepada Firman Tuhan yang telah ia dengar dari nabi-nabi. Gereja Tuhan pada saat ini pun seharusnya demikian. Ketika kita hadir di dunia ini, kita merasakan penindasan, penganiayaan dan ada rancangan-rancangan orang tertentu untuk menekan jumlah pertumbuhan orang Kristen. Bahkan ini telah dibuat secara sistematis agar kekristenan di Indonesia ditekan dan dihambat pertumbuhannya. Sangatlah penting bagi kita untuk mendoakan dan memperhatikan orang-orang yang berjuang di dalam bidang penegakkan hukum di Indonesia. Usaha untuk membatasi ruang lingkup Gereja Tuhan di Indonesia sedang dilakukan. Kita perlu orang-orang yang peduli seperti Mordekhai, sering kita mendengar Firman Tuhan, tetapi tidak pernah kita wujudkan dalam kehidupan, sehingga Firman hanya datang dan pergi lagi, tidak pernah mengubahkan kehidupan kita. Kita melihat sosok Mordekhai yang sungguh punya kepedulian dan kejujuran. Tuhan bekerja di dalam segala peristiwa dan situasi kepada orang-orang yang percaya. Bahwa tidak ada satu waktu dimana Tuhan tidak bekerja dalam kehidupan kita.(RS) |
| RINGKASAN KHOTBAH 14 Maret 2004
Pdt.Albert Adam S,Th Pembacaan Alkitab: Ezra 1:1-11 HIDUP YANG DIKASIHI OLEH TUHAN Ezra adalah seorang yang ahli kitab, ahli taurat dan merupakan orang yang pertama yang disebut sebagai ahli kitab. Dan juga sebagai salah satu dari orang-orang Yahudi yang tinggal dalam pembuangan dan yang kembali ke Yerusalem. Daniel adalah seorang yang begitu setia dengan Firman Tuhan dan sangat mempunyai pengaruh dalam kerajaan Babel (Yesaya 45:1). Tuhan memakai Koresh sebagai alatNya. Koresh berbicara tentang kerajaan Persia yang sesudah Babel dan Nebukadnesar dan keturunannya. Koresh yang telah digerakkan Tuhan untuk menggenapi Firman Tuhan yang telah diucapkan oleh Yeremia. Kebanggaan adalah penting bagi kita, karena kita mempunyai Allah Yang Hidup. Kita patut bersyukur dengan apa yang Tuhan buat, bukan bangga dengan kehidupan diri sendiri, tetapi itu semua adalah anugerah Allah dalam kehidupan bagi setiap orang percaya. Bukankah kita menerima segala sesuatu dari Tuhan? Tetapi mengapa kita seringkali membanggakan diri yang seolah-olah kita tidak menerima dari Tuhan. Tidak ada satupun dalam kehidupan kita sebagai orang percaya yang kita tidak terima dari Tuhan. Setelah kita masuk dan mengetahui lebih dalam tentang Firman Tuhan, mengenal jalan Tuhan, rencana Tuhan dan perbuatan Tuhan, maka kita mulai diajak untuk berpikir dan merenungkan dengan memakai akal budi kita. Kita harus ingat bahwa kita dipercaya oleh Tuhan. �Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, dan segenap akal budimu.� Mari kita detailkan apa yang dimaksud dengan �segenap hati� yang sesungguhnya, bahwa kita bukan hanya sekedar dengan emosional, tetapi juga dengan akal budi yang baik yang diciptakan oleh Tuhan. Karena Tuhan telah berkarya dalam hidup kita. Betapa luar biasanya kalau kita mengingat pengorbanan Kristus, ketika Dia mengasihin kita dan menderita bagi kita. Sehinggat kita tidak dapat berdalih bahwa itu adalah usahaku untuk selamanya, karena tanpa Tuhan berbuat terlebih dahulu bagi kehidupan kita, apa artinya segala sesuatu yang ada pada kita. Membanggakan segala sesuatu dari hidup kita dengan memperlihatkan dan menyaksikan pertolongan Tuhan, itulah yang dikehendaki Tuhan.(RS) |
| RINGKASAN KHOTBAH 21 MARET 2004
PDT.WENNY TUEGEH S,TH PEMBACAAN ALKITAB: 1 SAMUEL 17:45 & 51 HIDUP MENGANDALKAN ALLAH Hidup kita ini bukanlah karena gagah, kuat serta kemampuan kita, tetapi oleh karena Tuhan. Kita harus hidup mengandalkan Tuhan. Janganlah kita melupakan Tuhan dalam perencanaan (Mazmur 90). Cara kita hidup mengandalkan Tuhan, kita mulai dari segala sesuatu yang kecil-kecilnya dalam praktek hidup kita sehari-hari. Ketika kita menghadapi suatu pergumulan di rumah, khaisah, serta di gereja, kita diajak untuk jangan mundur, dan itu adalah salah satu cara untuk kita hadapi dalam mengiringi Tuhan (Yohanes 1:12). Kita harus meyakini bahwa Tuhan sanggup menolong. Manusia boleh meremehkan segala sesuatunya, tetapi kita tidak bergantung pada penilaian orang, tidak tergantung kepada apa yang dikatakan orang lain. Kalau kita hidup mengandalakan Tuhan mulai dari hal-hal yang terkecil, yakinlah bahwa Tuhan akan perhitungkan hidup kita. Daud memiliki suatu keyakinan dan kepastian bahwa Tuhannya adalah Allah yang sanggup, karena semua orang yang menerimanya dengan sungguh-sungguh, diberi kuasa untuk memiliki kekuatan yang berbeda dengan orang yang tidak mengenal Allah.(RS) |
| RINGKASAN KHOTBAH 28 MARET 2004 Ibadah pagi
PDT. Albert Adam S,TH PEMBACAAN ALKITAB: Yohanes 12:1-8 PEMBERIAN KASIH Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk melayani bukan untuk dilayani. Setiap hal berkaitan dengan peristiwa yang ada dan masa sengsara Tuhan Yesus semua menunjuk pada pelayanan, (baca Yoh 13:17) yang dimaksud dengan pelayanan ini adalah pelayanan dalam merendahkan diri untuk kita semua (baca Yesaya 50). Nubuatan-nubuatan tentang perjanjian lama menggenapi apa yang Tuhan Yesus lakukan. Pemberian Tuhan Yesus adlah pemberian kasih yang tidak dapat dirasionalkan dengan akal. Ungkapan kasih Maria kepada Tuhan Yesus untuk perhatian terhadap keluarga juga perhatian untuk Lazarus. Peristiwa Lazarus yang selama empat hari dalam kuburan. Pernyataan Tuhan Yesus untuk kehidupan Lazarus adalah satu mujisat dari yang tidak ada menjadi ada. Dalam pembangkitan Lazarus ada penciptaan dari yang tidak ada menjadi ada. Seringkali orang membungkus sesuatu yang tidak baik dan yang kelihatan Rohani, tetapi ada bagian hidup yang tidak dijamah oleh Tuhan seperti halnya Yudas, hatinya yang tidak sungguh-sungguh dekat dengan Tuhan. Yudas adalah cinta uang (kata Rasul Paulus �Uang adalah akar dari segala kejahatan�) Ujian yang paling berat yang diterima oleh setiap orang adalah pertanyaan Tuhan Yesus terhadap orang kaya �tinggalkan semua ini dan ikutlah Aku�. �Janganlah mencintai kekayaan atau materi yang ada�, tetapi lekat atau dekat kepada Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus ingin mengoreksi bagian hidup orang-orang tertentu. Supaya manusia tahu hidup kita ini jangan melekat pada harta dunia, tetapi melekatlah kepada Tuhan Yesus Kristus. Maria melakukan dengan benar, tetapi Yudas gagal melihat hati seorang maria. Inilah salah satu pokok ujian bagi setiap orang sebagai anak-anak Tuhan. Makna dari kasih adalah kasih untuk memberi dengan tulus dan ikhlas. Ketika kita diajak oleh Tuhan untuk sama-sama mengintrospeksi diri. Sudahkah kita memberi secara benar kepada Tuhan. Karena Tuhan sungguh mengasihi orang yang memberi dengan benar dengan tulus dan ikhlas.(RS) |